Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Code Geass milik Sunrise dan CLAMP, Devil May Cry 3 milik CAPCOM, GTA San Andreas mili Rock Star Game ,Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Manusia cepat atau lambat pasti akan mati, dan itu hal yang paling menyedihkan untuk Kizuka. Apakah Reizato akan menang melawannya?


2 tahun lalu.

Iwatodai Memorial

Siang itu pemakaman telah selesai, semua orang telah pulang kerumah masing-masing. Namun hanya 3 Gadis berambut pirang yang masih tetap berdiri di sana. Tiba-tiba salah seorang dari mereka-yang kelihatan sedikit lebih tua dari mereka terjatuh lemas. Tidak bisa menerima keberadaan makam yang ada di hadapannya tersebut.

"Hiks..."

Tik

Terdengar suara tangis dari gadis tersebut yang di lanjutkan dengan jatuhnya air mata darinya yang jatuh di atas permukaan tanah kubur.

"Kenapa... Yoshino...? hiks... kenapa harus kau...?" dengan perasaan kehilangan sambil meremas tanah kubur dengan lemasnya. Mengotori kulit tangannya yang mulus tersebut.

"Nee-chan, sudah jangan menangis... Yoshino-san yang berada di sana pasti akan sedih jika tahu bahwa Nee-chan menangis..." hibur Gadis berambut pirang sedikit panjang dan berkacamata yang kelihatan polos itu berusaha menenangkan kakaknya. "Kizuma-nee, tolong bantu!" menoleh pada gadis berambut pirang berkuncir di sebelahnya yang di panggilnya Kizuma.

"Kizumi benar Kizuka-nee, Kizuka-nee harus semangat! Jangan mudah berputus asa seperti ini!" hibur Kizuma yang sedikit semangat tersebut pada gadis yang sedang menangis dengan nama panggilan Kizuka.

"Diam kalian!" bentak Kizuka. "Kalian masih mudah, tidak bisa mengetahui penderitaanku yang sekarang ini!" lanjutnya.

"Tapi Nee-chan... yang namanya manusia itu cepat atau lambat pasti akan mati. Jadi Nee-chan harus tabah!" hibur sekali lagi gadis berkacamata dengan nama Kizumi. Tak terasa senja telah menghiasi langit siang yang cerah, kemudian berganti menjadi malam dengan bulan yang di temani dengan jutaan bintang.

Tiba-tiba sesosok manusia berjubah hitam dengan memakai topeng Kamen Rider Kiva sambil membawa bunga krisan muncul dari jalan setapak di samping mereka dan langsung meletakan bunga tersebut pada makam yang di tangisi Kizuka.

"Hm, manusia, sulit hidup namun mudah mati..." ucap makhluk tersebut yang membuat 3 saudari memandanginya. Makhluk itupun menoleh ke arah 3 saudari yang ada di sampingnya. "Dan sayang juga, jika orang yang kita sayangi mati begitu saja..." lanjutnya yang sepertinya membuat 3 saudari marah terhadapnya.

"APA MAKSUDMU BERBICARA SEPERTI ITU?!" teriak Kizuka yang berdiri dan memarahi orang misterius tersebut.

"Aku bisa menghidupkannya kembali!" ucap orang misterius tersebut dengan nada lantang.

"KAU JANGAN NGAWUR YA! MEMANG KAU INI SIAPA?!" teriak Kizuma.

"Lebih baik, kau pergi dari sini...! tolong... jangan ganggu kami..." pinta Kizumi dengan lembut.

"Hm, baiklah kalau begitu, dah~" orang misterius itupun membalikan badan dan pergi sambil melambaikan tangan kanannya ke belakang.

"Tunggu, apakah benar kau bisa menghidupkannya kembali?" tanya Kizuka yang tiba-tiba saja menghentikan langkah kaki orang misterius di depannya.

"Ne-Nee-chan!" Kizuma dan Kizumi mulai khawatir jika kakak mereka mulai gila.

"Ya, jika kau tak percaya, akan kubuktikan." Orang misterius itupun dengan cepat mencengkram kupu-kupu bersayap hijau terang yang lewat di depannya dan meremasnya, kemudian menunjukannya kepada 3 saudari. "Lihatlah Kupu-kupu ini, matikan?" ucapnya. Diapun mencengkramnya kembali dan tiba-tiba dari tangannya tersebut keluarlah cahaya putih yang menyilaukan mata 3 saudari di depannya. Beberapa detik kemudian, Diapun melepaskan kupu-kupu yang di remasnya sampai mati di tangannya tersebut yang ternyata hidup kembali dan terbang bebas kembali di sekitar taman makam. "Lihat, aku bisa menghidupkannya kembali" ucapnya yang membuat 3 saudari terkejut.

"Baiklah aku percaya. Tapi, kau pasti tidak akan melakukannya secara cuma-cuma, benarkan?" tanya Kizuka yang menaruh rasa curiga terhadap orang misterius tersebut.

Orang misterius itu mengambil sebuah benda yang seperti pistol bertuliskan E.V.O.K.E.R di balik jubahnya pada Kizuka yang membuat 3 saudari menjadi kaget. "Jadilah pengikutku!" ucapnya.

"Hm, baiklah!" Kizuka akhirnya mengambil benda tersebut, lalu menodongkannya ke arah kepalanya seperti tahu cara memakainya. Dan tanpa sadar mengatakan "PER... SO... NA..."

DHOR!

~Chapter 22: Battle three Moirae Sister and Shadow Army~

Tartarus, Monad Block lantai 5.

Kizuka terus menembak, namun Reizato dan Minato berlari menghindar ke arah berlawanan dengan cepat dan bersembunyi di balik tembok-tembok bekas reruntuhan dinding aula tersebut.

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-CKLIK-CKLIk

Terdengar suara peluru habis dari pistol sang penembak. Hal tersebut merupakan kesempatan bagus bagi Reizato dan Minato untuk mengeluarkan Persona mereka. Sebelum itu, Reizato menyembunyikan dulu kotak yang dia pegang dan bersiap memakai Evokernya karena lupa memakai Evoglassnya.

"PERSONA!" teriak mereka bersamaan sambil memakai Evoker. Orpheus dan Jokerpun muncul.

"Oh... jadi itu Persona kalian?" Kizuka mulai meremehkan kemampuan Reizato dan Minato.

"Ya" jawab Reizato dan Minato yang langsung memerintahkan Persona mereka maju untuk menyerang 3 orang di hadapan mereka.

"Baiklah, Kizumi analisis! Sedangkan aku dan Kizuma akan menyerang mereka!" pinta Kizuka yang langsung di terima oleh 2 adiknya. Kemudian dengan cepat, mereka juga memanggil Atropos, Lachesis dan Clotho. Atropos dan Kizuka menghadang Joker dan Reizato, sementara Lachesis dan Kizuma menghadang Orpheus dan Minato sambil melindungi Clotho yang tengah menganalisis Joker dan Orpheus.

Kizumi yang menganalisis kemampuan Persona Reizato yaitu Joker, terkejut. "Kizuka-Nee-chan, hati-hati dengan Persona berwujud kesatria Badut berwarna hitam-putih yang bernama Joker itu! menurut analisa yangku dapat dari Clotho, makhluk tersebut dapat meniru skill yang di miliki oleh makhluk yang ada di sekitarnya! Tahan terhadap serangan angin, cahaya dan kegelapan, namun lemah terhadap petir" ucapnya dengan nada panik dan membuat 2 saudari perempuannya sedikit kaget.

"Baiklah, terima kasih Kizumi" ucap kizuka yang mulai semakin waspada.

"Kizumi! Bagimana dengan Persona yang kulawan ini?" tanya Kizuma yang tengah beradu pedang dengan Minato dengan memakai katana Myohou Muramasa.

"Oh~... kalau Persona itu namanya Orpheus Kizuma-nee dan... menurut analisa yangku dapat dari Clotho, dia lemah sekali dan cuma memiliki Skill Agi, Bash dan Tarunda, namun memiliki kelemahan terhadap serangan petir." jelas Kizumi yang membuat 2 saudarinya semangat.

("Kizumi? Kizuka? Kizuma? Entah mengapa aku rasanya pernah mendengar nama-nama tersebut?") pikir Reizato yang masih meninju dan menendang Kizuka yang selalu menghindar.

"MATI KAU! KUUGA!" teriak Kizumi sambil berusaha menebas Minato dengan kuat. Bersamaan itu juga, Lachesis membuat Orpheus terikat dalam benang yang di pegangnya.

"Persona Change!" Minato dengan cepat mengganti Orpheusnya yang sedang terikat. "TITAN!" dengan makhluk berzirah perunggu, memakai helm perang perunggu dan bepedang yang bernama Titan. Titan berhasil menebas benang yang mengikatnya dengan pedangnya dan dapat menghindari serangan angin besar dari Lachesis. Kejadian itupun sontak membuat 3 saudari kaget.

"Apa? dia bisa mengganti Personanya?" teriak Kizuma yang kaget dan tebasannya itupun berhasil di hindari oleh Minato. Minato kemudian berusaha menebas balik Kizuma, namun berhasil di tahan oleh Kizuma dengan Katananya. Sementara Lachesis dapat menahan tebasan pedang Titan dengan Benang yang sedang di ukurnya untuk menjahit seragam SMA Author. #PLAK

"Atropos, Sakukaja!" Kizukapun menyuruh Atropos untuk memberinya keakuratan dan kecepatan menembak. Setelah itu mengisi peluru pistolnya dan kembali menembaki Reizato.

"Fortune!" Reizato dengan cepat meremas Kartu Arcana Fortune untuk memakai 2 pistol FN Five-Seven dan segera balik menebaki Kizuka.

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!

TRANG-TRANG-TRANG!

Suara tembakan pun terdengar dari pistol mereka berdua dan di lanjutkan dengan suara benturan peluru yang mereka saling lontarkan satu sama lain hingga mereka ke habisan peluru.

-00-

Monad Block, Lantai 10.

"Hm, ternyata mereka masih bisa bertahan" ucap Yoshino dengan remeh yang masih duduk dengan santai dan di temani papan caturnya. Kemudian menoleh ke arah Sayu yang berada di belakangnya yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri. "Maaf Sayu, tapi nanti kau akan mengerti mengapa kakak melakukan hal ini." Ucapnya sambil menghadap papan catur di depannya dan kembali menggerakan pion-pion yang ada di atas catur.

Tidak lama setelah itu, dia bosan lalu menonton video clip 'Psy – Gangnam Style' di Tv yang entah dari mana dia dapatkan sampai-sampai ngikutin gerakannya.

-00-

Monad Block, Lantai 5.

"Serahkan kotak itu!" teriak Kizuka sambil terus meninju dan menendang Reizato yang terus berhasil menghindarinya, bersama Atropos yang terus menggunakan gunting emasnya untuk menyunat 'bagian' Joker.*Di hajar Reader anti Rate-M*

"ORA ISO!" jawab Reizato ke jawahan sambil jukir balik bersama Joker yang tengah memegang 'bagian'nya agar tak ke potong oleh makhluk yang ada di hadapannya sambil terus menghindar.*Di tangkep para ELF dan di buang ke para personil Super Junior*

"HYA-HYA-HYA!" teriak Kizuma yang terus berusaha menebas Minato, namun terus di tangkis Minato dengan excaliburnya. Di ikuti dengan Lachesis yang tengah mencambuk Titan dengan benang yang akan di ukurnya namun itu tak mempan karena Titan memiliki ke tahanan terhadap serangan SLASH .

"Sebenarnya, apa mau kalian hingga merebut kotak yang kami bawa sampai kemari?" tanya Reizato sambil mengunci pergelangan tangan Kizuka dari belakang.

"Itu bukan urusanmu!" ucap Kizuka yang langsung menginjak ke dua kakinya Reizato dari depan hingga membuat Rerizato tak sengaja melepaskannya namun secara reflek menggenggam jubah Kizuka. Kemudian Kizuka memutar badan sambil menendang Reizato tepat di bagian dada hingga mundur sejauh 1 meter dan tak sengaja jubah tersebut di tarik olehnya dan al hasil wajahnya kelihatan sepenuhnya yang membuat Reizato kaget.

"Ki-Kizuka Hinamori-san?" ucap Reizato dengan mata terbelalak kaget yang melihat secara jelas wajah cantik di balik jubah tersebut yang ternyata Kizuka Hinamori.

Kizuka yang tak sengaja mendengar ucapan Reizato, terkejut dan berhenti menyerangnya. "Siapa kau? Dan bagaimana kau bisa mengetahui namaku?"

"Ini aku..." Reizatopun membuka topengnya. "Reizato... Takeba..." lanjutnya dengan nada lembut.

Kizumi yang tak sengaja melihat hal itu, terkejut "Rei-kun?".

"Ada apa dengan Kizuka-nee, Kizumi?" tanya Kizuma dan diapun tak sengaja menoleh ke arah Kizuka. "Rei-kun?" matanyapun terbelalak kaget saat melihat siapa orang yang di hadapi Kizuka.

"Ka-kau!" mata Kizuka juga terbelalak terkejut. "Ke-kenapa kau berada di sini?!" tanyanya.

...

"Untuk menyelamatkan..." ucap Reizato.

"Menyelamatkan? Jangan bilang bahwa salah satu gadis yang kami culik itu temanmu?" tanya Kizuka.

"Menculik? Kenapa kalian menculik mereka? dan kenapa kau melakukan hal ini?" tanya Reizato.

Kizuka menundukan kepala. "Untuk mengembalikannya" ucapnya yang membuat Reizato bingung. Kizuma dan Kizumi mendekati Kizuka.

"Hm?" Minato hanya bengong karena suara itu tak kesampaian di telinganya, akhirnya dia putuskan berjalan mendekati Reizato agar jelas.

"Ya, untuk dia, dia yang telah memberiku kebahagiaan, dia yang memberiku sesuatu yang berarti dan dia... yang mati untukku. Benar, hanya dia. Karena dia... mempunyai impian yang sama denganku yaitu, merawat pasien bersama-sama..." ucap Kizuka dengan nada sedih dan sebuah air mata darinya jatuh ke lantai.

"Kalau begitu... apa hubungannya dengan semua ini?" tanya Reizato.

"Tidak lama setelah pemakamannya, orang itu datang. Dia berjanji akan menghidupkan seseorang yang ada di hatiku setelah aku memenuhi permintaannya" jelas Kizuka.

"Yaitu menculik orang yang bernama Selena dan kotak yang kalian bawa sebelum kalian menyerahkannya langsung padanya" lanjut Kizumi sambil membuka jubah yang menutupi wajahnya dan di ikuti dengan Kizuma.

"Menculik? Jadi kalian penculiknya? Dan kenapa kalian juga menculik Yukari?!" tanya Minato dengan emosi, namun di hentikan oleh Reizato.

"Mengapa dia ingin kotak peti yang kami bawa dan menyuruh kalian untuk menculik Selena?" tanya Reizato.

"Dia tidak memberi tahu kami alasannya dan sekarang... berikan kotak itu jika kau tak mau mati!" ancam Kizuka yang menyiapkan kuda-kudanya, bersama Kizumi yang kini juga ikut bertarung. Alunan 'Persona 3 Fes – Heartful Cry' terdengar dimainkan.

"Maaf... tapi aku tidak akan memberikannya pada kalian..." ucap Reizato yang mulai memakai Evoglassnya dan kembali memakai topeng Kamen Rider Decadenya. Kemudian mengeluarkan Kartu Arcana Moon bergambar gitar Nevan dan meremasnya. Setelah itu, Kartu itupun menjadi cahaya yang berbentuk gitar dan perlahan-lahan menjadi gitar sungguhan. "Karena aku... AKAN MENYADARKAN KALIAN!"

"Kalau begitu... AKAN KAMI PAKSA KAU MENYERAHKANNYA!" teriak Kizuka yang bersiap menembaki Reizato dan Minato dengan pistolnya.

"Minato, sembunyi di belakangku!" pinta Reizato.

"Baik!" Minatopun bersembunyi di belakangnya.

"Tutup telingamu...!" Reizatopun memainkan gitarnya seirama dengan alunan musik Heartful Cry.

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!

TRAAAAANNNGGGGG!

Hujan pelurupun berhasil di tangkis dengan gelombang suara ultra sonic dari gitar Nevan yang dimainkan oleh Reizato seiring irama lagu Heartful Cry hingga di kelilingi oleh kelelawar hitam yang keluar dari gitarnya bersama dengan listrik berwarna ungu kehitaman yang bersemayam di dalam tubuh para kelelawar tersebut.

"Apa?" Kizuka kaget.

"AKU JUGA, AKAN MEMBANTU KIZUKA-NEE" teriak Kizuma yang menyuruh Lachesis untuk menenmbakan serangan anginnya pada Joker yang melindungi Titan dari depan.

Reizatopun dengan cepat mengubah kembali gitar Nevan dalam wujud kartu. "PERSONA GEAR, MOON!" kemudian melemparnya ke arah Joker. Tangan kiri Jokerpun terselimuti cahaya ungu dan jadilah perisai Gundam Kyrios yang bisa berubah menjadi capit yang di dalamnya terdapat pedang.

WUSH

TRANG!

Serangan anginpun berhasil di tahan Joker melalui perisai Gundam Kryios.

"AKU JUGA, INGIN BERJUANG UNTUK NEE-CHAN!" teriak Kizumi yang menyuruh Clotho untuk memberi sinar Matarukaja kepada dirinya dan 2 saudarinya agar kekuatan mereka meningkat.

"SEMUANYA, SERANG!" teriak Kizuka yang mulai menyerang Reizato bersama 2 saudarinya secara bersamaan, mereka bertiga saling berpegangan tangan. "TRIPLE FUSSION SKILL! PHANTA REI!" Clotho, Lachesis dan Atropos terbang berputar dengan cepat hingga membentuk sebuah angin tornado besar dan dasyat yang mereka ciptakan untuk menghisap apapun.

"Ck..." Reizato berusaha menahan serangan mereka dengan kuat walaupun Joker tahan dengan serangan angin. "Apa kalian masih belum sadar? KALAU BEGITU, AKANKU SADARKAN KALIAN!" mata Joker bersinar hijau, ujung perisai Gundam Kyrios terbelah dan menjadi capit.

CLANK!

Kemudian di rentangkan kedepan tepat pada Three Moiare. "SADARLAH KALIAN! ORANG YANG SUDAH MATI, TAK AKAN BISA HIDUP KEMBALI!" Capit tersebut melesat terbang menembus angin kencang.

"Apa?" 3 saudari terkejut dengan apa yang mereka lihat.

"JOKER!" capit itu sampai di tengah dan langsung mencapit salah satu Persona Three Moiare Sister.

WUSH

TEP!

"Argh!" erangan kesakitan dari Kizumipun terdengar karena Clotho tercapit oleh perisai Gundam Kryios yang terbang dan menahannya ke dinding dengan kerasnya hingga membuatnya merasa kesakitan dan pingsan.

"Kizumi!" teriak Kizuma yang panik karena adiknya pingsan dan kekuatan Skill PHANTA REI-pun mulai menurun.

"PERSONA CHANGE, TAKE-MIKAZUCHI! ZIONGA!" ke sempatan itupun di pakai Minato untuk menyerang Kizuma yang tidak konsentrasi. Titan berubah menjadi Take-Mikazuchi yang menjatuhkan Lachesis sebuah sambaran petir berukuran sedang sampai membuat Lacesis lenyap dan Kizuma pingsan. Skill Phanta Reipun berhasil di patahkan.

"Kizuma!" teriak Kizuka yang menoleh ke arah saudarinya, kemudian memandang ke arah Reizato. "Kau... HYAAAA!" Atropospun maju dengan membentangkan gunting emasnya ke depan tepat mengarah Joker.

"Kumohon Kizuka-san..." dengan nada sedih, Reizato memohon. "Hentikan...!" namun tidak di hiaraukan oleh Kizuka. Perisai Gundam Kyrios kembali dan terpasang di tangan kiri Joker, ujung perisai kembali terbelah dan menjadi capit lagi. Joker kemudian mengarahkan capit itu kedepan. Akhirnya gunting melawan guntingpun terjadi.

"HYAAAA!" Atropos makin mendekat.

"Kumohon... HENTIKAN!" teriak Reizato dengan nada sedih. Bersamaan itu juga, karena gunting yang di pake Atropos terlalu kecil untuk melawan capit raksasa milik Gundam Kryios yang sering di gunakan oleh Allelujah dan Halleluja Haptism sebagai senjata, Atropospun berhasil tercapit oleh Joker. "Kizuka, kumohon hentikan...!" ucap Reizato dengan nada sedih.

"Meski kau memohon, aku tetap akan memaksamu!" Kizukapun menodongkan 2 pistolnya. "HYAAAA!".

Reizato dengan gemetaran mulai memunculkan Dual Fn Five-Sevennya dan membidik Kizuka dengan gemetaran. "Kumohon... HENTIKAN!" dia tak ingin melakukannya, dia tak ingin menembaknya, karena... Kizuka bagaikan kakak perempuanya untuknya.

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!

TRANG-TRANG-TRANG-TRANG-TRANG-TRANG-TRANG-TRANG!

Peluru saling mereka lontarkan dan juga saling bertabakan. Namun...

SYUT-SYUT!

TAP

Terdengar suara pistol tertembak di salah satu dari tangan mereka hingga jatuh dari lantai. Minato yang melihat hal itu hanya bisa bengong. Ternyata suara pistol jatu itu berasal dari arah Reizato.

Kizukapun menghentikan tembakannya. "Jadi... cepat serahkan peti itu!" dengan masih menodongkan pistolnya.

Reizato membuka helmnya dan tersenyum. "Sumanai... Kizuka-san..." Dengan senyum yang di paksakan hingga membuat Kizuka kaget, karena senyum tersebut mirip dengan senyum Yoshino saat dirinya berada di ambang ajal. ("Paste Mind... Zionga...!").

JRET-JTAR!

JJJRRRRTTTT!

Jokerpun mengalirkan listriknya kepada Atropos melalui Perisai Gundam Kryios yang membuat Kizuka kesakitan. "Argh!" erang Kizuka yang menahan rasa sakit dan perlahan-lahan mulai kehilangan kesadarannya. "Y-Yo...shi...no..." sebuah kaliamat yang keluar dari bibir Sexynya dengan lembut, memanggil nama sang pujaan hati. Akhirnya Kizuka pingsan. Lagu Heartful Crypun berhenti.

...

"Apa dia baik-baik saja?" tanya Minato.

"Ya, mereka hanya pingsan" jawab Reizato, lalu menoleh ke arah Minato. "Apakah Kizuma pingsan?"

"Kizuma?" tanya Minato.

"Wanita yang tadi kau hadapi ini" ucap Reizato sambil menunjuk gadis berkuncir panjang.

"Ya, karena aku memakai sedikit tegangan listrik saja." Jawab Minato.

Reizato mengambil kotak peti yang dia sembunyikan. "Ayo kita pergi...!" sambil berjalan ke arah pintu menuju tangga ke lantai 6.

"Tunggu! Apa mereka tak apa di tinggal seperti ini? Jika ada Shadow yang lewat, bagaimana?" tanya Minato.

Reizato berpikir sejenak. "Benar juga ya, ehm..." dia mulai berpikir.

Tiba-tiba sebuah asap hitam terbentuk di depan mereka yang membuat mereka kaget. Asap hitam itupun berubah menjadi jelmaan Kamen Rider Kiza dengan jubah hitam yang menutupi tubuhnya.

"Kau!" dengan nada kaget, Reizato waspada.

Dengan secepat kilat, makhluk tersebut mendekati 3 Saudari yang pingsan dan memakai Trafuri Gem buatannya yang bisa perpidah tempat sesuai kehendaknya untuk menuju lantai 10 bersama mereka. Asap hitam kembali menyelimutinya dan membuat Reizato dan Minato gelagapan. Perlahan-lahan asap hitam mulai menghilang berasama makhluk tersebut yang ternyata Yoshino.

"Kemana dia?" tanya Minato.

"Dia mungkin sedang menunggu kita di lantai 10, jadi... kita harus cepat!" ucap Reizato.

"Ya" akhirnya mereka berlari menuju ke arah tangga lantai 6.

...

Monad blok, Lantai 6.

Sesampainya di lantai 6, Reizato dan Minato di kejutkan dengan suatu kotak sedikit besar di hadapan mereka. Kotak itupun di buka dan isinya sangat mengejutakan bagi mereka, yaitu 2 pistol Desert Eagle, 2 Tec 9, sebuah M16, sebuah M4, 6 buah HE granat, 2 Smoke Granat, 1 buah RPG-17, 2 ransel dan beserta magazine senjata-senjata tersebut, juga seragam SAS berserta maskernya.

Reizato mengambil 1 buah pistol Desert Eagle, 1 Tec 9, M16,3 buah HE granat, 1 Smoke Granat, sebuah ransel dan sebuah RPG dengan 3 butir pelurunya. Minato mengambil 1 Pistol Desert Eagle, 1 Tec 9, sebuah M4, 3 buah HE granat, 1 buah Smoke Granat dan sebuah ransel. Dengan memakai bagju SAS, mereka siap tempur untuk menyelamatkan sandera dari sang penculik dan melewati rintangan yang akan menghadang mereka didepan.

"Kau siap Minato?" tanya Reizato yang kini memakai senjata M16 sebagai senjata andalannya.

"Aku siap" jawab Minato dengan serius. Mereka akhirnya berjalan maju. 1 orang aneh berseragam Navy Seal dengan membawa M249 muncul di sebelah kanan lorong Monad dan menyergap mereka. Dengan sigap, Reizato dan Minato menembaki orang aneh tersebut dengan senapan berlaras panjang mereka.

TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA!

Orang itupun tewas bersimbah cairan hitam. Reizato dan Minato yang menyadari ke anehan tersebut langsung mengotopsi jasad tersebut yang ternyata orang yang mereka tembaki bukanlah manusia, melainkan sebuah shadow berwujud manusia. Kemudian datang 2 orang yang membawa MAC 45 dan Bullpup di hadapan mereka dari jauh.

"ENEMY SUPOTTED!"

"FIRE!"

"ORA ISO!" teriak Reizato dan Minato sambil melempar HE Granat ke arah 2 orang aneh di hadapan mereka yang bersiap menembak mereka.

DHUAR!

"AAAARRRGGGGHH!" 2 orang aneh berseragam anti terorpun terhempas dengan dasyatnya dan menabrak dinding dengan kerasnya yang berakhir dengan bersimbah cairan hitam, ternyata mereka juga Shadow berwujud manusia. Reizato dan Minato akhirnya menemukan tangga menuju lantai 7 dan segera menaikinya.

...

Monad Block, Lantai 7.

Sesampainya di lantai 7, Mereka menemukan 1 buah koper berisi rompi anti peluru lagi, merekapun mengganti rompi anti peluru yang mereka pakai dan memakai rompi baru yang mereka temukan. Setelah itu, 1 Shadow berbentuk Tank menghampiri mereka. Reizato yang menyadari hal itu segera memakai RPG-17nya untuk menembak Shadow tersebut.

"ANJING!" teriak Reizato dengan melontarkan sebuah peluru bazoka RPG-17.

SYUT!

DHUAR!

Shadow tank itupun hancur. Mereka kemudian kembali berjalan maju untuk menemukan tangga menuju lantai 8. Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka temukan tangga tersebut dan menaikinya.

...

Monad Block, lantai 8.

Setibanya di lantai 8, mereka menemukan sebuah koper berisi 5 Medicine. Merekapun mengambil koper tersebut dan mulai mencari tangga menuju lantai 9. Tidak beberapa lama mereka temukan tangga tersebut, namun sayang. Tangga tersebut di jaga oleh segerombolan Shadow berwujud manusia dengan memegang beberapa senapan dan 2 Shadow berbentuk Tank.

"In Position!" Pinta Reizato.

"Roger" Minatopun bersiap di posisi satunya.

Reizato menyiapkan Bazoka. "FIRE!" teriaknya sambil melesatkan 1 persatu peluru RPG-17 ke arah 2 Shadow berbentuk Tank.

SYUT

DHUAR!

2 Shadow tank itupun hancur. "FIRE IN THE HOLE!" teriak Minato yang ketularan CS dan PB sambil melempar semua HE granat miliknya ke arah penjaga-penjaga.

DHUAR!

"AAARRGHHH..." beberapa penjagapun terpental. "ENEMY SUPOTTED!" teriak salah satu dari mereka yang tak terkena ledakan granat.

TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA!

Reizato dan Minatopun di hujani peluru, untungnya mereka berlindung di balik dinding. Reizato dan Minato kemudian melempar Smoke granat ke arah Shadow berwujud manusia.

TUK-TUK-TUK...

JESSSS!

Kepulan asap putih menyelimuti Shadow-Shadow tersebut. "Tidak sampai di situ saja!" Reizato kemudian melempar semua HE Granat miliknya ke arah kepulan asap tersebut. "FIRE IN THE HOLE!"

DHUAR!

Asap-asap putihpun hilang dan memperlihatkan dengan jelas Shadow-Sahdow berwujud manusia yang tersisa. "FIRE-FIRE!" para Shadow tersebut mulai menembaki Reizato dan Minato.

"RASAKAN INI!" Reizato dan Minatopun juga balas menembak dengan senjata M16 dan M4.

TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA-TA-!

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!

"Argh!-Argh!" terdengar teriakan Shadow-Shadow berbentuk manusia tersebut yang tertembak. Bersamaan itu juga, semua magazine M16 dan M4 milik Reizato dan Minato habis. Kini mereka beralih menggunakan Tec 9.

Dari langit-langit dekat dengan tangga tersebut, turunlah 4 Shadow berbentuk burung. "FIRE!" Reizato dan Minatopun kembali menembak.

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!

2 Shadow terkena dan jatuh hingga lenyap. Mereka berduapun mengisi ulang Tec 9 mereka dan kembali menembak. Namu salah satu dari Shadow tersebut dengan secepat kilat menyerang tangan Minato hingga membuat Minato menjatuhkan Tec 9 miliknya ke atas lantai.

"Minato!" Reizatopun menembak Shadow tersebut dan kena.

Dari belakang Minato, Shadow terakhir melesat ke arahnya. Minato yang menyadari hal itu, segera berguling menghindari serangan tersebut dan langsung mengammbil Tec 9 yang ada di dekatnya untuk menembak Shadow.

TA-TA-TA-TA!

Shadow terakhir akhirnya jatuh dan lenyap. Tiba-tiba 3 Shadow berbentuk pasukan anti teror turun dari tangga. Reizato dan Minato yang tahu hal tersebut langsung menembaki mereka. 1 Shadow terkena HEADSHOT dari Minato dan 2 lainnya masih hidup. Tak terasa magazine Tec 9 sudah habis, kini Reizato dan Minato memakai pistol Desert Eagle pemberian paman Carl Johnson dari GTA San Andreas. Mereka kemudian kembali menembak 2 Shadow tersebut.

DHOR-DHOR!

1 Shadow terkena HEADSHOT dari Minato lagi. "Waow, kau sepertinya hebat dalam menembak ya" puji Reizato. Shadow terakhir mulai bersiap menembak. Reizato dan Minato saling berpandangan.

"Minato, apa kau tahu cerita kekalahan Arkham di Devil May Cry 3 episode 24?" tanya Reizato.

"Ya, aku tahu karena aku pernah main itu, jadi..." Minato dan Reizato saling membelakangi dan menyilangkan pistol mereka yang mengarah pada Shadow terakhir.

"JACKPOT!" teriak mereka bersamaan dan menarik pelatuk pistol tersebut secara bersamaan..

DHOR!

JLEB!

Shadow itupun akhirnya terkena HEADSHOT dari Reizato dan Minato secara bersamaan. Akhirnya peluru pistol mereka habis.

"Tinggal 2 lantai lagi~" ucap Reizato dengan santai, tiba-tiba lantai yang dipijaknya runtuh dan membuat dia terjatuh kedalam lubang. "GYAAAAA!"

"REI-SAN!" Minato dengan sigap memegang erat tangan kiri Reizato dengan ke dua tangannya. Namun karena Reizato lebih berat darinya, perlahan-lahan Reizato masuk lebih dalam dan bersamaan itu juga lantai yang di pijak Minato mulai retak.

"MINATO,CEPAT LEPASKAN TANGANMU!" teriak Reizato.

"TIDAK AKAN!" Minato berusaha menarik Reizato dan bersamaan itu juga, lantai yang di pijakinya makin retak.

"SUDAH LEPASKAN! KALAU TIDAK, KITA AKAN TERJATUH!" teriak Reizato. Namun Minato terus menarik Reizato dan membuat retakan lantai makin lebar. "Apa kau ingin membuat usaha kita sia-sia? Lepaskan, aku berjanji akan menyusulmu!" ucap Reizato.

"Tapi..."

"Percayalah, aku akan menyusulmu dan kau... harus hidup untuk Yukari!" ucap Reizato sambil memberikan Minato sebuah topi Fedora hitamnya dan peti milik Sayu, "Ini, ambilah...! karena aku berjanji akan mengambil topi ini kembali sebagai jaminannya...". Minato tidak ingin mengambilnya, namun Reizato terus memaksanya. Karena jika dia mengambilnya, maka Reizato akan terjatuh kelubang tersebut dan jika dia tidak mengambilnya dan terus berusaha menarik Reizato, maka dia dan Reizato akan terjatuh bersama-sama.

"Tidak!"

"Percayalah..." dengan senyum di paksakan, agar Minato mempercayainya. Akhirnya Reizato bertahan dengan memegang batu tebing dan Minato berhasil mengambil topi hitam Fedora miliknya bersama kotak peti itu yang di pakainya sebagai jaminan. Kemudian Minato melompat ke arah tangga agar tidak ikut terjatuh. Tebingpun mulai retak dan jatuh, Minato Lalu melihat Reizato yang kini terjatuh makin dalam. "Hiduplah... untuk semua...!" ucap Reizato di saat terakhirnya karena lupa memakai Evoglassnya sambil tersenyum.

"REIZATO!" teriak Minato. Dengan cepat dia menaiki tangga, berusaha melupakan kejadian tadi dan terus maju sambil di temani topi Fedora milik Reizato dan kotak peti milik Sayu sebagai jaminan.

-00-

Monad Block, lantai 9.

Setibanya di lantai 9 dengan air mata yang membasahinya. Tiba-tiba Minato menemukan sebuah koper emas dan sebuah benda besar yang tertutupi kain hitam. Dibukanya koper itu yang membuat dirinya kaget. "I-ini... kostum Kamen Rider Decade?" Minatopun memakai kostum tersebut lalu membuka benda yang tertutupi kain tersebut yang ternyata sebuh sepeda motor Kamen Rider Decade yang bernama DecaMechine. "Reizato-san, aku berjanji... akan hidup untuk semua!" lalu mencari tangga terakhir dengan mengendarainya.

~To Be Continue~


Akhirnya selesai dan saya minta maaf jika telat update karena saya punya penyakit gatal yang membuat saya tidak konsentrasi untuk membuat cerita. Terima kasih untuk

AbracaForte (Chapter 21): Anda benar~, baik saya nanti akan memenuhi Quest anda di chapter selanjutnya.

Aijabana Aiko (Chapter 1): terimakasih~

Blazin'99 (Chapter 20): ya, jika saya ingat akun saya di Lost Saga pasti akan saya ADD.

IarIz(Chapter 21): 'The Back Horn - Wana' itu judul lagu yang saya ambil sebagai judul cerita.

IarIz (Chapter 20): terimakasih

Ritzter Work'Z (Chapter 21): terimakasih

Jadi tolong di...

~Review~