Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Code Geass milik Sunrise dan CLAMP, Devil May Cry 3 milik CAPCOM, Vocaloid milik Yamaha Corporation dan Crypton,Inazuma Eleven milik Tenya Yabuno ,Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Dengan motor Decamechine, Minato berusaha menerobos seluruh penghalang Tartarus. Penghalang apa saja yang di maksud?


Unknown Place

Di suatu ruangan yang gelap gulita. Ribbon Almark duduk dengan santainya di ruangan tersebut sambil memejamkan mata, dengan ditemani sinar Matahari yang sebagian sinarnya masuk menyinari ruangan gelap tersebut, dia sepertinya tidur.

KREK~

Terdengar suara pintu di buka, tanda seseorang masuk ke ruangan tersebut, membuat Ribbon membuka matanya dan melirik sang pelaku tanpa menoleh ke arahnya sambil tersenyum sinis.

"Jadi apa kepentinganmu datang ke sini, Margareth?" tanyanya.

Margareth dengan wajah datarnya yang tenang berkata "aku datang kesini karena Igor-sama memintamu agar tidak mencampuri urusan duniawi".

"Hm, dia sebenarnya memintaku atau... memaksaku?" senyum Ribbon semakin sinis setelah mengucapkan kalimat 'memaksaku' kepada Margareth yang membuat gadis berambut pirang tersebut mundur satu langkah, seperti mengetahui jika Ribbon macam-macam dengannya. "Margareth kenapa? Takut dengan kakak tertuanya sendiri ya?" goda Ribbon yang kembali memejamkan matanya namun masih dalam senyum sinisnya. "Tenang saja, selama kalian tidak benar-benar menjadi hama kursi kayu yang kubuat, kalian tidak akan kusemprot dengan Baygon" ucap pemuda berambut hijau muda pendek itu dengan sinisnya.

"Sebelum aku pergi, Kenapa kau mewarnai rambut pirangmu itu dengan hijau muda?" tanya Margareth.

Ribbon berhenti tersenyum. "Memang kenapa? Masalah buatmu?" ucapnya dengan nada Soimah.

Margareth yang mendengar jawaban itu hanya bisa sweatdrop. ("Dari dulu dia memang tidak pernah berubah") kemudian pergi keluar memasuki pintu yang tadi dia masuki.

Ribbon melirik ke arah sinar di sampingnya. "Hm, itu menurut kalian..." ucapnya yang sepertinya mengetahui isi pikiran Margareth. "Sekarang... aku akan menyingkirkan satu kelelawar yang telah mengulur-ulur para pionku..." Ribbon membuka matanya yang kini berubah warna menjadi pelangi dan memiliki garis-garis putih.

~Chapter 23: Asal Tabrak, MAJU TERUS! Inikah Persona Gearku?~

Tartarus Monad Block, lantai 9.

NGENG!

Minato melaju kencangkan motornya dengan cepat. Dengan tujuan bisa menemukan tangga terakhir Block Monad. Walau halangan, rintangan, membentang, tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Seperti lagu pembuka Kera Sakti. #PLAK

Tiba-tiba di hadapannya di hadang para ELF yang lagi asik-asikan nonton SS5. Minato tak peduli dan langsung menekan belnya agar para ELF itu minggir dari jalannya bersama personil SUJU. Namun naas, salah satu Personil SUJU yang ganteng dan sexy berhasil di tabrak oleh Minato hingga terpental ke arah rumah salah satu Author Fanfiction Indonesia yang lagi mandi, bukan Author Sp-Cs.

BYUR!

"KYAAAAA KYUHYUN!" teriak Author yang beruntung itupun yang mengetahui bahwa Personil SUJU yang jatuh ke bak mandinya ternyata adalah Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun akhirnya menyanyikan lagu Bruno Mars yang berjudul Just the way You Are untuk meminta maaf kepada Author tersebut karena mengganggunya sedang mandi. Namun Author itu meleleh karena dinyanyikan lagu tersebut oleh Kyuhyun hingga akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.

"CERITANYA MASIH LANJUT WOY!"

NGENG!

Motor kembali melaju kencang. Tiba-tiba di hadapannya terlihat seorang laki-laki SMP memakai seragam kiper milik Inazuma Eleven dengan ikat kepala berwarna orange sedang menjaga jalan yang akan di lewati Minato.

"AKU, MARK EVANS, TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MEMASUKAN GOL KE GAWANGKU!" laki-laki bernama Mark Evans itupun mengangkat tangan kanannya ke atas lalu merentangkannya kedepan sambil berteriak "TANGAN DEWA!". Munculah sebuah tangan besar berwarna kuning emas di depannya yang berusaha menghentikan Minato untuk masuk.

"Aku juga punya, MESSIAHS GOD'S HAND!" Minatopun mengeluarkan Messiah dan memerintahkannya untuk mengeluarkan skill God's Handnya ke arah Mark. Duel antara tangan dewapun dimulai.

"HYAAAAAA!" teriak mereka berdua.

"Ini sangat... LUAAAAR BIASAAAA! AKU TIDAK AKAN MENYERAH!" teriak Mark yang dengan semangatnya menahan skill Messiahs. Namun karena Minato naik motor, jadi Minato akhirnya melewati Mark dengan mudahnya. "WOY TUNGGU! ENAK SAJA MELEWATIKU DENGAN MUDAHNYA. Tapi terima kasih ya, atas skillmu... aku bisa menjadi kuat kalalu begini!" teriak Mark yang malah berterima kasih pada Minato.

"Sama-sama!" teriak Minato dari kejauhan.

NGENG!

Motor kembali melaju, tiba-tiba di hadapan Minato muncul Lelouch Lamperauge yang sepertinya juga ingin menghadangnya.

"HAHAHAHAHA!" Lelouchpun tertawa, lalu memunculkan Geass di mata kirinya. "AKU... LELOUCH VI BRITANNIA MEMERINTAHKANMU..."

BRUAK!

Belum sempat Lelouch berhasil menghipnotis Minato, Minato dengan cepat menabrak Lelouch tanpa sengaja hingga membuat Lelouch terpental kelangit dan menghilang.

NGENG!

Motor lagi-lagi kembali melaju dengan cepat. Tiba-tiba seseorang berambut orange, memakai baju Shinigami dan membawa pedang bernama Zan Getsu menghalangi jalan Minato yang ternyata orang tersebut adalah Ichigo Kurosaki yang sedang berusaha menghalangi jalan Minato.

"TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU SEMAKIN TENAR DI CERITA INI!" teriak Ichigo sambil mengacungkan pedangnya ke arah Minato dengan nada marah karena Minato lebih tenar di bandingkan dengannya. *Author di keroyok FC Bleach*

Ichigo mulai mengayunkan pedangnya dengan pelan. "Tetsuga... Then..."

BRUAK!

Namun karena terlalu pelan mengayunkan pedangnya, akhirnya Ichigo di tabrak oleh Minato secara tak sengaja olehnya hingga terpental ke langit dan menghilang.

NGENG!

Motor lagi-lagi melaju dengan kencang. Tiba-tiba dihadapan Minato, muncul Jokowi yang sedang merayakan acara sepeda santai bersama penduduk Solo untuk merayakan keberangkatannya menjadi Gubenur DKI Jakarta, namun Jokowi dan warga Solo yang sedang asik bersepeda santai tersebut tidak menyadari keberadaan Minato di hadapan mereka sehingga...

BRRRRUUUUUAAAAAK!

Minato menabrak rombongan sepeda santai tersebut dan juga Jokowi hingga terpental ke Iwatodai karena menghalangi jalannya. Kejadian itu membuat Jokowi yang terpental ke Iwatodai menjadi Gubenur Iwatodai.#PLAK

NGENG!

Sekali lagi motor melaju dengan cepat. Tiba-tiba dari depan Minato terlihat seorang anak kecil berumur 14 tahun berambut Blonde yang bernama Len Kagamine sedang melambaikan tangan kepadanya sambil berteriak "BANG, OJEK BANG!" dan berhasil membuat Minato berhenti di depannya.

"Mau kemana dek?" tanya Minato.

Lenpun menaiki motor Minato. "Kemana aja bang, asalkan bisa kabur dari tuh traktor!" sambil nunjuk-nunjuk Rin yang mengendarai traktor dengan marahnya dan mengejar Len dari belakang.

"GYAAAAA!" Minato akhirnya melaju kencangkan motornya sekali lagi sambil membawa Len kabur.

TUT TUT!

"JANGAN KABUR KAU LEN!" teriak Rin marah sambil menekan belnya dan berhasil mengejar Len dan Minato.

"Cepetan bang!" teriak Len dengan panik.

"Iye-iye-eh? Kapan gue jadi tukang ojek?" sahut Minato yang kini sadar.

"3 menit yang lalu bang" jawab Len.

"Enak aja, TURUN LOE!" Pinta Minato sambil menggoyang-goyangkan motornya.

"Eh bang awas nanti saya jatuh loh, GYAAAA!" teriak Len yang panik dan akhirnya terjatuh dari belakang.

Rin yang sudah berada di belakang Len, berhenti. "Mau kemana loe... Len...?" tanya Rin dengan senyum licik. "Sekarang... GANTI SEMUA JERUK AKU YANG UDAH KAU HANCURIN, KALAU TIDAK... KITA KAWIN!" teriaknya dan membawa Len kabur.

"TIDAAAAAK!" itulah akhir dari si kembar Vocaloid Len x Rin. #PLAK

"CERITANYA MASIH LANJUT WOY!" teriak Minato dengan nada cempreng. #PLAK

NGENG!

Motor sekali lagi dan lagi kembali melaju. Tiba-tiba lagi didepan Minato, OVJ lagi manggung bersama wayang barunya yaitu Desta. Destapun mulai bernyanyi dengan suaranya yang hancur.

"SYALALALALA, INI BINTANGKU SYALALALA-"

BRUAK

"-GYAAAAA!" Destapun berhenti bernyanyi karena terpental sehabis di tabrak oleh Minato dengan sengaja karena tidak ingin kupingnya jadi budeg bersama para penonton setelah mendengar nyanyian Desta. Kini semua halangan yang ada di depannya lenyap.

NGENG!

Tiba-tiba dari belakang Minato, Valentino Rossi, Casey Stoner dan Dany Pedosra muncul untuk menyusul Minato.

NGENG!

Tikungan-tikungan tajam berhasil mereka lewati. Rossi perlahan-lahan berhasil mendekati Minato, namun Minato tidak mau kalah cepat dengan Rossi. Di kejauhan tampak Casey dan Dany sedang berusaha salip-menyalip sambil menyusul Rossi dan Minato di depan mereka. Casey berhasil menyusul Rossi begitu juga dengan Dany. Rossi yang tidak mau kalah itupun langsung berhasil menyalip mereka di tikungan tajam.

Kini Minato, Dany, Rossi dan Casey hampir sampai ke garis finish. Namun dari belakang mereka, tiba-tiba Komeng muncul dengan Jupiter Z1nya dan dengan kecepatan kilat seperti iklannya, Komeng berhasil menyalip 4 orang tersebut dan menjadi juara 1 MotoGP 12 Sejapotabex. Kejadian itu membuat ban motor Casey bocor dan segera di tambal ke tukang tambal ban terdekat, motor Dany jadi mainan karena mendengar kerasnya suara mesin Jupiter Z1 yang lewat dan Rossi kehabisan bensin karena lupa mengisi bensin sebelum pertandingan di mulai.

Komengpun berhenti di tengah jalan dan membuka helmnya lalu menghadap ke arah layar sambil memegang helmnya. "Jupiter Z1, yang lain pasti ketinggalan!" ucapnya sambil mengacungkan jari jempolnya.

BRUAK!

Tiba-tiba Minato menabrak Komeng yang lagi iklan di tengah jalan tanpa sengaja lagi hingga badan Komeng gepeng tapi tidak dengan Jupiter Z1 yang masih dengan kokohnya tetap berdiri. "Jupiter Z1... yang lain... pasti... ketinggalan...!" ucap Komeng melanjutkan iklannya.

Wush~

BRUAK!

Tiba-tiba Jupiter Z1 menimpah badan Komeng yang penyet hingga tak berbentuk lagi setelah terkena hembusan angin.

"Mangkannya mas Komeng, kalau iklan itu jangan di tengah jalan!" teriak Minato dari jauh. Tidak lama kemudian, dia berhasil menemukan tangga lantai 10 dan segera menaikinya dengan motornya.

Lantai 10.

NGENG!

Motornyapun loncat keluar dari tangga dengan anggunnya.

BRAK!

CIIIIT!

Kemudian mendarat dengan mulusnya dan berhenti ketika Minato mengerem sambil memutar motornya 90 derajat ke kiri dengan kerennya. Lalu melompati sisi kanan untuk turun.

PLOK... PLOK... PLOK...

"Welcome... THE TOWER OF DEMISE!" teriak manusia bertopeng kelelawar sambil bertepuk tangan pada Minato yang datang dari jauh dan membuat Sayu dan Yukari yang tersalip terbangun.

"Hn, ini dimana? Kok kita terikat di sini?" tanya Yukari yang sadar dan berusaha melepas rantai yang mengikatnya bersama dengan Sayu.

"KALIAN TIDAK APA-APA?" tanya Minato.

"Hah Minato, kaukah itu? Apa kau datang untuk menyelamatkan kami? Kami tidak apa-apa!" ucap Yukari sambil berusaha melepas ikatan rantai yang keras dan erat bersama Sayu namun gagal.

Sayu yang tidak menyadari ke hadiran Reizato, bertanya pada Minato. "Arisato-san, apa kau sendirian? Dimana Rei-chan?" yang membuat Minato berkeringat dingin dengan tangan yang gemetaran sambil memeluk kotak peti kecil dengan sebelah tangan saja.

Minato berpikir sejenak. "Di-dia..." lalu menelan ludah.

"Minato, ada apa dengan Nii-san?" kini giliran Yukari yang bertanya pada Minato.

("Aduh... apa yang harus aku katakan jika Yukari tahu bahwa kakaknya lagi sakaratul maut? Bisa-bisa dia bunuh diri terus ninggalin semuanya dan semuanya menyalahkanku, bagaimana ini?") pikir Minato.

"Hey Arisato, kenapa kau diam saja? Apa jangan-jangan Rei-chan sudah..." tiba-tiba pikiran negatif menghampiri Sayu.

"Berarti.. Nii-san..." Pikiran negatif juga menghampiri Yukari yang membuat Minato panik.

("Wadaow, bohong saja") akhirnya Minato mulai berbohong. "A-ano... Rei-san sedang... ke WC dulu jadi... dia akan menyusulku nanti untuk menyelamatkan kalian, begitu..." ucapnya yang membuat Yoshino sweatdrop.

"Oh, syukurlah-eh? BAGAIMANA BISA? DI SINIKAN TIDAK ADA WC. MINATO, KALAU BOHONG YANG BAGUS SEDIKIT BISAKAN? AKU JADI MALU JIKA KAU JADI PACARKU!" teriak Yukari yang kini gengsi dan membuat Minato mojok tak karuan.

("Rasain tuh, mangkannya kalau buat alasan yang pinter dong") batin Yoshino. "E-hm..." diapun berdeham. "Masalah pribadi kita ke sampingkan dulu Jadi, serahkan kotak peti itu jika kau ingin menyelamatkan orang yang paling berharga menurutmu" tawar Yoshino sambil menunjuk peti yang di pegang Minato.

"Now way! kecuali jika kita menukarkannya secara bersamaan" ucap Minato dengan sok inggris dan bernada Dante son of Sparda. Ya iyalah, kan pengisi suara berbahasa inggris Minato di isi oleh orang yang mengisi suara Dante.

Yoshino tersenyum dari balik topengnya. "hehe... kau sepertinya pintar, bocah, baiklah..." Yoshino membidik pistol buatannya ke arah Yukari. "Cepat berikan kotak itu karena aku tak main-main!" ancamnya.

Yukaripun menjadi takut dan menutup matanya sambil menoleh ke arah lain.

DHOR!

"KYAAAA!" teriak Yukari dan Sayu yang takut.

"YUKARI!" teriak Minato yang panik.

"Heh, tenang, itu tadi aku sengaja meleset" ucap Yoshino dengan santai. "Jadi... jangan main-main" Yoshino kembali menodongkan pistolnya ke arah Yukari. "Cepat berikan kotak itu atau gadismu ini akanku buat bersimbah darah!" ancam Yoshino yang mulai bersiap menembak Yukari.

"KYAAAAA! MINATOOOO!" Yukari kembali berteriak ketakutan sambil terus menutup matanya dan menoleh ke arah yang lain, Berharap ini hanyalah mimpi.

"HENTIKAN! KENAPA KAU LAKUKAN INI, APA TUJUANMU?!" tanya Sayu dengan nada marah sambil berusaha keluar dari rantai salip yang terus mengikatnya yang di buat oleh kakaknya sendiri.

Cklik!

"Tunggu! Baiklah, aku akan menuruti perintahmu, Jadi... jangan tembak!" Minatopun perlahan-lahan maju ke arah Yoshino untuk memberikan kotak tersebut.

"Begitu, jadi kau tak susah payah tawar-menawar" ucap Yoshino setelah menerima kotak tersebut.

"Sekarang, lepaskan mereka!" pinta Minato.

"Oke!" Yoshinopun melepas Yukari.

"Minato!" Yukaripun berlari menuju Minato dengan air mata yang menetes dan tanpa sadar memeluknya hingga membuat pipi Minato bersemu merah dari dalam topeng.

"Yu-yukari..." Minatopun segera melepas pelukannya karena bukan waktunya. "Kau tak apa?" tanyanya.

"Iya" ucap Yukari yang menghapus air matanya dan tersenyum kembali.

"Sekarang kalian pulanglah tempat ini tidak cocok untuk anak kecil!" ucap Yoshino.

"WOY, GUE BELUM DI LEPASIN WOY!" teriak Sayu dengan nada preman.

"Dia benar, lepaskan Selena-san!" teriak Minato.

Yoshino tertawa . "HAHAHAHA... kalau untuk dia, pengecualian..." ucapnya dengan nada jahat.

"HEY, BUKANNYA KAU SUDAH BERJANJI!" teriak Sayu.

"Bukankah tadi aku mengatakan 'serahkan kotak peti itu jika kau ingin menyelamatkan orang yang paling berharga menurutmu' dan itu berarti gadis itu, benarkan?" ucap Yoshino dengan santai. "Jadi pulanglah atau kalian..."

Cklik!

"...Mati...!" ancamnya sambil menodongkan pistol.

Minatopun melindungi Yukari yang ada di belakangnya. "Kau...!"

Yukaripun mengambil Evoker yang ada di saku kostum Decade milik Minato. "Kalau begitu, aku yang akan mengalahkanmu, PERSONA!" dan memunculkan Io. "SEKARANG KEMBALIKAN SELENA-SAN!" ancamnya sambil maju ke depan.

"Yu-Yukari..." Minato semakin panik.

"YUKARI JANGAN!" teriak Sayu.

"Hm, kau kira aku tidak serius apa?" Yoshino bersiap menembak Yukari.

DHOR!

"YUKARI AWAS!" Minato segera mendorong Yukari.

"MINATO!" teriak Yukari yang kini melihat Minato dalam bahaya.

"ARISATO-SAN!" juga Sayu.

Tiba-tiba waktu berhenti untuk Minato. Peluru yang juga di lontarkan oleh Yoshino juga berhenti beberapa senti dari wajah Minato.

"A-apa yang terjadi?" sambil mmulai mencerna keadaan sekitarnya yang kini berhenti.

CLINK!

"Huh?"

Tiba-tiba di hadapannya muncul sebuah kartu Tarot Arcana Fool bergambar Harpa putih Orpheus

"ini..." Minato memandang kartu itu dengan saksama. Lalu muncul kupu-kupu biru yang berubah wujud menjadi laki-laki berambut coklat kemerahan emo berwajah Minako dihadapannya. "A-Ayah? Kenapa kau berada di sini?" tanya Minato.

Ayah Minatopun menunjuk kartu tersebut. "Sekarang, ini saatnya untuk kau... memakainya, ambilah Persona Gear milikmu...! agar bisa melindungi sesuatu yang ingin kau lindungi... meskipun kau tak tahu caranya. Tapi ayah percaya, kau pasti bisa!" ayahnyapun menghilang menjadi serpihan kaca cahaya biru dan menghilang dari pandangan Minato. Waktu kembali berjalan.

"MINATO!"

CIIIIINGG!

Pelurupun berhasil di tahan oleh kartu Tarot Arcana Fool milik Minato hingga membuat orang-orang di sekitarnya menjadi terkejut.

"Apa?" Yoshinopun terkejut.

"Aku... telah berjanji pada ayahku... AKAN MELINDUNGI SESUATU YANG HARUS KULINDUNGI WALAU TAK TAHU CARANYA!" teriak Minato dengan kerennya. Alunan lagu Burn My Dread –The last Battle- Reincarnation terdengar di mainkan.

"M-Minato-kun..." ucap Yukari yang tertegun.

"A-apa yang terjadi?" Yoshino bingung.

"Ka-kartu itu...?" Sayupun kaget.

Minato langsung mengambil kartu yang melayang di depannya, bersama Orpheus yang tiba-tiba keluar dari tubuhnya tanpa memakai evoker juga tubuh Minato di selimuti aura biru. "White Lyra!" kemudian meremas kartu tersebut.

CLINK!

Munculah sebuah harpa putih milik Orpheus di tangan kanan Minato. "Inikah Persona Gearku? Ya benar, karena aku adalah Orpheus... Master of Strings..." ucapnya sambil mengacungkan Harpa tersebut dengan sebelah tangan ke depan dan di ikuti Orpheus yang kini berada di sebelahnya.

"Heh, kau akan menyesal jika berhadapan denganku, NORN!" Yoshino mulai memunculkan Norn. "Mati saja kau!" kemudian menembak Minato.

DHOR-DHOR-DHOR!

~To Be Continue~


Terima kasih untuk,

KagaHinaSato : ya, sebenarnya nggak kepikiran. #PLAK

2mIn: nggak apa, yang penting bisa bacakan?

Blazin'99: Maunya sih gitu, tapi lebih bagus lagi namanya Kamen Rider Orpheus.

AbracaForte: Insya Allah~ seperti lagunya Mahe Zain, akan saya usahakan walau saya dalam keadaan sakit gatal.

Maaf saya lama Updatenya karena terkena penyakit gatal yang membuat saya hampir tidak bisa melanjutkan cerita saya, mungkin akan sembuh bulan depan, jadi kumohon tunggulah beberapa bulan lagi dan jika ada TYPO tolong beritahu ya, kalau bisa sama ayam dan lele goreng. #PLAK

-Salam hangat Sp-Cs