Persona 3: Petualangan Sang Kakak
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, Death Note milik Tsugumi Ohba, Final Fantasy milik Square Enix.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.
Summary: Pertarungan sesama Kamen Rider gadunganpun dimulai, bisakah Kamen Rider Decade gadungan alias Minato berhasil mengalahkan kamen Rider Kiva gadungan alias jelmaan Lockon Stratos yaitu Yoshino dengan Persona Gear yang dipakainya untuk melawan Cerberus Revolver milik Yoshino bersama Norn miliknya?
Beberapa menit sebelum melawan Minato.
Kizuka perlahan-lahan membuka matanya dan mendapati dirinya tengah berada di kamarnya, namun dia tidak sendirian. Bersama 2 saudari yang juga terbaring lemah seperti dirinya sambil ditemani oleh bossnya yang duduk di sebelah ranjangnya.
"Kau sudah bangun?" tanya Yoshino dengan nada yang masih di samarkan. Kizuka berusaha duduk sambil dibantu oleh Yoshino dan sedikit menahan rasa sakit yang terasa nyeri di tubuhnya. "Jangan memasakkan dirimu. Kau butuh banyak istirahat," ujar Yoshino.
"Tapi misi kami belum-"
"Biarku selesaikan, kau istirahat saja di sini. Dan bukankah aku sudah berjanji jika ambisiku sudah tercapai, kekasihmu akan ku hidupkan." Jelas Yoshino. Kizuka tahu bahwa bossnya tidak akan mengingkari janjinya. Pertama kali dia bertemu dengan bossnya di makam, dia mengira bossnya itu adalah laki-laki yang ambisius, orang jahat, orang mesum dan lain sebagainya yang termasuk dalam masalah kejahatan.
Tapi setelah beberapa lama bersama dirinya, Kizuka membuang semua pikiran tersebut karena sifat bossnya tidak seperti yang dia pikirkan malah sebaliknya. Sifat bossnya malah lebih mirip sifat kekasihnya yang dulu masih hidup bersama dirinya. Entah itu karena bossnya adalah Yoshino yang tidak pandai menyembunyikan sifat aslinya atau bossnya memang sengaja menjadi Yoshino baginya hanya untuk membuat Kizuka betah bersamanya, tapi yang di pikiran bossnya-menurut Kizuka hanya satu. Yaitu segera memiliki kotak peti milik seseorang yang entah apa isi dan kegunaan kotak itu? Walau Kizuka tak tahu bahwa bossnya adalah Yoshino Hiroshi sungguhan.
"Hei, apa kau melamun?" tanya Yoshino yang mengganggu lamunan Kizuka.
Pipi gadis berambut pirang panjang tersebut bersemu merah. Malu karena wajah atau lebih tepatnya topeng bossnya sangat dekat beberapa senti dari jarak antara wajahnya. Terasa ada wajah kekasihnya yang sedang bersembunyi di balik topeng tersebut. "ti-tidak ada apa-apa" ucapnya.
Yoshino berdiri. "Baiklah kalau begitu, aku akan menyelesaikan ambisiku dan kau, tetap disini untuk memulihkan kesehatanmu dan jangan kemana-mana! Mengerti?". Kizuka mengangguk pelan. "Bagus. Jika kau lapar, aku telah siapkan camilan untukmu di meja berserta minuman air putih yang masih menjadi darah karena Dark Hour." Sambil menunjuk berbagai camilan di meja sebelah Kizuka. "Baiklah, aku tinggal" lalu berpaling dari Kizuka dan menggunakan Trafuri Gem miliknya untuk sampai di lantai 10 Monad.
"Kenapa firasatku terus mengatakan bahwa dia adalah Yoshino?" Kizuka mulai bingung dengan pikirannya. "Yoshino, apakah benar itu kau?"
...
Tartarus, Monad Block.
Lantai 10.
Setelah sampai, Yoshino duduk di kursinya dan membelakangi tempat dimana seseorang berhasil sampai di lantai 10. Diapun sebentar memandang Sayu yang ada di hadapannya yang masih terikat di salip buatannya dengan rantai sebagai talinya. ("Tenanglah Sayu, setelah mendapatkan kotak itu, aku akan kembali ke masa lalu untuk mengubah masa lalu kita yang pahit dan tragis itu") batinnya.
Lalu terjadilah kejadian yang sama seperti chapter sebelumnya.
~Chapter 24: Pertarungan Antar sesama Kamen Rider Gadungan~
Alunan lagu Burn My Dread –Last Battle- Rencarnation terdengar di mainkan.
"Minato!" teriak Yukari yang panik karena Minato terus di tembaki oleh Kamen Rider Kiva gadungan, bersama dirinya. Minatopun segera menarik tangan Yukari dan secepat mungkin menghindari peluru tersebut.
"Reflekmu cepat juga bocah" ejek Yoshino. "Sekarang terima ini, NORN GARUDYNE!"
Norn mulai memutar jarum jamnya, perlahan makin cepat. Minato tiba-tiba merasakan hembusan angin di bawah kakinya. ("hembusan angin ini, dibawah!") Minato yang menyadari hal aneh tersebut langsung mendorong Yukari menjauh darinya dan setelah itu lompat ke samping dan berhasil menghindari hembusan dashyat tersebut. "Hampir saja..." dia pun berdiri. "TRIK MURAHAN SEPERTI ITU TIDAK AKAN BISA MENGALAHKANKU!" teriaknya dengan yakin dan berlari ke arah Yoshino untuk menebasnya dengan Harpah dan pedang Excaliburnya. Bersama Orpheus yang melayang maju ke arah Norn untuk menebasnya.
Yoshino tiba-tiba tersenyum mengejek di dalam topengnya yang bisa di ketahui Minato sambil menenteng Revolvernya. "Benarkah begitu~?"
Sekali lagi Minato merasakan hembusan angin di bawahnya, membuat dia terkejut "Apa?". sebuah hembusan dashyat menghempaskannya ke atas.
WUSH!
"AAAAARRRGGGHHH!" menerbangkannya ke atas, mengarah ke jurang yang ada di sebelahnya dan tanpa sengaja menghilangkan pedang excalibur miliknya.
BRUAK!
Bersama Orpheus yang di tabrak oleh Norn dengan sengaja hingga terpental dan menambah rasa sakit bagi Minato.
"MINATO!" Yukaripun panik. "IO!" lalu memerintahkan Io untuk menangkap Minato yang ada di udara dan berhasil.
"Ugh..." Minato kemudian berusaha bangkit.
"Kau tak apa?" tanya Yukari yang sangat begitu khawatir. Io akhirnya menurunkan Minato di dekat Yukari.
"Tak apa, terimakasih. Lebih baik kau cari tempat berlindung!" ucap Minato tanpa mengalihkan pandangannya dari Yoshino. Yukaripun mengangguk dan pergi mencari tempat berlindung.
"HU~ lumayan..." ucap Yoshino sambil bersiul dengan remehnya. "Jadi apa kau menyerah? Lebih baik ya daripada tidak, bocah." lanjutnya dengan nada remeh.
"Tidak akan, apalagi pertarungannya masih baru dimulai" sahut Minato sambil mengacungkan Harpahnya ke depan kembali bagaikan sebuah pedang.
"HU~ kau sangat berani rupanya, aku salut padamu... bocah," ucap Yoshino dengan nada yang masih terdengar remeh dan membuat Minato semakin jengkel karena dirinya di panggil bocah.
"JANGAN MEMANGGILKU BOCAH!" teriak Minato. Orpheus memainkan Harpahnya dan keluarlah sebuah bola api kecil yang mengenai Norn.
"Lemah banget seranganmu bocah, Nih yang namanya serangan" Yoshinopun memerintahkan Norn mengeluarkan skill Garudynenya.
Minato kemudian tersenyum, lalu matanya Close up di layar. "Inilah saatnya, PERSONA CHANGE-FORTUNA!" Orpheuspun tergantikan oleh Fortuna.
WUSH!
TRANG!
Serangan Garudyne dari Norn berhasil di patahkan oleh Fortuna. Kejadian tersebut membuat Yoshino terkejut. "Apa? dia bisa mengganti Persona?" tanya Yoshino pada dirinya sendiri yang terkejut.
"PERSONA CHANGE-TITAN!" Minato kembali mengganti Fortuna dengan Titan. "Kill Rush!" Titanpun menebas beberapa kali ke arah Norn.
SLASH-SLASH-SLASH!
"Ugh... " Yoshino menahan rasa sakit yang di derita oleh Norn. ("Orang macam apa dia? Bisa mengganti Persona tidak hanya satu kali saja") batinnya.
"SEKALI LAGI, PERSONA CHANGE- PYRO JACK!" Titan kini keluar dari lapangan dan di gantikan oleh Pyro Jack(?).
"Lah? Emangnya ini sepak bola sampai ada kalimat kayak gitu ya?" tanya Minato yang tak sengaja mengkoreksi ketikan Author.
"Sudah serang saja! kan ini cerita humor." Jelas Author.
"AGILAO!" sebuah api berukuran sedang keluar dari lentera Pyro Jack dan membakar Norn.
"Tidak akan, NORN GARUDYNE!" namun Yoshino berhasil mematahkan api dari Pyro jack dengan skill angin milik Norn dan kini angin besar tersebut menyayat tubuh Minato yang masih memakai Kostum Kamen Rider Decade hingga kostum tersebut rusak.
"AAAARGH!" teriak Minato yang kesakitan dan terjatuh berlutut.
"Minato!" Yukari mendekati Minato untuk menyembuhkannya, namun Minato memberi isyarat untuk tetap berlindung di balik salah satu tiang yang ada di sana. "Tapi kau-"
"Kalau begitu, PERSONA CHANGE-ORPHEUS!" Minato kembali memanggil Orpheus. " FUSION SPELL ORPHEUS-APASARAH, CANDEZA!" Orpheus memainkan Harpahnya, di temani Apasarah yang menari. Sebuah sinar hijau menyelimuti tubuh Minato. Minato merasakan sebagian luka yang di sebabkan oleh serangan Norn menghilang dan badannya terasa ringan sekali.
"Apa? dia bisa menggunakan 2 Persona sekaligus?" tanya Yoshino yang terkejut melihat kejadian tersebut.
"PERSONA CHANGE-JACK FROST!" Minato sekali lagi mengganti Orpheus miliknya dengan Jack Frost.
"Apa lagi?" tanya Yoshino, lalu menodongkan Revolvernya. "Tidak akan kubiarkan, Norn!" teriak Yoshino yang memerintahkan Norn untuk memakai skill Garudynenya ke arah Jack Frost, bersama dirinya yang tengah menembak Minato.
DHOR-DHOR-DHOR!
Minato dengan mudahnya berhasil menghidari tembakan tersebut karena masih memiliki efek dari Candeza. "FUSION SPELL JACK FROST-PYRO JACK, JACK'S BROTHER!" Jack Frost dan Pyro Jack muncul bersamaan di depan Minato sambil membawa sebuah microfone, kemudian berusaha melawak dan beberapa detik kemudian menghilang begitu saja, membuat Yoshino DOWN karena tak mengerti apa yang di lakukan 2 Persona milik Minato di hadapannya. Bersama Norn yang terjatuh karena sweatdrop dengan kelakuan Jack bersaudara tadi.
"Sekarang Minato! Mari kita All-out-Attack!" teriak Yukari yang keluar dari persembunyiannya untuk meng-All-Out-Attack Yoshino bersama Minato. Mereka berduapun berlari ke arah Yoshino yang sedang down dan langsung mengeroyoknya. Bersama Jack Frost dan Io yang juga mengeroyok Norn yang ikut DOWN.
BRAK!
JLEB!
SLASH!
KLEK!
BRUAK!
Yoshinopun tepar bersama Norn dan menjatuhkan kotak peti yang di pegangnya tepat di sebelahnya.
"Hore, kita berhasil!" teriak Yukari dengan senang dan tak sengaja memeluk erat Minato, membuat wajah Minato yang berada di balik topeng Kamen Rider Decade tersebut bersemu merah dan sesak napas karena Yukari terlalu memeluk Minato begitu erat tanpa di ketahui olehnya.
"Yu-Yukari, a-aku sesak napas..." ucap Minato yang membuat Yukari sadar dan berpaling untuk menutupi wajahnya yang kini merona merah karena tanpa sadar telah memeluk pria manis yang dia kagumi dengan erat.
"Ma-maaf..." ucap Yukari yang masih memalingkan wajahnya.
"Tidak apa" sahut Minato yang membuka topengnya dan tersenyum pada Yukari dan berhasil membuat Yukari menoleh memandang wajahnya untuk membalas senyuman tersebut.
Tiba-tiba Norn kembali melayang, bersama Yoshino yang kembali bangkit. "Wuh! Itu tadi benar-benar menyakitkan ya Norn" ucap Yoshino yang membuat 2 remaja tersebut menoleh ke arahnya dengan kaget. Norn kemudian memutar jarum jamnya ke arah berlawanan. Sebuah cahaya hijau dan biru menyelimuti tubuh Yoshino. Menghilangkan rasa sakit di sekujur tubuh Yoshino dengan sekejap dan dia akhirnya sembuh total. Yoshino kemudian merenggangkan otot tubuhnya.
Minato dan Yukari yang melihat hal itu menjadi panik dan terkejut. "Apa yang terjadi? Kenapa dia sembuh seketika?" tanya Yukari dengan panik.
Yoshino tertawa "HAHAHAHAHA...", lalu berhenti tertawa dan mengambil kotak yang terjatuh tersebut. "Asal kau tahu, Norn memiliki Skill Regeneration dan Invorage tingkat 3 yang dapat menyembuhkan seluruh lukaku dengan seketika dan juga membuatku tidak pernah lelah sama sekali. Jadi berkali-kali kau menyakitiku atau membuatku lelah, Skill Norn selalu aktif padaku karena Norn... adalah aku" jelasnya pada Minato, Yukari dan Sayu.
Sayupun berpikir. "Jadi jalan satu-satunya untuk mengalahkanmu... adalah dengan menggunakan Instant Skill?" tanyanya.
Yoshino kembali tersenyum dari balik topeng dan menoleh ke arah Sayu. "Benar... ternyata kau pintar juga" ucapnya.
"Lalu kenapa kau menginginkan kotak itu dan terus menyandraku?" tanya Sayu.
"Itu rahasia~" jawab Yoshino dan kembali memandang Minato di hadapannya. "Jadi, ayo kita lanjutkan pertarungannya... bocah,"
"Baiklah tapi sebelum itu boleh aku bertanya?" tanya Minato.
Yoshino akhirnya mengizinkannya "Silahkan~".
Minato kemudian mengambil sepucuk surat dari saku celana kostum Kamen Rider Decade yang ternyata adalah surat ancaman dari Yoshino. "Ini, ini adalah surat ancaman darimu bukan. Lalu kenapa di sini tertulis nama orang lain selain nama Yukari?" tanya Minato dengan nada Naoto(?).
"Maksudnya? Sini, aku juga pingin lihat Minato." Yukaripun menghampiri Minato dan melihat isi surat tersebut lalu terkejut. "Hah! Kok ada nama aslinya Selena-san sih?" tanya Yukari yang melihat nama 'Sayu' tertera di dalam surat tersebut yang membuat Minato kaget.
"Apa? jadi Sayu adalah nama lain dari tunangan kakakmu?" tanya Minato kaget.
"Bukan, tapi itu nama aslinya" jawab Yukari.
"Aduh Yukari... JANGAN MENYEBARKAN NAMA ASLIKU, KALAU REI-CHAN DENGAR GIMANA, KAN AKU JADI MALU~. BUKANNYA KAU SUDAH KU BILANG JAGA RAHASIA INI BAIK-BAIK!" ucap Sayu dengan pipi merona merah dan berhasil membuat semua orang sweatdrop.
"Ampun Sayu-chan tapi... kapan kau menyuruhku ya?" tanya Yukari dengan jari telunjuk menyentuh pipi sambil memandang ke atas, berusaha mengingat-ingat.
"Eh, belum ya?" tanya Sayu yang membelalakan mata tanda kalau dia terkejut.
"Kayaknya... memang belum," jawab Yukari yang selesai mengingat-ingat.
"Oh berarti salahku, maaf ya Yukari." Ucap Sayu sambil tersenyum kecut, Kemudian sadar. "Tunggu dulu,tapi kenapa nama asliku tertera pada surat ancaman itu?" lalu menatap Yoshino dengan tatapan curiga, "SEBENARNYA SIAPA KAU?".
"Aku?" tanya Yoshino sambil menunjuk dirinya sendiri. "Aku adalah Kamen Rider yang numpak lewat, ingat itu!" jawabnya.
Tiba-tiba Kamen Rider Decade yang asli datang entah dari mana. "WOY, ITU KALIMAT GUE! ENAK AJA LOE TIRU-TIRU, MAU GUE RIDER KICK LOE!" ancamnya sambil bersiap memasukan kartu jurus Final Attack Decade.
"Ampun mas, saya nggak sengaja, saya tadi Cuma bercanda kok" ucap Yoshino sambil sujud-sujud.
"Ya udah, kalau gitu jangan ulangi!" akhirnya Kamen rider Decade asli itupun pergi tiba-tiba dan entah kemana lagi.
"Baiklah, kembali ke topik" ucap Sayu. "Jadi, SIAPA KAU SEBENARNYA?" tanyanya lagi.
"Aku?" tanya Yoshino sambil menunjuk dirinya sendiri lagi. "Aku adalah KIRA, dewa kematian yang menghukum orang-orang yang berbuat dosa di muka bumi ini" jawabnya.
Tiba-tiba Kira asli datang yang tak lain adalah Light Yagami. "WOY, ITU KALIMAT GUA! LOE MAU NAMA LOE GUA TULIS DI DEATH NOTE DENGAN CATATAN MATINYA GARA-GARA NYIUM KETIAK KANJI DI INABA KARENA TERLALU MAHO SAMPAI MATI, MAU LOE?" ancamnya sambil menyiapkan Death Note dan pena sembari bersiap menulis nama asli Yoshino untuk mencium ketiak Kanji sampai mati.
Sekali lagi Yoshino sujud gaje. "Ampun Kira, saya cuma bercanda kok, jangan Tulis nama saya di Death Note. Peace-peace..." ucapnya dengan ketakutan.
"Yaudah, berhubung gua baik hati end tidak sombong, gua maafin elu. Bye..." Lightpun akhirnya pergi tiba-tiba seperti Kamen Rider Decade yang asli sebelumnya setelah memaafkan perbuatan Yoshino.
"Phew... syukur gua selamat yang ke 2 kalinya" ucap Yoshino dengan santai.
"WOY, JADI KAU SIAPA?" tanya Sayu.
"Aku?" tanya Yoshino seperti sebelumnya. "Aku adalah Kesatria Baja Hitam" sambil bergaya ala Kesatria Baja Hitam.
"WOY, ITU KALIMAT GUA SAMA DENGAN GAYA GUA!" teriak Kamen Rider Black yang muncul entah dari mana. "MAU GUA HAJAR LOE!" ancam Kamen Rider Black sambil menyiapkan ancang-ancang untuk me-Rider Kick dan Rider Punch Yoshino.
Seperti sebelumnya, Yoshino sujud syukur(?) dan minta ampun kepada Kamen Rider Black. "Ampun~ lain kali saya janji nggak bakal ngulangi tuh kalimat~" ujarnya.
"Ya udah, saya maafin, mumpung saya adalah pahlawan pembela kebenaran. Lain kali jangan ngulang tuh kalimat. Ingat itu!" Kamen Rider Black akhirnya pergi entah kemana.
"Syukur, 3 kali selamat dari maut~" ucap Yoshino kegirangan sambil loncat-loncat dan berhasil membuat 3 manusia sweatdrop ketika melihatnya.
"WOY, JADI LOE ITU SIAPA?" teriak Minato, Yukari dan Sayu bersamaan karena gemas melihat tingkah laku orang aneh yang ada di hadapan mereka.
"Mau tahu siapa aku? Kalau mau tahu, kalahkan dulu diriku ini~" jelas Yoshino.
Minato kemudian mengacungkan Harpahnya ke depan. "Baiklah. Yukari, berlindunglah di balik tiang itu lagi, cepat!" ucapnya pada Yukari tanpa melepaskan pandangan serius ke arah Yoshino.
"Tidak akan! kali ini aku juga akan ikut bertarung bersamamu, Minato!" ucap Yukari yang menolak untuk berlindung di balik tiang tersebut.
Minatopun menoleh ke arah Yukari sambil tetap mengacungkan Harpahnya ke arah Yoshino. "Tapi Yukari, ini bukan saatnya untuk kau membantuku bertarung. Cepat berlindung! Dia itu sangat kuat sekali dan aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu!" ucap Minato.
"Oh, jadi kau menganggapku lemah, begitu ya Minato?" tanya Yukari dengan pandangan marah.
"Tidak, siapa yang menganggapmu lemah?" tanya Minato.
"Bukankah tadi kau mengatakan tidak ingin terjadi apa-apa padaku, itu berarti kau menganggapku lemah, BENARKAN?" teriak Yukari.
"Tidak, itu pasti hanya anggapanmu, maksudku itu dia itu sangat kuat, aku tidak ingin dia itu melukaimu, jadi kau lebih baik berlindung saja sana!" jelas Minato.
"Tuhkan, dari gaya bicaramu saja kau telah menganggapku lemah. Aku bisa membuktikannya jika aku ini juga kuat sama seperti dirimu!" sahut Yukari.
"Ini bukan saatnya Yukari, lebih baik kau berlindung saja sana! Karena cukup hanya aku seorang saja yang melawannya" jelas Minato lagi.
"Oh, jadi karena mentang-mentang kau punya banyak Persona, kau bisa meremehkanku begitu saja, iya?" tanya Yukari dengan nada emosi.
"Bukan begitu, maksudku...-"
"Minato, aku kecewa padamu, kukira kau mengerti perasaanku, ternyata tidak, HM." Yukari kemudian berpaling dari Minato.
Minato menurunkan Harpahnya dan berusaha menjelaskannya pada Yukari. "Yu-Yukari, dengarkan dulu penjelasanku, maksudku menyuruhmu berlindung karena aku benar-benar khawatir padamu..." jelasnya dengan nada lembut.
"Khawatir atau kau benar-benar meremehkanku hingga kau menyuruhku lebih baik berlindung di balik pungungmu daripada bertarung bersamamu sebagai pengganggu, begitu?" tanya Yukari yang masih dengan nada emosi.
"Tidak, aku tidak pernah bilang begitu padamu" jelas Minato.
Yukari kemudian menghadap Minato. "Iya, kau pernah bilang begitu padaku!" jelasnya yang tak mau kalah dari Minato.
"Tidak!" sahut Minato.
"Iya!" sahut Yukari
"Tidak!"
"Iya!"
"Tidak!"
"Iya!"
Dan berdebatan yang tak penting itupun terus berlanjut, membuat Yoshino dan Sayu yang melihatnya hanya bisa sweatdrop.
"Kenapa sih dengan mereka ini?" tanya Sayu dengan pelan.
"Kalau begini, aku lerai saja mereka," ucap Yoshino. Dia akhirnya mendekati 2 pasangan tersebut dengan niat melerai pertengkaran mereka tentunya. "Permisi mbak-mas, bisa tidak kita..."
"JANGAN MENGGANGGU!" teriak Minato dan Yukari bersamaan sambil meng-Gigantic Punch Yoshino hingga mental 1 meter dari mereka.
Bruak!
"Aduh... sakit..." ucap Yoshino yang menahan sakit sambil kembali menjatuhkan kotak peti tersebut. "WOY GUA INI NIATNYA BAIK, MALAH NGGAK BERTERIMA KASIH. KALAU BEGITU RASAIN NIH-"
"SUDAH KU BILANG JANGAN MENGGANGU!" teriak Minato. Kemudian kedua matanya Close up lagi di layar, lalu mengubah Harpahnya mnjadi sebuah Kartu Tarot Arcana Fool bergambar Harpah putih. "PERSONA CHANGE-ORPHEUS!" dan mengganti Jack Frost dengan Orpheus kembali. "PERSONA GEAR, FOOL!" lalu melempar kartu Tarot tadi ke arah Orpheus. Munculah di tangan kanan Orpheus, sebuah pedang lipat milik Gundam Destiny berwarna biru. "AGIDYNE!" Orpheuspun menggesekan pedang tersebut ke Harpahnya dan memainkan musik layaknya sedang bermain Biola dengan Harpah yang menjadi biola dan dengan pedang yang menjadi busur Biolanya. Munculah sebuah bola api besar yang terbang mengarah Norn dan membakarnya.
BLARRRRR!
"Panas!" teriak Yoshino yang badannya terbakar sambil guling-guling untuk mmemadamkan api yang membakar tubuhnya. Di ikuti dengan Norn yang memakai Skill anginnya untuk memadamkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan Yoshino. Apipun berhasil dipadamkan Yoshino sendiri tanpa bantuan Norn. Norn kemudan memutar jarum jamnya dan bersamaan itu juga, sebuah sinar hijau menyelimuti tubuh Yoshino dan menghilangkan sebagian besar luka bakar pada dirinya. "Phew... untung ada Skill Regeneration tingkat 3. Kalau nggak ada skill tersebut, pasti gua sudah jadi Sate Manusia Kelelawar" ujarnya pada dirinya sendiri.
"Tidak!"
"Iya!"
Terdengar suara Minato dan Yukari yang masih berdebat. Yoshino yang melihat hal tersebut semakin menjadi jengkel. "Kalian! Tidak akan kumaafkan!" teriaknya.
"Sudahku bilang jangan menggangu!" teriak Minato, kemudian dia mengambil sebuah pedang yang berada di depannya entah sejak kapan. Lalu berlari ke arah Yoshino untuk menebasnya. Yoshino mulai menembak.
DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!
Namun Minato dengan mudahnya berhasil menghindari semua tembakan Yoshino karena masih memiliki efek dari Candeza. "A-apa? semua tembakanku berhasil di hindarinya?" Yoshino menjadi panik.
Minato semakin mendekati Yoshino dan dengan percaya dirinya, bersiap menebas Yoshino. "HYAAAAAA!"
Tiba-tiba Yoshino tersenyum di balik topeng, lalu topengnya Close up di layar. "Clock up!" Norn langsung memutar jarum jam emasnya dengan lambat searah jarum jam.
Wush!
Dalam sedetik, Yoshino menghilang dari pandangan Minato saat Minato mulai menebasnya. "Apa?" Minato terkejut melihat kejadian tersebut.
"MINATO AWAS DI BELAKANGMU!" teriak Yukari.
"Huh?" Minatopun menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat Yoshino yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
"Final Persona Skill!" Norn memutar jamnya dengan cepat. Di tengah-tengah itu, Yoshino menendang Minato ke atas dengan sangat tinggi. Setelah itu, dengan bantuan skill Garu dari Norn, Yoshino melompat tinggi dan salto kebelakang. "Norn Kick!" Kemudian memakai tubuh Norn sebagai pijakan untuk melompat ke arah Minato dan setelah itu menendang Minato tepat di bagian perut dengan keras sampai membuat Minato terpental ke dinding dengan keras bersama pedangnya.
BRUAK!
KLEK!
"AAAAARRGHH!" teriak Minato ke sakitan. Dia kemudian mencoba berdiri namun gagal, karena merasakan sebagian tulang-tulangnya patah.
"Minato!" Yukari berlari mendekati Minato. "Bertahanlah, aku akan segera menyembuhkanmu!" lalu menyentuh beberapa bagian tubuh Minato yang terasa sakit dan tulang yang patah, "Diarama!". Perlahan-lahan tulang-tulang yang patah juga luka lebam yang ada di dalam tubuh Minato sembuh.
Minato akhirnya bisa berdiri. "Terima kasih... Yukari," lalu mengambil pedangnya yang berada di atas lantai darah dan kembali mengacungkannya ke arah Yoshino. "Tadi, Skill apa yang barusan kau pakai?" tanya Minato pada Yoshino.
"Ternyata kau ingin tahu bocah." Ucap Yoshino dengan nada remeh dan mengambil kotak peti yang jatuh tadi. "Baiklah akanku jelaskan. Skill yangku pakai tadi adalah Clock up, skill milik Norn yang sama di gunakan oleh Kamen Rider Kabuto untuk memanipulasi waktu" jelasnya.
"Lalu skiil yang satunya?" tanya Minato lagi.
"Final Persona Skill, Norn Kick adalah skill asal-asalan yang kubuat sendiri bersama Norn gara-gara kebanyakan nonton film Kamen Rider" jelas Yoshino yang membuat semua yang mendengarnya sweatdrop. "Jika kau menyerah lebih baik sekarang juga, bocah. Kau tidak akan bisa melawan Skill Clock up dan skill Norn Kick milikku dengan skillmu saat ini" tawar Yoshino.
"Aku mulai heran dengan gayamu. Kau memakai Kostum Kamen Rider Kiva, mempunyai senjata Cerberus Revolver milik Vincent Valentine, mempunyai Skill Clock up milik Kamen Rider Kabuto dan bergaya seperti Lockon Stratos sang Gundam meister Calestial being. Sebenarnya kau ini jadi siapa sih?" tanya Yukari.
"Mau tahu?" tanya balik Yoshino, lalu menodongkan Revolvernya. "CARI SENDIRI!" dan mulai menembaki Minato. Minato sekali lagi menarik Yukari untuk menghindari tembakan Revolver tersebut bersama dirinya. "Clock Up!" Namun sebuah suara terdengar di telinganya dan tiba-tiba saja Yoshino sudah berada di hadapan Minato sambil tetap memegang kotak peti milik Sayu. Dia kemudian menodongkan Revolvernya ke arah Minato di depan jalan masuk lantai 10. "Menyerahlah kalian, bocah-bocah manis end unyu" tawar Yoshino sekali lagi.
"Tidak akan!" ucap Minato sambil mengacungkan pedangnya di hadapannya dan melindungi Yukari yang berada di belakangnya. Kini posisinya terdesak.
"HENTIKAN!" Sayupun berteriak. "HENTIKAN, KUMOHON!" dengan meneteskan air mata.
"Aku akan menghentikannya jika mereka menyerah dan kembali pulang ke rumah mereka" ucap Yoshino yang dengan tetap fokus kepada lawannya.
"Tidak akan!" ucap Minato bersama Yukari bersamaan.
"Yang benar?" tanya Yoshino.
"Ya" jawab Yukari dan Minato sambil saling berpegangan tangan masing-masing.
"Ciyus? Miapa? Enelan?" tanya Yoshino dengan nada unyu dan sekali lagi berhasil membuat 2 pasangan di depannya muntah. "Oke, jika itu mau kalian" ucap Yoshino yang membuat Minato dan Yukari saling menutup mata dan mendekatkan diri sambil terus saling berpegangan tangan dengan erat. Tidak ingin terpisah lagi.
Tiba-tiba terdengar suara gema seseorang yang di kenal oleh 3 orang tersebut. Kemudian sebuah wajah Close up di layar dengan background simbol Calestial Being berwarna biru. "Setsuna.F Seiei , mulai melenyapkan target!"
NGENG!
"Apa?" Yoshino yang mendengar kalimat tersebut, akhirnya menoleh ke arah asal suara tersebut dan mendapati sebuah sepeda motor hitam bejenis Honda CBR 1000RR 2009 melayang kearah dirinya, seperti berusaha menabrak dirinya.
BRAK!
"AAARGH!" Yoshinopun terpental dan teriak ke sakitan sehabis di tabrak pengendara motor hitam sampai tak sengaja menjatuhkan kotak peti tersebut.
CIIIITT!
Pengendara motor Honda hitam itupun mengerem dan berbelok kekanan untuk berhenti dengan kerennya. Minato dan Yukari membuka mata mereka dan mendapati seorang manusia berkostum Kamen Rider Joker yang telah menyelamatkan mereka dari kematian. Manusia berkostum tersebut turun dari motor dan dari jauh menghadap Yoshino yang berusaha berdiri.
"Siapa kau?" tanya Yoshino sambil mengambil kotak peti itu kembali.
Manusia berkostum Kamen Rider Joker itupun mengangkat tangan kanannya sejajar dengan kepalanya lalu mengatakan, "Ore ga... Joka" sambil memutar tangan kanannya ke kiri dan menurunkannya kembali. Meniru gaya Shotaro Hidari sewaktu berubah menjadi Kamen Rider Joker. Alunan lagu W~Boiled~extreme milik Kamiki Aya bersama TAKUYA terdengar dimainkan.
~To Be Continue~
General Information:
Skill:
Clock up: skill memanipulasi waktu yang di pakai oleh Kamen Rider Kabuto.
Final Persona Skill, Norn kick: jurus milik Yoshino gara-gara kebanyakan nonton film Kamen Rider.
Persona Gear:
Harpah putih(Fool): senjata Minato yang mirip seperti Harpah milik Orpheus. Memiliki beberapa ke istimewaan yang akan di jelaskan di cerita.
Akhirnya update juga. Entah mengapa saya terus galau, ada yang tahu? Kalau ada yang tahu, tolong beritahu saya ya. Terima kasih untuk semua yang mereview cerita saya dan maaf menunggu lama untuk hal ini, tapi jangan lupa untuk,
~Review~
