Persona 3: Petualangan Sang Kakak
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, Vocaloid milik Yamaha dan Krypton.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.
Summary: Pertarungan Kamen Rider gadungan ronde ke 2 dimulai, bisakah kali ini Kamen Rider Joker gadungan alias jelmaan Setsuna F. Seiei yaitu Reizato berhasil mengalahkan Kamen Rider Kiva gadungan alias jelmaan Lockon Stratos yaitu Yoshino?
~Chapter 26: Clock Up!~
Dark Hour, Tartarus.
Monad Block, Lantai 10.
"Re-Reizato-san, benar itu kau, kau masih hidup?" tanya Minato yang senang.
"Ini memang aku Minato, Reizato Takeba." Ucap Kamen Rider Joker gadungan itu yang ternyata Reizato sambil menoleh ke arah Minato.
"Rei-chan! Itu kau ya? KYAAAAAA! Kau datang untuk menyelamatkanku, so sweat" teriak Sayu yang tadinya menangis kini menjadi senang sekali karena di selamatkan oleh orang yang di cintainya.
"Sebenarnya sih, aku kesini hanya untuk mengambil kembalian uang 1.000.000 Yen yang kuberikan padamu kemarin." jelas Reizato yang membuat Sayu yang tadinya senang menjadi gugup dan gelisah karena telah mengkorupsi uang tersebut, juga semua yang mendengar sweatdrop.
TUK!
"Aw..." Reizato mengelus kepalanya yang telah di pukul oleh Yukari. "Sakit tahu!" ucapnya pada Yukari.
"Uh, Nii-san ini bagaimana sih kok malah mikirin hal yang lain. Sebelum mikirin hal itu, selamatkan dulu Sa-eh Selena-san!" teriak Yukari yang mengalihkan pembicaraan, agar dirinya tidak ikut menjadi tersangka korupsi.
"Oh ya" Reizato lalu menatap Yoshino yang ada di hadapannya. "Hey kau, cepat lepaskan Selena!" Ucap Reizato.
"Hahahaha... tidak bisa" tolak Yoshino.
"Bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau mau?" tanya Reizato.
"Hm," Yoshino tersenyum. "memang aku sudah dapatkan kotaknya tapi, KUNCINYA MANA? BAGAIMANA BISA AKU MEMBUKA KOTAK INI DALAM KEADAAN TERKUNCI TANPA KUNCI!" jelas Yoshino.
"Oh iya, aku lupa kalau kotak itu masih dalam keadaan terkunci" jelas Reizato pada semua yang menyebabkan semua yang mendengar sekali lagi sweatdrop. Reizato kemudian mengeluarkan kunci emas yang ada di dalam kantongnya. "Ini kuncinya, tapi lepaskan dulu orang yang kau sandra." Ujar Reizato.
"Oh tidak bisa, kuncinya dulu baru dia." Ucap Yoshino.
"Baiklah, tapi bagaimana aku bisa percaya padamu?" tanya Reizato.
Yoshino tersenyum dari balik topeng sekali lagi, lalu menodongkan Revolvernya ke arah Sayu, adiknya sendiri dengan tenang. "Karena nyawanya ada di tanganku" jelasnya.
Cklak!
Terdengar pengaman pistol itu terbuka.
"Kau..." Reizato mulai geram dengan perilaku orang di depannya.
"Reizato-san" ucap Minato yang berharap pada Reizato.
"Hahahaha..." Yoshino tertawa. "Cepat berikan kunci itu atau dia..." ancam Yoshino dengan nada yang menyakinkan.
"JANGAN!" teriakan Sayu membuat semua orang menoleh ke arahnya. "JANGAN BERIKAN KUNCI ITU PADANYA! APAPUN YANG TERJADI KUMOHON JANGAN REI-CHAN!" lanjutnya.
"Tapi jika tidak, kau..." Reizato semakin panik.
"BIARKAN SAJA, ASALKAN ISI PETI ITU TIDAK DI SALAH GUNAKAN OLEHNYA!" teriak Sayu yang dengan berani mengatakan hal tersebut dan membuat hati Yoshino berdegup kencang karena melihat adiknya kini sudah semakin dewasa.
"Whuu~" Yoshino bersiul. "Kenapa suasana ini makin tegang saja buat kita" ucapnya dengan santai. "Jika kau tidak mau memberikannya, maka aku yang akan mengambilnya secara paksa." Yoshino mulai menembak Reizato.
DHOR-DHOR-DHOR!
("Sial, aku tidak bisa memakai Arcana Fortune") batin Reizato.
"Fussion Spell, Orpheus-Apasarah, CANDEZA!" sebuah sinar hijau menyelimuti tubuh Reizato. Reizato tiba-tiba merasakan tubuhnya sangat ringan dan dengan mudah dapat menankap semua tembakan tersebut dengan ke dua tangannya.
"Apa? tembakanku dapat di tangkap olehnya?" Yoshino semakin panik.
"Terimakasih Minato," ucap Reizato yang menoleh ke arah Minato.
"Sama-sama" sahut Minato,
BRUK!
Dan tidak lama itu Minato terjatuh berlutut.
"Minato!" membuat Yukari yang ada di sebelahnya khawatir.
"Tidak apa-apa, aku cuma kelelahan karena terlalu banyak memakai skill Persona" jelas Minato.
"Lebih baik kau istirahat dulu...!" Ucap Reizato yang menghadap Yoshino kembali. Tapi tiba-tiba menoleh ke arah Minato lagi, "Oh ya, adik sepupumu tadi menitipkan pesan padamu" ucapnya dan kembali menoleh ke arah Yoshino.
Perkataan Reizato membuat Minato mengerutkan dahinya. "Adik sepupu? Apakah yang kau maksud tadi Len dan Rin? Mereka tadi di sini?" tanya Minato.
"Ya" jawab Reizato.
"Woy, jangan menganggap aku ini tidak ada ya, NORN!" Yoshino lalu memerintahkan Norn untuk mengluarkan Skill Garudynenya.
Reizato kembali memakai Evoker. "Joker!" Joker muncul dan menghadang serangan angin tersebut.
"Hah? Dia kuat terhadap serangan angin." Yoshino kembali terkejut. "Wuu~ lumayan juga" lanjutnya dengan tenang.
"Itu benar, Joker kuat dengan serangan angin karena Joker... adalah aku" ucap Reizato sambil mengangkat tangan kanannya setinggi kepala lalu memutarnya ke kiri seperti sebelumnya. Kemudian mengeluarkan pedang putihnya. "Arcana Fool, Pedang Putih!" dan meremasnya hingga berubah bentuk menjadi pedang berwarna putih. "Jika kau ingin mengambil kunci ini, langkahi dulu mayatku!" ujar Reizato dan berlari maju.
"Kalau begitu, baiklah!" Yoshino kembali menembak Reizato sambil berlari maju.
DHOR-DHOR-DHOR!
TRANG-TRANG-TRANG!
"HYAAAAA!" teriak mereka berdua dan terjadilah pertarungan sengit. Reizato menebas Yoshino tapi dapat di hindari Yoshino dengan mudah. Yoshino menendang Reizato tapi Reizato menunduk dan dapat menghindarinya, Reizato kemudian menebas kaki Yoshino tapi Yoshino melompat dan dapat menghindarinya.
Di selah-selah pertarungan itu, Minato dan Yukari mengambil kesempatan untuk membebaskan Sayu.
"Tenang Sayu-chan, kami akan membebaskanmu..." bisik Yukari agar nama asli Sayu tidak terbongkar.
"Baik..." sahut Sayu dengan pelan. Minato dan Yukari akhirnya mencoba melepaskan ikatan tersebut.
Yoshino lalu menendang dengan keras Reizato di bagian perut sehingga Reizato mundur berberapa langkah.
"Sekarang akanku pakai skill itu lagi," ucap Yoshino.
Reizato yang mendengarnya menjadi bingung. "Skill? Kau memang punya skill apa lagi?" tanyanya.
"Rei-san hati-hati, dia punya Skill Kamen Rider Kabuto yaitu Clock Up!" jelas Minato yang membuat Reizato terkejut.
"Apa? Clock Up?" tanya Reizato yang mendapat anggukan dari Minato. "ARGH! AKU IRI DENGANNYA KARENA PUNYA SKILL KAMEN RIDER KABUTO!" teriak Reizato frustasi.
Topeng Yoshino Close Up di layar. "Norn, Clock Up!" dalam sekejap, Yoshino telah lenyap dari pandangan Reizato.
"Gawat, dimana dia?" tanya Reizato pada dirinya sendiri sambil mengacungkan pedangnya ke depan. Sebuah bayangan hitam dengan cepat menabrak Reizato berkali-kali dan membuatnya terpental kemana-mana. "ARGH! ARGH! ARGH!" hingga sebuah tendangan telak membuat dia terlontar jauh dari tempatnya dan terjatuh dengan keras. Reizato kemudian mencoba berdiri.
"Rei-chan!" teriak Sayu yang panik ketika melihat Reizato terluka dihadapannya.
"Nii-san!" teriak Yukari yang juga ikut berteriak karena khawatir dengan keadaan kakaknya. Kemudian dengan cepat berlari ke arah kakaknya untuk menyembuhkannya, di ikuti dengan Minato yang juga khawatir. "Nii-san tenanglah, akan ku sembuhkan luka Nii-san" Yukari lalu memakai skill Diarama untuk menyembuhkan Reizato.
"Terimakasih Yukari," ucap Reizato.
Yoshino tiba-tiba muncul di depan Reizato. "Selama ada skill ini, kau tidak akan bisa mengalahkanku!" jelasnya.
Reizato kemudian berdiri setelah selesai di sembuhkan oleh Yukari. "Yukari, Minato menghindarlah!" pintanya.
"Baiklah" Yukaripun pergi dan kembali menolong Sayu.
"Rei-san ini..." Minato mengeluarkan topi Fedora hitam milik Reizato.
Reizato kemudian mengambil topi hitam tersebut. "Terimakasih Minato, dengan begini aku pasti bisa mengalahkannya" dan memakainya di kepala walau masih menggunakan topeng Kamen Rider Joker. "Sekarang pergilah!" pintanya, Minato akhirnya pergi menyusul Yukari.
"Hm, kau nampak seperti badut jika memakai topi itu daripada di sebut Kamen Rider, hahahaha..." ejek Yoshino.
Reizato kemudian menunjuk Yoshino dengan tangan kanannya sambil menghadap ke samping. "Tahu apa kau tentang Kamen Rider?" Tiba-tiba topeng Reizato Close up di layar. "Kamen Rider adalah simbol harapan dan kepahlawanan yang melindungi semua orang dari balik topengnya. Tidak seperti kau! Seorang pengecut yang bersembunyi di balik topeng dan menginginkan kekacauan!" jelas Reizato sambil menoleh ke arah Yoshino dan berhasil membuat Yoshino terdiam.
"KYAAAAAA! REI-CHAN KEREN!" teriak Sayu yang masih terikat.
("Kau benar Reizato, aku memang tidak pantas di sebut sebagai Kamen Rider setelah apa yang kulakukan. Tapi kau akan mengerti kenapa aku harus melakukan hal ini.") pikir Yoshino. "Wuh, kau memang benar. Jadi serahkan kuncinya!" ucap Yoshino sambil menodongkan kembali Revolvernya ke arah Reizato.
"Langkahi dulu mayatku!" ucap Reizato sambil membenarkan topi Fedora hitamnya.
"Oke Norn, Clock Up!" Yoshino sekali lagi menghilang dari hadapan Reizato.
"Kalau begitu aku juga, Joker Paste Mind, Clock Up!" bersama Reizato yang juga ikut menghilang. 2 buah bayangan hitam saling bertabrakan dengan kecepatan tinggi. Bersama Joker dan Norn yang juga ikut saling bertabrakan.
.
Velvet Heaven
Tieria masih terus melihat pertarungan Reizato dan Yoshino dari dalam pohon besar yang berada di tengah taman, dengan mata yang berwarna-warni seperti pelangi. "Kenapa manusia harus saling bertarung?" tanyanya.
.
Unknown Place
Ribbon pun juga ikut melihat pertarungan Reizato dan Yoshino dari balik layar komputer yang keluar dari mejanya dengan santai sambil tersenyum licik, bersama matanya yang juga berwarna-warni seperti pelangi.
.
Tartarus.
Monad Block, Lantai 10.
Akhirnya ikatan rantai yang mengikat Sayupun terlepas. "Terima kasih Yukari, Arisato" ucap Sayu pada 2 orang tersebut. "Sekarang kita bantu Rei-chan!" lanjutnya.
BRUAK!
Reizato dan Yoshinopun saling terpental dan terjatuh, kemudian kembali berdiri. "Kau kuat sekali, bocah" puji Yoshino.
"Terimakasih atas pujiannya, tapi jangan harap aku akan lembek karena hal tersebut." sahut Reizato.
"Rei-chan kami datang!" teriak Sayi yang menghampiri Reizato bersama Yukari dan Minato.
"Hn?" Reizato hanya bengong.
"Tenanglah, selama kita bekerja sama, kita pasti bisa mengalahkannya" ujar Sayu.
"Aku juga kali ini akan ikut bertarung!" ujar Yukari.
"Aku juga!" sahut Minato yang berada di depan Yukari.
"Eh Minato, kenapa kau berada di depanku?" tanya Yukari.
"Untuk melindungimu, kau tahukan bahwa dia kuat sekali. Jadi sebagai Leader, akulah yang harus melindungimu..." ujar Minato.
"Tuhkan, kau masih menganggap remeh diriku" ucap Yukari.
"Tidak, aku hanya ingin melindungimu saja kok" jelas Minato.
"Nggak percaya, apalagi setelah kau dulunya pernah mengatakan 'lebih baik berlindung di balik pungungku daripada bertarung bersamamu sebagai pengganggu', benarkan?" tanya Yukari.
"Nggak, siapa yang bilang? Gue nggak pernah bilang hal itu ke dirimu?" jawab Minato.
"Bohong!" ucap Yukari.
"Nggak!" balas Minato.
"Bohong!" ucap Yukari lagi.
"Nggak!" balas Minato lagi.
"Bo-"
"WOY BISA BERHENTI BERANTEMNYA NGGAK!" teriak Reizato, Sayu, Yoshino, Sp-Cs, Super Junior, para Vocaloid yang lagi konser, pak SBY yang lagi pidato, kamu yang lagi B*ker di WC, kucing tetanggamu, OVJ yang lagi tampil, Omes yang lagi ngomgong 'Ciyus,Miapa', JKT48 yang lagi ngemis di pinggir jalan dan masih banyak lagi orang-orang gaje kurang kerjaan lainnya. *Author dilempar mobil 23 Inc(?), di serbu ibu-ibu PKK yang lagi ngamen(?) dan di tangkep petugas RSJ yang sakit jiwa(?)*
"Ini sebenarnya ada apa sih, kok berantem lagi?" tanya Sayu.
"Berantem? Tadi mereka habis berantem?" tanya Reizato.
"Iya, coba Rei-chan tanyain aja sendiri sama mereka" ujar Sayu.
Reizatopun mendekati Minato dan Yukari. "Sebenarnya kalian ini ngapain sih, kok bisa berantem?" tanyanya.
"Itu Nii-san, Minato ini nggak ngaku kalau dia sudah ngatain hal itu" jelas Yukari.
"Enak aja, sejak kapan aku mengatakan hal itu padamu?" tanya Minato yang membantah tuduhan Yukari.
"Pernah kok" balas Yukari.
"Nggak!" balas Minato.
"Pernah!" balas lagi Yukari.
"Nggak!" balas lagi Minato.
"Per-"
"CUKUP!" teriak Reizato yang menghentikan 2 orang tersebut. "Baiklah, mulai dari Yukari, memang Minato pernah bilang apa padamu?" tanyanya.
"Dia itu pernah bilang 'lebih baik berlindung di balik pungungku daripada bertarung bersamamu sebagai pengganggu', begitu..." jelas Yukari.
Reizato lalu menoleh ke arah Minato. "Benar kau pernah bilang begitu?" tanyanya.
"Nggak, sumpah!" jawab Minato.
"Bohong!" bantah Yukari.
"Nggak!" bantah Minato.
"CETOP!" teriak Reizato lagi. Kemudian menoleh ke arah Yukari. "Jadi kapan dan dimana Minato mengatakan hal tersebut padamu?" tanyanya.
Yukari berpikir sejenak. "Ehm... kalau nggak salah... waktu... aku masuk ke kamar dan tidur, terus bermimpi aku dan Minato berada di Tartarus dan dia mengatakan 'lebih baik berlindung di balik pungungku daripada bertarung bersamamu sebagai pengganggu' dengan kerennya dan membuatku jengkel sehingga aku memanahnya dan terbangun dari mimpi, begitu..." jelasnya.
GUBRAK!
Semua orang jatuh dengan alay setelah mendengar cerita Yukari.
"Maaf... semua..." ucap Yukari dengan senyum kecut.
"Kau ini, itu Cuma mimpi dan hanya mimpi. Bukan kenyataan!" ucap Minato yang sewot.
"Iya-iya, kan aku sudah minta maaf..." ucap Yukari sekali lagi, lalu menangis. "Kalau gitu hiks... kamu mau apa supaya kamu mau memaafkanku hiks...?" tanyanya sambil terisak tangis, membuat Minato panik dan salah tingkah.
"Eh, a-a-aku..." Minato lalu mendekati Yukari. "Cup-cup, kalau kamu nangis, kamu jadi jelek loh, jadi kamu jangan nangis lagi ya. Aku ingin kamu tersenyum sebagai tanda permintaan maafmu..." goda Minato.
Yukari berhenti menangis dan menyeka air matanya lalu tersenyum. "Baiklah" ucapnya dan terus tersenyum. Senyuman itupun di balas oleh Minato.
"GYAAAAAAA SUASANA ROMANTIS! BRRRRRR!" tubuh Reizato kembali gemetaran merinding. "Berhenti... ngelakuin hal itu... di depanku...! BRRRRRR" ucapnya sambil kejang-kejang sampai is dead(?).
"Kembaran gue kok lemah banget ya?" pikir Setsuna F. Seiei(?).
"KYAAAAA! MINATO SO SWEAT! AKU MAU JADI PACARMU!" teriak Yukari Yuzuki yang tiba-tiba nongol di depan mereka sambil membawa toa Masjid.
"BERISIK!" teriak para Fans Minato Lover yang nendang Yukari Yuzuki hingga kembali ke kandang kelinci.
"STOP! BACK TO STORY!" teriak Author Sp-Cs. Ceritapun kembali ke awal.
.
"Oh begitu, kalian mau main keroyokan rupanya. Tapi tidak bisa..." Yoshino menunjukan sebuah kunci yang tadinya berada dalam genggaman Reizato. "Aku sekarang bisa menjadi kuat dengan ini!" diapun segera menggunakan kunci tersebut untuk membuka kotak peti milik Sayu.
"Apa?" Reizato terkejut setelah melihatnya.
"Hahahahaha..." kotak itupun terbuka dan terlihatlah sebuah bola kaca dan beberapa kacamata yang ada di chapter sebelumnya. "Bagus, tapi bukan ini." Yoshino mengeluarkan semua barang-barang tersebut dan langsung merusak alas kotak tersebut. "Ini dia," lalu mengambil sesuatu di dalamnya yang ternyata adalah sebuah Kartu Persona Arcana Fortune bergambar seorang dewa berbentuk robot, berwajah jam, bersayap emas seperti di Persona 2: Innocent Sin milik Jun Kurosu, teman Tatsuya Suou.
"I-itu!" Sayu yang melihat kartu Persona itu menjadi kaget.
"Ada apa Sayu?" tanya Yukari.
"Itu... Kartu Persona, Chronos! The greek deification of time." teriak Sayu.
"ya, Chronos. Dengan ini aku bisa kembali ke masa lalu untuk merubah takdir, hahahaha..." tawa Yoshino, kemudian bersiap melempar kartu tersebut ke arah Norn. Tapi, sebuah suara menghentikannya. "Berevolusilah, Norn!-"
"YOSHINO HENTIKAN!" membuat Yoshino berhenti dan menoleh ke asal suara tersebut yang ternyata berasal dari suara Kizuka. Semuanyapun ikut menoleh.
"Kizuka-nee?" Reizato hanya bisa membelalakan matanya.
"Kizuka?" Yoshino kaget saat mengetahui identitas aslinya di sebut.
"Kizuka? Tunggu," Sayu tiba-tiba menyadari sesuatu. "Apa tadi dia menyebut orang itu dengan nama Yoshino?" tanyanya yang membuat Yoshino menoleh ke arahnya. "Jangan-jangan...".
"Ya benar, ini aku Selena, atau harusku panggil adik perempuanku... Sayu Hiroshi..." Yoshino kemudian melepaskan topengnya. Membuat Kizuka semakin menatap tajam ke arahnya, membuat semua orang kaget ketika melihat wajahnya yang mirip dengan Lockon Stratos, dan membuat... Sayu memegang mulutnya dengan jantung yang berdegup kencang sambil menitihkan air mata kebahagiaan yang bercampur dengan kebencian.
"Nii-chan.."
~To Be Continue~
Yak, bagaimana ceritanya, GAJE kan? Choronos, The greek deification of time. Saya Cuma lihat profilnya di Megami tensei Wikia. Sesekali kalian berkunjung ya, soalnya di sana bagus untuk di baca jika kalian penyuka game milik ATLUS.
Terima kasih untuk:
AkaOuji dan KagaHinaSato (Chapter 25 yang sama-sama mau bunuh Reizato): Reizatonya jangan di bunuh dulu, entar siapa yang mau menyelamatkan Minato di the Answer dan meneruskan hingga Persona 4 sampai Persona 10? *Spoiler*
Terima kasih untuk kalian yang mereview dan jangan lupa untuk...
~Review~
