Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, Ultraman milik Tsuburaya production, Final Fantasy milik Square Enix.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Rencana yang gagal, masa depan yang gelap, dan amarah yang bercampur dendam. Itulah yang di rasakan Yoshino sang jelmaan Lockon Stratos saat ini. Mungkinkah ini dosa yang harus di tanggungnya atas perbuataannya selama ini? Dan semua itu tertuju pada satu halaman putih di hadapannya yang telah merenggut nyawa seseorang yang ada di hatinya.


Dark Hour, Tartarus.

Entrance, lantai 1.

Minako dan yang lainnya telah memasuki Entrance Tartarus.

"Baiklah, jadi mereka berada dimana sekarang?" Junpeipun bertanya pada Fuuka.

"Biarku cari, LUCIA!" Fuuka memanggil Lucianya dan berusaha mencari sang penculik yang mereka cari. [Urgh!] tiba-tiba kepala Fuuka terasa sakit.

"Ada apa Fuuka?" Minako begitu khawatir terhadap keadaan Fuuka.

[Aku merasakan keberadaan Shadow yang kuat di block Monad dan aku merasakan keberadaan Arisato-san dan lainnya disana] semua yang mendengar penjelasan Fuuka tersebut terkejut namun lega karena mereka masih hidup.

"Sebaiknya kita cepat bergegas menuju lantai Monad!" usul Akihiko namun di hentikan oleh Mitsuru.

"Tunggu Akihiko! Mereka berada di lantai Monad. Kau tahukan di lantai Monad terdapat Shadow-Shadow yang kuatnya bagaikan boss battle?" ujar Mitsuru yang mengigatkan kepada Akihiko peristiwa dimana ketika mereka memasuki pintu aneh menuju lantai Monad tersebut dan terjebak hingga melawan Shadow-Shadow terkuat Block Monad untuk berjuang keluar sampai stamina mereka semua terkuras habis dan pingsan. Untungnya mereka dapat kabur berkat bantuan Arisato bersaudara yang memakai Goho-M(?).

"Tapi!-" Akihiko berusaha protes. Tiba-tiba Fuuka merasakan sesuatu.

[Teman-teman, ada yang aneh dengan Shadow tersebut.]

Semua yang mendengar ucapan Fuuka menjadi bingung.

"Maksudnya?" tanya Junpei.

[Aku merasaka bentuknya seperti Reaper, tapi auranya tidak sama dengan Reaper. Malah aura yang di keluarkannya hampir sama seperti Shadow Emperor dan Empress yang kalian lawan di sini.] teriak Fuuka.

"Apa?" teriak semuanya.

"Itu tidak mungkin, Shadow yang kuat itu seharusnya muncul pada saat bulan Purnama." Jelas Mitsuru yang sedang berpikir. "Yamaghisi, apa Arcana Shadow yang mirip Reaper tersebut?"

["Arcananya adalah... Tower."] jelas Fuuka.

"Begitu, berarti itu bukan Reaper ataupun Shadow yang harus kita lawan di bulan Purnama. Tapi Shadow yang mirip dengan Shadow yang kita lawan di atap asrama bulan lalu." Mitsurupun berpikir. ("Kenapa ada Shadow di atas Arcana Death seperti Temperance yang kami hadapi dan Devil yang dihadapi Arisato dan lainnya? seharusnya Shadow hanya memiliki maximal 13 Arcana saja.")

"Fuuka, bisakah kau hubungi mereka?" tanya Junpei.

[Tidak bisa, karena ada suatu penghalang di Block Monad] jawab Fuuka.


~Chapter 29: Break The Chain~


Tartarus, Monad Block.

Lantai 10.

DHOR-DHOR-DHOR!

Hujan peluru menghujani 'halaman putih' tersebut. "MATI KAU! MATI KAU! MATI KAUUUU!" di iringi teriakan kebencian yang di penuhi amarah dan dendam.

DHOR-DHOR-DHOR!

Jrrrtt!

JTAR!

WUSH!

Bersama sambaran halilintar raksasa yang menyambar 'halaman putih' tersebut dan di ikuti badai angin yang terus berhembus kencang ke arahnya. Namun 'halaman putih' yang di sebut sebagai The Great Reaper tersebut terlimdungi oleh dinding kaca orange tebal yang tidak dapat di tembus oleh semua serangan.

[HAHAHAHAHAHA...] Pluto The Great Reaper tertawa mengejek. [Asal kalian tahu manusia lemah, aku adalah makhluk yang sulit untuk di bunuh! Mengerti? HAHAHAHAHAHAHAHAHA!] jelasnya sambil tertawa. [Betapa nikmatnya melihat manusia yang menyedihkan sepertimu terkurung di dalam kegelapan selama-lamanya.] ejek Pluto yang mentertawai Yoshino.

"DIAM KAU! KAU... KAU HARUS KEMBALIKAN KIZUKA DENGAN NYAWAMU!" Aura pembunuh terus di keluarkan oleh Yoshino dan di arahkannya ke arah Pluto. Hujan peluru terus dia lontarkan, bersama petir yang menyambar ke arah Pluto. Tapi, itu semua tidak berpengaruh karena sebuah dinding kaca berbentuk bola telah melindungi tubuh Pluto.

"Rei-kun, kita harus membantu Onii-chanku!" Sayu memohon kepada Reizato yang terus terdiam melihat tubuh Kizuka yang kini tinggal jasadnya.

"Baiklah," dengan tatapan tajam yang di arahkannya ke arah Pluto, dia menjawab dengan penuh hasrat membunuh. "Minato!" Minato yang mendengar namanya di panggil, melepaskan pelukannya dari Yukari karena mengerti isyarat yang di berikan Reizato. Yaitu, melawan the Grim Reaper di hadapan mereka.

"Aku juga akan bantu!" ujar Yukari yang juga ingin bertarung melawan Reaper tersebut.

"Yukari, sebaiknya kau diam di sini!" pinta Minato.

"Tapi-"

"Aku tidak ingin kau terluka sama seperti sebelumnya..." Minatopun memotong ucapan Yukari sambil mengingat kejadian di Chapter 1. Dimana ketika Yukari menolongnya hingga tak sadarkan diri dan saat itulah Reizato mengeluarkan kekuatan yang mengerikan yang bisa saja melukai orang-orang di sekitarnya. Itulah kenapa Minato menyuruh Yukari untuk tetap di belakang dan tidak menginginkan hal itu terjadi malam ini, jika kekuatan aneh Reizato yang sama dimilikinya keluar.

Dan apakah jadinya jika dua kekuatan aneh mereka berdua keluar secara bersama-sama? Thanatos dan Ker. Dua jenis kematian berbeda.

Hal tersebutlah yang di jelaskan Igor kepada Minato dan Minako setelah Reizato meninggalkan Velvet room di Chapter 2.

"Ya... baiklah, kalau begitu aku akan mensupport kalian dari belakang" ucap Yukari.

"Itu bagus dan Sayu, kau juga ikut mensupport kami dari belakang!" pinta Reizato.

"Iya." Sahut Sayu.

"PERSONA!" mereka berempatpun memanggil masing-masing mereka masing-masing.

"Ayo Minato!" ketika Reizato dan Minato maju. Tiba-tiba Yoshino menghentikan.

"BERHENTI KALIAN! INI URUSANKU!" teriaknya tanpa melepaskan pandangan membunuhnya pad Pluto.

"Tapi..." sebelum Minato menyelesaikan perkataannya, Tiba-tiba saja dua Shadow berbentuk kastil jatuh tepat di hadapan mereka. Menghalangi mereka membantu Yoshino.

"Kalian urus saja 2 Shadow itu!" pinta Yoshino yang masih bertarung dengan Pluto. Tak lama kemudian dia mulai terdesak dan kelelahan. Meski skill Regenerate dan Invograte dengan cepat menutupi luka dan lelahnya tersebut. Tapi, kedua skill tersebut tidak bisa menyembuhkan luka jiwa yang telah menyelimuti dirinya.

[Sudah selesai?] tanya Pluto dengan nada mengejek.

"Aku... MASIH BELUM SELESAI!" diapun kembali membidikan dua senjata berbeda ke arah Pluto dan menembaknya.

DHOR-DHOR-DHOR-DHOR!

CTING-CTING!

Tapi beberapa peluru yang berbeda masih tetap tidak dapat menembus penghalang berbentuk bola kaca berwarna orange yang melindungi Pluto.

[HAHAHAHAHAHA! APA HANYA ITU SAJA KEMAMPUANMU! PANTAS SAJA KAU TIDAK BISA MELINDUNGI GADISMU TERSEBUT. HAHAHAHAHAHAHA!] tawa dan ejekan Pluto menggema di setiap sudut ruangan. Menambah rasa benci dan luka hati siapapun yang mendengarnya.

Aura hijau yang menyelimuti Tubuh Chronos, warnanya semakin lama semakin tajam menusuk mata. "DIAM KAU!" Yoshino lalu memakai skill milik Chronos yaitu Hyper Clock up.

[Hyper Clock Up!] jarum jam yang ada di wajah Chronos berputar cepat searah jarum jam.

Wush!

Yoshino dengan kecepatan kilat memutari Pluto dan menembakinya beberapa kali. Berusaha mencari celah kelemahan perisai yang melindungi Pluto. Tapi ternyata hasilnya sia-sia saja. Peluru yang di tembakannya masih tetap tidak dapat menembus perisai tersebut. Yoshino yang menyadari hal tersebut, langsung menghentikan skill Hyper Clock Up yang di aktifkannya.

"Cih, kalau begitu, CHRONOS!"

[Phanta Rei!] sekali lagi jarum jam yang ada di wajah Chronos berputar cepat searah jarum jam.

Sebuah pusaran angin yang dasyat muncul dari bawah lantai yang di injak Pluto dan menelannya. Berusaha mencabik-cabik tubuh Pluto dengan beberapa sayatan badai angin yang di buat oleh Chronos dan melontarkannya ke angkasa. Tapi, perisai yang melindungi Pluto telah menggagalkan usaha tersebut sampai badai besar yang melahapnya reda.

[Sia-sia saja kau melakukan semua hal itu manusia. Karena selama perisai ini melindungiku, kau tidak dapat menyerangku maupun menyentuhku!] ucap Pluto dari dalam bola perisai.

"AKU TIDAK AKAN MENYERAH! KARENA AKU AKAN MEMBUNUHMU UNTUK KIZUKA!" Yoshino masih tetap menembaki Pluto, di temani dengan Chronos yang meninju-ninju perisai milik Pluto sambil memancarkan aura hijau tajam. Berharap perisai tersebut hancur dan dapat membunuh Pluto. Tidak lama kemudian, Yoshino kehabisan peluru.

[Membunuhku? HAHAHAHAHAHA justru aku yang akan membunuhmu. Kau manusia lemah tidak lain hanya seonggok daging basih di hadapanku. Aku sudah lelah bermain denganmu, sekarang gilirangku!] Pluto mengarahkan dua Revolver emasnya ke langit. [Vorpal Blade!] lalu menembakannya ke langit. Peluru yang di tembakannya tersebut memantul-mantul dan terus begitu hingga mengenai tubuh Chronos beberapa kali.

"Urgh!" rasa sakit yang di rasakan Chronos juga dapat di rasakan oleh Yoshino. "Chronos!"

[Hyper Clock Up!]

Wush!

Yoshino menghindari beberapa pantulan peluru dalam kecepatan tinggi.

[Hm, lumayan. Bagaimana kalau begini.] Pluto kembali menembakan peluru ke langit-langit. [Sukukaja!] mata Pluto bersinar kuning dan bersamaan itu juga sebuah sinar kuning menyelimuti tubuhnya. Menambah kecepatan dan keakuratan serangannya, sehingga beberapa peluru yang di pantulkannya tadi berhasil mengenai Chronos dan Yoshino. Apalagi peluru yang mengenai Yoshino telah mengenai kaki kirinya sehingga Skill Hyper Clock Up tidak dapat ia gunakan.

"Urgh!" Yoshino berusaha menahan rasa sakit tersebut. Tapi Skill Regenerate 3-nya telah menyembuhkan luka tersebut. "Chronos sekali lagi!"

[Hyper Clock up!]

Wush!

Sekali lagi Yoshino bergerak dengan kecepatan tinggi.

[Oh, aku lupa jika kau memiliki skill Regenerate 3. Tapi, Skillmu tersebut tidak akan berpengaruh jika kau di telan dalam kegelapan!] Pluto kembali mengarahkan dua Revolver emasnya ke angkasa dan kali ini matanya bersinar ungu sekali lagi. [Mudoon!] dan menembakannya beberapa kali. Namun yang keluar bukanlah peluru, Tapi tiga buah api hitam yang melingkari tubuh Yoshino dan sebuah mantra yang terlukis di bawah kakinya.

"Apa ini?" Yoshino mencoba melepaskan diri dari lingkaran api hitam dan mantera hitam tersebut, namun gagal karena kakinya ditarik oleh lantai masuk ke dalam kegelapan secara perlahan-lahan. "Si-sial..." umpat Yoshino dengan nada kecil di saat dirinya sedikit demi sedikit tengah di makan kegelapan. "Masih Belum!" mengarahkan dua senjata tembaknya dan kembali menembaki Pluto namun Gagal.

[HAHAHAHA! Sia-sia saja kau wahai manusia yang lemah. Setelah giliranmu denganku selesai, giliran mereka.] ucap Pluto dengan nada menjengkelkan sambil menunjuk orang-orang yang berada di belakang Yoshino.

"Tidak akan!" Yoshino berusaha melepaskan diri dari kegelapan yang menarik kebawah tubuhnya namun gagal. Dia lalu menoleh ke arah jasad Kizuka yang mendingin dan beralaskan darah yang kini mulai mengering di bawah tubuhnya. "Kizuka..." Dia tengah mencoba memegang tangan kiri jasad tersebut dan berhasil. "Maafkan aku... aku tidak bisa... me... membalaskan kematianmu..." perlahan-lahan, kegelapan mulain menelan lehernya. Kini tersisa hanya kepala dan kedua tangannya yang memegang tangan kiri Kizuka.

"ONII-CHAN!"

Teriakan Sayu terdengar di telinganya. Yoshino kemudian menoleh ke arah adik kandungnya.

"Sayu... maafkan Onii-chan..." di tengah keadaan tersebut, Yoshino tersenyum lemah di balik topeng yang dapat di rasakan oleh Sayu.

"ONII-CHAN!" Sayu berusaha mendekati Yoshino, namun di cegat oleh Yukari.

"Sayu-chan jangan kesana! Disana berbahaya!" ucap Yukari namun Sayu tetap saja berontak.

"ONII-CHAN!" kembali, air mata kembali membasahi kedua pipi Sayu.

Yoshino kemudian membalik badan menghadap ke arah Pluto. "Tapi... sebelum itu..." melepaskan tangan Kizuka, lalu mengambil dua pistol dengan jenis yang berbeda di dekatnya dan membidik Pluto. "AKU AKAN MENGHABISIMU!"

Cklak!

"HYAAAAAAAA!"

DHOR!

Dua buah peluru yang berbeda menyatu dan meluncur ke arah Pluto, berharap peluru tersebut dapat membunuh Pluto. Tapi... kenyataan berkata lain.

Jtang!

Dua peluru tersebut tidak bisa menembus perisai tersebut, malah membuat sedikit retakan saja. [Heh, hanya retak. Tapi sayang kau tidak dapat membunuhku, HAHAHAHAHA!] ejek dan tawa Pluto.

"Tidak..." Perlahan-lahan Yoshino Tertelan oleh kegelapan yang di iringi oleh tawa kenikmatan kematian. Dan yang tersisa hanya tinggal mata kanannya yang masih mengobarkan api hijau untuk bertahan dan dua tangannya yang sedang terjulur ke atas sambil memegang dua pistol berbeda. Tapi, kegelapan sudah menghampiri kesadarannya duluan hingga dirinya memejamkan mata kanannya. Bersama Chronos yang perlahan mulai menghilang. "Maafkan aku... Ki... zuka..."

"ONII-CHAN!"

.

Unknown Place.

Gelap, itulah yang dia rasakan ketika di telan oleh kegelapan.

"Dimana ini?" dia melihat sekitar dan akhirnya sadar bahwa dirinya sudah termakan oleh kegelapan. "Benar juga, aku sudah di telan kegelapan dan itu berarti..." Yoshino kembali duduk memeluk lututnya, walau tanpa mata kanan yang masih belum termakan oleh kegelapan sepenuhnya. "...Aku sudah mati..." Diapun membuka topeng Kamen Rider Kivanya lalu menatap langit walau di sana hanya ada kegelapan yang menyapanya. Tak lama setelah itu, air matanya mengalir keluar dari matanya dan membasahi pipinya. Dia menangis, di dalam kegelapan yang menyelimutinya. "Maafkan aku... Kizuka, aku tidak bisa membalaskan... kematianmu..." lalu memendamkan kepalanya di dalam sela-sela kedua lutut kakinya yang dia peluk setelah membuang topengnya di atas lantai. Seakan-akan menyerah dalam hidup ini.

Tidak beberapa lama kemudian, turunlah sebuah kupu-kupu dengan sayap hijau bersinar terang bagai Bintang di hadapannya dan perlahan-lahan membentuk sebuah sosok. Sosok wanita yang telah mati di hadapan Yoshino, sosok yang selalu mencintainya setulus hati. "Yoshino..." sosok itupun memanggil nama Yoshino yang kini putus asa. "Yoshino..." sekali lagi sosok itu memanggil namanya.

Yoshino perlahan-lahan mengangkat kepalanya untuk melihat siapa di hadapannya. "Kizuka?" ya, sosok itu tak lain adalah kekasihnya, Kizuka. "Kau datang untuk menjemputku?" tanya Yoshino yang kini berhenti menangis sambil tetap dalam posisi duduk memeluk kedua lututnya.

Kizuka lalu menarik tangan Yoshino untuk di ajak berdiri. Cengkraman kehangatan tangan Kizuka dapat di rasakan kedua tangan Yoshino. "Tidak," Kizuka berbicara, dengan nada datar. "Kau sebenarnya masih hidup." jelasnya.

"Lalu, kenapa aku bisa bertemu denganmu?" tanya Yoshino.

"Ini..." Kizuka lalu membuka isi halaman buku bersampul biru velvet dan menunjukannya pada Yoshino tanpa menjawab pertanyaan Yoshino.

"Apa ini?" Yoshino mulai membaca isi halaman tersebut yang ternyata adalah sebuah kontrak.


Aku yang bertanda tangan di bawah ini. Kutuntun 'Bintang' bersinar gelap di dalam gelapnya 'Waktu' yang dulu bersamanya, di bawah 'Cinta' dan 'Bulan'.
Dimana 'semua' yang tidak dia kenal di masa lalu, telah dia kenal di masa depan. Juga, 'Dosa' yang kini menjadi 'Kepolosan' di sampignya.
Dan aku, yang menjadi 'Waktu' baru baginya, akan membuat dirinya menjadi 'Matahari' sejati yang mendominasi dunia.


"Ini hanya kontrak. Tanda tanganilah." jelas Kizuka dengan nada lembut sambil memberi pena biru kepada Yoshino.

Yoshino mengambil Pena tersebut, namun dia masih ragu-ragu untuk menandatangani Kontrak tersebut. "Kizuka, setelah aku selesai menandatangani kontrak ini, apa yang akan terjadi?" tanyanya.

Kizuka tersenyum. "Itu adalah hal yang harus kau cari sendiri" ucapnya.

Yoshino kembali menatap Kontrak yang di pegang Kizuka. Dengan hati berdebar-debar, merasakan sensasi keraguan di dalam batinnya. Dia sepertinya tidak yakin untuk menandatangi Kontrak yang dia pegang. Tapi, hati kecilnya menyuruhnya untuk menandatangani kontrak tersebut.

Dia akhirnya mengambil pena biru yang berada di tengah halaman dan menandatangani Kontrak tersebut, lalu di kembalikannya.

"Setelah ini, apa yang akan terjadi?" tanya Yoshino.

"Sekarang terimalah ini..." tiba-tiba kontrak yang di pegang oleh Kizuka melayang di depannya dan berubah bentuk menjadi sebuah kartu Tarot Arcana Fortune tanpa gambar Persona yang muncul di kartu tersebut. Kartu itupun masih tetap melayang sambil berputar secara perlahan.

"Apa ini?" tanya Yoshino sekali lagi.

"Persona Gear, yang terlahir dari jiwaku." Jelas Kizuka yang membuat Yoshino tercekat dengan jawabannya.

Yoshino nampaknya kembali ragu-ragu untuk mengambil kartu tersebut. Tapi, hati kecilnya segera menyuruhnya untuk mengambil kartu tersebut. Namun karena keraguannya terlalu besar, diapun bertanya. "A-apa yang terjadi jika aku mengambil kartu ini, apa kau akan menghilang?" dengan nada ragu-ragu.

Kizuka hanya menunjukan senyumnya. "Tidak, karena aku akan selalu menunggumu..." ucapnya dan perlahan-lahan mendekati Yoshino dan menunjuk dada kekar pria tersebut. "Di hatimu..." lanjutnya.

Yoshino tersenyum. "Kizuka..." lalu memeluknya. "Aku pasti akan menyusulmu..." dan memejamkan matanya untuk merasakan suasana terakhir bersama kekasihnya di dalam dekapannya.

"Yoshino..." setetes air mata keluar dari mata Kizuka, membasahi pundak Yoshino. Perlahan-lahan, tubuh Kizuka lenyap, menjadi kupu-kupu bersayap hijau bersinar terang yang terbang ke arah Kartu Tarot Arcana Fortune yang melayang di atasnya dan menyatu.

CLINK!

Mengeluarkan sinar hijau terang tapi tidak menyilaukan mata, meski sinar itu sangatlah terang bagai matahari. Kartu yang bersinar itupun turun di hadapan Yoshino.

"Kizuka..." Yoshino kemudian membuka matanya dan memandang tajam ke arah kartu di depannya tersebut yang masih bersinar. "TUNGGULAH AKU!" Dengan kecepatan tinggi, dia mengambil Revolver miliknya dan pistol milik Kizuka secara bersamaan lalu membidik Kartu di hadapannya. "PERSONA GEAR!" diapun menarik pelatuk tersebut secara bersamaan. "AYO KITA LAKUKAN!"

DHOR!

JTAR!

CLINK!

Sinar hijau yang menyelimuti kartu tersebut semakin lama semakin terang, hingga membuat kegelapan di sekitar Yoshino lenyap.

.

[HAHAHAHA TERTELANLAH KAU OLEH KEGELAPAN HAHAHAHA!] Reaper palsu tertawa senang ketika melihat keadaan Yoshino yang tertelan oleh kegelapan. Tiba-tiba terdengar alunan musik 'Heartfull Cry'. [Apa? aura apa ini? Alunan musik apa ini?] Pluto tiba-tiba merasakan aura kuat yang berkumpul pada tubuh Yoshino yang hampir di telan kegelapan sambil mendengarkan alunan musik yang di mainkan seseorang.

"Aku... MASIH BELUM MAU MATI!" Mata kanan Yoshinopun terbuka dan memancarkan sinar hijau yang terang.

CLINK!

Dari dalam tanah kegelapan yang menelannya tersebut, cahaya hijau yang menyelimuti tubuhnya berhasil mengeluarkannya dari sana bagai kemunculan Ultraman yang akan menghadapi monster. Sambil tetap menggenggam Revolver miliknya dan Pistol milik Kizuka.

TAP!

Yoshinopun mendarat tepat di depan Pluto dan membelakanginya, dengan kostumnya yang kini terang benerang. Bersama Chronos yang juga ikut besinar dan perlahan-lahan sinar tersebut mulai merubah bentuknya, dia melakukan Metamorphosis.

[Persona Metamorphosis!] terdengar suara berasal dari tubuh Chronos.

"Persona Metamorphosis, Icarus!" teriak Yoshino dengan mata kanan yang masih mengkobarkan api hijau di balik topengnya.

Cahaya hijau yang menyelimuti tubuh Chronospun telah merubah bentuknya menjadi sebuah makhluk berseragam pilot hijau tipis mirip seperti seragam pilot Gundam Calestial Being milik Lockon Stratos. Memiliki dua sayap hijau lebar di punggung. Memakai helm pilot dengan kaca hitam tebal menutupi wajahnya dan di dua sisi pinggangnya terdapat dua pistol FN 57. Makhluk yang bernama Icarus itupun merentangkan sayapnya dan mulai berbicara.

Thou... Art I... And I... Thou...
From the Sea... of Soul... I Come...
My Name is Icarus... The Human Wing...

Lalu Icarus menghempaskan sayapnya.

[A-apa?] Pluto yang melihat hal tersebut menjadi kaget. [Ini tidak mungkin! Kau seharusnya di telan oleh kegelapan dan mati!] protesnya, tidak terima dengan apa yang ada di hadapannya.

"Sayang sekali ya hal ini mengejutkanmu, tapi takdir sepertinya memang tidak terima jika aku..." melepas topengnya dengan tangan kanan dan tersenyum ala Lelouch Vi Britannia yang melepas topeng Zeronya. "Mati..." dengan menekankan nada licik di bagian akhir kata tersebut.

"Onii-chan!" Sayu yang melihat hal itu, tiba-tiba kembali tersenyum dan berhenti menangis karena kakaknya tidak jadi mati.

"Dia... bisa melenyapkan skill Mudoon, tidak dapat di percaya." Ucap Minato sambil bertarung dengan Shadow di depannya.

"Itu karena dia adalah Onii-channya Sayu!" teriak Reizato sambil menyerang Shadow dihadapannya tanpa ampun.

"Sekarang, giliranku untuk membunuhmu!" ucap Yoshino. "Jika takdir tidak keberatan..." lanjutnya dan kembal memakai topengnya.

[Hah, membunuhku, HAHAHAHAHA! Selama perisai kaca ini melindungiku, kau tak akan bisa membunuhku!] ucap Pluto sombong.

"Biarkan takdir... yang menentukan!" Mata kanan Yoshino tiba-tiba mengeluarkan sebuah Kartu Tarot Arcana Fortune. Semua yang melihat itu, terkejut kecuali Pluto yang tidak tahu apa itu.

Clink!

"Itu..."

"Persona Gear!" Yoshino membidik kartu tersebut di hadapannya dengan Revolver dan pistol di tangannya. "Fortune, Dynames Arms!"

Dhor!

CTAR!

Kartu tarot arcana Fortune yang ada di depannyapun terpecah menjadi berkeping-keping dan pergi ke arah Icarus. Tubuh Icarus kembali di selimuti sinar dan perlahan-lahan cahaya itu menjadi armor hijau. Helm yang ada di kepalanya kini berubah menjadi kepala Gundam Dynames. Sayapnya juga ikut berubah menjadi sayap Gundam Dynames yang biasa digunakan untuk melindungi tubuhnya. Lalu kepingan cahaya tadi yang masih ada, menyatu di depan Icarus dan merubahnya menjadi sebuah senapan berlaras panjang. Kini bentuk Icarus berubah sepenuhnya menjadi wujud yang menyerupai Gundam Dynames lengkap dengan Senapan jarak jauhnya walau tanpa GN Driver di punggungnya.

"Icarus-Dynames!" ucap Yoshino.

"GUNDAM... DYNAMES! GYAAAAAA!" mata Reizato berbinar-binar ketika melihat sesuatu yang tidak masuk akal di hadapannya dan membuatnya lupa untuk marah. Persona Yoshino yaitu Icarus, berubah bentuk menyerupai bentuk Gundam Dynames ketika menerima Persona Gear pemberian mendiang Kizuka.

"Rei-san, bukan saatnya untuk terkagum-kagum!" teriak Minato yang selesai menghancurkan satu Shadow Kastil di hadapannya berkat bantua n Orpheus, Titan, Fortuna, Jack bersaudara dan Apsaras, juga support dari Yukari dan Sayu.

"Oh iya, Joker!" Jokerpun memutar tubuhnya dengan kecepatan penuh dan menebas-nebas Shadow yang di hadapinya sampai berkeping-keping.

"Sekarang, giliran kita Icarus-Dynames." Ucap Yoshino yang memandang Persona barunya yang kini tidak memiliki Skill Hyper Clock Up dan juga tingkat Skill Regenerate dan Invorage menjadi tingkat satu. Di tambah lagi, kini Icarus hanya bisa menyerang dengan Skill Garu dan senjata yang ada di tangannya. Tapi, berkat tambahan Persona Gear Fortune yang di berikan Kizuka padanya, Icarus memiliki Skill tambahan yang misterius.

[Hahahaha! Kau mau membunuhku dengan Persona barumu yang tidak memiliki Skill Hyper Clock Up dan hanya memiliki Skill lemah saja, HAHAHAHAHAHA! Sangat menyedihkan...] ejek Pluto yang entah kenapa bisa mengetahui hal tersebut.

"Meskipun Icarus tidak memiliki skill Hyper Clock up, juga Skill Regenerate dan Invorage telah menjadi tingkat 1. Tapi, aku masih bisa membunuhmu dengan Skill yang Kizuka berikan padaku memalui Persona Gear ini!" Teriak Yoshino. Tiba-tiba sebagian kepingan cahaya hijau dari tubuh Icarus perlahan-lahan keluar dan membentuk sebuah replika senapan milik Gundam Dynames yang ternyata di buat untuk mengendalikan senapan milik Icarus-Dynames. "Bersiaplah!" sambil membidik Pluto dengan replika senapan tersebut menggunakan mata kanannya yang mengobarkan api hijau di balik topengnya, hingga di ikuti oleh gerakan Icarus-Dynames.

[Tidak akan kubiarkan] Pluto membidik dua Revolver emasnya tersebut ke arah Yoshino. [Primal Force!] dan menembakan dua peluru bercahaya ungu kehitaman.

Yoshino tersenyum dari balik topengnya. "Icarus-Dynames!" memerintahkan Personanya untuk melindunginya. Sayap Gundam Dynames yang di pakainyapun melindungi seluruh tubuhnya.

DHUAR!

Icaruspun terkena serangan tersebut hingga membuat ledakan di tempatnya.

[RASAKAN ITU, HAHAHAHAHA!] Pluto pun tertawa setelah puas menembak Yoshino.

"HAHAHAHAHA! TERTAWALAH SEPUASMU!" teriak Yoshino dari balik asap yang menyelimutinya.

[Apa?] Pluto kembali terkejut ketika melihat badan Icarus-Dynames tidak lecet sedikitpun. [Bagaimana bisa?]

"Icarus-Dynames, dapat meniadakan serangan tembakan dan tebasan pedang karena, kedua serangan tersebut bukanlah kelemahannya!" ucap Yoshino.

[Tidak mungkin!] protes Pluto.

"Sekarang giliranku!" Yoshino membidik Pluto dengan Replika senapan di tangannya dari Icarus-Dynames sehingga Personanyapun mengikuti gerakan membidiknya dan menurunkan antena 'V' emas di dahinya hingga menutupi matanya, seperti Gundam Dynames lakukan di Tv untuk menembak musuh dari jarak jauh. "Lockon Stratos," dengan menutup mata kirinya dan membiarkan mata kanannya terbuka untuk membidik satu titik retakkan yang tadi dia buat. "Bidik dan Tembak!" lalu menarik pelatuk replika senapan tersebut.

[Torrent Shot!]

JLUS! JLUS! JLUS!

Tiga tembakan partikel cahaya berwarna hijaupun keluar dari senapan Icarus-Dynames secara bergiliran dan menuju ke arah Pluto di satu titik retakan pelindung dengan kecepatan angin.

CTRING!

KRETEK!

CTRING!

KRETEK!

CTRING!

KRETEK TEK!

CTAR!

Perisai pelindung orange yang melindungi Plutopun pecah setelah mendapatkan tembakan yang ke tiga dari Icarus-Dynames.

[Tidak!] teriak Pluto yang kini terlihat dengan jelas tengah memakai sebuah mahkota emas berbentuk menara di atas kepalanya. Bukan, itu bukan mahkota yang mirip menara. Tapi itu adalah topeng Menara dengan ujung yang rusak. Ya, itu adalah Shadow Arcana Tower yang berbentuk Reaper.

"Jadi, itu wujud aslimu." Ucap Yoshino dengan nada remeh. "Sekarang, MATILAH KAU!" tak lama setelah itu, bersiap menembak target.

[TIDAK!] teriak Pluto histeris karena ketakutan lalu menembaki Yoshino dengan dua Revolver emasnya. Tapi berhasil di tiadakan karena serangan tembak bukanlah kelemahan Icarus-Dynames.

"Icarus-Dynames!" Yoshino kembali membidik Pluto. Di saat itu juga, Icarus-Dynamespun mengumpulkan seluruh energi kedalam senapannya tersebut. Cahaya hijau berbentuk bola dengan ukuran bola tenis telah berkumpul di ujung senapannya.

[TIDAK AKAN!] Pluto kembali mengarahkan dua Revolver emasnya ke arah Yoshino. [PRIMAL FORCE!]

"LOCKON STRATOS, MENGUNCI DAN TEMBAK!" dengan meneriakan kalimat sang penembak jitu Calestial Being, Yoshino menarik pelatuk replika senapan tersebut sekali lagi.

[TRIGGER AERO BLASTER!]

JLUS!

BLURRRRRR!

Dengan cepat, cahaya hijau bola kecil yang berkumpul di ujung senapan Icarus-Dynamespun melesat bagai angin tornado yang berputar-putar ke arah Pluto. Jalur yang di laluinyapun hancur meski ukurannya kecil. Juga dua peluru dengan Skill Primal Force dari Plutopun di tembusnya hingga hancur.

[TIDAAAAAAK!] teriak Pluto dan temabakan Icarus-Dynamespun mengenai perutnya lalu meledak. Ledakan tersebut berupa sebuah ribuan tusukan pedang-pedang kecil yang menusuk setiap tubuh Pluto dan sedikit-sedikit melenyapkannya.

ledakan itupun juga membuat amukan angin dasyat di sekitar ruangan lantai tersebut hingga topi Fedora hitam milik Reizato terbang jauh darinya.

"Semua, bertahan!" teriak Reizato.

"Gila..." gumam Minato.

[AAAAARRRGH! TIDAK... TIDAK MUNG-] Topeng menara yang berada di atas Plutopun lenyap sebelum menyelesaikan kata-katanya. Pluto kini sepenuhnya lenyap tak berbekas. Bersamaan itu juga, amukan anginpun berhenti.

"Berakhir sudah..." Yoshino menoleh ke arah badan Kizuka yang berada di belakangnya dan tersenyum lalu mendekatinya. "Kizuka, aku sudah membalaskan kematianmu..." Icaruspun menghilang, masuk ke dalam tubuh Yoshino. "Maafkan aku... tidak bisa... melindungimu..." Dia akhirnya jatuh karena kehilangan banyak tenaga setelah mengeluarkan Skill Trigger Aero Blaster di dekat Kizuka dan pingsan sambil memegang erat tangan gadisnya.

"ONII-CHAN!"

Terdengar suara adiknya memanggilnya, walau yang menyapanya di matanya adalah kegelapan.

.

Velvet Train.

JES-JES-JES-JES-JES!

TUT!

TUUUUUT!

Sebuah cahaya biru Velvet menyeret ke sadaran Yoshino kedalam sebuah gerbong kereta bernuansa biru, di temani dengan suara gerakan laju kereta uap dan peluit kereta tersebut. Di sana dia duduk di salah satu kursi penumpang dalam keadaan tak sadarkan diri, di dalam ruangan VIP. Igor, yang duduk dihadapannya hanya tersenyum dan menatap Yoshino dengan tajam seperti biasa, dengan meja kotak berwarna biru Velvet yang berada di antara mereka berdua sebagai pembatas. Igor tidak sendiri, dia di temani Tieria di sampingnya.

Tak lama kemudian, Yoshino membuka matanya perlahan. Diapun terkejut dengan apa yang di depannya. "Si-siapa kalian? Dan dimana ini?" tanyanya.

"Khukhukhu..." Igor tertawa. "Welcome in the Velvet Train"

~To Be Continue~


General Information.

Persona Gear: Sebuah kartu Tarot yang memiliki Arcana yang berasal dari jiwa-jiwa orang. Kartu tersebut dapat di pakaikan kepada Persona-user dan Persona.

Dynames Arms (Fortune): Persona Gear milik Yoshino yang di dapat dari jiwa Kizuka. jika di gunakan oleh manusia maka yang muncul adalah senapan L-96A-1/AWP. Tapi jika di gunakan oleh Personanya yaitu Icarus, makan Persona Gear tersebut menjadi armor yang dapat merubahnya menyerupai wujud Gundam Dynames. Di lengkapi dengan senapan berlaras panjangnya, sayap yang menjadi perisai dan armor pertahanan yang menyerupai Gundam Dynames tanpa GN Driver.

Skill Persona
Trigger Aero Blaster (Icarus):
Skill penembak jitu milik Icarus ketika dipakaikan Persona Gear dengan dampak kekuatan yang dashyat. Tapi hanya boleh di pakai 2 kali tembak saja karena memakan 1/3 energi jiwa.

maaf ya karena Updatenya lama dan maaf juga saya Egois banget. Padahal ini adalah Hari libur semester. Terima kasih telah membaca cerita saya. oh ya, numpang promosi. Tolong ya di Poll cerita author Hanaka Riika berjudul Akankah?, soalnya saya ingin tahu kelanjutannya.

Terima kasih untuk:

Hierophant Kagutsuchi: terima kasih atas reviewnya, maaf jika fictnya kekanak-kanakan.

Hirosuke Arisato: emang mudah ya jika di Armageddon, tapi nggak seru.

KagaHinaSato: Maaf jika belum di jawab, ya biar gitulah, nanti ada humor GAJEnya lagi

Blazin'99: begitulah, nanti akan ada OC yang baru, mungkin ceritanya lebih dari 100(?)

terima kasih untuk semuanya dan maaf jika FIct ini terasa terlalu kekanak-kanakan. Walau begitu para pembaca sekalian wajib!

~REVIEW~

Author Sp-Cs mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2013.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN(?)