Persona 3: Petualangan Sang Kakak
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, Ultraman milik Tsuburaya production, Final Fantasy milik Square Enix.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.
Summary: beberapa hari telah berlalu semenjak kejadian tersebut selesai. Sang penembak jitu Stratosfir kini masih tertidur lelap di atas ranjang putih meski seseorang didunianya telah meninggalkannya. Bisakah dia menjalani hari-hari tersebut tanpanya?
ஜ۩ஜ
¸¤°ஜ۩۞۩ஜ°¤¸
●▬▬▬●ஜ۩ ۩ஜ●▬▬▬●
Beberapa hari telah berlalu semenjak kejadian penculikan tersebut berlangsung. Jasad Kizuka telah di kebumikan di sebelah makam Yoshino yang tentunya dari awal masih kosong. Sementara itu, dua saudara Kizuka kini tidak memiliki ingatan tentang Persona, Shadow dan hal-hal yang berhubungan dengan Dark Hour di karenakan kekuatan Norn milik Yoshino telah lenyap sehingga secara otomatis ingatan dua saudara tersebut menghilang bersama Persona mereka yang kembali tertidur di dalam tubuh mereka, dan sekarang mereka adalah manusia biasa.
Kehidupan SEES perlahan kembali Normal seperti biasa. Yukari kini dapat kembali bersekolah seperti biasa setelah di perbolehkan oleh Mitsuru tapi tidak hanya itu, karena tidak masuk sekolah akibat di culik, Yukari kini di bebani oleh 1 kg tugas sekolah yang menumpuk dan tertinggal pelajaran jauh akibat hal tersebut. Namun, untungnya Minato dan Minako bersedia menemani Yukari untuk membantunya menyusul pelajaran yang tertinggal dan menyelesaikan semua tugasnya tersebut.
Ke esokan harinya...
Yoshino mulai membuka matanya kembali setelah tertidur beberapa hari. Pihak rumah sakit yang telah mengetahui itupun segera menelepon Asrama Iwatodai untuk memberi tahu kan bahwa Yoshino kini sadar.
~Chapter 31: Bergabungnya Sang Penculik~
Asrama Iwatodai, siang hari.
Lounge.
Terlihat Jelmaan Setsuna F. Seiei sedang duduk di atas lantai sambil menghadap Tv kecil yang menyiarkan anime kesukaannya yaitu Gundam di ujung tembok kaca tengah ruangan sambil memakai kemeja putih polos dan celana panjang biru buram bersama Kaito Shion dan Miku Hatsune sang Vocaloid yang duduk di sebelahnya sambil makan es Krim rasa bawang buatan Miku yang sepertinya masih beta saja tinggal di asrama.
Sayu sedang duduk di sofa sambil membaca majalah yang di pinjamnya dari Yukari dan seperti biasa seluruh anggota tim SEES pergi sekolah.
Kring... Kring...
Terdengar suara telepon asrama berbunyi, membuat Reizato dan Sayu menoleh ke arah asal telepon tersebut.
"Ada telepon..." ucap Reizato.
Sayu meletakan majalah milik Yukari dan berdiri. "Biarku angkat." Lalu berjalan menuju ke arah telepon yang terletak di meja resepsionis dan mengangkatnya. "Halo, ini asrama Iwatodai. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
[Ini rumah sakit Tatsumi Memorial, kami menyampaikan bahwa hari ini pasien yang bernama Yoshino Hiroshi sudah sadar] ujar suster perempuan melalui telepon kepada sayu.
Sayu yang mendengar hal itu langsung gembira. "Apa?" teriaknya senang hingga membuat Kaito dan Miku menoleh ke arah Sayu dengan tampang heran. "kalau begitu terima kasih atas infonya, kami akan segera kesana!" Sayu lalu segera menutup teleponnya dan memasang expresi senang.
"Siapa yang menelepon?" tanya Kaito.
"Pihak rumah sakit, kata mereka bahwa hari ini Onii-chanku sudah sadar!" jawab Sayu.
"Oh..." ucap Kaito dan setelah itu kembali menoleh ke arah Tv asrama.
"Sayu-chan punya kakak? Kok aku tidak tahu?" tanya Miku.
"Nanti saja hal itu di ceritakan. Sementara itu," Sayu kemudian menoleh ke arah Reizato. "Rei-kun, bisa tolong antar aku ke rumah sakit hari ini, tidak?" tanya Sayu kepada Reizato.
"Nanti setelah anime Gundamnya selesai" jawab Reizato sambil dengan fokusnya tetap memandang Anime di dalam Tv asrama. Tiba-tiba tanpa sebab, Tv asrama tersebut mati hingga membuat Reizato kaget. "TIDAK! TVNYA MATI!" teriaknya lebay, kemudian mencari Remote Tv. "Remotenya mana? Remote!" teriaknya sekali lagi.
"Mencari ini?" ucap Sayu sambil memegang sebuah Remote Tv dan menunjukannya pada Reizato. "Kalau mau, antar aku dulu ke rumah sakit, ok" sambil mengedipkan sebagian matanya dan tersenyum.
Reizato yang mendengarnya menjadi lemas.
"Yang sabar mas, nanti aku kasih es krim loh" hibur Kaito.
"Benarkah?" tanya Reizato yang kembali bersemangat.
"Ya, tapi hanya di dalam mimpimu WKWKWKWKWKWKW" ejek Kaito.
"ITU SAMA SAJA NGGAK DI KASIH!" teriak Reizato.
Akhirnya Reizato dan Sayu pergi menuju rumah sakit Tatsumi Memorial sambil membawa sebuah tas berisi pakaian untuk Yoshino. Meninggalkan kaito dan Miku yang enak-enakan nonton Tv kembali dan membuat wajah Reizato masam karena dirinya harus mengantar Sayu ke rumah sakit untuk menemui kakaknya agar bisa kembali menonton Tv.
Tatsumi Memorial Hospital, pagi hari.
Ruang perawatan Yoshino Hiroshi.
Krek...
Terdengar pintu ruangan kamar rawat Yoshino terbuka. Membuat Yoshino yang sedari tadi memandang langit menoleh ke asal suara tersebut.
"Nii-chan!" Sayu langsung berlari ke arah Yoshino dan memeluknya dengan erat dan tampang bahagia karena kakaknya kini sadar. "Apakah Nii-chan baik-baik saja?" tanya Sayu sambil melepaskan pelukannya.
"Eh, iya. Aku baik-baik saja..." ucap Yoshino dengan senang. "Lalu... Bagaimana keadaanmu?" tanya Yoshino balik.
"Baik!" teriak Sayu yang penuh dengan kebahagiaan.
"Hm, kau kelihatan bahagia hari ini, ada apa Sayu?" tanya Yoshino.
"karena besok Onii-chan akan keluar dari rumah sakit." Jelas Sayu. "Jadi, Onii-chan bisa tinggal dengan kami di asrama!" lanjutnya.
"Asrama? Maksudnya asrama yang di buat oleh Kirijou Grub?" tanya Yoshino.
"Benar!" jawab Sayu.
Yoshino kemudian menundukan kepala dan menatap selimut dengan tajam lalu mengepalkan kedua tangannya. Membuat poni rambutnya menutupi matanya dan menggelapkannya.
Sayu tidak menyadari hal itu karena terlalu bahagia, tetapi Reizato yang dari awal membawa sebuah tas berisi baju menyadari hal itu hingga dirinya mulai heran dan bertanya. "Kau kenapa?" dengan nada curiga hingga membuat Sayu menoleh ke arah Reizato dengan heran lalu kembali menatap Yoshino.
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Reizato, Yoshino menoleh ke arah Reizato dan tersenyum. "Tidak ada apa-apa, aku merasa senang saja" ucapnya.
"hm..." gumam Reizato.
"Ada apa Rei-kun?" tanya Sayu.
"Hm, cuma bertanya apakah dia senang atau tidak." Jelas Reizato dengan muka Innocent alias tanpa dosa.
"Tentu aku senang, apa kau tidak senang jika calon kakak iparmu ini tinggal bersama kalian?" tanya Yoshino dengan senyum.
"sepertinya..." ujar Reizato.
Sayu kemudian menoleh ke arah kakaknya lagi. "Oke Nii-chan, besok kami jemput ya!" ucap Sayu. "Dan ini baju untuk Nii-chan untuk di pakai besok!" lalu meletakan tas berisi baju dari Reizato di lantai dekat Yoshino.
"Terimakasih, Sayu" ucap Yoshino dengan senang.
Sayu kemudian menarik Reizato keluar. "Jangan lupa ya Nii-chan, besok kami jemput!" teriaknya lalu menutup pintu kamar tersebut.
Yoshino kemudian memandang langit dari balik jendela sekali lagi. "Kizuka..." dan mengeluarkan sebuah butiran kristal cair dari matanya.
Hari selanjutnya...
Reizato dan Sayu akhirnya keluar dari rumah sakit bersama Yoshino.
Yoshino yang berada di luar rumah sakit itupun menghirup udara luar rumah sakit, terlihat dirinya bahagia setelah keluar dari rumah sakit. "Hah~ udara setelah keluar dari rumah sakit benar-benar nikmat!" teriaknya pelan setelah menghembuskan napas terakhir. *Di bunuh Yuno Gasai(?)*
"Ayo Nii-chan!" ajak Sayu.
"Tunggu dulu!" Yoshino tiba-tiba menghentikan.
"Kenapa?" tanya Sayu.
"Aku ingin mengunjunginya dulu..." ucap Yoshino. Mereka berdua yang mengerti maksud Yoshino mengubah expresi sedih.
"...Baiklah..." ucap Sayu. Akhirnya Yoshino di antar Sayu dan Reizato ke sebuah tempat, tempat dimana seseorang yang di cintai Yoshino berada, tempat dimana orang tersebut istirahat untuk selamanya, dan tempat... dimana sebagian kehidupannya telah meninggalkannya.
Di depan sebuah makam bertuliskan nama seseorang yang berharga bagi Yoshino, mereka bertiga sampai. Yoshino kemudian meletakan setangkai bunga melati yang di ambilnya dari rumah sakit di atas makam tersebut dan setelah itu memandangnya. Kemudian Berdoa dengan kusyhuk, agar arwah seseorang tersebut istirahat dengan tenang. Selesai berdoa dia kemudian tersenyum ke arah Sayu dan Reizato tanda bahwa dia siap pergi bersama mereka.
Sore harinya...
Asrama Iwatodai.
Lantai 4, Command Room.
Semua berkumpul di Command Room setelah mendapat kabar dari Reizato bahwa Yoshino hari ini pindah ke asrama dan bergabung dengan tim SEES sebagai bentuk tanggung jawabnya atas perbuatannya setelah membuat masalah pada hari sebelumnya. Kecuali Ikutsuki yang sepertinya tidak datang dan Tatsuya Suou yang sepertinya terlambat.
"Jadi, anda ingin bergabung dengan Tim SEES?" tanya Mitsuru.
"Ya, aku ingin bergabung dengan kalian sebagai bentuk tanggung jawabku dan permintaan maafku atas perbuatanku beberapa hari yang lalu." ucap Yoshino. "Tapi jika tidak, kalian boleh melaporkanku kepada polisi karena telah melakukan penculikan" lanjutnya. Sayu yang mendengar hal itu terkejut, membuat dirinya berharap agar kakaknya tidak jadi dilaporkan polisi.
"Hmm..." Mitsuru berpikir. "Tapi sebelum itu," lalu menoleh ke arah Yukari, "Takeba, apakah kau setuju menelepon polisi untuk menangkapnya? Atau memaafkannya dan memasukannya sebagai anggota kita?" tanyanya yang membuat seluruh penghuni asrama memandang ke arah Yukari.
"Mengenai itu..." Yukari berpikir dengan serius lalu memandang ke arah semua orang yang dari tadi memandanginya dengan tatapan serius. "...Baiklah, aku memaafkannya." Ucap Yukari yang membuat Yoshino lega.
"Hore! Onii-chan menjadi salah satu kelompok kita!" teriak Sayu yang langsung memeluk Yoshino.
"Ya Sayu, sekarang Nii-chan akan melindungimu dan semua yang ada di sini" ucap Yoshino.
"Pilihan yang tepat, Yukari" puji Reizato.
"Eh?" Yukari bingungn dengan maksud ucapan kakaknya.
"Maksud Nii-san, Kau adalah adik yang baik dan jadilah seterusnya begini." Jelas Reizato.
Yukari kemudian tersenyum setelah mengetahui maksud kakaknya. "Ya" ucapnya.
"Oh ya Mitsuru, dimana Ikutsuki?" tanya Akihiko.
"Katanya hari ini dia tidak bisa datang" jawab Mitsuru.
Yoshino yang mendengar hal tersebut bertanya. "Maaf, kalau boleh saya tahu Ikutsuki itu siapa?" dengan nada formal.
Mitsuru kemudian menjelaskan. "Shuji Ikutsuki adalah kepala asrama ini dan dialah yang mendirikan tim SEES ini, apalagi dia adalah salah satu peneliti Kirijou Grub. Jadi dia adalah orang yang sangat penting di sini karena dia yang memberi kami perintah, saran dan nasehat" sambil tetap dengan nada anggun.
"Oh... begitu..." gumama Yoshino. ("Shuji Ikutsuki? Sepertinya pernah dengar, Tapi dimana?") batinnya.
"Eh maaf aku lupa memberimu ini." Mitsuru menunjukan sebuah koper putih di depan Yoshino lalu membukanya. "Ini ambilah, ini adalah Evoker dan pita merah lambang SEES. Dengan begini kau resmi menjadi anggota grup" jelas Mitsuru.
"Terima kasih..." Yoshino mengambilnya.
"Tatsuya mana?" tanya Junpei.
"Dia terlambat kali." Jawab Minako.
Tiba-tiba Yoshino berdiri. "Baiklah semua, karena aku adalah anggota baru di sini jadi akanku perkenalkan diriku pada kalian." Ucap Yoshino dengan senyum. "Perkenalkan, namaku adalah Yoshino Hiroshi tapi kalian semua bisa memanggilku Lockon Stratos. Mohon bantuannya" ucapnya.
Dan saat itu, Social Link Arcana Fool milik Reizato Naik dan Yoshino tinggal di asrama tersebut dan mungkin juga social link Arcana Fool milik Minato dan Minako juga naik karena ha tersebut. Tak lama setelah itu Tatsuya datang terlambat dengan alasan motornya di pakai oleh Valentino Rossy. Reizato kemudian menjelaskan pada Tatsuya bahwa ada anggota baru yaitu, Yoshino Hiroshi. Tatsuya kemudian berkenalan dengan Yoshino. Saat berkenalan, Yoshino kaget ketika berkenalan dengan Tatsuya karena Tatasuya adalah seorang polisi yang "Hot Smoking".
"Tatsuya Suou? Tatsuya Suou polisi "Hot Smoking" itu?" tanya Yoshino.
"Benar, memang kenapa?" tanya Tatsuya.
"Tidur bareng akyu yuk~" goda Yoshino. Tatsuya yang mendengar hal itu mundur 1.000 langkah juga semua yang mendengar kaget.
"TIDAK! ONII-CHANKU TERNYATA LESBI!" teriak Sayu.
"YANG BENAR MAHO!" teriak Reizato.
"Ternyata ada yang sejenis diriku juga~" ucap Akihiko dengan nada banci.
"NO WAY! AKIHIKO-SENPAI! AKULAH YANG PANTAS TIDUR DENGANMU!" teriak Minato yang cemburu.
"TIDAK! NII-SANKU DAN AKIHIKO-SENPAI PUNYA SIFAT YURI!" teriak Minako.
"YANG BENAR YAOI!" teriak Yukari.
"MINATO! KAU MENGHINATIKU! PADAHAL AKU TIDUR BARENG KAMU!" teriak Junpei.
"NOOOO! JUNPEI-KUN NGGAK WARAS!" teriak Fuuka.
"Dari dulu dia nggak waras" ucap semuanya berjamaah hingga membuat Junpei mojok di pojokan.
"Untungnya yang masih waras cuman kita berdua ya, Tatsuya" ucap Reizato.
"Benar." Sahut Tatsuya yang tiba-tiba memegang tangan Reizato. "Kalau gitu kita tidur bersama Yuk~" lanjutnya dengan nada banci.
"Ayuk~" jawab Reizato juga dengan nada banci.
"TIDAK! NII-SANKU PUNYA SIFAT SHOUJO-AI!" teriak Yukari.
"YANG BENAR SHOUNEN-AI!" teriak Minako yang balas dendam.
"BERHENTI SEMUANYA!" teriak Mitsuru yang mengeluarkan aura kematian yang sangat tajam sambil mendeathglare ke arah laki-laki yang ada di sana. "APA KALIAN MAU AKU "EKSEKUSI"?" tanyanya sambil mengeluarkan Rapier Sword milik Asuna dari Sword Art Online yang tajam sampai membuat para laki-laki di sana menjadi norma kembali.
Lantai 3.
"Sayu-san hari ini tinggal di sini ya." Ucap Yukari yang membawa barang-barang Sayu dan mengantarnya ke sebuah kamar kosong di lantai 3. Di karenakan dia merasa kasihan jika Sayu tinggal di lantai 2 dimana laki-lakinya kini bertambah banyak.
"Tapi... aku maunya tinggal sama Rei-kun..." Sayu mulai merengek.
"Memang aku juga maunya begitu tapi..." Yukari mulai lemas untuk menjelaskan. "Masalahnya nii-sanku kan masih mempunyai penyakit "aneh" itu, jadi masa kau tinggal di lantai 2 tempat di mana para laki-laki tinggal. Entar, kau nanti di intip loh apalagi kalau di intip oleh "kambing" itu." ucapnya yang berusaha menakut-nakuti Sayu.
"Hah~..." Sayu menghelah napas. "Baiklah, aku akan tinggal di sini, di sebelah kamar Yukari..." lanjutnya dengan lemas.
"Baguslah!" Yukari tersenyum.
"Eh Sayu-san tinggal di sebelahku ya?" tanya Miku yang keluar dari kamarnya dan sadar bahwa di sana ada Sayu dan Yukari.
"Iya," jawab Sayu.
"Nanti kita ngerumpi bersama Yukari dan Fuuka ya, di kamar Sayu?" tanyanya.
"Boleh." Jawab Sayu dengan senang.
"Asik! Aku mandi dulu ya." teriak Miku dan lalu pergi ke WC.
Lantai 2.
Reizato menunjukan letak kamar Yoshino berada. "Di sinilah kau akan tinggal." Ucapnya sambil menunjukan kamar Yoshino, lalu memberikan kuncinnya kepadanya. "ini kuncinya" yang di terima oleh Yoshino.
"Terima kasih," ucap Yoshino.
"Sudah ya," Reizato kemudian pergi meninggalkan Yoshino.
"Tunggu!" Yoshino menghentikan Reizato dan membuat Reizato menoleh ke arahnya. "Ketika kau tinggal bersama adikku, apa kalian sudah "melakukan"nya tanpa sepengetahuanku?" tanya Yoshino dengan nada serius dan menajamkan matanya ke arah Reizato.
Reizato tidak mengerti apa yang di maksud Yoshino. ""Melakukan"? melakukan apa?" tanya Reizato.
Yoshino semakin menajamkan matanya. "Jangan bercanda, kalian pasti telah "melakukan"nya, iyakan?" tanyanya dan kali ini terdengar tegas.
"Sungguh, aku tak tahu apa maksudmu. Jadi tolong, jelaskan apa yang di maksud "melakukan"?" tanya Reizato sekali lagi dengan tampang Innocent.
Yoshino yang mendengar hal itu juga bingung. "Eh, jadi kalian belum "melakukan"nya?" tanya Yoshino. "Baguslah..." Entah kenapa Yoshino terdengar lega. "Oh ya, apakah kau mau memaafkanku atas perbuatanku sebelumnya?" tanyanya.
"Dari dulu setelah kau sadar, aku telah memaafkanmu sama seperti adikku" ucap Reizato.
"Sungguh? Terima kasih" Yoshino kemudian tersenyum.
"Sama-sama" jawab Reizato. Tiba-tiba waktu berhenti, lalu munculah sebuah kartu Tarot Arcana Fortune lagi di hadapannya dan langsung masuk ke dalam tubuhnya. ("Social Link Arcana Fortuneku telah kembali, namun kembali dalam level 1. Tapi, kali ini tidak akanku sia-siakan") batinnya dan waktupun berjalan.
"Oh ya, bisakah kita bicara lain kali?" tawar Yoshino.
"Oke, Yoshino-san." Reizato menerima tawaran tersebut.
"Jangan panggil namaku Yoshino, sekarang kau harus panggil aku Lockon Stratos karena aku ingin melupakan masa lalu, mengerti?" ujar Yoshino.
"Iya-iya, Lockon. Tapi, kau adalah kau dan bukan orang lain" jelas Reizato dan kemudian mereka berpisah.
Lantai 4, Command Room.
Mitsuru dan Akihiko sedang mengawasi kamera pengintai di kamar Yoshino. "Sepertinya dia baik-baik saja" ucap Mitsuru.
"Mitsuru, apa kita bisa percaya padanya?" tanya Akihiko.
"Mungkin, tapi karena yang ku dengar dari Penjelasan Adik Hiroshi dan Takeba, dia dan Personanya yang bernama Icarus memiliki kemampuan menembak musuh dalam jarak jauh. Dan dia juga memiliki Persona Gear sama seperti kakak Takeba sehingga Personanya dapat menggunakan sebuah Aligmithy Skill yang sangat kuat. Jadi mungkin kita bisa sedikit bergantung padanya." Jelas Mitsuru.
"Benarkah?" Tanya Akihiko yang mendengarnya sampai dirinya terkejut.
"Benar, tapi yang aku heran adalah apa itu Persona Gear? Lalu bagaimana cara mendapatkannya?"
"Apakah kalian ingin menggunakan Persona Gear?" tiba-tiba terdengar suara Ikutsuki di belakang mereka yang membuat mereka berdua menoleh ke arah belakang.
"Ikutsuki-san, bukannya kau ada urusan hari ini?" tanya Mitsuru.
Ikutsuki kemudian mendekat ke arah layar komputer. "Jadi, dia anggota barunya yang juga bisa menggunakan Persona Gear?" tanya Ikutsuki.
"Ya" jawab Akihiko dan bersamaan dengan hal tersebut, Dark Hour terjadi.
"Aku sarankan kalian berhati-hati, padanya sama seperti kakak Takeba" ujar Ikutsuki.
"Kenapa?" tanya Mitsuru yang begitu bungung.
"Akanku jelaskan jika kalian sudah mengalahkan 12 Shadow yang selalu muncul di setiap bulan Purnama. Juga mengenai Persona Gear, cara mendapatkannya adalah membunuh seseorang yang memiliki Persona Gear. Apakah kalian mau?" tanya Ikutsuki sambil membenarkan kacamatanya juga membuat 2 orang yang mendengarnya tersebut kaget.
"M-Membunuhnya?" tanya Mitsuru yang kaget.
"Apa anda serius?" tanya Akihiko yang tidak percaya.
"Tentu, jika tidak mau ya jangan lakukan. Juga rahasiakan ini dari mereka dan anggota SEES yang lain, karena hanya kalianlah yang boleh tahu." Jelas Ikutsuki yang kemudian meninggalkan Command Room dan membuat Mitsuru dan Akihiko dalam keadaan kebingungan.
"Sebenarnya apa maksudnya?" tanya Akihiko.
"Aku juga tidak tahu, tapi sebaiknya kita rahasiakan sesuai perintahnya" jawab Mitsuru dan mereka.
Tapi sebenarnya mereka telah di bohongi oleh perkataan Ikutsuki agar mencurigai Yoshino dan Reizato.
("hehehe... dasar anak-anak bodoh, di bohongi mau saja.") Batin Ikutsuki di depan pintu Command Room sambil mengintip Mitsuru dan Akihiko dengan senyum liciknya yang begitu licik, kemudian menutup pintu Command Room dengan perlahan.
Unknown Place.
Kaching!
Suara 2 benturan pedang terdengar di penjuru tempat putih yang luas tersebut.
"ORYAAA!" teriak seorang laki-laki bermabut pirang bertopeng Bushido yang hanya menutupi hidung sampai ujung dahinya dengan memakai pakaian Shogun hitam yang mengayunkan pedangnya dan berhasil menebas seekor Shadow Emperor berbentuk kesatria hitam yang menunggang kuda melayang dan memegang sebuah lembing di depannya.
Namun di belakangnya, 2 Shadow Emperor tengah melesat maju dengan cepat ke arah laki-laki pirang tersebut, berusaha menyerang laki-laki tersebut dari belakang dengan cepat.
"Ho... menyerang dari belakang? TIDAK AKAN BISA SEMUDAH ITU!" Laki-laki berambut pirang tersebut berhasil menghidar, kemudian topeng Bushidonya bercahaya. "Mitsuhide Akechi!" keluarlah pecahan cahaya biru yang keluar dari tubuhnya dan membentuk sebuah makhluk berbaju samurai berambut hitam panjang dengan memakai topeng yang sama di pakai oleh pria yang memanggilnya dan juga memegang sebuah katana. "MARAGION!" Persona bernama Mitsuhide Akechi tersebut memegang pedangnya secara vertikal diatas bahu sebelah kanan menghadap 2 Shadow Emperor.
Seketika itu juga 2 buah api muncul dari bawah 2 Shadow Emperor dan membakar mereka. Tapi salah satu dari mereka berhasil lolos dan berusaha menyerang laki-laki tersebut dari jarak dekat.
"MITSUHIDE AKECHI, BLADE OF FURY!" Mitsuhide langsung menangkis serangan Shadow Emperor dan dengan cepat menebas tubuh keras Shadow Emperor beberapa kali hingga menembus baju besinya, selesailah pertarungan 3 lawan 1. Laki-laki tersebut mengayunkan katananya ke bawah lalu menyarungkannya kembali dan kemudian mengambil napas lalu menyuruh Mitsuhide Akechi kembali kedalam tubuhnya.
PROK PROK PROK!
Terdengar suara tepuk tangan dari tangan Ribbon Almark. "Training that adequately captivates. You seems to be gets strength, Mr Bushido..." puji Ribbon.
"Thank you for its praise Mr Ribbon, but actually they what do ran down and I just slightly utilize my force to that thing" ucap laki-laki berambut pirang bertopeng Bushido yang menutupi hidung sampai dahinya yang di panggil oleh Ribbon sebagai Mr. Bushido.
Ribbon berpikir. "So, they that poor? Maybe i shall manage it once more" ucapnya lalu memandang ke arah Mr. Bushido. "But seems to be no time, since I will give you one task" ujarnya.
"What this?" tanya Mr. Bushido.
"Ehem..." tiba-tiba Author Sp-Cs datang entah dari mana. "Permisi saya boleh tanyak? Inikan Fict berbahasa Indonesia, kok ngomong dalam bahasa Inggris? Bisa tidak ngomong dalam bahasa Indonesia? Bukannya saya nggak senang, tapi SAYA DAN PARA PEMBACA NGGAK TAHU APA YANG KALIAN OMONGIN!" teriak Author.
"Terserah" sahut Mr. Bushido. "Jadi apa tugas saya?" tanyanya kepada Ribbon.
Ribbon tersenyum licik.
~To Be Continue~
●▬▬▬●ஜ۩ ۩ஜ●▬▬▬●
°¤¸ஜ۩۞۩ஜ¸¤°
ஜ۩ஜ
Hai-hai semua, maaf ya saya terlambat updatenya. Soalnya saya itu lagi Galau karena facebook dan karena Facebook pula saya lupa akan semua cerita saya. Apalagi yang namanya Game Online bukan Sword Art Online. Saya malah main Game Online tapi bukan masuk ke dunia Game Online kayak SAO, tapi main Game Online di depan Laptop sampai lupa akan cerita. Sekali lagi maafkan saya oke, kalau nggak dimaafin, nanti ceritanya nggak saya lanjutin loh. Cuman bercanda.
Selamat tahun baru Imlek semua untuk yang merayakan dan juga selamat hari valentine meskipun saya terlambat untuk mengucapkan selamat. Tak terasa sudah satu tahun saya menjadi Author di sini.
Thanks For Review From...
KagaHinaSato: ya, memang sebagian cerita ini atau keseluruhannya kocak karena pikiran saya tidak galau. Tapi kalau pikiran saya Galau, selalu ada Charakter is Dead, cerita menjadi serius dan adanya unsur sedih. Contohnya: Keresahan hati, Maafkan Mama Nanako, dan Cinta Tidak Harus Saling Memiliki.
Sekian dulu untuk balesan reviewnya karena yang mereview hanya satu orang saja dan jika ingin review anda saya balas, silahkan di...
~Review~
