Title : My Bestttt
-kidhood-
AUTHOR : aquariusbaby06
Cast : Baekhyun and Chanyeol
Length : Chapter
WARNING : PENUH DENGAN KEKONYOLAN DAN FLUFF GAK JELAS. JANGAN DIBACA KALAU ANEH YAAA
Btw di sini Chanyeol lebih tua beberapa bulan dari Baek, tapi tahun lahirnya beda, seperti Chanyeol sama Kyungsoo gitu beda satu bulan beberapa hari tapi beda tahun. Anggep aja Chan lahir tahun 92 Baek lahir 93 okeh sip.
.
November 1999
.
"hatchii!"
Seorang pria kecil berusia enam tahun sedang terbaring lemah dengan sebuah kain kecil di dahinya.
"Baek, kalau bersin tutup mulutnya sayang." Ucap Ny. Byun dan membenarkan letak selimut anak manisnya.
Pria mungil itu hanya mengangguk patuh.
"sekarang kau hisap ini ya, eomma akan mengambil bubur untuk Baekkie." Wanita cantik itu meletakkan thermometer di sela-sela bibir mungil anaknya. "jangan dilepas sebelum eomma datang ya, jangan banyak bergerak."
Lagi-lagi anak manis itu hanya patuh mengangguk lucu dengan hidungnya yang memerah.
Saat wanita itu keluar kamar, Baekhyun kecil memilih untuk berbaring kembali karena memang ia masih lemas dan mengantuk.
Beberapa menit Baekhyun masih terjaga dan memainkan thermometer di mulutnya dengan menggunakan gigi serta lidahnya hingga tiba-tiba sebuah suara membuatnya terkejut.
"Baekkie!"
Ugh sepertinya itu-
"Baekkie ini Yeollie! Ayo berangkat sekolah!"
Baekhyun yang merasa risih dengan teriakan temannya segera melepas termometernya dan turun dari ranjang.
Baru saja ia mencapai jendela untuk menyuruh Chanyeol masuk, ibunya yang paling cantik membuka pintu kamarnya dan memekik kaget melihat putranya meninggalkan ranjang, "Baekhyun! Mengapa kau turun dari ranjang?"
Dengan takut Baekhyun kecil berlari dan kembali berbaring di ranjangnya dan tak lupa membungkus tubuh mungilnya serapat mungkin dengan selimut, "Baekkie tidak eomma.." cicitnya.
Ny. Byun menghela hafas heran. Anaknya itu lucu sekali.
"kau melepasnya dari mulutmu Baekkie, eomma sudah bilang jangan dilepas dulu kan?" wanita itu meraih thermometer dan melihat angka yang ada di sana.
30 derajat celcius.
"kau demam sayang."
"eungh? Baekkie sakit demam? Lalu Yeollie bagaimana?"
Ny. Byun membulatkan matanya, "Chanyeol? Ada apa memangnya?"
"Yeollie ada di luar eomma. Dia menunggu Baekkie untuk sekolah." Ucapnya seraya menunjuk jendela kamarnya.
Sayup-sayup Ny. Byun mendengar sebuah suara memanggil nama anaknya.
"eomma akan menyuruh Chanyeol masuk, hari ini kau tidak masuk sekolah Baekkie." Ny. Byun mengusap rambut lebat anaknya dengan sayang, "Baekkie makan dulu buburnya, eomma akan menyuruh Chanyeol masuk ne?"
Baekhyun mengangguk dengan cepat, "Ya! Cepat suruh Yeollie masuk eomma~" rajuknya.
Akhirnya Ny. Byun keluar bermaksud untuk menyuruh Chanyeol masuk.
Baekhyun entah mengapa langsung berbaring dan menutup rapat tubuhnya dengan selimut. Mengabaikan perintah ibunya untuk segera memakan buburnya.
Ugh Baekhyun mana mau makan bubur seperti itu? Rasanya saja aneh.
Tak lama kemudian pintu kamarnya terbuka dan menampakkan ibunya. Membuat Baekhyun mengernyit. Di mana Chanyeol?
"eomma di mana Yeollie?"
Tiba-tiba saja Chanyeol kecil dari belakang tubuh ibunya muncul dengan mengenakan seragam sekolah dan tas ransel di punggungnya. Ia berlari ke arah Baekhyun yang sedang berbaring.
"Baekkie?! Apakah Baekkie sakit?" Tanya Chanyeol kecil seraya meletakkan punggung tangannya pada dahi Baekhyun.
Baekhyun mengangguk dengan cepat, "Baekkie sedang sakit, jadi tidak bisa sekolah."
Chanyeol memandang Ny. Byun dengan mata yang dibuat semenyedihkan mungkin.
"eommanim bolehkah Yeollie menemani Baekkie hari ini?" tanyanya penuh harap.
"tetapi kau harus sekolah sayang, bagaimana dengan eomma mu?" jawab Ny. Byun seraya mengusap pelan rambut Chanyeol.
"bisakah eommanim memberitahu eomma jika Yeollie ingin menemani Baekkie?" Chanyeol menggoyangkan tangan Ny. Byun. Baekhyun hanya diam memerhatikan tingkah temannya yang sedang merajuk.
"baiklah, tetapi Yeollie juga harus meminta ijin kepada eommanya nanti?"
"ya tentu saja!" jawab Chanyeol semangat.
"kalau begitu eomma keluar dulu, Baekkie harus makan buburnya ya? Kalau tidak nanti eomma tidak akan mengajak Baekkie ke rumah paman lagi."
"ne! siap eomma!" Baekhyun membuat gerakan hormat kepada ibunya dan Chanyeol diam-diam merasa gemas kepada teman kecilnya sehingga melampiaskannya dengan meremas sprei ranjang milik Baekhyun.
Selepas Ny. Byun keluar dari kamarnya, Chanyeol segera melepas sepatu serta kaus kakinya dan tidur di samping Baekhyun.
"Baekkie makan buburnya ne?"
Baekhyun yang melihat Chanyeol tiduran pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Chanyeol.
"tidak mau, buburnya sangat tidak enak Yeollie~" Baekhyun merengek dan menyusupkan wajahnya pada lengan kanan Chanyeol. "eoh? Yeollie bawa bekal dari rumah?"
Chanyeol mengangguk, "kenapa?"
"coba Baekkie ingin lihat bekalnya." Chanyeol segera membuka tas rilakkumanya dan mengeluarkan kotak bekal dengan gambar spiderman dan membukanya untuk memperlihatkannya pada Baekhyun.
"eomma membawa roti selai stroberi dan chicken katsu."
"waahh pasti enak." Baekhyun memandang bekal temannya dengan mata berbinar.
"Baekkie mau makan bekal Yeollie?"
"apa tidak apa-apa? Lalu Yeollie nanti makan apa?"
Chanyeol tersenyum lebar, "Yeollie bisa makan bubur punya Baekkie, lagipula Yeollie tidak pernah makan bubur."
Baekhyun mengambil mangkuk isi bubur dari nakas di samping ranjang dan memberikannya kepada Chanyeol. Dan bekal Chanyeol pun beralih tangan dari pemiliknya.
"ayo kita makan bersama!" Baekhyun kecil terlihat bersemangat sekali.
Satu suapan bubur ia makan dan dahinya mengernyit merasakan bubur milik Baekhyun itu. Baekhyun yang melihat itu bertanya.
"apakah buburnya rasanya aneh?"
Chanyeol menggeleng dan menelan suapan pertamanya tadi, "tidak, ini enak sekali. Eommanim sangat jago membuat bubur." Uangkapnya jujur karena memang bubur yang ia makan enak.
Baekhyun yang mendengar penuturan Chanyeol merasa tertantang untuk mencicipi buburnya.
"boleh Baekkie minta satu sendok?" dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.
Pria kecil bertelinga peri itu mulai menyendokkan bubur dan menyuapkannya pada Baekhyun.
"aaaa~" dan mengeluarkan suara mirip seperti ibunya saat sedang menyuapkan makanan padanya, "buka mulutnya Baekkie~ pesawat akan lewat~"
"aaa~" dan satu sendok bubur itu masuk pada mulut lelaki manis bermarga Byun.
Baekhyun mulai merasakan rasa aneh pada lidahnya. Rasa pahit.
Setelah dengan susah payah menghabiskan bubur di mulutnya, Baekhyun kecil mulai merengek pada Chanyeol.
"Yeollie berbohong pada Baekkie~ rasanya pahit!" dengan segala rajukannya, membuat Chanyeol kecil kewalahan dan membujuk teman manisnya.
"Yeollie tidak berbohong, mana pernah Yeollie bohong pada Baekkie?"
"tapi rasanya pahit. Kata Yeollie rasanya enak?!" Baekhyun mengerucutkan bibir mungilnya.
Chanyeol lebih maju untuk membuat Baekhyun tak cemberut lagi. "benar Yeollie tidak bohong. Mungkin rasanya pahit karena Baekkie sakit." Ucapnya meyakinkan.
"masa?" Tanya Baekhyun dengan mimic muka merajuk. Chanyeol kecil yang melihatnya segera mengelus rambut temannya, ia mengangguk.
"Baekkie makan bekal punya Yeollie saja, biar Yeollie yang makan bubur ini ne?"
Baekhyun mengangguk lucu membuat poninya sedikit menutupi mata sipit itu.
"eoh!" pekik Chanyeol pelan.
"ada apa Yeollie?" Tanya Baekhyun kecil sedikit terkejut.
Dengan tiba-tiba Chanyeol menyentuh sudut bibir Baekhyun dan mengusapnya pelan, "ada bekas bubur di sini." Lirih pria kecil bermarga Park itu. Tangannya masih mengusap sudut bibir teman manisnya.
"Yeollie? Sudah bersih?"
"ya." Chanyeol segera menjauhkan tangannya dari bibir Baekhyun. "apa masih terasa pahit?"
Baekhyun kecil mengangguk.
"Yeollie akan mencium Baekkie ya?"
Baekhyun membulatkan matanya lucu, "untuk apa?"
"kalau kita berciuman kan rasanya manis, jadi rasa pahitnya hilang." Jawab Chanyeol dengan wajah yang amat polos.
Baekhyun hanya mengerjapkan matanya bingung walaupun pada akhirnya ia mengangguk patuh.
Melihat hal itu Chanyeol kecil pun mendekatkan wajahnya pada Baekhyun, ia mulai meraih bibir Baekhyun dengan bibirnya.
Kedua pasang mata itu tertutup dengan bibir Chanyeol yang melumat bibir mungil Baekhyun.
Ciuman itu tak lama hingga Chanyeol yang memutuskan kontak bibir mereka, ia mengerjapkan matanya polos, "apakah sudah tidak pahit lagi?"
Baekhyun menggeleng dan tersenyum lebar hingga matanya hilang.
"tidak!" sahutnya.
Lelaki mungil itu segera menerjang tubuh temannya untuk ia peluk erat. "terima kasih Yeollie sudah menghilangkan rasa pahitnya hehe."
Chanyeol kecil membalas pelukan Baekhyun erat. "ya sama-sama." Ia melepaskan pelukan yang lebih kecil, "ayo kita tidur, Baekkie masih sakit kan?"
Baekhyun mengangguk dan menutup kotak bekal milik Chanyeol yang baru sedikit ia makan. Chanyeol juga meletakkan mangkuk buburnya di atas nakas.
Mereka berakhir dengan tidur bersama dan bergelung di balik selimut, berpelukan erat sekali. Sebelum Baekhyun kecil meminta sesuatu kepada teman tampannya.
"Yeollie, bolehkah kita melakukannya lagi? Tiba-tiba lidah Baekkie pahit."
.
.
Kidhood end
.
a/n : haiii kidhood chanbaek muncul! Aigoo saya lagi seneng bgt ini gegara moment chanbaek yg banjir! Tau gak yg di kiss the radio, si B nyium pipi si Sehun eh respon C waktu itu langsung ngelepas airphone haha gatau apa maksudnya terus abis gitu mukanya beteeeee abisss gilak dari situ emang saya ngerasa C punya perasaan khusus ke B wkwk duh capek sama moment CB yang banyak banget.
Emang bener, Exodus era is CB era too 3
By the way, adakah di sini para kakak kelas aku yg Senin besok UN? Semangat ya buat UN nya hehehe~ jangan mikirin gimana CB mau blak-blakan tentang hubungan mereka /plak..
Kalau begitu review yaa hehe sampai jumpa di Teenhood~~~
/hidup chanbaek/
