Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, Ultraman milik Tsuburaya production, Final Fantasy milik Square Enix.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: satu hari kemudian, terjadi kasus yang aneh. Apakah yang sebenarnya terjadi?


Velvet Room.

Sebuah cahaya menyeret kesadaran Reizato secara paksa dan membawanya ke tempat Igor berada yang tak lain adalah Velvet Room. Velvet room yang berupa sebuah elevator.

"Welcome in the Velvet room, my young son..." sapa Igor yang membangunkan Reizato dari tempat duduknya.

Reizato yang sadar segera bertanya, "Igor, kenapa aku berada di sini?".

Igor kemudian memunculkan kontrak yang telah di tanda tangani Reizato yang ada di Chapter satu. "Aku memanggilmu karena kau sudah menyelesaikan kontrak pertamamu, selamat!" Jelasnya. Tiba-tiba kontrak itu melayang ke angkasa lalu mengeluarkan cahaya yang menyialukan mata dan meledak. Reizato yang mengalami hal tersebut terkejut dan menutupi matanya dari silauan ledakan cahaya tersebut, sedangkan Igor hanya terus tersenyum.


~Chapter 32: Second Contrac!~


Reizato kemudian membuka matanya dan melihat ke arah Kontrak yang melayang tersebut. Tapi, yang dilihatnya di tempat tersebut hanyalah sebuah bola cahaya berwarna hijau kemilau yang melayang-layang sambil mengeluarkan sebuah kemilau partikel-partikel kecil yang senada dan menjatuhkannya kebawah dengan pelan bagai salju. Hal tersebut membuat Reizato heran dan bertanya, "Apa itu?".

Igor kembali menunjukan senyumnya yang khas sebagai seorang Pedofil. "itu adalah hadiah dari kontrak yang telah kau selesaikan, ambilah...!" bola cahaya itupun turun dan berada tepat di depan Reizato setelah Igor selesai berkata.

Reizato lalu mengulurkan kedua tangannya ke arah bolah cahaya itu, lalu bola cahaya itu pun lenyap masuk kedalam tubuhnya. "Hn?" Reizato terkaget dengan kejadian tersebut.

"Jangan takut, benda itu tidak akan menyakitimu tapi malah sebaliknya. Benda itu akan menjadi sesuatu yang berguna bagimu tanpa kau sadari" jelas igor yang berusaha menenangkan Reizato. Tak lama setelah itu dia mengeluarkan sebuah kontrak di atas meja lagi dan menunjukannya ke pada Reizato. "Ini kontrak keduamu, tanda tanganilah...!" pintah Igor.

Sebelum Reizato menandatangani, dia membaca dulu isi kontrak tersebut yang berisi...


Aku yang bertanda tangan di bawah ini, akan membuat 'Matahari' yang lama kembali bersinar terang untuk mengalahkan kegelapan dunia yang telah menelannya Meski tanpa ingatan di sisiku.


Reizato kembali bingung setelah membaca isi kontrak tersebut, namun Igor menyuruh Reizato untuk menadatangani kontrak tersebut dan Reizato menurutinya lalu mengembalikan kontraknya ke pada Igor. "Perjalanan barumu kini di mulai, jadi berhati-hatilah. Aku akan mengembalikanmu keduniamu, Goodbye my son" Igorpun mengembalikan Reizato kedunianya.

Hari-hari berjalan seperti biasa di asrama setelah Yoshino bergabung dan menceritakan bagaimana dia mengalami Dark Hour-yang sebenarnya dia karang sendiri dan masih menyembunyikan kebenaran karena instingnya mengatakan bahwa ada dalang di balik Dark Hour dan orang tersebut berada di dalam SEES. Tapi siapa? Itulah yang dia pikirkan.

Sementara itu setelah New Moon selesai, telah terjadi sesuatu hal yang aneh di kota Iwatodai dan masih di selidik oleh sebagian tim SEES.


Sabtu, 20 Juni 2009.

Tatsumi Port islan, siang hari.

Paulownia Mall.

"Jadi... apakah benar mengenai berita tentang sepasang kekasih yang mati karena laki-lakinya menembak si wanita lalu bunuh diri sebanyak 3 kali?" tanya Reizato pada Tatsuya. Mereka berdua-lebih tepatnya bertiga karena Sayu selalu ikut bersama dengan Reizato kemanapun kecuali WC dan kamarnya karena di larang oleh pemerintahan(?)- sedang mendikusikan rumor tersebut di Cafe Paulownia Mall yang bernama Chagali Cafe.

"Ya benar..." Tatsuya kemudian meneguk kopinya lalu meletakannya lagi di atas meja dan melanjutkan perkataannya, "Tapi itu mungkin mustahil. Bagaimana bisa orang bunuh diri lebih dari 3 kali?".

Reizato berpikir. "Mungkin dia membunuh kakinya, tangannya, setelah itu kepalanya dan totalnya 3 kali bunuh diri." Ujarnya yang ngawur banget hingga membuat Tatsuya dan Sayu Sweatdrop.

"Rei-kun, yang Suou-san maksud adalah orangnya tersebut menembak kepalanya 3 kali dengar, 3 KALI!" Jelas Sayu yang menjelaskannya pada Reizato.

"Oh..." sebuah kabel yang ada di dalam kepala Reizato kemudian menyambung. "APA?" hingga membuat dirinya sadar.

"Akhirnya loe sadar juga, bocah" kata Yoshino yang datang dan lansung duduk di kursi kosong secara tiba-tiba sambil sedikit meneguk kopi pesanannya.

"Kau ini datang-datang langsung membuat orang lain emosi saja..." Reizatopun lemas dengan sikap Yoshino yang selalu memanggilnya dan Minato dengan sebutan 'bocah'. "Terus... kenapa kau di sini dengan memakai topi, jaket tebal dan kacamata seperti itu?" tanyanya yang heran dengan penampilan Yoshino yang terlihat misterius.

"Oh ini, aku memakai ini sambil berjalan-jalan agar semua teman-temanku dulu yang mengira aku mati tidak mengetahui wajahku. Jika mereka mengetahui bahwa aku masih hidup, wah aku tidak tahu apa yang terjadi." jelas Yoshino.

Reizato yang mendengar itu sweatdrop. "Sebelumnya saat kau jadi penjahat kau padahal ingin sekali kembali ke masa lalu sampai membohongi adikmu sendiri. Tapi setelah menjadi orang baik, kau malah takut kembali ke masa lalu, dasar aneh." Ucap Reizato.

Yoshino memicingkan matanya ke arah Reizato. "Itu gara-gara loe dan Sayu yang telah membuatku begini dan juga membuat diriku ini kehilangan Persona yang ndewa banget bernama Chronos" ucapnya yang mencari alasan.

"Tapi nasi telah menjadi bubur. Dan itu berarti Nii-chan harus menghadapi masa depan bersama kami!" Selah Sayu yang begitu senang dengan keadaan kakaknya yang begini. Yoshino yang mendengar itu cuma bisa pasrah dan menghelah napas.


Asrama iwatodai, Sore hari.

Minato dan Minako berjalan pulang ke asrama sendirian setelah mereka selesai berkunjung ke Book Worm untuk bertemu dengan kakek nenek yang mereka di depan asrama, mereka berhenti ketika mata mereka menangkap sosok Yukari dan Fuuka sedang bermain bersama seekor anjing putih yang manis.

Minato mendekati Yukari dan bertanya, "Apa yang sedang kalian lakukan?" dengan nada datar tentunya.

Yukari kemudian menoleh ke arah Minato dan tersenyum. "Oh hey Minato, Minako, perkenalkan ini Koromaru. Dia adalah anjing yang tinggal di kuil" sapa Yukari sambil memperkenalkan anjing putih manis itu dengan nama Koromaru.

"Apa dia jinak?" tanya Minako yang sedikit bersembunyi di punggung saudaranya setelah melihat dengan jelas ada anjing di depan matanya.

"Sepertinya dia memang jinak, benarkan Koro-chan?" jelas Fuuka sambil mengelus-elus kepala koromaru.

"Apakah kita boleh memeliharanya?" tanya Minato penasaran.

"Sepertinya mungkin, jika Mitsuru mengijinkannya" ujar Yukari. Tiba-tiba Koromaru mendekati Minako, membuat gadis berambut merah kecoklatan itu sedikit ketakutan.

"Dia jinak Minako, lihat aku mengelus kepalanya" Minato mencoba membuat adiknya tidak takut dengan anjing.

Minako perlahan-lahan mengulurkan tangannya ke arah Koromaru dengan niat ingin mengelus kepalanya. Tangannyapun sampai dan membelai tiap bulu yang di rasakannya hingga membuat Koromaru menggeliat bagai cacing. Hal itu membuat Minako senang.

Tak lama setelah itu, Koromaru bangkit setelah Minako selesai membelai kepala dan dagunya. "Huh?" tiba-tiba Fuuka merasakan sesuatu yang aneh hingga membuatnya terkejut dan sampai membuat Minato, Minako dan Yukari menoleh ke arahnya.

"Ada apa Fuuka?" tanya Yukari.

Fuuka menggeleng. "Tidak-tidak ada apa-apa, itu hanya perasaanku. Karena itu sepertinya tidak mungkin jika..."

GUK!

Sebuah gongongan anjing lain telah mematahkan omongan Fuuka. Anjing berbulu coklat tersebut mendekati Koromaru dan menggonggong kearahnya dengan riang dan senang. Koromaru juga menggonggong ke arah anjing itu dengan senang.

"Temannya Koro-chan ya?" tanya Yukari.

Setelah itu seorang ibu-ibu yang membawa belanjaan menghampiri mereka. "Oh di sini kau rupanya" terasa ibu-ibu itu berbicara kepada anjingnya yang berbulu coklat, lalu tak sengaja melihat Koromaru. "Oh, kau bukannya anjing jinak yang pemiliknya mati kecelakaan di kuil itu?" tanya Ibu-ibu tersebut yang membuat Yukari dan lainnya kaget. Bahkan Koromaru yang sepertinya mengerti ucapan itu terlihat murung dan kemudian langsung pergi dari sana.

Yukari kemudian bertanya kepada ibu-ibu itu tentang Koromaru. Ibu-ibu itu kemudian menceritakan bahwa Koromaru punya seorang majikan dan 3 bulan lalu mati kecelakaan tepat di depan kuil Naganaki. Setelah itu Koromaru tinggal di kuil karena pemiliknya yang mati itu tidak mempunyai keluarga yang mau merawatnya dan akhirnya Koromaru menjadi anjing penjaga Kuil.

Setelah ibu itu bercerita, dia kemudian menjemput anaknya bersama anjing berbulu coklatnya. Minato dan lainnya yang mendengar cerita tersebut turut prihatin terhadap nasib Koromaru.

Malam harinya ikutsuki sudah berada di Lounge. Yoshino adalah orang terakhir yang pulang ke asrama dan tak sengaja memandang ikutsuki yang belum di kenalnya. Mitsuru yang duduk di sofa, tahu bahwa Yoshino belum kenal dengan Ikutsuki. Jadi Mitsuru menyuruh Yoshino untuk duduk di sofa dan memperkenalkan Ikutsuki kepadanya bahwa dia adalah Chairman(manusia Kursi XD) di asrama ini dan dulunya seorang peneliti di Kirijou Grub.

"Jadi, kau dulunya seorang peneliti?" tanya Yoshino. "Dulunya meneliti apa?" lanjutnya yang berusaha menggali informasi.

"Saya dulunya pernah meneliti Shadow dan Persona" jelas Ikutsuki.

"Dimana?" Tanya Yoshino sekali lagi.

"Di penelitian Kirijou grub tentunya" jawab Ikutsuki sambil membenarkan kacamatanya.

"Seperti apa penelitiannya dan dimana?" terlihat Yoshino tersenyum sedikit licik karena hampir mendekati target.

"Ehem..." Ikutsuki tak sengaja batuk-batuk. "Maaf untuk itu, tapi itu telah dirahasiakan oleh Kirijou Grub" jawabnya yang membuat Yoshino lemas saat mendengarnya. Ikutsuki kemudian melihat jam tangannya. "Hey lihat, ini sudah malam. Sebaiknya kau tidur untuk sekolah besok dan hati-hati di gigit kecoa" ujar Ikutsuki lalu meninggalkan Lounge.

Yoshino yang mendengar hal itu sweatdrop. "Buat apa aku sekolah? Kan aku sudah lulus. Apalagi memangnya kecoa bisa menggigit? Dasar orang aneh" gumam Yoshino.

"Maaf, Ikutsuki memang seperti itu" jelas Mitsuru.


Minggu, 21 juni 2009.

Minggu pagi yang indah di kota Iwatodai. Bunga-bunga bermekaran, langit biru sedikit berawan dan orang-orang berlalu lalang di minggu pagi melakukan aktivitas masing-masing kesukaan mereka.

Tapi tidak di asrama Iwatodai. Senam minggu pagi di atas atap merupakan hal baru bagi mereka setelah mendapatkan anggota baru yang bernama Yoshino Hirsohi tentunya.

"SATU-DUA-TIGA-EMPAT-LIMA-ENAM-TUJUH-DELAPAN!" teriakan semangat Yoshino terdengar di telinga para penghuni asrama sambil melambai-lambaikan tangannya ke kanan berulang kali. Dengan di iringi lagu poco-poco yang menjadi thema senam mereka.

Keringat sedikit mengalir dari tubuh mereka bahkan Mitsuru, Yukari, Fuuka dan Akihiko juga begitu semangat untuk menjalani senam minggu pagi dadakan tanpa di beritahu Yoshino dulu.

"Aduh, aku pegal... tidak kuat!" Junpei kemudian jatuh terduduk karena sepertinya tidak semangat untuk melanjutkan senam.

"Hey Iori, inikan baru pemanasan, masa sudah nyerah. Lihat tuh cewek-cewek pada semangat olahraga bahkan si tua Ikutsuki saja nggak lelah" Ejek Akihiko.

"Meski tua-tua begini, diriku masih punya jiwa mudah loh" lanjut Ikutsuki.

"Kalian mengejek ya?" tanya Junpei. "Aku pegal-pegal begini gara-gara kemarin melatih kepahlawananku untuk menghadapi Shadow nanti!" dengan tangan mengepal dan aura penuh semangat, Junpei menjelaskan.

"Melatih kepahlawanan apaan? Malam Minggu kemarin kitakan berada di kamarmu buat main Ps2 bareng-bareng." Ucap Minato dalam keadaan masih belum lelah dan berkeringat. "Juga loe mainnyakan sampai larut malem, untungnya aku punya firasat nggak enak buat minggu pagi ini. Jadi aku sudahin saja dulu terus kembali ke kamar buat tidur." Lanjutnya dengan tenang dan polos.

"Hey Minato, punya firasat kok nggak bilang-bilang, kitakan teman" keluh Junpei sambil mengelap keringat badannya yang bagai bau bangkai tikus.

"Loenya aja yang nggak tanya, dasar kambing" sela Yukari tiba-tiba.

"Betul tuh, maka dari itu loe harus tanya dulu" lanjut Minako.

"Udah-udah teman-teman, jangan bertengkar. Junpei-kun sudah lelah jadi kasihankan kalau kalian ganggu." Ucap Fuuka dengan nada pelan dan tenang.

"YAK AYO SEMUA SEMANGAT! INI AGAR BADAN TETAP SEGAR DAN SEHAT!" teriak Yoshino yang masih memimpin senam minggu pagi dan sepertinya gembira dengan kegiatan yang dia buat. Tak lama kemudian senam pagi tersebut selesai bersamaan dengan selesainya lagu bertema poco-poco.

"Akhirnya selesai juga~" terdengar Junpei lega walau dia tadi berhenti 'di awal jalan'.

"Eits masih belum selesai," tiba-tiba ucapan Yoshino membuat kaget Junpei. "Karena minggu depan kita senam pagi-pagi lagi" lanjutnya yang membuat Junpei pingsan seketika.

"Yah, dia pingsan" Fuuka kemudian berusaha membangunkan Junpei namun sia-sia.

"Sudah biarin, palingan dia cuman pura-pura" kata Yukari.

"Yak Siapa yang mau minum, ini kami bawakan jus buah" teriak Miku yang tengah membawa beberapa gelas berisi minuman bersama Kaito di atas nampan.

Seketika itu juga Junpei bangun dan berteriak "Aku mau!" sambil mengambil segelas Jus dan meminumnya. Tapi dalam satu tegukan kemudian.

BURRR!

Junpei memuntahkan isi jus itu dari mulutnya ke arah Ikutsuki hingga lelaki tua tersebut pingsan setelah mencium bau mulut Junpei dan bau Jus yang melekat di wajahnya.

"Jus apaan ini, kok rasanya kayak rasa bawang?" tanyak Junpei.

"Memang itu jus bawang buatanku..." ucap Miku polos.

"Hoek..." Junpei berusaha memuntahkan yang tersisa di mulutnya.

"Apapun yang di masak oleh Miku, pasti berhubungan dengan bawang" jelas Reizato.

"Benar, seperti bawang goreng, nasi goreng bawang, sate bawang bakar, susi Bawang, jus bawang, bawang isi bawang, baberqeu Bawang dan pokoknya serba bawang." Lanjut Minako.

"Karena bawang itu adalah kesukaanku!" teriak Miku dengan penuh semangat dan keceriaan.

"Tapi minum bawang itu dapat mengobati penyakit migran loh." Ujar Yoshino setelah meneguk habis jus bawang tersebut.

"BUSET! DI MINUM SAMPAI HABIS!" Junpeipun terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Kok anda tahu?" tanya Mitsuru.

"Karena aku ini adalah lulusan universitas kedokteran." Ucap Yoshino dengan nada bangga yang tak sengaja menebar aroma bawang dari mulutnya.

Setelah itu, semua kembali ke aktifitas masing-masing di hari minggu yang cerah sehabis senam pagi yang menyehatkan tanpa memperdulikan Ikutsuki yang pingsan.


Naganaki Shrine.

Entah kenapa tiba-tiba Yoshino mengajak jalan-jalan Reizato tanpa kehadiran Sayu. Mereka akhirnya sampai di kuil Naganaki dan duduk di kursi yang ada di sana.

"Sepertinya senam tadi sangat menyegarkan badan bukan?" Yoshino dengan santai duduk sambil meregangkan sebagian badannya yang linu. "Sangking semangatnya badanku terasa pegal" ujarnya dengan senang.

"Ya, lalu kenapa kau membuat acara senam dadakan segala?" tanya Reizato.

Yoshino melempar senyum senang ke arah Reizato. "Itu karena aku ingin membuat masa depan ini menjadi lebih hidup, meski aku tidak bisa melupakan masa lalu" jawabnya dengan nada yang terdengar lemas. Tak lama setelah itu keheningan melanda di antara mereka dan yang terdengar hanyala suara angin dan orang berjalan-jalan. Tapi, sebuah suara yang keluar dari mulut pria berwajah Setsuna F. Seiei di sebelahnya itu telah memecahkan keheningan.

"Kau seharusnya berjuang tidak untuk melupakan masa lalu, karena masa lalu adalah memori kita meski kita berusaha melupakannya." Reizato kemudian menatap langit biru di atasnya. "Tapi, kau harus berjuang untuk masa depan yang lebih cerah dari masa lalu" jelasnya dengan santai dan menoleh ke arah Yoshino, "Benarkan yang aku katakan?".

Yoshino memikirkan perkataan Reizato. "Tidak untuk melupakan masa lalu tapi berjuang lebih baik dari masa lalu?" kemudian menoleh ke arah Reizato, "kau benar juga, karena masa lalu adalah memory kita" ucapnya dengan sedikit tawa. "Dulunya aku ingin menjadi dokter, tapi rasanya itu sudah terlambat" lanjutnya.

"Tidak, kau tidak terlambat."

Yoshino kembali menoleh ke arah Reizato. "Maksudmu?"

"Tadi Kau bukannya berkata bahwa kau lulusan dokter, berarti kini kau adalah dokter" jelas Reizato tanpa menoleh ke arah Yoshino.

"Hm..." Yoshino berpikir. "Kau benar juga, berarti aku dokter ya karena aku sudah lulus universitas kedokteran" ucapnya yang kini merasa gembira. "Hey, terima kasih Setsuna"

"Setsuna?" Reizato tiba-tiba terkejut ketika dirinya di panggil Setsuna. "Namaku itu Reizato!"

"HAHAHAHA... aku Cuma bercanda" ujar Yoshino sambil tertawa. Reizato merasakan Social Link Arcana Fortunenya naik, tanda bahwa kedekatannya dengan Yoshino semakin dekat.

Tak lama kemudian, mata Yoshino tak sengaja sengaja menangkap sosok anjing putih yang baru saja menaiki tangga untuk memasuki area kuil Naganaki. Reizato yang memandang Yoshino karena heran apa yang dilihatnya sedikit bertanya lalu ikut memandang dimana pandangan Yoshino tertuju yang tak lain tertuju pada sosok anjing putih yang di lihatnya.

"Itu anjing siapa? Kok dia kesini tanpa ada yang menemani?" tanya Yoshino.

"Aku juga baru melihatnya hari ini" jelas Reizato.

"Sepertinya dia jinak. Kalau gitu kita panggil, Pus... ngeong" Yoshino kemudian berusaha memanggil anjing itu namun dengan cara yang salah hingga menyebabkan Reizato sweatdrop.

"WOY! DIA ITU ANJING! BUKAN KUCING!" teriak Reizato yang berusaha mengingatkan atau menjelaskan. Tapi entah kenapa anjing putih yang tentu saja mempunyai nama yaitu Koromaru menghampiri Yoshino setelah dirinya di panggil olehnya.

"Apa bedanya? Tuh, dia saja mau ke sini setelah kupanggil kayak tadi" ucap Yoshino pada Reizato sambil membelai kepala Koromaru.

("Gile, nih anjing apa kucing beneran?") batin Reizato yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

Akhirnya mereka berdua bermain bersama Koromaru.

Tapi tidak lama setelah itu...


Iwatodai Station.

Sebuah kereta peluru berhenti di stasiun Iwatodai untuk menurunkan penumpang. Kerumunan orang-orangpun ada yang naik dan ada yang turun. Namun itu tidaklah penting karena yang terpenting adalah seorang laki-laki berusia sekitar 25 yang menggunakan jas hitam, celana Jean hitam. Memakai kacamata hitam, membawa tas panjang di tangan kanannya. Berambut pirang berantakan dan tingginya 180 cm juga sepertinya memiliki darah seorang Amerika turun dari kereta tersebut.

Laki-laki itupun menoleh ke kanan dan ke kiri memandang keramaian di sekitarnya. Dia lalu tersenyum tanpa sebab. Tangan kirinya kemudian melepas kacamata yang dia pakai dan memperlihatkan mata hijaunya kepada dunia di sekitarnya. Setelah itu menghirup napas dalam-dalam untuk merasakan oksigen yang sedikit di sana dan menghembuskannya.

"I hate this air" laki-laki itu kemudian memakai kaca matanya kembali lalu berjalan pergi. Ketika dia jalan, dia tak sengaja melewati Minato yang ada di sana yang sedang berjalan-jalan untuk menuju Tatsumi Port Island.

Minato kemudian berhenti dan menoleh ke arah pria tersebut dengan herannya. Setelah itu dia pergi menunggu monorail untuk menuju Tatsumi port Island karena ada janji dengan Yuko.

~To Be Continue~


Akhirnya selesai juga, hari ini saya tidak akan membalas review ah~ soalnya nggak ada yang mereview. Tapi hal itu bukanlah hambatan bagi saya untuk tidak melanjutkan Fict ini, karena saya menganggap "jika cerita saya tidak di review, berarti cerita saya BAGUS! Tapi jika di review, berarti ada beberapa kesalahan yang harus saya perbaiki".

Terima kasih untuk yang telah membaca cerita ini, silahkan di ~REVIEW~ jika kalian mau. Oh ya, minggu depan saya UTS, jadi Doakan saya! :D dan maaf bila ada kesalahan. Juga tak terasa cerita ini sudah satu tahun publish.