Title : My Bestttt

-adulthood 1-

AUTHOR : pikapikabyun (aquariusbaby06)

Cast : Baekhyun and Chanyeol

Length : Chapter

WARNING : PENUH DENGAN KEKONYOLAN DAN FLUFF GAK JELAS. JANGAN DIBACA KALAU ANEH YAAA

Btw di sini Chanyeol lebih tua beberapa bulan dari Baek, tapi tahun lahirnya beda, seperti Chanyeol sama Kyungsoo gitu beda satu bulan beberapa hari tapi beda tahun. Anggep aja Chan lahir tahun 92 Baek lahir 93 okeh sip.

.

January 2013

.

"Tidak bisa Chanyeolie. Aku sibuk." Baekhyun meregangkan kedua tangannyamdan menguap. Pagi hari di akhir pekan, dia harus diributkan oleh deringan panggilan dari sang sahabat di seberang kamarnya.

"Kenapa? Kau tau Baek, kita bahkan sejak dua minggu yang lalu belum kencan sama sekali karena tugas-tugas kuliahku, dan hari ini aku free tapi kau malah menolak. Sebenarnya apa kesibukan yang kau maksud?"

Baekhyun diam-diam tersenyum dengan pipi memerah karena mendengar kata 'kencan' yang diucapkan Chanyeol. Itu seakan mereka benar-benar sepasang kekasih yang sedang merencanakan jadwal kencan di hari Sabtu.

"Aku akan mengerjakan tugas dari dosen dengan sunbaeku Chanyeolie."

"Siapa? Pasti dengan Changmin lagi ya?"

Baekhyun menggaruk pipinya, "Ehm ya, dengan Changmin sunbae –"

"Sudah kubilang sejak dulu, lebih baik kau masuk jurusan music sepertiku agar aku bisa mengawasimu, kau malah memilih vocal." Baekhyun sangat yakin Chanyeol sedang mengerutkan dahinya kesal saat ini.

"Dan mempermalukan aku yang tidak bisa memainkan alat music? Aku kan hanya bisa bernyanyi."

"Arra, aku mengijinkan kau bersama dengan Changmin, tapi aku akan mengantarmu dan menjemputmu. Setelah itu kita harus menonton film di bioskop. Aku tidak mendengar penolakan." Ucap Chanyeol tegas. Baekhyun menghela nafas. Percuma juga menolak, toh akhirnya Chanyeol memaksa.

"Geurae Chanyeolie-ku." Baekhyun berucap dengan nada manja. Membuat Chanyeol menggeram di ujung sana.

"Ugh! Aku jadi ingin melompati balkon dan menciummu."

Baekhyun tertawa. Yang mana menjadi sangat indah di telinga Chanyeol. Terdengar seperti sebuah lonceng dari surga. Chanyeol serius. Dia tidak hiperbola.

"Kalau begitu melompatlah."

"Tidak. Nanti kalau aku jatuh bagaimana? Aku masih ingin hidup dan menikahimu. Aku tidak ingin membiarkanmu menjadi perjaka tua sayang." Chanyeol berkata menggoda.

"Ishh.." Baekhyun mencibir. Bibirnya mencebik, "Dasar perayu! Aku tidak mempan dengan semua itu." Meski berkata begitu, Baekhyun tetap merona dan tersenyum sendiri mengingat kata-kata Chanyeol.

"Jangan begitu. Aku tau kau pasti sedang merah sekarang. Aku benar kan? Baekkie sayang?"

Baekhyun benar-benar merutuki Chanyeol dalam hati. Bagaimana anak itu selalu tepat sasaran? Tapi mengingat mereka telah bersama sejak masih suka memakai popok, tentu saja lelaki tiang itu mengerti tentang dirinya. Begitu juga sebaliknya.

"Diam Chanyeol. Sudah cukup, aku mau mandi dan bersiap. Jadi tidak nih mengantarku?" Baekhyun cemberut. Dia selalu mati gaya kalau Chanyeol sudah menggodanya dengan kata-kata ingin menikahinya. Mereka kan masih kecil. Chanyeol juga belum bekerja.

"Jadi tentu saja. Bersiap ya sayang. Jangan terlalu cantik nanti Changmin naksir padamu. Kan hanya aku yang boleh melihat kecantikanmu, karena aku calon suamimu sayang." Chanyeol terkekeh setelahnya. ia dapat menebak jika Baekhyun sangat malu saat ini.

"BYE!"

.

Chanyeol menekuk wajahnya dengan kesal. Pasalnya, sejak dua puluh menit yang lalu Baekhyun memintanya untuk dijemput di café tempatnya mengerjakan tugas dengan si Changmin itu. Namun sejak tadi bukannya sudah bersama Baekhyun, tapi sahabat mungilnya itu malah keasyikan ngobrol dengan Changmin padahal jelas-jelas tugas mereka telah selesai. Apakah Baekhyun lupa jika Chanyeol sudah berdiri di depan café sambil memandangi mereka dengan suntuk?

"Aishh katanya tugasnya sudah selesai? Tapi kenapa malah ngobrol sih? Memangnya dia tidak sadar jika aku sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu?" Chanyeol menggerutu dan melipat kedua tangannya di dada.

Kekesalannya memuncak saat melihat si Changmin itu mengusap rambut Baekhyun dengan sayang. Ugh! Sebenarnya hubungan mereka itu apa sih?

Chanyeol segera mengambil ponselnya di dalam mobil dan mengirim pesan pada Baekhyun di dalam sana. Jika tidak ditegur, bisa-bisa mereka terus berbicara hingga larut malam.

Chanyeol membuka aplikasi chat LINE dan segera mengirim pesannya pada Baekhyun.

Tampan yah si Changmin itu.

Jadi, karena aku kalah tampan dari dia. Aku mau menunggumu di luar sini sampai tengah malam.

Sampai besok juga tidak apa-apa.

/stiker cony dengan mata hitam menyeramkan/

Chanyeol melihat kearah Baekhyun yang sedang membuka ponselnya. Tak lama kemudian dahinya mengernyit dan dengan segera ia melempar pandangannya keluar café. Tepat saat itu mata mereka bertemu dan Baekhyun segera menahan tawanya. Tak peduli dengan raut wajah tak bersahabat milik Chanyeol.

Baekhyun berbicara sebentar dengan Changmin sebelum berdiri dan membungkuk kemudian berjalan keluar café dengan menenteng laptopnya.

Baekhyun berdiri tepat di depan Chanyeol dengan memasang cengirannya. Tangannya terulur untuk menyerahkan laptop itu kepada Chanyeol. Tapi bukannya menerima uluran laptop itu, justru Chanyeol Chanyeol menyembunyikan kedua tangannya pada saku celana. Sebelah alisnya terangkat.

"Biar kuperjelas di sini. Pertama, kau kuantar. Kedua, kau meminjam laptopku karena laptopmu masih diperbaiki. Ketiga, aku menjemputmu. Keempat, kau membuatku menunggu sebagai balasannya. Kau sungguh sangat menggemaskan. Jadi, sama-sama."

Baekhyun cemberut mendengar penuturan Chanyeol. ia merasa amat bersalah sekarang. Chanyeol memang sering berkorban untuknya, tapi ia selalu saja membuat Chanyeol kesal. Baekhyun merasa bukan 'pasangan' yang baik untuk Chanyeol.

"Maaf Chanyeolie.." Baekhyun berkata dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku tidak bermaksud membuat Chanyeolie menunggu, kukira Chanyeolie belum datang."

Chanyeol menghela nafas. Baekhyun ini memang sangat sensitif. Seperti bayi saja.

Tangan mungil itu kembali mengulurkan laptop kepada Chanyeol, "Terima kasih Chanyeolie mau meminjamkan ini. Ini aku kembalikan. Aku tidak melihat apapun kok." Chanyeol menerima laptop itu dan memasukkannya ke mobil.

"Oke permintaan maaf diterima."

"Benarkah?" Baekhyun mendongak menatap Chanyeol dengan mata berkaca-kaca. Chanyeol mengangguk dan merentangkan kedua tangannya lebar. Baekhyun yang mengerti langsung memeluk Chanyeol dengan erat. Menyusupkan kedua tangannya ke dalam jaket baseball yang dikenakan lelaki tinggi itu.

"Maaf ya Chanyeolie hyung."

"Tumben panggil hyung."

"Tidak boleh ya?" Baekhyun mendongak di antara pelukan mereka.

"Boleh kok. Sudah yuk, kita jadi nonton film kan?" Baekhyun mengangguk.

"Pokoknya kau tidak boleh pulang ke rumah sampai makan malam. Itu sebagai hukumanmu. Jadi kau harus mengikuti aku kemana pun. Setuju?" Chanyeol tersenyum dan mengusap poni yang menutupi dahi si kecil.

"Setuju! Tapi apa boleh makan malam di luar? Nanti eomma marah bagaimana?"

"Aku yang akan bicara pada eommanim."

Baekhyun tersenyum sangat lebar dan segera melepaskan pelukannya. Mendorong Chanyeol untuk segera memasuki mobil dengan semangat.

"Ayo cepat! Sudah lama aku tidak nonton film dengan Chanyeolie."

Chanyeol terkekeh dan segera menghidupkan mesin mobilnya. Tapi sebelum melaju, Chanyeol memegang tangan Baekhyun dan menarik yang lebih kecil itu untuk dekat dengannya. Menatap mata puppy itu dengan intens.

"Jawab jujur. Aku dengan Changmin lebih tampan mana?"

Baekhyun menatap keatas dan membuat mimik wajah berpikir. Kemudian senyumnya mengembang dengan sangat lucu, "Chanyeolie dong!"

"Assa!" Chanyeol berseru dengan senang sebelum mengecup bibir Baekhyun dengan cepat. Saking cepatnya sampai membuat Baekhyun membeku karena terkejut.

"Sudah sepantasnya seorang istri memilih suaminya bukan?" Chanyeol menampilkan seringainya dan segera melajukan mobil mereka. Dan setelahnya terdengar suara nyaring Baekhyun dari dalam mobil mercedez itu.

"Dasar Chanyeol pabo! Siapa yang kau sebut istri!"

.

.

.

.

Tobecontinue

.

.

Annyeong! Hehe. Aku tau ini pendek kok karena kupikir chap depan bakal panjang untuk adulthood kedua. Ini udah mau end kok, mungkin satu atau dua chapter lagi. Karena Chanbaek udah dewasa yey! Oiya, aku bingung mau buat mpreg atau enggak. Enaknya gimana ya? Kan lucu tuh Baek yang manja ternyata hamil kekeke.

Sampai ketemu chap depan! sorry for typo karena gak ngedit ulang kekeke..

Oiya aku mau promosi ff FWC CIC ku judulnya Promise Me Then I'll Promise You kekeke review dan fav ya