Persona 3: Petualangan Sang Kakak
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.
Summary: Setelah berhari-hari mereka lalui dengan perang yang sungguh menyiksa otak alias selesai ulangan sekolah kedua, tims SEES akhirnya berlibur di pantai Yakhusima! Bagaimanakah kisah liburan mereka di sana?
"Akhirnya! Kita akan berlibur di Ya-khu-si-ma!" Junpei dengan santai dan senangnya keluar dari sekolahnya bersama Minato, Minako, Yukari, Fuuka dan Akihiko. Dia mulai berpikir akan bertemu gadis-gadis berpakaian renang di pantai Yakhusima dengan mesumnya. "khukhukhu..." terdengar tawanya yang mirip tawa Igor setelah berpikir hal tersebut.
"Dasar mesum!" gumam semua yang melihat ke arah Junpei.
Sementara itu di toko pakaian renang wanita.
"Rei-kun, bagaimana dengan yang ini?" Sayu tengah menunjukan pakaian renang yang dia coba kepada Reizato.
"...Bagus..." Reizato menutup mata dan membalik badannya ke arah berlawanan dari sang tunangan yang tengah mencoba beberapa pakaian renang. "Sekarang bagaimana kalau kita pulang?" tidak enak dengan suasana yang ada di sekitarnya tersebut karena tengah di pelototi oleh para wanita yang tengah menatap tajam ke arahnya karena di kira mesum.
"Ah... sebentar lagi ya, Reizato-kun." Sayu kini menutup tirai ruang ganti baju dan setelah itu dibukanya lagi untuk menunjukan Reizato pakaian Renang lain yang di cobanya. "Bagaimana dengan yang ini?" tanyanya pada sang tunangan yang masih dengan gemetar ketakutan dan menutup matanya.
("Siapapun, tolong aku!") hati Reizato rasanya sangat menderita karena berada di tempat yang tidak boleh di masuki oleh para laki-laki kecuali para wanita.
~Chapter 38: Liburan di Yakhusima~
Pagi harinya para tim SEES bersiap untuk pergi belibur setelah sampai di pelabuhan Tatsumi port Island untuk naik kapal yang siap mengantar mereka ke tempat tujuan. Ketika mencari kapal yang akan mereka tumpangi, mereka terkejut ketika melihat sebuah kapal pesiar yang besar, megah dan mewah yang ada di sana.
"Gile, gede amat nih kapal?" Yoshino tidak percaya dengan apa yang dia lihat langsung menggosok-gosokan matanya beberapa kali. "...Jangan-jangan ini Titanic, waduh berarti kapalnya bisa kebelah dan tenggelam dengan mudah ya seperti di filmnya. Ngeri banget naik nih kapal" dirinyapun mulai takut untuk naik kapal besar tersebut setelah berpikiran yang aneh-aneh.
"Siapa bilang kita akan naik kapal besar ini?" tanya Mitsuru, "Kita akan pergi ke tempat tujuan dengan kapal itu" jelasnya sambil menunjuk kapal Pesiar biasa yang berada di sebelah kapal yang mirip dengan Titanic.
"Oh... aku kira mau naik kapal besar ini, padahal aku mau naik kapal besar ini loh" Yoshino mulai bergurau namun tidak ada yang menghiraukannya karena semua orang mulai berjalan naik ke kapal yang di tunjuk oleh Mitsuru. "Woy! Kok aku malah di tinggal sih? Tunggu!" laki-laki tersebut berlari mengejar ke arah mereka dan kapalpun berlayar.
Di tengah pelayaran menuju ke tempat berlibur, Tim SEES menunggu dengan cara bermacam-macam seperti Minato yang tertidur pulas, Yoshino tengah mabuk laut, Sayu menemani kakaknya yang tengah mabuk laut, Junpei tengah berkeliling untuk melihat gadis-gadis cantik yang ada di sana. Mitsuru, Yukari, Fuuka dan Minako tengah berbicara tentang liburan mereka ke Yakhusima. Sedangkan Tatsuya dan Reizato tengah berbicara tentang liburan mereka juga.
"Aku sudah lama ingin sekali pergi ke Yakhusima" ucap Tatsuya yang memandang Laut biru yang sedikit tenang, "Bagaimana denganmu?".
"...Aku malah tidak ingin pergi ke pantai." Ucapan Reizato berhasil membuat Tatsuya menoleh ke arahnya dan bingung.
"Kenapa?" pertanyaan Tatsuya tersebut membuat Reizato sulit untuk menjelaskannya. Laki-laki berambut coklat susu berantakan itu tengah menghelah napas bersiap mencari alasan.
"...Karena... yang namanya pantai itu pasti ada wanita-wanita yang memakai pakaian renang yang begitu memperlihatkan kulit mereka dan aku begitu sangat tidak menyukai hal itu" setelah selesai menjelaskannya pada Tatsuya, Reizato menundukan kepala kebawah.
"itukan bagus, kan sebagai penghias mata" Tetsuya mulai menghibur Reizato.
"hm..." Reizato sedikit berpikir, "tapi aku sangat tidak suka, yang aku suka adalah jika wanita-wanita yang ada di pantai itu tidak memakai baju renang yang menunjukan kulit mereka" Jawabnya kemudian.
"Kalau begitu pasrah saja, yang namanya pantai memang harus begitu." Tatsuya lalu meninggalkan Reizato sendiri.
Reizato lalu kembali memandang laut biru di sekitarnya dengan tampang sedih. "Mungkin ini bukanlah hari libur untukku, tapi siksa yang ku dapat karena kelainan ini." Reizato berbicara kepada bayagannya di air, "Kenapa setelah kejadian yang tidak ku ingat, aku mendapatkan kelainan ini? Sebenarnya apa yang terjadi 10 tahun yang lalu? Seingatku dulu waktu aku kecil diriku tidak memiliki kelainan ini." Dan kembali berbicara pada bayangannya sendiri.
Sayu yang berada di dekat Reizato tidak sengaja mendengar perkataannya. Dia sebenarnya ingin menolong Reizato namun dirinya tidak tahu caranya.
.
Tidak lama kemudian pulau Yakhusima terlihat.
"Itu dia, YA-KHU-SI-MA!" Junpei berteriak dengan senangnya ketika tempat tujuan mereka terlihat. Setelah itu dia menoleh ke arah kawan-kawannya yang diam dengan tenang, "Hei-hei, ayolah kawan-kawan berteriaklah dengan senang sepertiku" ajaknya lalu sadar bahwa ada dua orang yang tidak terlihat di sana. "Ngomong-ngomong Reizato-san dan Sayu-san dimana?" orang-orang di sana sadar ketika dua orang yang di maksud tidak hadir.
"Kalau Reizato-san terakhir aku tinggal dia mungkin masih melihat pemandangan" ucap Tatsuya, laki-laki berjaket merah berambut hitam tersebut.
"Kalau Sayu... terakhirku lihat aku menyuruhnya untuk mengambil obat." Ucap Yoshino yang memegangi dadanya karena sepertinya mau muntah lagi. Terbukti benar, laki-laki berambut hitam sedikit gondrong tersebut berlari ke tepian kapal dan Hoek-hoek sesuka hatinya. "HOEK! HOEK!" Semua yang melihat muntahan pelangi(?) tersebut hanya bisa bergidik ngeri.
Setelah itu Sayu datang. "Nii-chan! Maaf lama," dan meminta maaf kepada kakaknya yang telah lama menunggunya sambil hoek-hoek alias muntah di tepi kapal. "Ini obatnya" gadis itu akhirnya menyerahkan obat yang di cari kakaknya.
"Kenapa kau lama?" Yoshino bertanya kepada Sayu dengan segera meminum obat tersebut.
"...Habisnya... tadi obatnya sulit untuk di cari di dalam tas" jelas Sayu yang bagaikan anak kecil.
"Kenapa kalian semua ada di sini? Kok malah tidak bersiap untuk turun? Bukankah kita sudah dekat dengan pulaunya?" Tiba-tiba Reizato berada tepat di belakang mereka sambil membawa tas kopernya sendiri.
"Nii-san ini kemana saja sih?" Yukari berteriak pada kakaknya, "Kami hampir saja mengkhawatirkanmu! Aku pikir Nii-san tersesat di dalam kapal seperti waktu kecil" lanjutnya yang jujur dengan isi hatinya yang begitu khawatir dengan kakaknya yang dikira tersesat di dalam kapal pesiar.
"hmhmhmhm... enak saja ngomong begitu, memangnya siapa yang membuatku tersesat pertama kali?" Reizato tertawa kecil dan mengacak-acak rambut Yukari sambil tersenyum ringan hingga membuat adik kecilnya makin jengkel karena perbuatannya. " Sudahlah, Lebih baik kalian juga bersiap turun" ujarnya dan mereka semua bersiap untuk turun.
Setelah turun dari kapal, mereka diantar ke villa Mitsuru yang berada di pulau tersebut dengan menggunakan mobil pribadinya untuk menginap. Tidak beberapa lama mereka sampai dan di mata mereka menangkap sosok bangunan yang begitu besar, sedikit tua namun indah. Turun dari mobil untuk berjalan masuk ke dalam Villa tersebut, mereka di sambut oleh pelayan-pelayan perempuan Kirijou Group yang menyambut kedatangan putri tunggal majikan mereka.
"Selamat datang di Villa anda Mitsuru-sama, apakah ada yang bisa saya bantu?" sambut para pelayan wanita tersebut yang siap melayani putri tunggal majikannya.
"Min, ternyata Mitsuru-senpai punya pelayan" bisik Junpei ke arah Minato.
"You Don't say" Minatopun membalas bisikan tersebut dengan perkataan Nicholas Kidman.
"Bagaimana kabar Otou-sama di sini, apa dia baik-baik saja?" tanya Mitsuru pada pelayan-pelayannya yang ingin mengetahui keadaan sang ayah.
"Tuan besar baik-baik saja dan dia tengah bersiap untuk pergi kerja, sepertinya tidak lama lagi dia akan menuju kesini" jawab pelayan tersebut sambil memperkirakan waktu yang sepertinya sudah di tentukan.
Tidak beberapa detik setelah perkataan pelayan tersebut, laki-laki yang tegap berpakaian rapi berwajah garang namun memiliki wibawa dan karisma yang besar meski bagian mata sebelah kirinya tengah di tutupi oleh sebuah penutup mata hitam turun dari tangga.
"Laki-laki mengerikan itu kok mirip Sergei Smirnov yang ada di anime Gundam 00 ya?" Junpei kembali berbisik ke pada Minato.
"kayaknya" sahut Minato.
"Otou-sama, selamat siang" Mitsuru menyapa ayahnya dengan anggun.
Laki-laki yang ternyata adalah ayah Mitsuru tersebut menyadari jika putrinya telah datang. "Jadi kau akan berlibur di sini?" tanpa membalas sapaan putrinya, ayah Mitsuru langsung bertanya. Wibawanya yang besar telah membuat semua orang yang ada di sana terdiam dan bergidik ngeri.
"Iya, aku dan teman-temanku akan menginap di sini untuk berlibur." Mitsuru dengan anggun menjawab pertanyaan sang ayah sambil menunjuk ke arah teman-teman yang ada di belakangnya.
"Begitu..." ayah Mitsuru mulai berjalan kembali tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika menatap ke arah Yukari yang bingung. Tidak lama kemudian menatap ke arah Reizato dengan wajah yang sengaja dia tutupi oleh topi Bundar putihnya. lalu menatap Yoshino yang hanya membalas pandangannya dengan senyuman gugup. Tidak lama setelahnya menatap Sayu yang bersembunyi di belakang Yoshino sambil menundukan kepala karena takut. Dan terakhir menatap ke arah Tatsuya dengan pikiran bingung kenapa bisa Mitsuru berteman dengan polisi yang terkenal dengan julukan 'Hot Smoking', hingga akhirnya ayah Mitsuru kembali berjalan pergi tanpa memikirkan hal itu lagi yang telah membuatnya pusing tujuh keliling.
Yukari yang tadi bingung bertanya kepada Mitsuru, "Itu tadi ayahmu, senpai? Kenapa dia menatap ke arah kami?".
Mitsuru menghelah napas. "...Maaf jika Otou-sama membuat kalian takut." Mitsuru meminta maaf kepada lainnya.
"Tidak ku sangka akan bertemu dengan Takeharu Kirijou di sini," Ucapan Tatsuya membuat Mitsuru yang mendengarnya kembali menghelah napas. Takeharu kirijou adalah nama dimana semua kalangan tinggi maupun kelas tengah dan bawah tahu siapa pemilik nama tersebut. Takeharu Kirijou adalah pemegang tunggal Kirijou Group setelah Koetsu Kirijou, kakek dari Mitsuru wafat dalam tragedi 10 tahun yang lalu. Dan Takeharu kini juga tengah mengurusi peninggalan sejarah sang ayahnya dan menjadi pensuport kebutuhan tim SEES untuk menangani masalah Dark Hour.
"Ya begitulah, nama Otou-sama adalah Takeharu Kirijou, dia yang mengatur Kirijou Group setelah Jiji-sama meninggal" ucap Mitsuru yang lemas untuk menjelaskan sejarah keluarganya.
"Maaf senpai jika menggangu, tapi aku tidak sabar untuk bersiap pergi ke pantai!" Junpei yang langsung tidak sabar ke pantai mengingatkan Mitsuru.
"Ah maaf, kau benar tapi kita harus memasukan barang-barang kita dulu." Mitsuru lalu menyuruh salah satu pelayannya untuk menunjukan kamar laki-laki sementara untuk perempuan dirinya sendirilah yang menunjukan karena Mitsuru, Minako, Yukari, Fuuka dan Sayu tinggal di satu kamar.
.
"WUHU! Yakhusima!" Junpei yang sampai bersama Minato, Akihiko, Reizato, Yoshino dan Tatsuya berteriak dengan riang. "Akhirnya kita bisa berlibur di sini! Senangnya!" sambil melihat sekilingnya. Mereka kini sudah berada di atas pasir putih yang hangat sambil mendengar gemuru ombak yang terdengar di telinga mereka dengan aroma khas lautan yang menancap di hidung mereka. Bersama suara-suara senang dari para pengunjung pantai.
"Pantainya indah sekali" Yoshino dengan celana Renang hijau dan memperlihatkan bagian tubuh sedikit berototnya yang merasakan suasana pantai tersebut merasa kagum; tidak sabar ingin berenang di tepian laut pantai tersebut. Lalu dirinya tidak sengaja melihat ke arah Reizato yang memakai celana renang biru gelap yang mengekpos bagian atas badannya yang hanya memiliki sedikit otot tubuh sepertinya terdiam terlihat gelisah. "Hey, kelihatannya kau gelisah sekali, ada apa?" Reizato langsung menoleh ke arah Yoshino.
"...Aku... takut." Yoshino mulai bingung saat mendengar perkataan Reizato.
"Memangnya Reizato-san takut apa?" tanya Minato yang tidak sengaja mendengar perkataan Reizato.
"..i-itu..." Reizato mengalihkan pandangannya.
"Woy lihat!" teriakan Junpi membuat yang lain memandangnya, "para gadis datang," sambil menunjuk ke arah para gadis.
"Aku berenang dulu!" Reizato langsung kabur namun tiba-tiba tangan Yoshino berhasil menangkapnya.
"Woy, tunggu yang lain dulu!" pintah Yoshino yang tidak mau melepaskan Reizato untuk pergi.
"Kumohon lepaskan aku..." Reizato berusaha melepaskan diri namun gagal.
"Ini dia, kontestan pertama kita... Minako Arisato" Junpei kini entah mengapa menjadi komentator dan datanglah Minako yang memasang expresi bingung. "Wow Mina-tan kau tampang manis sekali" Junpei mulai menggoda Minako tapi di hentikan oleh pukulan di kepala bagian belakangnya oleh Minato, "Ouch, sory man" ucapnya.
"Aku sungguh ingin berenang dulu, kumohon..." Reizatopun langsung memohon kepada Yoshino untuk melepaskannya tapi sia-sia.
"Ini dia konstentan kedua kita, Yukari Takeba" Tidak lama setelah itu Yukari datang dengan pakaian renangnya yang dia pakai bersama celana pendek yang dia kenakan setelah Junpei menyelesaikan perkataannya.
"Aku siap untuk berjemur dan Kenapa Nii-sanku berteriak terus?" Yukari kemudian bertanya kepada Minato karena dirinya tampak bingung ketika melihat Reizato yang berteriak tidak jelas.
"Tidak ada apa-apa, dia hanya ingin berenang dulu tapi kata Hiroshi-san kita harus menunggu kalian dulu" ucap Minato.
"Kumohon!" Reizato meronta-ronta tapi tidak di pedulikan oleh Yoshino yang terus menghentikannya.
"Kontestan ke tiga kita, Fuuka Yamaghisi!" Fuukapun tiba setelah perkataan Junpei selesai
"Hey semua." Fuuka dengan pakaian renang birunya yang memiliki rok pendek di bagian bawah menyapa mereka.
"Uh~ Fuuka, kau tampak seksi dengan pakaian renang itu~" goda Junpei yang membuat pipi Fuuka merona merah dan bersembunyi di belakang Yukari dan Minako.
"Stupei!" Yukari dan Minakopun berteriak kepada Junpei.
"Apa? Akukan jujur" Junpei hanya tertawa kecil dan tidak lama setelah itu datanglah Mitsuru, "Kontestan ke empat kita, Mitsuru Kirijou!" teriaknya senang.
Semua kemudian terdiam ketika melihat pakaian renang Mitsuru yang begitu anggun, pakaian renang warna putih dengan rok sedikit panjang yang menyelimuti tubuh bagian bawahnya juga bunga merah sebagai penghias di dadanya membuat dia begitu anggun dan semua yang melihatnya menjadi terdiam karena terkagum-kagum. kecuali Reizato yang terus berteriak ingin lepas tapi tidak di lepaskan oleh Yoshino.
"apa?" Mitsuru tampak bingung ketika semua orang mentapnya.
"Senpai, kau sangat indah ketika memakai baju renangmu yang anggun" ucap Yukari yang jujur hingga membuat rona merah terlihat di kedua pipi Mitsuru.
"Terima kasih Takeba" ucap Mitsuru dan dirinya tidak sengaja mendengar teriakan Reizato, "Lalu Nii-samamu kenapa berteriak?" tanyanya yang heran.
"Oh, dia ingin cepat berenang" jelas Yukari.
"Kalau begitu mari kita mulai liburannya" jelas Mitsuru.
"Tapi tunggu Sayu dulu" sahut Yoshino.
"Benar juga" Mitsuru baru ingat tentang Sayu.
"Dan kontestan terakhir kita, Sayu Hiroshi!" tidak lama itu Junpei melihat Sayu yang tengah berlari.
"KUMOHON!" Reizato berteriak dan Sayu akhirnya tiba.
"Hai, maaf membuat kalian menunggu lama" Sayu mulai menarik nafas setelah berlari kecil untuk menemui yang lain. Dia datang dengan memakai Sundress dan bukan baju renang.
Junpei bengong ketika melihat Sundress yang di pakai oleh Gadis dewasa tersebut, "Sayu-san kenapa tidak memakai baju renang?" tanyanya yang membuat Reizato berhenti berteriak dan menoleh ke arah Sayu yang benar-benar tidak memakai baju renang melainkan Sundress.
"Maaf, aku tadi sepertinya kelelahan, jadi hari ini aku tidak memakai baju renang" ujar Sayu.
"Syukurlah," Reizato yang mendengar hal itu merasa lega tapi Junpei yang tidak bisa melihat sebagian tubuh gadis dewasa kecewa berat.
"Sudahlah, ayo kita BERSENANG-SENANG!" Yoshino langsung berlari dan masuk ke dalam air.
"HORE!" di ikuti Junpei, Tatsuya, Minako dan lainnya yang langsung mengejarnya.
Tiba-tiba Minato merasakan ada yang menatapnya.
"Entah kenapa ada yang menatapku" Minato langsung menoleh ke arah Reizato yang berkata hal seperti itu dengan santai. "Tapi mungkin ini hanya perasaanku saja, ayo Minato" Reizato lalu mengajak Minato untuk bersama dengan yang lainnya.
.
Sorenya setelah selesai bermain di pantai, mereka kembali ke villa Mitsuru untuk istirahat. Mitsuru yang berjalan di lorong villanya tidak sengaja bertemu dengan ayahnya sendiri di depan kantor kerjanya. Laki-laki yang mengetahui putrinya ada di sana tersebut menoleh ke arahnya sebelum memasuki kantornya. "Bagaimana hari pertamamu di sini?" dia bertanya pada sang anak dengan dingin dan wibawa yang tinggi.
"Menyenangkan Outou-sama" Mitsuru hanya bisa menjawab demikian atas pertanyaan ayahnya tersebut.
Laki-laki itu sedikit tersenyum, "Minggu kemarin Papa mendapatkan kabar bahwa ada seseorang yang telah mengambil beberapa info rahasia di database kita, apa itu dirimu?" laki-laki berbadan tegap yang berwibawa itu mulai menanyai sesuatu pada putrinya.
Mitsuru menundukan kepala. "Ya, benar. Aku minta maaf jika aku mengambil beberapa data tanpa sepengetahuanmu..." Mitsurupun memohon untuk di maafkan oleh sang ayah.
Sang ayah menghelah napas. "Tidak apa-apa, Papa maafkan." Setelah itu menatap tajam kembali ke arah Mitsuru. "ngomong-ngomong gadis berambut coklat yang bersamamu itu berasal dari keluarga Takeba?" entah kenapa sang ayah langsung bertanya kepada Mitsuru tentang gadis yang dia maksud adalah Yukari.
"Benar, memang ada apa?" Mitsuru sangat ingin tahu kenapa ayahnya langsung bertanya mengenai Yukari.
"Tidak apa-apa, Papa hanya bertanya saja" jelas sang ayah Mitsuru. "Dan 2 laki-laki dewasa selain Tatsuya Suou juga 1 perempuan dewasa yang bersamamu, Apa kau kenal dengan mereka?" kini giliran Reizato, Yoshino dan Sayu yang di maksud oleh Takeharu Kirijo ketika bertanya kepada Mitsuru.
"Tentu aku mengenal mereka, memangnya kenapa Otou-sama bertanya mengenai mereka kepadaku?" Mitsuru semakin heran tentang pertanyaan yang di lontarkan oleh ayahnya.
"Entah kenapa sepertinya dulu papa pernah bertemu mereka" Takeharu mencoba mengingat tapi sia-sia. Namun perkataannya tadi mengejutkan Mitsuru.
"...Be-benarkah?" Mitsuru yang terkejut kembali bertanya.
Setelah berusaha mengingat namun gagal, Ayah Mitsuru kembali dengan gayanya yang penuh dengan wibawa. "Sudahlah, oh ya... 10 menit lagi kumpulkan semua temanmu di ruang tamu. Papa ingin menunjukan sesuatu pada mereka dan juga dirimu." Takeharu langsung berjalan memasuki kantornya setelah memberi sebuah perintah layaknya boss pada sang anak tanpa memikirkan kebingungan sang putri tersebut.
.
Semua orang telah berkumpul dan duduk di ruang tamu setelah di perintahkan oleh Mitsuru karena ayahnya akan menunjukan sesuatu pada mereka dan juga dirinya. Beberapa menit setelah menunggu, akhirnya Ayah Mitsuru datang dengan membawa Wibawa yang besar di dalam dirinya dan langsung duduk sambil berkata minta maaf kepada semua orang yang menunggunya. Setelah itu Ayah Mitsuru menghidupkan TV dan memutar sebuah Video rekaman di dalamnya yang membuat semua orang semakin heran.
"Ini Semua salahku..."
"Suara ini!" Reizato dan Yukari tiba-tiba berdiri ketika mendengar suara yang tidak asing dan dulu pernah mereka dengar dan ingat.
"Akulah yang bertanggung jawab atas semua ini." bayangan hitam nampak semakin jelas di dalam Video itu dengan latar kebakaran di belakangnya yang menjadi tempat dimana Video itu dibuat. "Aku... telah menciptakan sebuah monster..." terdengar suara penuh penyesalan dari bayangan hitam tersebut, "...dan juga sebuah neraka malam... di dunia ini" terlihat nyalah api begitu besar dari belakang bayangan tersebut hingga mulai membakar kain baju bayangan tersebut dari belakang. "...Ini semua salahku..." Bayangan hitam di Video itu kembali melanjutkan perkataannya meski dirinya tengah menahan rasa sakit dari luka api yang membakar tubuhnya. "Salahku... telah membunuh semua orang dengan monster yang kuciptakan..." Suara bayangan itu masih terdengar dengan gambar dari Video yang masih di putar, "jadi... kepada kalian yang mendengarkan isi Video ini..." wajah bayangan itu mulai terlihat jelas, "Tolong... maafkan aku karena telah menciptakan monster-monster ini..." lalu terlihatlah wajah laki-laki yang jelas di Video itu yang tersenyum sambil menangis dan Api mulai membesar hingga membakar seluruh tubuhnya juga terlihat ledakan api di dalam layar Video tersebut. Setelah itu gelap, Video itu menampil layar yang gelap dengan suara siaran yang rusak.
"...Otou-sama... ini..." Mitsuru masih bingung dengan Video yang di tunjukan oleh Ayahnya
Takeharu dengan tenang mulai menjelaskan. "Ini adalah Video yang dapat di selamatkan ketika Dark Hour, Tartarus dan kemunculan Shadow dimulai untuk yang pertama kalinya waktu 10 tahun yang lalu. Juga orang yang ada di dalam rekaman itu adalah bawahan Kakekmu yang bertanggung jawab atas penelitian kakekmu. Dia adalah Professor Eichiro Takeba." Semua orang yang mendengar hal itu terkejut, di tambah dengan marga orang tersebut yang mereka dengar. Takeba... itu tidak lain marga dari nama keluarga Yukari dan Reizato yang berarti dia adalah...
"...Otou-san..." Yukari dan Reizato tengah menahan emosinya setelah mendengar penjelasan ayah mereka melalui Video rekaman tersebut tapi sayangnya gagal. "Jadi, selama ini, penyebab Dark Hour, Tartarus dan Shadow muncul adalah penyebab Otou-sanku?" Yukari menoleh ke arah Mitsuru. "Benarkah Senpai?" Mitsuru yang di tanya hal tersebut hanya bisa terdiam, dia bingung untuk menjawab perkataan Yukari. "Jadi... selama... ini Otou-sankulah penyebabnya...? KENAPA! KENAPA!" Yukari kemudian berlari keluar ruangan itu.
"Takeba!" Mitsuru berteriak untuk menghentikannya namun gagal. "Arisato, tolong kejar dia...!" lalu menyuruh Minato dan akhirnya remaja berambut biru emo itu mengejarnya.
Reizato yang telah melihat Video itu hanya terdiam. Dadanya terasa sakit untuk dia terima setelah melihat isi Video tersebut meski wajahnya terlihat tenang. Laki-laki berambut coklat berantakan itupun melepaskan topinya dan meletakannya di atas meja. Setelahnya dia berjalan ke arah pintu keluar. "Aku ingin tidur" dan akhirnya keluar setelah berkata hal tersebut kepada semua yang ada di ruang tamu.
"Reizato-san begitu tenang ya, apakah dia tidak apa-apa?" Fuuka yang melihat tingkah laku Reizato berkata demikian meski dirinya sedikit khawatir dengan laki-laki tersebut.
"Sepertinya begitu." Sahut Akihiko.
Sayu melihat Topi bundar tersebut dan mengingat nada perkataan Reizato. "Tidak!" Dia kemudian berdiri lalu sadar akan sesuatu. "Reizato-kun, meski dia terlihat tenang tapi sebenarnya perasaannya sama seperti Yukari!" Sayu mengambil topi bundar yang berada di atas meja tersebut. "Aku khawatir padanya, lebih baik aku memeriksanya" gadis berambut merah mudah panjang itupun akhirnya mengejar tunangannya setelah minta ijin.
"Apakah kita harus mengejar Reizato-san, senpai?" tanya Junpei kepada Mitsuru.
Mitsuru menghelah napas. "Aku tidak tahu" ujarnya dengan tampang menyesal.
Yoshino mengepalkan tangannya dan berdiri. "Aku ingin ke toilet" lalu pergi setelah minta ijin demikian.
"Masih ada lagi yang mau pergi?" Mitsurupun menawarkan kepada semua yang ada di dalam.
"Aku juga ingin ke toilet, maaf ya" Tatsuya akhirnya pergi.
"Masih ada lagi?" semua tiba-tiba sweatdrop.
"SUBUR! LIHAT MUKA SAYA!" semua orang tiba-tba terkejut dan menoleh ke Arya Wiguna yang tiba-tiba nongol. "SAYA TIDAK TAKUT! SAYA TAHU KAMU PENGIKUT SIAPA! PASUKANMU SUDAH AKU AMBIL SEMUA! INI GAYA KAMU KAN! KAMU PUNYA SENJATA INI SAYA PAKAI SEKARANG BUAT MELAWAN KAMU SEMUA! BUKTIKAN KAWAN-KAWAN!" lanjutnya dan sebelum menyelesaikan kalimatnya DEMI TUHAN! tiba-tiba semua orang yang ada di sana langsung meng-ALL-OUT-ATTACK Arya Wiguna karena salah tempat untuk marah-marah di sana.
Tidak lama setelah itu Video rekaman tersebut kembali menampilkan sesuatu di layar meski sedikit nampak jelas dan kini menyiarkan dua sosok bayangan hitam yang saling berhadapan layaknya mau bertarung satu sama lain dengan latar kebakaran seperti sebelumnya. Sosok bayangan di sisi kanan merupakan sosok anak laki-laki berusia 12 tahun dengan gaya rambut berantakan yang bisa di lihat oleh mata mereka. Sedangkan sosok yang ada di sebelah kiri adalah sosok hitam berambut panjang layaknya anak perempuan berumur 10 tahun. Tiba-tiba kedua bayangan hitam anak laki-laki dan perempuan yang saling berhadapan tersebut membuka mata mereka. Mata sosok anak laki-laki berwarna pelangi, sedangkan mata sosok anak perempuan berwarna merah darah. Semua yang masih melihat isi Video rekaman tersebut hanya bisa terdiam dan terkejut. Ke dua bayangan hitam itu kemudian memegang sesuatu seperti pistol dan mengarahkannya ke kepalanya sendiri.
Cklek!
"Uriel..."
"Keres..."
DHUAR!
PIIIIIIIP!
Layar di Video itupun menjadi biru yang berarti selesailah akhir dari isi Video tersebut.
"I-itu...?" Mitsuru dan semua yang menyaksikan akhir aneh Video tersebut hanya bingung dan menunjukan tanda tanya siapakah dua sosok anak laki-laki dan perempuan di dalamnya tersebut.
.
Riborn Almark masih terus melihat situasi keadaan SEES di balik layar laptopnya, di dalam sebuah ruangan kantornya yang gelap dengan cahaya luar yang berusaha memasukinya namun gagal karena telah di halangi kaca buram yang terpasang di sana.
"kebenaran di bagian awal yang mereka lihat hanyalah rekayasa yang di buat-buat oleh laki-laki berkacamata itu." Riborn kemudian tersenyum. "Tapi, dengan cerobohnya laki-laki itu membiarkan bagian akhirnya tetap asli karena ketidak ketelitian yang membuat dia menjadi lalai." jari-jemari Riborn menari-nari di atas Keyboard. Huruf demi huruf, kalimat demi kalimat, hingga akhirnya menjadi sebuah cerita yang tengah dia buat. "Seharusnya, laki-laki bodoh itu tidak menyerahkan video tersebut karena telah membuat remaja berambut emo itu akhirnya menemukan Social links Arcana Lover" dia sekarang menghentikan jari-jemarinya untuk dibuat penyanggah berat kepalanya. "Dan juga, membuat kakek Pinokio Pedofil itu merasakan sedikit kemenangan" dan akhirnya mematikan layar laptopnya dan memutar arah kursi roda 90 derajat kekiri untuk merasakan sedikitnya sinar di belakangnya.
~To Be Continue~
Sory untuk update cerita yang lama karena besok waktunya saya akan masuk sekolah sebagai siswa kelas 3 SMA T_T
Meski begitu saya tidak akan pernah menyerah untuk menyelesaikan cerita ini karena saya juga ingin melihat akhirnya sampai selesai sama seperti kalian.
Luciano Fyro (Ch 37): Thanks dan terimakasih untuk reviewnya, tapi sayangnya beli baju renangnya cuman sebentar WKWKWKWKWKWKWK XDDDD *Di lempar lemari 2 GB(?)*
KagaHinaSato (Ch 37): Terimakasih untuk semua reviewnya sampai berkali-kali saya membacanya berulang-ulang.
Meski hari ini saya bersiap untuk sekolah, tapi saya akan giat untuk menamatkan cerita ini. Juga jangan lupa untuk terus...
~Review~
