Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Beberapa hari lagi libur musim panas di mulai! Apa yang terjadi pada anggota tim SEES?


Laki-laki itu tengah berjalan di sekitar makam, melewati tiap makam yang ada di sebelahnya. Di bawah terangnya malam dia juga memegang seikat bunga. Dengan santainya berjalan menuju sebuah makam. Setelah berada di depan makam yang dia ingin tuju, dia meletakan bunga itu dan menatapnya sebentar.

"Hei," sebuah senyum dia lepaskan pada makam di depannya. "Aku telah kembali dari liburan di Yakhusima. Apa kau baik-baik saja selama aku pergi?" tanyanya pada batu nisan yang bertuliskan nama seseorang yang berarti baginya.

Malam di tempat itu begitu damai, kenapa tidak? Tempat itu adalah kuburan. Tempat dimana seseorang yang mati dapat beristirahat dengan damai, dan juga tempat akhir dimana kita di kubur. Kupu-kupu bersayap hijau hinggap di samping bahunya yang datang entah darimana. Yoshino yang menyadari keberadaan kupu-kupu itu tidak keberatan di buat sebagai tempat hinggap sang kupu-kupu yang lelah untuk terbang.

"Ingin sekali aku mengajakmu pergi ke sana juga, hah... tapi sayangya itu hanya mimpi dan tidak terasa minggu depan liburan musim panas dimulai yang berarti akan diadakan perayaan musim panas ya, Hehehe..." Yoshino tertawa sedih, lalu berhenti ketika menatap makam kosong miliknya yang ada di sebelah makam tersebut.

Makam kosong miliknya yang sengaja dia buat dan Itu adalah hal terkonyol yang pernah dia lakukan. Dia pikir, dia bisa kembali ke masa lalu dengan menyamar sebagai orang lain tanpa ketahuan kekasih dan adiknya sendiri setelah selesai mengambil isi kotak misterius, tapi tidak. Hal konyol itu akhirnya memakan korban yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

Sekarang, setelah kekasihnya meninggalkannya, dia dapat merasakan apa yang telah di rasakan oleh kekasihnya dahulu saat dirinya pergi meninggalkannya.

"Maafkan aku... " dia menyesal dan meminta maaf kepada makam di sana, setelah selesai mengingat hal tragis itu. "Meski begitu, aku juga tidak sabar untuk menyusulmu... Kizuka." Dengan nada pelan dia memanggil nama gadis yang sudah mati. Rasa bersalah terus menyelimuti hatinya. Tidak lama kemudian dia menatap makam kekasihnya lagi. "Tapi, sebelum itu terjadi... aku ingin melakukan sesuatu dulu, jadi tunggulah!" Yoshino membalikan badannya, bersiap untuk pergi. "Aku tidak akan melupakanmu..." langkah kakinya membawa dia pergi dari sana. Sebentar dia melihat bintang yang jatuh dan akhirnya kembali melangkahkan kakinya, bersama kupu-kupu bersayap hijau yang menemani kepergiannya.


~Chapter 41: Beberapa Hari Sebelum Liburan musim panas!~


Semua orang terdiam di dekat pintu ruang tamu asrama ketika melihat seorang anak laki-laki yang di perkirakan masih SMP berada di hadapan mereka. "Salam kenal, namaku Ken Amada dan kalian boleh memanggilku Ken. Mulai hari ini aku akan tinggal di sini karena di suruh oleh paman Ikutsuki. Senang bertemu kalian Onii-san, Onee-san." sapa Ken dengan sopan.

"Anak kecil?" tanya Junpei terkejut.

"Tinggal di asrama ini?" lanjut Fuuka

"Jangan bilang kalau dia..." Yukaripun mulai menduga sesuatu dan mereka semua anggota SEES yang sama dugaannya dengan Yukari kecuali Yoshino yang belum datang menoleh ke arah Mitsuru.

"Kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku juga tidak tahu tentang hal ini" jelas Mitsuru dengan tenang setelah menghelah napas.

("Tapi, kenapa harus anak ini?") Akihiko mulai gelisah dan mengepalkan tangannya. ("Shinji...") tidak lama kemudian Yoshino datang.

"Assalamuallaikum, kenapa kalian berdiri di dekat pintu-eh?" Mata Yoshino kemudian tertuju pada sosok Ken Amada yang membuatnya bingung, "Siapa anak kecil ini?" tanyaknya dan tiba-tiba pikiran negatif menghampirinya. "jangan-jangan?" dia langsung menoleh ke arah Reizato dengan marah.

"Kenapa dengan ekpresimu itu?" tanya Reizato yang heran.

"Dia anakmu ya? Berarti kau dan Sayu sudah..." semua yang mendengar hal itu dari Yoshino kaget.

"O-ONI-CHAN! KA-KAMI TIDAK PERNAH MELAKUKAN ITU! BODOH! DAN MANA MUNGKIN AKU MELAHIRKAN ANAK LANGSUNG SEPERTI INI!" teriak Sayu pada kakaknya dengan pipi bersemu merah sambil memukul wajah kakaknya dengan keras hingga tepar dan di lanjutkan dengan menginjaknnya beberapa kali sampai puas.

"A-a-aduh...!" Yoshino pun tepar di atas lantai dan semua yang melihat itu hanya bisa bersweatdrop ria.

"Oh kalian sudah pulang ya?" Ikutsukipun turun dari tangga dan menjelaskan alasan mengapa dia menyuruh Ken untuk tinggal di sini.

.

Paginya, Minato tiba-tiba di bangunkan oleh Aigis di kamarnya sendiri secara tiba-tiba sebelum matahari terbit dan membuat laki-laki berambut emo tersebut sontak terbangun dari mimpi indahnya untuk terkejut dengan keberadaan Android wanita berambut pirang itu.

"Good Morning" sapa Aigis dengan tampang Innocent alias tanpa dosa dan tanpa penyesalan.

"Kenapa kau bisa masuk ke sini? Bukankah pintu kamarku sudahku kunci?" tanya Minato yang terkejut meski wajahnya tidak menggambarkan hal tersebut.

"Kemarin malam Aigis masuk kekamarmu secara diam-diam untuk melindungimu dan Aigis dapat masuk ke kamarmu meski terkunci karena Aigis adalah Android" jelas Aigis panjang lebar yang membuat Minato mengerti.

"Oh... aku mengerti." Ucap Minato yang sedikit sweatdrop.

Tidak lama setelahnya, pintu kamar Minato di ketuk oleh seseorang yang ternyata adalah Yukari. "Minato-kun bangunlah, ini gawat. Wanita itu menghilang dan kita di suruh oleh Mitsuru untuk mencarinya." Jelas Yukari sambil terus mengetuk pintu kamar Minato dengan khawatirnya.

"Aigis bukanlah wanita, Aigis adalah Anti-Shadow Weapon" penjelasan Aigis membuat Yukari yang mendengarnya dari luar kamar Minato kaget.

"Huh?" segera kemudian, Yukari membuka kamar Minato yang tidak di kunci untuk masuk. "Aigis? Kenapa kau ada di sini?" tanya Yukari dan tidak lama kemudian datanglah Junpei.

"Hei Yuka-tan kenapa kau teriak? apakah Ai-chan ketemu?" tanya Junpei pada Yukari dan setelah itu menatap Aigis yang berada di kamar Minato. "OH DUDE, kenapa kau dan Ai-chan berada di kamar berduaan? Jangan-jangan kemarin malam-NO! DUDE! Kau menghianatiku! Hiks..." teriak Junpei histeris sambil meneteskan airmata lebay karena berpikiran negatif kepada Minato.

Setelahnya kemudian, Minato langsung melempar laptop merek Apel busuk tepat ke wajah Junpei karena kesal dan berteriak "MATI AJA LOE! EMANGNYA LOE SIAPA GUE?!" dengan kasarnya dan membuat Yukari yang melihatnya sweatdrop.

"Yey dapet lapie!" Junpeipun kabur membawa laptop Minato.

"WOY LAPIE GUE!" Minato mengejarnya dan menambah Yukari makin sweatdrop.

Yukari lalu kembali bertanya kepada Aigis mengenai keberadaannya di kamar Minato, "Jadi, kenapa kau ada di sini?".

"Aigis berada di sini untuk menjaga Minato-san" jawab Aigis yang masih dengan tampang Innocent. Akhirnya Yukari mengajak Aigis ke hadapan Mitsuru dan hilangnya Aigispun selesai sampai akhirnya semua penghuni asrama menikmati hari libur terakhir mereka di asrama setelah pulang malam dari liburan mereka di Yakhusima. Lalu besoknya mereka akan kembali ke sekolah seperti biasa dan setelah kembali ke sekolah, besoknya mereka dapat menikmati libur di musim panas.*Author di lempar kulit jeruk karena banyak bacot dan tiba-tiba menjadi Kamen Rider Gaimu(?)*

.

Pagi ini Yoshino berjalan-jalan di Paulownia mall untuk menikmati harinya yang biasa-biasa saja, menerima kehidupan menjadi seorang jomblo setelah di tinggal mati oleh Kizuka *Author kena tembak mati*.

Di sekitarnya terdapat orang berlalu lalang dan tidak terasa hari ini cukup sedikit panas, mungkin dikarenakan musim panas akan segera di mulai. Di sisi lain, terlihat Kizumi dan Kizuma yang duduk di dalam Chagali Cafe sedang menikmati minuman mereka sambil sedikit bergosip bersama teman-teman kuliah di sana.

Yoshino yang sadar akan keberadaan mereka segera memakai kacamata hitam dan menutupi kepalanya dengan Hody dari jaket coklat tipis yang dia kenakan dan setelahnya kembali berjalan tanpa menoleh ke arah mereka agar tidak ketahuan.

Setelah berhasil melewati Chagali Cafe tanpa ketahuan, Yoshino tidak sengaja bertemu dengan Tatsuya yang baru saja keluar dari kantor polisi di sana. "Yo Tatsuya!" sapa laki-laki itu.

"Kau siapa?" setelah Tatsuya bertanya hal tersebut, Yoshino segera melepas kacamata hitamnya agar Tatsuya dapat mengenalinya, "Hiroshi-san, kau rupanya".

"Jangan panggil namaku, panggil saja aku Lockon Stratos biar GREGET sekalian." ucap Yoshino yang membuat Tatsuya sedikit sweatdrop, "Hei Tatsuya, apa kau tidak ada kerjaan?" tanyanya.

"Ada, memangnya kenapa?" tanya Tatsuya setelah menjawab pertanyaan Yoshino.

"Ah, tidak, aku hanya ingin tahu saja. Jadi sampai jumpa" Yoshino kembali berjalan dengan memakai kacamata hitamnya lagi, meninggalkan Tatsuya dalam keadaan kebingungan.

"Entah kenapa aku merasa kasihan padanya" pikir Tatsuya lalu melajutkan langkah kakinya.

("Aku... kesepian...") batin Yoshino dengan angin yang bertiup melambai-lambaikan tiap helai rambutnya.

.

Ke esokan harinya di sekolah, hasil ulangan para siswa sudah di tempel di dekat kantor guru melalui pemberitahuan salah seorang murid. Dengan cepat, mereka berlari menuju lorong Kantor guru untuk mengetahui hasil nilai mereka. Seperti biasa, hasil nilai ulangan para tim SEES kecuali Junpei bagus. Selesai melihat nilai ujian mereka, para murid kembali ke kelas untuk melanjutkan jam pelajaran.

Selama berjam-jam pelajaran berlangsung, akhirnya bel pulang sekolah berbunyi nyaring di telinga semua orang.

"Baiklah murid-murid, selamat menikmati libur musim panas kalian dan jangan lupa untuk mengerjakan semua perkerjaan rumah kalian yang sensei berikan" ucap guru perempuan wali murid kelas 2-F yang bernama Mrs. Toriumi dengan nada tegas pada murid-muridnya tersebut sesaat sebelum meninggalkan kelas dan di sahut oleh teriakan 'IYA Sensei!' dari muridnya.

"AKHIRNYA LIBURAN LAGI!" teriak Junpei dengan semangat di sebelah Minato. "Tapi..." Namun semangat itupun lenyap ketika mengingat tugas Mrs. Toriumi yang begitu banyak, "kenapa tugas liburan musim panasnya BANYAK?!" teriaknya ingin protes pada walinya.

"Sudah, pasrah saja Junpei. Aku tahu apa yang kau rasakan." Ucap Minato yang memegang pundak Junpei.

"Min, loe ternyata temen gue yang pengertian." Junpeipun berlinang air mata sambil memegang kedua tangan Minato dan berkata demikian.

("Entah kenapa aku merasa cerita ini mulai ada adegan YAOInya yang Ancur bagaikan nilai ulangan Author yang ancur?") batin Minato. "Junpei, lepasin sebelum aku melemparmu ke luar jendela dan merasakan bagaimana rasanya jatuh dari lantai 2" ancam Minato dan Junpeipun melepaskan tangannya.

"Sorry dude, cuman bercanda." Ucap Junpei.

"Jadi, apa ada rencana buat liburan besok?" tanya Minako.

"Aku bingung, tidur ah" Minato langsung tidur di atas meja.

"Nii-san ini benar-benar menjengkelkan" gumam Minako yang merasa jengkel akibat dirinya di abaikan.

"Kalau begitu bagaimana kalau kita Shopping?" tawar Yukari.

"Aku setuju!" teriak Minako.

"Aku nggak punya uang..." ucap junpei lebay.

"Ih, siapa yang mau ngajak loe? Akukan hanya ngajak Minako dan Minato saja" sindir Yukari.

"Bener" sahut Minako.

"Ih geer..." ucap Junpei, "siapa yang ngomong sama kalian, akukan ngomong sendiri karena di tinggal tidur sama Sohib gue" ucap Junpei.

("CERITANYA BENER-BENER ANCUR!") batin Minato di dalam mimpi.

"Pulang dulu ya, sampai jumpa cyin" Junpei pergi dari kelas dengan pose banci.

"...Sampai jumpa..." balas Yukari dan Minako yang jijay akan kelakuan Junpei. "jadi sepertinya tidak ada rencana untuk besok." Ucap Minako.

"Kau benar." Sahut Yukari.

"Aku pergi dulu ya, karena sudah janji untuk rapat anggota tenis" Minako bersiap pergi.

"Eh? Sekarang?" tanya Yukari pada Minako.

"Ya, jadi tolong bangunin Minato-nii ya Yukari, kalau nggak bisa ya tinggalin saja dia. Sampai jumpa." Minakopun akhirnya pergi meninggalkan kakaknya dengan teganya.

"Sampai jumpa" Yukari lalu memandang ke arah Minato yang kelihatannya tertidur pulas di atas meja kayu kelasnya. Dirinya merasa tidak tega untuk membangunkan Minato agar bisa pulang, tapi sebenarnya dia menunggu saat-saat ini agar bisa melakukan sesuatu pada Minato (Hayo mikir apa?).

Dia ingin minta maaf atas kejadian kemarin di pantai Yakhusima dimana dia tidak bisa mengendalikan emosinya dan berteriak kasar ke arah Minato juga membentak-bentaknya sesaat selesai melihat isi video rekaman ayahnya.

"Kau tidak pulang?" pertanyaan Minato telah membuyarkan lamunan Yukari meski laki-laki itu tidak melihat ke arah gadis tersebut.

"Minato, bisakah aku berbicara berdua denganmu di atap sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan." Ucapan Yukari membuat Minato menoleh malas ke arahnya karena bingung.

Sesampainya di atap yang sepi dan sejuk sehingga kincir angin di sana dapat berputar dengan lancar, Yukari bersiap menyampaikan kata maafnya pada Minato yang dari tadi membuat pemuda itu bingung.

"Jadi, apa yang kau ingin bicarakan?" tanya Minato yang tidak sabaran dengan masih menunjukan expresi wajah polos.

Yukari menghelah napas sejenak. "...Mengenai kejadian di pantai Yakhusima kemarin, aku... ingin minta maaf jika aku tidak bisa menahan emosiku dan berteriak memarahimu dengan kasar tanpaku sadari." Ucapnya.

"Mengenai itu ya," Minato mulai mengerti, "Kau tidak usah minta maaf, karena aku sudah melupakannya. Lagipula kau melakukan hal itu secara tidak sengaja padaku, kan." Ucap Minato dengan Gentlemen meski wajahnya menunjukan Expressi malas.

"Meski begitu, aku masih merasa bersalah padamu. Kau bisa melupakannya, tapi aku tidak. Jadi, sekali lagi maafkan aku." Jelas Yukari yang memaksa sambil membungkukan badan.

Minato berpikir sebentar lalu menghelah napas, "...Baiklah, aku maafkan. Tapi sebagai gantinya, kau tidak boleh emosian lagi." Ucapnya dan tersenyum ke arah Yukari. Bersamaan itu juga cahaya Mentari sore menghiasi senyuman tersebut dan membuat Yukari yang melihat senyum Minato merasa sedikit 'deg-deg' untuk melihatnya.

"Ah, i-iya." ucap Yukari yang mengalihkan pandangan dengan hati yang entah kenapa tiba-tiba menjadi berdegub sedikit kencang.

.

Malam ini begitu cerah, karena lampu-lampu jalanan sudah di hidupkan. Di tambah lagi keramaian suasana kota Iwatodai yang sangat malam di sisi tempat yang jarang sekali untuk di kunjungi pada waktu siang hari.

Di bar malam tempat di mana minuman keras seperti batu(?) dan kupu-kupu malam bertengger(?), duduklah seorang pria berambut pirang dengan setelan jas abu-abu sewarna dengan celana jeans yang dia pakai sedang meminum segelas Extra Joss dingin di dekat sebuah Bar.

Mata yang tertutupi oleh hitamnya kacamata yang dia kenakan dan luka bekas bakar yang menghiasi sebagian wajah di sebelahnya menambah kesan misterius yang keren di dalamnya.

"Malam yang ramai sekali" ucapnya yang tersenyum sambil sedikit menggoyangkan minumannya yang berisi es batu alias batu dingin(?).Tidak beberapa lama duduklah seorang pria bermantel tebal berwarna coklat tua, bertopi kupluk tidak jauh dari laki-laki tersebut.

"Mau pesan apa?" tawar Bartender kepada laki-laki tersebut yang tak lain adalah Shinjiro Aragaki.

"Es Degan satu gelas" pesan Shinjiro yang membuat semua orang di sana yang mendengarnya terjatuh ke tanah karena sweatdrop tingkat dewa. Memangnya ada orang memesan Es Degan di Bar?

"Maaf, kami tidak punya itu, apakah kau ingin minuman yang lain?" tawar Bartender yang berusaha bangkit bersama para pelanggannya.

"Kalau begitu jamu pegel linu telurnya dua" pesan Shinjiro lagi yang kembali membuat semua orang terjatuh lagi karena Sweatdrop tingkat dewa.

"Ini bukan warung jamu mas, apa ada minuman lain yang ingin di pesan?" tawar Bartender lagi yang sedang bangkit lagi.

"Hm..." Shinjiro berpikir sebentar. "Kalau begitu Susu telur jahe madu hangat satu gelas" pesannya lagi yang sekali lagi membuat semua orang terjatuh untuk yang ke tiga kalinya karena kembali terkena sweatdrop tingkat tinggi.

"INI BAR! BUKAN WARUNG STMJ!" teriak Bartender.

("Malam yang benar-benar ramai") batin laki-laki berambut pirang yang berusaha menahan sweatdropnya sambil meneguk minumannya kembali.

.

Hari ini minggu, Minato menjalani liburannya dengan memainkan Game MMORPG di laptopnya hingga Social Link Arcana Hermitnya max.

Setelah bosan berada di kamar terus selama berberapa jam untuk menghibur dirinya bagaikan seorang NEET, dia memutuskan untuk keluar dari kamar dan berjalan-jalan di sekitar Kuil Naganaki yang sejuk dengan pepohonan yang rindang di sekitar kuil tersebut. Setelahnya, dia duduk di bawah pohon untuk menikmati waktunya.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis kecil yang sering dia temui waktu sore hari sepulang sekolah.

Gadis kecil tersebut tak lain adalah Maiko. Maiko adalah gadis kecil yang kesepian karena ayah dan ibunya sibuk bertengkar setiap hari, sehingga membuat Maiko kadang-kadang berada di kuil untuk menghabiskan waktunya sendirian di sana setelah pulang sekolah.

Hari ini Maiko datang ke kuil sama seperti biasanya, yaitu untuk menyendiri. Minato yang dari tadi melihat gadis kecil itu berniat untuk menghampirinya dan bermain bersamanya, berusaha menemani kesendirian gadis kecil yang baru lama di kenalnya sampai sore dan hal itu membuat Maiko yang menyendiri menjadi senang.

Tidak lama mereka duduk untuk beristirahat, Maiko mulai membicarakan tentang festival musim panas yang tidak lama lagi akan di adakan di kuil tersebut. Dia berkata kepada Minato bahwa dia ingin sekali pergi ke festival musim panas bersama ayah dan ibunya. Namun tiba-tiba Maiko terdiam dan mulai menangis.

Menangis karena hal itu sepertinya mustahil bagi dirinya, mengingat apa yang di ceritakan Maiko tentang keadaan Ayah dan Ibunya yang kini sepanjang hari terus bertengkar akan suatu hal yang tidak dia mengerti.

Sebenarnya Minato ingin membantu, tapi dirinya tidak tahu bagaimana caranya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Maiko pergi ke toko Takoyaki yang ada di seberang jalan Iwatodai agar Maiko kembali senang.

.

Malamnya ketika Dark Hour terjadi, terdengar alarm asrama berbunyi secara tiba-tiba dan membuat seluruh penghuni terbangun untuk berlari menuju ke Command Room secepat mungkin.

Setelah sampai, mereka bertemu dengan Mitsuru dan bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi. Mitsuru lalu menjelaskan bahwa Akihiko menemukan sesuatu dan menyuruh mereka untuk pergi ke sana.

Tidak beberapa lama mereka semua sampai di depan kuil Naganaki dan terkejut ketika melihat seekor anjing yang bernama Koromaru tengah terluka.

"Koro-chan!" Fuuka, Minako dan Yukari menghampiri Koromaru untuk memeriksa keadaannya.

"Kalian mengenalnya?" tanya Akihiko.

"Ya" jawab Fuuka.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Yukari pada Akihiko.

Akihikopun menjelaskan bahwa dirinya tengah mengejar beberapa Shadow yang menuju ke arah Kuil dan tidak sengaja bertemu dengan Koromaru yang secara mengejutkan tidak berubah menjadi peti mati dan yang lebih mengejtukan lagi, Akihiko menceritakan bahwa Koromaru dapat mengeluarkan Persona untuk melawan Shadow-shadow tadi hingga akhirnya dia terluka.

"Anjing ini memanggil Persona? Sungguh sesuatu sekali" ucap Yoshino.

"Memang mungkin, karena hewan juga makhluk hidup, jadi mungkin memiliki 'potential' untuk memanggil Persona" ucap Reizato.

"Tapi kenapa dia berada di sini?" tanya Junpei.

Koromaru kemudian menggonggong yang akhirnya di terjemahkan oleh Aigis, "Katanya dia ingin menjaga tempat istirahat terakhir tuannya di sini" sambil menunjuk sudut jalan yang terdapat beberapa bunga.

"Ai-chan, ka-kau bisa berbicara bahasa hewan?" tanyak Junpei yang terkejut.

"Tidak aku sangka, menakjubkan" puji Fuuka.

"Aigis memiliki sistem penerjemah seluruh bahasa, jadi Aigis bisa menerjemahkan bahasa apapun termasuk hewan" Jelas Aigis.

"Kau sungguh anjing yang tangguh Koro-chan" Minako membelai kepala Koromaru sambil memberinya pujian.

"Tidak!" Ucap Yoshino yang tiba-tiba membuat semua orang bingung untuk memperhatikannya. "Dia itu lebih dari tangguh, dia mirip seperti cerita Puchiko. Benarkan Setuna?"

"Yang benar HACHIKO! Puchiko itu nama character Anime Digi Charatan" protes Reizato. "Apalagi kenapa panggilanku berubah?" lanjutnya

"Sudah-sudah, sebaiknya aku beri dia pertolongan pertama dulu dan setelah itu membawanya pergi ke dokter hewan" Yoshino akhirnya membalut beberapa helai perban pada tubuh Koromaru yang terluka juga memberikan dia obat.

"Nii-chan ternyata bisa jadi dokter hewan juga ya, aku kagum" puji Sayu.

"Tidak, ini hanya pertolongan pertama saja, tidak ada yang istimewa. Apalagi aku bukanlah dokter hewan, jadi nanti akan di lanjutkan oleh dokter hewan" jawab Yoshino yang tidak sombong dan Keadaan Koromarupun sedikit membaik sampai akhirnya Dark Hour selesai dan dia di bawa ke dokter hewan.

.

"Akhirnya liburan musim panas di mulai!" Minato bangun dari ranjangnya sambil mengatakan hal tersebut di pagi hari ini yang cerah. "Enaknya ngapain?" tanyanya.

~To Be Continue~


Akhirnya update juga dan maaf untuk keterlambatan updatenya karena terlalu banyak tugas ketika kita di kelas 3.

IarIz: terimakasih untuk RNR dan yah begitulah, tapi ada kok pakaian renang penutup aurt tersebut, pokoknya seluruh aurat tertutupi.

Luciano Fyro: terima kasih untuk RNR, ceritanya memang makin ngegaje karena saya lagi galau.

Juno Espada: makasih untuk reviewnya.

sekali lagi saya minta maaf untuk update yang telat, semoga cerita ini membuat anda puas.