(Saran : bagian awal ini aku saranin sambil dengerin lagunya Jin yang judulnya Gone, pada tau kan yg modelnya bang Minseok itu hehe soalnya pas aku ngetik bagian itu sambil dengerin lagu itu dan jadinya kaos aku basah oleh air mata /plak.)

SECOND BENCH CH 3


July 17th 2014 (10.05 a.m KST)

.

.

Chanyeol memang sadar ia tak bisa menyalahkan kata-kata Jongin atau Sehun yang saat ini baginya sangat amat mengecewakan. Laki-laki tinggi itu tau benar bahwa ini akibat moodnya yang sejak pagi tadi amat buruk. Chanyeol lebih memilih menyalahkan ayahnya –itu lebih baik baginya.

"maafkan aku Chanyeol, aku tak pernah ingin membuatmu marah, benar 'kan Sehun?" sudah berapa kali Jongin mengucapkan maaf kepada sahabat baiknya akibat setiap perkataannya membuat Chanyeol makin tersulut amarah, meskipun Jongin tau bahwa apa yang diucapkannya adalah hal baik yang mungkin orang dalam keadaan mood normal dapat menerimanya dengan tanpa sama sekali amarah. Jongin dan Sehun sangat mengerti sahabat mereka sedang tertimpa hal buruk pada keluarganya.

Chanyeol menunduk dan memegangi kepala dengan kedua tangannya, "tidak. Tidak Jongin, maafkan aku."

Sehun yang duduk bersila di samping Chanyeol pun mengelus pundak sahabat tingginya itu. Memang sedari tadi laki-laki pucat itu memilih diam daripada apa yang ia katakan nanti membuat Chanyeol semakin kehilangan moodnya di pukul 10 pagi ini, ia masih mampu menahan perkataannya, berbeda dengan Jongin yang sejak tadi selalu terkena amukan Chanyeol. Bukannya tidak peka, namun Jongin hanya mau sahabatnya itu lebih sabar menghadapi permasalahan keluarganya.

"aku, maafkan aku teman-teman." Chanyeol menggeleng "aku hanya tak menerima ini, ayah begitu egois."

Chanyeol mengangkat wajahnya dan memjamkan mata, satu tetes air mata turun mengalir di pipinya. Jongin sungguh terkejut, begitu pula Sehun. Karena mereka paham sekali, Chanyeol tak akan mengeluarkan air mata kecuali hal itu sungguh menguras habis emosinya di dalam hati. Baru Chanyeol akan benar-benar terlihat menyedihkan dengan air matanya.

"hiks, ayah begitu egois. Ia tak pernah sekali saja menuruti apa yang aku inginkan, itu juga yang ia lakukan pada ibuku. Aku menyesal mengapa dulu aku tak mengikuti ibu pada saat perceraian ayah dan ibu telah terkabulkan. Aku menyesal.."

Tak sadar bahwa melihat sahabatnya menangis mampu membuat Jongin yang di depannya ikut mengeluarkan air mata.

"ini yang aku terima sekarang, bahkan aku tak dapat hidup dengan bahagia sedangkan ibu telah bahagia hidup bersama suami dan anaknya yang masih kecil itu." Chanyeol menatap Jongin yang berkaca-kaca di depannya. "aku tak iri dengan ibu, hanya saja mengapa ayah tak dapat menjadi ayah yang membuatku mempunyai cukup kasih sayang?"

Sehun juga telah mulai berkaca-kaca mendengar penderitaan sahabatnya ini. Ia pikir, ternyata meskipun Chanyeol sangat kaya tetapi bahkan ia sangat kekurangan kasih sayang. Setidaknya ia bersyukur masih memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.

Jongin menghapus lelehan cairan bening di pipi kanannya, "jangan khawatir Chanyeol, masih ada kami di sini. Kau tak akan merasa sepi jika kami ada bersamamu, ingat telah berapa lama kita bersama? Selama delapan tahun Yeol."

"kau tujuh Jongin, ingat kau murid pindahan." Sela Sehun.

"iya dan aku tujuh tahun, karena aku murid pindahan dari Jerman."

Chanyeol terkekeh kecil mendengar pengakuan Jongin. Mereka tertawa kecil bersama.

"benar apa yang Jongin ucapkan Chan, kami sangat menyayangimu, dan kita saling menyayangi, kau masih ingat motto kita?" Chanyeol mengangguk. "Kita Bertiga adalah Saudara Kembar." Jawabnya

Sehun dan Jongin tersenyum melihat sahabatnya yang sangat rapuh saat ini terlihat seperti anjing kecil yang terluka.

"jangan kau pikir dirimu tak bahagia, ingat bahwa saat kau tertawa di sampingmu adalah kami, kita saling mengenal dengan baik bahkan sampai keluarga kita juga." Jongin menelan ludahnya sejenak. "seberapa dekat kita? Bahkan kau dan aku mengenal sepupu Sehun yang bernama Kim Joonmyun, aku dan Sehun mengenal sepupumu yang dari Cina yang bernama Wu Yifan, dan kalian mengenal saudara ku Kim Minseok. Bukankah kita memang seperti saudara kembar?"

Chanyeol mengangguk kembali. "akankah kalian mengenal ibu baruku nanti?" tanyanya lirih.

Sehun dan Jongin mengangguk.

"meskipun aku tak dapat menerimanya menjadi ibuku?"

"itu keputusanmu Chan, kau sudah besar dan pasti kau mengerti apa yang akan kau lakukan. Kami hanya mampu mengetahui jika wanita itu adalah ibu tiri dari saudara kembar kami." Jawab Sehun. Laki-laki pucat itu merangkul pundak kanan Chanyeol dan Jongin berpindah tempat menjadi di samping kiri Chanyeol, melakukan apa yang Sehun lakukan pada sahabat mereka.

Mereka memandang hamaparan langit biru dari atas bukit tempat rumah pohon mereka berada.

"itulah guna sahabat Yeol, apapun yang terjadi padamu, kami harus mengetahuinya. Kami akan selalu ada jika kau sedang terpuruk atau bahagia, tanpa kau panggil, kami pasti akan berada tepat di sampingmu. Seperti saat ini." Ucap Jongin.

"Jongin benar, itulah guna sahabat, atau mungkin saudara kembar?" Sehun tersnyum menggoda sahabat tingginya. Chanyeol menyenggol lengan Sehun dan terkekeh kecil.

Mereka kembali menatap hamparan langit biru.

"aku tak pernah membayangkan sebelum aku berusia sepuluh tahun, bahwa aku akan mempunyai dua saudara kembar sekaligus. Yang selalu ada di sampingku, yang selalu menghiburku, yang selalu berbagi kebahagiaan bersamaku, yang mengajarkan diriku arti sebuah persahabatan. Aku berterima kasih kepada kalian, karena aku tak pernah kesepian meskipun aku tak mempunyai saudara kandung. Lagipula aku juga tak butuh saudara di keluargaku, karena aku yakin jika aku mempunyai saudara pasti ayah akan lebih memilihnya daripada aku. Kalian masih ingat kan kejadian beberapa tahun yang lalu?"

Jongin dan Sehun mengangguk

.

.

July 20th 2011 (17.20 p.m KST)

"dia siapa yah?"

Ayah Chanyeol yang sedang membelakangi anaknya menoleh dan tersenyum, "oh hai Chanyeol! Kenalkan ini Choi Hyunjo, dia lebih muda dua tahun darimu dan mulai sekarang ia akan menjadi anak angkat ayah."

Chanyeol terkejut dengan penuturan ayahnya. Ia tak percaya bahwa anak kecil di belakang ayahnya itu akan menjadi penghuni baru di rumahnya.

"apa maksud ayah?! Dia saudaraku?! Aku tak setuju yah! Dia siapa? Bagaimana mungkin ayah mendapatkannya?"

"dia ayah temukan di dekat kolam ikan di taman Chanyeol, ia baru saja kehilangan keluarganya dalam kecelakaan dua hari yang lalu."

"dia anak liar! Aku tak mau dia ada di sini ayah!"

Park Jungsoo terlihat murka dengan kata-kata anaknya."diam Chanyeol! Kau pikir siapa yang berkuasa di sini? Asal kau tau, aku muak mempunyai anak yang bahkan tak mampu membuatku bangga! Suka membangkang padaku! Tak pernah mau menuruti perkataanku! Kau lebih banyak tak berguna di sini! Maka dari itu sejak aku bercerai dengan ibumu, aku sangat ingin mengadopsi anak yang dapat membuatku bangga, tidak sepertimu! Ulangan matematika saja tak pernah mendapat nilai di atas empat. Mau jadi apa kau jika besar? Mengecewakan saja! Sama seperti ibumu."

Dengan itu ayahnya membawa masuk laki-laki kecil bernama Choi Hyunjo itu. Meninggalkan anak kandungnya yang mematung di depan pintu utama dengan segala luka yang ditancapkan ayahnya pada hatinya yang terluka. Ia paling tidak suka jika ada yang menjelekkan nama ibunya tak terkecuali ayah kandungnya sekalipun.

Chanyeol mengepalkan tangannya.

.

July 22nd 2011 (18.42 p.m KST)

Kring~

Kring~

Kring~

"Chanyeol cepat buka pintunya!" Jungsoo menyuruh anaknya untuk membukakan pintu utama padahal posisinya dengan Hyunjo lebih dekat dengan pintu utama dibandingkan Chanyeol yang sedang berada di kamarnya di lantai atas.

Dengan langkah tak ikhlas Chanyeol turun dan melihat ayahnya sedang mengajari Hyunjo mengerjakan soal-soal latihan di buku. Ia mengabaikan hal itu dan memilih membuka pintu.

"selamat malam anak muda." Sapa seorang laki-laki paruh baya yang berdiri di sebelah seseorang yang Chanyeol yakin adalah istrinya.

"ada apa? Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Chanyeol. Laki-laki itu menyodorkan selembar foto anak kecil yang selama dua hari ini sangat ia kenal.

"apakah kau mengetahui anak ini? Ku dengar dari orang-orang sekitar bahwa anak ini tinggal bersamamu di rumah ini, apakah benar?"

Chanyeol mengangguk.

"syukurlah, perkenalkan saya adalah Choi Siwon dan ini istri saya." Laki-laki itu menunjuk wanita di sampingnya yang tersenyum padanya.

"jadi Choi Hyunjo adalah keponakan saya, dia adalah anak dari adik saya yang meninggal dalam kecelakaan beberapa hari yang lalu di sekitar daerah ini, dan saya mendapat kabar bahwa anak tunggal adik saya selamat, tetapi ia masih belum ditemukan. Maka dari itu saya sengaja mencarinya di daerah sini dan orang-orang berkata bahwa Hyunjo tinggal di sini. Bolehkan saya bertemu dengannya?"

Chanyeol hanya diam dan mengangguk mendengar pengakuan laki-laki di depannya itu. Ia lalu masuk dan kemudian keluar bersama ayah dan 'adik angkatnya'.

"paman Choi!" Hyunjo dengan cepat menuju laki-laki bernama Choi Siwon tadi dan disambut dengan pelukan rindu di antara mereka. Ayah Chanyeol bingung dan akhirnya mengerti setelah mendapat penjelasan dari laki-laki paruh baya itu.

Setelah kepergian Hyunjo dengan keluarganya, Chanyeol masuk diikuti oleh ayahnya di belakang.

"oh astaga, ku kira ia akan menjadi anakku untuk selamanya. Aku ingin sekali mempunyai anak yang pandai seperti Hyunjo." Gumam Park Jungsoo tanpa diketahui bahwa Chanyeol merasa sakit hati dengan perkataan ayahnya.

.

.

July 17th 2014 (10.17 a.m KST)

Chanyeol, Sehun, dan Jongin memutuskan untuk berteduh di rumah pohon mereka karena saat ini cuaca di Seoul cukup mendung dan menyebabkan hujan rintik jatuh mengenai tanah.

Sementara Jongin dan Sehun telah berada di rumah pohon, Chanyeol lebih memilih untuk berteduh di bawah rumah pohon dan bersandar pada pohon besar di belakang punggungnya. Ia sedikit menyesal karena mengingat masa-masa hadirnya Hyunjo di keluarganya, meskipun hanya sekitar dua hari lamanya.

Bau tanah menguar menyentuh indra penciumannya, Chanyeol menutup mata mencoba mencari ketenangan dengan diiringi suara rintik hujan dan angin yang berhembus sedikit dingin membelai wajah dan menerbangkan helaian rambutnya yang berwarna merah. Chanyeol sengaja mencari posisi yang nyaman dengan meluruskan kedua kakinya kemudian memejamkan matanya.

"aku tak pernah menginkan seorang adik atau kakak dalam keluargaku." Lirihnya.

.

.

July 17th 2014 (10.16 a.m KST)

Baekhyun berbaring di kasurnya dengan menatap langit-langit kamarnya yang kusam. Sejak insiden di dalam gereja itu, Baekhyun memilih untuk langsung pulang tanpa mengunjungi makam ayah dan kakaknya.

"aku akan melupakan laki-laki tua aneh itu, iya. Mana mungkin laki-laki setua itu mampu berlari cepat? Aneh. Bicara tentang malaikat? Memangnya orang yang mengatakan itu tau apa? Ah mungkin aku tadi sedang pusing maka dari itu aku seperti menemui kejadian aneh. Iya benar."

Baekhyun mengeratkan selimutnya saat dirasa udara dingin di luar masuk melalui jendela kamarnya yang tertutup kurang rapat.

"astaga musim gugur tahun ini benar-benar dingin." Baekhyun berguling ke kanan dan menatap jarinya yang masih sobek terkena pecahan gelas kemarin. Terlihat juga masih merah di sekitarnya. Baekhyun menghela nafas pelan.

Baekhyun ingin menutupnya dengan plester luka, tetapi ia tak punya cukup uang untuk membelinya. Baekhyun masih sadar diri untuk tidak membuang uangnya yang terbatas dan berakhir bekerja mencuci piring di kedai bibi Shin –yang terletak tak jauh dari sekolahnya– pertengahan bulan seperti ini. Jadi ia memilih untuk hanya memberi obat antiseptic dan membersihkannya dengan tisu.

Baekhyun mengelus luka itu dengan ibu jarinya. "huh! Plester murah saja tak bisa membeli, kau payah Baekhyun!" monolognya.

Baekhyun memandang pada luar jendelanya yang terbuka. "apakah paman Park mempunyai anak?"

Baekhyun memejamkan matanya dan membukanya kembali setelah tiga detik.

"aku ingin sekali mempunyai seorang kakak atau adik dalam keluargaku." Lirihnya.

.

.

.

Tobecontinue


.

a/n : haiii yah ketemu lagi sama Cece di sini hahaha, akhirnya aku bisa update dan bisa-bisanya update di saat besok aku mulai try out untuk Ujian Akhir Semester atau UAS atau Ujian Agak Serius /plak

okelah ya doain try out aku lancar, soalnya kalo gak lancar aku gak jamin bisa update cepet, taulah gimana kk2013? /yah curhat lagi deh hmm..

btw sekaiyeol okeh bgt ya di sini astaga, aku bayanginnya terharu bgt emg mereka itu pantes banget bersahabat dekat hiks :') oiya bayangin di sini Chanyeol yg lagi rambut merah, terus Sehun yang lagi jamannya swallow/? Dan Jongin yang smtown shanghai. Okehh dan bbh seperti yang di ava story hehe

yaudah notenya dari aku, makasi yg uda review / fav / follow ^^

I say big 'danke' for you :

Winter park chanChan ; FrederichOfficial ; Nenehcabill ; Kim Eun Seob ; Amburegul Bersaudara ; chanbaekssi ; special bubble ; sunsehunee ; ChanBaekLuv ; Ohmypcy ; YOONA ; b ; 13613 ;

review lagi yah I need your opinion for my story~