Chapter : 1
Arigatou gozaimasu, saya sedikit mendapat sentilan saran dari reader- san. Ya, gomen ne senpai aku juga lagi belajar bikin fanfic sebenarnya udah minat bikin waktu masih di SMK tapi karena kesibukan jadi cuma bisa baca karya Author-senpai yang lain.
Sebenarnya aku juga mau tambah italic tapi takutnya nggak jelas, setelah saya melihat fanfic lain ternyata Bijuu emang cocoknya pakai Italic-Bold. Arigatou ne reader-san
Untuk pairing masih menjadi pertimbangan, nanti suara terbanyak akan saya jadikan pairing buat Naruto.
Oke, check this out.
Ya, bisa dibilang ini adalah awal yang cukup baik. Kau mendapat luka tapi kau mendapat kebahagiaan, pepatah lama mengatakan ' berakit kehulu, berenang ketepian. bersakit dulu, bersenang-senang kemudian ' bukan begitu, ne Kurama.
Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto
Jadi bukan punya saya :v
Pairing : Naruto X ….. ?
Rate : T ( semi M )
WARNING : Alur berantakan, Typo bertebaran, kalo nggk kuat baca bikin perih mata….harap dimaklumi karena saya author baru…
Oke tanpa basa basi lagi….
Selamat membaca reader-san!
Shinobi
Chapter 1 :
Di sebuah danau dekat hutan yang sangat lebat, siapa sangka di hutan yang memiliki julukan sebagai ' Hutan Kematian ' terdapat sebuah danau yang sangat indah dengan sebuah pohon besar yang berada di tepi danau. Menambah keindahan tersendiri bagi danau tersebut.
Kesampingkan itu semua karena kita akan membahas apa yang ada di bawah pohon tersebut. Kalau kau mendekati pohon itu maka akan terlihat seseorang yang tertidur disana..ah lebih tepatnya seorang bocah.
Terlihat bocah dengan rambut berwarna kuning cerah, memiliki wajah yang agak bulat ( ne masih anak-anak wajar ), dan di masing-masing pipinya terdapat guratan halus sebanyak 3 buah serta kulit yang kecokatan menambah kesan imut padanya. Tapi,
Adakah yang menyadari itu semua, adakah yang memperhatikan wajah polos tanpa dosa anak itu, kau tau kenapa aku bertanya seperti itu ? karena memang tidak ada yang memperhatikannya, lebih tepatnya mereka tidak peduli akan bocah tersebut.
Akan aku ceritakan sedikit tentang anak itu, dia adalah Uzumaki Naruto anak yang memiliki penderitaan yang tidak seharusnya di dapat anak seusianya. Kenapa ? karena dia adalah seorang Jinchuriki, Jinchuriki dari Kyubi no Yokou. Kenapa dia menderita ? kau tidak akan mau merasakan apa yang dirasakan seorang Jinchuriki, mereka yang menjadi Jinchuriki harus siap menerima penderitaan bahkan saat kau masih kecil. Mereka merasakan apa yang nama kesepian, dan kehampaan karena selalu dikucilkan.
Tapi, apakah ada yang menyadari bahwa mereka juga manusia. Mereka juga ingin hidup layaknya manusia normal lainnya, apa mereka berlebihan ? aku rasa….tidak. Apa kalian tidak tau rasanya kesepian, aku harap kalian tidak mau merasakannya, karena hanya mereka yang memiliki tekad untuk merubah takdirlah yang bisa melewatinya.
Bocah yang tertidur itu perlahan mengeliat, menandakan bahwa dia akan bangun dari tidur indahnya…ya tidur yang sangat indah.
Naruto P.O.V
' ne Kurama, arigatou ' entah sudah berapa kali aku bilang begitu. ' HEH…Gaki aku sudah bosan mendengarnya ' ya biarpun kau bilang membosankan tapi bagiku ini sangat membahagiakan, karena akhirnya aku punya seorang teman. ' tapi aku tidak tau harus bilang apa lagi, entah dengan cara apa ak membalas kebaikanmu, Kurama ' luka di seluruh tubuhku juga sudah sembuh walau aku masih merasa kecapekan. ' kau hanya perlu membuktikan ucapanmu, Naruto ' kau benar, aku akan membuktikannya padamu. ' tunggulah saat itu tiba, Kurama ' ya tunggulah saat itu tiba aku akan membuktikan ucapanku, karena itulah JALAN NINJA KU.
Skip Time
Kring….kring…
Ne, terdengar bunyi alarm yang berusaha keras membangunkan pemiliknya, dan didepan alarm itu terdapat gundukan selimut yang mulai mengeliat. " ehh…sudah pagi ya ? " dan akhirnya sang pemilik alarm tersebut mulai mematikan alarmnya. Lalu, mengambil posisi duduk di atas futon tempat dia tidur. Bocah dengan rambut berwarna kuning, berkulit kecokelatan dan memiliki guratan halus seperti kumis kucing berjumlah 3 di masing-masing pipinya, dan jangan lupa mata biru seperti samudera yang luas masih mencoba untuk terbuka lebar.
" Yosh, ini masih pagi jadi aku harus latihan agar menjadi kuat " terdengar suara girang dari bocah tersebut. Bocah itu segera berlari ke kamar mandi di apartemen tersebut, aneh bukan seorang anak berumur 7 tahun tinggal sendirian di apartemen. Tapi itulah realitanya dan dia cukup bisa menikmatinya, dan untuk apartemen ini bisa dibilang cukup untuk hidup 1 orang ada 1 kamar tidur, ruang tamu yang bersebelahan dengan dapur dan di samping dapur terdapat kamar mandi.
Skip Time
Di sebuah danau yang berdekatan dengan hutan ' kematian ' terlihat seorang anak yang berumur sekitar 7 tahun, memakai kaos biru tua dengan lambing pusaran air di bagian perut, celana berwarna orange sebatas lutut dan sepatu shinobi berwarna biru. Dia berdiri di tepi danau memandang lurus kearah danau, entah apa yang sedang dia pikirkan.
Naruto P.O.V
" Jadi apa yang harus kulakukan Kurama ? aku tidak pernah melakukannya. " aku mulai memecah keheningan disini. ' aku sudah tau kalau kau sangat cepat dalam berlari, tapi kau cepat lelah bukan ? ' itu benar aku mudah lelah, mungkin karena aku jarang berlatih. " lalu apa yang harus kulakukan, Kurama ? " aku tidak tau harus apa sekarang, apa benar aku bisa menjadi kuat? Apa benar aku bisa melakukannya? ' KUSO GAKI, APA YANG KAU PIKIRKAN HAH?! …'
Apa yang aku pikirkan!. Aku sudah berjanji untuk menjadi kuat dan melindungi Hokage-jiji. ' untuk itulah aku disini, untuk membantumu mewujudkannya. Jadi jangan pernah menyerah gaki, untuk sekarang kita akan melatih stamina mu dengan push up dan sit up lalu berkeliling danau ' aku harus melakukannya ya? ' ya ini mudah. Kau akan push up 100x, sit up 100x, dan berkeliling danau 10x, bagaimana mudahkan ' ternyata cum- EHH! " APA KAU INGIN MEMBUNUHKU ?! "
' lakukan saja, kau ingin bertambah kuat bukan ? ' ya itu memang benar, tapi… ' kemana semangatmu seperti saat kau memintaku melatihmu, Naruto ? ' baiklah, yosh akan aku habisi latihanmu Kurama.
Aku pun memulai berlari secepat yang aku bisa untuk mengelilingi danau yang bisa di bilang luas ini. ' Naruto kalau kau sudah selesai maka aku akan menambah jumlahnya, KHEKHEKHE nikmati latihan mu! ' Apa ! kau pasti bercanda " AKU AKAN MATI ! ".
.
.
.
" Jadi bagaimana dengan 'dia' ? " suara itu menunjukan bahwa dia sangat berwibawa dan memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat. Di depannya seorang Anbu dengan topeng polos berlutut dan menunduk seolah dia sedang berhadapan dengan raja. " maafkan hamba, hamba kehilangan jejaknya " Anbu itu menjawab dengan nada rendah, ia tau majikannya tidak akan suka dengan ini. " heh, kalau begitu ini adalah tugasmu untuk mencari dan membawanya kemari saat ada kesempatan. Kalau kau gagal lagi maka kau akan aku eksekusi " dia berucap dengan datar tapi mengandung ancaman yang sangat mematikan, sepertinya dia tidak main-main dengan ucapannya. " h-ha'i, hamba akan melakukannya dengan baik. Kalau begitu hamba undur diri ".
Boft…
Anbu itu menghilang dalam kepulan asap, tapi orang yang merupakan majikannya itu masih duduk tenang disana. Perlahan dia mulai menyeringai " aku akan mendapatkan bocah itu, dan Konoha akan menjadi Desa Terkuat, Khekhekhe….Hahahaha aku akan menang, Hiruzen ! " dan orang itu menghilang dalam kegelapan.
Sementara itu di tempat lain….
Terletak di sebuah ruangan, terdapat 2 orang yang saling berhadapan. Seorang laki-laki yang sudah tidak muda lagi tapi masih memiliki karisma yang tinggi. Orang tersebut mengenakan jubah dominan putih dan membawa cerutu, di kepala terdapat topi caping berwarna merah dengan segitiga berwarna putih di bagian depan dan di topi tersebut terdapat tulisan ' HI '. Dialah sang Sandaime Hokage, Sang Profesor karena telah merasakan pahit-asam nya perang dunia shinobi, Hiruzen Sarutobi.
" Jadi bagaimana Inu ? " dia mulai membuka topik dengan seorang anbu di depannya yang memakai topeng anjing. " kemarin dia di buru oleh penduduk lagi Sandaime-sama " sang Anbu mulai menyampaikan laporannya, membuat sang Hokage mengkerutkan dahinya setelahnya dia menghela nafas. " aku tidak habis pikir, apa yang membuat mereka selalu menyiksa anak itu. Apa mereka tidak tau kalau tindakan mereka akan menumbuhkan dendam bagi anak itu " sebenarnya dia bisa menghukum mereka tapi dia tidak bisa karena mereka pasti beranggapan kalau Hokage mereka pilih kasih.
" Lalu sekerang bagaimana keadaannya, Inu ? " sang Hokage mulai menenangkan pikirannya yang berkecamuk, dia marah, sedih, dan kasihan. Bagaimana anak sekecil itu menerima penderitaan ini. " dia sudah sembuh Hokage-sama, tadi pagi dia sudah keluar rumah. Tapi saya kehilangan jejaknya, maaf Hokage-sama " Anbu itu sedikit menunduk pada kalimat terakhir karena tidak becus dalam mengawasi anak itu.
" Jangan terlalu menyalahkan dirimu, Inu. Aku rasa dia butuh ketenangan, tapi kalau kau bertemu dengannya terus awasi dia. Aku merasakan firasat yang buruk tentang dia " Sandaime mengucapkan itu sambil menatap langit dari jendela kantornya, mencoba menerawang apa yang akan terjadi pada anak yang sudah dia anggap cucunya sendiri tersebut. ' aku harap kau baik-baik saja Naruto '
" Ha'I Sandaime-sama, kalau begitu saya undur diri "
Boft….
Dia menghilang dalam kepulan asap. Kini, hanya sang Hokage yang berada di dalam ruangan tersebut. " Hah, maafkan aku Minato, Kushina aku tidak becus menjaga amanah kalian "
.
.
.
.
" Hah..hah..hah…sembilan puluh delapan…hah..hah…sembilan puluh Sembilan…hah..hah..s-se-seratus "
Bruk…
" Hah…akhir..hah..nya…sele..hah..sai…hah.." sepertinya dia baru saja selesai latihan. ' beristirahatlah dulu Naruto, kau menyelesaikannya dengan baik ' ya push up 100x adalah penutup latihannya. " Hah..hah..latihan..hah..ini…hah…MENYENANGKAN THEBAYO ! " oke, aku mulai berpikir dia mulai gila dengan latihan, push up dengan beban batu seberat 10 kg di masing-masing pundaknya dia bilang menyenangkan. Belum lagi sit up yang juga menggunakan batu itu, apa kau mau menjadi monster nak ?
" oh ya, Kurama. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya ? " anak itu mulai bermonolog sambil melihat awal yang bergerak bebas di langit, ya rasanya sangat nyaman. ' kau akan berlatih dasar dari shinobi, Naruto. Lebih baik kau datang kemari, gaki '
Naruto mulai duduk senyaman mungkin, mengambil posisi duduk seperti orang yang bertapa lalu memejamkan matanya.
Minscape, Naruto P.O.V
Aku mulai membuka mataku dan hal pertama yang kulihat adalah penjara besi yang besar. Didalam sana terlihat mata merah menyala, aku mulai mendekatinya dan terlihatlah mahkluk yang sangat besar berwujud rubah dengan Sembilan ekor yang melambai-lambai.
" apa Kurama, apa tidak bisa dibicarakan melalui telepati ? " aku berkata sambil berjalan ke moncong Kurama lalu mulai mengelus moncong itu. Dan sepertinya Kurama tidak mempermasalahkannya, " Naruto kau bisa meminta pada Hokage bau tanah itu untuk mempelajari dasar menjadi ninja " tanganku mulai berhenti mengelus moncong itu dan menatap matanya, apa yang kau pikirkan ?
" Memangnya ada apa Kurama ? apa kau tidak bisa melatih ku ? " apa dia masih ragu denganku? " kau juga membutuhkan teori untuk melakukannya gaki, dan ninja bukan hanya harus memiliki kekuatan jurus tetapi juga otak. Kau tau maksudku kan ? " kau berkata begitu seakan aku bodoh Kurama " tentu saja aku tau, tanpa otak sekuat apapun dirimu, kau tidak bisa memperhitungkan tindakanmu itu sama saja kau akan mati bukan ? " kulihat dia diam, akupun melanjutkan kegiatanku yang sempat tertunda tadi. " kurang lebih seperti itu, tapi sekuat apapun dirimu kalau kau gegabah mengambil tindakan kau hanya akan membahayakan dirimu sendiri. Dalam hal ini kau bisa saja mati kalau kau salah bertindak "
" oh aku tau sekarang, lalu apa lagi yang harus aku lakukan setelahnya ? " ya, aku masih belum mengerti maksud dari Kurama. " kau harus masuk ke akademi ninja Naruto itu akan membantumu dasar-dasar ninja " akademi ya, aku mulai menatap ke atas mencoba menerawang apa yang akan terjadi kalau aku masuk ke akademi. Apakah mereka bisa menerimaku. " baiklah Kurama " aku mulai menatapnya dan mulai tersenyum seperti biasa " aku akan masuk ke akademi " senyum ku belum menghilang, aku tau Kurama pasti memikirkan yang terbaik untukku. Aku mengerti Kurama.
" Arigatou Kurama " dia menatap ku sesaat sebelum mulai mengambil posisi tidurnya menggunakan tangannya untuk menutupi wajahnya. " ya, bukan masalah yang besar ". Aku mulai menutup mataku agar bisa keluar dari alam bawah sadarku.
Minscape Off
Saat aku membuka mata hal pertama yang kulihat adalah keindahan danau yang membentang luas dengan air berwarna biru jernih. " hah, berapa kali pun aku melihatnya. Aku tidak pernah bosan akan hal ini " aku mulai berdiri dan menghirup udara segar untuk memenuhi paru-paru, " sepertinya aku harus segera ke kantor Jiji untuk mendaftarkank ke akademi….Hah semoga mereka mau menerimaku "
.
.
.
.
Sementara itu sang Hokage sedang berkutat dengan musuh bebuyutan dari para Kage, yaitu kertas tentang keluhan penduduknya.
" Hah kapan aku bisa bersantai kalau terus seperti ini, baiklah….Hokage-sama aku mau diadakan arena untuk perjudian" dia mulai membaca dokumen di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang stempel untuk menyetujui gagasan tersebut.
" kalau ada arena perjudian itu akan sangat menganggu penduduk lain, dan aku tidak mau anak-anak tercemar dengan ini " dokumen itu pun hanya diletakkan di bawah mejanya " selanjutnya…Hokage-sama kami ingin agar ada onsen campuran " setelah membaca itu hidung Sandaime mulai mengeluarkan sedikit darah, " khekhe….itu ide yang brilian kenapa tidak dari dulu terpikirkan olehku " Hah jatuh sudah derajat sang Hokage ini, mungkin sifat mesumnya adalah hal yang wajar untuk laki-laki normal.
Tangan tuanya mulai meraih stempel setuju di sebelah kirinya.
Brak…..
Pintu didepannya terbuka dengan keras sampai membuat Hiruzen terkejut. " Hokage-jiji ! " yah, diikuti suara nyaring dari seorang bocah berambut kuning, bermata biru, jangan lupa dengan senyum lebarnya. " Naruto…tidak bisa kau mengetuk pintu dulu, kau membuat ku terkejut " meski sudah terbiasa tapi anak itu telah menghancurkan fantasi mesum sang Hokage itu.
" hehehehe…. Gomen jiji aku memiliki permintaan " Hiruzen mulai kembali keposisi tenangnya masih menatap sang bocah sambil member stempel ke kertas di depannya. " jadi apa permintaan mu, Naruto ? " kedua tangannya terkait dan memangku dagu sang Hokage. " aku ingin masuk ke akademi dan menjadi NINJA KONOHA " sahut Naruto dengan nada yang kegirangan, Hiruzen yang mendengarnya agak terkejut sebelum akhirnya memberi senyum terbaiknya kepada anak yang sudah dia anggap cucu tersebut. " Arigatou gozaimasu Jiji! " teriakan penuh kebahagiaan dari Naruto. " mulai besuk kau akan masuk ke akademi jadi persiapkan dirimu, Naruto "
" Yokai, Jiji…arigatou karena hanya kau yang bisa membantuku " dia mulai berbalik bermaksud meninggalkan ruangan tersebut, tapi langkahnya terhenti dan kepalanya menoleh kebelakang menatap sang Hokage " aku berjanji akan melindungimu, Jiji dan aku akan mengambil topi Hokage itu darimu " dia tersenyum lebar setelahnya kembali melanjutkan perjalanan pulang dari kantor Hokage.
" aku harap kau bisa menjadi Hokage yang hebat Naruto, tapi aku merasa firasat buruk akan terjadi di Konoha. Dan aku merasa cepat atau lambat " dia akhirnya melanjutkan pekerjaannya.
" SIALL…KENAPA AKU MEMBERI STEMPEL PENOLAKAN ! KUSO, BAKA ! " mari kita lihat apa yang terjadi.
Didepan Sandaime ada sebuah kertas berisi stempel ' ditolak ' sebenarnya apa isinya…..
' Hokage-sama kami ingin agar ada onsen campuran ' dan disebelah kiri bawah ada stempel 'DITOLAK '
" hiks..hiks…onsen campuran….hilang…" benar-benar sial ya, Sandaime.
.
.
.
.
.
" Jadi bagaimana keadaannya " terdengar suara datar dari seseorang. " mah…mah…tidak perlu buru-buru kita masih punya banyak waktu untuk memulainya " dan ada yang menyahut dengan nada yang terkesan santai. Cahaya dari Bulan mulai menerangi tempat yang sangat gelap tersebut, tapi tetap saja tidak terlihat apa-apa dalam ruangan tersebut.
" baiklah kita kumpulkan semua kekuatan kita lalu kita akan memulai RENCANA SESUNGGUHNYA " oaring pertama mulai kembali berbicara dengan nada datar dan penekanan pada kata-kata terakhir tadi.
.
.
.
.
.
Gomen..gomen kalau updatenya telat…GOMENNASAI READER-SAN!
Mungkin Chapter ini membosankan….tapi saya sudah berusaha sebaik mungkin…
Hem…kemarin ada yang memberikan review untuk membuat pairing-nya Harem….bagaimana menurut Reader yang lain?
Oh iya pairingnya belum saya tentuin jadi saya masih menunggu hasil vote terbanyak…
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa review reader-san….
See you in next Chapter
Aoi Rin Oukumaru Log Out….
