Aoi Rin Oukumaru Log In
Hahahaha….maaf reader-san kalo kalian nggk suka pair-nya NaruHina sejujurnya itu Cuma selingan aja, toh saya fans NaruKarin hehehe..
Ya menambah bumbu romance dimana drama Picisannya tetap ada dalam setiap adegan. Kemarin kan saya juga sudah mencuplik bahwa 'mungkin pairnya NaruHina ' hahahaha…
Sampai saat ini belum kepikir pair yang pas…saya pribadi menginginkan kalo ada Karin di dalamnya mengingat sama-sama Uzumaki, kemampuan Healing Karin juga unik…
Jadi, masih menjadi pertimbangan untuk pair yang akan menunjang kelangsungan fic ini. Disini masih sebatas pengenalan tokoh baik utama maupun pendukungnya, mungkin akan ada Skip Time sampai ujian genin. ( kira-kira chapter ini terakhir sebelum mulai karir ninja )
Saya berpikiran untuk Naruto bisa menggunakan pedang ( kenjutsu ), karena saya pikir menarik. Lagipula kenapa Naruto memiliki Semua jenis perubahan cakra dan memunculkan ' Kekkei Genkai ' dengan latihan tanpa guru yang membidangi ' Kekkei Genkai '. Are You Serious, ' Kekkei Genkai ' memerlukan pelatihan Khusus kecuali memiliki garis keturunan pengguna Kekkei Genkai.
Dan kalau menggunakan Mokuton maka memerlukan pengendalian cakra tingkat tinggi, serta sel dari Hashirama Senju. See, Kekkei Genkai sangat rumit.
Menurut Logika saya, hanya dengan Rasengan saja Naruto bisa menciptakan berbagai Versi seperti contoh : Fuuton : RasenShuriken, Yoton : RasenShuriken ( dengan bantuan Son Goku/ Yonbi ) itu sudah masuk jurus Rank S bahkan SS. Ditambah setiap movie Naruto pasti memiliki Versi lain dari Rasengan, THAT'S AMAZING MAN.
Jadi Doujutsu tidak perlu, Kekkei Genkai? Malah jadi Overpower, 5 elemen? Mainstream. Saya tertarik pada teknik Fuinjutsu dan Kenjutsu.
Lalu, elemen Naruto kalau di tarik dari garis keturunannya mungkin adalah Fuuton ( dari Minato ), Suiton dan Doton ( dari Kushina ), dan Katon ( dari Kurama ), ngapain harus punya RINENGAN!.
Untuk Hiraisin mungkin ada mungkin tidak, kalau saya tertarik ke teknik Shusin no Jutsu ( seperti Shusin no Shisui ). Dan menurut saya clan Namikaze adalah clan yang unik, ne mungkin ada Chapter yang akan menjelaskan keunikannya dan Keunikan clan Uzumaki, Hehehe…..biarpun sudah banyak yang tau.
Yah, itu juga merupakan poin dalam fic ini, dan masalah kenjutsu, saya sudah mendapat pedang yang cocok dan akan menjelaskan apa maksud dari bagian akhir Chapter sebelumnya, fuinjutsu akan saya munculkan di awal biarpun tidak terlalu banyak, elemen mungkin Cuma elemen Fūton dan Suiton sebagai elemen utama.
Tidak akan ada Kekkei Genkai karena terlalu Mainstream, lebih kepada penggunaan yang efektif dan efisien tanpa menimbulkan kesan overpower.
Maaf kalo reader-san ada yang tidak suka dengan ide dan pendapat saya.
Arigatou Gozaimasu karna telah mendengar Curhat saya….Check This Out.
Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto
Jadi bukan punya saya :v
Pairing : Naruto U. X…..?
Rate : T ( semi M )
WARNING : Alur berantakan, Typo bertebaran, kalo nggk kuat baca bikin perih mata….harap dimaklumi karena saya author baru…
Chapter 3
" HYAH..! "
Brugh….
" ittai…ittai…kepalaku "
" kenapa sulit sekali, ttebayou ! " nah, ketauan siapa ini ? yap, Uzumaki Naruto. Sedang apa dia?
Tempat yang indah di pinggir hutan Kematian, Naruto sedang mempelajari salah satu dasar dari Shinobi yaitu control cakra. Mungkin ini hal yang sulit mengingat dia memiliki darah Uzumaki maka dia pasti memiliki kesulitan mengontrolnya, latihannya kali ini adalah memanjat pohon dengan cakra.
Naruto P.O.V
" padahal tadi terdengar mudah ternyata sangat sulit dilakukan " aku masih tidak mengerti dimana kesalahannya, aku melihat pohon besar di depanku ' mungkin memang ada yang salah, tapi apa? 'ayo berpikir Naruto. ' Hoi gaki, coba kau ingat lagi bagaimana guru dengan codet itu menjelaskannya ' , souka sepertinya ada yang terlewatkan.
Flashback ON
" baik anak-anak kita akan belajar dasar dalam teknik ninja, yaitu control cakra. Hal pertama dalam melakukan control cakra adalah konsentrasi pada saat pengeluaran cakra. Karena control cakra akan mempengaruhi pembuatan jurus dan juga dapat menentukan batas kalian dalam penggunaan cakra. "
Hem…batas penggunaan cakra ya, kira-kira batasku sampai dimana ya. Apa aku bisa melampaui batasku sendiri? Kalau bisa bagaimana caranya? Lalu bagaimana cara mengetahui batas itu?
" Naruto apa ada yang menggangu mu? " aku menoleh dari jendela ke Iruka-sensei yang ada di depan kelas. " ano…sensei, bagaimana kita mengetahui batasan kita? Lalu apa kita bisa melampaui batasan itu? Maksudku dalam hal cakra ? bukankah ini sedikit…..membuatku penasaran. Ah…gomen Iruka-sensei "
Aku menunduk karena menurutku aku malah menentang apa yang sedang dia ajarkan kepada kami, " pertanyaan yang bagus Naruto " hah? Aku melihat dia tersenyum, apa dia tidak tersinggung?
" Baiklah aku akan mencoba menerangkan kepada kalian tentang pertanyaan Naruto. Yang pertama bagaimana batas kita, hanya kalianlah yang mengetahuinya karena setiap individu memiliki garis keturunan yang berbeda dan juga kalian memiliki keistimewaan daripada yang lain. "
" Bagaimana cara melampauinya, tanyakan pada diri kalian dengan berlatih sejauh mana kalian bisa mengerti dengan batas kalian lalu apakah kau mampu melampaui batasan itu. Kalian sendiri yang menentukannya, apakah kalian hanya berhenti di batas kalian atau kalian ingin melewatinya. "
" Kalian bisa menjabarkan sendiri menurut sudut pandang kalian tentang penjelasanku tadi, yang jelas kalian sendiri yang menentukannya. Sudah mengerti Naruto ? "
" Ha'I sensei, arigatou " jadi aku sendiri yang menetukan ya. " baiklah kembali ke pelajaran tadi "
" kalian bisa melatih control cakra kalian dengan berkonsentrasi dan menemukan pusat cakra kalian setelah itu alirkan ke kaki kalian, media untuk melatihnya adalah mendaki pohon dengan kaki kalian "
Kumpulkan cakra dikaki lalu mendaki ke pohon sepertinya tidak sulit. " tapi usahakan harus seimbang, karena jika terlalu banyak maka akan merusak pohon itu, tapi jika terlalu sedikit maka kalian akan terjatuh, apa kalian paham "
Metode sederhana, tapi bukankah itu juga berguna untuk menambahkan kecepatan berlari ? souka jadi control cakra mempengaruhi komposisi dalam membentuk jurus. Arigatou Sensei, kau yang terbaik.
" Ha'I kami paham " aku sudah menemukan menu latihanku nanti, yosh ganbatte ttebayou!
Flashback end
" Baka aku lupa ' kalau terlalu besar akan merusak pijakan, tapi kalau terlalu kecil maka akan tergelinjir '. Jadi disitu kesalahannya, arigatou Kurama " ternyata aku terlalu bersemangat ya, ' baka '
" Oi…oi…setidaknya beri aku sedikit kata-kata penyemangat kau tau, kau malah menjatuhkan mentalku " benar-benar tidak bisa diharapkan kau Kurama. ' Hn '
Gyah kau membuatku frustasi. " tapi tetap saja arigatou Kurama " biarpun begitu kau juga yang mengingatkanku. " baiklah kita mulai lagi "
' Konsentrasi….alirkan cakra ke kaki…jangan terlalu banyak dan jangan terlalu kecil…baiklah kita coba lagi '
Tap…tap…tap…Brak..
Bruk…
" ittai…padahal sedikit lagi, apa yang salah. " menurutku itu sudah benar.
Beberapa jam kemudian
" hah..hah..hah…sedikit lagi " aku sudah sampai disini kalau tetap seperti ini mungkin berhasil.
Tap..tap..tap…
" yatta akhirnya aku sampai ke puncak " ya setidaknya 30 meter sudah cukup.
Naruto P.O.V end
Naruto mulai turun kebawah untuk mengistirahatkan tubuhnya, memandang pohon besar di depannya dengan sedikit senyum di wajahnya. " yah, satu lagi hal yang sudah kupelajari untuk menjadi ninja. Selanjutnya menemukan cara belajar Ninjutsu "
" Sudah hampir malam ternyata….mungkin sedikit ramen bisa mengembalikan semangatku " setelah itu Naruto beranjak pulang menuju desa. Tapi….
" are? Ada seseorang di dalam hutan ? " sambil melihat kearah seseorang yang masuk kedalam hutan tersebut. " tapi, sepertinya aku pernah melihatnya, dimana ya ? " masih dengan berjalan santai sambil tangan kanannya memegang dagu dan tangan kirinya berada di dalam saku celananya.
" BAKA ini sudah malam bagaimana kalau dia tersesat ! " dan Naruto mulai berbalik arah dan berlari kedalam hutan.
.
.
.
" Loh sepertinya aku tadi lewat sini, kenapa tidak ada jalan keluar ? " ucap seorang gadis dengan rambut kuning agak pucat diikat ekor kuda dan memiliki poni di bagian kanan, mata berwarna azure / biru keputihan, jangan lupa dengan kulitnya yang putih seperti salju.
Pakaiannya baju Orange lengan pendek dengan tambahan bunga matahari di bagian dada kirinya, celana pendek selutut berwarna coklat keputihan dan sandal berwarna biru. Di tangan kanannya terdapat sekeranjang bunga yang baru saja di petik dari dalam hutan.
" Ja-ja-jangan-jangan a-aku ter-se-sat…..hiks…hiks…TIDAK ! " yah gadis itu mulai berteriak, mungkin ketakutan. Memang hutan ini akan sangat gelap saat malam hari, jangankan malam hari pada siang hari cahaya matahari tidak bisa menembus lebatnya daun di hutan ini.
Sreek….Sreek…
Sang gadis menoleh ke sumber suara dan mulai melangkah mundur dia melupakan satu fakta, dia berada di tepi sungai biarpun jarak air dan tanah sekitar 2 meter tapi airnya sangat deras dan berbahaya.
KYAAAH~…!
Tak…
" jangan bergerak nanti kau akan jatuh ! " sang gadis menoleh kebawah dan melihat arus sungai yang sangat deras dan bisa menghanyutkannya kapanpun. " Kyaa..to-tolo-ng " menatap keatas melihat seseorang memegang tangannya, wajahnya tidak terlihat karena kurangnya pencahayaan.
" tenanglah…jangan lihat kebawah, aku akan berusaha menarikmu " anak itu mulai menarik sang gadis menjauhi maut. " hah..hah..hah…kau tidak ap- "
Grep…
Sang gadis memeluk orang yang telah menyelamatkannya, " Hiks…hiks..arigatou…hiks..arigatou.." dan menangis dalam dekapan orang itu. Tangannya mulai membalas pelukannya dan mengelus punggung sang gadis, " Daijobu desu….daijobu.." pemuda itu mulai menenangkannya.
Setelah beberapa lama sang gadis berhenti menangis dan mencoba menatap wajah sang penolong. Dari yang dia lihat dia memiliki rambut kuning dan tiga garis halus di pipinya. Dan dia ingat siapa yang memiliki ciri tersebut. " Na-naruto " ucapnya dengan pelan.
" kau tau namaku ? apa kita pernah bertemu sebelumnya " ucap Naruto, dia sedikit heran bagaimana gadis ini tau namanya. " baka " gumam gadis tersebut.
" oi..oi…aku mendengarnya, aku baru saja menyelamatkanmu setida- " Naruto berhenti bicara karena merasakan pelukan sang gadis makin erat. " ha'I arigatou " biarpun lirih tapi masih bisa di dengar oleh Naruto.
" baiklah…bisa kita lepaskan pelukannya sekarang ? " mendengar itu sang gadis langsung melepaskan pelukannya dan mulai menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. " gomen " masih dengan menunduk gadis itu berbicara.
" yah, tidak apa, tapi kau tau namaku tapi aku belum tau namamu " sambil memasang wajah bingung memandang gadis itu. " ah…padahal kita sekelas " ucap sang gadis.
" Hountou ni ? " dan Naruto masih memasang wajah binggung kepada sang gadis. " hah…ya sudah, watashi wa Ino, Yamanaka Ino desu " ucap gadis itu yang bernama Ino. " wah…aku baru ingat kita satu kelas " ucap Naruto.
" hihihi…baka " Ino tertawa pelan mendengarnya. " Oi…aku tidak peka pada lingkungan ingat " Naruto membalas ejekan Ino yang masih tertawa. " iya aku tau….ano…arigatou ne Naruto-kun "
" ya tidak masalah…sebaiknya kita cepat kembali ke desa. Ini sudah mulai larut " ucap Naruto sambil memandang langit. Dan Naruto mulai berdiri dan mengulurkan tangannya membantu Ino untuk berdiri, Ino menerima uluran tangan Naruto dan mencoba untuk berdiri. " auww….ittai…" tapi kembali terjatuh.
" daijobu desu ? " Naruto mulai berjongkok untuk melihat keadaan Ino. " sepertinya kakimu terkilir " yah melihat ada memar di kaki Ino bisa di pastikan kalau itu bukan hal yang baik.
" daijobu Naruto-kun…aku bisa berjalan lagi " ucap Ino sambil berdiri, tapi dia mulai terhuyung ke depan karena kakinya tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.
Dengan sigap Naruto sudah berada didepan Ino dan menggunakan punggungnya sebagai sandaran. " kau keras kepala juga ya " ucap Naruto sesaat setelah Ino mendarat di punggungnya, " aku akan mengendongmu, lagipula kita masuk lumayan jauh ke dalam hutan ini "
" mat-matte, cotto matt- kyaa.." Naruto mulai berdiri dan mengendong Ino di punggungnya. " jangan membantah " setelah mengucapkannya Naruto mulai berjalan kearah keranjang bunga di sebelah kanannya. " ini jangan sampai hilang Ino " ucap Naruto, dan mulai berjalan keluar daerah hutan tersebut.
Ino ? jangan ditanya dia sudah memerah menahan malu karena ini pertama kali iya di gendong oleh laki-laki selain ayahnya. Kedua tangannya mulai mendekap leher Naruto dan meletakkan kepala di bahu kiri Naruto. " gomen…apa keranjangku menggangumu ? " yah, posisi keranjangnya berapa di sebelah dada kanan Naruto dan Ino pikir itu sedikit menganggu, " daijobou dayou " ucap Naruto sambil tersenyum kearah kirinya.
Mereka terus berjalan, lebih tepatnya Naruto terus berjalan menyusuri hutan agar bisa keluar. Dalam perjalanan mereka berdua diam tanpa suara, Naruto mencoba mengingat jalan keluar dan Ino merasa nya dalam gendongan Naruto. Dia bisa mencium bau jeruk dari tubuh Naruto dan membuatnya terbuai akan baunya, jantungnya mulai berdetak kencang dan pandangannya tak pernah lepas dari wajah Naruto.
Menurutnya Naruto sangat tampan, dan juga dia bisa merasakan sisi lain dari Naruto yang hanya diam dan suka membaca buku didalam kelas. " ano…Naruto-kun bagaimana kau tau aku di dalam hutan " ucap Ino yang penasaran bagaimana Naruto bisa tau dia di dalam hutan.
" oh…aku tadi baru selesai latihan Ino-chan, dan kebetulan lewat didekat hutan. Tapi aku melihat gadis kurang kerjaan yang masuk ke dalam hu- ittai…sakit Ino-chan " ucapannya terpotong oleh rasa sakit di lehernya, bukan bukan digigit tapi di cubit ( Belum Lime or Lemon ).
" siapa yang kau maksud gadis kurang kerjaan, huh..Na-ru-to-kun " ucap Ino dengan senyum manis di bibirnya.
Gluk…. ' wanita mengerikan '
" ahaha…bukan begitu Ino-chan hanya saja kenapa saat hampir malam kau masuk kehutan, itu sangat berbahaya kau tau " ada nada khawatir yang ditangkap Ino pada ucapan Naruto tersebut, dan itu membuatnya senang entah kenapa.
" a-aku mengumpulkan bunga yang menurutku bagus, N-naruto-kun " Ino mengatakannya dengan rasa gugup yang besar karena jantungnya berdebar sangat kencang. " hah…setidaknya ajaklah seseorang untuk menemanimu " Ino mengangguk mendengarnya.
Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di persimpangan menuju apartemen Naruto, " jadi rumahmu dimana Ino-chan " Naruto tidak mungkin membiarkan Ino pulang selarut ini sendirian. " tidak perlu Naruto-kun, sampai disini saja aku bis- "
" cepat katakan saja aku akan mengantarmu, tidak mungkin aku meninggalkan seorang gadis pulang sendirian " Ucap Naruto memotong perkataan Ino. " ru-rumahku di toko bunga yamanaka, Naruto-kun " Ino hanya bisa menuruti ucapan Naruto.
" baiklah, akanku antar sampai ke rumah mu " merekapun meneruskan perjalanan menuju rumah Ino.
Hanya berjalan beberapa menit mereka sudah sampai di depan took Yamanaka dan disana berdiri seorang pria paruh baya dengan cirri seperti Ino. " darimana saja kau Ino, Tou-san khawatir karena kau pulang terlambat " yap, dialah Inoichi Yamanaka ayah dari Ino. " ehem…bisa jelaskan apa yang terjadi ? " Tanya Inoichi penuh selidik, karena anaknya berada dalam gendongan seorang anak laki-laki.
" ano…gomen ossan, aku hanya mengantar Ino-chan pulang dan tadi kakinya terkilir ossan " ucap Naruto sedikit gugup karena berhadapan dengan Inoichi. " ne, Ino-chan aku pulang dulu ya. Lain kali hati-hati " setelah menurunkan Ino, Naruto berkata seperti itu untuk pamit karena malam memang sudah larut.
" a-arigatou Naruto-kun " balas Ino sambil menunduk karena malu. " Nandemondai, Jaa ne Ino-chan, Ossan " ucap Naruto sambal melambaikan tangan dan melangkah menjauh.
" anak tou-san sudah besar rupanya ya, hahahaha " Inoichi mulai menggoda anak perempuannya. " u-urusai Tou-san ! " bentak Ino lalu berlari ke dalam rumah karena malu di goda oleh ayahnya. ' ternyata dia anak yang baik dan cukup sopan. Mungkin Ino menyukainya tapi bagaimana kedepannya mengingat statusnya sekarang ' batin Inoichi sambil menatap punggung Naruto yang mulai tidak terlihat.
Dia berbalik untuk masuk kedalam rumah, ' yah seiring berjalannya waktu pasti terungkap ' batin Inoichi sambil mengunci rumahnya.
.
.
.
.
Tok…tok..tok…
Clek…
" Gomen Jiji, Baa-san bilang kau belum pulang dan masih di kantor Hokage jadi aku memutuskan datang kemari " ucap orang yang masuk keruangan tersebut. " Ah…Naruto ada apa malam-malam begini kau datang kemari. Apa ada hal penting ? " ucap tenang dari sang Sandaime Hokage. " ya, aku mau meminta bantuanmu Jiji " ucap Naruto sambil menunduk sedikit takut dengan permintaannya.
" Jadi apa yang bisa ku bantu Naruto " balas Hiruzen dengan senyum di wajah tuanya. " ano…aku ingin meminta kertas cakra, aku penasaran dengan perubahan cakra seperti yang aku baca di buku tadi pagi " kata Naruto dengan sedikit gugup.
" oh…baiklah aku masih menyimpan banyak kertas cakra " ucap Hiruzen sambil menyerahkan kertas cakra dari dalam loker di bawah mejanya. " kau mau mengetahuinya disini, aku punya beberapa gulungan elemen kalau kau mau " lanjut Hiruzen sambil tersenyum.
" A-arigatou Jiji…hontou ni arigatou " balas Naruto sambil menangis karena rasa perhatian dari Hiruzen kepadanya. Dia pun berjalan kearah meja Hiruzen dan mengambil kertas cakra itu, yang dia ingat hanya tinggal mengalirkan cakra dan selebihnya dia lupa.
" Jiji kau bisa mengetahui perubahan pada kertas cakra inikan, karena aku hanya ingat kalau tinggal mengalirkan cakra ke kertas dan selebihnya aku lupa " ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya. ' hah mirip sekali dengan ayahnya ' batin Hiruzen melihat tingkah Naruto.
" baiklah kau alirkan saja dan selebihnya akan aku beritahu padamu " Naruto mengangguk dan mengalirkan cakranya. Kertas itu terbelah dua setelah itu basah, Naruto memandang Hiruzen karena binggung.
" wah kau memiliki 2 perubahan cakra, Fūton dan Suiton elemen yang cukup langka dalam Konoha " kata Hiruzen sambil mengamati kertas cakra itu, tanganya pun menopang dagu dan mulai berpikir, " baiklah aku mempunyai gulungan jutsunya, kau bisa mempelajarinya " sambung Hiruzen kepada Naruto.
Hiruzen pun meletakkan 2 gulungan di depan mejanya, melihat itu Naruto mulai mendekat dan mengambil gulungan tersebut. " Arigatou Jiji, suatu saat aku akan duduk disana dan mengambil topi Hokage itu darimu " ucap Naruto sambil menunjuk topi di kepala Hiruzen. " aku tunggu saat itu Naruto " balas Hiruzen sambil tersenyum pada Naruto.
Naruto pun meninggalkan ruangan tersebut dan menyisakan Hiruzen yang masih melamun menatap tempat Naruto tadi. ' aku mungkin tidak bisa melihatnya secara langsung Naruto, tapi aku percaya kau bisa melakukannya ' batin Hiruzen dalam kesendiriannya.
.
.
.
.
Skip Time
Disinilah kita, di sebuah tanah lapang di dalam hutan dan terdapat air terjun cukup tinggi disana. Naruto mulai mempelajari jurus dalam gulungan ditangannya. Sudah beberapa bulan Naruto mempelajari dan mempraktekkannya, Naruto sudah menguasai beberapa jurus dalam 2 elemen miliknya. Biarpun Cuma sebatas jurus rank C – rank B tapi menurutnya itu sudah cukup.
Naruto juga berhasil menguasai itu semua karena bantuan dari Kurama, mereka bisa dibilang partner yang bagus. Kurama menggunakan sensornya dalam mendeteksi bahaya dan memberitahukan kepada Naruto, dia juga yang mengatur suplai cakranya kepada Naruto jadi Naruto tidak mungkin kehabisan cakra.
" Suiton : Teppoudama no Jutsu " teriakan Naruto menyebutkan jurusnya. Tercipta bola air dari genangan di bawahnya dan melaju cepat menuju kea rah pohon berjarak dua puluh meter.
Brak…blar..
Pohon besar itu pun berlubang cukup besar dan sedikit-sedikit mulai rubuh, " cukup mengesankan, bagaimana pendapatmu, Kurama " Naruto mulai berbicara dengan Kurama di dalam tubuhnya. ' yah bagus Gaki, hanya saja kau masih terlalu banyak menggunakan cakra ' balas Kurama melalui telepatinya.
" sepertinya begitu, tapi mau bagaimana lagi. Cakra ku terlalu banyak sehingga sangat sulit mengontrol cakra " balas Naruto yang cemberut karena Kurama seperti meremehkannya. Biar bagaimanpun Naruto juga menyadari cakranya yang mengunung jadi sangat sulit mengontrolnya, dia pun begitu Naruto masih melatih control cakranya agar bisa seperti sang idol Nidaime Hokage.
Kenapa dia sangat mengidolakannya ? karena dia telah membaca riwayat dari Nidaime sebagai pengguna Suiton terbaik di Konoha dan di sangat tertarik untuk mengikuti jejaknya. ' Naruto bagaimana dengan Fūton mu ? '
' oh iya baiklah Kurama, lihat dan perhatikan ' balas Naruto sambil merangkai segel. " Fūton : Daitoppa " teriak Naruto menyebutkan jurusnya, seketika angin besar datang dari arah Naruto menuju kearah pohon di depannya.
Wush…Brak…
Pohon yang tidak terlalu besar itu terkoyak oleh angin hasil jurus Naruto. Melihat itu Naruto tersenyum puas karena menguasai Fūton tidak sesulit menguasai Suiton. " entah kenapa rasanya Fūton lebih mudah dipelajari daripada Suiton " kata Naruto pada dirinya sendiri.
' Baiklah cukup sampai disini, sisanya kau lanjutkan besuk ' ucap Kurama melalui telepati, Naruto yang mendengarnya mulai mengemas gulungan jurusnya dan beranjak dari situ. Berjalan menyusuri lebatnya hutan dan masuk kedaerah pertokoan di Konoha, banyak yang memandang rendah dirinya dan bahkan ada yang melempar tomat kepadanya. Naruto hanya diam saja menanggapi itu biarpun wajahnya kotor karena tomat, tetap saja dia hiraukan dan terus berjalan menuju kedai favoritnya.
" Naruto-kun…matte ! Matte Naruto-kun ! " teriak seorang gadis dibelakang Naruto. Mendengar teriakan seseorang Naruto berhenti dan membersihkan wajahnya dengan kain yang dibawanya, setelah bersih baru dia menoleh dan mendapati gadis berambut kuning pucat dengan poni di bagian kanannya dan diikat ekor kuda berlari kearahnya.
Melihat itu Naruto tersenyum karena tau siapa gadis itu, " Hah…hah…hah…kau mau kemana…hah…Naruto-kun " gadis itu berkata sambil mengatur nafasnya yang memburu karena berlari. " tenang dulu, Ino-chan. Aku mau ke Ichiraku kau mau ikut ? " ajakan Naruto sontak mendapat respon poistif dari Ino.
" Ha'I aku ikut Naruto-kun " dengan semangat Ino menjawab ajakan 'kencan' dari Naruto, biarpun hanya dia yang menganggap ini kencan. Naruto ? oh man, dia terlalu dongkol untuk memikirkan itu. " Baiklah ayo, aku yang traktir " kata-kata Naruto sontak membuat Ino terkejut dan pikirannya pun sedikit kacau ' mungkinkah Naruto-kun mengajakku 'kencan'….KYAA…' batin Ino yang bersemangat.
Naruto yang melihat Ino diam, melambaikan tangannya didepan wajah Ino. " Oi….Ino-chan….Ino-chan…" mendengar suara Naruto, Ino tersadar dari lamunannya tapi dia langsung memerah karena jaraknya dengan Naruto terlampau dekat. " are? Huwa !…Ino-chan kau sakit ! " dan secara spontan tangan Naruto menempel ke dahi Ino, sedangkan Ino makin memerah sampai keseluruh wajah cantiknya.
" panas ! Ino-chan kau sakit ayo kita harus segera kerumah skit untuk memeriksakanmu " Naruto langsung menarik tangan Ino dan mulai berlari ke rumah sakit, "Eh! Matte Naruto-kun..aku tidak apa-apa " kata Ino di selara larinya bersama Naruto. " Tidak ! kau pasti demam " Ino yang mendengarnya berhenti berlari dan sedikit menarik Naruto untuk ikiut berhenti. " aku tidak sakit Naruto-kun, ayo kita ke Ichiraku. Aku sudah lapar " setelah itu Ino menarik Naruto ke kedai Ichiraku.
Di belakang pohon terlihat seorang gadis Indigo yang memperhatikan mereka sambil memegang erat dadanya, ' Naruto-kun ' setelahnya dia berbalik untuk pergi dari tempat itu.
' Naruto-kun no Baka '
.
.
.
.
TBC
Sorry ane Cut dulu, soalnya mulai agak buntu mau nerusin.
Gomen kalau Chapter ini tidak sesuai Harapan reader-san, So saya sudah menambah bumbu penyedap lagi di chapter ini….BWAHAHAHAHA…
Sekian dulu ya, maaf belum bisa bales review karena saya agak Sibuk masalah Kampus. Arigatou reader-san dan Author-senpai yang sudah mau membaca fic ini. Kalau mau silahkan review fic ini agak saya mendapat dorongan Motivasi untuk menulisnya lagi, hehehehehehe….
JAA NE MINNA
Aoi Rin Oukumaru Log Out
