Aoi Rin Oukumura Log In
Hai minna-san kembali lagi di fic yang agak ngawur ini….hahahahaha
Edisi Chapter kaget…
Sedikit basa-basi, saya sebenernya lagi binggung. Gimana kelanjutan Fic ini, karena saya pribadi mulai agak sibuk untuk menulis Fic ini. Salahkan para Dosen yang menumpukan tugas mendekati UTS, jadi saya minta maaf kalo updatenya sedikit terlambat.
Masalah pairing masih simpang siur…khekhekhe tunggu aja tanggal mainnya. Sesuai pandangan saya di awal ini akan bergenre Harem, jadi kalo ada yang nggk suka saya minta maaf.
Maaf juga mungkin ini sudah Time Skip agak jauh dan akan ada penjelasan dalam ' Flashback ' jadi harap maklum kalo ada ketidaksamaan antara Chapter Ini dengan Chapter sebelumnya.
Oke, Check this Out…
Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto
Jadi bukan punya saya :v
Pairing : Naruto U. X…..?
Rate : T ( semi M )
WARNING : Alur berantakan, Typo bertebaran, kalo nggk kuat baca bikin perih mata….harap dimaklumi karena saya author baru…DON'T LIKE DON'T READ
Chapter 4
.
.
.
Pagi yang indah di Konohagakure no Sato, matahari masih setengah muncul dan siap menggantikan Shift kerja Bulan. Burung-burung mulai berkicau dan para Pedagang mulai menjajakan dagangannya, ini hari yang sangat sempurna untuk mengawali rutilitas.
Di sebuah apartemen sederhana, tempat tinggal dari seorang anak berusia 12 tahun bernama Naruto. Baru saja menyelesaikan latihan rutinnya dan juga menyelesaikan acara mandinya, sekarang dia memakai kaos berwarna hitam lengan panjang, dibalut jaket berwarna merah kerah tinggi lengan pendek ada lambang Clan Uzumaki di bagian punggung dan pangkal lengannya, celana standar chunin berwarna hitam dan sepatu shinobi berwarna hitam pula, jangan rupa sarung tangan setengah jarinya.
Naruto bercermin sejenak memandang dirinya, rambut Naruto sudah sangat berbeda sekarang. Dia memilih menata sedikit rambutnya karena paksaan Ino, sehingga sekarang rambutnya sedikit serong kearah kiri, jambangnya masih ada biarpun sedikit pendek hanya sampai didepan telinga.
" Hah…kenapa akhir-akhir ini mereka sering terlihat bersaing ya ? " gumam Naruto entah pada siapa. ' baka ' batin Kurama sambil mencoba tidur. " Oi…Oi… pagi-pagi kau sudah ngajak berkelahi ya Kurama " sahut Naruto pada Kurama. ' sebaiknya kau bersiap karena nanti ada ujian genin ' balas Kurama dan akhirnya tidur.
" Hah…aku sampai lupa, baiklah saatnya beraksi ttebayou ! " teriak Naruto sambil berjalan keluar apartemennya. Setelah mengunci pintu, dia bergegas menuju ke Ichiraku untuk sarapan.
.
.
" paman ramen jumbo satu ! " suara lantang Naruto di dalam kedai ramen kecil tersebut. " yokai, tunggu sebentar Naruto " sahut sang pemilik kedai Teuchi. Naruto menunggu dengan sabar makanannya, " Ini pesanannya " ucap Teuchi sambil meletakkan mangkok ramen di depan Naruto. " ittadakimasu " Naruto mulai memakan ramennya dengan tenang.
" Oh ya Naruto aku dengar hari ini kau akan mengikuti ujian genin ya ? " tanya Teuchi sambil membersihkan piring. " iya paman, tenang saja aku akan lulus paman " balas Naruto sambil tersenyum kepada Teuchi. " bagus itu baru semangat, Naruto-kun " ucap seorang wanita yang muncul dari dalam dapur, memiliki rambut cokelat, kulit putih dan wajah yang cantik, dia lah Ayame putrid tunggal dari Teuchi.
" Ha'I Ayame-nee " balas Naruto sambil tersenyum. Kehangatan inilah yang selalu dia dambakan, dimana ada canda tawa dan kata-kata penyemangat. " baiklah aku akan pergi dulu, uangnya aku taruh di meja. Jaa ne Teuchi-ossan, Ayame-nee " Naruto pamit dan berjalan menuju ke akademi, banyak yang masih menghina, dan menatap remeh Naruto. Toh iya tidak peduli dengan itu.
.
.
Naruto sudah sampai kedepan kelasnya, dan membuka pintu didepannya. " Ohayou " ucap Naruto sambil sedikit tersenyum. Dia berjalan menuju bangkunya yang berada di belakangnya, dan setelah duduk dia merasakan sesuatu dibelakangnya.
Grep
" Ohayou Naruto-kun " yap, inilah kebiasaan dari Naruto saat sampai kelas dia akan dipeluk oleh Ino dari belakang. " Ino-chan kebiasaanmu ini apa tidak bisa dikurangi ? " Tanya Naruto pada Ino di belakangnya, dia pun menoleh kesamping kanannya dan tersenyum. " Ohayou Hinata-chan " sapa Naruto pada gadis Hyuga tersebut, " O-ohayou Naruto-kun " balas Hinata sambil sedikit menunduk untuk menyembunyikan semburat merah di pipinya. " mou….Naruto-kun kenapa Cuma Hinata saja, aku ? " Ino sedikit cemberut karena Cuma Hinata yang di beri ucapan Selamat Pagi, " Ohayou Ino-chan, jadi bisa dilepaskan ? " sapa Naruto sekaligus mencoba melepaskan pelukan Ino. " yokai Naruto-kun " balas Ino dengan ceria, " Hoam..pagi-pagi sudah ribut, aku masih mengantuk hah…. mendokusai " kata seorang anak berambut nanas. " urusai dasar pemalas " balas Ino dengan nada tidak suka.
" sudahlah Ino-chan, kau seperti tidak tau Shikamaru saja " lerai Naruto pada Ino dan Shikamaru. " dengarkan pacarmu itu Ino " ucapan Shikamaru membuat Ino bersemu, " Naruto kau tau bagaimana pembentukan tim besuk ? " Tanya Shikamaru, Naruto adalah seorang jenius seperti dirinya. Bukannya sombong tapi begitu lah keadaannya, apalagi kau Naruto sudah serius dia pasti akan kalah dari Naruto.
" M-maaf Shikamaru-kun ta-tapi kita b-bahkan belum u-ujian " balas Hinata dengan nada malu dan tergagap. " tidak apa-apa Hinata-chan. Untuk Tim mungkin Hinata-chan, Kiba dan Shino akan satu tim sebagai tim pencari jejak. Kau, akan bersama Ino-chan dan Choji, karena tradisi clan dan juga formasi khas clan kalian InoShikaCho " Naruto menjelaskan pendapatnya.
" Apa kita tidak akan satu tim Naruto-kun ? " Tanya Ino sedih karena tidak satu tim dengan sang pujaan hati. " ini Cuma pendapatku Ino-chan kalau ada perubahan tidak ada yang tau " balas Naruto.
' tidak bisa satu tim dengan Naruto-kun ya ' batin Hinata yang juga kecewa, dia memandang Naruto dalam diam. Naruto menyadarinya dan hanya tersenyum kearah Hinata, melihat itu Hinata jadi gugup dan menunduk menyembunyikan semburatnya.
" lalu kau sendiri Naruto ? " Shikamaru bertanya karena penasaran, otaknya tidak bisa menemukan jawaban. " oh, aku mungkin satu tim dengan Sasuke dan Sakura mengingat hanya itu yang tersisa " balas Naruto dengan santai.
" mou kenapa si Jidat lebar itu satu tim denganmu Naruto-kun " Ino tidak terima karena Sakura bisa satu tim dengan pujaan hatinya. " Ino-chan itu hanya kemungkinan, kebenarnya kita tunggu besuk " balas Naruto sambil tersenyum.
' Naruto aku tidak pernah meremehkan analisamu, aku berani bertaruh 90 % pendapatmu itu benar ' batin Shikamaru sambil memandang pembicaraan Ino-Hinata-Naruto.
" Ohayou minna, kita akan melaksanakan ujian genin jadi sekarang kita pergi ke lapangan " sapa dan perintah dari Iruka kepada semua muridnya. Para murid mulai bubar menuju ke lapangan tempat Ujian Genin diselenggarakan, Ino seperti biasa mengandeng tangan Naruto dan Hinata mengekor di belakang mereka.
Tapi Hinata terkejut karena ada yang mengulurkan tangan kepadanya dan dia melihat bahwa Naruto mengulurkan tangannya, dia juga melihat Ino dan Naruto tersenyum kepadanya. Hinata awalnya ragu tapi akhirnya dia menerima uluran tangan Naruto.
Mereka bertiga berjalan dengan berbincang dan bercanda biarpun Hinata hanya menanggapi sekenanya karena masih gugup. Akhirnya mereka sampai ke Lapangan tempat Ujian Genin diadakan, mereka melihat para sensei mereka, ada Jounin dan beberapa Anbu disana serta tak luput sang Hokage hadir untuk melihat bibit Konoha. Hadir pula para warga sipil untuk melihat anak mereka atau hanya iseng melihat calon ninja Konoha.
" Baiklah, pertama kalian akan melempar shuriken, melakukan Henge, Kawarimi, membuat Bunshin dan terakhir mempraktekkan jurus yang kalian kuasai " Iruka mulai menjelaskan aturan main Ujian tersebut. " yang pertama Uchiha Sasuke " ucap Iruka dan Sasuke maju ke tengah lapang.
Sreek….Wush…
Tak..Tak…Tak…
Sasuke berhasil membidik 9 Shurikennya kearah titik sasaran, satu Shuriken sedikit meleset. ' memang bakat seorang Uchiha ' batin kebanyakan orang disana. Selanjutnya Sasuke melakukan Henge menjadi ayahnya, Kawarimi sukses dan berhasil membuat satu Bunshin.
Terakhir, " Katon : Goukyakyu no Jutsu " teriak Sasuke dan tercipta bola api yang besar melesat menuju batang pohon.
Blar…
Terlihat batang itu hangus oleh Jurus Sasuke, melihat itu Sasuke sedikit menyeringai tapi kembali ke wajah datarnya. " KYAA….SASUKE-KUN KEREN " yap, di iringi teriakan gila para Fansgirl nya. " bagus Sasuke kau bisa kembali " kata Iruka dan Sasuke berbalik kembali ke tempatnya semula.
( A/N : langsung hasilnya aja ya Reader-san agak males nulis para Rokkie )
Nara Shikamaru
Shuriken : 8/10
Henge : Nara Shikaku, ayahnya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Bunshin no Jutsu
Jutsu : Kagemane no Jutsu
Akimichi Choji
Shuriken : 7/10
Henge : Akimichi Choza, ayahnya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Bunshin no Jutsu
Jutsu : Rikudan Sensa
Inuzuka Kiba
Shuriken : 7/10
Henge : Inuzuka Hana, kakak perempuannya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Jūjin Bunshin ( akamaru menjadi Kiba )
Jutsu : Gatsuga ( bersama akamaru dalam Jūjin Bunshin )
Haruno Sakura
Shuriken : 8/10
Henge : Haruno Kizashi, ayahnya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Bunshin no Jutsu
Jutsu : Shuriken Kage Bunshin no Jutsu
Hyuga Hinata
Shuriken : 8/10
Henge : Hyuga Hiashi, ayahnya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Bunshin no Jutsu
Jutsu : Jyuken
Aburame Shino
Shuriken : dilewati ( alasanya clan Aburame hanya menggunakan serangga )
Henge : Aburame Shibi, ayahnya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Mushi Bunshin ( bunshin dengan menggunakan serangga )
Jutsu : Mushi Kame ni Jutsu ( teknik guci serangga / mirip Hakkeshō Kaiten )
Yamanaka Ino
Shuriken : 7/10
Henge : Yamanaka Inoichi, ayahnya
Kawarimi : sukses
Bunshin : Bunshin no Jutsu
Jutsu : Shintenshin no Jutsu
Skip
" Uzumaki Naruto " ucap Iruka dan Naruto maju kedepan, " ganbatte Naruto-kun " teriak Ino menyemangati Naruto. Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum, " heh…keluar saja kau iblis, kau tidak pantas menjadi ninja ! " teriak seorang warga dalam kerumunan tersebut. Mendengar itu Naruto hanya membalasnya dengan tersenyum kecut kepada mereka, dan memandang tatapan datar meremehkan semua orang padanya.
' sial…kalau saja aku bukan Hokage. Akan ku bakar orang-orang itu ' batin Hiruzen yang marah akan perbuatan mereka pada cucunya tersebut. ' kau terlalu kuat Naruto, kau terlalu kuat menahan siksaan mental mereka ' Hiruzen masih membatin dan memandang sendu cucunya tersebut.
Lain lagi dengan Ino dia sudah marah besar pada mereka tangannya mengepal erat, Hinata yang berada di sebelah Ino menenangkannya. ' Naruto-kun, ganbatte ' batin Hinata yang juga memandang sedih keadaan Naruto.
Naruto tidak menanggapi cemoohan mereka dan sudah siap dengan Shuriken di kedua tangannya. " Sensei, boleh aku mulai sekarang ? " Tanya Naruto kepada Iruka, " baiklah, mulai " balas Iruka. Naruto mulai melempar 3 shuriken kedepan lalu disusul melempar 3 shuriken lagi menuju shuriken didepannya.
Tring….
Benturan 6 shuriken itu membuat mereka terlempar ke sisi kiri dan kanan. 4 Shuriken terakhir di lemparkan ke dua arah tersebut.
Tring…Tring…Tring…
Kembali Shuriken berbenturan dan mengubah arah mereka. 9 shuriken menancap tepat ke titik tengah satu suriken menancap sedikit di atas papan sasaran. Yang mencengangkan 9 shuriken itu menancap di 3 titik sasaran yang berbeda. ' hahahaha….itu bisa membungkam mulut kalian, hebat kau Naruto ' batin Hiruzen yang sangat bangga pada cucunya.
Naruto kembali berdiri seperti biasa dan tersenyum puas melihat hasil dari lemparannya, ' sial seberapa kuat kau Naruto ' batin Sasuke sambil terus memandang Naruto. Selanjutnya dia mulai melakukan henge menjadi Sandaime Hokage dengan baik. Melakukan kawarimi menjadi sebatang kayu.
Tangan Naruto mulai terangkat jari telunjuk dan jari tengah terangkat dan lainnya dilipat, Naruto mulai menyilangkan keempat jari tersebut membentuk posisi horizontal dan vertical. ' Jangan-jangan ….' Hiruzen kaget melihat segel tangan tersebut. " Kage Bunshin no Jutsu " Naruto mengucapkan jurusnya dan
Boft…
Keluar tiga bunshin dari Naruto yang membuat para Jounin dan Anbu di sana kaget, karena Kage Bunshin membutuhkan banyak cakra dan bocah yang belum lulus Genin sudah bisa melakukannya.
Melihat kekanan dan kirinya sejenak Naruto mulai mengangkat tangan kananya, dua jari terangkat dan yang lain di lipat.
' Kai '
Boft…Boft…Boft…
Tiga bunshin itu lenyap dalam kepulan asap, setelah itu Naruto memandang kearah Hiruzen sejenak dan tersenyum kepadanya. Hiruzen yang melihatnya juga ikut tersenyum melihat sendiri perkembangan dari sang cucu yang luar biasa walaupun tanpa ada yang mengajarinya. ' kau selalu sulit ditebak Naruto ' batin Hiruzen.
Naruto pun mulai merangkai segel tangan dan setelah selesai kedua tangannya diarahkan kedepan. " Fūton : Daitoppa " Naruto meneriakan jurusnya, seketika angin kuat mulai berhembut dari arah Naruto.
Blar…
Pohon sasarannya hancur seketika, membuat orang-orang disana terkejut bahkan ada yang menjatuhkan rahangnya. Melihat jurusnya berhasil berbalik dan melangkah kearah teman-temannya, Ino yang melihat Naruto mendekat langsung berlari dan memeluk Naruto " kau berhasil Naruto-kun " ucap girang Ino kepada Naruto yang dibalas senyum gugupnya dan tangannya yang menggaruk belakang kepalanya.
Hinata pun mendekati Naruto " k-kau berha-sil N-Naruto-kun " ucap Hinata dengan malu dan gagap. " arigatou Hinata-chan, Ino-chan kalian tadi juga hebat kok " balas Naruto dan tersenyum kearah mereka berdua, Hinata dan Ino bersemu karena melihat senyum Naruto kepada mereka.
' kau hebat Naruto, suatu saat kau pasti bisa menjadi Hokage ' batin Hiruzen sambil melihat interaksi Naruto. Lain lagi dengan seseorang yang berada di atas pohon, orang tersebut mengenakan topeng polos dan pakaian Anbu, ' aku harus melaporkan ini ' setelah itu dia menghilang dalam kepulan asap.
Hiruzen menyadarinya sejak awal tapi lebih memilih untuk diam, ' aku tidak akan membiarkan Naruto jatuh ke tanganmu, Danzo ' batin Hiruzen setelah merasakan Anbu itu telah pergi. Dia memang sudah curiga pada Danzo karena Anbu suruhannya selalu memergoki Anbu Danzo di sekitar Naruto, itulah kenapa dia menyuruh Inu dan rekannya selalu mengawasi Naruto.
" baiklah semuanya Ujian telah selesai, kalian boleh kembali kekelas " mendengar intrupsi dari Iruka mereka semua kembali kekelas. Naruto berjalan bersama Ino dan Hinata dengan berbincang bersama, yap bersama karena Hinata memang suka berkumpul bersama mereka berdua.
Suasana kelas mulai ramai karena banyak siswa yang mengkhawatirkan bahwa mereka tidak lulus. Sampai pintu bergeser dan memperlihatkan Iruka, mereka pun diam seketika. " baiklah minna, aku akan mengumumkan siapa saja yang lulus dalam Ujian kali ini " ucapan Iruka membuat suasana menjadi tegang, mereka berpikir kalau ada yang tidak lulus dalam Ujian ini.
Deg…Deg…Deg
Mereka berdebar-debar menunggu kelanjutan ucapan Iruka, " Selamat kalian semua LULUS " lanjut Iruka sambil tersenyum kepada mereka semua.
Krik…Krik..Krik…
Suasana langsung sunyi senyap mendengar perkataan mereka, " YATTA AKU LULUS " dan mereka semua pun bersorak gembira mendengarnya. " ehem..baiklah kalian semua tenang dulu " Iruka mulai menenangkan mereka, dan kelas menjadi tenang kembali.
" sekarang aku umumkan siapa Rokkie terbaik tahun ini " para siswa menatap lruka penuh harap, menunggu siapa Rokkie tahun ini. " Rokkie terbaik tahun ini adalah…..Uchiha Sasuke " setelah mengucapkan itu suasana kelas menjadi riuh oleh Fansgirl dari Sasuke.
Sasuke sendiri menyeringai mendengar namanya sebagai yang terbaik tahun ini, " sayang sekali ya Naruto-kun " ucap Ino kepada Naruto yang berada di sebelahnya. " iya sa-yang seka-li Naruto-kun " Hinata mengulang perkataan Ino sambil menatap Naruto.
" ne, Daijobou dayou. Bagi ku itu tidak penting " balas Naruto sambil tersenyum kepada mereka berdua. " besuk kalian akan datang lagi kesini, aku akan menerangkan pembagian tim. Kalian sekarang boleh pulang, sekali lagi Selamat " setelah itu Iruka meninggalkan ruangan tersebut.
" Baiklah, ayo pulang " ajak Naruto kepada kedua gadis di sampingnya. Dia pun berdiri, diikuti oleh kedua gadis tersebut. " Naruto-kun bagaimana kalau kita makan dango untuk merayakannya " Ino memberikan usulan kepada mereka. " Kalau aku terserah saja, bagaimana Hinata-chan ? " tanya Naruto kepada Hinata.
" a-aku juga te-terserah kalian " balas Hinata kepada mereka, " yosh, kalau begitu kita ke kedai dango " ucap Ino dengan semangat. Hinata dan Naruto hanya tersenyum mendengarnya, keceriaan Ino selalu membuat mereka senang.
.
.
.
Saat ini Naruto tengah berjalan dengan tenang menuju ke akademi, sejak Ujian kemarin banyak warga yang menjaga jarak dengannya. Meskipun banyak yang menatap rendah dirinya tapi tidak ada cemoohan ataupun hardikan kepadanya. Naruto sendiri tidak ambil pusing dengan itu, dia lebih memilih bersikap tidak peduli.
Naruto pun sampai didepan kelasnya, perlahan dia mengeser pintu kelas dan masuk kedalam tdak lupa menutupnya kembali. " Ohayou " sapa Naruto pada seluruh penghuni kelas yang menatapnya, kelas yang semula ramai mendadak hening.
" Nani ? " pertanyaan dengan nada binggung terlontar dari mulut Naruto karena melihat semua mata tertuju padanya.
KYAA TERNYATA NARUTO-KUN KEREN
KYAA TAMPAN
KYAA TIDAK KALAH DENGAN SASUKE-KUN
Yah begitulah teriakan yang mneggantikan keheningan tadi, Naruto ? hanya bisa memberikan senyum kikuk dan menggaruk tengkuknya. Bukan tanpa alasan mereka bilang begitu, rambut Naruto yang berdiri secara diagonal ke kanan dengan jambang pendek di setiap sisinya membuatnya terlihat keren, kaos merah darah lengan panjang dibalut jaket berwarna hitam lengan pendek dengan lambang Uzumaki di bagian pangkal lengan kanannya dan celana Anbu standar berwarna hitam serta sepatu Shinobi berwarna hitam.
Jangan lupa sarung tangan setengah jari yang selalu dia pakai, elindung kepala yang terpasang didahinya menambah kesan tersendiri bagi dirinya. ' ne, kalian mengejutkanku saja ' batin Naruto agak sweatdrop melihat keadaan sekitarnya. Dia pun berjalan kearah bangkunya dengan tenang. " Ohayou Hinata-chan, Ino-chan " sapa Naruto kepada kedua teman perempuannya tersebut. Mereka masih memandangi Naruto bahkan Hinata sampai tidak berkedip memandangi Naruto.
Merasa risih karena dipandangi terus, dia pun segera duduk " apa ada yang salah dengan ku ? " Tanya Naruto kepada mereka yang masih memandangnya. Mendengar itu mereka tersadar dan sedikit salah tingkah, akhirnya mereka menunduk menyembunyikan rona merah di wajah mereka.
" hah….kalian ini aneh sekali " gumam Naruto tapi masih bisa terdengar oleh mereka dan masih menunduk. " Ohayou..kriuk..Naruto..kriuk " ucap seorang bertubuh tambun sambil memakan cemilan bernama Choji. " Ohayou Choji " balas Naruto sambil mengeluarkan buku sakunya.
" Aku…kriuk…dengar..kriuk..dari Shika…kriuk…kau akan…kriuk…setim dengan…kriuk…Sasuke…kriuk.." Choji berbicara kepada Naruto sambil terus makan. Naruto yang mendengarnya memandang Choji dan tersenyum, " itu hanya pendapatku Choji, jadi belum tentu benar " balas Naruto kepada Choji dan Choji pun mengangguk mendengarnya.
" Ohayou minna " sapa Iruka setelah masuk kekelas tersebut. " Ohayou Iruka-sensei " balas para murid dengan semangat. " baiklah, kita akan membagi tim, satu tim terdiri dari 3 Genin dan seorang Jounin pembimbing " penjelasan Iruka mulai di dengar dengan seksama oleh muridnya
Skip time
" Tim 7 anggota Uchiha Sasuke, Haruno Sakura dan…Uzumaki Naruto, Jounin pembimbing Hatake Kakashi " ucapan Iruka membuat Sakura berteriak girang. Shikamaru hanya tersenyum mendengarnya, berbeda dengan Hinata yang kecewa karena pendapat Naruto sepertinya benar terjadi. Ino pun juga berpikiran sama dengan Hinat kecewa karena tidak bisa bersama dengan Naruto.
" Daijobu desu, kita akan sering bertemu saat tidak ada misi. Kalian dengar ya, jangan pernah memasang wajah kecewa begitu nanti kecantikan kalian luntur " Naruto mengatakan itu sambil tersenyum dan tidak mengetahui dampak perkataannya. Ino dan Hinata sudah sangat merah karena di puji oleh Naruto, bahkan kepala mereka berasap karena sangat senang dan malu.
" baiklah, selanjutnya Tim 8 anggota Inuzuka Kiba, Aburame Shino dan Hyuga Hinata, Jounin pembimbing Yuhi Kurenai " penjelasan Iruka membuat Hinata menunduk, tapi segera dia menoleh karena ada yang menyentuh kepalanya. " Ganbatte ne Hinata-chan " ucapan Naruto membuat dia tersenyum simpul dengan rona merah di pipinya yang membuatnya terlihat sangat cantik. " Ha'I Naruto-kun " balas Hinata dengan senyumnya.
" selanjutnya Tim 10, karena Tim 9 masih aktif. Tim 10 anggota Nara Shikamaru, Akimichi Choji, dan Yamanaka Ino, Jounin pembimbing Sarutobi Asuma " Iruka terdiam sebentar menatap murid-muridnya, ' ternyata mereka sudah besar ' batin Iruka melihat percakapan murid-muridnya dan dia melihat kearah Naruto yang bercengkrama dengan Ino dan Hinata. ' aku harap kau berhasil mencapai cita-citamu Naruto, aku berharap kau dapat menjaga Konoha di masa mendatang ' lanjut batin Iruka lalu berdehem sejenak.
" baiklah anak-anak, selamat menempuh karir ninja kalian dan tunggulah Jounin kalian masing-masing " setelah itu Iruka keluar kelas. " hah…yang satu pemalas dan yang satu tukang makan. Sial sekali aku ini " gerutu Ino melihat anggota Tim nya, " Naruto-kun kenapa kita tidak satu Tim ? " tanyanya kepada Naruto yang duduk di sebelahnya, Naruto pun menoleh dan tersenyum kearah Ino " Ino-chan kalian harus menjaga tradisi turun temurun dari clan kalian jadi jangan mengerutu. Suatu saat kau akan tau kenapa tradisi it uterus berjalan sampai sekarang " kata-kata Naruto dibalas anggukan lemah dari Ino.
" ano…Ino-chan, ga-ganbatte ne " Hinata mulai berbicara pada Ino, Ino yang mendengarnya tersenyum sumringah dan memeluk Hinata. " kau juga Hinata-chan, ganbatte ne " balas Ino dalam pelukannya kepada Hinata, mereka berdua tersenyum dan mengobrol dengan posisi yang tidak berubah.
' aku akan menjaga senyuman itu, aku akan menjaga wajah ceria itu, aku akan menjaga kalian, aku berjanji Ino-chan, Hinata-chan ' batin Naruto sambil menatap mereka.
Setelah beberapa menit hanya tersisa Tim 7 yang masih menunggu Jounin mereka. Sasuke yang hanya memasang wajah temboknya, Sakura yang mondar-mandir, dan Naruto yang tertidur. Ah ralat, dia sedang bertemu dengan Kurama.
Minscape On
" Kurama, kau tau siapa itu Hatake Kakashi ? " tanya Naruto pada Kurama yang berada di bawahnya, dia sedang tiduran di atas kepala Kurama. " yang aku ingat dia hanya Jounin yang suka terlambat " balas Kurama dengan tidak peduli.
" aku jadi penasaran dengannya, aku sempat membaca kalau dia memiliki julukan ' Sharingan no Kakashi ' atau si ninja peniru. Aku ingin melihat bagaimana caranya bertarung " ucap Naruto entah kepada siapa, " kau hanya ingin bertarung dengannya bukan ? " pertanyaan Kurama hanya dibalas dengan tawa gugup dari Naruto.
" ya bisa dibilang begitu " balas Naruto, Kurama yang mendengarnya hanya mendengus malas. Dia tau sikap Naruto yang kadang seperti maniak bertarung, mungkin karena mereka sudah terikat maka sifat Kurama tertular ke Naruto.
" Naruto, dia datang " ucap Kurama sambil mengangkat kepalanya sedikit, " baiklah aku pergi dulu Kurama " balas Naruto dan perlahan menghilang dari sana meninggalkan Kurama sendirian, ' heh tapi sikapmu itu menarik gaki, aku penasaran akan potensimu. Akan ku bantu kau gaki, akan aku dukung semua jalan yang kau ambil. DAN DUNIA AKAN MELIHAT KEKUATAN DARI JINCHURIKI KYUBI YANG SEBENARNYA…HAHAHAHAHA ' batin Kurama sebelum mulai tidur.
Minscape End
Naruto mulai membuka matanya, dan memandang kearah depan.
Boft…
Muncul ledakan asap dilangit-langit, menampakan seorang pria dengan pakaian Jounin Konoha, masker yang menutupi sepertiga wajahnya hanya menampakkan mata kananya, memakai pelindung kepala yang terpasang miring dan rambut perak. Dia berdiri dilangit-langit menantang gravitasi, dan melihat anak-anak di depannya dengan tatapan malas.
" sepertinya kalian adalah muridku, baiklah pergi keatap sekarang " ucap Jounin itu dan menghilang dalam kepulan asap. Mereka pun berjalan dalam diam kea tap sesuai instruksi Jounin pembimbing mereka. Sampai disana mereka melihat sang pembimbing sedang membaca buku saku dengan lambang 18+, Naruto yang melihatnya sedkit sweatdrop karena senseinya ini adalaha orang mesum.
" oh…kalian sudah sampai, sekarang perkenalkan nama kalian " ucap Kakashi sambil melirik mereka bertiga. " kenapa tidak anda terlebih dalulu sensei " ucap Sakura pada senseinya.
" baiklah, namaku Hatake Kakashi, yang tidak kusukai banyak, yang kusukai tidak ada, hobi kalian belum cukup umur mendengarnya, cita-cita belum terpikirkan " perkenalan Kakashi membuat mereka langsung down, ' dia hanya menyebutkan namanya saja ' batin semua murid Kakashi.
" dimulai darimu pink " ucap Kakashi sambil menunjuk Sakura, " namaku Haruno Sakura, kesukaan ku ( melirik Sasuke )…kyaa…ketidaksukaan ku Ino, hobi ku ( melirik Sasuke lagi )….kyaa….cita-cita ku ( melirik Sasuke…kyaa… " perkenalan Sakura membuat Kakashi facepalm.
" selanjutnya kau tembok " sambil menunjuk Sasuke, " namaku Uchiha Sasuke, kesukaanku tomat, ketidaksukaanku banyak, hobi menjadi kuat, cita- bukan ambisiku adalah membunuh 'dia' " ucap Sasuke sambil menatap benci pada akhir kalimatnya.
" kau kuning " sambil menunjuk Naruto, " namaku Uzumaki Naruto, kesukaanku ramen dan 'mereka berdua', ketidaksukaanku kesombongan, hobi membaca buku dan berlatih, cita-cita melindungi orang yang ku sayangi " ucap Naruto dengan tenang.
' yang satu Fansgirl berat, yang sangat Avenger, yang satu entahlah aku tidak tau ' batin Kakashi. " baiklah besuk akan ada Ujian Kelayakan Genin tempatnya di Lapangan 7, jangan terlambat dan jangan makan apapun kalau kalian tidak ingin memuntahkannya, Jaa ne " Kakashipun hilang dalam kepulan asap.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing, kecuali Naruto yang menuju hutan ' kematian ' untuk berlatih. Berjalan dengan tenang Naruto mulai menuju pohon dengan batu besar di depannya, menghembuskan nafas sejenak dan mulai melakukan meditasi.
' aku harus bisa menguasai kedua elemen ku dengan baik, terlalu banyak cakra untuk Suiton. Menurut buku meditasi membantu dalam melatih emosi dan cakra, mungkin bisa melatih pengeluaran cakra ku '
Naruto melewati masa meditasi dengan sangat tenang, bertarung dengan emosi dan nafsunya agar bisa mengendalikan kekuatannya. 'Naruto ada yang datang ' sampai suara dari Kurama menbangunkannya, matanya memandang ke segala arah dengan waspada.
Wush…wush…
Tap…tap..tap…
Muncullah 4 Anbu dengan topeng polos dan memiliki tulisan ' Ne ' di dahinya. " Uzumaki Naruto, pemimpin kami ingin bertemu denganmu " ucap Anbu pertama, terlihat dia adalah pemimpin dari kelompok kecil tersebut. " maaf apakah pemimpin kalian itu memiliki kepentingan dengan ku ? " tanya Naruto dengan santai, gesture tubuhnya pun tidak berubah.
" kami tidak tau, yang jelas kau diminta menghadap segera " jawab Anbu pertama tadi, Naruto diam untuk mempertimbangkan tawaran mereka. " apakah pemimpin kalian itu sangat kuat ? " tanya Naruto kembali kepada Anbu pertama.
" ya, beliau adalah orang yang sangat kuat " jawab Anbu kedua, Naruto kembali diam sejenak. Mulai berdiri dan melompat turun dari batu besar tadi. " kalau dia sekuat itu kenapa, dia tidak menemuiku langsung, apa dia sudah tidak punya kaki ? " sarkasme Naruto mulai menimbulkan amarah mereka, " kami sudah melalukan cara halus untuk mengajakmu tapi memang harus cara kasar untuk menyumpal mulut kotormu itu " Anbu ketiga mulai berbicara dengan emosi tertahan.
" kalau kalian bisa lakukanlah " ucapan Naruto menambah emosi mereka, melihat itu Naruto menyeringai senang. " KEPARAT AKAN AKU BUNUH KAU " Anbu keempat yang dari tadi diam mulai maju dan menyerang Naruto dengan tanto dari punggungnya.
Melihat reaksi itu Naruto kembali menyeringai karena usahanya berhasil, Anbu itu mencoba menebas dada Naruto, tapi Naruto sudah melompat mundur terlebih dahulu. Melihat usahanya gagal dia mulai membuat segel, " Katon : Goukakyu no Jutsu " teriak Anbu tersebut dan tercipta bola api besar melaju kearah.
Blar….
Bola api itu dengan telak mengenai Naruto, asap mengepul menutupi area Jutsu tadi. Seelah asap menghilang terlihatlah keadaan Naruto yang tergeletak dengan pakaian yang sudah hancur kecuali celana dan luka bakar serius di tubuhnya.
" heh…ternyata kau hanya bermulut besar bocah " Anbu tadi mendekat dan saat dia ingin mengangkat Naruto, tubuhnya tidak bisa bergerak tubuh Naruto pun seperti melebur dan mulai menyatu dengan tubuh Anbu tadi.
" Apa yang terjadi " Anbu kedua mulai panik melihat rekannya tidak bergerak. " Fūton : Kaze no Yaiba " ucap seseorang, dan
Craash….
Kepala Anbu tadi mengelinding kea rah rekan-rekannya, " Sumi bunshin adalah jutsu andalanku, jadi kalian tidak mungkin bisa mengalahkanku " para Anbu itu mencari sumber suara dengan posisi siaga. " tidak perlu cemas aku akan menyelesaikannya secepatnya " mendengar itu para Anbu tadi mulai bersiaga dengan posisi saling memunggungi dan membentuk segitiga.
Wush…
Naruto mulai berlari mengitari area dari Anbu tersebut, para Anbu melihat itu hanya meningkatkan kewaspadaaan mereka. Naruto membuka gulungan di kedua tangannya, dari gulungan itu terlihat banyak aksara fuin dan terus bergerak mengitari para Anbu yang sudah siap dengan tanto di tangannya.
Melihat gulungannya sudah tersebar Naruto berhenti dan membuat segel tangan dengan cepat. " Fuinjutsu : Bakutō no Happa Rokujūshi " teriak Naruto setelah segelnya selesai. Anbu yang melihat Naruto segera bergerak kearahnya menghiraukan gulungan yang tersebar di sekitar mereka.
Duar…Duar…Blar….
Terjadi ledakan yang sangat besar melingkupi mereka dan membuat para Anbu tadi tewas dengan luka bakar di seluruh tubuhnya. " Hah…hah….payah…Fuinjutsu ku masih lemah…hah..hah.." ucap Naruto yang sedikit kesal karena terlalu banyak menggunakan cakra.
" sebaiknya aku cepat pulang sebelum terjadi hal yang merepotkan " dan Naruto berjalan meninggalkan area itu, dia tidak sadar bahwa sedari tadi terus di awasi oleh seseorang. ' sepertinya generasi ini lebih menarik, aku tidak sabar bagaimana takdir mempertemukan mereka ' batin orang itu dan menghilang dalam kepulan asap.
.
.
.
TBC
Gomen pertarungannya kurang seru.
Muncul sendiri idenya jadi mending langsung saya ketik dari pada lupa. Ehehehehe….
Sekian Chapter ini saya tulis
See You Next Chapter
Aoi Rin Oukumaru Log Out
