Aoi Rin Oukumaru Log In
Hello minna-san…. Bertemu lagi sama Author Newbie ini lagi, saya harap chapter kemarin cukup memuaskan kalian…hehehe
Oh ya, Fic ini bisa saya kebut sedikit…hehehehe
Gara-gara banyak tugas jadinya sering pegang Laptop, sambil menyelam minum air, hahahaha….
Sedikit info Kurama itu seluruhnya di segel kedalam tubuh Naruto jadi nggak di pecah oleh Yondaime, semua carka Kurama di segel ke tubuh Naruto.
Itulah kenapa Kurama sedikit memiliki perasaan saat pertemuan pertama mereka, so di Chapter kemarin kalo ada yang binggung kenapa Kurama bilang kekuatan Jinchuriki Kyubi sebenarnya adalah karena Cakranya utuh di dalam tubuh Naruto. ( itu pun kalo ada yang binggung, #plak )
Hehehe….pairnya udh sedikit ketebakkan, jadi tunggu kejutan berikutnya….Khekhekhe…
Oke, Check this Out…
Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto
Jadi bukan punya saya :v
Pairing : Naruto U. X…..?
Rate : T ( semi M )
WARNING : Alur berantakan, Typo bertebaran, kalo nggk kuat baca bikin perih mata….harap dimaklumi karena saya author baru…DON'T LIKE DON'T READ
Chapter 5
.
.
.
Minscape
" Kurama bagaimana pendapatmu tentang Fuinjutsu ku ? " tanya Naruto dengan antusias, seperti biasa dia duduk di atas kepala Kurama. " Sedikit menarik, menggunakan prinsip Shibuki dan kau menciptakan ledakan dari gulungan fuinjutsu itu " balas Kurama yang sedang duduk.
" Bukan itu maksudku, kau pasti melihat titik lemahnya bukan ? " Naruto bertanya lagi dengan sedikit kesal karena Kurama tidak tau maksud dari pertanyaan pertamanya. " Kelemahan yang sangat mencolok adalah area lingkupmu sangat sedikit " Kurama menjawab dengan memandang keatas, dan membuat Naruto terbelengkang kebelakang dan hampir terjatuh.
" KONO YARO, AKU HAMPIR JATUH BOLA BULU BAKA " Naruto berteriak kesetanan sambil memegang bulu Kurama dengan kuat.
" Anbu tadi hanya terlalu bodoh untuk menyadari maksud gulungan yang mengelilingi mereka, sebenarnya celah dari Jutsu mu adalah bagian atas dan bawah " lanjut Kurama tanpa memperdulikan teriakan Naruto, dia mulai merebahkan posisinya untuk tidur.
" Jadi begitu ya, dan kalau mereka menggunakan Katon atau Fūton gulungan ku pasti lenyap " imbuh Naruto, menerawang keatas melihat kekosongan dari langit-langit tempat Kurama di kurung.
" Bagaimana kalau aku menggunakan Kage Bunshin ya ? Bagaimana Kurama ? " ujar dan tanya Naruto pada Kurama yang memejamkan matanya. " Mungkin bisa menutup celah atas, bagian bawah tetap bisa digunakan untuk meloloskan diri dan kalau mereka tau itu berbahaya mereka akan melenyapkannya " jawab Kurama sedikit panjang, membuat Naruto kesal mendengarnya.
" Arrggh…bagian mana yang salah ! " teriakan frustasi Naruto membuat Kurama terganggu dan menampar Naruto dengan ekornya, Naruto pun terpental dan terjatuh dengan posisi nungging.
" KONO YARO, KAU MENGAJAK BERKELAHI HAH?! " ucapan Naruto tidak didengar oleh Kurama dan mencoba melanjutkan tidur tertundanya. Melihat itu Naruto terus memaki Kurama, mendengar semua umpatan padanya, Kurama pun menegakkan kepalanya. " GOAARGGH…. BOCAH SIALAN, KAU BISA MEMBUAT JUTSU, KALAU BEGITU GUNAKAN OTAKMU UNTUK MENYEMPURNAKAN TEKNIKNYA ! " amarah Kurama pun memuncak dan menatap tajam Naruto tidak lupa dengan geraman berat sarat akan emosi.
Naruto yang melihat dan mendengarnya pun ketakutan dan bersujud-sujud di hadapan Kurama, " Gomen gomen gomenasai Kurama-sama, hamba salah " ucap Naruto dengan cepat disela sujud-sujud dan wajah ketakutannya, Kurama pun sweatdrop melihatnya.
" Sekarang kau pergi, aku ingin tidur " ucap Kurama setelah sembuh dari sweatdropnya. " H-ha'I Kurama-sama " balas Naruto yang masih ketakutan, dia pun menghilang dari pandangan Kurama. Kalau saja dia masih di sana, dia akan melihat Kurama tersenyum. Bukan, bukan seringai tapi benar-benar senyum khas seekor Kitsune.
Minscape End
.
.
.
Setelah mandi Naruto pun sudah siap untuk Ujian yang diberikan oleh senseinya, dia berhenti sejenak dan menoleh kearah katana yang tergantung di dinding ruang tamunya memancarkan aura hitam seolah memanggilnya. " Maaf sepertinya ini belum saatnya, kau bisa menunggukan ? " kalau ada orang lain, pasti Naruto dianggap gila karena bicara sendiri.
Pedang itu semakin menebar aura hitamnya seolah sedang marah, Naruto pun mendekati pedang itu. Pedang yang memiliki sarung hitam dan gagang berwarna hitam dengan tambahan merah seperti gagang pedang para Samurai. Tangan Naruto menyentuh pedang itu dan membuat aura pedang itu semakin pekat dan semakin meluas, tapi lama-kelamaan auranya mengecil dan lenyap.
" Aku tau kau sangat ingin bertarung sama sepertiku, tapi tunggu sampai aku mendapat misi keluar desa. Saat itu kita akan berdansa bersama dan kau akan mendengar suara merdu " ucap Naruto dengan seringai yang sangat lebar di bibirnya. Seakan merespon, pedang itu mengeluarkan auranya kembali dan masuk ketubuh Naruto.
" Arigatou, kau tidak akan menyesal menunggu hal itu terjadi " ucap Naruto lagi sambil menjauhkan tangannya dari pedang tersebut. Dia pun berbalik dan menyeringai kembali, mendongakkan kepalanya dan menatap tajam langit-langit apartemennya.
Matanya pun berubah menjadi mata merah darah, terdapat garis berwarna merah vertikal bagian mata kirinya. Garis horizontal mulai tampak dari bawah mata kanan sampai ke depan telinga kirinya, memotong garis melintang tadi dan 2 garis horizontal di bawahnya berada di pipi kiri. Garis-garis itu menyala sebelum menjadi seperti tattoo di wajah Naruto.
" Saat itu tiba kita akan bersenang-senang, Murasama " suara Naruto menjadi serak dan berat, seringai di wajahnya makin lebar dan pedang di belakangnya mengeluarkan aura yang menari dengan liar seolah merespon perkataan ' tuan'nya.
.
.
.
.
" Teuchi-ossan, ramen jumbo satu " terdengar teriakan nyaring didalam kedai ramen milik Teuchi. " Segera siap tunggulah, Naruto " balas Teuchi tidak kalah semangat, Naruto pun menganguk antusias.
" Ini pesananmu Naruto " ujar Teuchi sambil meletakan ramen di depan Naruto yang sudah mengeluarkan air liurnya. " Yosh, Ittadakimasu " Naruto mulai mengambil sumpit dan menikmati ramennya dengan lahap.
Teuchi melihat itu tersenyum, dia tau bagaimana penderitaan Naruto karena itu dia selalu menerima Naruto disini. " Jadi kau lulus menjadi Genin ya, Naruto " kata Teuchi sambil melihat Hitai-ate Konoha didahi Naruto. " Tentu saja, aku akan menjadi Shinobi terbaik di Konoha, Teuchi-ossan " balas Naruto sambil menunjuk Hitai-ate itu dengan jempol kirinya.
" Hahahaha….baiklah kali ini aku yang traktir ramenmu " ucapTeuchi sambil tertawa, " Hountou ni, arigatou Teuchi-ossan " balas Naruto sambil tersenyum sumringah. Perbincangan itu pun terus berlanjut sampai Naruto pergi untuk melakukan Ujian dari senseinya.
.
.
.
.
Di sebuah lapangan terlihat seorang gadis berambut pink sedang mondar-mandir dan menggerutu, tidak jauh darinya ada seorang pemuda sedang duduk dan menyangga wajahnya dengan kedua tangannya tidak lupa dengan wajah datarnya.
" HAH…dimana sih sensei, Naruto juga belum datang. Awas saja akan ku hajar mereka " gerutu Sakura yang sangat jengkel. Dia pun melirik pemuda di belakangnya, lalu berjalan cepat kearahnya dan duduk disampingnya.
" Ne, Sasuke-kun setelah ini kau mau kencan denganku ? " tanya Sakura pada pemuda tersebut. " Hn " dan hanya dibalas gumaman tidak jelas dari Sasuke, ' Uh…jawaban apa itu ! ' batin Sakura berteriak menambah rasa kesalnya.
' aku tidak akan kalah dari Ino, aku akan mendapatkan Sasuke-kun. Dia sudah mendapatkan Naruto, yosh ganbatte Sakura ' batin Sakura menyemangati dirinya sendiri.
" Ohayou minna " terdengar sapaan dari arah belakang mereka, Sakura pun menoleh dan mendapati Naruto yang berjalan sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. ' Kyaa…ternyata Naruto memang keren ' batin Sakura sambil menatap Naruto.
Naruto pun mendekat dan duduk disamping Sakura, Sakura sendiri menjadi sedikit salah tingkah dan hanya melirik Naruto yang sedang memandang kearah depan tanpa terganggu sedikit pun.
Keheningan menyelimuti mereka bertiga. Sasuke yang masih memikirkan cara agar menjadi kuat, Sakura yang gugup dan menundukkan kepalanya karena ada Naruto dan Sasuke disampingnya. Dia melihat Naruto sedang membaca buku dengan tenang tanpa terganggu oleh angin yang meniup rambutnya, Sakura yang melihat itu merasakan pipinya terasa menghangat.
Tak berselang lama Naruto menutup bukunya dengan cepat, membuat Sakura dan Sasuke sedikit tersentak.
BOFT….
Muncullah asap yang sangat pekat di depan mereka, saat asap menipis terlihatlah sensei mereka Hatake Kakashi. " Yo, apa kabar " sapa Kakashi tanpa rasa bersalah sedikit pun karena membuat muridnya menunggu hampir 2 jam. Sakura yang tersadar langsung memarahi senseinya, Kakashi pun hanya memegang kepala belakangnya sambil terkekeh kecil.
Setelah acara tidak jelas tadi mereka pun terdiam sejenak, Kakashi melihat ketiga muridnya dengan teliti. " Baiklah sepertinya kalian sudah siap, kita akan mulai Ujiannya " Kakashi berkata begitu sambil berjalan kearah batang kayu di tengah lapangan tersebut, mengeluarkan jam weker dan menyetelnya.
" Ano…sensei, aku mau tanya kenapa melakukan Ujian lagi ? kami sudah melaksanakan Ujian untuk menjadi Genin " Sakura bertanya dengan sedikit ragu kepada Kakashi, mendengar itu Kakashi hanya menunjukkan senyum matanya. " Ujian ini akan menentukan apakah kalian layak menjadi Genin " mendengar itu Naruto berdiri dan berjalan kedepan Kakashi diikuti oleh kedua rekannya.
" Peraturan dalam Ujian kali ini adalah kalian harus merebut lonceng ini dariku " ujar Kakashi sambil memperlihatkan loncong di tangannya. " Sensei, hanya ada dua ? " tanya Sakura yang mulai gusar, Naruto dan Sasuke menatap lonceng itu dengan seksama. Kalau Sasuke memikirkan cara untuk mendapatkannya sendiri, sedangkan Naruto meneliti maksud dari Ujian dari Kakashi.
" Pertanyaan bagus Sakura, karena salah satu dari kalian yang tidak mendapat lonceng ini. Akan aku kembalikan ke Akademi Ninja " sontak perkataan Kakashi membuat Sasuke dan Sakura tersentak. " Batas waktunya adalah saat makan siang, jadi serang aku dengan niat membunuh. Ujian dimulai " mereka pun langsung menghilang dari pandangan Kakashi, ' Teknik sembunyi mereka sangat bagus aku hampir tidak merasakan keberadaan Naruto, perkembangannya sangat pesat ' batin Kakashi dan mulai menghilang mencari muridnya.
.
.
.
" Sasuke-kun kau dimana ?! Sasuke-kun! " teriak Sakura memanggil Sasuke, " S-Sak-kura…la-lari…" Sakura pun menoleh dan mendapati Sasuke dengan keadaan yang mengerikan dengan berbagai kunai dan senjata menancap di tubuhnya membuatnya langsung pingsan.
' Hanya dengan Genjutsu rank D, dia sudah pingsan ' batin Kakashi dan meninggalkan Sakura sendirian. Tanpa diduga muncul seseorang dari balik pohon yang sedari tadi mengamati mereka, dan membawa tubuh Sakura menjauh dari sana.
.
Sasuke melihat Kakashi di jarak serangnya, mulai melempar Kunainya kearah Kakashi. Delapan kunai itu pun melaju dengan cepat menuju Kakashi, tapi bisa dihindari dengan melompat kebelakang. Dia pun masih membaca buku orange ditangan kanannya, dan tangan kirinya dia masukkan ke saku celananya.
Melihat serangannya sia-sia, Sasuke melompat dan mencoba menendang kepala Kakashi. Dengan pengalaman Jouninnya dia hanya menahan serangan Sasuke dengan tangan kirinya dan melemparnya kesamping.
Tap…Sreekk…
Sasuke mendarat dengan mulus walau sedikit terseret kebelakang, matanya pun sudah tergantikan dengan Sharingan satu tomoenya. Mengambil Shuriken dari kantong Ninjanya dan melemparnya kearah Kakashi. Kakashi hanya melompat kesamping menghindari shuriken Sasuke, melihat itu Sasuke membuat Handseal dan menarik nafas dalam.
" Katon : Goukakyu no Jutsu " teriak Sasuke sambil menyemburkan bola api besar dari dalam mulutnya, Kakashi menutup bukunya dan merapal segel dengan cepat.
" Doton : Dōryuheki " Kakashi langsung menghentakkan tangannya ketanah, tanah didepannya terangkat dan membentuk dinding dengan ukiran kepala anjing didepannya, bola api Sasuke terus melaju kearah dinding tanah tersebut.
Wush….BLAR….
Ledakan terjadi saat dua jutsu itu saling bertabrakan, Kakashi mulai melepas tangannya dari tanah dan dinding didepannya mulai masuk kembali. Tiba-tiba dia melihat Sasuke sudah mengayunkan kakinya dan mengincar wajahnya, dengan refleknya Kakashi menyilangkan kedua tangan didepan wajahnya.
Merasa serangan pertama gagal, kaki kanan Sasuke dia tarik kebelakang dan kaki kirinya menyapu perut Kakashi. Tapi akhirnya dia mendecih karena Kakashi sudah melompat kebelakang. " Gerakan dan teknikmu sudah sangat bagus Sasuke, sayangnya…"
Boft…
Melihat itu Sasuke terkejut karena itu cuma Bunshin dari Kakashi, ' Sial sejak kapan ? ' batin Sasuke dan memutar tubuhnya mencoba mengobservasi lingkungannya. Mata Sharingannya terus bergerak secara liar mencari keberadaan sang Sensei. " Doton : Shinjū Zanshu no Jutsu "
Kreekk….Sreek….
Arrgghh…
Sasuke terperosok masuk kedalam tanah, meninggalkan kepalanya yang masih terlihat di permukaan tanah. " ….kau terlalu fokus padaku dan tidak memperhatikan sekitarmu, ingat Sasuke kau tidak bisa melakukan misi seorang diri " lanjut Kakashi, dia meniggalkan Sasuke begitu saja.
.
Kakashi berjalan kearah Timnya berkumpul tadi dan disana dia sedikit terkejut melihat Naruto yang bersender pada pohon tempat muridnya duduk tadi. " Kau lama sekali Sensei, aku hampir berlumut menunggumu " ucap Naruto sedikit ketus.
Kakashi mendengarnya hanya memberikan eye smile padanya, " Baiklah kau yang terakhir Naruto, jadi kita bisa mulai sekarang " mendengar itu Naruto berjalan ke depan Kakashi dan berdiri membelakangi danau kecil, memandang Kakashi dalam diam.
' Cukup berani, melawan secara langsung. Dia sedikit berubah, sekarang dia lebih bisa mengontrol emosinya dan juga ketenangan yang dimilikinya sudah seperti seorang Jounin ' batin Kakashi sambil memandang Naruto.
Naruto mulai membuat Handseal dengan cukup cepat, Kakashi juga merapal segelnya.
" Fūton : Daittopa " ucap Naruto setelah selesai dengan Handsealnya, angin dengan cepat melaju kearah Kakashi.
" Doton : Dōryuheki " teriak Kakashi sambil menghentakan tangannya ketanah, muncul dinding tanah di depannya.
BLAR…BLAR..
Ledakan pun terdengar cukup keras, Kakashi sedikit terkejut dengan Jutsu Naruto yang terasa sangat kuat. Keterkejutannya bertambah karena dinding tanahnya sedikit demi sedikit terkikis oleh angin dari Jutsu Naruto, tidak mau ambil resiko dia pun melompat kebelakang.
" SIALAN, aku yang akan mengalahkan Kakashi-sensei. Menyingkir kau Naruto ! " terdengar teriakan dari belakangnya membuat Kakashi menoleh dan mendapati Sasuke dengan keadaan sedikit kusuh dan kotor oleh tanah. Sasuke mulai Handseal dan menarik nafasnya dalam-dalam.
" Katon : Goukakyu no Jutsu " Sasuke mulai meneriakkan Jutsunya dan menembakkan bola api yang lebih besar dari yang tadi kedepan. Kakashi yang melihat itu melompat kesamping menghindarinya tapi Kakashi terkejut karena bukan dia sasaran dari Jutsu Sasuke dan dia juga melihat Sasuke menyeringai dengan jelas.
Naruto juga terkejut dan langsung membuat Handseal dengan cepat, setelah itu menahan segel terakhir dari Jutsunya.
" Suiton : Teppoudama no Jutsu " seketika air dari belakang Naruto mulai terangkat dan membentuk bola air besar, bola air itu melaju kearah bola api milik Sasuke.
BLAR…BRESSS….
Kedua Jutsu berlawanan itu pun bertabrakan dan menciptakan kabut yang cukup tebal, mereka semua terperangkap oleh kabut tebal tersebut. Setelah beberapa lama terlihat mereka masih di posisi semula tanpa ada yang bergeser sedikitpun.
Kring…Kring…Kring…
Suara Alarm itu memecahkan keheningan mereka bertiga, " Apa maksud mu hah, Sasuke " Naruto pun berteriak kepada Sasuke, dia melihat bahwa Sasuke hanya menganggap itu bukan hal yang salah. " Cih aku tidak akan membiarkanmu mengalahkan Kakashi-sensei, aku lah yang boleh mengalahkannya. Jadi aku harus menyingkirkanmu terlebih dulu " jawab Sasuke dengan panjang lebar sambil mendecih tidak suka.
" Sasuke apa yang kau pikirkan, Naruto itu teman satu Tim kita. Berani sekali kau ingin membunuh temanmu sendiri ! " Kakashi marah besar sekarang, dia sangat kecewa pada tingkah Sasuke. Mereka pun berkumpul tidak lupa Sakura yang baru datang ikut berkumpul bersama mereka.
" Waktunya juga sudah habis, kalian semua membuatku kecewa. " ucapan Kakashi membuat mereka sedikit menunduk. " Kalian tidak pantas menjadi seorang Ninj- "
Kriting…Krinting…
Sakura pun menunjukan dua lonceng di tangannya kearah Kakashi, hal itu membuat ucapan Kakashi terputus karena dia sangat syok. Tangan kanannya mencoba mencari loncengnya dan ternyata sudah tidak ada.
" Mencari ini kan, Kakashi-sensei " ucap Sakura sambil tersenyum simpul, Naruto dan Sasuke juga tersenyum meremehkan kepada Kakashi. Melihat itu dia sangat terkejut.
" Sejak….kapan.. ? " nada bicaranya pun masih dilanda keterkejutan. Bagaimana bisa dia dikalahkan oleh tiga orang Genin.
" Hn, ini semua ide Dobe " Sasuke pun menjawab seadanya, mendengar itu Kakashi memandang Naruto yang masih mengembangkan senyum meremehkannya yang semakin merekah.
" Kenapa Kakashi-sensei, terkejut seorang Jounin dikalahkan oleh tiga orang Genin ? " ucapan meremehkan Naruto menimbulkan seringai di wajah Sasuke dan senyum simpul di wajah Sakura. Kakashi terkejut dan tidak bisa berpikir bagaiman bisa sekumpulan Genin melakukannya.
Melihat reaksi itu mereka masih pada ekspresinya, Sakura pun mulai membuka suara " Begini ceritanya Kakashi-sensei….. "
.
Puk puk puk
" Oi Sakura…aku sudah melepas Genjutsunya seharusnya kau sudah sadar " ucap Naruto sambil menepuk pelan pipi Sakura, setelah beberapa saat Sakura mulai sadar dan yang pertama dia lihat adalah wajah Naruto.
" Engh…dimana aku? " tanya Sakura sambil memandang sekelilingnya, " Itu tidak penting, sekarang kau makan ini " ucap Naruto sambil memberikan Dango kepada Sakura, dia pun terkejut. " Tapi Naruto, Kakashi-sensei melarang kita untuk makan dalam Ujian ini " dia tidak memungkiri kalau dia lapar tapi ucapan Kakashi-sensei membuatnya tidak berani makan.
" Baka…kalau kau tidak makan kau akan pingsan, lagi pula hanya orang bodoh yang menuruti kata-katanya. Dia hanya ingin agar kita tidak bisa menyerang dia secara maksimal, itulah kenapa dia melarang kita untuk makan. " penjelasan panjang Naruto membuat Sakura tambah kaget.
Dia pun merutuki kebodohannya, segera dia menerima Dango yang di sodorkan kepadanya. " Sakura aku punya rencana, saat ini diriku yang asli sedang menahan Kakashi jadi kita akan kesana. Saat disana kita tunggu diriku yang asli memberi kode " ujar Naruto ( Bunshin ).
" Baiklah akan aku lakukan sebaik mungkin, Naruto-kun " balas Sakura setelah menghabiskan Dangonya, mereka pun pergi menuju tempat Naruto asli berada.
.
" Seperti itu lah Kakashi- sensei " Sakura menyelesaikan penjelasan panjangnya. Setelah Sakura selesai, Sasuke mulai buka suara " Lalu saat dia menemui ku.. "
.
" Sial, kenapa aku selemah ini. Bagaimana aku bisa membunuh 'dia' kalau seperti ini " gerutu Sasuke.
Tap…tap...tap…
Sasuke mendongak dan melihat seseorang berjongkok di depannya, dari rambutnya dia sudah tau siapa orang itu. " Butuh bantuan kawan " ujar orang tersebut. " Cih…aku tidak butuh bantuanmu, Dobe " balas ketus Sasuke, yap dia adalah Naruto.
" Oi Teme…kau ingin mengalahakannya kan ? kita bisa bekerja sama dalam hal ini " kata Naruto dengan tenangnya. " Tujuan dari Ujian ini adalah melihat sejauh mana kita bekerja sama dalam Tim " lanjutnya, Sasuke hanya membalas dengan gumaman tidak jelas.
Naruto lalu mengeluarkan Sasuke dari tanah yang menahannya, " Baiklah, sekarang diriku yang asli sedang menahan Kakashi-sensei. Aku punya rencana tapi aku butuh bantuanmu, aku butuh Katonmu " ujar Naruto ( Bunshin ).
Sasuke pun memikirkan tawaran dari Naruto, dia masih meninggikan ego dari Uchihanya. " Ini….kau pasti menuruti ucapan Kakashi-sensei kemarin " ucap Naruto sambil menyodorkan Dango di tangan kanannya, Sasuke hanya melihat makanan itu.
" Kakashi-sensei menyuruh kita tidak makan adalah untuk melemahkan kita, dilihat dari logika manapun seseorang yang tidak makan akan mudah lelah dan membuat Jutsu mu terbuang percuma " Naruto menjelaskan maksudnya agar dimengerti oleh Sasuke.
Sedikit mendecih tapi akhirnya Sasuke menerima Dango tersebut, Naruto melihatnya sedikit tersenyum. " Jadi apa rencanamu, Naruto ? " tanya Sasuke setelah menghabiskan makanannya.
" Begini rencananya, serang aku dengan Katonmu pastikan tepat mengarah padaku " Naruto mulai menjelaskan dan Sasuke mendengarkan dengan seksama serta sedikit manguk-manguk.
.
" …Seperti itu lah…hah..hah.. " Sasuke menyelesaikan penjelasan panjang lebarnya, " Ne, Sasuke kau bisa bicara panjang lebar juga " sindiran Naruto mendapat tatapan tajam dari Sasuke. Di tatap seperti itu Naruto hanya tersenyum kikuk.
" Jadi bagaimana kalian merebut loncengku ? " tanya Kakashi masih sedikit terkejut, tapi juga bangga pada muridnya. " Hah…mudah saja, Sakura dan Bunshin ku bersembunyi dengan menekan cakra mereka sampai kau tidak bisa mendeteksi mereka." Sejenak Naruto mengambil nafas,
" Lalu aku mengulur waktu sampai Sasuke datang dan kau berada pada posisi yang aku inginkan, Sasuke berpura-pura berniat membunuhku agar kau kehilangan focus mu dan…." Menggantungkan kalimatnya agar Kakashi bisa sedikit penasaran.
"Wala, kau melupakan Sakura. Disaat itulah aku menyuruhnya mengingat posisimu, saat Jutsu ku dan Sasuke bertabrakan maka akan tercipta kabut yang cukup tebal . Saat itu lah Sakura bergerak dan merebut loncengnya, karena kau terlalu panik akan niat Sasuke yang ingin membunuhku" Naruto menyelesaikan penjelasannya dengan sedikit seringai, tapi sayang biarpun sebentar tapi bisa dilihat oleh Kakashi.
" Hahahaha…bagaimana Kakashi-sensei masih kecewa dengan kami, dan apakah kami masih tidak pantas untuk menjadi Ninja ? " sarkasme Naruto ditanggapi Kakashi dengan mengaruk belakang kepalanya.
" Sepertinya aku salah menilai kalian, kerja sama kalian bagus. Biarpun sedikit terlambat, tapi Naruto bisa membimbing kalian. Kerja bagus, kalian semua LULUS " mendengar itu Sakura langsung bersorak senang, Naruto tersenyum simpul dan Sasuke tersenyum sedikit.
" Naruto aku bangga padamu, memang orang yang melanggar aturan dianggap sampah, tapi orang yang mengabaikan temannya lebih rendah dari sampah. Kalian harus mengingat itu, Jaa ne aku ada urusan " kata Kakashi dan menghilang dengan Shushinnya.
" Naruto, aku punya permintaan untuk mu " ujar Sasuke sambil melihat Naruto yang mengambil buku sakunya. " Eh? Apa itu ? " tanya Naruto penasaran.
" Ini memang memalukan, tapi aku ingin berlatih bersamamu " jawaban Sasuke membuat Naruto kaget, dia pun terkekeh pelan. " Apa yang lucu hah ?! " bentak Sasuke tidak terima dengan tingkah Naruto.
" Hehehe….kau sekarang banyak bicara ya Sasuke, tidak seperti Sasuke yang biasanya " ucap Naruto dengan kekehan diawal. Mendegar itu Sasuke sedikit kesal dan mendecih, " Ne, kau tenang saja. Tanpa meminta pun aku akan mengajak kalian berlatih bersamaku, kau juga Sakura. Dunia Ninja adalah dunia yang kejam jadi kau harus mempersiapkan dirimu " mendengar itu Sakura mengangguk biarpun sedikit ragu.
Sasuke ? dia masih berekspresi datar seperti biasanya tapi dengan sedikit senyum, " Sha…kalau begitu sebaiknya kita pulang, tidak ada kegiatan lagi " ucap Naruto sambil berlalu meninggalakan tempat itu, Sakura dan Sasuke mengikuti dari belakang.
.
.
.
Di sebuah ruangan, yang terang terdapat beberapa orang sedang berkumpul dan di depan mereka duduk seorang pria tua, dialah Sandaime Hokage.
" Kita menunggu siapa lagi Sandaime-sama ? " tanya seorang Jounin wanita bermata merah, berambut hitam dan memakai pakaian yang unik bernama Yuhi Kurenai. " Semua sudah berkumpul Hokage-sama " sambung seorang laki-laki dengan jenggot dan sedang merokok, Sarutobi Asuma.
" Kalian bersabarlah sebentar, ada yang belum datang " balas sang Sandaime.
Boft…
Setelah itu muncullah Jounin yang memiliki rambut perak melawan gravitasi, Hitai-ate yang terpasang miring dan masker wajah, yang terlihat dari wajahnya hanya mata kanannya. " Maaf aku terlambat " ucapnya tanpa rasa bersalah.
" Hilangkan kebiasaan burukmu, Kakashi " gerutu Kurenai menanggapi kelakuan rekan Jouninnya itu, sedangkan Kakashi hanya menanggapinya dengan eye smile miliknya. " Sudahlah Kurenai, lagi pula sekarang kita bisa memulai pertemuan ini " lerai Sandaime pada kedua Jouninnya.
Para Jounin pembimbing itu mulai melaporkan murid di bawah bimbingan mereka. Kebanyakan dari mereka gagal karena tidak bisa mengetahui maksud dari Ujian pembimbing mereka.
" Tim 10 LULUS " mendengar ucapan Asuma,Sandaime atau Hiruzen sedikit tertarik, " Jelaskan Asuma " Asuma pun mengangguk sesaat.
" Seperti prediksiku, semula mereka sedikit kacau saat menyerang. Tapi Shikamaru segera tau maksud dari Ujian ini, dia bisa dengan cepat mengambil tidakan dan mengatur strategi. Aku sampai tidak berkutik oleh mereka. Biarpun Shikamaru selalu mengeluh " penjelasan Asuma membuat mereka kaget, seorang Jounin di buat tidak berkutik oleh tiga Genin yang baru lulus.
" Hahahaha….Tipikal Nara " tawa Hiruzen menanggapi cerita Asuma barusan, " Baiklah selanjutnya " lanjutnya dengan nada tegasnya.
" Tim 8 LULUS " ucap Kurenai, Hiruzen memandang dia sejenak " Bisa kau jelaskan ? " tanya Hiruzen dengan tegas, Kurenai mengangguk sejenak.
" Sama seperti Tim 10, Tim ku juga sedikit kacau. Kiba yang terlalu bersemangat menyerang dan Shino yang terlalu pasif seperti tidak peduli, tapi Hinata membuat mereka mau bekerja sama dalam memojokkanku. Genjutsu ku selalu bisa mereka tangani " penjelasan Kurenai mendapat senyum dari Hiruzen.
' Hyuga itu sepertinya tidak malu lagi berinteraksi ' batin Hiruzen mendengar penjelasan Kurenai, " Baik, selanjutnya "
" Tim 7 LULUS " semua Jounin syok mendengarnya, karena selama ini banyak Genin yang di gagalkan oleh Kakashi. " Kakashi sepertinya semangat masa mudamu telah membimbingmu pada masa depanmu " ucap seorang Jounin dengan baju Hijau ketat di balut rompi Jounin Konoha dan berambut mangkok terbalik. " Kau mengatakan sesuatu, Guy ? " tanya Kakashi tanpa dosa.
" Ehem…. Bisa kau jelaskan Kakashi ? " berdehem sejenak Hiruzen mulai bertanya dengan sedikit antusias tapi tetap dengan nada tegasnya, Kakashi mengangguk sejenak dan mengambil nafas pelan.
" Sasuke hanya berambisi untuk menyelesaikan Ujian ini, dan Sakura selalu mengejar Sasuke sehingga mereka berdua kalah pada percobaan pertama. Mereka diajak bekerja sama oleh Naruto, Sasuke pada awalnya menolak tapi akhirnya ikut serta. " mengambil jeda sejenak dan memandang Hiruzen yang sedeikit mengangguk.
"Sama seperti Sasuke, Sakura yang awalnya ragu pun ikut andil sebagai eksekutor. Dalam Tim ku Naruto adalah pusatnya dan pengalih perhatian, Sasuke pelengkap dan pemicu keberhasilan sedangkan Sakura sebagai eksekutor. Semua rencana itu bahkan sudah diprediksikan oleh Naruto." Penjelasan itu memicu senyum di bibir Hiruzen.
" Dan sejak awal Ujian aku sudah masuk kedalam jebakan Naruto, sehingga mereka mengalahkanku dengan telak " Kakashi menghela nafas setelah selesai menjelaskan keberhasilan Timnya, Jounin disana terkena ' Serangan Syok Massal '.
Mereka tau Kakashi adalah Jounin elit Konoha, tapi bisa masuk keperangkap seorang bocah Genin. Seberapa pintar Genin itu, seperti itulah kira-kira pendapat mereka.
" Wah…hebat sekali mereka bisa mengalahkanmu Kakashi " ujar Hiruzen di teruskan tawa ringannya. Kakashi sendiri hanya menunjukkan eye smile nya kepada Hiruzen. " Kalian boleh bubar sekarang " setelah ucapan Hiruzen ruangan itu langsung kosong, meninggalkan dia sendiri. ' Kau sudah berkembang sangat jauh Naruto, aku percayakan Konoha padamu ' batin Hiruzen sambil menerawang ke depan.
Boft…
Ruangan itu kosong tanpa orang satu pun.
.
.
.
Tim 7 sedang berjalan kearah kedai Yakini-Q, mereka berjalan dengan tenang. Alasan mereka kesana adalah merayakan keberhasilan mereka melawan Sensei mereka, biarpun ini usulan dari Sakura dan lainnya hanya ikut-ikutan.
Sakura yang berjalan dengan tangan yang terkait satu sama lain di belakangnya, Sasuke yang memasukkan kedua tangannya kesaku celana turut serta wajah tembok tanpa ekspresinya, dan terakhir Naruto yang membaca buku tentang ' Sejarah Cakra '.
" Selamat Datang, silahkan duduk disini " ucap seorang pelayan yang mengantar mereka ketempat duduk yang sangat luas. Setelah duduk mereka mulai memesan untuk mereka bertiga, " Harap tunggu sebentar, pesanan akan datang dengan segera " pelayan itu pun mulai pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Naruto-kun buku apa yang dari tadi kau baca ? " tanya Sakura yang sangat penasaran, mengalihkan pandangannya sejenak dan melihat kearah Sakura. " Ini buku tentang 'Sejarah Cakra' " jawab Naruto sambil memperlihatkan sampul depan bukunya ke Sakura, Sakura hanya mengangguk karena rasa penasarannya sudah hilang.
" Aku pinjam setelah kau selesai, Dobe " ujar Sasuke yang sepertinya tertarik dengan buku Naruto. " Boleh saja, tapi aku baru membacanya saat kita selesai Ujian tadi. Jadi mungkin agak lama " mendengar jawaban Naruto, Sasuke hanya mengangguk.
Grep
Mereka kaget karena ada yang memeluk Naruto, dan Naruto sendiri sedikit tersentak, karena ada yang menutup matanya sebelum menutup bukunya dan memasukkan ke saku celananya. " Jadi bagaimana Ino-chan, ada hal menarik dengan Jounin pembimbingmu ? " tanya Naruto dan mencoba melepaskan tangan putih itu dari matanya, tanpa menoleh kearah belakang karena sudah tau.
" Mou…kau tidak asik Naruto-kun " rengek Ino dan dibalas kekehan pelan dari Naruto.
" Kami tadi hampir terpojok, tapi untung Rusa Pemalas itu menjadi orang yang berguna " jawab Ino sambil mempererat pelukkan dileher Naruto, mencoba menghirup bau Naruto. Parahnya wajah Naruto sedikit memerah karena sensasi yang dibuat oleh Ino.
" ano…Ino-chan, Rusa Pemalas itu…Shikamaru kan ? " tanya Naruto sedikit gugup, karena sensasi di lehernya. " Ha'I kau benar Naruto-kun " jawab Ino dengan antusias. " Hei Jidat lebar, jangan sekali-kali kau menggoda Naruto-kun " lanjut Ino mulai mengintimidasi Sakura, entahlah dia sedikit overprotektif saat ada gadis lain dekat dengan Naruto, kecuali Hinata.
" Huh..aku sudah punya Sasuke-kun, aku tidak akan merebut Naruto darimu " balas Sakura sambil memalingkan wajahnya. Sasuke sendiri cuek dan tidak peduli, sedangkan Naruto hanya tertawa kikuk mendengar interaksi mereka.
" Hoi Ino…kenapa kau meninggalkan kami, padahal Asuma-sensei yang mentraktir kita makan disini " ucap seseorang dengan nada malasnya. " Salah kalian berjalan seperti Siput, aku tadi melihat Naruto-kun masuk kesini. Jadi aku mau segera bertemu dengannya, ya kan Naruto-kun " mendengar itu Naruto hanya menggaruk pipinya, " Ah…mungkin begitu Ino-chan. Hai Shika, Choji " balas Naruto sambil menyapa rekannya dulu.
" Boleh kami duduk disini juga ? " tanya seseorang dengan nada datar tanpa nyawa, mereka menoleh dan mendapati pemuda berambut cepak hitam dan memakai kacamata. " Boleh, lagi pula tempat ini untuk umum " balas Naruto sambil tersenyum.
" Wah…Naruto enak sekali kau, dipeluk oleh seorang gadis. " mendengar itu mereka melihat pemuda dengan anjing putih di kepalanya. " Yo, Kiba. Kau masih hidup " balas Naruto sekenanya, merekapun tertawa melihat Interaksi mereka bahkan Sasuke dan Shino biarpun hanya menunjukkan senyum kecil.
Naruto pun melambai pada pelayan dan memesan Yakini Q, tak lama datanglah orang terakhir dari Rokkie angkatan mereka, gadis berambut indigo dan bermata putih susu yang mempesona. Ino yang melihat itu mulai menghampirinya dan menyuruhnya duduk di sebelah Naruto, Ino juga mengusir Kiba agar dia juga bisa duduk di dekat Naruto.
Obrolan mereka terus berlanjut, dan menyaksikan lomba makan dari Kiba dan Choji, terlihat mereka tertawa tanpa beban. Naruto dan Hinata mulai bercerita tentang Ujian mereka, Sakura dan Ino yang membanggakan pasangan sepihak mereka, Sasuke yang mengambil paksa buku Naruto dan membacanya dengan tenang sesekali mengambil makanan.
Shikamaru sudah terlelap tidur setelah dirasa kenyang, Kiba dan Choji juga sudah tidur karena kekenyangan, Shino hanya berdiam diri.
" ano…Na-naruto-kun…" panggil Hinata dengan malu dan gugup, Naruto pun menoleh dan mendapati Hinata menunduk. " Ada apa Hinata-chan ? " tanya Naruto, tapi bukan jawaban yang didapat tapi sebuah bungkusan kotak tipis disodorkan kepadanya.
" Untukku ? " tanya Naruto lagi sambil menunjuk dirinya, Hinata hanya mengangguk. Naruto menerimanya dan memasukkan ke saku celananya. " Arigatou Hinata-chan " lanjut Naruto sambil tersenyum.
" Naruto-kun ayo kita pulang " ucap Ino sambil mengandeng tangan Naruto, " Eh?! Sudah mau pulang? " tanya Naruto dan dibalas anggukan oleh Ino. " Sha…Baiklah, ayo Hinata-chan kita pulang bersama " ajak Naruto, tanpa diduga Hinata sudah menggandeng tangannya dan menunduk. Naruto sendiri sedikit terkejut, tapi setelahnya dia tersenyum.
" Jaa ne minna, kami kembali dulu " ujar Naruto pada teman-teman mereka, setelah beranjak dari sana Naruto mengantar Hinata terlebih dahulu dan terakhir mengantar Ino sebelum pulang ke apartemennya.
Naruto pun mandi dan langsung mengelar futonya untuk segera tidur. ' Hah…hari yang melelahkan. Aku ingin misi besuk menantang, awas saja kau Sensei ' batin Naruto sebelum terlelap tidur.
.
.
.
.
" Dia lebih menarik dari perkiraanku, jadi kau masih ingin melawannya Rin-sama ? " tanya seseorang yang duduk membelakanginya, orang itu pun berbalik dan menampakan diri dengan topeng serigala setengah wajahnya , mata hitam dan memiliki rambut biru. " Aku malah semakin bersemangat untuk melawannya. Usahakan dia tidak mati sebelum siap melawanku " ucap orang bernama Rin.
" Hahahaha….kau terlalu protektif Rin-sama, dia itu pasti sangat kuat. Lagipula dia adalah Jinchuriki Kyubi, dia tidak akan mati dengan mudah " balas orang itu sangat santai. Mendengarnya Rin hanya mengangguk dan menatap dengan tajam bawahannya. " Kalau sampai dia mati terlebih dulu, kau juga akan ku bunuh Jita " mendengar ancaman dari tuannya, Jita hanya terkekeh dan berbalik meninggalkan ruangan tersebut.
Ruangan itu meninggalkan Rin yang mulai berdiri dan berjalan kearah dinding di sebelah kirinya. Terlihat Katana disana, memiliki sarung yang berwarna hitam dengan garis biru di sisi luarnya dan gagangnya berwarna biru cerah dengan tambahan hitam mirip gagang pedang Para Samurai.
" Tidak lama lagi kita akan menentukan takdir kita " ucap Rin pada pedang itu, seakan merespon pedang itu mengeluarkan aura putih yang meluas secara perlahan. Tangan Rin mulai bergerak menyentuh pedang itu, semua aura itu masuk kedalam tubuh Rind an menghilang.
" Dan akan aku akhiri takdir menyedihkan ini " suaranya menjadi berat dan keluar aura putih dari tubuhnya, dia pun mendongak keatas dan mata hitamnya berganti menjadi biru yang menyala dalam gelap. Bibirnya memperlihatkan sedikit gigi taring, " Saat itu tiba, buat kami terhibur dan akan aku buktikan bahwa akulah yang terkuat. Bukan begitu, Masamune " seolah merespon pedang itu di kelilingi aura putih yang menari-nari.
" khekhe…HAHAHA…Akan kubunuh kau, Uzumaki Naruto ! " teriak Rin disertai tawa orang yang kesetanan.
.
.
.
TBC
Gomen mungkin kepanjangan, ini sudah saya buat semaksimal mungkin jadi saya harap kalau ada kesalahan bisa di kritik.
Pairnya itu aja atau tambah ya, mengingat ini masih awal, tolong sarannya reader-san.
Fight dari Pemegang Pedang kutukan akan terjadi saat Naruto sudah menunjukan Kenjutsunya, jadi Harap Bersabar.
See you next Chapter minna-san.
Aoi Rin Oukumaru Log Out
