Aoi Rin Oukumaru Log In

Hai minna-san, ketemu lagi sama Author Newbie ini, semoga hari kalian menyenangkan.

Ceritanya emang kayak Canon tapi dengan sedikit modofikasi dari saya, maaf kalo kalian bosen dengan cerita yang saya tulis.

Gomen ne, masih tahap belajar juga, kalo mau buat di luar Canon malah buntu.

Oke, Check this Out…

Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto

Jadi bukan punya saya :v

Pairing : Naruto U. X…..?

Rate : T ( semi M )

WARNING : Alur berantakan, Typo bertebaran, kalo nggk kuat baca bikin perih mata….harap dimaklumi karena saya author baru…DON'T LIKE DON'T READ

Chapter 6

.

.

.

" Lapor Hokage-sama, Tim 7 telah menyelesaikan misi membersihkan Patung Hokage. Laporan selesai " ujar seorang Jounin berambut perak dan wajah yang hanya memperlihatkan mata kanannya. Sang Hokage sedang duduk didepan mereka. Dengan tenang dia memberikan stempel pada lembaran kertas di depannya.

Duk…

" Baiklah, misi selanjutnya adalah member- " ucapan Hokage terputus saat melihat seorang anak berambut kuning menatapnya dengan tajam. " Ada apa Naruto ? " tanya Sandaime karena merasa risih di tatap seperti itu.

Mendengar pertanyaan Sandaime, Naruto sedikit kesal. " Kalau kau memberi misi membosankan lagi, aku dan Sasuke akan membakar Kantor ini " ujar Naruto dan di sambung seringai dari pemuda berambut hitam di sampingnya, gadis disamping Naruto mulai sedikit panic dengan ancaman Naruto, " Tenang lah sedikit Naruto-kun " ucap gadis itu mencoba menenangkan Naruto.

Naruto menoleh kesamping dan mendapati tatapan khawatir dari rekannya tersebut, " Kau tenang saja Sakura, itu tidak akan terjadi kalau Hiruzen-Jiji memberi misi yang bagus " balas Naruto pada gadis Sakura itu.

" Maaf Hokage-sama, aku dengar kalau Tim 10 sudah melakukan misi Rank C " setelah lama terdiam akhirnya Sasuke membuka suara. Mendengar perkataan Sasuke, Hiruzen melihat kearah Jounin pembimbing mereka " Apa mereka sudah siap, Kakashi ? " tanya Hiruzen mencoba memastikan.

" Mereka siap kapan pun Hokage-sama " jawaban Kakashi membuat Naruto dan Sasuke tersenyum menang walau hanya sedikit. " Hah..baiklah aku akan memberikan misi Rank C " setelah mengatakan itu masuklah seorang pria paruh baya beruban dan membawa botol Sake.

Pria itu melirik kearah Tim 7 sebelum memandang kearah Hiruzen, " Hokage-sama kenapa anda menyuruh bocah ingusan untuk menemaniku ? " tanya pria itu karena tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.

" Anda tenang saja Tazuna-san, mereka juga adalah Shinobi Konoha dan dapat diandalkan " balas Hiruzen sambil tersenyum. Tim 7 sendiri sebenarnya tersinggung dengan pertanyaan client mereka, " Maaf saja kakek tua, setidaknya kami bisa melindungi diri " sarkasme pedas dari Naruto membuat Tazuna kaget.

Sasuke menyeringai mendengar ucapan dari Naruto, yah sejauh ini mereka sudah sangat akrab sebagai teman jadi mereka sudah mengerti satu sama lain. " Kami bisa membawa tubuhmu secara utuh sampai ke desa, orang tua " lanjut Sasuke sambil tersenyum meremehkan darinya. Sakura sedikit tersentak mendengar ucapan kedua rekannya, tapi.. " Jangan melihat buku dari sampulnya Tazuna-san " dia juga sedikit kesal pada clientnya.

Kakashi yang merasa muridnya berhasil memukul telak pendapat client tersebut memberikan eye smile andalanya. " Baiklah, aku terima Hokage-sama " ucap lemah Tazuna. Hiruzen pun mengangguk dan menyuruh mereka melaksanakan misi segera.

.

.

Naruto sudah mengemas barang-barangnya dan menyimpannya didalam gulungan, beranjak dari kamarnya dia mulai memandang pedang di dinding ruang tamunya. Pedang itu memancarkan aura hitam yan bergerak liar dan sangat kelam, Naruto mendekatinya dan menyentuhnya mencoba menenangkan pedang tersebut.

Aura dari pedang itu sedikit tenang walau masih menguar kuat, " Aku tau kau sudah tidak sabar ya, Murasama. Baiklah aku akan membawamu dan kau bisa menari sepuasnya " ucap Naruto yang mendapat respon dari pedangnya, aura di pedang itu juga sudah masuk ke tubuh Naruto.

Mengambil pedang itu dang mengikatnya di punggung, " Kau sudah siap berpesta, Murasama ? " tanya Naruto dengan seringai di wajahnya. Pedang di belakangnya pun mengeluarkan aura hitam yang luas dan bergerak liar seperti menari.

" Aku tau kau pasti sangat senang…Khekhe.. " lanjut Naruto saat merasakan aura pedangnya, " Kurama sebaiknya kau bersiap juga karena aku curiga pada client ku tadi " ucap Naruto yang berkata pada Kurama didalam tubuhnya.

' Ternyata kau menyadarinya Naruto, seperti biasa otakmu memang mengerikan ' balas Kurama melalui telepati dan di dalam tubuh Naruto, Kurama menyeringai lebar. ' Aku siap kapanpun kau siap, usahakan memberikan pertunjukan yang bagus Naruto. Perlihatkan pada mereka kekuatan dari Jinchuriki Kyubi ' lanjut Kurama menambah seringainya.

Naruto hanya mengangguk dan menyeringai memperlihatkan gigi taringnya yang sedikit memanjang karena cakra Kurama mengalir secara konstan di dalam tubuhnya, membuat cakranya dalam kondisi maksimal.

" Saatnya berpesta…" suara Naruto memberat dan terdengar sangat menakutkan, Kurama dan Naruto menyeringai secara bersamaan. Sisi lain dari Uzumaki Naruto memang sulit di tebak.

.

.

Di gerbang Konoha sudah berdiri beberapa orang, mereka adalah Tazuna dan Tim 7. Sedang menunggu seorang yang belum datang, bukan Kakashi sudah hadir tepat waktu. Tim nya seakan tidak percaya dengan itu, mereka sedang menunggu Naruto.

" Kakashi-san kemana bocah ingusan itu ? " tanya Tazuna yang sudah menunggu 15 menit, Kakashi menoleh. " Mungkin dia tersesat di jalan kehidupan " jawab Kakashi dengan eye smile nya, Tazuna hanya mengeram mendengar jawaban itu. Tak berapa lama Naruto datang dengan membaca buku, penampilannya sudah sedikit berubah.

Dia mengenakan kaos hitam lengan panjang, dibalut kemeja lengan pendek merah polos dengan lambang Uzumaki terdapat di punggung dan lengan kananya, kancingnya dibiarkan terbuka menampakkan kaos hitamnya.

Untuk bawah dia memakai celana panjang standar Anbu dengan tempat kunai di paha kirinya, sepatu Shinobi hitam dan sarung tangan merah setengah jari dengan tambahan plat besi di punggung tangannya.

Tapi yang paling mencolok adalah pedang dipunggungnya, itu membuat rekan satu Timnya heran ' sejak kapan dia punya pedang ' itulah batin mereka. Melihat Naruto sudah datang Kakashi pun memimpin jalan untuk mengantar dan membantu menjaga client mereka di Nami no Kuni.

" Naruto, kau tertarik dengan Kenjutsu ? " Sakura mulai menyuarakan rasa penasarannya, mengalihkan pandangan sejenak dari bukunya dan menoleh kearah Sakura di belakangnya." Ya…bisa dibilang begitu Sakura " balas Naruto dengan senyumnya.

" Kau mendapatkannya dari mana ? " kali ini Sasuke yang penasaran, menutup bukunya dan memperlambat langkahnya agar sejajar dengan kedua rekannya. " Aku membelinya di Toko Senjata, karena pedang ini sudah lama di sana jadi dia memberikan harga yang murah " balas Naruto dengan berbohong kepada rekannya.

Mendapat jawaban yang memuaskan mereka berdua diam, ' Baka ' batin Naruto melihat genangan air di depannya. Setelah melewati genangan air itu, tiba-tiba ada rantai yang menangkap Kakashi dan meremukkan tubuhnya.

Naruto melihat itu mulai mengawasi sekitarnya, mengobservasi daerah di sekitarnya. " Kakashi-san…sial dia terbunuh " Tazuna mulai panic karena hanya ada tiga bocah ingusan yang menjaganya, " Kenapa kalian tenang saja, guru kalian itu mati. Aku tidak mau mati disini ! " teriak Tazuna melihat ketenangan tiga bocah itu.

Sakura memang Cuma sedikit terkejut, tapi segera tenang kembali karena melihat Naruto tetap pada keadaan tenangnya. Tapi bukan hanya itu dia melihat Naruto mengerakkan matanya kesegala arah, itu artinya dia sedang mengobservasi musuh.

" Sakura lindungi client kita, kau bisa melakukannya bukan ? " tanya Naruto sambil melirik sedikit kearah Sakura tanpa mengurangi kewaspadaannya. Sakura tidak menjawab melainkan mendekati Tazuna dan sudah siap dengan Kunai di kedua tangannya.

Naruto tersenyum melihatnya, dan dia melirik kearah Sasuke. Tanpa bertanya Sasuke sudah mengaktifkan Sharingannya dan menatap balik Naruto. Kembali Naruto tersenyum melihatnya, " Jangan ragu untuk membunuh mereka, Sasuke " ucap Naruto.

Mereka berdua mempersiapkan senjata masing-masing, Naruto dengan pedangnya dan Sasuke dengan kunainya. " Cakra mereka lumayan besar, mungkin setara High Chunin " kata Sasuke saat menemukan keberadaan musuh mereka.

" Dua orang ya, kita habisi dengan cepat Sasuke " sambung Naruto menanggapi ucapan Sasuke tadi.

Wush….Tap…

Sreek….Cring…Cring…

Musuh mereka mulai membuka serang kearah Naruto dan Sasuke, mereka berdua melompat kesamping secara berlawanan. Mulai berlari dengan senjata mereka, tapi musuh mereka menyeringai. Naruto dan Sasuke berhenti dan menoleh kebelakang, ternyata tujuan mereka adalah Sakura.

Sakura melihat arahnya dari senjata musuh mempererat genggaman senjatanya, Tazuna mulai panic dan berteriak.

Wush…Wush…

Trank..Trank…

Naruto melihat itu tersenyum senang, dan mulai berlari kembali kearah musuh mereka. " Kalahkan mereka Naruto-kun, Sasuke-kun " Sakura berteriak sesudah menghalau serangan musuh. Mereka sudah berlari dengan seringai di bibir mereka.

" Sialan kau gadis kecil, Suiton : Teppoudama " umpat musuh mereka dan meneriakan jutsunya. Bola air itu melaju kearah Naruto dan Sasuke, Sasuke memperlambat larinya dan Naruto merangsek maju dengan pedang yang sudah di angkat di atas kepalanya.

Wush….Syut…BRASS…

Kedua musuh itu terkejut bola air mereka terbelah dengan mudah, terlihat Naruto berhenti dan sedikit membungkuk. Melihat itu mereka maju mencoba membunuh Naruto, tapi Sasuke sudah melompat dari belakang Naruto sambil membuat Handseal.

" Katon : Goukakyu no Jutsu " bola api besar tercipta didepan Sasuke dan bergerak cepat kearah musuh mereka. Mereka terkejut akan bola api melaju kearah mereka, salah satu dari mereka melompat kesamping dan berhasil selamat.

Sedangkan temannya mati karena luka bakar di tubuhnya, " Brengsek, akan ku bunuh kau " dia pun mulai berlari kearah Sasuke tapi Naruto sudah melaju kearahnya dengan cepat.

Trank..Trank…

Berhasil menanggani serangan bocah itu membuatnya menyeringai, tapi melihat seringai pada bocah itu membuatnya sadar bahwa bahaya belum berhenti.

Jleb…Crass…

AARRGGHH….

Teriakan kesakitan mulai terdengar darinya, tubuhnya mulai terhuyung kedepan dengan luka parah di bagian perutnya.

Boft….

Suara ledakan asap kecil terdengar, ternyata Naruto didepannya tadi hanya Bunshin. Mencoba menoleh kebelakang dia melihat Naruto dengan wajah terkena darah dan pedang yang sudah berlumuran darahnya, seringai di wajah Naruto adalah hal terakhir yang dia lihat ' Sial…'

Brugh….

Tubuhnya terjatuh tepat dibawah kaki Naruto. " Kerja bagus Sasuke " ucap Naruto sambil berjalan kearah Sasuke, Sasuke hanya mengangguk dan berbalik menuju kearah Tazuna dan Sakura. " Apa ada yang terluka ? " tanya Sasuke dengan nada datarnya.

Tazuna hanya menggeleng lemah karena syok melihat aksi mereka. " Sudah ku bilang pak tua, kami bisa menjaga diri dan kami akan membawamu dalam keadaan utuh " ejekan Naruto membuyarkan lamunannya dan hanya mengangguk lemah.

Sreek…Sreek….

Tazuna segera menoleh kearah kanannya dan mendapati Kakashi dengan eye smile berjalan mendekati mereka menambah rasa syok Tazuna. " Kau akan menyesal tidak ikut pesta tadi Kakashi-sensei " ujar Naruto dengan senyum kecil diwajahnya yang terkena darah.

" Hn. Kau melewatkannya " lanjut Sasuke dengan wajah dan nada datarnya. Sakura hanya tersenyum menaggapi kelakuan kedua rekannya, dia tau kalau mereka berdua itu sangat kuat. Jadi dia hafal tabiat mereka yang suka bertarung. Sakura hanya harus berimprovisasi pada mereka, ' karena mereka percaya kalau aku bisa ' itulah pikir Sakura sekarang.

Mendengar ucapan mereka berdua Tazuna sangat terkejut dan sedikit takut, karena kalau mereka tau yang sebenarnya dia bisa di bunuh. Apalagi dia pernah menghina dua bocah ingusan itu, sekarang dia benar-benar takut. Takut akan mengalami nasib yang sama dengan Shinobi yang mengincarnya tadi, tanpa sadar Tazuna melangkah mundur. ' Sial aku akan mati…'

Kakashi mulai menatap tajam Tazuna, " Tazuna-san kau bilang misi kami hanya melindungimu dari bandit, tapi yang menyerang kami tadi adalah Iblis Bersaudara dari Kirigakure " ucapan Kakashi membuat Tazuna berkeringat dingin, apalagi Naruto menatapnya dengan wajah datar dan darah di wajahnya menambah kesan Mengerikan.

" G-Gom-en, a-aku ti-tidak pun-ya u-ang u-u-untuk me-membayar le-lebih " balas Tazuna dengan wajah dan nada ketakutan. " Kita batalkan misi ini " balasan Kakashi membuat Tazuna menunduk, ' ternyata memang tidak bisa ya ' batinnya sedih.

" Oi..oi..Kakashi-sensei, kau tidak bisa meninggalkan pak tua ini, apa jadinya kalau Shinobi desa lain tau bahwa Shinobi Konoha meniggalkan misi secara sepihak " protes Naruto karena kesenangannya terancam hilang, " Kalau kau mau kembali, kembalilah kau membuat mood ku hancur. Seenak jidatmu memutuskan misi yang menyenangkan seperti ini " lanjut Naruto dengan nada kesal.

Sasuke menghampiri Naruto dan menupuk pundaknya sambil mengangguk, Sakura hanya berjalan kearah mereka dan tersenyum kearah Kakashi. " Kalian jangan gegabah, ini bukan misi untuk Genin yang baru lulus seperti kalian " Kakashi menatap tajam kearah mereka, tapi mereka tidak peduli akan hal itu.

" Oi…pak tua, aku pernah bilang kalau kau akan kembali ke desamu dengan keadaan utuhkan. Ayo kita harus cepat sebelum hari mulai gelap " ujar Naruto sambil berbalik, Tazuna kagum dengan Naruto yang masih berpihak padanya.

" Hah…baiklah Tim 7 akan melanjutkan misi ini, tapi aku akan memberitahukan pada Hokage-sama kalau Rank berubah dari C ke B " kata Kakashi sambil mendesah pasrah, mengigit ibu jarinya lalu mengoleskan ke telapak tangannya.

" Kuchiyose no Jutsu : Pakkun " teriak Kakashi setelah membuat Handseal dan menghentakkannya ke tanah. " Ada apa Kakashi ? " tanya anjing yang dipanggil oleh Kakashi.

" Wah anjingnya bisa bicara, Sasuke-kun boleh kita pelihara ? " tanya Sakura dengan antusias sambil memohon pada Sasuke, Sasuke sendiri hanya menghela nafas sebentar " Lakukan sesukamu " balas Sasuke sekenanya. " Yeeiii " sorak Sakura dengan sangat senang.

" Aku bukan untuk dipelihara " balas Pakkun dan berniat mengigit Sakura yang berusaha menyentuhnya, tapi niatnya terhenti saat ada pedang yang menempel di hidungnya. " Kau bisa membicarakanya baik-baik, kalau kau melukai anggota ku akan aku bunuh kau " ujar Naruto dengan datar sambil menodongkan pedang ke hidung anjing kecil itu.

" Mah..mah…tenang lah Naruto, Pakkun aku ingin kau mengantar ini ke Hokage-sama " lerai Kakashi setelah selesai menulis pesan di gulungannya. Pakkun mengangguk dan dia melihat kembali kearah Naruto tersenyum meremehkan. " Kali ini kau selamat, anjing kecil " balas Naruto dengan seringai di wajahnya.

Mereka semua sedikit takut dengan perubahan sikap Naruto sejak keluar desa, ' GYAH.. MENGERIKAN!, SHINIGAMI ! ' begitulah kira-kira bayangan mereka. Apalagi noda darah di wajah Naruto belum menghilang/mengering.

Merekapun melanjutkan perjalan, berjalan dengan posisi Tazuna di tengah, didepannya ada Naruto, samping kiri kanannya ada Sasuke dan Sakura, dibelakangnya ada Kakashi. Kakashi menyebutnya formasi Berlian.

' NARUTO ADA YANG DATANG ! ' mendengar teriakan Kurama, Naruto menjadi waspada. " MERUNDUK MINNA ! "

Wush….

Trank..Sringggg…!

Trank…Brak…

Tepat waktu, Naruto menggunakan pedangnya untuk membelokkan arah dari pedang besar yang mencoba menebas mereka dan mementalkannya. Melihat pedangnya sekilas, lalu menoleh kearah pedang yang datang kearah mereka. Pedang besar itu tertancap di pohon besar, " Minna, kalian tidak apa-apa ? " tanya Naruto dan mendapat anggukan dari mereka.

Wush…Tak…

" Hebat juga kau bocah " muncul seorang pria dengan rambut hitam, dengan celana panjang khas Shinobi Kirigakure, Hitai-ate nya terpasang miring kekiri kepalanya. " Suatu kehormatan dipuji seorang Iblis dari Kirigakure, Momosiki Zabuza " balas Naruto dengan tenang dan menyindir musuhnya.

' Hati-hati Naruto, dia pengguna pedang yang sangat hebat. Dari cakranya dia setara High Jounin ' ujar Kurama melalui telepati, ' Dia pengguna Suiton yang sama sepertiku bukan, Kurama ? ' tanya Naruto memastikannya. ' Kau benar, dia pengguna Suiton ' balas Kurama, Naruto memperhatikan secara teliti setiap pergerakan musuhnya.

Naruto melompat kearah belakang berkumpul bersama Timnya, " Kakashi-sensei, tolong buat dia sibuk sementara waktu " perkataan Naruto dibalas anggukan Kakashi, dia pun mulai maju dan bersiap tempur dengan salah satu legenda pedang Kirigakure.

Kakashi mengangkat Hitai-ate nya dan memperlihatkan Sharingan tiga tomoenya, " Akulah lawanmu Zabuza " Zabuza sendiri menyeringai mendapat tantangan dari Kakashi, dia mulai mencabut pedangnya dan berjalan kedepan sambil mengacungkannya kearah Kakashi. " Aku terima tantanganmu Sharingan no Kakashi " tanpa menunggu jawaban Zabuza sudah maju menyerang Kakashi.

Trank…Sringgg…

Suara dentingan pedang mulai terdengar, Kakashi menahan setiap serangan Zabuza dengan kunainya. " Kenapa Kakashi ? Kau hanya bisa bertahan ? " tanya Zabuza sambil mencoba menebas pinggang Kakashi,menyadari itu Kakashi melenturkan pinggangnya dan melompat kebelakang.

' Apakah mereka masih lama ? ' batin Kakashi sambil terus mengamati Zabuza, matanya melebar ketika Zabuza membuat Handseal dengan cepat. " Suiton : Suiryudan no Jutsu " teriak Zabuza dan muncul naga air dengan mata merah melaju kearah Kakashi.

" Katon : Goukakyu no Jutsu " terdengar seseorang meneriakkan jutsunya, bola api besar meluncur dari arah Kakashi dan mencoba menantang sang Naga air tersebut. " Fūton : Kamikaze " disambung dengan jutsu kedua yang menabrak bola api tadi. Terciptalah tornado api yang sangat besar melindung Kakashi, Naga air itu akhirnya menabrak tornado api tersebut.

Duar….Bressss….

" Terima kasih atas waktunya, Sensei " Naruto sudah berdiri di depan Kakashi, melihat itu Kakashi hanya mengeluarkan eye smilenya. " Ya biarpun tadi sedikit terlambat " balas Kakashi sedikit lega.

" Bukankah terlambat adalah kebiasaanmu Sensei " timpal Sasuke di samping Kakashi sambil menatapnya dengan datar dan nada yang datar pula. " Hahaha…kalau kami mengikuti kebiasaanmu, mungkin kau sudah mati Kakashi-sensei " ucap Naruto menambahkan suasana kesal pada Kakashi.

" Sialan, bocah ingusan pergi kalian dari sini " ujar Zabuza pada murid Kakashi tersebut. Mereka menatap Zabuza dengan tajam karena perkataannya, Naruto mengacungkan pedangnya kearah Zabuza. Pedang itu mngeluarkan aura gelap dan menyatu dengan Naruto, aura dari tubuh dan pedang Naruto menari dengan liar dan membuat atmosfir yang berat di sekitarnya.

" Akulah lawanmu selanjutnya, Akuma no Kirigakure " ucap Naruto sambil menerjang kearah Zabuza dan melompat sambil mengayunkan pedangnya dengan kuat. Zabuza segera menarik pedang di punggungnya dan mencoba menahan serangan Naruto yang mengincar kepalanya.

Trankk….Brakk….

Zabuza berhasil menahan serangan Naruto, tapi saking kuatnya tanah yang dipijaknya amblas dan membuat cekungan kecil. ' Sial tebasannya sangat kuat, siapa bocah ini ' batin Zabuza dan berusaha mendorong Naruto sekuat tenaga, Narutopun bergerak menjauh dengan dorongan dari Zabuza.

Tap….

Mendarat dengan mulus, Naruto mulai berlari kembali kearah Zabuza sambil mengayunkan pedangnya kearah pinggang kiri Zabuza. Dengan reflek yang bagus, Zabuza berhasil menahan tebasan itu. Memberi sedikit dorongan dan mengayunkan pedang ke kepala Naruto yang sedikit oleng ke kiri, Naruto hanya menundukkan kepalanya.

Setelah tebasan melewati kepala, Naruto menjatuhkan tubuhnya ke samping kiri. Menumpukan pada tangan kirinya dan mengayunkan kaki kanannya yang berbalut cakra mengincar pinggang kiri Zabuza.

Buagh…Sreekkk…

Zabuza sedikit meringis merasakan sakit di pinggangnya, merasa berhasil Naruto segera bergerak mundur dan menjaga jarak dengan Zabuza. ' Gerakannya lumayan juga ' batin Zabuza dan berlari mendekati Naruto sambil mengayunkan pedangnya ke leher Naruto. Naruto melenturkan punggungnya, dengan gaya kayang dia juga menyilangkan tangannya.

Setelah pedang Zabuza melewati wajahnya, dia mengayunkan pedangnya ke kanan.

Trank…Wung…wung….Jleb…

Pedang Zabuza terlempar dan menanjap di tanah sebelah kiri mereka, keadaan yang tidak memungkinkan memaksa Zabuza segera mundur dan menjaga jarak. " Kau hebat juga bocah " memang harus Zabuza akui teknik berpedang lawannya itu lumayan membuatnya kerepotan, gerakannya hanya berdasar insting dan spontanitas sehingga sulit ditebak.

" Aku anggap itu pujian " balas Naruto sekenanya, Zabuza menyeringai mendengar jawaban Naruto. " Hahaha…Kau menarik bocah, baiklah mari kita lanjutkan " Zabuza mulai merangkai Handsealnya tapi saat hampir selesai tangannya tiba-tiba menyatu.

" Maaf sekarang bukan bagian ku, ne nikmatilah " kata Naruto menjelaskan situasi Zabuza, baru ingin menanyakan maksud dari Naruto. Tubuh Zabuza sudah terikat oleh kawat tipis, Zabuza meniti asal kawat tersebut dan menemukan sumbernya dari seorang gadis berambut pink yang tersenyum dengan penuh kemenangan.

" Yosh….! Sasuke-kun Switchi! " Sakura yang merasa bagiannya sudah selesai mulai berteriak. Zabuza menoleh kearah Naruto kembali dan mendapati Naruto sedang menyeringai sambil memasukkan pedangnya kembali kesarungnya, tak lama dia mendengar seseorang meneriakan Jutsunya.

" Katon : Gouryuka no Jutsu " seketika semburan api menuju kearahnya tanpa bisa menghindar, Sakura segera melepas kawat di tangannya dan berlari mendekati Naruto.

Tap…

" Kerja bagus Sasuke " ucap Naruto pada orang yang baru mendarat disampingnya, ternyata serangan penutupnya adalah Sasuke. " Hn, tidak masalah " balas Sasuke dengan datar seperti biasanya, Naruto dan Sakura tersenyum karena sikap irit kata Sasuke berkurang drastis.

Kakashi pun mendekati mereka bersama dengan Tazuna yang memandang dengan takjub mereka bertiga. " Kerja bagus Naruto, Sasuke, Sakura " puji Kakashi dengan bangganya, mereka bertiga tersenyum kecuali Sasuke yang hanya sedikit. " Khekhekhe….serangan kalian lumayan juga " terdengar suara tawa aneh dan ucapan seseorang dari kepulan asap hasil Jutsu Sasuke.

" Oi..Oi…terbuat dari apa otakmu itu, apa tidak tau keadaanmu sekarang " sarkasme Naruto membalas perkataan Zabuza yang ternyata masih berdiri walau sedikit bergetar dan mengalami luka yang sangat parah. Tanpa menggubris ejekan Naruto dia segera mambuat Handseal, Kakashi tidak tinggal diam dia juga membuat Handseal dengan sangat cepat.

" Suiton : Daibakufu no Jutsu "

" Doton : Doryujoheki "

Mereka bersamaan menyerukan jutsu masing-masing, dari arah belakang Zabuza tercipta banyak air mulai membentuk bola air dan beputar cepat kearah Tim 7, disaat bersamaan tanah di depan Tim 7 terangkat dan membentuk benteng tanah berukiran wajah anjing.

BLAR….

" Sial Kakashi-sensei aku akan maju " ucap Naruto dengan emosi yang memuncak, " Akan kubuat kau mengerti, KAPAN HARUS MENYERAH ! " teriak Naruto disela larinya sambil membuat Handseal dengan cepat, terciptalah aksara fuin yang mengitari tanah dibawah Zabuza. " Fuinjutsu : Bakutō no Happa Rokujūshi "

Duar…..Duar…BOOM…Duarrr…

Terciptalah ledakan besar secara beruntun dan menciptakan hembusan angin yang besar, Naruto merasa ada yang janggal dengan Jutsunya. 'Sial ada apa ini cakra ku habis ? ' batin Naruto yang merasakan kelelahan yang berat. Teman-teman Naruto pun mulai berlari kearahnya, " Naruto ! " teriakan teman dan senseinya seakan tidak terdengar.

Whoonggg….BRITZZ…BRITZZ….

Muncul lubang hitam di tempat Zabuza meledak, Naruto yang sudah kelelahan tidak bisa mempertahankan kesadarannya.

Sreek….Zuing….Duar…

Lubang itu menghisap Naruto dan meledak tanpa menyisakan apapun, bahkan pedang Zabuza ikut lenyap. " Naruto! " Sasuke hanya bisa berteriak marah, dia melampiaskannya dengan memukul tanah dibawahnya.

" Kenapa..kenapa…KENAPA!...KENAPA SAAT AKU PUNYA ORANG YANG BERARTI KAU MENGAMBIL MEREKA KAMI-SAMA ! " teriak Sasuke sambil menangis, menangisi temannya tanpa dia sadari matanya berputar dengan cepat dan membentuk bintang, dia membangkitkan Mangekyu Sharingannya dengan cara yang menyedihkan.

' Sasuke, kalau aku tidak ada lagi. Aku harap aku bisa melihat senyum Hinata dan Ino untuk terakhir kali '

' Bicara apa kau Dobe, seperti orang tua saja. '

' Apa maksudmu Teme, aku serius. Ini adalah Dunia Shinobi, kita bisa mati kapanpun '

Kilasan flashback antara dirinya dan Naruto terus berputar seperti kaset rusak di kepala Sasuke. Sakura yang melihat kondisi mental Sasuke yang jatuh hanya merengkuhnya dalam pelukan. Sasuke hanya diam sambil terus menangis dan Sakura membelai kepalanya dan ikut menangis.

' SIAL….AKU GAGAL LAGI! Gomen Minato-sensei, Kushina-neesan ' Kakashi juga terpukul dengan masalahnya ini. Setelah lama berselang mereka melanjutkan misi, Sasuke menjadi seperti pembunuh berdarah dingin dia tidak segan menghadapi lawannya bahkan nyaris mati. Sakura hanya bisa menenangkan Sasuke apabila diluar kendali, sampai saat ini hanya itu yang bisa ia lakukan.

Setelah misi selesai mereka kembali ke Konoha dengan membawa duka bagi sang Hokage, bahkan Hokage hampir membunuh Kakashi. Sampai dia ditahan oleh para ketua clan di Konoha, tidak hanya Hokage yang terpukul tapi Hinata dan Ino sangat terpukul dan tidak keluar dari kamar selama seminggu.

.

.

.

Di pinggir sungai ada seorang anak yang pingsan dengan keadaan memprihatinkan, sekujur tubuhnya penuh dengan luka. Baju yang melekat ditubuhnya sudah hancur menyisakan sedikit potongan kecil saja, di tangan kanannya memegang sebilah pedang samurai lengkap dengan sarungnya.

" Eh? Apa itu ? " ucap seorang gadis entah pada siapa, setelah itu mendekat kearah sungai. Dia menjatuhkan keranjang daun di tangannya, " Kyaa…." Gadis itu langsung berlari menjauh dari sana.

.

.

.

TBC

HAHAHAHAHAHAHA….Bertemu lagi dengan Aoi yang super tampan, masih dengan Fic kesayangan anda.

Oke kita bahas review sekali-kali, dari Chapter 4-5 ya hehehe

DeniTria : Oke makasih udah setia nunggu fic abal abal ini, maaf kalo kedepannya saya membuat anda kecewa.

putra uzumaki : Oke, kemarin udah aku update cepet juga. Semalaman ngetik 2 chapter sekaligus. ( ^o^)/

aryamustova3 : makasih review dan pujiannya, sebenernya ini masih berantakan tapi makasih udah mau membaca Fic ini. ( ^_^)

Rikudou Pein 007 : Udah aku usahain cepet lanjut bro, semoga masih mau mengikuti Fic saya ini

tykikudo20 : Oke gan siap.

Wightmare : Hohoho….terima kasih kritik pedasnya senpai. berhubung aku orangnya baik, jadi nggk masalah kritik senpai akan saya terima dan akan saya perbaiki.

ajidarkangel : Khekhekhe….perkataanmu mendekati.

Sintia Dewi468 : iya senpai ini harem mungkin, Naruto nggk pake yang begituan. Saya rasa Powerfull kyubi suda membuatnya jadi GodLike. Permintaan senpai terjawab di akhir Chapter ini, saya memindahkannya ke sebuah dimensi lain. Khekhekhe….

firdaus minato : Arigatou atas review penyemangatnya, ya kalo soal Rin. Dia adalah lawan Naruto sesama pengguna pedang iblis terkutuk. Sedikit bocoran cerita, mereka berdua di takdirkan untuk bertarung hidup dan mati. Itulah takdir yang dibawa pengguna pedang Masamune dan Murasama. So, ikuti terus ceritannya ya, hehehehe….

DAMARWULAN : pada awal memang sama, tapi next saya bikin beda. Makasih selalu mengikuti perkembangan Fic saya.

Oke sekian Chapter ini, kalau ada yang perlu ditanyakan atau kritik/saran segera review aja. Review anda membantu saya meningkatkan greget membaca anda. ( itu pun kalo memungkinkan…hehehe ).

Gomen ne, fic saya yang 'My Life!' kemarin itu salah genre, harusnya Friendliship, romance. Hountou ni Gomenasai.

See you next Chapter, Jaa ne.

Aoi Oukumaru Log Out