THE SILVERSONS
...
..
.
EXO fanfiction
Warning: YAOI, BOYS LOVE (not the right place for homophobic), AU, Unlimited typo, Pelanggaran EYD, and so many else.
Rating: T
Pairing: ***(seme)Xkai(uke)
…..
…
Happy Reading all
Kai baru saja keluar dari kamar mandi ketika jam di meja kecil di sebelah tempat tidurnya menunjukkan pukul 7.30, tapi ia tetap saja bergerak sangat lamban untuk mengenakan seragam sekolahnya meskipun ia tahu ia sudah telat. Ia tidak terlihat cemas atau memberikan reaksi seperti seorang siswa yang terlambat, malahan wajahnya yang masuk katergori manis untuk ukuran laki-laki itu tampak sangat malas. Sangaaat malas, sehingga tubuhnya dilingkupi aura gelap.
7.50 Kai baru selesai berkemas, waktu 20 menit ia gunakan untuk memakai seragam dengan hasil yang sangat memalukan. Dasinya longgar dan miring ke samping, juga yang paling parah adalah kancing kemejanya yang tidak sejajar.
Ugh, jangan heran kenapa pemuda berkulit tan eksotis itu terlihat sangat kacau pagi ini. Lihat saja mata sayunya yang nyaris tertutup dan berwarna hitam di sekelilingnnya. Dia ngantuk, pengen tidur. Satu hal yang ada di pikiran Kai saat ini adalah berkencan dengan kasurnya, minimal 24 jam nonstop. Hanya keinginan yang terdengar sangat sederhana, tapi sama sekali tidak bisa ia wujudkan.
Salahkan Kris si tiang listrik itu yang menyuruhnya—bukan— , memaksanya pergi sekolah, padahal ia baru sampai di rumah pukul 1 dini hari. Tidakkah si Kris tua bangkotan itu mengerti betapa lelahnya Kai setelah terbang dari New york ke Korea. Mending kalau waktu tempuhnya cuma 1 atau 2 jam , tapi ini dari New York menuju Korsel bung! Dan masih mending jika ia mendarat siang hari, masih sedikit panjang waktu yang dimilikinya untuk sekolah esok hari. Tapi apalah yang bisa Kai lakukan, penerbangannya butuh waktu lebih dari 9 jam, mendarat di Incheon jam 12 malam dan perjalanan dari bandara menuju rumah menghabisan waktu 1 jam.
Barulah Kai bisa mengistirahatkan tubuhnya secara total jam 1 malam. Dan ketika ia baru tidur selama 5 jam, sebuah suara membangunkannya secara paksa. Suara gedoran pintu yang terdengar sangat brutal sontak membuat mata kai terbuka kaget."Kai bangun, hari ini kau harus sekolah." Kalimat itu bagaikan mantra yang membangunkan sisi setannya Kai. Ia tahu siapa pemilik suara itu. siapa lagi kalu bukan Kris, si tiang listrik sok bule, yang menggaku sebagai hyung paling hebat, paling baik, paling keren sedunia tapi memaksa Kai pergi sekolah sekalipun Kai lelah.
Cheh! Hebat apanya, dasar kompeni.
"AKHH, FUCK YOU KRIS HYUNG. AKU NGANTUK JANGAN GANGGU." Kai mengumpat dengan mata tertutup. Kepalanya terasa sangat pusing. Bangun dengan terkejut setelah tidur sekejap dan disusul dengan berteriak, tentu saja membuat kepalanya nyut-nyutan. Dan yang lebih membuatnya sakit kepala adalah kekehan Kris di balik pintu kamarnya.
"calm down, bear! Just get up now, take a shower, and go to school!" Setelah kalimat itu yang bisa Kai dengar adalah teriakan frustasinya diiringi langkah kaki Kris menjauhi pintu kamar, dan jangan lupakan ia juga tertawa, tidak lagi terkekeh.
Sebenarnya Kai bisa saja melanjutkan tidur, Kris juga tidak lagi datang mengganggunya, tapi sekarang yang menjadi masalah adalah ia sendiri. Mata dan kepalanya tidak bisa diajak kompromi dan akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti kata-kata Kris, bangun dan mandi.
Di kamar mandi hal pertama yang Kai lakukan adalah berdiri di depan cermin, melihat pantulan wajahnya tanpa sedikitpun kesadaran dalam dirinya. Ya, ia masih linglung dan pikirannya terbang tak menentu, meninggalkan sang pemilik dengan wajah cengo.
30 menit dengan kegiatan absurd, akhirnya Kai menggerakkan tangan, mearaih gosok gigi dan odol. Rencananya sih pengen membersihkan mulutnya yang baru ia sadari terasa aneh tapi pada kenyataannya yang Kai lakukan adalah memperhatikan gosok gigi dari ujung sampai pangkal. Menghitung garis-garis yang ada di pegangan dan menghitung bulu-bulu yang ada di kepala gosok gigi itu. Lagi-lagi Kai membuang 15 menit waktunya dengan kegiatan yang sangat aneh.
Kai memutuskan untuk mandi setelah ia mendapatkan kesadaran. Sayangnya kesadaran yang ia dapat benar-benar sedikit, sehingga ia mandi di bawah shower yang debit airnya sangat kecil. Entah apa yang ada di pikiran pemuda ini, semua yang ia lakukan selalu terkesan malas. Well, ia memang malas dari tadi.
Akhirnya ritual Kai di kamar mandi selesai setelah menghabiskan waktu satu setengah jam. Dan seperti yang kita tahu dari penjelasan sebelumnya ia mengenakan seragam sekolahnya dengan sangat lamban. Fyi, mata Kai tetap setengah terbuka meskipun sudah mandi dan itulah alasan kenapa seragam Kai sangat berantakan.
...-...
Seorang wanita paruh baya terlihat sibuk di dapur ketika Kai turun dari kamarnya yang ada di lantai dua. Langkah kaki Kai yang tidak bersuara karena ia berjalan seperti zombie kelaparan membuat wanita tu tidak menyadari kedatangannya, bahkan ketika Kai berada tepat di belakang wanita itu.
"mommy " suara lirih Kai lah yang akhirnya menyadarkan wanita itu. Tidak bisa dikatakan menyadarkan juga sih, karena sebenarnya yang Kai lakuakn adalah mengejutkannya, meskipun niatnya bukan begitu.
"omo! Kai ? jangan mengagetkan mommy dong." Wanita paruh baya yang ternyata bernama Yuri itu membalikkan tubuhnya, menghadap pada sang putra yang kini tengah menggantungkan kepalanya pada bahu sang ibu.
"kenapa cemberut?" tanya Yuri sambil membelai lembut rambut Kai.
"aku ngantuk dan Kris hyung memaksaku pergi sekolah. Aku bolos aja ya mom." Keluh Kai, kini matanya sukses tertutup karena belaian Yuri yang membuatnya nyaman.
" Ini kan hari pertama mu sekolah, di sekolah baru lagi. Masa bolos sih?" tanya Yuri. Fyi Kai itu sebelumnya sekolah dan tinggal di New york, ia mendapatkan beasiswa untuk sekolah seni disana.
Seharusnya saat ini Kai masih ada di New York, untuk melanjutkan tahun kedua sekolahnya tapi memang dasarnya Kai yang anak manja, tidak bisa terlalu lama jauh-jauh dari keluarga membuat ia mengajukan surat pindah pada kepala sekolah. Lagian beasiswa yang Kai dapat juga sudah selesai, beasiswa itu hanya 1 tahun, hanya unutk tahun pertama sedangkan 2 tahun selanjutnya biaya sekolah ditanggung sendiri oleh siswa. Tapi lain ceritanya jika siswa penerima beasiswa merupakan peringkat kelas pada sua semester di tahun pertama dan tidak mengalami penurunan nilai, maka beasiswa akan diperpanjang sampai tahun kedua, begitu seterusnya sampai lulus.
Dan Kai disini memenuhi kedua syarat untuk memperpanjang beasiswanya, tapi sebelum ia menandatangani surat kesepakatan denganpihak sekolah ia sudah meminta untuk pindah sekolah.
Bukan perkara mudah bagi Kai untuk bisa mendapat surat izin pindah. Ia harus berhadapan dengan Kris hyung-nya yang dari dulu sangat menginginkan Kai untuk bisa masuk sekolah seni favorit yang ada di New York itu. Ia bahkan harus memohon sambil menangis untuk bisa mendengarkan kata 'YA' dari Kris. Setelah mengeluarkan wajah anak anjing terbuang yang minta dipungut akhirnya Kris mengizinkan Kai pindah sekolah ke Korea, hanya saja ada syarat yang harus Kai penuhi, yaitu 'Kai wajib langsung sekolah pagi pertama tiba di Korea.' Tanpa pikir panjang Kai langsung menyanggupinya. Ia tidak tahu dan tidak mau tahu kenapa Kris memberinya syarat yang terdengar sedikit aneh itu, karena yang saat itu ia bayangkan adalah kedatangannya di Korea dan bertemu dengan semua keluarganya.
Selesai dengan Kris, kini giliran pihak sekolah yang harus Kai hadapi. Kai itu bintang sekolah, bukan hanya di angkatannya tapi satu sekolah. Jadinya banyak orang yang tidak setuju Kai pergi. Para guru hampir saja menandatangani petisi untuk menentang kepindahan Kai. Alasannya Kai itu murid kebanggaan mereka yang sangat mereka sayangi. Dan Kai hanya bisa senyum mendengarkan itu, mau gimana lagi Kai memang satu-satunya murid yang disayangi semua guru tanpa terkecuali. Mulai dari guru muda sampai yang sudah keriputan, guru perempuan ataupun guru laki-laki, guru seni klasik sampai guru seni modern semuanya mengatakan kalau Kai adalah murid nomor satu mereka.
Tidak heran sih, Kai si tan eksotis itu itu menjadi fenomenal yang luar biasa karena tidak ada satu orangpun yang bisa menolak pesona wajah manisnya, ditambah juga dengan sikap yang ramah dan bakat seninya yang luar biasa, Hercules pun lemas jika berhadapan dengan Kai.
Selain para Guru Kai juga harus berhadapan dengan tantangan selanjutnya, dan yang kali ini membuat hati Kai sedikit bimbang untuk pindah, karena yang ia hadapi adalah teman-temannya. Apalagi ketika ada beberapa temannya yang menangis, memintanya untuk tetap di New York. Jujur ia tidak mau berpisah dengan teman-temannya. Satu tahun bukanlah waktu yang singkat dan ada banyak momen yang mereka lewati di sini. Mulai dari pertemuan pertama, sampai detik ini, ketika mereka menumpahkan air mata untuk kai.
Kai tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar, satu sisinya sudah memutuskan bahwa ia tidak jadi pindah. Tapi masih ada satu sisi lain dari dirinya yang merindukan rumah, ibunya dan juga saudara-saudaranya. Dan di sinilah Kai merasa galau.
Setelah berdebat sengit dengan dirinya sendiri, akhirnya Kai memutuskan untuk kembali ke Korea, ia yakin pengorbanan yang ia lakukan-meninggalkan temannya, suatu saat akan terbalaskan. Dan dengan berat hati Kai harus melepaskan diri dari teman-temannya yang menggantarnya ke bandara. Bukan main jumlah orang-orang yang mengantar Kai, semua orang yang kenal dengan Kai di New York datang, termasuk penjual ayam goreng di sebelah sekolah yang merupakan tempat makan favorit Kai dan itu membuat hatinya lagi-lagi menciut. "SEE YOU NEXT TIME. I LOVE YOU ALL" itulah kalimat yang kai teriakan sebelum membaur bersama pemunpang lainnya.
...-...
Kembali pada Kai yang masih berpelukan dengan ibunya, kali ini Kai sedikit menyesal pada kecepatannya menyanggupi syarat dari Kris. Ia baru mengerti syarat Kris dan ia benci itu.
"mom..." kai lagi-lagi merengek.
"sudahlah, turuti saja kata hyung mu itu. kris hyung pasti punya alasan kenapa menyuruhmu langsung sekolah hari ini." Ujar Yuri yang kini sibuk memperbaiki penampilan Kai.
"but mom..."
"hei kemana jagoan mommy yang semangat? Apa semangatnya tertinggal di New York?"
"ya, semangatku ditahan sama semua temanku di New York." Jawab Kai lesu.
Yuri tidak menyangka kalau gurauannya akan dianggap serius oleh Kai. Tapi ia juga mengerti begaimana keadaan Kai. "hei..hei.. kenapa lesu gitu? Harusnya senang dong kalau semangatnya ada sama teman-teman, berarti masih ada sesuatu yang bisa menghubungkan kalian."
"Serious?" nada suara Kai sedikit naik, ia sangsi dengan perkataan ibunya.
"iya, makanya kamu jangan cemberut gitu, kamu jelek kalau lagi galau." Sekali lagi Yuri memberikan gurauan pada Kai, berharap anak bungsunya kembali semangat.
"iya deh, kalau gitu aku berangkat sekolah."
"gitu dong, tapi matanya jangan ditutup gitu, nanti gimana jalannya?" tanya Yuri sambil terkekeh geli melihat Kai yang masih merem-merem melek.
"akhh mom, ini udah limit-nya ngak bisa dibesarin lagi." Kai manyun lagi sambil menarik kelopak matanya. Childish-nya datang lagi.
"ya udah deh mom, aku ke tempat Krystal dulu." Ucap Kai sambil melepaskan pelukannya dari Yuri. Tapi kening Kai berkerut ketika Yuri tampak enggan melepaskan pelukan mereka.
"umm Kai... Krystal... umm, gimana mommy bilangnya ya." Perkataan Yuri sangat tidak jelas, bahkan ia sendiri tidak yakin dengan perkataannya.
"ada apa mom?"
"ummm gini.." Yuri menarik nafasnya sebentar, "Sehun pergi sekolah sama Krystal." Volume suara Yuri mengecil pada akhir kalimatnya.
"a-apa mom? Sehun sama Krystal? Maksud mommy mereka kencan?"
Yuri meringgis mendengar pertanyaan Kai. Ia berharap ini hanya pertanyaan retoris sehingga ia tidak perlu menjawab, tapi tatapan mata Kai yang menuntut membuktikan kalau harapannya sudah terbang dibawa angin. "ya..gitu"
Raut wajah Kai berubah drastis. 'Ini asli?' Tanyanya dalam hati, 'Sehun membawa Krystalnya kencan? Krystal-NYA dibawa Sehun kencan? Sehun dan Kristal-Nya? Krystal-Nya? kencan? Berdua? mereka dekat-dekatan? AKKKHHHH' batin Kai meraung tidak percaya.
"Mom... how,, how can that fucking albino stole my Krystal?"
'Aduh, tambah ngelantur jadinya' batin Yuri, ia tidak menyangka kalau Kai masih sabgat terobsesi dengan 'pacarnya'.
"Sudah, sudah. Jam 8, school time. Sekarang pergi sekolah. Ini kunci mobilmu." Ujar Yuri menghentikan acara bergalau ria-nya Kai sambil menyerahkan kunci mobil.
"Krystal gimana?"
"Stop talking about Krystal, and go to school now." Udara di sekitar Yuri mulai pengap.
"tapi.."
"RIGHT NOW" Rambut hitam Yuri yang sepundak berkibar karena diterpa aura hitam yang menguar dari tubuhnya. Salahkan Kai yang dari tadi tidak henti menanyakan Krystal, hingga Yuri jenggah dan bertrasformasi ke mode monster betina yang sedang PMS.
Sebenarnya Kai masih belum tenang, karena ia tidak mendapatkan kejelasan tentang Krystal, tapi mengingat ia kini tengah berada dalam zona merah, ia memutuskan untuk mengangguk, dan mengambil langkah seribu menuju garasi. Kai baru 17 tahun, dan ia tidak mau mati konyol gegara amukan ibunya sendiri di umurnya yang sangat belia itu. Ia masih sayang nyawa.
KLIK
DRRRT
KLIK
DRRRT
KLIK
"Apa lagi sekarang?" Tanya Kai entah pada siapa ketika mesin mobilnya tidak bisa hidup.
Kai kembali mencoba menghidupkan mobilnya, tapi hasil yang ia dapat tetap sama. Ia memutar kunci mobil itu lagi, lagi, dan lagi. Dan iu tidak merubah apapun.
Kai membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Kepalanya akan semakin sakit jika ia tetap berada di dalam mobil. Mata Kai yang tadinya redup seperti bohlam 5 watt merenggang nyawa—akibat ngantuk, dan berbagai masalah lain— tiba-tiba saja terbuka lebar ketika ia mendapati lapisan debu yang tidak bisa dikatakan tipis, menutupi hampir 90% body mobilnya. Hanya kaca depan, dan kaca sebelah kanan –dekat kemudi— yang sedikit tidak berdebu. Ingat hanya sedikit, karena Kai bisa melihat geris-garis tipis debu masih menempel disana. Kai yakin itu karena dibersihkan menggunakan kain kering dan terburu-buru.
Kai tidak butuh bantuan detektif Conan untuk mengetahui apa yang telah terjadi pada mobilnya. Demi seperangkat cream wajah yang selalu dipakai Kris Hyung setiap pagi dan malam hari, kai yakin se yakin-yakinnya kalau mobil Ferrari hitammya ini, tidak pernah dirawat semenjak ia pergi ke New York.
Kai masih ingat, mobilnya ini sangat bersih sebelum ia berangkat, karena ia sendiri yang memandikannya di halaman belakang. Dan Kai juga ingat kalau ia pernah meminta orang rumah untuk tetap menjaga semua barang-barangnya. Tapi mungkin tidak ada yang mendengarkan Kai. Buktinya, mobil kesayangannya berselimutkan debu tebal, mesinnya tidak bisa nyala, dan Kai juga ragu, apakah tanki mobil ini berisi bensin, atau telah berubah menjadi sarang laba-laba.
"masih belum pergi?" suara Yuri menyadarkan Kai dari acara ratapannya.
"mobilku rusak." Jawab Kai singkat. Mood-nya kini sudah berada di garis jingga, hampir mendekati merah.
Yuri tidak mengeluarkan pertanyaan apapun ketika melihat body mobil Kai yang memprihatinkan. Ia hanya menatap putranya itu sambil berpikir alternative lain untuk Kai pergi sekolah.
"Kai, mungkin kau bisa menggunakan motor mommy hari ini." Ujar Yuri dan dibalas anggukan kecil oleh Kai.
Selanjutnya pasangan ibu-anak itu berjalan beberapa langkah ke arah sebuah motor yang ditutupi oleh kain hitam.
Kai tidak bisa untuk tidak terkejut ketika melihat sebuah motor matic berwarna pink dengan beberapa stiker hello kitty di body-nya dan jangan lupakan helm yang juga berwarna pink tergantung di spion kiri,.
"Mom jangan menakuti ku, karena sekarang sama sekali bukan hari Halloween." Ujar Kai deng mata terpakku pada penampakan serba girly di depannya.
"menakuti apanya? Apakah motor ini terlihar seperti hantu di matamu?" balas Yuri dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"ya, jika mommy menyuruhku menggunakan motor pink ini ke sekolah baruku." Jawab Kai dengan sedikit tekanan nada pada kata pink.
"Maaf Kai, tidak ada pilihan lain. Ingat kau telah berjanji pada Kris untuk pergi sekolah hari ini, dan Mommy tidak pernah mengajarkan anak-anak mommy untuk melanggar janji. Got it?"
"yeah mom." Kai sudah pasrah dengan takdir yang kini mempermainkan harinya. Dengan tangan lemas ia menerima kunci yang diberikan Yuri sebelum wanita paruh baya itu masuk ke rumah menggunakan pintu di bagian belakang garasi yang langsung terhubung dengan dapur.
"Tuhan, aku tau, aku bukan anak yang baik. Tapi apakah dosaku sebesar itu sehingga kau menghukumku dengan benda-benda pink ini? " ujar Kai sambil memasang helm pink-nya.
Dan disaat yang bersamaan merasa khawatir tentang 'bisakah kuit tan-nya disandingkan dengan pink'.
Lupakan, hanya tuhan yang tau jawabannya. Dan, finally Kai memulai harinya yang terlambat dengan tampang kusut, dan beberapa bunga merah muda yang berputar-putar disekelilingnya.
TBC
Hai..hai.. there...
uhh senangnya.. ^_^ ff debut aku ternyata ada yang ngerespon. thanks more than million guys. But aku juga ngerasa sedih soalnya aku salah nulis judul... akhhh kill myself juseyo. Di prev update aku tulis judulnya "The Silversond" tapi judul sebenarnya itu "THE SILVERSONS" I really feel sorry to myself, and all of you who realized that typo.
untuk reviews, sory again guys. i don't know why i can't reply you reviews directly guys. so aku jawab disini aja ya.
first, angst? mungkin ada, tapi ngak banyak kok, soalnya aku ngak jago bagian nangis2 T_T
second, pair? ada yang bilang kriskai, but sorry you're wrong. mungkin untuk sekarang pair masih jadi rahasia perusahaan dulu ya. soalnya mau coba2 bikin surprise.
third, update. here you are. JUST KIMBERLY PROUDLY PRESENTS "THE SILVERSONS"
that's all for today guys, i am waiting for your reviews, flame? okay lah aku terima semuanya.
see you next chapter.
