THE SILVERSONS
EXO fanfiction
Warning: YAOI, BOYS LOVE (not the right place for homophobic), AU, Unlimited typo, Pelanggaran EYD, and so many else.
Rating: T
Pairing: ***(seme)Xkai(uke)
…..
…
Happy Reading all
Kai berjalan satu langkah di belakang seorang lelaki tampan yang baru 10 menit ini ia kenal. Xi luhan namanya, pria 24 tahun yang akan atau sudah menjadi wali kelasnya di High School. Guru ini sangat unik menurut Kai, selama ia bersekolah di sekolah baru kali ini ia bertemu dengan guru yang tidak mau di panggil dengan marganya. Guru paling muda ini menegas semua murid untuk memanggilnya Luhan Ssaem, bukan Xi Ssaem, karena menurutnya dengan begitu ia akan lebih dekat dengan para murid.
'wow' batin Kai. ia sangat suka dengan guru seperti Luhan. So friendly.
"Bagaimana kesan pertama mu setelah lama meninggalkan Seoul Kai?" Tanya Luhan pada Kai saat mereka tengah menaiki tangga menuju lantai dua. Kai sangat beruntung karena tidak ada lagi murid-murid yag berkeliaran di koridor karena mereka semua sudah belajar. Kai baru tahu saja kalau setiap hari pertama semester baru semua guru mengadakan rapat. Akibatnya Kai harus menunggu wali kelasnya di ruang administrasi selama satu selama satu jam, dan parahnya lagi ia harus berada dalam ruangan yang sama dengan seorang wanita cerewet yang bekerja sebagai staff administrasi sekolah. Wanita itu tidak pernah berhenti menanyai Kai, mulai dari pertanyaan simple sampai pertanyaan gaje seperti 'kenapa New York harus bernama New York? padahal kota itu bukan kota yang baru dibangun tahun kemarin.' Oh shit! Kai benar-benar sakit kepala karena pertanyaan itu. Kai paham wanita itu adalah tipe yang tidak bisa berhenti bicara, sudah dari awal tadi Kai menyadari hal itu. Ketika teman kerjanya yang juga menjadi teman bergosip dipanggil untuk mengikuti rapat, wanita itu langsung beralih pada Kai. Dimulai dengan small talk yang sangat tidak bermutu menurut Kai –warna rambut mereka yang sama-sama hitam. Hei, hampir seluruh murid di sekolah ini yang Kai temui berambut hitam.
Kai sangat ingin pergi dari ruangan ini menjernihkan hati dan pikirannya, tapi sayang, ia tetap tidak akan tentram barang sedetikpun jika keluar, karena di luar ada puluhan murid yang akan sangat mengganggunya. Jadilah Kai dengan hati yang dikuat-kuatkan duduk di ruang administrasi sambil berdoa untuk keselamatan nyawanya.
"Kesan pertama saya sangat bagus, karana saya sangat merindukan Seoul dan juga keluarga saya. Tapi untuk pagi pertama di Seoul sangat buruk. Meskipun saya bukan termasuk anak introvert bukan berarti saya bisa tahan dengan tatapan yang diberikan oleh orang lain. Ssaem tentu tahu bagaimana kebanyakan orang melihat pendatang baru seperti saya." Ujar Kai, ia meninggalkan bagian dimana ia sendiri yang memancing perhatian public.
Hei, bagaimana Kai bisa mengatakan hal yang sangat memalukan itu pada orang setampan Luhan. No, ia lebih memilih sedikit melewatkan beberapa fakta daripada menjatuhkan imej-nya di depan orang yang kini menjadi idolanya. Kai sudah memasukan nama XI LUHAN ke dalam list idolanya beberapa saat yang lalu. Tepatnya ketika guru ganteng itu mengenalkan dirinya dan memberikan Kai sebuah senyum yang sangat manis. Kai langsung meleleh di tempat saat itu. Ia bahkan juga berencana untuk mengganti warna rambut hitam-nya dengan warna golden brown seperti rambut Luhan.
Atau juga meniru gaya rambut Luhan. Okay, bisa diatur.
"Ku harap kau akan betah di sini dan jika kau ada masalah jangan malu untuk bicara padaku, karena aku walikelasmu juga guru konseling. Ok?"
"Ok hyung – eh maksud saya Ssaem." Kai terlalu semangat menanggapi kalimat Luhan, sampai-sampai ia memanggil guru muda itu dengan sebutan hyung.
'Hei Kai, Luhan Ssaem memang ingin dekat dengan muridnya tapi bukan bearti kau boleh memanggil dia hyung.' Kai merutuki dirinya. Kini ia tidak sanggup melihat ke arah Luhan yang entah kenapa berhenti melangkah. Mungkinkah mereka telah sampai di depan kelas 2B –kelas barunya Kai, tapi mereka baru saja beberapa langkah dari tangga dan yang Kai ingat kelas 2B itu terletak paling ujung.
Kai mulai waspada ketika Luhan masih saja bungkam, dengan perlahan Kai mengangkat kepalanya yang sejak keceplosan tadi tertunduk dalam. Betapa terkejunya pemuda tan itu saat melihat Luhan tersenyum sangat tampan. Kai bisa merasakan ketenangan saat melihat senyum yang mencapai mata guru itu. Dan ada perasaan yang, ugh there's no word to describe what he feels.
"It's okay, you can call me Hyung when we out of classs. My donsaeng." Ujar Luhan masih dengan senyum menawannya.
"bolehkah?" cicit Kai, ia masih berusaha menormalkan detak jantungnya yang tidak karuan karena tatapan lembut yang diberikan Luhan. 'Tuhan, jangan sampai pipiku merah karena hal ini.' Doa Kai dalam hati ketika ia merasakan panas mulai menjalar di telinganya.
"tentu saja dan juga jangan terlalu kaku, aku bukan orang yang terlalu mempermasalakan formalitas dalam berbicara."
"umm, baiklah Luhan Hyung."ujar Kai dan dibalas dengan luhan yang mengacak rambutya.
"Sekarang ayo kita ke kelas."
Kai mendengar suara gaduh ketika ia sudah berada di depan pintu kelas 2B. Sudah bisa ditebak jika murid-murid di dalam sana heboh karena tidak ada guru. Kai sudah biasa dengan ini, bahkan saat di New York dulu ia yang akan memulai kehebohan di jam kosong. Ahh kalau membahas New York kai langsung kangen dengan orang-orang di sana.
"Kau sudah siap?" Tanya Luhan ketika Kai menatapnya. "Kelas berisik ini akan membeku ketika kita masuk."
"yosh.. kaja"
Suara bisik-bisik terdengar jelas ketika Luhan memasuki kelas dan diiringi Kai di belakangnya.
'huft, tatapan itu lagi.' Batin Kai miris, saat ia melihat semua isi kelas menatapnya. Ia tidak akan menjelaskan tatapan apa itu, karena ia terlalu malas untuk mengulang script yang sama untuk kesekian kalinya.
'wow, Kecoa!' tiba-tiba inner Kai memekik senang ketika matanya melihat dua ekor kecoa yang tadi bermain dengannya di tempat parkir. 'hehehe glad to meet you again jerks.' Bibir Kai membentuk seringai yang sangat menyebalkan.
"Selamat pagi semua!" Luhan menjadi orang pertama yang memecahkan kebisuan mendadak kelas 2B dan dibalas dengan paduan suara seluruh murid, menjawab salam.
"Seperti yang kalian lihat, mulai hari ini anggota kelas kita akan bertambah satu. Kai perkenalkan dirimu!" ujar Luhan.
"Hi all, I am Kai from New York Premier Art High School. Nice to meet you and let's make a great friendship." Ujar Kai ditutup dengan pemuda tan itu sedikit membungkukkan badannya. Ia memang tidak menggunakan bahasa Korea, tapi bukan berarti ia melupakan sopan santun sebagai penduduk Korea.
"Cute"
"Imut"
"Manis"
Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang mengatakan aku ganteng atau tampan? miris Kai dalam hati sambil mempoutkan bibir kissable-nya, dan yang selanjutnya kelas itu penuh dengan teriakan-teriakan para gadis yang tidak kuat dengan tingkat keimutan seorang Kai.
"What's wrong?" Tanya Kai heran, ia menoleh pada Luhan yang berdiri di sebelahnya berharap guru itu akan menjawab pertanyaanya, tapi yang Kai dapat adalah pemandangan Luhan tengah menengadah dengan tangan memencet hidung. Pose yang sama yang juga dilakukan oleh beberapa siswa.
"SSaem are you okay?" tanya Kai lagi.
"Okay." Jawab Luhan, ia menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan sebelum melanjutkan kalimatnya "Kai silahkan duduk di kursi kursi kosong yang ada di belakang." ujar Luhan sambil menunjuk pasangan meja kursi di sebelah jendela, barisan terakhir.
"Ada apa Hyorin?" Tanya Luhan pada seorang siswi di barisan pertama yang mengangkat tangan.
"tidak ada sesi tanya jawab Ssaem?" pertanyaan itu sontak membuat Kai berhenti pada langkah keduanya. Ia bergantian menatap Luhan dan siswi bernama Hyorin itu.
"Tentu ada, kalian tidak akan menjadi teman yang baik jika hanya kenal nama. Guru akan rapat seharian jadi kalian punya waktu yang sangat lama untuk saling berkenalan."
"jadi kita tidak pelajaran hari ini Ssaem?" seorang siswa bertanya dengan nada antusias.
"kalian bebas hari ini." Jawab Luhan.
"Yes! You are jjang Ssaem."
"Ingat, kalian memang tidak ada kelas, tapi jangan sampai membuat rusuh. Jangan sampai kelas ini berubah menjadi pasar. Zitao, tidak ada pertunjukan bela diri. Taehyung, Jimin, tidak ada kejar-kejaran. Namjoon, jangan menghancurkan kelas. Dan Kyungsoo, tolong untuk tidak mengadakan konser di kelas." Luhan memberikan ultimatum panjang dangan nada gurauan di dalamnya, lima orang yang namanya tersebut langsung memasang wajah cemberut, sedangkan murid lain tertawa di atas penderitaan mereka.
"Kai kau boleh duduk." Ujar Luhan sebelum berjalan keluar kelas.
Awalnya Kai pikir ia akan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru dan akan menghabiskan hari pertamanya dengan duduk di dalam kelas seorang diri. Tapi Kai salah, ternyata ia disambut sangat hangat dan Kai langsung merasa nyaman dengan kelas barunya itu.
Ada Do Kyungsoo yang duduk di sebelah kanan Kai, pemuda yang memiliki memiliki mata bulat itu menjadi orang pertama yang berkenalan dengan Kai. kemudian ada Park Jimin yang langsung mencubit pipi Kai setelah saling bersalaman, alasannya ia tidak tahan dengan Kai yang sangat imut. Kemudian ada juga Kim Taehyung yang mengaku sebagai siswa paling tampan tapi dibantah oleh Jimin dan megatakan kalau Taehyung adalah siswa paling weird di sekolah dan mereka berakhir dengan kejar-kejaran di dalam kelas. Tampaknya dua orang itu lupa kalau wali kelas tadi melarang mereka untuk lari-larian.
Jam pelajaran yang kosong membuat Kai dekat dengan ketiga siswa tersebut, dan kini mereka berempat tengah berjalan menuju kantin yang ada di ujung koridor lantai satu. well, sebenarnya yang berjalan hanya Kai dan Kyungsoo, sedangkan Jimin dan Taehyung, mereka masih melanjutkan adegan Tom & Jerry dan meninggalkan 2 orang lain di belakang.
Kai dan Kyungsoo berjalan santai, sangat santai malah karena Kai ingin sedikit melihat-melihat. Pasalnya ketika pagi tadi Kai terlalu ngebut saat melewati koridor lantai satu ini. Jangan tanya kenapa pada Kai, tanyakan itu pada siswa-siswa yang melihatnya dengan pandangan kepo.
Ada satu hal yang mengganggu Kai sejak ia mulai menyusuri koridor lantai dua sampai kantin yang ada di lantai satu.
"Hei Kyungsoo, kenapa di sini sepi sekali? Kita ngak salah jam kan?" Kai heran dengan keadaan sekolah yang tidak terlalu ramai pada jam istirahat. Setahu Kai istirahat adalah waktu paling heboh. Bahkan saat ia di New York dulu sekolah tidak terlalu berbeda dengan keadaan toko yang mengadakan great discount. Tapi di sini, kantin hanya berisi beberapa kelompok murid.
"tidak, kita tidak salah jam, sekarang ini benaran istirahat. Anak-anak lain mungkin ada di lapangan indoor, ada pertandingan basket di sana." Jawab Kyungsoo.
"pertandingan basket di hari pertama sekolah?" wow,Kai harus belajar lebih banyak untuk mengenali sekolah barunya ini. Tampaknya Kris hyung dan Baekhyun hyung tidak pernah menceritakan tentang pertandingan basket di hari pertama sekolah. Apa mungkin hyung-hyungnya itu lupa, hmmm mungkin saja mengingat usia mereka yang sudah tua. Oops, bercanda bung, Kris hyung dan Baekhyun hyung belum tua-tua amat kok, cuma tua sedikit. What? Bercanda lagi bung . Kris hyung tahun ini 24 sedangkan Baekhyun hyung 20 tahun, Kai 17 tahun dan saudaranya yang paling bontot, yang paling ngeselin, yang ngak pengen Kai sebut namanya saat ini, 16 tahun.
"sebenarnya ini bukan pertandingan formal, hanya pertandingan biasa, antara kelas 2A dan kelas 2C –" Kyungsoo berhenti sejenak saat ia membayar makanan yang ia beli "–tidak ada hadiah bagi yang menang dan tidak ada hukuman untuk yang kalah."
"jadi kenapa hampir seisi sekolah yang menonton, kalau hanya pertandingan main-main?" tanya Kai sambil menuju salah satu meja kantin yang kosong.
"karena yang bertanding adalah geng anak OSIS dari kelas 2A dan geng freemen dari 2C. Dan khusus para gadis, huft alasan klasik, mereka ingin berteriak-teriak untuk anggota geng, khusunya para leader." Kyungsoo mengakhiri penjelasannya dengan dengusan yang jelas sekali menandakan kalau ia tidak suka dengan kebiasaan hyper screaming dari para siswi. Oh Kyungsoo, sepertinya kau harus ingat kalau kau juga sering melakukan apa yang dipnggil hyper screaming itu.
"kenapa berteriak? Apa mereka idol?"
"mereka bukan idol atau apapun, hanya saja mereka itu tampan." Ujar Kyungsoo.
"pffftt"
"hei kenapa kau tertawa? Itu menurut para gadis bukan menurutku sendiri. YA! KAI JANGAN TERTAWA !" Kyungsoo cemberut setelah nada tinggi di kalimat akhirnya.
"ehem..ehem.." kai membersihkan tenggorokannya setelah tertawa sedikit overdosis. Hei itu salahnya Kyungsoo, bukan Kai. "okay aku tidak tertawa lagi. Dan aku juga akan melupakan kalau kau menyebut mereka tampan." Jangan lupakan senyum jahil yang tersungging di wajah Kai.
"YA KAI AKU TIDAK PERNAH MENGATAKAN MEREKA TAMPAN! jangan meledek ku. Sekarang ayo kita ke lapangan indoor, dan saat itu kau sendiri yang mengatakan mereka tampan denan wajah merona." Kyungsoo langsung berdiri dan menarik Kai, juga mengabaikana makanan mereka yang masih banyak.
"hei, hei slow down dude. It doesn't matter if you say those boys are handsome. It's okay. It's your own right to say what you want."
Kyungsoo berhenti menyeret Kai, tapi tidak melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan si pemuda tan."hmmm benar juga, itu hak ku."
"Ya, dan kau terlalu sensitive hingga melupakan fakta konyol itu." Kai mengangkat bahunya, dan berekspresi seolah tak peduli.
"hei apa-apaan wajah mu itu?" Kyungsoo meledak lagi karena Kai.
"apa?" Kai memasang wajah innocent-nya dan membuat Kyungsoo mengerang frustasi.
"sekarang ayo ke lapangan indoor, aku sudah tidak nafsu untuk kembali ke kantin."
Kai dan Kyungsoo sial karena tidak bisa duduk di bangku penonton. Semua bangku yanga ada di tribun lapangan indoor itu penuh dengan murid yang berdesak-desakkan. Kai pikir hanya para siswi yang akan menonton pertandingan konyol ini, karena visual kapten masing-masing, tapi ternyata tidak. Para murid laki-laki juga ikut memenuhi lapangan. Kai lagi-lagi bertanya, apa hebatnya kedua tim ini.
Ternyata banyak juga murid yang tidak kebagian tempat duduk seperti Kai dan Kyungsoo. Dan demi menonton pertandingan apalah namanya ini, mereka rela berhimpit-himpitan di tepi lapangan. Ketika para pemain basket bertanding di tengah lapangan untuk menaikan poin masing-masing tim, maka para penonton bertanding di luar garis lapangan agar mendapatkan tempat yang pas untuk melihat para pemain di tengah lapangan.
Tuhan, harga diri Kai benar-benar hancur sekarang. Tolong jaga dirinya dari gadis-gadis ini. Ia tidak ingin menjadi orang mesum karena bersentuhan dengan bagian terlarang dari tubuh-tubuh itu.
Sungguh, hati Kai miris melihat adegan ini. Kenapa coba mereka sampai segininya hanya untuk menonton pertandingan, yang tidak resmi lagi. Dan parahnya hampir semua yang ada di bawah adalah para gadis. please deh, gimana kalau nanti kalian jatuh karena dorong-dorongan? Malu kan? Kai heran dengan jalan pikiran mereka. Dan lebih heran lagi, kenapa ia mau-mau aja diseret oleh Kyungsoo ke tengah perkumpulan gadis kelewat batas, ikiut berdesak-desakan, ikut dorong kanan-dorong kiri, dan akhirnya ikut menonton pertandingan di barisan depan, tapi bukan barisan pertama karena ada seorang gadis yang berdiri tepat di depan Kai.
Akhh, seandainya Kai bisa keluar dari tempat penuh sesak ini sekarang juga, maka ia akan memeberikan seluruh barang kesayangannya pada setiap orang yang ia temui nanti. Ia akan ikhlas, se-ikhlas-ikhlasnya, seperti Kris hyung yang ikhlas memberikan Suho hyung –pacarnya – seluruh koleksi perawatan kulit yang ia miliki. Well, Kris hyung ngak ikhlas 100% karena ia ngomel saat pundung di kamar sendirian.
Stop! Hentikan menggosipi Hyung tertuanya, karena yang paling penting saat ini adalah bagaimana caranya untuk keluar.
Mata Kai bergerak liar mencari celah untuk keluar, dan yang ia dapat adalah 'nothing'. Bagaimana bisa keluar kalau ia dikepung oleh gadis-gadis agresif yang tidak berhenti berteriak dari segala arah –kiri, kanan dan belakang. sedangkan di depannya belasan siswa tengah sibuk mempertebutkan si bulat orange.
'Perfect, tikuspun tidak akan lolos jika dihapankan dengan kondisi ini.' Batin Kai sangat hiperbolis. Jangan salahkan kalimat lebaynya itu, salahkan Kyungsoo yang seenak jidatnya menarik Kai ke sini. Dan sekarang lihatlah si mata bulat itu, ia ikut berteriak untuk pemain yang ada di tengah lapangan.
"CHENCHEN FIGHTING!"
'dasar. Tadi katanya mereka tidak tampan, tapi sekarang ia bahkan sama saja dengan para gadis-gadis aneh itu.' Cibir Kai dalam hati sambil menatap malas Kyungsoo yang masih ber-fanboying-ria.
"huft!" kai membuang nafas pasrah. Ya ia pasrah sekarang. Tidak ada yang bisa Kai lakukan, setidaknya sampai pertandingan ini selesai, dan setelah itu ia akan melakukan beberapa perhitungan dengan Kyungsoo, khusunya untuk kedua telinganya yang kini mendengung.
Kai mencoba untuk menikmati pertandingan –musibah– itu. Ia tidak bisa leluasa melihat karena gadis didepannya bisa dibilang cukup tinggi dan gadis itu juga melompat-lompat membuat Kai semakin tidak nyaman.
Dan kini ia semakin sangat tidak nyaman ketika gadis itu berbicara dengan temannya.
"Hyerim aku pengen pipis , temani aku ke toilet." Kening Kai berkedut mendengar kalimat dengan nada aneh itu.
"pergi saja sendiri Rijin, aku tidak akan meninggalkan lapangan ini sampai prince datang." Gadis yang dipanggil Hyerim menjawab tanpa mengalihkan fokusnya dari lapangan.
"prince tidak akan datang, dia masih rapat"
"kata siapa? Jin oppa sama Xiumin oppa saja sedang main tu." Hyerim menunjuk dua orang pemuda dari kubu osis yang sedang berusaha merebut bola.
"mereka memang main karena mereka bukan ketua OSIS,lain ceritanya sama Chanyeol oppa. Lihat posisinya sekarang digantikan oleh Jungkook –akhh, aku tidak tahan." Rijin tanpa ba-bi-bu berlari keluar lapangan sambil menarik temannya yang berteriak meneriaki nama Chanyeol tanpa tau malu.
'Gadis gila' batin Kai, tapi ia tidak terlalu peduli, dengan sigap ia langsung mengambil alih tempat kosong yang ditinggalkan gadis tadi. Dari sudut matanya, ia dapat melihat seorang gadis tengah memberengut karena kalah cepat dengan Kai.
'payah'ujar Kai dalam hati ketika melihat permainan salah satu tim yang sangat mengerikan. Meskipun ini adalah hari pertamanya ia di sekolah, ia tahu kalau tim itu dari kelas 2A. tidak perlu pusing-pusing bertanya karena papan skor sudah menjelaskan. Di papan biru itu tertera angka 24 di bawah nama kelas 2A dan angka 57 di bawah nama kelas 2C. Dan juga waktu yang bergerak mundur, yang kini menunjukkan angka 10, 9, 8– okay stop, yang jelas pertandingan ini akan selesai dalam beberapa detik lagi.
Dan itu juga berarti Kai bisa berlari dari tempat ini.
Well, mungkin ia bisa sedikit menyunggingkan senyum sekarang.
Oops, mungkin juga tidak, karena sekarang ia tengah bertemu tatap dengan seorang namja yang berdiri di tengah lapangan.
"Kau…" dan Kai tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mendesis ketika namja itu memberikannya sebuah seringaian yang sangat menyebalkan.
"hi bear"
Suara pemuda itu teredam oleh teriakan para siswa karena pertandingan telah selesai dengan kelas 2C yang memenangkan perandingan.
tbc
hai everyone... kim back with the silversons chapter 3, please enjoy this new part.
hmmm, chanyeol datang, dan apa yang akan terjadi selanjutnya? just wait juseyo
ahhh, somehow aku ngerasa kalo plotnya lambat, aku udah coba gimana caranya biar ngebut, tapi apalah daya, hanya ini yang aku bisa..
khekhekhe, masalah pair.. tolonggggg sabarr ya reader deul, dikit lagi parinya Kai kelu.. seriusssss..(peace)
juga kah summary yang tampak tak sinkron sama cerita, ya balik lagi ke masalah leletnya plot yang ada di setiap chapter. aku ngak bisa janji tapi cuma bisa ngasih garansi, mwehehehehe..
hmm apalagi ya,,,,
ahh iya, masih ttg summary. aku ngak tahu klo summary yang di tulis pakai bahasa inggris bisa memusingkanpembaca.. gomenasai *bow* next time lah klo ketemu rangkaian kata-kata *ciee* yang pas, aku mungkin nyunting summarynya. tapi sekali lagi, aku gk janji, juga gk ngasih garansi (beda lagi)
well i am too talkactive.. mianhae, and please keep read and review The SIlversons..
gamsahamnida
big hug
Kimberly G.
