THE SILVERSONS
with Kai uke
...
...
..
by Kimberly Grace
please enjoy
chapter 4
"Kau…"
"Hi bear."Kai sungguh ingin mematahkan salah satu tulang pemuda tinggi yang kini menatapnya lama. Ia tidak tahu apa maksud tatapan itu, tapi ia tahu kalau ia berhak membunuh pemuda itu setelah ia memdapatkan sebuah smirkyang entah kenapa semakin menyulut emosinya.
"Long times not see Kai Silverson." Pemuda itu berucap dengan suara yang cukup keras untuk menghentikan setiap pergerakkan yang ada di lapangan.
Termasuk Kai, tubuhnya menegang setelah pemuda itu menyebut nama lengkapnya dengan nada yang terdengar tidak bersahabat di setiap kata. Dan ketika orang itu berjalan kearahnya, ia tahu kalau tidak akan ada kata baik-baik saja setelah ini.
Baiklah, dari ekspresi dingin dan tatapannya, Kai tahu kalau pemuda yang berjarak beberapa meter di hadapannya itu ingin melakukan pertukaran tinju, dan Kai tentu tidak akan menolak. Ia lelaki sejati, dan seorang lelaki sejati tidak pernah menghindari apapun termasuk hal ini.
Kai juga berjalan mendekati pemuda itu. Ia juga memberikan tatapan dingin untuk membalas tatapan kosong yang terasa mengintimidasi dari pemuda yang kini hanya berjarak tiga langkah darinya.
"yeah, it's been a long time."Kai bergerak cepat setelah mengucapkan kalimat itu.
"and I miss you... Sehun." Tepat dengan keluarnya kalimat itu, Kai memberikan sebuah pukulan di pipi kiri Sehun. Sedangkan pemuda itu terhuyung dua langkah karena sedikit lengah.
Kai tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia kembali memberikan pukulan setelah menarik seragam bagian depan Sehun. "ini untuk Krystal yang kau bawa kencan." ujar Kai, ia dapat dengan jelas mendengar jeritan para murid yang ada di belakangnya ketika Sehun kembali terhuyung.
"ini untuk kau yang meninggalkan ku tadi pagi." Kai merasa sangat beruntung karena kedua tangannya bekerja dengan kemampuan yang sangat baik, sehingga ia dapat memukul pipi kanan Sehun menggunakan tangan kiri dengan kekuatan yang sama dengan tangan kanan.
Sehun kembali terhuyung setelah terkena tinju dari tangan kiri Kai. Kini posisi mereka tepat berada di tengah-tengah lapangan basket yang kosong. Semua pemain yang tadi ada di lapangan telah bergabung dengan murid lain di tepi lapangan. Gelar trending topic yang tadi dijabat oleh pertandingan basket kini telah beralih pada pergulatan leader geng 2C dan seorang murid yang tidak diketahui. Dan jangan lupakan sorak sorai penonton yang awalnya sangat heboh kini telah berubah menjadi pekikan-pekikan nyaring dari beberapa sisiwi saat Sehun terkena bogem juga bisa mendengar murid-murid bertanya tentang siapa dirinya dan bisikan-bisikan yang mengatakan kalau ia adalah murid baru.
Kai tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekelilingnya, karena saat ini yang menjadi titik fokusnya adalah sosok pucat Sehun yang berdiri di depannya. Kai menggeram kecil ketika melihat Sehun dengan gerekan yang tampak begitu keren menghapus darah di sudut bibirnya. Pemuda itu memperhatikan ibu jarinya yang kini bernoda merah sebelum menatap Kai masih dengan seringai yang tidak pernah lepas dari tadi.
Kai sangat benci pada Sehun yang selalu bisa menutupi rasa sakit dengan wajah menyebalkannya itu. Sangat benci. Melebih rasa bencinya pada belalang yang sangat ia tidak suka.
Kai bergerak kearah Sehun dengan dorongan emosi yang kentara "DAN INI UNTUK SENYUM YANG SELALU KAU BERIKAN PADAKU !" ia tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak menyerang Sehun saat pemuda itu tersenyum ke arahnya.
Bahu Kai naik-turun dengan cepat. Ia tampak seperti seorang atlit lari yang baru saja menyelesaikan sekian puluh lintasan. Berbeda dengan Sehun yang dengan santai berdiri dari posisi jatuhnya. Sedangkan di sekeliling mereka telah terbentuk dua kubu heboh. Kubu pertama berasal dari rombongan para gadis yang memohon untuk menghentikan kekacauan di tengah lapangan, mereka tidak tega melihat baku hantam yang terjadi de depan mata mereka.
Sedangkan para cowok membentuk kubu yang dengan penuh rasa penasaran menungu adegan selanjutnya. Bahkan ada beberapa dari mereka yang bertaruh untuk siapa nanti yang jadi pemenang. Dan ada juga yang lagsung member dukungan dengan menyorakan nama Sehun atau 'manis' untuk Kai.
Sebenarnya Kai ingin protes, kenapa di tengah keadaan tegang ini masih ada juga orang yang menyebut dirinya manis. Tidakkah mereka berpikir betapa manly-nya Kai yang telah berhasil membuat Sehun terjatuh dengan tinjuaannya. Tapi ketika ia melihat Sehun yang menyeringai ke arahnya, semua protes yang tadi ingin keluar langsung ia telan kembali.
"Kau sudah selesai hyung manis?" tanya Sehun, ia tidak memberi waktu untuk Kai menjawab "kalau begitu, sekarang giliranku."
Kai tidak bergeming sedikitpun karena kalimat Sehun. Ia memandang Sehun tanpa ekspresi normal seseorang yang akan dihajar, malahan ia terlihat seperti tengah menunggu serangan Sehun. Dan yang mengejutkannya, Kai menerima serangan Sehun tanpa perlawanan.
Okay, ini Sedikit aneh. Sehun pun tadi biasa saja ketika Kai menghajarnya dengan tiba-tiba. Pemuda pucat itu juga tampak seperti memasang wajah seperti Kai, wajah dengan ekspresi menunggu. Tapi tampaknya para penonton tidak terlalu terganggu dengan masalah ekspresi, karena mereaka masih sibuk dengan kubu masing-masing.
"Ini untuk KAU." Sehun menggeram saat ia kembali meninju pipi kiri Kai. Tidak terlalu kuat hanya membuat Kai terhuyung satu langkah kebelakang.
Kai menatap balik kearah Sehun. Pemuda tinggi itu tidak pernah melepas matanya dari Kai semenjak pandangan mata pertama tadi. Kai memperhatikan bagaimana Sehun mengatur nafasnya sebelum bibir tipis itu terbuka.
"DAN INI UNTUK SILVERSONS." Adegan selanjutnya berlangsung sangat cepat. Kalimat Sehun diiringi jeritan para siswi yang melengking memenuhi lapangan indoor seketika Kai mendapat tinju Sehun dan jatuh terduduk setelah terhuyung beberpa langkah.
Ini adalah kali kedua Kai dipanggil ke ruang BK selama hidupnya. Berkelahi dan membuat keributan di sekolah merupakan hal paling terakhir yang ingin ia lakukan, tapi bukan berarti ia takut. Ada gitu pemegang sabuk hitam taekwondo takut berkelahi. It doesn't make any sense.
Bayangan Kris-lah yang menjadi momok terbesarnya. Visualisasi sang tiang listrik sedang murka karena ia berkelahi selalu saja menjadi penahan setiap saat ia hampir lepas kendali. Jangan tanya bagaimana rasanya di omeli Kris, sekalipun Kai merupakan adik kesayangannya tetap saja ia mendapati porsi besar saat di amuk Kris. Ia sudah pernah merasakannya dulu, saat ia masih kelas 2 junior high school.
Saat itu, seorang teman dengan sengaja menumpahkan jus keatas buku PR Kai. Dan tanpa menunggu lama Kai sudah bergelut dengan murid itu di lantai kantin. Dan juga sekolah langsung menghubungi orang tua mereka untuk datang ke sekolah hari itu juga. Yuri yang saat itu tengah berada di luar kota otomatis tidak bisa datang dan digantikan oleh Kris. Pria itu tetap memasang wajah cool nya saat berhadapan dengan guru BK yang bercerita bagaimana terkejutnya ia melihat seorang Kai Silverson yang tidak pernah berulah disekolah, tiba-tiba saja membuat keributan. Kris memang mempertahankan muka gantengnya saat ia berhadapan dengan guru BK tapi ketika mereka tiba di rumah, anak tertua keluarga Silverson itu langsung menjelma menjadi monster kerasukan yang tengah lapar.
Dan yang paling Kai takuti saat hyung tingginya itu tengah marah adalah intonasinya. Kalimat Kris saat ia tengah marah akan terdengar flat dan dingin. Menegangkan dan membekukan di saat yang bersamaan. Kai ingat apa yang Kris katakan saat itu "Kau ingin berkelahi, silahkan saja. You are a boy, and I've never forbidden you to fight. I don't give a fuck even you broke all of your bones. But one thing, don't let me know it. Make me do not notice with your entire fucking unimportant problem. Don't show your face with that fucking bruise."
Jujur saja, Kai tidak mengerti maksud kalimat hyung pertamanya itu. Bagaimana bisa ia menyembunyikan mukanya dari Kris sedangkan mereka tinggal satu rumah plus kamar yang berhadapan. Terima kasih, apapun maksud kalimat itu yang Kai tahu saat ini hanyalah ia akan tinggal nama jika Kris melihat keaadaannya saat ini.
Dan sekarang ia duduk di ruang BK lagi dengan kondisi yang sangat tepat menjadi mangsa Kris. Sudut kiri bibirnya sobek, bahkan jejak darah masih terlihat jelas. Sedangkan di sampingya, Sehun Silverson, lawan juga sekaligus adiknya duduk santai, seolah ia tidak memilki masalah apapun.
Oh, god bagaimana Kai bisa lupa. Sehun, si bungsu di keluarganya itu sudah menjadi langganan Kris sejak mereka masih kecil dan kini Kai yakin ia sudah kebal dengan omelan Kris, atau bisa juga Kris yang sudah tidak sanggup lagi menghadapi Sehun, mengingat sikap bocah itu yang tidak bias diatur dan kebiasaannya membuat aturan diatas aturan. Unpredictable.
"huft" Kai mendesah lelah, ia sudah bermasalah di hari pertama sekolahnya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, ini merupakan masalah kesekian Kai. Yang pertama adalah saat ia menghabisi para namja-namja jelek yang mengganggunya tadi pagi. Kemudian ia terang-terangan melakukan baku hantam dengan Sehun. Duduk di ruang BK juga terhitung masalah. Dan nanti, tanpa keraguan sedikitpun ia akan berhadapan dengan Kris sebagai masalah utamanya, juga masalah terbesar.
'Aghhh, hidupku benar-benar berantakan.' Batin Kai nelangsa.
"berhentilah mengeluh Kai, dengan luka itu pada akhirnya kau jelas-jelas akan disembur Kris Hyung."
Kening Kai berkedut kesal mendengar pemuda sialan disebelahnya bersuara. Kai kadang bertanya bagaimana bisa ia tahan memiliki saudara sekurang ajar Sehun, jangankan berbicara sopan pada Kai, ia bahkan tidak pernah memanggilnya hyung dengan ikhlas. Yaa, kalau diinga-ingat, tidak ada saudara Kai yang bisa dikatakan waras. Lihatlah pemuda yang ada disebelahnya, SEHUN S. tertulis di name tag yang terppasang di dada bagian kiri almamaternya. SEHUN S. dengan s untuk Silverson, anak terakhir dari 4 bersaudara Silverson, adik satu-satunya yang dimiliki Kai, si anak ketiga. Ya, pemuda tinggi pucat itu adalah adiknya.
Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa Kai adalah seorang hyung bagi Sehun, mengingat tubuhnya yang sedikit lebih pendek dari Sehun dan wajah Sehun yang tampak lebih mature daripada wajah manis Kai. Atau mungkin juga tidak ada yang percaya bahwa mereka adik-kakak karena mereka sama-sama berada di tahun kedua high school. Dan pasti tidak ada yang akan percaya bahwa Sehun satu tahun lebih muda daripada Kai. Ya, Mei kemarin Sehun baru merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Jika ditanya kenapa Sehun yang seharusnya duduk di kelas 1 bisa berada di kelas 2, maka jawabannya terletak pada tubuh pemuda itu.
Ia tumbuh jauh lebih cepat disbanding teman-teman seusianya, dan sebagai orang tua Yuri tidak ingin putranya menjadi preman kelas karena badannya lebih tinggi daripada yang lain. Tapi pada akhirnya Yuri hanya bisa mengelus dada, karena sekarang Sehun terkenal sebagai ketua geng kelas 2C yang hobby nya tidur saat jam pelajaran sejarah dan sastra.
"Yeah, dan aku baru ingat kalau yang menyebabkan luka ini adalah orang yang kini duduk di sebelahku dan sialnya lagi ia adalah saudaraku yang sangat menyebalkan, kurang ajar, tidak tau sopan santun.." dan Kai tidak akan berhenti setelah ia mulai mengoceh. Salahkan Baekhyun Silverson, si anak kedua yang cerewetnya tidak bisa lagi diselamatkan. Baekhyun itu ibarat kotak Pandora, yang sekali di buka, tidak akan berhenti mengejutkan semua orang. Tapi jangan salah, seberapapun cerewetnya seorang Baekhyun, selama Silverson masih ada di belakang nama kecilnya, ia tidak akan menyia-nyiakan semua hal yang ada pada dirinya. Dengan kebiasaanya untuk protes dan beradu argumentasi demi mendapatkan apa yang ia inginkan, ia berakhir menjadi seorang debater terkenal di universitas, di luar kenyataan bahwa ia berasala dari jurusan music.
Dan bakatnya itu menurun pada Kai. Jadi jangan heran ketika Kai tidak akan berhenti berbicara saat ia tengah dalam mood yang tidak bagus.
Ocehanan Kai terputus ketika pintu ruang konseling terbuka dan menampakkan sosok Xi Luhan dengan kedua lengannya yang terlipat di depan dada. Dan matanya langsung terfokus pada dua siswa dengan yang juga menatapnya dengan tatatpan berbeda, Kai dengan matanya yang membola karena terkejut, sedangkan Sehun tetap dengan pandangan tidak pedulinya– jangan ditanya, ia sudah biasa berhadapan dengan Luhan dalam situasi seperti ini.
"Sehun Silverson, berkelahi di linkungan sokolah pada hari pertama tahun ajaran baru, atau bisa kesebut setengah hari pertama." Luhan sudah duduk di kursinya, berhadapan dengan Kai dan Sehun. "Kalau aku tidak salah, saat kelas satu kemarin kau berkelahi setelah 2 bulan bersekolah, dengan murid tingkat akhir, Zhang Yizing yang ternyata adalah sepupumu. Lumayan lah untuk anak baru mencari masalah dan seingatku hukumanmu hanya skorsing 3 hari." Luhan memulai sesi konselingnya membicarakan masalah pertama yang dibuat Sehun, tapi entah kenapa Kai merasa bahwa Luhan kini tengah memmbahas cuaca Seoul yang akhir-akhir ini selalu berbeda dengan yang perkirakan.
"ehem" Luhan membersihkan tenggorokannya sebelum melanjutkan pembicaraan.
"Ada sanggahan Sehun?" tanya Luhan masih dengan gaya santainya.
"..."
"Ada sanggahan Sehun SILVERSON?" Luhan menekankan suaranya pada nama keluarga Sehun karena pemuda itu tidak merespon saat ditanya.
"nope sir." Akhirnya Sehun bersuara dengan tidak niat. other word, terpaksa.
"Bagus, dan hari ini kau berhasil memecahkan rekormu sendiri. Dan lebih mengagumkan lagi kau berkelahi dengan Kai Silverson, kakak mu sendiri. Dan Kai, aku tidak menyangka kau bisa membuat gempar sekolah di hari pertama mu. Dan ku yakin ka ingin memberikan beberapa alasan untuk pertunjukan heboh di lapangan tadi. Dan silahkan Kai"
"penataan bahasa yang salah, terlalu banyak kata dan." Sehun menatap Luhan dengan pandangan meremehkan, tampaknya ia lupa kedudukannya sebagai murid.
"tata krama yang salah, kusarankan kau tidak lagi bolos di jam pelajaran etika." Balas Luhan yang tampaknya juga lupa kalau ia sebaiknya tidak terpancing untuk meladeni komentar Sehun.
"tentu, dan kurasa kau bisa menemui Kim Taehyung, dia adalah murid dengan nilai bahasa tertinggi seangkatan." Sehun kembali menyerang, dan kini menjadikan sahabatnya sebagai tumbal. Bagaimana tidak, ia secara tidak langsung mengungkit kemabli sejarah suram seorang kim Taehyung yang habis di ceramahi oleh orang tuanya karena mendapatkan nilai 6 untuk mata pelajaran bahasa saat pembagian rapor kemarin.
'sorry tae' ujar Sehun dalam hati, sedikit banyaknya ia merasa bersalah.
"terima kasih atas sarannya Sehun, dan sekarang aku berharap kau bisa sedikit memperbaiki mulutmu yang tampaknya selama libur semester kemarin lupa didaftarkan untuk ikut bimbel." Tak ada satupun dari mereka yang mau mengalah. Yang tua lupa umur, yang muda lupa posisi, dan Kai TERLUPAKAN.
"DAN TERIMA KASIH BANYAK UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBIARKAN SAYA BERDIRI DISINI MENDENGARKAN OCEHAN TAK BERMUTU DARI DUA ORANG YANG JUGA TIDAK BERMUTU."
"Jangan sungkan, selama berdiri tidak dikenai biaya." Sehun membalas suara yang berasal dari belakangnya, tanpa menyadari alis Luhan yang telah lelah naik turun, memberikan kode.
Sehun akhirnya melihat body language yang dberikan Luhan, tapi tetap, ia masih belum paham maksudnya.
'JLEB'
Sesuatu tiba-tiba melintas di otak Sehun, ia menoleh ke kanan, ke arah Kai yang kini tengah menatap punggugnya, atau lebih tepatnya, sesuatu di belakang punggung Sehun.
'kill myself'teriak batin Sehun, ia baru sadar, suara tadi bukanlah suara Luhan maupun suara Kai. Sekalipun ia sudah satu tahun tidak mendengar suara Kai sacara langsung, ia sangat yakin kalau Kai, hyung tersayangnya itu tidak akan pernah mengeluarkan suara seperti nenek sihir. Dan ketika kata nenek sihir itu keluar, wajah seorang namja pendek dengan eyeliner tebal langsung memenuhi pikiran Sehun.
'nenek sihir…' batin Sehun mulai tidak nyaman.
'nenek sihir…' dan kini ia merasa kalau eksistensinya di dunia ini akan segera berakhir, dengan ending yang sangat tragis juga mengenaskan.
"AAAKKKHHH,BAEKHYUN HYUNG AMPUN…" ruangan kerja Luhan penuh dengan teriakan Sehun ketika telinga kirinya dijewer dan ditarik disaat yang bersamaan.
Jangan ditanya bagaimana perasaan Sehun, ia tengah berusaha melewati masa kritisnya. Lihat saja air yang kini sudah terbendung di pelupuk matanya.
O(^0^)O
(^_^.)
Kini Baekhyun Silverson tengah duduk dengan pose angkuhnya di kursi kebesaran Luhan, sedangkan sang pemilik asli bersimpuh di lantai bersama Sehun di sebelahnya. Dan sosok Kai Silverson tampak tengah tertidur pulas pada salah satu single sofa yang ada di ruangan itu. Kelihatannya beruang manis ini lelah mendengar perdebatan panjang Sehun dan Luhan, kemudian di tambah adengan berdarah yang dipimpin oleh Baekhyun.
"sekarang jelaskan kenapa aku harus melerakan waktu latihan vocal ku dan berakhir di ruang konseling ini." Pertanyaan itu terucap dari Baekhyun.
'pertanyaan bodoh' sesorang mendumel dalam hati.
"berhenti merutuk dalam hati Sehun Silverson, dan kalau kau heran kenapa aku bisa tahu, tanyakan langsung pada wajahmu yang memberenggut masam."
Luhan hanya bisa terpukau melihat bagaimana Baekhyun dengan mudahnya menjatuhkan pertahanan Sehun. Sungguh, ia tidak akan pernah menyesal telah mengejar pemuda eyeliner itu selama satu tahun ini meskipun perasaannya belum terbalaskan. Dan ia yakin suatu hari nanti ia akan menyisipkan marga XI pada nama Baekhyun Silverson. Kemudian mereka akan tinggal dirumah Luhan yang ada di Busan, memiliki anak dan hidup bahagia– tunggu sebelum memiliki anak, tetnu mereka harus membuat anak dulu. Dan hal itu pasti akan sangat menyenangkan dan menggairahkan juga–
"Tolong hentikan pikiran mesum anda itu Xi Seonsaengnim. AND START TO TELL ME WHAT THE HELL HAVE DONE WITH MY BROTHERS!"
Oops, tanpaknya umur guru BK kita ini tidak akan panjang. Pray for Luhan.
"e..etto– Sehun dan Kai tiba-tiba saja berkelahi setelah pertandingan basket selesai. Kai yang pertama meninju Sehun, kemudian Sehun juga balas meninju Kai. Dan Kai keluar sebagai pemenag setelah memberikan Sehun 4 bogem mentah sedangkan Sehun hanya mampu melayangkan 3 kali pukulan."
Baekhyun memijat keningnya yang entah kenapa tiba-tiba sakit setelah mendengarkan penjelasan Kuhan yang terdengan seperni komentator sepak bola. Ia benar-benar heran, kenapa orang seperti ini bisa menjadi guru konseling, dan lebih heran lagi kenapa bisa ia menyuKai pria tidak jelas ini.
Tok.. Tok..
Luhan yang mendengar pintu ruangannya diketuk dari luar langsung berdiri. Apa jadinya nanti kalau orang yang di luar melihatnya tengah bersimpuh menghadapa pada sang uke. Mau diletakkan kemana imej nya sebagai seorang Seme Tampan dan Mapan.
Sosok jakung Park Chanyeol tampak tengah focus dengan kertas-kertas yang ada di tangannya ketika pintu sudah terbuka lebar.
"eoh, annyeonghaseyo Ssaem. Permisi" Ia sedikit membungkuk dan member salam setelah Luhan menyuruhnya masuk.
"ada apa chanyeol?" Tanya Luhan, kini ia berdiri di sebelah Baekhyun yang masih setia duduk di kursinya.
Chanyeol menatap sekilas pada Sehun yang bersimpuh di hadapan meja konseling, kemudian beralih pada Baekhyun yang sedang memijit keningnya dengan mata tertutup. Ia tidak akan bertanya kenapa anak kedua Silversons yang kalau tidak salah masih alumni sekolah ini duduk di kursi seorang Xi Luhan, yang ia sebagai ketua OSIS pun tidak pernah di izinkan untuk mendekat.
"saya ingin menayai tentang masalah di lapangan basket tadi Ssaem."
"eung" tepat sebelum Luhan menjawab pertanyaan Chanyeol, seseorang yang tadi tertidur di sofa, tiba-tiba melenguh kecil menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan itu, tak terkecuali si ketua OSIS yang baru saja datang.
Ketika Kai dengan perlahan membuka matanya, maka Chanyeol dengan perlahan menelan kembali air liurnya. Ia tidak tahan melihat betapa indah dan menawannya sosok itu dalam efek slow motion.
"pinky"
...
...
..
.
Tbc
.
..
...
...
Kimy's pojok:
Yuuhuuuu, yeoreobun annyeong. First time ASAP, senin update, rabu juga apdate. Wae? Wae? Wae? Karena minggu depan UAS *prayforme* jadi untuk sementara aku hiatus dulu.
*reader: SOK LU, NEWBIE JUGA PAKE HIATUS2 SEGALA (bolded/underlined/)
Jadi sebelum pergi untuk sementara, aku mau minta maaf "Mohon Maaf Lahir dan Batin" kalau dalam story, author's note, balasan review atau PM, ada kata2 yang tidak sesuai sama reader.
Trus, terima kasih utk respon klen semua. Review klean bikin aku senang bingit... walau ada juga yang bikin aku JLEB, SMACK DOWN, K.O tapi itu dulu sekarang tidak..
Guys, let's make very great friendship..
My line id: kimykimytae
