Man in Love (Anime Boy sekuel)
Pair: V-Kim Taehyung, Jeon Jungkook, etc
Romance/Friendships/Schoolife
YAOI, BL, BOY X BOY, TYPHOS, ABAL, OOC
.
.
.
"I do believe all the love you give
All of the things you do"
...
Sekuel 3: Who's Better? (Requested by Funf)
Jeon Jungkook terbangun pada sore hari yang gerimis di atas ranjang Kim Taehyung. Bingung seperti orang ling lung, lelaki itu mencoba bangkit dalam posisi duduk sambil menguap. Jemari rampingnya menggaruk kepalanya seperti kebiasaannya setiap kali bangun tidur, membuat beberapa helai rambut gelapnya mencuat keluar dengan lucu.
Sehabis pulang sekolah, Jungkook yang kelelahan setelah mengikuti pelajaran olahraga di jam terakhir tadi menyerbu masuk ke dalam kamar Taehyung begitu ia sampai di apartemen dan langsung menjatuhkan diri seenaknya di atas selimut hijau tosca lembut milik kekasihnya itu. Setelahnya Jungkook tak ingat apa-apa lagi karena lima menit kemudian dia sudah terjun ke alam mimpi begitu cepatnya seperti kebo.
Jadi dia tidak tahu kenapa sekarang kaus putih polos kebesaran dan celana hitam selutut bisa melekat di tubuhnya, padahal jelas-jelas tadi dia tidur mengenakan seragam sekolah lengkap. Tidak mungkin kan kalau Jungkook berjalan dalam tidur dan berganti pakaian sendiri? Selain itu ini bukan pakaiannya. Ada aroma jeruk lemon yang lembut pada kaus itu ketika Jungkook mengendusnya.
Berarti hanya ada satu orang.
Setengah sadar Jungkook menggaruk kepalanya hingga beberapa anak rambutnya mencuat keluar dengan lucu dan menoleh ke samping. Bagian selimut pada ruang kosong di sampingnya terlihat sedikit menggumpal dan berkerut, jelas bahwa Kim Taehyung tadi pasti tidur di sana.
Menguap lebar, Jungkook pun bangkit dan menyeret kedua kakinya yang terasa berat untuk mencari si pemilik kamar.
Jungkook menemukannya. Si lelaki berambut oranye tengah terduduk di depan komputernya yang terletak di ruang tengah. Tampang serius, dahi mengerut. Jungkook mendekatinya was-was dengan alis terangkat, berjalan mengendap.
"Jungkookie, kau sudah bangun?" Kim Taehyung menyadari keberadaan Jungkook dari pantulan sosoknya pada layar monitor komputernya.
Berjalan mendekat, Jungkook mendengar samar suara-suara percakapan dari speaker. "Sedang apa?" Melirik bagian bawah Taehyung awas, dan ia lega ternyata celana hitam selutut terpasang dengan benar di sana.
"Menonton anime. Yak, kenapa lirik-lirik begitu? Kau menakutkan!" Taehyung merinding, memeluk tubuhnya sendiri.
Jungkook berdeham, memutar bola matanya. "Tidak. Kukira kau sedang melakukan.. yah.. itu. Kebutuhan biologis seorang lelaki."
Taehyung terdiam dengan tampang ngeblank selama beberapa detik, dan sejurus kemudian ngakak , membuat Jungkook salah tingkah sendiri.
"Kau pikir aku tipe lelaki yang jika sedang sendirian di depan komputer akan membuka situs 'begituan' dan menurunkan celana untuk menyentuh diri sendiri?" Taehyung memegangi perutnya yang sakit akibat terlalu heboh tertawa.
"Shit, jangan terlalu vulgar!" Jungkook spontan mengumpat, wajahnya merona parah.
"Ckck.. imajinasimu liar, Kook. Anak di bawah umur tidak boleh berpikiran seperti itu." Taehyung menggeleng sok bijak bagaikan seorang ibu tengah memberikan petuah kepada anaknya dan menyentil gemas dahi Jungkook yang terlapisi oleh poni hitam.
"Kau bosan hidup?"
"Tapi aku serius, Kook. Aku sudah jarang kok melakukannya. Satu-satunya yang dapat menggoda imanku saat ini hanya Jeon Jungkook seorang." Taehyung bersumpah mantap dengan wajah lurus, meyakinkan.
Namun kemudian Jungkook sadar, dan merasa cringe sendiri. "Jadi kau sering berfantasi liar tentangku?!"
Nyengir tanpa dosa, Taehyung mengangguk sambil membuat peace sign dengan dua jarinya. Ia sudah bersiap membentuk tameng untuk melindungi diri dari serangan ganas kekasihnya ketika Jungkook sudah melayangkan tatapan horror dan death glare mematikan, namun selewat beberapa menit menunggu rupanya tak terjadi apa-apa.
"Tidak marah?" Taehyung bertanya hati-hati.
"Yah, itu.. aku tidak akan protes. Lebih baik daripada kau berfantasi tentang orang lain." Jungkook berdeham, menggaruk salah tingkah pipinya yang terasa hangat.
Taehyung speechles. Yakin dia tidak salah dengar kalimat tersebut baru saja keluar dari mulut yang biasanya hanya tahu berkata pedas dan mengumpat itu?
Seid ihr das Essen?
Nein, wir sind der Jäger!
Suara bising musik yang mengalun dari speaker menarik Jungkook dan membuat perhatiannya teralihkan. "Aku suka anime ini!"
Taehyung tersenyum, dalam hati tersenyum lega. "Mau menontonnya bersama? Kemarilah." Ia memberi gestur dengan tangannya agar kekasihnya mendekat.
Dan Jungkook dengan menurut pun langsung duduk di atas pangkuan Kim Taehyung, membuat sang senpai takjub sejenak. Tumben sekali tidak ada wajah memerah gengsi dan pertumpahan darah seperti hari-hari sebelumnya.
"Torawareta kutsujoku wa
hangeki no koushi da
jouheki no sono kanata emono wo hofuru Jäger!
Hotobashiru shoudou ni sono mi wo yakinagara
tasogare ni hi wo ugatsu—guren no yumiya!"
Tampak menggemaskan sekali ketika lelaki berambut hitam itu menghentakkan tubuhnya antusias seperti anak kecil dan ikut menyanyikan girang reff lagu opening anime kesukannya hingga membuat Taehyung tersenyum geli.
"Ah, maaf aku terlalu antusias." Jungkook menggaruk tengkuknya, malu sendiri melihat pantulan Taehyung yang senyum-senyum sendiri pada monitor komputer.
"Tak masalah, fanboying-lah sesukamu." Taehyung tertawa, memeluk erat pinggang ramping kekasihnya. Hangat dan lembut, rasanya seperti memangku anak kecil. Paling nanti juga lupa tempat kalau sudah fangirlingan, batinnya dalam hati.
Benar juga. Lima menit kemudian saat episode pertama anime tersebut dimulai Jeon Jungkook sudah melupakan rasa malunya.
Kedua mata gelapnya berbinar penuh penghayatan dan dahinya mengerut serius menyaksikan pertarungan penuh pertumpahan darah yang berputar pada layar komputer Taehyung. Sesekali ia akan berteriak menyemangati para karakter yang bertarung atau mengumpat brutal jika pihak si tokoh utama terdesak oleh musuh.
Biarpun telah menontonnya berulang kali dan juga membaca seluruh chapter manga-nya, Jungkook tetap tak bisa melupakan ketegangan dalam ceritanya yang mencekam. Jadi misalnya meski ia sudah tahu kalau di adegan selanjutnya ibu si tokoh utama akan mati dimakan raksasa, Jungkook akan tetap merasa emosional dan mengumpatinya kesal dengan mata berkaca-kaca.
Dasar otaku, penuh penghayatan total.
Kim Taehyung lupa kalau dia juga otaku dan sedang menonton pantulan dirinya sendiri pada Jungkook.
...
1 jam telah berlalu dan Kim Taehyung kini menekuk wajahnya kusut. Dia sudah berhenti menonton sampai di pertengahan episode kedua.
Dia memang girang setengah mati bisa bermodus ria dan memangku kekasih bergigi kelincinya yang sedang dalam mode imut itu. Dia juga sama sekali tidak terganggu ketika kekasihnya menjerit atau melompat-lompat kekanakan saat adegan dalam anime itu berubah menegangkan.
Yang Taehyung tidak tahu, Jeon Jungkook ternyata juga bisa fangirlingan pada karakter dua dimensi seperti para fujoshi-fujoshi di anime club. Kalau hanya teriak-teriak biasa pada karakter perempuan sih tidak masalah, itu normal.
Hal yang tidak bisa Taehyung tolerir adalah Jeon Jungkook sekarang tengah ber-fangirl ria pada sang hero dalam lelaki, dan Jungkook melakukannya di depan Taehyung dengan ekstrim.
"HEICHOU AWAS! TAE, KAU LIHAT ITU KAN?! HEICHOU DALAM BAHAYA!" Tubuh Taehyung disentakkan oleh Jungkook yang menggoyang-goyangkan lengannya brutal.
"Tenang saja dia tak akan mati, tokoh utama tak mungkin mati di awal." Taehyung menjawab kalem, entah sudah yang keberapa kalinya.
"Tapi jaraknya sudah dekat sekali.. Astaga dia terbang! Tae, bukankah dia keren?!"
Dan rasanya Kim Taehyung ingin bunuh diri saja.
Dia cemburu berat.
Habis mana pernah sih Jungkook mengaguminya terang-terangan dan menatapnya dengan wajah sumringah serta sorot bersinar penuh pemujaan begitu? Meski memunculkan sifat tsuderenya sangat mudah, kapan Jungkook pernah dibuat fangirlingan di tempat oleh Taehyung?
Bahkan gara-gara karakter favoritnya itu Jungkook tanpa sadar jadi mengabaikan Taehyung. Dia membiarkan saja bibir dan tangan terkutuk kekasih mesumnya itu menjalar kemana-mana. Taehyung kan sedih. Terakhir kali dia mencoba menggelitik Jungkook untuk mendapatkan perhatiannya ia malah mendapatkan hadiah sikutan keras pada perutnya.
Mau diberhentikan paksa juga salah. Melarang seorang otaku menonton anime adalah kejahatan terbesar yang tak termaafkan di dunia perotakuan, dan Kim Taehyung belum ingin mati muda karena masih banyak hal yang ingin dia lakukan untuk mengisengi kekasih tsunderenya.
"Mau kemana?" Jungkook bertanya ketika Taehyung yang sudah tak tahan lagi bangkit dari kursi.
"Tidur. Jangan takut ya sendirian di sini." Taehyung sengaja berbohong. Dia mengharapkan setidaknya Jungkook akan ketakutan dan menahannya agar tidak pergi.
"Oh. Ya sudah, selamat istirahat." Jungkook mengalihkan perhatiannya lagi pada layar komputer.
Ternyata Taehyung salah.
Dia hanya bisa melangkah terseok menuju kamar kemudian menggulung diri baper dalam selimut Hatsune Miku, bertanya-tanya dalam hati.
Mana mungkin Kim Taehyung yang tiga dimensi, tampan, tinggi, dan jago main basket ini kalah oleh karakter dua dimensi yang bantet, bersifat luar biasa ketus dan menyebalkan? Apakah Taehyung harus jago berpedang dulu dan terbang di angkasa untuk membuat agar dapat membuat Jungkook terpesona?
Tepat saat Taehyung menggigiti ngenes selimutnya, pintu kamar menjeblak terbuka.
"Tae, kau bangun?" Suara merdu penyejuk jiwa favorit Kim Taehyung mengudara, dan si lelaki berambut oranye cepat-cepat menggulung diri dalam selimut, pura-pura tidur.
"Hei, aku lapar." Sisi ranjangnya berderit karena beban, Taehyung tahu kekasihnya sedang menaiki ranjang sekarang.
Hening, Taehyung malas menjawab.
"Senpai aku lapar." Ulang Jungkook, kali ini menggoyang tubuh si lelaki berambut oranye.
Taehyung masih ngambek.
"Ta-Taehyung-oppa, aku lapar."
Sialan.
Taehyung tahu dari suaranya yang bergetar kekasihnya pasti sekarang sedang menahan malu mati-matian dengan wajah merah padam. Ah, Taehyung ingin keluar dari selimut dan melihatnya.
Tapi nanti tidak jadi ngambek dong?
"Masak saja sendiri, bahan lengkap di lemari es." Taehyung membuka suara ngenes.
"Kau lupa aku tidak bisa masak?"
"Masak saja dengan heichou." Kode keras. Sayangnya Jungkook tidak peka.
"Apa-apaan senpai absurd?"
Hening.
Taehyung tertawa puas tanpa suara di balik selimut merasakan ranjang berderit lagi. Saat ini pasti Jungkook sedang menekuk bibirnya.
"Ya sudah. Jangan kaget ketika kau terbangun besok pagi dan mendapati dapurmu meledak!"
Taehyung menyerah, keluar dari selimut. Di hadapannya Jungkook sedang tersenyum manis tanpa dosa sambil menyodorkan apron hitam padanya.
Terlalu menggemaskan, jadi tidak tega marah lagi.
Ya sudah.
Tanpa berkata-kata Taehyung memakai apron itu dan menuju ke dapur untuk memasak di ekori oleh Jungkook di belakangnya.
Kali ini saja Taehyung mengalah. Diam-diam otaknya kini tengah menyusun sebuah ide nista untuk menghajar kelincinya malam ini dan membuktikan kalau makhluk tiga dimensi sepertinya jauh lebih hebat serta panas dibandingkan yang dua dimensi.
-SEKUEL 3 END-
OP Anime: Shingeki no Kyojin, Guren no Yumiya by Linked Horizon
Heichou: Kapten, panggilan untuk karakter bernama Levi dalam seri Shingeki no Kyojin
A/N:
Haha update sekuel :") maaf ya kalau lama, seminggu ini kebetulan full untuk uts. Rindu vkook dan fangirlingan. Usul pembaca kemarin keren-keren! Bayanginnya bikin fangirlingan sendiri. Terimakasih ya, saya jadi pengen nulis semuanya hehe..
Sampai jumpa di sekuel berikutnya~
