Hermione memundurkan langkahnya, usai melihat 'adegan' Ron berciuman dengan Lavender, ia benar – benar merasa sakit, hatinya seperti tercabik, ini jauh lebih menyakitkan daripada ia harus bertengkar dengan Ron dan Harry sewaktu tahun ketiganya.

Hermione menjauhi kerumunan, ia memanjat dari lukisan Nyonya Gemuk, dan berlari menuju ruang kelas yang sekarang kosong, ia tidak perduli, jika Filch, Mrs. Norris, Snape atau McGonagall sekalipun yang menemukannya disini. Ia hanya perlu menenangkan pikirannya.

Hermione menyihir burung – burung yang bisa mengikuti perintahnya, ia memutar – mutar burung itu di depan matanya.

" Hermione… "Panggil Harry yang tiba – tiba masuk ke sana.

" Oh, halo Harry ". "Aku sedang berlatih"

Tiba – tiba Ron bersama Lavender yang sedang bergelayut manja di lengan Ron, masuk ke ruangan itu, cekikikan Lavender terdengar membahana di ruangan itu.

" Uuuppss "Seru Lavender. "Sepertinya ruangan ini sudah ditempati, kita pergi saja Won – won "

Ron tak bereaksi, matanya tertuju kea rah Hermione, ia ingin menanyakan kenapa Hermione tak ada di pesta kemenangan Gryffindor, dan malah berduaan dengan Harry di ruangan kosong. Tapi ia segera mengurungkan niatnya, ketika melihat tatapan sinis Hermione.

" Pergi Ron, Lavender membutuhkanmu "Ketus Hermione

" Hermione "

" Oppugno "Burung – burung kecil sihiran Hermione meluncur terbang seperti peluru kea rah Ron, dan sebisa mungkin Ron menghindar, burung kucil itu tertancap di dinding. Lalu Ron keluar ruangan itu.

Hermione terduduk lemas di tangga, ia menangis, tangisannya menggema di setiap sudut ruangan. Dengan rasa simpatik seorang sahabat, Harry duduk di samping Hermione.

" Apa yang kamu rasakan Harry, ketika melihat Dean bersama Ginny ? "Tanya Hermione di sela tangisannya

Harry terbengong mendengar perkataan Hermione, ia tak bisa menjawab apa – apa, tak ada seorang pun yang tahu perasaannya ! bahkan Ron sekalipun.

" Aku tau Harry. Aku melihatnya, aku melihat bagaimana kau melihat Ginny. Aku sahabatmu "

" Seperti yang kamu rasakan, Hermione "

Hermione menangis di pundak Harry.


Hermione masih enggan kembali ke common room Griffyndor ia malas jika melihat Ron bersama Lavender bermesraan, ia malas merasakan hatinya semakin perih.

" Kau sajalah yang masuk Harry "

" Kau akan kemana? "

" Aku akan ke Ruangan Prefek "

" Kau hanya akan bertemu Malfoy "

" Daripada aku harus bertemu Ron bersama Lavender ? "

" BAiklah, cepat kembali "Harry tersenyum kemudian memanjat lukisan nyonya gemuk.

Hermione berjalan menyusuri koridor sepi, ia cepat – cepat menuju Ruang Prefek, ketika melihat Flich bersama Mrs. Norris di lantai bawah.

Dan benar apa kata Harry, Malfoy disana, ia membaca sesuatu di sofa. Ia menoleh kea rah Hermione, kemudian tersenyum sinis

" DIbuang Potter dan Weasley, eh? Granger ? "Sinis MAlfoy

" DIAM MALFOY ! "Bentak Hermione

" Mereka sudah cukup pintar rupanya, untuk membuang anak terpintar di Hogwarts "MAlfoy mencibir

" Locomotor Mortis "Seru Hermione mengacungkan wand nya kea rah MAlfoy

" Stupefy "Reflek Malfoy mengeluarkan tongkatnya juga

" Expelliarmus "Seru seseorang dari ambang pintu. Wand Hermione dan Malfoy terbang ke arahnya.

" Professor "Seru Hermione dan Draco

" Duel di malam hari, detensi Malfoy dan Granger, potong lima puluh poin dari Gryffindor dan Slytherin "

" Professor McGonagall….. Tunggu ! Kau harus dengarkan…"

" Diam Granger, atau kupotong lagi angka Gryffindor ". "Kalian berdua ikut aku "