.

.

.

.


Kesenangan di Antara Dua Dunia

What's Happening Beside You—

Chapter 7 . Window

The Creation-Story © Yoshina Vanatala

VOCALOID © Yamaha Coorporation, beserta perusahaan lainnya yang berhak membuat dan memiliki mereka semua


.

.

.

.


"Cermin merupakan tempat tinggal para setan." — Cerpen Horror


.

.

.

.


Sebenarnya ini sudah lama sekali. Kejadiannya waktu aku masih tinggal di kampung. Dan aku juga tidak yakin ini bisa dibilang menyeramkan atau bagaimana. Tetapi ah sudahlah. Daripada tidak ada bahan cerita.

Kadang-kadang di saat malam hari, aku sering terlalu sibuk berkutat dengan pekerjaan sekolahku sehingga aku tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan tengah malam.

Ya, dulu aku termasuk anak yang rajin sekolah dan taat kepada tata tertib. Makanya sekarang begitu aku berada di kota, aku jadi sedikit meliar ibarat anjing yang dilepaskan dari tali rantainya. Hahaha.

Di belakang rumah lamaku, terdapat sebuah kolam yang terhubung dengan sungai kecil. Jika sedang ada waktu senggang, aku biasanya menyempatkan diri untuk memancing sesekali di sana. Yah, anggap saja membunuh waktu selagi tidak ada hal lain yang bisa kukerjakan.

Kolam itu sebenarnya tidak bisa dibilang terurus juga. Soalnya banyak rumput-rumput liar yang tinggi sih. Ada beberapa pohon kelapa liar juga yang tertanam di sana. Jadi di malam hari, kolam ini cocok dijadikan setting tempat film hantu.

Rumahku di kampung itu bermodel rumah minimalis. Jadi kalau kalian berpikir hidupku dulu nista sekali, sebenarnya tidak terlalu suram-suram amat. Orang tuaku hanya suka menyuruhku ini-itu sehingga terkadang aku menggunakan alasan "Mau mengerjakan PR dulu" supaya aku bisa sedikit bersantai di dalam kamar.

Dari pintu masuk, terdapat sebuah ruangan luas berukuran 3 x 1,5 meter yang merupakan ruang tamu. Di sebelah kanan, ada kamar orang tuaku. Kemudian di sebelah kirinya (dari pintu masuk), ada kamarku. Ruangan dapur ada di samping kiri kamar orang tuaku—ruang makan dan dapur dibuat menjadi satu. Sedangkan toilet ada di sebelah dapur.

Kolam berada di belakang rumahku. Atau lebih tepatnya di belakang kamarku. Uhm, seperti apa ya? Pokoknya, kolam itu sebenarnya lebih dekat dengan jendela kamarku.

Pernah suatu malam aku lupa menutup jendela kamar. Yah, karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sekolahku, jadi aku pun tertidur di atas tempat tidurku sendiri dan seketika lupa dengan jendela kamarku sendiri.

Jadi ketika tengah malam sekitar pukul 1 malam, aku terbangun karena udara dingin masuk melalui jendela yang terbuka. Aku bangun dengan perasaan kesal karena tidurku yang nyenyak jadi terganggu.

Aku sempat menarik tirai jendela kamarku yang menyangkut di pintu jendela. Jadi aku bisa memperhatikan apapun yang ada di alam bebas walaupun hanya sekilas.

Dan aku melihatnya.

Di pinggir kolam, ada sesuatu yang berdiri. Aku tidak tahu apa itu, tetapi ia berwarna krim. Mungkin coklat, atau mungkin malah putih. Aku tidak tahu. Aku hanya melihatnya sekilas sehingga aku tidak bisa memastikan dengan jelas apa itu.

Aku kemudian menutup pelan tirai. Dan entah setan apa yang merasukiku, aku malah membukanya kembali karena penasaran, tetapi hanya sedikit yang kubuka.

Dan sosok krim tadi sudah di dekat jendelaku. Seperti hendak masuk ke dalam kamarku.

Tiba-tiba tubuhku menegang. Mataku terbelalak. Dalam sepersekian detik, aku tidak bisa bergerak. Namun dengan cepat ketika aku merasa syarafku menguat kembali, aku langsung menutup pintu jendela dengan keras—dan untungnya tidak memecahkan kaca jendelanya—dan langsung masuk ke dalam selimut, dan tertidur.

Bisa dipastikan. Selama aku tidur, aku bermimpi aneh. Aku bermimpi bertemu dengan seorang anak perempuan—tanpa wajah.


.

.

.

.


To be Continued.

(Window Part END)


.

.

.

.


Balesan Review.

(Ada balasan 8 review. Scrolldown saja sampai ada tanda A/N, atau kalau males juga membaca A/N-nya, langsung klik kotak review. www /ngarep)


ReiyKa : Hue? Hontou ni? Saya gak pernah baca/ nonton sih. Jadi gak tau kalau Kamui dan Kamui punya dua arti nama juga .w.

"Mereka" yang dimaksud Gakupo dan Kaito itu... semacam hantu gitu. DAN FOTO TEMAN SAYA DIMANA ADA SI MANUSIA SEKSI (baca: Slenderman) ITU NUMPANG EKSIS MASIH DIA SIMPAN. Eh, pernah nyoba ya? Minta fotonya dong. /apa

Eh, gitu ya... baidewei, makasih banyak udah review. ^^


MargaretzChan : Hiee, benarkah? YA SEHARUSNYA ANDA MEMBACANYA PAS TENGAH MALAM BIAR GREGET. /nak

SHSHSHSH. SAYA JADI KEINGETAN VANAN'ICE KALAU BICARA TENTANG LEN YANG SHOTA. /capslocknak

Tapi Len dan Yuuma cuma jadi cameo alias cuma numpang lewat sementara. Jadi setelah ini berakhir, kita akan lebih fokus lagi sama Kaito, dan Gakupo.

Oke, makasih udah review. ^^


CelestyaRegalyana : Yuuma itu manusia atau bukan yaaaa? Hahaha, sudah terjawab di chapter 6 'kan? =w=

Makasih udah review. ^^


The Light of Aoi : KAMU GAK TAU KALO SAYA INI FUJO JADI SAYA SANGAT BERHATI-HATI DALAM MENGETIK FANFIKSI INI KARENA SAYA SUDAH TERLANJUR BERTEKAD AKAN MEMBUAT FANFIKSI INI BEBAS DARI YAOI TAPI NYATANYA ASDFGHJKL. /MATIKANCAPSLOCKNAK

Tapi, hints tentu saja tetap bertebaran~ Karena pada dasarnya, persahabatan itu beda tipis dengan percintaan jika dilihat pakai kacamata fujo. =w= /apa

Makasih udah review! ^^


Vierra Lucivia : Saya awalnya juga suka paranoid. Dan masih aja paranoid sampai sekarang terhadap suara bisikan, bayangan, dan wajah pucat. DX

Maunya nama lain juga. Tapi gak ada ide. Jadi, dipilihlah nama Kazeno. =w= /halah

Shshshshsh kesan pertama saya terhadap Gakupo adalah, "IIIH, INI ORANG KEREN BANGET TAPI DIA INI CEWEK ATAU COWOK SIH?" /dihajar

Hum, iyaa. Saya juga merasa detailnya kurang banget. Yang kali ini saya sudah berusaha menambahkan detail serapi mungkin. Apa kurang/ terlalu detail? =w=

Oke, makasih udah review ^^


Xinon : Aku juga nge-fans sama Yuuma... makanya sengaja pengen bikin dia jadi rada cool di sini meskipun ujung-ujungnya dia malah terkesan kaya' orang jahat gitu...

Aku kebetulan punya dua temen. Yang satunya katanya bisa "berkomunikasi" sama hantu, dan satunya lagi sering punya pengalaman sama hantu. Jadi dari dua makhluk sableng dan berani ini, aku sering mendapat cerita-cerita tentang kemistisan sekolahku. wwww

Ya. Itu ampuh. Aku juga sering gitu kalo malem. Nyalain lagu kenceng-kenceng supaya gak denger "suara-suara aneh" lainnya. =w= /apa

Oke. Chapter 5, 6, dan 7 telah tersedia! Makasih banyak udah review! ^^


anonim ganteng : GANTENG MBAHMU. /apa

WAKTU ITU AKU LAGI HAUS REVIEW, NAK. /oi

Hahah, aku pun juga sering begitu, males. =w= JADI PENGEN MASUKIN GAKUKAI BANYAK-BANYAK TAPI TAPI ASDFGHJKL /capslocknak

Hahaha, aku memang memakai sekolah kita sebagai setting karena kaya'nya suasananya juga lumayan cocok. =w=

Sip! Update 3 chap sekaligus! Makasih udah review! ^^


TrueNaturePJ : AYO TOS *tos*

Nyahaha, GakuKai shipper juga ternyata XD Tapi maaf ya, di sini mereka berdua hanya sekedar sahabat. Gak lebih. =w=

Ini sudah update. Makasih udah review! ^^


A/N : TINGTONG. Banyak yang mengira Yuuma di sini bakal jadi hantu. TAPI KALIAN SEMUA SALAH. AHAHAHAHAHAH. /dibakar

Banyak yang bilang, fanfiksi ini alurnya gak sama seperti fanfiksi GakuKai kebanyakan. Yaitu, gak ada unsur yaoi sama sekali. Saya berencana untuk membuat fanfiksi ini hanya sekedar best friend forever. Jadi gak bakal ada adegan yaoi ataupun sejenisnya. Tetapi hints tentu saja tetap bertebaran, karena mereka bersahabat, jadi gomen. =w= /halah

Dan pada akhirnya, saya terlalu menghayati cerita ini sehingga kisah sekolah ini harus berakhir dalam 3 chapter. Maaf, maaf banget bagi yang mungkin masih merasa aneh karena kemunculan Len dan Yuuma yang tiba-tiba di chapter sebelumnya. Maaf juga update-nya lama banget. Sebagai permintaan maaf, langsung update 3 chapter deh ya.

Setelah update 3 chapter ini, saya gak yakin bisa update fanfiksi ini lagi dengan cepat. Bakal update sih, tapi entah kapan. Jadi jangan kecewa ya, kalau saya gak cepat update chapter 8-nya. ^^ /dibakarlagi

Jadi, terimakasih banyaaaaaak sudah meluangkan waktu untuk membaca fanfiksi ini. Apalagi yang udah capek-capek ngasih review panjang-panjang. Duh, gak nyangka bakal ada yang tertarik dengan perkembangan ceritanya. =w=

Oke, kepanjangan bacot. Sekarang, saya boleh minta review 'kan? /blinkblinklagi