.
.
.
.
Kesenangan di Antara Dua Dunia
—What's Happening Beside You—
Chapter 13 . Never True Story?
The Creation-Story © Yoshina Vanatala
VOCALOID © Yamaha Coorporation, beserta perusahaan lainnya yang berhak membuat dan memiliki mereka semua
.
.
.
.
Terkadang apa yang kita rasakan adalah hal yang sebenarnya tidak pernah nyata.
Mungkin itu hanya halusinasi, ilusi, khayalan, atau mimpi. Hal yang tidak nyata kita anggap sebagai sesuatu yang pernah terjadi. Imajinasi itu termasuk dalam khayalan.
Kita bisa mengalaminya di keadaan tertentu. Entah itu pada saat kita sadar maupun tidak.
Aku pernah berhalusinasi, dari pagi hingga malam. Berturut-turut. Mungkin ini hanya karena aku yang terlalu berlebihan tapi ini memang pernah terjadi padaku. Dan ini adalah sesuatu yang kuharapkan tidak terjadi padaku lagi nanti.
Sekitaran pukul 6 pagi, aku bangun dengan mata yang terasa berat karena tadi malam aku begadang mengerjakan tugas kuliahku. Masih dengan setengah sadar, pandanganku memutar ke sekeliling kamar.
Tunggu, sepertinya aku melihat sesuatu yang aneh di jendela kamarku. Kupikir aku melihat seseorang tergantung di sana.
Aku melihat jendela kamar sekali lagi untuk memastikan. Tapi ternyata itu hanya halusinasiku.
Aku merasa agak merinding, jadi aku cepat-cepat bangkit dari tempat tidur. Beranjak keluar dari kamar.
"Kak, hari ini aku yang masak ya?" Aku mendengar suara Akaito dari dapur.
"Iya," jawabku singkat. Aku segera mandi, dan berganti baju. Setelahnya aku berjalan ke ruang tengah. Ya, karena kami makan di ruang tengah yang merangkap jadi ruang makan.
Namun sebelum sampai di sana, aku melewati cermin yang tergantung di dinding dekat kamar mandi. Dari cermin itu, aku bisa melihat dapur dari arah samping—dan berarti aku bisa melihat Akaito yang sedang memasak.
Aku terbelalak melihat apa yang ada di cermin itu. Akaito terlihat tidak berwajah. Maksudku, mata dan hidungnya seperti tidak terlihat.
Cepat-cepat, aku menoleh ke belakang. Di dunia nyata, aku melihat Akaito masih memiliki wajah. Mata dan hidungnya ada. Poni rambutnya disingkap ke belakang dan ditahan dengan penjepit rambut. Dan kemudian aku melihat lagi ke cermin.
Aneh. Di cermin, aku melihat Akaito juga berwajah. Apa tadi aku salah lihat saja ya?
"Kak, kenapa celingukan melihatku seperti itu?" Akaito terdengar heran. Tapi aku hanya menggeleng dan berkata tidak ada apa-apa.
Lalu aku duduk di atas bantal duduk di ruang tengah. Tidak lama aku menunggu, Akaito sudah membawa masakannya ke meja bundar ini. Aku melihat makanan yang dibawanya adalah mie kuah.
"Aku hanya bisa masak itu," Akaito bergumam sambil menyeringai tanpa dosa. Aku hanya menghela napas dan mulai hendak memakan mie tersebut.
Aku terdiam melihat sarapanku pagi ini.
Mie kuahnya berwarna merah pekat. Aku bisa melihat ada juga sesuatu seperti bola mata yang berada di antara belitan mie yang terlihat seperti usus.
"Akaito, apa yang kau masak ini?"
"Hum? Mie kuah rasa rendang dan telur rebus," Akaito menjawab santai sambil menyantap mie miliknya.
"Kenapa aku merasa mie buatanmu ini seperti kumpulan organ manusia?"
"Hah? Coba kulihat." Lalu ia menarik mangkok mie milikku dan memperhatikannya dengan seksama. "Mungkin kau hanya salah lihat, bro. Ini tetap mie dan telur."
Aku tidak menjawab dan kembali meneliti sarapanku itu. Kalau dilihat baik-baik, itu memang hanya mie dan telur rebus biasa. Mie-nya dimasak terlalu matang sehingga menjadi bengkak dan terlihat seperti usus kecil. Benda yang semula kukira bola mata itu hanyalah telur rebus yang berwarna putih kemerah-merahan karena terpengaruh oleh warna kuah mie.
Lalu aku mulai mencicipi mie tersebut dengan hati-hati. Dan aku dapat merasakan rasa tomat yang manis di lidahku.
"Ternyata kau memasukkan saus tomat di dalam mie ini," aku bergumam pelan. Dari ekor mataku, aku bisa melihat adik badungku itu nyengir.
Setelah sarapan, aku pun berangkat ke kampus dengan menaiki kereta. Karena sekarang adalah jam kerja, jadi kereta pun penuh dengan para pekerja kantoran dan anak sekolahan. Selama di perjalanan ini, aku tidak mengalami hal-hal apapun yang ganjil.
Turun dari kereta, aku memutuskan untuk jalan kaki karena kampusku dekat dengan stasiun. Sambil berjalan, aku memperhatikan pemandangan di sekitarku.
Aku terkejut mendapati ada sesuatu yang aneh di sebuah pohon dekat kampus. Awalnya kukira yang tergantung di ranting pohon itu adalah manusia.
Jadi aku pun menoleh untuk melihatnya sekali lagi. Dan seperti yang terjadi padaku tadi pagi, itu hanya halusinasiku semata karena itu ternyata adalah layang-layang yang tersangkut di antara ranting pohon.
Di dalam kelas, aku tidak begitu mendengarkan penjelasan dosen. Aku sibuk melamun dan memperhatikan apa yang ada di dalam ruangan. Ada papan tulis, meja dosen, bangku mahasiswa, dan jendela.
Sekilas aku merasa seperti melihat ada seseorang yang mengintip dari luar jendela padahal kelasku ada di lantai tiga. Jadi aku pun menyipitkan mataku untuk memperhatikan benda hitam apa itu.
Dan aku baru sadar bahwa yang kulihat itu adalah pot bunga.
"Shion Kaito-san, bisakah Anda menjelaskan apa hubungan antara jendela dengan materi yang saya jabarkan barusan kepada Anda?"
Aku tersentak dan baru sadar bahwa ternyata dosen mendapatiku sedang melamun dalam pengajarannya.
Pulang dari kuliah, senja, aku berjalan menuju apartemenku. Aku masih bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saja hari ini aku mengalami begitu banyak keganjilan yang tidak nyata, dan kemudian dari ekor mataku, aku mendapati ada sesuatu duduk menyender di dekat pagar sebuah rumah. Kukira itu mayat karena kulitnya yang pucat dan bajunya compang-camping.
Tapi sosok itu menunjukkan pergerakan. Awalnya ia menekukkan kedua kakinya, lalu membuatnya menjadi selonjoran. Lalu aku sadar bahwa itu hanya seorang pengemis.
Eh, mayat? Kau bertanya tentang mayat yang memegang tanganku di pertemuan kita yang sebelumnya itu? Oh sudahlah. Aku tidak mau membahasnya. Kau hanya harus tahu bahwa aku selamat dan anggap saja itu hanya halusinasimu semata. Mengingatnya saja membuatku jadi trauma berkunjung ke rumah sakit.
Dan mungkin kau berpikir, semua halusinasiku berakhir sampai di sini saja. Asalkan kau tahu saja, ini berlanjut sampai tengah malam.
Di tengah malam di hari yang sama, aku terbangun dari tidurku karena aku tiba-tiba ingin ke toilet. Jadi aku bangkit dari tempat tidur, berjalan melewati Akaito yang tidur di kasur lipat, dan keluar kamar.
Toilet yang merangkap kamar mandi berada di seberang kamar tidurku. Melewati ruang tengah. Jadi aku berjalan dengan keadaan setengah sadar. Bahkan setelah selesai dengan urusanku pun, aku masih sangat mengantuk.
Saat membuka pintu toilet, aku merasa seperti melihat seseorang di depan pintu. Kupikir itu Akaito. Jadi aku tidak mempedulikannya dan terus berjalan ke kamarku.
Tapi anehnya, dia malah mengikutiku.
"Sedang apa kau, Akaito?" Aku bisa mendengar suaraku seperti orang mabuk. Dan dia tetap saja diam mematung di sana. Aku tidak bisa melihat wajahnya berhubung aku tidak menyalakan lampu ruang tengah.
Entah kenapa aku mulai merasa ada yang tidak beres. Aku merasa sosok hitam yang kulihat ini bukan Akaito.
Mencoba menyingkirkan pemikiran itu, aku langsung berjalan cepat ke kamarku. Aku sempat menyerempet sosok itu tapi ia hanya bergeming. Aku pun membuka dan menutup pintu dengan keras, dan aku terkejut karena tiba-tiba aku tersandung sesuatu.
Aku jatuh menghantam pinggir tempat tidur yang berada di sebelah kasur lipat milik Akaito. Kau harus tahu itu rasanya sakit sekali.
"APA YANG KAU LAKUKAN!?" Lalu aku mendengar suara Akaito yang membentakku. Aku pun menoleh padanya yang berada di kasur lipatnya sendiri. Dia memegangi kedua kakinya yang ada di balik selimut dengan ekspresi wajah meringis. Oh ternyata yang kusandung tadi adalah kakinya. "SAKIT, TAHU!"
"Kau pikir ini tidak sakit juga?" Aku menunjuk dahiku yang tadi membentur langsung pada tempat tidur. Sungguh ini sakit sekali. Dan dalam seketika, rasa kantukku langsung menghilang.
Dia hanya mendengus kesal, kemudian menarik selimutnya dan mencoba tidur kembali. Sedangkan aku mulai menyadari suatu hal yang ganjil.
Sejak kapan Akaito sudah ada di dalam kamar? Bukannya tadi dia di luar?
"Akaito," aku memanggilnya, "apa tadi kau ada keluar kamar?"
"Hah? Apa yang kau bicarakan?" Ia merespon tanpa menoleh dengan kepala yang masih tenggelam dalam bantal. "Dari jam 8 tadi, aku sama sekali tidak keluar dari sini, 'kan?"
Bohong.
"Kau yakin?"
"Untuk apa aku bohong? Sudahlah aku mau tidur, besok pagi aku ada mata kuliah."
Dia pasti bohong.
Lalu, yang aku lihat di depan toilet tadi... siapa? Tidak maksudku, itu apa?
Sejenak aku hanya duduk terdiam di atas tempat tidur. Awalnya kupikir mungkin aku hanya salah lihat karena tadi aku sedang mengantuk.
Meskipun dalam seharian ini aku mengalami peristiwa "melihat halusinasi" terus-terusan, kurasa yang kali ini sama sekali bukan halusinasiku semata. Karena tadi aku sempat menabraknya dan tubuhnya terasa nyata.
Aku jadi takut sendiri.
Dan daripada aku harus mengalami hal menyeramkan seperti tadi lagi, aku langsung memaksa diriku untuk tidur lagi meskipun aku sama sekali tidak merasa mengantuk.
Jadi satu hal yang pasti mengenai halusinasi ini; kau pasti bisa mengalami hal seperti itu, tapi hati-hati siapa tahu di antara halusinasi yang pernah kau lihat itu ternyata adalah sungguhan.
.
.
.
.
To be Continued.
.
.
.
.
Balasan Review. (11 review)
#Budi dan Rini : Anjerr. Jangan panggil pakai Om. Saya merasa aneh. /apa
Haha. Ini udah di-update. Makasih sudah RnR! ^^
#Kamui-Hime to Kazeko-Kishi : Lol. 'Kan mayatnya naksir Kaito juga. /apa
Idenya dapat darimana aja boleh. /disepak/ Kebanyakan sih cerita teman, tapi beberapa ada juga yang saya sendiri mengalaminya.
Akaito itu apaan? Dia mirip-mirip juga sama Gakupo kok, satu spesies. /emangnyahewanapa/
Njirr. GakuKai-nya dibanyakin ya? Saya gak ada niat mau bikin GakuKai jadi kaya' humu loh, sumpah. Tapi entah kenapa saya hampir gak bisa bedain mana persahabatan biasa, dan mana humu. XD /dibakar
Makasih udah RnR! ^^
#TrueNaturePJ : Untuk beberapa chapter ke depan, sepertinya Kaito hanya akan sibuk dengan kejadian-kejadian supranatural yang datang sendiri padanya. :D
Hahaha, makasih udah RnR! ^^
#kamui shion : Ini langsung update 3 chapter. Meskipun Akaito malah ikutan nyempil di mana-mana. :v
Biasalah, dari dulu pertama kali jadi author, ane ini author yang kurang bertanggung-jawab. Jadi terkadang ada aja fanfic yang ane tinggalin gitu aja. Tapi tenang, masih bakal ane pikirin terus kok sampai ane berhasil update. :D
Yah, ente telat ngusulinnya. Udah keburu diketik semua adegan Akaito-nya. :v Tapi untuk chapter 14, ane usahain Akaito gak muncul. Entah ntar dia bakal pergi ke mana. :D
Eciee, penasaran siapa gadis yang sepertinya ditaksir oleh Kaito ini. Nanti ada saatnya kok Kaito membahas hal itu. =w=
Makasih banyak udah RnR! ^^
#Guest : Yo Akaito ikut merusuh! *balastos*
Akaito muncul supaya Gakupo sama Kaito gak jadi humu. /dilempar/ Ya, emang chapter yang sebelumnya itu agak pendek. Saya kehabisan ide waktu itu. :D
Makasih udah RnR! ^^
#Zoldyck Zo : Ini udah di-update langsung 3 chapter. Makasih udah RnR! ^^
#Puella : Eciee, doki-doki. /trusapa
Haha, ini udah di-update langsung 3 chapter! Makasih udah RnR! ^^
#Seijuurou Eisha : M-preg pula. Gak pernah kepikiran sampai ke sana sih. Tapi mungkin nanti bakal coba bikin di tempat lain. :v
Hahaha, Akaito muncul cuma mau gangguin Gakupo sama Kaito supaya gak berduaan mulu. Tapi saya usahakan supaya gak terlalu muncul di antara Gakupo-Kaito, meskipun pada akhirnya dia malah jadi sering muncul. :v /payah
Makasih udah RnR! ^^
#Kagane Ayumu : Emang di mana sih letak kekerenan Gakupo? Saya penasaran, banyak yang bilang dia keren tapi sebenarnya saya gak ada maksud mau bikin dia jadi sekeren itu. /apa
Kali ini, Len muncul! Tapi cuma beberapa saat karena keburu diusir oleh temannya Yuki-chan! Mungkin nanti dia akan muncul lagi, tapi entah kapan. :D /apaan
Makasih udah RnR! ^^
#Herobrine : Ini udah di-update 3 chapter! Makasih udah RnR! ^^
#Kagawita Hitachi : Hwaaa keren. Saking kerennya, Kaito sampai gak mau ingat lagi sama kejadian itu. :D /nak
Kalau Gakupo dan Akaito itu emang beneran sejenis hantu/monster, siapa yang tahu? Saya sendiri juga gak tau loh. XD /apaan
Makasih udah RnR! ^^
.
.
.
.
A/N : Oke, saya tahu chapter ini gak ada serem-seremnya sama sekali. Malah terkesan maksa amat. :v
Mengenai kehadiran Akaito itu, maunya dibikin selang-seling. (Ex. Chapter 11, ada. Chapter 12, hilang. Chapter 13, ada. Dst.) Tapi ternyata saya kebablasan. Malah jadi gini. Maafkan saya. :v Tapi berikutnya, dia gak bakal ikutan jadi tokoh utama kok. Dia bakal saya bikin jadi hilang untuk sementara. Entah ke manakah dia akan pergi.
Mulai kemarin sampai tanggal 21 Juli, saya liburan nih. Tapi saya gak berani janji bisa bikin chapter 14, atau mungkin sama chapter 15 dan 16. Saya maunya bisa bikin sih, tapi terkadang bulan puasa ini bikin saya jadi males ngapa-ngapain. Maunya tidur-tiduran aja. /apa
Oke. Makasih atas semua dukungannya. Maaf kalau akhir-akhir ini mungkin saya udah bikin kalian jadi kecewa. Jaa! XD
15062015. WHBY13. YV
