.

.

Kesenangan di Antara Dua Dunia

What's Happening Beside You—

Chapter 24.5 . Death Forest

The Creation-Story © Yoshina Vanatala

VOCALOID © Yamaha Coorporation, beserta perusahaan lainnya yang berhak membuat dan memiliki mereka semua

.

.

Kau tahu game ini? Aku pernah mendengar Kyo bercerita tentang game ini. Ah, sebenarnya aku kurang yakin jika aku bisa memainkannya sendirian, jadi aku memutuskan untuk menonton videonya saja jika aku ingat nanti.

Nyatanya, pada saat aku dan Kamui sedang duduk bersantai di taman kampus, orang gila ini menunjukkan sesuatu padaku.

"Shion, aku tahu kau pasti penasaran dengan game ini."

"Game apa?"

"Death Forest, aku baru saja men-download-nya."

"Oh, aku tahu game itu. Aku berencana ingin menonton videonya nanti, tapi tidak kusangka kau akan memainkannya."

"Hahaha, kita sama-sama saling kebetulan! Baiklah, aku akan memainkannya. Tontonlah dan aku tidak akan menahan diri."

Menahan diri apa maksud orang ini?!

Tapi aku tidak sempat melontarkan kalimat itu saat dia segera membuka file game itu. Muncullah gambar layar yang menampakkan wajah creepy yang menjadi semacam trademark untuk game itu. Sejujurnya wajah itu tidak terlalu menyeramkan, terkesan lucu malah. Kau bisa lihat wajah itu berbentuk bulat, poni yang dipotong kerimis, tatapannya kosong, dan seringainya yang sangat lebar dengan noda merah seperti darah di sela giginya. Aku sebenarnya tidak terlalu bisa menggambarkan tampilannya, tapi silakan search google judul game yang disebutkan Kamui tadi.

"Sebenarnya game ini bercerita tentang apa?" Aku bertanya sementara dia sudah meng-klik new game dan mulai memainkannya.

"Menurut yang kubaca di artikelnya, ceritanya ini kita sedang menaiki motor melewati sebuah hutan angker. Lalu kita kehabisan bensin, dan harus mencari tiga buah kunci yang tersebar di dalam hutan agar kita bisa pulang. Kurang tahu juga apa hubunganya kunci itu dengan cara pulang kita."

"Ooh, sepertinya seru."

"Lalu, di hutan ini, selama kita mencari tiga buah kunci itu, kita tidak sendirian loh." Dia menyeringai. "Si creepy-face itu akan menghantui kita setelah kita menemukannya secara tidak sengaja."

Aku tidak menjawab lagi karena dia sudah mulai menjalankan kursornya. Keadaan hutan begitu gelap, hanya ada pencahayaan minim yang mengikuti kursor di sepanjang permainan. Awalnya Kamui hanya mengikuti jalan raya, lalu secara mendadak dia berbelok memasuki semak-semak belukar.

Dia berjalan dengan kecepatan sedang menembus kegelapan. Bagian atas pepohonan tidak terlihat saking tingginya, dan satu pohon dengan pohon lainnya ditanam di tempat yang agak berjauhan. Dia terlihat seperti mondar-mandir di tempat yang sama, tapi akhirnya dia menemukan sebuah pondok.

"Oh! Lihat, ada rumah!"

Dia mendekati pondok itu dan membuka pintunya perlahan. Aku sempat was-was karena tidak ada yang terlihat melainkan kegelapan yang pekat di jendela. Tanpa ragu, dia memasuki pondok itu. Dia berkeliling sebentar sebelum menghela napas.

"Tidak ada apa-apa. Kupikir aku bisa bertemu dengan si creepy-face di sini."

"Kau malah menunggu-nunggu hantunya keluar?!"

"Hei, ayolah! Justru itu bagian yang paling seru!"

Dia terlihat ingin berbelok, tapi tiba-tiba terdengar suara yang nyaring di dalam pondok itu.

Brak

Aku menahan napas. Apa itu?

"Oh, dia keluar!"

"Tidak, kurasa itu hanya kau yang menabrak meja itu." Soalnya selama beberapa menit dia berdiam diri, tidak ada apapun yang terjadi.

Dia pun menghela napas. "Aku sempat mengira dia keluar. Tapi kalau dia keluar secepat itu, rasanya game ini tidak akan seru."

Dia keluar dari pondok dan berjalan lagi. Kali ini dia berjalan melalui semak belukar dalam durasi yang lumayan lama. Aku yang mulai merasa ketakutan melihat kegelapan di sana pun mulai panik sendiri.

"Aku rasa aku tidak akan tidur malam ini."

"Hei, ini hanya game. Kau sudah sering melihat yang asli selama ini."

"Iya sih, tapi..."

Akhirnya dia keluar dari semak belukar. Sekarang keadaan benar-benar gelap dan tidak ada yang kulihat selain jalan hutan yang terlihat berpasir putih bersih. Ternyata terdapat suara jangkrik yang mengkerik di tengah hutan. Suaranya yang samar-samar sama sekali tidak membantuku merasa lebih tenang menonton orang ini memainkan game ini. Tiba-tiba dia berhenti berjalan.

"Kau dengar itu, Shion?"

"Suara orang lalu-lalang di koridor?"

"Ck, bukan itu. Suara dari game!"

Ada suara yang bergerak-gerak di tengah kegelapan. Aku tidak begitu paham bagaimana menjelaskannya, tapi sepertinya ada yang bergerak selain orang ini di sana. Kamui perlahan mulai berjalan maju dan dia menemukan sebuah pondok lagi. Pintu besinya sedikit terbuka.

"Coba tebak apa yang kupikirkan sekarang, Shion."

"Err... kau berharap kali ini bertemu hantunya?"

"Benar! Oke, aku jadi bersemangat!"

Bertolak-belakang dengan ketakutanku yang semakin memuncak seiring dengan mengalirnya waktu, dia berjalan dengan agak cepat menuju pondok itu. Dia membuka pintu lebar-lebar. Setelahnya, musik game pun berubah dan mengejutkanku, aku bahkan sempat berpikir aku tidak ingin melihat layar laptopnya pada saat itu.

Tiba-tiba wajah yang creepy itu muncul begitu saja di dalam kegelapan. Aku menahan napas. Senyuman lebar yang menampakkan gigi berdarah itu seakan berkata, "Oh, aku menemukanmu!"

Aku mengerutkan dahi karena mendadak layar sudah berpindah ke tempat lainnya. Terdapat kegelapan hutan yang menghantui di depan mata, perlahan wajah creepy itu muncul dari kejauhan. Sepertinya hantu itu mengejarnya.

Lalu si orang gila ini malah terdiam dan tidak bergerak sama sekali.

"LARI, BODOH!" Tanpa sadar aku meneriakinya. Dia malah terkekeh pelan.

"Kau mau aku melakukannya? Lihat, dia sudah sangat dekat dengan kita. Tidak perlu lari lagi."

"AKU TIDAK MAU TAHU, KAU HARUS LARI!" Merasa bahwa dia tidak akan melakukannya, aku mengambil alih laptopnya. Aku kebingungan apa yang harus kutekan untuk lari.

"Tekan ini untuk berbalik, ini untuk berjalan ke depan. Ini berbelok."

Aku langsung bergerak begitu mendengar instruksinya. Aku berbalik dan berusaha berlari secepat yang kubisa. Akhirnya aku melihat ada sebuah rumah, pintunya terbuka. Ada seseorang di dalam sana, sepertinya itu manusia. Dia membungkuk seolah menyambutku masuk. Mungkin ini semacam penginapan atau apapun itu.

Aku menoleh ke belakang untuk melihat hantu itu dan ternyata dia sudah sangat dekat. Sangat, dekat. Wajahnya yang bulat itu tersenyum padaku, seolah mengatakan, "I WANNA EAT UR BRAIN, DUDE."

WHAT THE HELL.

Kalau bisa, aku mungkin sudah menjerit-jerit dari tadi. Tapi aku masih sadar diri, ini kampus. Bukan hutan belantara.

Lalu layar pun langsung berubah. Menampakkan sebuah selebaran yang ditempel di dinding, ada tulisan game over atau sejenis itu (aku tidak memperhatikannya, aku terlalu terkejut dengan yang barusan), dan terdengar suara jeritan seseorang di dalam game tersebut.

Game berakhir sampai di situ.

Aku masih menahan napas sementara orang ini hanya diam. Lalu dia berucap, "Hah, cukup mengejutkan. Tapi tidak terlalu menyeramkan. Kita bahkan tidak sempat menemukan satupun kunci."

"Itu memang tidak menyeramkan, tapi lumayan mengagetkan. Aku tidak tahu wajah aneh itu bisa segitu creepy-nya."

"Tapi kurang seru. Ah, aku tahu game horror lainnya. Mungkin bisa ku-download sekarang."

Dan begitulah dia menghabiskan harinya di sini. Aku tahu yang kuceritakan tadi tidak begitu seram, tapi aku hanya ingin menceritakan pengalamanku. Mungkin aku bisa bercerita tentang game horror lainnya nanti... tentu saja setidaknya bukan aku yang memainkannya.

.

.

to be continued.

(Kalau kalian penakut seperti saya, tolong jangan search google "Death Forest Game" pas malam-malam gini. Saya serius.)

.

.

Balasan Review (yang panjang). (7 reviews)

Mhion Michaelis : HAAAAAAAI MAAP BARU AJA APDET, INI AJA LANGSUNG ANE CEPET-CEPET KETIK SEMPETIN MALAM TAHUN BARU /trusapa/ Yah, karena kejadian ini-itu, ane baru bisa apdet. Tapi tenang aja, gak bakal berhenti sampai tamat kok. www

Sistem eliminasi? Mungkin yaa, tapi liat aja kelanjutannya. Soalnya ane pengen nyiksa Kaito sesadis mungkin, jadi nyiksanya secara perlahan dan langsung ngena ke mental. Biar lebih greget. www /apaansi/ Nantikan terus kelanjutannya yah!

Terima kasih udah membaca dan memberikan review-nya! ^^

macaroon waffle : YAY AKHIRNYA APDET :''') Saya sendiri juga nunggu-nunggu ini apdet loh. /apa/ Kali ini setelah saya mendepak Akaito untuk sementara waktu, Kamui pun muncul lagi! XD

Yah, ditega-tegain aja dong. Soalnya akhir-akhir ini saya lagi tertarik sama bunuh-membunuh gitu... (baru-baru ini lagi seneng main Yandere Simulator) Bwahahah, mumpung saya juga nge-ship AkaitoKaito, jadi saya selajurin aja XD /udahthor

Terima kasih udah membaca dan memberikan review-nya! ^^

Furika Himayuki : Pas malamnya setelah saya ngetik bagian itu, saya jadi beneran ngebayangin ada Boogeyman mengendap-endap ke kamar saya... :v /apaansi

Terima kasih udah membaca dan memberikan review-nya! ^^

amethys : Miku ya? Hmm, bisa jadi, tapi mungkin bisa juga para M lainnya. www Oh urban legend yang itu! Mungkin bakal saya tampilin juga, tapi gak janji, soalnya saya malah jadi sering kebayang kalo di toilet saya bakal ada makhluk kaya' gitu juga meskipun itu gak mungkin terjadi wwww /thor

Terima kasih udah membaca dan memberikan review-nya! ^^

S Falcon : Terima kasih karena udah nganggep fanfic ini keren, saya tersanjung. www /halah/ Bakal saya usahain untuk apdet secepat yang saya bisa! :''') Melayang? Berwarna putih kah? /sudahthor/

Terima kasih udah membaca dan memberikan review-nya! ^^

Laucius : Yay! Selamat datang kembali di dunia kegilaan Kaito! /apaansih/ Wah, berarti udah lama banget ya, terima kasih karena masih ingat dengan fanfic gaje ini. www

Penggambaran saya udah spot-on dan memang bikin tegang itu, karena terkadang saya bercerita sambil membayangkan bahwa saya yang mengalaminya (meski gak semuanya pernah saya alami), berhubung kepribadian Kaito memang sengaja saya bikin semirip mungkin dengan kepribadian saya... perbedaannya yah, saya gak seberani Kaito sampai mau ngikut Gakupo keliling berburu hantu. www Oh, kalimat "gaul" itu sebenarnya saya terinspirasi dari novelis Lexie Xu. Dia juga memakai sudut pandang orang pertama untuk menyampaikan cerita horror-nya, meski di dialognya masih memakai bahasa "gaul". Saya pengen agak mirip kaya' gitu juga, jadi saya cobain dan adakalanya dialog "gaul" yang saya pakai itu rasanya agak kurang nyambung, biasanya baru nyadar pas udah di-publish. :v

Saya berencana pengen munculin mereka berdua lagi (Yuuma dan Leon) di chapter depan, karena saya pengen bikin "pesta gila-gilaan" yang melibatkan banyak orang nantinya. Mungkin ada tokoh lainnya yang saya gak inget namanya bakal ikut muncul juga, tapi gak tau ya. Saya masih belum yakin ._. Dan darah siapakah yang ada di tangan Kaito itu? Nantikan penjelasannya di chapter terakhir! www

Saya sendiri gak menyangka bisa mempertahankan fanfic ini sampai lebih dari 2 tahun. Dan ini fanfic terlama yang pernah saya buat, semoga saya sehat walafiat aja supaya bisa ngelanjutin fanfic ini sampai tamat! :''''')

Terima kasih udah membaca, dan juga review panjangnya! Tenang aja, saya seneng kok membaca review panjang! ^^

Xinon : Yay! Terima kasih karena masih ingat dengan fanfic nista ini! www

Ciee, mereka emang makin mesra, semoga aja mereka masih tetep mesra sampai chapter-chapter berikutnya. www /apa/ Bwahahah, karena akhir-akhir ini saya terus bergulat di dunia lain, jadi saya pikir lama-kelamaan saya bakal jadi serem juga. /apaansi/

Happy New Year juga! Hmm, apakah ortu Kaito-Akaito juga punya indera keenam? Saya sebenarnya gak pernah kepikir sampai situ, tapi mungkin nanti akan saya jelaskan melalui Kaito di chapter terakhir... Oh, side story buat Akaito? Hmm, boleh juga tuh. Bakal saya pertimbangkan. :''')

Apakah si M adalah Miku? Kita lihat di akhir cerita! ww /thor/ Mas G dan Mas K? Kok saya bacanya malah merasa lucu sendiri, hahaha. wwwww KaitoMiku emang rasanya agak pasaran yah, tapi seperti yang sering saya katakan, nantikan di akhir cerita! w /udahthor

Terima kasih udah membaca dan memberikan review-nya! ^^

.

.

A/N (Ini saya sekalian curhat, jadi tolong persiapkan obat mata untuk kalian jaga-jaga, siapa tau ada yang matanya iritasi. /halah) :

Ehem. Jadi, terakhir kali saya apdet adalah sekitar 5 bulan yang lalu, lebih tepatnya pada bulan Juli. Banyak kejadian ini-itu yang membuat saya sering "lupa" sama fanfic yang satu ini. Tapi tenang aja, saya gak keluyuran dengan sia-sia kok. Saya sekalian cari referensi cerita hantu juga, dan baru sadar bahwa Creepypasta itu BENAR-BENAR KEREN (saya jadi suka sama Eyeless Jack, demi apa). Trus saya ketemu sama akun seorang youtuber yang bernama POiiSED. Ituloh, youtuber nista yang seneng banget main game horror, tapi sebenarnya dia itu penakut dan gampang tereak-tereak dengan epic-nya kalo kaget ngeliat hantu. Pas pertama kali nonton dia main Grave, saya langsung mikir, "Ooh, dia itu seperti perpaduan antara sifat penakut Kaito dan kenekatan Gakupo!" /udahthor

Trus karena saya sekarang udah kelas 12, jadi saya gak janji bisa apdet lagi sampai UN nanti. Apa ini artinya discontinued? Tentu saja bukan, dan saya gak pernah berniat mau meng-discontinued proyek besar (?) pertama saya ini. Jadi apakah ini bisa dibilang hiatus? Mungkin. Ya, saya hiatus bukan karena saya mau fokus belajar buat ujian atau omong kosong sejenis itu (berhubung seumur hidup, saya gak pernah benar-benar belajar dengan serius kecuali pada saat belajar di sekolah), tapi biasanya karena energi udah keburu terkuras buat mengerjakan ujian bullshit, jadi tiba-tiba hati cuma kepengen dibawa main game, menikmati fanservice dari beberapa OTP baru saya, dan hal-hal gak berguna lainnya. Yah, saya bilang ini cuma buat jaga-jaga, siapa tau nanti saya ngilangnya lebih lama lagi daripada 5 bulan yang lalu. wwww

Tapi tenang, ini bukan akhir dari segalanya. Saya akan kembali nanti, entah kapan. Bakalan tetep saya apdet sampai WHBY tamat kok... dan udah hampir 3 tahun WHBY berjalan! Terima kasih atas dukungan kalian selama ini!

Baiklah, terima kasih sudah membaca! (Btw, Happy New Year 2017, minna! Selamat ber-horror ria! www)

.

.

31122016. WHBY24,5. YV