Destiny

.

.

.

Kim Seok Jin

Jung Ho Seok

Kim Nam Joon

Min YoonGi

Park Ji Min

Kim TaeHyung

Jeon Jungkook

.

.

2Seok/Namjin

.

.

Warning: Boy x Boy, BL, Yaoi, Typo , cerita ngaur,bahasa tidak sesuai EYD,judul tidak sesuai dengan cerita,

Cerita amburadul dan dapat menyebabkan anda pusing setelah membacanya.

.

Genre : Frienship,brothership

.

Rate : T

.

.

Happy Reading~

Tidak terasa sudah mendekati ujian akhir sekolah, padahal Seokji rasa baru saja dia kembali kekorea dan menempati sekolahnya yang baru dan sekarang dia sudah ujian akhir? Wah benar-benar tidak terasa, pikir Seokjin

"Tidak terasa ya Hosiki, bahkan aku merasa bahwa aku baru saja pindah kesekolah ini" ucap Seokjin memulai percakapan

"Hmm aku pikir juga begitu" jawab Hoseok

"Ngomong-ngomong dimana Taehyung? Tumben dia tidak kumpul bareng kita?" tanya Jin lagi

"Kau lupakah, Jinie?"

"Apa?"

" Haisshh... bukanya sialien itu sedang melakukan rutinitasnya selama hampir 4 bulan ini ya? Mengejar Hobae kita Jeon jungkook?" jelas Hoseok

"Ah! Jinjja. Aku benar-benar lupa tadi. Ngomong-ngomong apa anak itu ada kemajuan?" tanya Seokjin

" kalu itu, aku dengar-dengar sih sudah?"

"Ah benarkah?"

"Hmm" mereka sungguh bukannya merasa terabaikan oleh salah satu sahabatnya mereka malah menggosipkan Taehyung dari belakang. Beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk mengambil makanan dan duduk kembali masih dengan topik pembicaraan yang sama 'Kim Taehyung'

"Ah... aku harap dia berhasil" ucap Jin

"Ne, semoga aku juga" gumam Hoseok

"Eoh? Kau bilang apa?" tanya Seokjin

"Aniyo! Jinie, bagaimana kalu kita lomba saja? Siapa yang lambat menghabiskan makan siangnya akan mentraktir yang kalah siang ini di Lotte World, Eotte?" ucap Hoseok

"Boleh juga, tapi kalau kau kalah kau harus menepatinya, ok!"

"Kita lihat saja, siapa yang akan kalah" ucap Hoseok dan merekapun mulai memakan makan siang mereka

.

.

.

14.00 KST

" Jinie-ah, kenapa kau memekan eskrimnya manyak sekali" gerutu Hoseok karena Seokjin tak henti-hentinya memakan eskrim

"Ayolah Hosiki, aku hanya memanfaatkannya selagi masih di bayari hehehe" ucap Seokjin kearah Sahabatnya itu

"Aiisshh kau ini" kesal Hoseok tapi dia tersenyum setelahnya karena melihat Seokjin yang sangat lahab dan sedikit berlepotan

"Ya, makannya pelan-pelan saja" ucapnya

Setelah puas makan eskrim bahkan sangat puas, Seokjin mengajak Hoseok untuk menikmati wahana yang ada di Lotte World tersebut. Hingga akhirnya hari sudah semakin sore

Kidiaman Min

"Gumawo, Hosiki atas traktirannya hehehe"

"Eoh, Cheoma dan gumawo kau sudah membuat dompetku kering"

"Hahahah... aku tidak percaya itu"

"Masuklah" ucap Hoseok

"Eww... kau seperti berkata pada Yeojachinggumu saja? Kkkk... aku bercanda. Tidak mau singgah dulu?" tanya Seokjin akhirnya

"Tidak hari sudah Senja" tolak Hoseok

"Baiklah, gumawo dan hati-hati"

"Hmm, bye" ucap Hoseok lalu mulai membawa mobilnya beranjak dari halaman keluarga Min

Seokjinpun berbalik seelah memastikan mobil Hoseok sudah pergi dan masuk kedalam rumah.

.

In School

Hari ini Hoseok dan Seokjin dibuat bingung oleh tingkah Taehyung yang senyam-senyum sendiri sedaari tadi

"Kau kenapa, Tae?" setelah beberapa menit akhirnya Hoseok berinisiatif untuk bertanya kepada Taehyung

"Ha? Kau pasti tidak akan percaya hyung" jawab Taehyung

"Percaya apa?" tanya Seokjin

"Dia menerimaku hyung" jawab Taehyung semangat

"Ha? Dia? Maksudmu Jeon Jungkook?" tanya Jin lagi

"Iya hyung, haahh... aku sangat senang sekarang" gumam taehyung dengan senyum yang tak lepas-lepas dari wajahnya, sedang dua orang sahabatnya itu hanya dapat memandangnya aneh

"Oh... begitu. Btw cukkae" ucap Hoseok ragu

"Taehyung, hyung!" panggil seeorang. Kepal Taehyung yang tadinya tertumpu di tangannya langsung tegak mendengar suara tersebut dan langsung melihat kearah asal suara

"Kookie? Aku permisi dulu ya hyung-hyungku" ucapnya lalu langsung pergi bersama Jungkook meninggalkan dua namja ini yang menjatuhkan dagu mereka seketika

.

.

.

Ujian berlangsung dengan baik hanya tinggal menunggu hasilnya apakah mereka berhasil dan lulus atau sebaliknya

"Hoseok-ah, kalu lulus kau ingin lanjut kemana?" ucap Seokjin lagil- lagi mereka hanya berdua tanpa Taehyung yang sibuk dengan Namjachinggunya

"Aku, tentu sja ke Universitas" jawab Hoseok

"Maksudku, kau akan kuliah di korea atau diluar, bodoh" kesal Seokjin

"Hehehe... sepertinya tetap didalam negri saja dan kau? Apa akan kembali ke AS?" tanya Hosek

"Entalah tapi mungkin tidak, aku mungkin akan tetap disini saja" ucapnya dengan senyum manisnya. Hoseokpun tersenyum mendengarnya

'Jinnie-ah, pada hari kelulusan nanti ada kejutan untukmu' batin Hoseok

'Semoga kau suka dan menerimanya' lanjutnya membatin

.

.

.

Hari kelulusan

Semua siswa dan siswi melihat kepapan pengumuman kelulusan dan wajah mereka ada ysng sangat senag ada juga yang terlihat kecewa dalam rombongan itu 3 orang sahabat itu juga turut serta berdesak-desak demi melihat nama mereka

"Yey!" teriak ketiganya saat mengetahui nama mereka terdaftar dipapan pengumuman kelulusan, lalu Taehyung berlari kaerah Jungkook dan memeluknya saking gembiranya dia sedang dua sahabatnya yang lain masih lompat-lompat tak jelas -_-

"Seokjin-ah, ada yang ingin ku katakan" ucap Hoseok ragu saat mereka tengah duduk dibawah sebuah pohon ditaman sekolah

"Emm.. apa itu?" tanya Seokjin

"Begini, Sebenarnya... aku.. ak—aku.."

"Sebenarnya aku apa, Hoseok? Kenapa kau jadi gagab?" tanya Seokjin

"Ah, begi Seokjin-ah.." ucap Hoseok lalu berdiri dan mengubah arahnya menjadi berdiri lalu bertekuk lutut didepan Seokjin. Mata Seokjin membulat malihatnya

"Apa yang kau lakukan Hoseok?" tanyanya

"Seokjin-ah maukahkau manjadi NamjaChingguku?" ucap Hoseok

"Nde?" jawab Seokjin dengan mata yang membulat

.

.

.

Kediaman Min

"Eomma! Appa! Coba lihat siapa yang aku bawa" teriak Seokjin

"Masuklah"

"Ada apa Jinnie-ah?" tanya Jimin

"Eomma, dimana appa?" ucap Seokjin

"Oh, dia ada dibelakang dia akan datang sebentar lagi" jawabnya

"Ooh.. kalau begitu aku kekamar dulu sebentar"

"Baiklah"

Setelah Seokjin pergi kekamar

"Kau temannya Seokjin?" tanya Jimin

"Ne" jawab Hoseok

"Dududklah, aku akan panggilkan appa Seokji dan ambilkan cemilan"

"Ne, Ghamsahamnida" jawab Hoseok lalu Jiminpun berlalu pergi

"Ada apa ini?" seorang namja pucat keluar dari entah sudut mana rumah

"Oh, anyyeong hamsamika, Jung Hoseok imnida" ucap Hoseok sambil membungkukkan badannya memberi hormat kepada sosok tersebut

"duduklah. Aku Min Yoongi Ayah Kim Seokjin dan yang tadi istriku" ucap Yoongi. Hoseok bingung mendengarnya

'kenapa marga Seokjin Kim?' batinnya

'ah.. mungkin dia memakai marga ibunya' pemikiran bodoh Hoseok

Jimin datang dan menyiapkan cemilan dan minuman untuk mereka

"silakan diminum" ucapnya sambil tersenyum

"Ah, Ne Ghamsahamnida" ucap Hoseok canggunga

"Aku Park Jimin atau Min Jimin?" ucapnya memberi jeda dan melihat kearah suaminya

".. Ibu Seokjin"

"Ha?" kata-kata itu tiba-tiba saja lolos dari mulut Hoseok

"Ah, Cheongseohamnida" ucapnya lagi

"Gwaencanayo, aku mengerti kau pasti bingung darimana datangnya marga Kim pada Seokjinkan? Aku akn menceritakannya padamu. Kau Namjachinggunya Seokjinkan" tebak Yoongi lagi

"Ne? Bagaimana anda..."

"Seokjin tidak akan membawa teman biasanya kerumah dengan teriak seperti tadi" jawab Yoongi memotong kata-kata Hoseok

"Baiklah apa kau ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya?"

Flash back

13 years ago

Seokjin kecil tengah asik bermain ketika orang tuanya tiba-tiba mengendongnya dan membawanya kerumah pamannya

"Ada apa noona?" tanya Yoongi

"Aku dan suamiku ada urusan bisnis mendadak di London, bisakah kau menjaga Seokjin hingga kami kembali? Bisakan Jimin?" tanya Noona Yoongi

"Baiklah, Noona" jawab Jimin

"Baiklah, tolong jaga dia baik-baik ne"

"Tapi kenapa noona terlihat sangat buru-buru?" tanya Yoongi

"Tiketnya sudah kami pesan dan pesawatnya berangkat jam 21.00 malam, dan sekarang sudah pukul 20.30 Yoon. Jarak bandara dari rumah noona bukanlah dekat. Ok, Jinnie jangan nakal ya? Eomma dan appa akan segera kembali" ucapnya kepada Seokjin

"Ne! Eomma dan appa jangan pelgi lama-lama ya" ucapnya

"Ne, chagya. Eomma pergi dulu ne, aku pergi dulu" pamitnya

.

.

Yoongi POV

Esoknya terdapat berita tentang keelakaan lalulintas yang menewaskan ayah dan ibu Seokjin. Seokjin kecilpun diasuh oleh pamannya dan diangkat menjadi anak tunggal dari keluarga Min. Tapi, Yoongi tidak memaksa Seokjin untuk mengubah marganya menjadi Min oleh karena itu Seokjin tetap memakai nama keluarga kandungnya.

Pada saat usianya 11 tahun Neneknya meminta Seokjin untuk tinggal bersamanya Di Amerika dan Seokjinpun melanjutkan pendidikannya disana.

Namun setelah bertahun- tahun kami tetap tidak memiliki keturunan Sehingga Seokjinlah satu-satunya penerus keluar ini dan keluarga Ayahnya kandungnya

Flash Back End

"Apa kau Tahu? Awalnya dia tidak mau memanggilku appa. Dia tetap memanggilku paman, hingga pada saat dia pulang dari Amerika akhirnya dia memanggilku appa" ucap Yoongi lagi. Hoseok sungguh terharu mendengar cerita Yoongi nasibnya hampir sama denga Seokjin tapi dia lebih beruntung, appanya kandungnya masih ada bersamanya

.

.

.

Tbc

.

.

.

Akhirnya Chapter tiga up juga

Happy New Year 2017 All...

Maafkan atas cerita yang semakin amburadul #bow

.

.

Ghamsahaamnida