Destiny
.
.
.
Kim Seok Jin
Jung Ho Seok
Kim Nam Joon
Min YoonGi
Park Ji Min
Kim TaeHyung
Jeon Jungkook
.
.
2Seok/Namjin
.
.
Warning: Boy x Boy, Typo , cerita ngaur,bahasa tidak sesuai EYD,judul tidak sesuai dengan cerita, Alur cepat
Cerita amburadul dan dapat menyebabkan anda pusing setelah membacanya.
.
Genre : Yaoi, BL, Frienship,brothership
.
Rate : T
.
.
"Apa kau Tahu? Awalnya dia tidak mau memanggilku appa. Dia tetap memanggilku paman, hingga pada saat dia pulang dari Amerika akhirnya dia memanggilku appa" ucap Yoongi lagi. Hoseok sungguh terharu mendengar cerita Yoongi nasibnya hampir sama denga Seokjin tapi dia lebih beruntung, appanya kandungnya masih ada bersamanya
.
.
Happy reading...
Semenjak hari itu Hoseok semakin yakin bahwa dia harus melindungi namja manis yang kini tengah duduk didepannya ini. Mereka memutuskan untuk masuk di Universitas yang sama nemun jurusan mereka berbeda jadi pada saat jam- jam sengganglah mereka bisa bertemu seperti sekarang ini
"Seokjin.." panggilnya
"Hmm.." jawab Jin masih asik mengunyah makanannya
" Tidak terasa sudah hampir memasuki semester 6 ya?" ucapnya
"Hmm... rasanya baru saja aku masuk ke Univ ini" jawabnya
"ya, kau benar. Oleh karena itu aku berancana memperkenalkanmu kepada appaku..."
Hening... tidak ada reaksi dari Seokjin
"Benarkah?" tanyanya setelah beberapa detik berlalu
"Ne, tapi jika kau belum sia..."
"Wah... akhirnya! Kukira kau tak akan pernah memperkenalkanku pada keluarmu. Aku menunggu-nunggu kata-kata ini keluar dari mulutmu Hoseok, tapi baru sekarang kau katakan. Aku bahkan langsung memperkenalkanmu kepada keluargaku dihari pertama kita jadian" ucapnya sambil tersenyum
Hoseok ikut tersenyum melihat Seokjin tersenyum begitu manis dihadapannya, tapi dia jadi ingat kata-kata ayah angkatnya Seokjin
Flash back
"Aku harap kau selalu menjaganya" ucap Yoongi sambil melihat kearah Seokjin dan Istrinya jimin yang sedang memanggang sesuatu
"Aku akan berusaha menjaganya sebisaku dan selalu membuatnya bahagia" jawab Hoseok juga sambil melihat kearah namja yang sedang mereka bicarakan. Mereka tengah piknik di taman belakang kediaman Min, Hoseok dan Yoongi tengah berkeliling taman sambil membicarakan tentang Seokjin
"Dia tidak sekuat kelihatannya, Hoseok. Dia sebenarnya adalah anak yang rapuh, cengeng dan sangat nakal" ucap Yoongi dengan mata yang memancarkan kesedihan saat ia melihat sang anak yang selalu tersenyum itu
".. Dia selalu tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya. Jadi ku mohon jagalah dia" ucapnya lagi
"Appa! Hoseok-ah! Kajja! Makanannya sudah siap!" teriak Sokjin
" Dia juga berisik" sambung Hoseok
"Ahahaha... kau ini. Ayo kita kesana sebelum mereka marah dan memakan semuanya" ucap Yoongi
Flasc Back end
"Hei! Hoseok? Kau tak apa-apa?" tanya Seokjin sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Hoseok
"Ah,nde?" tanya Hoseok
"Hu'uh... kau tidak mendengarkanku kan?" ucap Seokjin sambil melipat kedua tannganya didepan dada
"Tidak, aku mendengarkan ko" bela Hoseok
"Kau bohong! Apa coba yang ku bilang tadi?" tanya Seokjin
"Aaa... kau bilang... aa.."
"apa?" potong Seokjin
.
Other side...
.
" Namjoon! Appa ingin kau hubungi namja ini" ucap seorang namja paruh baya dengan stelan jas hitam yang melekat pada tubuhnya. Namja yang dipanggil Namjoon tersebut mengambil gambar yang disodorkan oleh appanya tersebut danmelihat gambar sorang namja yang sepertinya hampir seumuran dengan sang ayah, keningnya berkerut
"Nuguya? Dan untuk apa aku menghubunginya appa?" tanyaya bingung
"Dia adalah salah seorang mantan mafia yang sangat berpengaruh dan sangat berjaya dimasanya dulu, dia adalah ketua mafia yang disegani dan sangat dicari sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membubarkan organisasinya entah karena alasan apa,banyak dugaan atas bubarnya organisasi tersebut salah satunya karena dia tidak ingin anaknya juga tenggelam ke bisnis gelap ini" jelas sang appa
"Lalu appa ingi aku apa?" tanya Namoon lagi
"Aiissshh kau ini! Aku ingin kau membujuknya untuk bekerja sama dengan kita mengajaknya kembali masuk kedunia yang pernah dia tinggalkan" ucap namja paruh baya itu dengan seringaian yang menghiasi wajahnya
"Jika dia tidak mau?" tanya Namjoon lagi
"Terserah kau saja, appa yakin kau bisa dan kaulah ahlinya" ucapnya lagi
.
.
.
"Jadi?" tanya Hoseok
"Tiba-tiba aku jadi gugup " ucap Seokjin sambil meremas ujung kaosnya
"Ssssttt... aku ada disini. Lagipula appaku tidak makan orang ko" ucap Hoseok berusaha menenangkan dengan senyum kudanya dan menggenggam tangan Jin yang masih meremas ujung kaosnya
'Pleetakk'
"Aku serius bodoh" ucap Jin
"Aahkk.. appo!" ringis Hoseok
"Siapa suruh kau malah bercanda disaat seperti ini" omel seokjin
"Habisnya tadi kau yang paling bersemanggat sekarang malah gugup" ucap Hoseok masih mengelus kepalanya yang kena jitakan sayang dari Seokjin
.
"Appa!" panggilnya saat memasuki rumah
"Ne, ada apa Hoseok?"tak perlu waktu lama untuk menerima jawaban dari namja paruh baya yang kini tengah duduk sofa ruang keluarga tersebut. Namja yang dipanggil Hoseok itu langsung mengembangkan senyum lima jarinya dan berlari kearah sang appa dan memeluknya
"Ah.. Hei! Ada apa, ha?" tanya namja paruh baya itu melihat tingkah anak satu-satunya itu
"Appa, ada seseorang yang ingin ku kenalkan pada appa" ucapnya masih memelik sang appa
"Benarkah? Akhirnya... appa kira kau tidak akan pernah mengenalkan siapapun pada appa, mana dia?" ucap namja paruh baya itu lagi
"Jangkam ne" ucap Hoseok lalu melepaskan pelukannya pada leher sang appa lalu berjalan keluar untuk menjemput seseorang yang akan dia kenalkan kepada sang appa, lalu dia kembali masuk dengan namja mungil manis, dengan rurai hitam yang terlihat cocok untuk dirinya. Namja paruh baya tadi memandang haru kearah mereka berdua sedang namja disebelah Hoseok-Jin- tertunduk dia masih merasa gugup
"Appa, ini orangnya" ucap Hoseok dengan senyum yang semakin terkembang dibibirnya
"Hei nak? Angkat wajahmu, appa tidak makan orang, appa masih makan nasi"( pabak anak sama ae -) ucap namja paruh baya itu yang sontak Jin makin menenggelamkan wajahnya menahan tawa dan rasa kesal
'memangnya aku seperti nasi?' gerutu Jin dalam hati
"Appa! Kenapa appa bilang begitu?"
"Apa? Appa hanya ingin dia memanggil appa dengan panggilan appa bukan ahjusi atau apapun itu" balasnya
.
"Namanya adalah Min Yoongi, kediamannya dia beri nama kediaman Min, didaerah Gwanghamun" kata-kata itu yang dari tadi dikomat-kamitkan( emangnya mbah dukun?) oleh Namjoon sedari tadi dari dalam sebuah mobil perari hitam yang seperti mengelilingi blok-blok rumah di daerah jalan Gwanghuamun.
"Ck, dimana rumah yang appa maksud" decaknya ketika tak juga menemukan rumah yang dimaksud sang appa
' Ah.. ini mungkin bisa membantumu,rumahnya adalah rumah yang memiliki halaman paling luas dikawasan tersebut' seketika Nanjoon mengingat kata-kata sang appa sebelum dia mulai meninggalkan rumah tadi
"Ah! Geure" ucapnya lalu mulai mencari kembali
.
.
"Jadi, Jung Seokjin. Bagaimana, apa kau setuju?" ucap Jung Yunho appa Hoseok sambil melihat kearah Seokjin
"Uhuk..." Seokjin tersedak teh yang diminumnya
Mereka sekarang tengah duduk ditaman belakang kediaman Jung sambil menikmati teh dengan pembicaraan ringan tentang perkenalan dan lainnya
"Gwaencana?" tanya Hoseok sambil menepuk-nepuk punggung sJin lembu
"pelan-pelan sayang" ucap Yunho
"Appa!" ucap Hoseok
"Apa?" tanya Yunho
"Aiisshh Jinjja..." gerutu Hoseok
"Mianhae Ahju..."
"Appa!" potong Yunho cepat
"Ah, appa? Mianhaeyo tapi margaku Kim" intrupsi Jin ditengah-tengah pembucaraan ayah dan anak tersebut
"Tapi sebentar lagi kau kan akan bergabung dalam keluarga kecil kami ini Seokjin-ah, jadi appa putuskan margamu berubah mulai sekarang" ucap Yunho final sambil menyerup tehnya. Yang membuat Jin menjatuhkan rahangnya seketika dan Hoseok hanya senyam-senyum sendiri.
.
.
"Aku pulang!" teriak Seokjin saat memasuki kediaman Min
"Oh, Jinnie" ucap Jimin cepat saat mendengar suara sang anak dan langsung menghampirinya
"Eomma, kau tahu tadi aku... Nuguya?" ucap Seokjin dengan ekspresi bingung melihat kearah namja yang duduk didepan Yoongi-appa-nya karena sepertinya dia pernah melihat namja itu tapi dimana? Pikirnya
"Aaa... dia tamu Yoongi hyung, kau tadi mau bilang apa?" jawab jimin sambil mengalihkan pembicaraan
"Oh! Eomma tahu..."
"Lebih baik kit bicara dikamarmu nak" ajak Jimin
"Aaa... Eomma! Dari tadi selelusaja memotong kata-kataku!" akhirnya jin jengah sendiri
"Mian chagy, ayo kita bicara dikamarmu saja, ya?" bujuk Jimin karena situasinya tidak mendukung disini dan lagi Yoongi masih blm siap kalau keponaan yang sudah dia angkat menjadi anak itu mengetahui kerjanya dulu dan satu lagi dia juga takut namja yang duduk bersama Yoongi itu akan melihat anaknya dan menjadiksnnya bahan ancaman
"Huuufftt... arraseo-arraseo..." jawab Seokjin lalu berjalan menuju lantai dua kamarnya
"Huufftthh..." menghela nafas berat
"eomma kaja~" panggil Seokjin di tangga yang menarik perhatian namja yang duduk bersama Yoongi yang melihat kearahnya jimin yang melihatnya langsung berlari kearah Jin
"Kajayo" ucapnya mendorong Seokjin agar lebih cepat
"Ah.. wae?"
.
.
Namjoon POV
"Eomma kaja~" suara itu aku sudah mencarinya dari mulai aku kembali kerumah tapi aku tak pernah menemukannya lagi, ku alihkan pandanganku keasal suara dan benar saja dia adalah namja yang kutemui dibandara beberapa tahun yang lalu. Aku mengembangkan senyumanku tanpa sadar saat aku melihatnya
'Akhirnya kita bertemu lagi' batinku setelah sekian lama ternyata keluarga ini cukup apik menyembunyikan anak mereka, karena pada saat aku mencoba mencari data tentang keluarga mereka tadi sebelum sampai disini tidak ada tertera tentang anak mereka hanya mengatakan umur dan jenis kelaminnya sajaa selebihnya tidak mereka masukkan, sungguh.
.
Normal POV
"Jadi apa tawaranku diterima?" tanya Namjoon
"Haah... Sampaikan maafku ketuan Kim. Aku sudah tidak berurusan lagi dengan dunia itu" jawab Yoongi tegas
"Baiklah, tapi anda taukan bahwa saya akan mendapatkan apa yang saya inginkan, termasuk ini" ucapnya lalu berdiri untuk beanjak prgi
Setelah Namjoon pergi Yoongi mulai menampakkan wajah khawatirnya jika yang dimaksud Namjoon adalah dirinya tidak apa-apa tapi bagaimana jika itu melibatkan Seokjin dan Jimin
.
"Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanya Jimin setelah tiba dikamar Seokjin
"Aku tadi... aniya.. aniya... "
"Wae?" tanya Jimin melihat tingkah Seokjin
"Aniya... lebih baik appa dan eom..."
"Ada apa ini?" tanya Yoongi menyembulkan kepalanya dari balik pintu kemar Seokjin
"Appa" ucap Jin tersenyum lebar
...
"Benarkah? Wah, itu tidak lama lagi Jin" ucaap Yoongi
"Kalau begitu, lebih baik besok kita berkunjung kekediaman Jung kan Hyung?" ucap Jimin
"Ya, kau benar"
.
.
Keesokan paginya Yoongi, Jimin dan Seokjin datang kembali kekediaman Jung
Ting.. Tong...
'Ckleekk'
"Oh.. selamat datang! Kalian pasti orang tua Seokjin,kan?" ucap Yunho menyambut kedatangan mereka
"Ne, kami orang tua Seojin, aku Yoongi dan ini Jimin" ucap Yoongi
"Oh, salam kenal aku Jung Yunho appa nya Hoseok. Ayo masuklah" ujar Yunho semangat
"Hoseok! Seokjin datang!" ucapnya memanggil Hoseok
"Ne appa, aku turun" balas Hoseok
"Aiisshh.. anak itu benar-benar"
Skip
"Aku dengar anda sudah menerima Seokjin dan sudah menentukan tanggal pertunangan mereka, benarkah itu?" tanya Yoongi
"Ah.. itu, ya aku sudah menentukannya. Seperti yang kita sama-sama ketahui jika mereka cukup serius dalam pendidikannya di kampus tak lama lagi mereka akan lulus bukan?"
"Ne"
"Jadi, aku bermaksud ingin menunangkan mereka pada saat mereka lulus nanti dan menikahkan mereka setelah Hoseok memegang perusahaan atau paling tidak dia punya pekerjaan, benar bukan?" jelas Yunho
"Anda benar, saya setuju dengan keputusan anda" ucap Yoongi
"Ok, berarti Kita Dealkan?" Yoongi mengangguk dan menjabat tangan Yunho yang tadi terulur kearahnya
"Nah Seokjin sekarang kau tak ada alasan untuk menolak appa panggil Jung Seokjinkan?" goda Yunho
Tap
Tap
Tap
"Paman, aku datang untuk mengambil beberapa dokumen yang appa min..." ucap namja yang baru saja masuk itu terhenti saat melihat orang yang berkumpul di taman belakang tersebut
"Namjoon Hyung?"
.
.
TBC
Akhirnya Namjoon keluar lagi hahahahah
Ini detik-detik Chapter terakhirnya FF Destiny hahaha
Semoga suka dan Selamat membaca
One again, Mind Review Pls
