Kuroko No Basket
By Fujimaki Tadatoshi
STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis
SETTING: Class of Teiko High School
MAIN CHARACTER:
Kise Ryouta, Akashi Seijuuro, Aomine Daiki, Haizaki Shougo, Takao Kazunari, Momoi Satsuki, Midorima Shintarou.
READ AND REVIEW
~Happy Reading~
.
.
.
Kuroko Tetsuya itu orang baik, berbudi, sopan dan juga 'kuat'.
Sebagai mahkluk yang di nyatakan hampir sempurna bak malaikat itu, Kuroko pun segera ambil tindakan sebelum terjadi nya kasus asusila yang bisa masuk koran berita utama di Teiko Gakuen. Akashi yang menggeret nya ke UKS tidak lain dan tidak bukan ya tujuan nya untuk menghukum Kuroko dengan cara bertindak 'ena-ena' disana. Ah, tapi tenang pemirsa, Kuroko masih selamat dari hukuman itu kok, soal nya sekarang Akashi sudah tepar duluan dengan posisi nungging dan hidung bersimbah darah di atas lantai.
Penyebab nya , yahhh... itu Rahasia Kuroko. ~,O
Kuroko gak mau ambil pusing untuk mengurusi lelaki mata belang itu. Ia langsung saja pergi dengan wajah tanpa dosa meninggalkan kekasih nya sendirian tergolek absurd di UKS. Biarlah sekali-kali Akashi merasakan rasa nya tidur di lantai pikir nya
Sesampai nya ia dikelas. Ia kembali melihat Kise di kerubungi orang-orang. Rasa penasaran nya memuncak, ia mendekat lalu menyelinap dari balik tubuh Takao dan Kagami. "Ada apa lagi ini Kise-kun?" Sahutnya. Kontan saja yang lain langsung terkejut dengan kehadiran nya.
"Ku-kurokocchi!" Pekik Kise. "Kapan kau kembali ssu?"
"Baru saja kok." Jawab Kuroko seadanya. Ia melihat Kise yang sedang memainkan pena di tangannya.
"Kami baru mau memulai permainan nya, Kurokocchi mau ikut?" Tanya si kuning lagi. Kuroko menatap di sekeliling nya, ada Takao, Kagami, Midorima, Momoi, Aomine dan Hanamiya.
"Makoto-kun kenapa ada disini? Bukan nya kelas kita beda." Tanya Kuroko pada entitas yang tidak biasa nya ikut nongkrong disana.
"Eh emang nya nih sekolah punyamu apa! Aku dengar si anak ayam ini membuat permainan seru dari Momoi." Ujarnya sakarstik seperti biasa.
"Cuma penasaran kok." Kuroko menatap sebal. Coba saja ada Akashi di sana, mulut Hanamiya pasti sudah di gunting. Namun sayang itu Cuma pengandaian, karena salah nya juga Akashi tak bisa hadir disana.
Mengabaikan Hanamiya, Kuroko kembali fokus pada Kise, "Lalu kita akan main apa Kise-kun?"
Kise tersenyum lebar sebelum menjawab, "Nah, dengar kan teman-teman. Permainan yang akan kita lakukan ini bersifat non-mainstream loh. Jadi kupinta kalian pikir-pikir lagi sebelum memilih nanti. Nah, nama permainan ini adalah Secret Devil. Pernah dengar nggak?"
Semua mahkluk yang ngumpul itu menggeleng kecuali si megane hijau, Midorima menghela nafas lalu menjelaskan pengetahuan nya, "Secret Devil itu kebalikan dari permainan Secret Angel. Jika di Secret Angel para pemain nya akan membantu atau sebutannya menjadi malaikat 'target'nya maka di dalam Secret Devil yang terjadi adalah kebalikan nya." Jawab Midorima.
"Hee.. maksudmu apa Shin-chan? Kita harus berbuat jahat begitu pada target kita?" Sahut Takao.
Midorima berbalik menghadap nya "Kurang lebih begitu lah. Para pemain bisa menjebak, menjahili 'target' nya dan tidak boleh sampai ketahuan. Jika ia ketahuan maka akan di anggap kalah." Lanjut Midorima.
"Apa ada aturan dalam permainan ini?" Kini Aomine yang bertanya.
"Tentu ssu, semua pemain di wajibkan memberi suatu kejadian buruk pada target nya, tapi jangan sampai mencelakai ya ... hmm.. kalian bisa mengerjai target minimal 2 kali dan tidak ada batasan maksimal sampai hari yang ditentukan dan ia pun menjadi pihak yang menang. Disini pemain di beri waktu tiga hari untuk melakukann nya ssu. Dan yang terpenting, kalian tak boleh ketahuan sama target kalian, seperti yang sudah di jelaskan Midorimacchi tadi. Bagaimana apa kalian semua sudah paham ssu?" Kise menjawab pertanyaan kekasih nya.
"Hm menarik juga. Jika masalah menyakiti orang aku pasti jadi pemenangnya, Ha ha ha..." Hanamiya ketawa horor, yang lain mendelik tajam.
"Ano..." Kagami nunjuk tangan, " Bagaimana cara menentukan target nya, apa kita akan memilih sendiri?"
"Oh pertanyaan bagus Kagamicchi." Kise mengeluarkan beberapa kertas yang sudah di sobek kecil-kecil, lalu bersiap untuk menulis. "Saa, tolong sumbangkan satu nama untuk kita jadikan target. Terserah siapa saja."
"Oh, baiklah-baiklah. Kalau begitu aku menyumbang nama Haizaki-kun." Momoi menjawab duluan.
"Hah? Emang nya kau tidak takut apa ngerjain tu berandalan?" Sindir Aomine, namun Kise segera menyela, "Tenang saja Daikicchi, nama yang diberikan Cuma buat nentuin target doang kok, nanti nama-nama itu akan dikocok lalu semua peserta bisa ambil bagian masing-masing. Nama yang tertera di kertas itu akan jadi target mereka."
'Oohhh...' Aomine menanggapi nya dengan malas.
"Baiklah Haizaki-kun, selanjutnya siapa—ah Kurokocchi mau kasih nama siapa?" Tanya Kise saat melihat Kuroko mengangkat botol milkshake nya.
"Sei-kun desu."
Deg!
Deg!
"E-ehe kau yakin Kurokocchi?" Kise agak ragu untuk menuliskan nya. Karena siapapun yang mendapat nama Akashi bisa di perkirakan jika orang itu akan menderita shock dan sport jantung selama bermain.
"Sangat yakin desu!" Tutur Kuroko. Kise pun terpaksa menulis nama 'Akashi Seijuuro' dalam kertas kecil itu. yang lain hanya bisa berdoa agar tak mendapatkan kertas itu.
"L-lalu bagaimana denganmu Takaochhi?" Kise mengalihkan perhatian nya.
"Hmm... hmm.. siapa ya yang bagus dikerjain.. hmmm..." Takao mikir-mikir, ia melirik Kuroko, Midorima, dan berakhir pada... "Ah, Aomine-san." Kata nya kemudian.
Yang disebut nama nya langsung mendelik tajam, "Oi maksudmu apaan hah?"
"Hahaha jangan langsung takut begitu Aomine-san." Takao menghiraukan delikan Aomine.
"Aku tidak takut, hanya saja aku tak menjamin keselamatan orang yang akan mengerjai ku nanti. " Ujar Aomine sombong.
"Kalau begitu, aku ikut dalam permainan ini." Tiba-tiba Haizaki ikut nimbrung disana, di susul dengan hadir nya Akashi yang lagi sibuk menahan tisu di hidung nya.
"Haizaki-kun, okaeri." Kuroko menyambut, sementara si merah terabaikan—lagi .
"A-ano Kuroko ada Akashi juga tuh." Takao memperingatkan kan. Ia tak ingin kejadian beberapa menit lalu terulang lagi.
"Aku sudah tau kok Takao-kun." Balas si baby blue dengan judes. Takao mundur memberi celah Akashi untuk mendekati kekasih nya tersebut.
"Kau tega sekali meninggalkan ku sendirian Tetsuya." Ujar si merah.
"Oh maaf, kukira Akashi-kun tidak akan takut kutinggal sendirian di UKS di tengah hari bolong. Walau ada setan yang ganggu pun pasti tu setan sudah takut duluan ama raja iblis sepertimu." Kuroko menjawab sarkastik, yang lain speechless melihat sisi badmood Kuroko itu.
Momoi yang risih dengan gangguan dari Akakuro menyela, "Oh ayolah kalau mau menyelesaikan urusan suami-istri jangan di sini dong ah." Jengkel nya.
Langsung saja, kedua makhluk yang sedang di singgung itu memeloti nya dan dengan sigap Momoi menjadi kan tubuh Hanamiya sebagai tamengnya,"O-oi" Hanamiya protes.
"Waktu Nijimura-sensei sebentar lagi habis ssu, jangan main-main ah, ayo kita lanjutkan." Kise menyahut sebal, akhirnya semua peserta kembali diam.
"Nah jadi yang ikut ada 10 orang ya." Sergah Kise.
"Aku tidak masuk hitungan Ryouta. Aku tak mau ikut lagi permainan tidak jelasmu ini." Sahut Akashi. Kise menghela nafas, "Baiklah ada 9 orang, dan targetnya baru terkumpul tiga orang. Kita butuh 6 lagi."
"Kalau begitu giliranku." Ujar Aomine. "Aku mau nama Nijimura-sensei masuk sebagai target." Tambahnya.
"Hah? Kenapa? Lagian dia itu guru ssu." Tanya Kise.
"Biarin. Kau kan tahu kalau dia sering menghukumku." Balas Aomine yang sudah kebawa dendam kesumat sama tuh guru ganteng bin monyong.
"Baiklah." Kise menuliskan nama Nijimura.
Dan mereka pun terus berunding menentukan target mereka.
.
.
.
"Saa, sekarang sudah terkumpul 9 orang. Akan kubacakan nama-namanya ya. Ada Haizaki Shougo, Akashi Seijuuro, Aomine Dai—" Tiba-tiba gunting melayang memangkas poni Kise. Si pelaku memasang tampang angkuh, " Tambahkan tittle 'sama' saat menyebut nama lengkapku Ryouta." Ujar nya.
Kise yang tak mau jadi korban lagi hanya mematuhi dan mengulangi perkataan nya, " Ada Haizaki Shougo, Akashi Seijuuro-sama, Aomine Daiki, Nijimura Shuuzo, Kiyoshi Teppei, Murasakibara Atsushi, Hanamiya Makoto, dan terakhir—Kise Ryouta." Kise menangis dalam hati saat Haizaki menyarankan nama nya sebagai target.
Kertas-kertas yang sudah berisi nama 9 orang target yang di sebutkan Kise tadi segera di gulung. Kemudian dikocok di dalam tangan nya. Entah kesurupan apa kawan-kawan nya itu, karena Kise menyadari bahwa target mereka sebagian berisi orang-orang berbahaya untuk dikerjain.
"Tapi ini tantangan yang bagus kan Kise-kun." Seolah bisa membaca pikiran Kise, Kuroko menyahut dengan tampang datar.
"Ah i-iya." Kise kemudian melempar pelan kertas-kertas itu diatas meja." Saa, silakan ambil satu, nama siapapun di dalam nya adalah target kalian. Tidak boleh bertukar maupun protes yaa."
"Oi Kise kau curang lagi!" Aomine tidak terima, si dim itu membuka kertas nya pelan-pelan.
Peserta lain ikut mengambil kertas masing-masing lalu membuka nya dalam diam. Takao dan Kagami yang membuka awal sekali langsung saling pandang. Kacamata Midorima tiba-tiba retak. Haizaki langsung menyeringai saat melihat nama target nya, sementara Momoi girang entah kenapa. Kuroko hanya diam lalu menyimpan kertas itu di kantung nya saat sudah melihat isi nya. Sedangkan Kise langsung mematung di tempat.
Suasana sunyi tersibak beberapa saat karena si moderator terpaku mendadak.
"Ano... Kise-kun." Kuroko menamplok wajah Kise dengan buku biar sadar.
"Awh! Ittai yo Kurokocchi."Kise mengosok-gosong hidung mancung nya yang jadi korban. Sementara Kuroko hanya memberi piss.
"Ba-baiklah permainan nya akan dimulai hari selasa besok ssu, dan akan berakhir pada hari kamis pukul enam sore. Tolong diingat peraturan nya dan yang kalah harus melakukan apapun perintah dari yang menang." Ujar Kise seenaknya, menuai banyak protes dari beberapa pihak.
"Kau tak billang soal hadiah itu Ryouta." Akashi yang dari tadi Cuma memperhatikan buka suara.
"Soalnya kalau dibilang dari awal nanti peserta nya bakal banyak."
"Bilang saja jika kau tak ingin aku ikut." Akashi memasang mode oreshi. Ryouta langsung berlindung pada Aomine. "Jangan marah begitu Akashi, kau kan juga bagian dalam permainan ini." Bujuk Aomine yang sebenarnya juga udah takut.
Akashi terlihat reda sejenak amarahnya, "Hmm.. benar juga. Yah.. siapapun yang mendapatkan namaku , kuharap kalian pikirkan matang-matang." Akashi menyeringai.
.
.
Setelah semua nya sepakat, mereka pun akhirnya bubar. Para pemain akan beraksi esok hari, mereka tidak tahu siapa target dari pemain lain. Dan orang-orang yang mendapat nama-nama target yang bergaris bawah 'Bahaya' mulai kasak-kusuk memikirkan cara terbaik untuk memenangkan permainan nya.
.
.
To be continue
.
.
.
Saa, jangan kecewa dulu ya. Cerita nya masih lanjut kok. Insya allah dalam seminggu kedepan publish lagi :D
Thanks for review, Read, Fav, Follow and all your attention.
Maaf kalau saya gak sempet balas review, tapi saya sempet baca nya kok :D
