Kuroko No Basket

By Fujimaki Tadatoshi

STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis

SETTING: Class of Teiko High School

MAIN CHARACTER:

Kise Ryouta, Akashi Seijuuro, Aomine Daiki, Haizaki Shougo, Takao Kazunari, Momoi Satsuki, Midorima Shintarou.

READ AND REVIEW

~Happy Reading~

.

.

.

Keesokan harinya. Permainan benar-benar di mulai oleh sang moderator—Kise Ryouta semejak pagi. Para pemain merasa jika mereka sedang berada dalam perang dingin, dimana mereka akan menyerang sasaran mereka masing-masing dalam diam. Dan sejak pagi itu juga para 'korban' atau bisa kita sebut dengan target mendapat kejutan dari para 'devil' nya.

KORBAN PERTAMA: NIJIMURA CASE

Hari ini Nijimura memiliki jadwal mengajar yang cukup padat. Ini terbukti semejak bel masuk sekolah ia sudah mendapat jadwal untuk mengajar kelas XII A. Awal nya Nijimura memasuki kelas seperti biasa, dengan mengeluarkan aura gelap sejak menginjak batas pintu masuk kelas sampai duduk di bangku guru nya tanpa suara bising apapun dari para murid nya.

"Baiklah, akan ku mulai pelajaran nya." Nijimura memakai kacamata nya. "Aku akan mengabsen kalian terlebih dahulu." Nijimura mulai memanggil satu persatu murid nya.

.

.

"Haizaki Shougo?"

"Haizaki Shougo?"

Dua kali sudah Nijimura memanggil nama itu, namun tak ada respon oleh si empu nya. "Apa Haizaki tidak masuk?" Kata nya sambil memperhatikan bangku Haizaki yang memang kosong.

"Ta-tadi pagi Shougo-kun ada, tapi ia bilang ingin ke toilet saat sebelum Nijimura-sensei datang." Jawab Momoi. Nijimura hanya memaklumi dan ia menyentang nama Haizaki, kemudian kembali melanjutkan absen.

"Mana tugas yang kuberikan kemarin?" Nijimura menagih. Murid-murid nya langsung merespon dengan mengeluarkan buku catatan mereka. Nijimura berdiri dari bangku nya untuk mengecek tugas murid nya, "Mana tugasmu Aomine?" Ketus Nijimura pada pemuda dim disana.

Aomine bergidik, "E-etto Nijimura-sensei, aku lupa mengerjakan nya." Aomine menjawab tanpa dosa.

Nijimura langsung mengaplok kepala Aomine dengan buku catatan kosong itu, "Bilang saja kau malas mengerjakan nya, sekarang jongkok di depan kelas dengan lidah terjulur sampai kelas ku selesai!" Titah nya. Takao sejenak membayangkan Aomine yang akan berpose seperti anjing untuk beberapa menit kedepan.

"Aww, Baik-baik. Enggak usah mukul juga kali." Aomine bangkit malas-malasan sambil menggosok kepala nya. Ia kemudian berjalan ke depan kelas melewati Nijimura. Akan tetapi, ada sesuatu yang menahan nya, "A-ano Nijimura-sensei..." Sahut Aomine. Nijimura yang sedang memeriksa hasil kerja Akashi pun menoleh.

"Ada apa lagi Aomine, apa hukuman ku kurang memuaskan mu?" Ujar nya dengan wajah garang.

"Eeeh ti-tidak bukan itu sensei, akan tetapi—itu—celanamu—maksudku celana belakangmu—" Aomine agak sulit untuk mengatakan nya. Segera saja murid-murid yang penasaran dengan apa yang dimaksud Aomine langsung menegok di arah yang di maksud, dan di saat itu juga murid-murid tersebut langsung pasang muka mesem-mesem nahan ketawa.

Nijimura yang ikut melihat keadaan celana di bokong nya langsung membelalakan mata. Ada sesuatu yang aneh menempel disana. Terdapat bercak-bercak merah yang membentuk bulat dengan indah nya.

"Apa Nijimura-sensei sedang datang bulan?" Kagami dengan tampang polos langsung bertanya, namun itu seperti celaan bagi Nijimura. "Tidak ada laki-laki yang datang bulan Bakagami!" Langsung saja buku catatan Akashi yang tadi di pegang nya di lempar kan pada Kagami.

'Buku gue mahal woi' Batin Akashi ooc.

Nijimura yang merasa sangat malu langsung menghampiri kursi guru yang tadi di duduki nya. Dan benar saja, disana terdapat bercak yang sama.

"Siapa yang sudah berani mengerjai ku seperti ini. Cepat mengaku!" Tuntut Nijimura pada murid-murid nya. Namun mereka semua hanya menunduk diam, termasuk Aomine yang balik lagi duduk di bangku nya karena takut sama aura gelap nya Nijimura.

Hampir lewat dua menit dan masih tak ada yang mengaku. Nijimura menduga-duga satu sosok yang mendalangi semua ini. "Hei kalian, apa ini ulah Haizaki?" Tanya nya lagi namun dengan nada yang agak melunak.

"Ano sensei, bukan nya saya memihak Haizaki-kun. Tapi yang pasti bukan dia pelaku nya, karena semenjak datang ke sekolah Haizaki-kun kena diare. Jadi tidak mungkin ia jadi pelakunya." Tutur Kuroko, dan Akashi-kun ikut membenarkan. Mau tak mau Nijimura harus percaya pada kedua murid kebanggaa nya itu.

Buku-buku yang tadi tergeletak dimeja nya kembali di susun, Nijimura meminta Akashi untuk mengumpulkan tugas teman-teman nya ke kantor. Dengan aura yang masih mencekam Nijimura pergi dari kelas itu. ia berjalan cepat ke ruang guru.

Para murid yang tadi sempat menahan tawa langsung lepas, mereka senang melihat wajah malu Nijimura tadi. Sebuah penampakan yang mungkin mustahil akan mereka lihat dari guru killer itu.

"Ahahaha itu tadi lucu sekali Aomine-kun." Ujar Takao sambil nepuk-nepuk pundak si dim.

Aomine mendelik, "Bukan aku yang mengerjai nya bodoh." Ketus nya. Takao, dan Kagami yang mendengar nya kaget. Murid yang ada di sekitar Aomine ikut menoleh.

"Loh Aominecchi bukan 'devil' nya Nijimura-sensei ya?" Kise menyahut.

"Ya bukan lah, mungkin Tetsu noh pelaku nya." Aomine balik lempar ke Kuroko.

"Loh kok aku?" Tanya nya polos. "Jangan mengira yang tidak-tidak pada Tetsuya." Akashi ikut menyahut.

"Yaa kan tadi dia yang membela Haizaki."

"Itu berarti kau mencurigai si Haizaki, Aho!" Kagami yang tak terima sahabat nya di curigai langsung menjitak Aomine."Aww ittai Bakagami!" Seru Aomine. Dan pada detik itu juga dimulai lah perang mulut antara Aomine, Kagami dan Kise yang sibuk melerai kedua nya.

"Nee Shin-chan.. menurutmu siapa yang menjadi 'devil' nya Nijimura-sensei?" Tanya Takao pada kekasih nya. Midorima menaikan kacamata sebelum menjawab, "Aku juga tak tahu nodayo."

.

.

.

Nijimura berjalan sambil misu-misu di koridor, ia berniat untuk mengganti celana nya dengan yang baru. Beruntung sekolah ini memiliki butik sendiri untuk jenis pakaian keperluan siswa dan guru. Namun semua itu di lewati Nijimura dengan susah payah. Karena di saat ia membeli celana ia harus memakai jubah laboratorium yang panjang sebagai penutup bokong nya.

"Nijimura-sensei sedang apa disini?"

"Huwaaaa!" Pekik Nijimura yang kaget, untung butik itu sedang sepi. "Ku-kuroko jangan mengagetkanku." Ujar nya kemudian.

"Maaf sensei." Jawab Kuroko kemudian berlalu. Nijimura mengabaikan si bocah biru itu begitu saja, tujuan nya datang kemari lah yang lebih penting. Ia melihat-lihat koleksi butik, namun tak ada satu pun celana yang di cari nya tersedia disana.

"Astaga apa tak ada sepan biasa, kok malah training pendek semua begini." Umpat Nijimura kesal. Entah kenapa ia merasa sedang dalam 'Unfortune Day' saat ini.

Nijimura berinisiatif bertanya pada pemilik butik, "Maaf bu, apa tidak ada sepan dasar biasa disini?"

"Ah kau sedikit terlambat nak, karena baru saja seseorang yang kaya memborong semua jenis pakaian itu." Jawab pemilik butik itu sambil kipas-kipas uang.

Nijimura mendecih kesal, tak ada waktu lagi untuk pergi ke luar sekolah karena jam kedua akan segera di mulai, terpaksa Nijimura membeli celana training pendek itu dan memakai nya saat itu juga. Nijimura tidak mungkin memilih bolos kerja hanya karena celana. Lagipula kemarin dia sudah izin tak masuk kelas, jika di lakukan lagi bisa-bisa rusak reputasi nya sebagai guru teladan.

'Bukan kah penampilan seperti ini juga aneh.' Rutuk Nijimura. Ia menahan malu saat beberapa guru lain menyapa nya, dan yang lebih buruk nya lagi ia bertemu dengan Haizaki yang langsung mentertawakan nya saat bertemu.

"Pppft...Buahahhaa ada apa denganmu oi Shuuzo?!" Haizaki tertawa begitu puas, sementara objek disana tersenyum setan. "Ini juga gara-gara mu Shougo! Lihat saja setelah ini kau tak akan bisa berjalan selama seminggu. Aku janjikan itu!" Nijimura mengacam. Haizaiki tercekat, "Heeh oi apa salahku?" Haizaki protes. Namun Nijimura sudah pergi jauh dari pandangan nya.

.

.

"Haizaki-kun?" Suara yang begitu lembut menyergap indera pendengaran Haizaki dan sempat di kira nya hantu, "Gyaaa—oh—oh Kuroko. Chee hentikan kebiasan burukmu itu sialan." Gerutu Haizaki.

"Apa diare mu sudah sembuh Haizaki-kun?" Tanya Kuroko.

"Huh sok peduli kau." Haizaki menjawab jutek, namun baru saja ia mau melangkah pergi tiba-tiba perut nya kembali berbunyi. "Akh sialan!" Umpat nya kemudian kembali lagi masuk ke wc.

Kuroko hanya diam ditempat sambil memperhatikan, "Itu arti nya kau belum sembuh Haizaki-kun." Jawab nya sendiri. Kemudian Kuroko kembali kekelas yang masih dalam keadaan ricuh.

.

.

.

TBC

.

.

.

Alohaaa...

Semoga kalian menikmati nasib Nijimura yang saya nistakan xD

Well ada yang mau kasih ide siapa korban selanjutnya?

Atau ada yang mau menebak siapakah 'Devil' dari Nijimura.

Silakan menanti chapter selanjutnya yaa...

Buat yang udah review saya sangat berterimakasih sekali atas komentarnya, begitu juga buat yang udah follow dan favorite ceritanya.

Maaf saya enggak bisa bales karena alasan kuota. Tehee Xd

Saa, review?