Masih dihari yang sama...
KORBAN KEDUA: HAIZAKI CASE
Haizaki merasa belum melakukan dosa apapun sejak kemarin. Sungguh, dia merasa sudah jadi anak baik kok karena tak melakukan hal-hal yang bisa merugikan orang lain.
Seingat Haizaki sih semenjak pulang sekolah kemarin dia Cuma mampir ke konbini terdekat buat maling beberapa produk sampoo dan pewarna rambut, dan jangan lupa beberapa snack , coklat, dan beberapa permen buat cemilan. Semua nya di masukan dalam tas nya, dan ia hanya membayar air mineral di kasir.
Author juga gak tahu gimana cara nya ia lolos dari cctv -_-
Haizaki menyatakan kalau itu bukan kejahatan kok. Dia cuma lagi bokek aja.
Maklumi otak bodoh nya Haizaki ya -_-
Lalu malam hari nya ia nongkrong di rumah Midorima buat numpang main PS bersama Takao dan Aomine. Saat itu pun dia juga gak melakukan dosa apapun. Kebetulan si tuan rumah 'Midorima Shintarou' menyediakan beberapa potong brownies dan keripik kentang, ya langsung Haizaki kantongi semua itu diam-diam dalam tas nya buat di bawa kerumah.
.
.
'TAPI KENAPA! TAPI KENAPA KAMISAMAAAA!'
Haizaki menjerit dalam hati.
Diare yang sejak pagi di derita nya tidak berakhir juga. Haizaki sudah beberapa kali masuk wc dan sekarang sudah masuk waktu jam kedua pelajaran, ia masih saja belum move on sama closet toilet yang sudah mulai panas akibat di isi terus oleh milik Haizaki.
Diri nya mulai frustasi. Ia sudah berniat mau minta obat di UKS. Namun belum sampai ia menuju ruangan itu, perut nya sudah kembali berdendang dengan lubang anus yang berdenyut-denyut ingin mengeluarkan sesuatu.
Terpaksa dan sangat terpaksa Haizaki langsung ngibrit kembali ke WC.
"Sialan, pasti sudah ada yang ngerjain gue!" Pikir Haizaki. Sekarang dia lagi duduk di closet toilet sambil pasang mode mikir. 'Oh benar juga, ini hari para 'devil' beraksi.'Haizaki baru saja menyadari kecerobohan nya.
'Tapi aku belum menyapa siapapun hari ini, hmm...'
' Apa mungkin aku keracunan makanan ya...atau ada yang menjebak minuman ku tadi pagi dengan sianida?!'
'Sial, gue dijebak oleh Jessica!'
'Eh tunggu, gue kan nggak kenal sama dia.'
Haizaki mengaplok dahi nya sendiri. Seperti nya berlama-lama di toilet membuat pikiran nya jadi kacau.
Merasa sudah keluar semua isi nya, Haizaki pun cebok. Kemudian ia langsung keluar dari toilet tanpa cuci tangan. Baru saja kaki itu melangkah keluar, tiba-tiba pemandangan langkah menyapu indera pengelihatan nya. Bahkan mulut nya sampai tak bisa menahan tawa yang ingin keluar, "Pppft...Buahahhaa ada apa denganmu oi Shuuzo?!" Haizaki tertawa begitu puas, sementara objek disana tersenyum setan.
"Ini juga gara-gara mu Shougo! Lihat saja setelah ini kau tak akan bisa berjalan selama seminggu. Aku janjikan itu!" Nijimura mengacam. Haizaiki tercekat, "Heeh oi apa salahku?" Haizaki protes. Namun Nijimura sudah pergi jauh dari pandangan nya.
Cobaan macam apalagi ini coba, Haizaki yang tak tahu menahu apapun tiba-tiba langsung di ancam sama gebetan nya. Sekali Nijimura mengancam itu pasti jadi kenyataan tahu, karena itu sekarang Haizaki jadi merinding.
Karena diare nya kambuh lagi, Haizaki terpaksa kembali ke toilet untuk menuntaskan panggilan alam nya. Namun kali ini dia hanya bisa duduk termenung tanpa mengeluarkan apa-apa.
"Isi perut gue sampai habis gini. Ayolah Haizaki.. pikir... pikir... pikir... apa saja yang aku lewatkan pagi ini." Haizaki mengeluh habis-habisan. Ia mulai menginggat kejadian apa saja yang di lalui nya semenjak pagi.
Flashback on...
Dari sejak ia bangun tidur tidak ada sesuatu yang aneh terjadi, seperti biasa Haizaki bangun jam delapan pagi kemudian berteriak 'terlambat' setelah nya. Lalu dengan buru-buru ia mandi ayam, setelah nya mengambil susu coklat kotakan di kulkas.
. 'Tapi aku yakin kadaluarsa nya masih lama kok'. Batin Haizaki menginggat ia sempat mengecek tanggal kadaluarsa pada kotak susu tersebut.
Setelah aktivitas serba buru-buru itu Haizaki langsung caw ke sekolah nya, seragam sekolah nya pun masih terkancing setengah nya. Beruntung Nijimura sedang tak melihat nya saat ini.
Haizaki melirik jam , masih sepuluh menit lagi bel masuk sekolah berbunyi.
"Sialan, aku kecepatan." Gerutu Haizaki. Gedung sekolah Teiko sudah terlihat dekat di mata nya.
Haizaki merasa perut nya sakit, dan ia baru sadar jika ia lupa sarapan. Haizaki ingat jika ia masih menyimpan brownies yang di ambilnya—diam-diam—dari kediaman Midorima semalam. Tanpa ba bi bu lagi Haizaki langsung makan itu brownies dengan ganas.
"Ah lumayan untuk menganjal perut." Kata nya.
Baru lima menit Haizaki menelan makanan nya ia tiba-tiba merasa aneh dengan perut nya. Ia merasa sangat mules yang tak tertahankan. Haizaki pun langsung ngebut ke kelas nya. Meletakkan tas nya kemudian langsung tergesa-gesa mencari toilet.
"Minggir bodoh!" Usir nya pada Kuroko dan Akashi yang baru saja keluar bersamaan dari toilet. Akashi tak sempat memangkas rambut si abu karena Haizaki keduluan masuk dalam ruang berukuran 1x1 tersebut.
"Haizaki-kun kenapa ya?" Tanya Kuroko dengan polos nya.
"Paling kena diare." Akashi menjawab.
Tak lama kemudian terdengar suara aneh plus bau menjijikan yang menguar dari ruang wc Haizaki. Langsung saja pasangan AkaKuro cabut dari sana.
'Menjijikan!' Batin mereka berdua.
Flashback off...
Haizaki akhir nya dapat kesimpulan, "Jadi brownies itu ya, itu dari Midorima. Cih, jadi dia 'devil' ku ya. Sialan akan ku buat menyesal dia setelah ini." Geram Haizaki. Dia langsung memikir kan rencana bagus untuk membalas pemuda hijau disana.
.
.
.
Hatchu!
Midorima bersin tiba-tiba.
Takao menoleh, "Kau sakit Shin-chan?" Ciee Takao langsung perhatian.
"Tidak nodayo. Aku rasa ada yang sedang membicarakanku."Balas Midorima.
"Ahaha memang nya siapa yang mau ngomongin tentang Shin-chan selain aku." Gelak nya. Midorima merona.
"Diamlah Bakao."
"Shintarou, Kazunari perhatikan penjelasanku!" Hyuuga Junpei—Guru matematika—mereka langsung memberi peringatan.
Kedua sejoli itu langsung menurut.
.
.
.
TBC
Saa, bagaimana dengan chapter kali ini?
Maaf kalau kurang memuaskan. Soalnya saya lagi galau karena gak masuk nominasi IFA :'(
Ah tapi jangan khawatir, galau nya Cuma bentar kok :D
Buat para senpai semangat yaa dan selamat buat yang masuk nominasi :D
Sayonara di chapter selanjut nya.
Special thanks for: Nakamoto Yuu Na, Shinju Hatsune, Naruhina Sri Alwas, Shinyuki Layla297, dan semua yang udah baca fic ini :D maaf gak bisa balas review nya xD
Saa Review?
