Kuroko No Basket
By Fujimaki Tadatoshi
STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis
SETTING: Class of Teiko High School
MAIN CHARACTER:
Kise Ryouta, Akashi Seijuuro, Aomine Daiki, Haizaki Shougo, Takao Kazunari, Momoi Satsuki, Midorima Shintarou.
READ AND REVIEW
~Happy Reading~
.
.
.
Masih dihari yang sama...
KORBAN KETIGA: KIYOSHI CASE
Kiyoshi Teppei.
Siswa kelas XII B.
Memiliki tampang pas-pasan, tinggi menjulang dan berambut kecoklatan.
Dia adalah Seme tipe M. Dan Hanamiya Makoto adalah Uke nya yang bertipe S.
Cocok ya?
Begitulah sih pendapat para fujoshi di SMA itu.
"Oi Kiyoshi kau mau kemana?"
Kiyoshi yang tadi nya lagi jalan diam-diam keluar kelas saat jam istirahat langsung kaget saat mendapat panggilan dari sang istri—maksudnya calon istri nya.
"A-ah Makoto.. aku Cuma ingin ke toilet kok."Balas nya sambil garuk-garuk leher.
Hanamiya memberi nya tatapan tajam, seakan curiga.
"Apa benar?"
Kiyoshi segera memperbaiki kelakuan nya kemudian tersenyum.
"Tentu. Kalau kau mau ikut juga boleh."
Hanamiya jadi blushing mendengar ajakan nya, "Tidak terimakasih." Ujar si rambut hitam kemudian langsung pergi begitu saja. Kiyoshi menghela nafas nya. Sebuah surat berwarna pink cerah menyembul dari celah saku almamater nya.
'Aku harus menjelaskannya pada gadis ini.'
Kiyoshi berjalan menuju atap sekolah nya. Namun tak ada siapapun yang ia temukan di atas sana.
"Loh mana dia nya ya? Atau mungkin dia telat. Tapi sebentar lagi bel masuk berbunyi." Kiyoshi jadi galau harus menunggu atau tidak pada seorang gadis misterius yang telah mengirimi surat cinta itu pada nya.
Tapi karena dia tipe cowok yang baik, jadi ia putuskan untuk menunggu cewek itu. Kiyoshi tak mau jika gadis itu terus mengejar nya tanpa tahu status nya saat ini yang sudah memiliki pacar.
Sepuluh menit sudah terlewati tapi tak ada tanda-tanda. Bel masuk juga sudah berbunyi, Kiyoshi masih berdiri tegap disana menunggu. Ia menatap pintu berharap ada yang muncul dari balik sana. Lima menit kemudian tiba-tiba pintu itu malah tertutup sendiri dan Kiyoshi tahu jika ia sudah terkunci di atap.
"Hoi! Hoi! Buka! Siapa kau!" Kiyoshi menggendor-gedor pintu atap dengan kuat berharap ada seseorang yang membukakan. Ia mengkerut kan kening, "Siapa yang mengerjai ku seperti anak-anak begini." Kesal nya. Ia kembali membuka surat cinta itu, lalu di buang nya sembarang. "Tolong siapapun buka!" Pekik nya masih mengedor pintu.
Sudah hampir 10 menit terlewati dan pelajaran jam ketiga turut ia lupakan. Kiyoshi merasa lelah namun tak berarti ia menyerah, selintas ia punya ide untuk terjun dari sana namun ia segera teringat jikalau ia hanya manusia biasa tanpa sayap.
Ia menatap langit-langit yang bersinar terik, tubuh nya bersandar pada pintu, "Tolong aku... Makoto." Lirih nya. Pada detik selanjut nya tubuh nya terhentak kecil ke belakang saat seseorang membuka pintu yang di sandari nya, Kiyoshi segera berbalik.
"Ma-makoto..." Kiyoshi langsung memeluk haru Hanamiya. "O-oi cepat lepaskan, atau kubunuh kau!" Ujar Hanamiya yang blushing berat. Kiyoshi pun merenggangkan pelukan nya. Hanamiya melirik mata pada surat yang sudah di buang Kiyoshi.
"Apa kau sudah menemui gadis mu itu?" Sindir Hanamiya.
"E-eh kok kau tahu sih? aku jadi tidak enak." Kiyoshi tertawa garing, membuat Hanamiya jengkel. "Baik-baik jangan marah dulu. Aku memenuhi undangan gadis ini agar aku bisa menjelaskan pada nya agar tak mengejar ku lagi. Toh, aku sudah punya orang yang kusayangi, jadi untuk apa aku mengharapkan orang lain." Kiyoshi tersenyum tulus. Wajah Hanamiya kembali merona. 'Si sialan ini! Batin nya'.
"Kau itu bodoh ya. Mau-mau nya di kerjain seperti ini." Ujar Hanamiya. Membuat Kiyoshi tak mengerti, "Apa maksudmu Makoto? Apa kau yang mengerjai ku ?"
"Tentu saja tidak bodoh, tak ada guna nya juga untuk ku." Balas Hanamiya sakarstik, kemudian ia menceritakan perihal permainan 'Secret devil' dan kaitan nya dengan Kiyoshi. Pemuda coklat itu terlihat tertarik mendengar nya, "Hee jadi siapa kah devil ku?" Tanya nya penasaran.
Hanamiya melirik ke arah lain. "Itu rahasia." Ia kemudian berbalik dan menuruni tangga meninggalkan Kiyoshi yang mengeluh karena tak di beri jawaban oleh Hanamiya.
.
.
.
Malam sebelum nya...
Coret-coret.
Buang-buang.
Kotak sampah di ruangan itu sudah penuh dengan tumpukan kertas yang diremas jadi bola.
"Agh! Tatsuya seenak nya saja memberi ide, tapi Cuma cara ini yang paling mudah." Si surai gradasi sibuk garuk-garuk kepala nya yang ketombean. Sekali lagi ia baca surat cinta abal-abal buatan nya, dan merasa sudah fix ia langsung masukan kedalam amplop.
"Yosh! Misi dijalankan." Kagami begitu semangat untuk menghadapi hari esok.
.
.
KIYOSHI CASE: CLOSED!
.
.
Masih dihari yang sama...
KORBAN KEEMPAT: MURASAKIBARA ATSUSHI
.
.
Kejadian ini terjadi saat jam istirahat berlangsung. Murasakibara baru saja kembali dari kantin dengan membawa dua kantung besar snack kesukaan nya di temani sang pacar—Himuro Tatsuya. Namun, di tengah jalan ia melihat sebuah snack keripik kentang kesukaan nya, langsung saja ia hampiri snack yang sedang tergeletak sendirian di atas lantai itu.
"Atsushi ada apa?" Tanya Himuro yang penasaran dengan tingkah pacar nya.
"Aku menemukan harta karun Muro-chin." Jawabnya. Tangan nya seraya terjulur untuk mengambil snack itu, akan tetapi—'Srettt' Keripik itu malah menjauh saat Murasakibara ingin mencengkam nya. Murasakibara tak menyerah, ia kembali berusaha mengambil namun snack itu kembali menjauh lagi dari nya seperti bergerak sendiri.
"Ehhh snack-chin jangan kabur dong, kan aku pengen makan kamu." Ujar nya ke kanakan, Murasakibara maju lagi untuk mendapat snack itu namun kembali ia gagal. Murasakibara pun akhir nya jengkel, ia melepaskan kedua kantung yang di bawa nya.
"Awas saja kau ya, jika kutangkap akan langsung kumakan kau!" Seru titan ungu itu, ia sudah pasang ancang-acang.
Satu...
Dua...
Tiga..
Hap!
Murasakibara langsung melompat dan alhasil tubuh nya menubruk lubang galian sedalam satu meter dan masuk kedalam nya. Himuro yang melihat kejadian itu langsung panik. "ATSUSHI! Kau tidak apa-apa?" Himuro menolong Murasakibara untuk keluar dari lubang itu.
Celana dan almamer Murasakibara kotor oleh tanah liat. Snack yang tadi di kejar nya akhir nya dapat juga. "Aku tidak apa-apa Muro-chin, Cuma snack nya kotor nih, kasihan." Murasakibara ngelus-ngelus snack itu dengan sayang, Himuro jadi speechless.
"Maaf merepotkanmu Muro-chin." Sahut si ungu lagi.
"Baiklah kalau begitu kita bersihkan dulu. " Himuro tersenyum melihat tingkah pacar nya, ia memunguti kantung jajanan Murasakibara dan mengiring pemuda itu menuju kamar mandi.
.
.
.
Tanpa di ketahui kedua nya, ada seseorang yang sedang menahan tawa dari balik tembok di dekat galian itu. Namun aksi nya itu segera di hentikan karena bel jam ketiga sudah berbunyi.
Sosok itu kemudian kembali kekelas. "Cih dia belum kembali rupa nya, pasti dia sudah kena jebakan si bodoh itu." Keluh nya kemudian kembali meninggalkan kelas segera menuju ke atap.
Sosok itu sempat bertemu dengan Kagami, ia hanya memberi tatapan tak mengenakan pada atensi gradasi merah membara itu. Menghiraukan Kagami akhirnya sosok itu sampai di depan pintu atap yang sudah tertutup rapat, terdengar gedoran-gedoran Kiyoshi dari balik sana.
"Ternyata benar. Dia benar-benar bodoh." Hanamiya memijit-mijit kepala nya, namun ia tak berniat menolong Kiyoshi. Namun setidakpeduli nya ia tetap saja ia menunggu Kiyoshi yang masih gedor-gedor pintu. Hingga akhirnya ia mendengar lirihan Kiyoshi yang meminta pertolongan nya, dan dengan senyuman kemenangan yang terpatri Hanamiya pun membuka kan pintu dan langsung mendapat sergapan pelukan dari Kiyoshi.
.
MURASAKIBARA CASE:CLOSED!
.
.
TBC
.
.
Yosh chapter 5 selesai.
Maaf ya lama, soal nya eeh rahasia ding. Hehe :D
Thanks buat yang udah review.
Kali ini author kasih tau devil nya dan dua case sekaligus, ini buat mempersingkat sih Xd
Dan juga di chapter ini saya mau menekankan sisi romance nya, jadi ga kebanyakan humor ye.. but i dont know about the feeling.
Well...
Saa, suka kah?
Review?
