Kuroko No Basket
By Fujimaki Tadatoshi
STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis
SETTING: Class of Teiko High School
MAIN CHARACTER:
Kise Ryouta, Akashi Seijuuro, Aomine Daiki, Haizaki Shougo, Takao Kazunari, Momoi Satsuki, Midorima Shintarou.
READ AND REVIEW
~Happy Reading~
.
.
.
.
KORBAN KEENAM: HANAMIYA MAKOTO
Masih di hari yang sama...
.
.
Hanamiya datang lebih awal pagi ini. Ia mendapat tugas giliran piket. Meski sebenarnya males, tapi mau gak mau Hanamiya harus mengerjakan nya demi enggak dimarahin Imayoshi, sang ketua kelas.
Namun rupanya ia datang terlalu cepat, karena belum ada satupun mahluk hidup yang mampir ke dalam kelas selain diri nya.
"Che, mereka semua pemalas." Keluh nya tak sadar diri.
Hanamiya kemudian meletakkan tas nya, lalu bergegas membuka lemari untuk mengambil sapu."Are? Sapu nya hilang? Yasudahlah." Hanamiya kemudian melenggang pergi gak jadi piket kelas. 'Entar bilang aja sama Imayoshi kalau sapu nya ilang.' Pikir nya. Langkah kaki nya membawa nya menuju kantin.
Kantin terletak di lantai paling bawah sekolah, dan di sepanjang perjalanan nya Hanamiya masih tak menemukan satu pun murid yang datang kesekolah, ia kemudian melirik jam tangan nya,
06:35
'Pantes aja, aku datang satu jam sebelum bel masuk dimulai.' Inner nya.
Beruntung pemilik kantin sudah membuka kedai nya, langsung saja Hanamiya memesan makanan karena perut nya sudah keroncongan belum sarapan.
"Bu, pesen mie gelas satu. Masukin mangkok aja." Pinta nya.
Tak lama pesanan nya pun datang. Hanamiya memakan sarapan nya dengan santai sambil sesekali mainin HP buat update status di facebook.
'Kemana aja loe para pecundang Teiko. Jam segini belom ada yang datang. Liat nih gue dateng pagi lebih rajin dari loe loe pada.*Emoticon ngakak* '
Hanamiya menyombongkan diri nya, tanpa menunggu waktu lama status Hanamiya pun langsung di banjiri komentar-komentar pedas dari mahluk sesama nya.
Sementara si pelaku status Cuma cengar-cengir gak jelas dengan mulut terisi mie.
Hanamiya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk sarapan. Merasa sudah kenyang, ia pun memutuskan kembali ke kelas nya.
Namun, baru saja ia menginjakan kaki di pintu kelas, tiba-tiba aura menyeramkan datang dari punggungnya.
"HA-NA-MI-YA!~" Suara itu begitu berat, dan penuh tekanan. Hanamiya sedikit bergidik mendengar nya.
"I-iya Imayoshi-san?" Ia berbalik pelan-pelan. Sekalipun ia orang licik, tapi masih ada yang lebih licik dari nya di sekolah ini dan orang itu sekarang sedang memandang Hanamiya dengan senyum sinis nya.
"Berani sekali kau baru datang jam segini hari ini." Ujar Imayoshi. Senyuman sinis nya masih tak lepas. Hanamiya menjawab sambil menatap kearah lain. "Ahaha... enak saja kau bicara. Aku datang satu jam lebih cepat dari kalian. Lagian tadi sapu buat di pake piket engga ada, jadi nya aku sarapan saja dulu." Ngeles nya menjawab.
"Hoo... " Gumam Imayoshi tak percaya, "Lalu bukti apa yang bisa kau tunjukkan padaku?" Tanya nya kemudian.
Hanamiya tersenyum sombong, "Kau bisa lihat kan tasku sudah di—situ-? Are? TASKU!" Histeris nya tiba-tiba saat mengetahui tas nya sudah tak ada di tempat.
Tanpa memperdulikan Imayoshi. Hanamiya langsung ngobrak-abrik tempat duduk nya dan semua sudut kelas. Semua orang yang ada dikelas juga ia interogasi.
"Apa yang dicari Makoto?" Sahut Kiyoshi yang baru datang, ia bertanya pada Imayoshi.
"Seperti nya ia kehilangan tas nya. Aku pikir dia sedang berbohong soal kedatangan nya lebih awal. Tapi setelah mendengar teriakan histeris nya tadi aku jadi percaya dengan nya." Kekeh Imayoshi. Ia tak berniat membantu Hanamiya.
Kiyoshi mengeryitkan dahi lalu mendekati Hanamiya. "Makoto, ada apa?" Tanya nya memastikan.
"Tas ku hilang bodoh. Cepat bantu aku mencari nya." Hanamiya menjawab dengan kesal. Jam pertama hari ini adalah jam pelajaran Nijimura, dan Hanamiya lebih memilih untuk absen saja dari pada menerima hukuman gak masuk akal Nijimura hanya gara-gara buku nya tidak ada.
"Memang nya kau tadi menaruh nya dimana?" Tanya Kiyoshi.
"Di bangku ku lah! Jangan banyak tanya, cepat sebentar lagi Nijimura masuk!" Pinta nya kasar seperti biasa. Kiyoshi pun menurut dan membantu mencari. Namun tas Hanamiya masih tidak di temukan hingga bel masuk berbunyi.
"Sialan! Aku akan di kena hukuman jika begini. Cih.. sudahlah." Hanamiya menghentikan pencarian nya lalu pergi ke luar kelas.
Kiyoshi langsung menyusul nya, "Tu-tunggu Makoto." Tangan nya menangkap lengan Hanamiya. "Kau tidak perlu bolos begitu. Kau bisa ambil buku-ku saja. " Ujar nya.
"Kau mau kena hukum Nijimura? " Balas nya sakarstik.
Kiyoshi melepas pegangan nya ,"Tidak Makoto. Jika itu untuk mu aku tidak masalah. Lagi pula kita ada kuis hari ini. Aku tidak mau kau sampai tidak dapat nilai." Jawab Kiyoshi ringan.
Hanamiya merona mendengar nya. "Cih, dasar idiot! Aku ini lebih pintar darimu." Hanamiya menyembunyikan wajah, kemudian bergegas pergi. "Aku akan kembali di jam kedua." Bisik nya sebelum benar-benar meninggalkan kelas.
Kiyoshi hanya terdiam. Apa yang dikatakan Hanamiya ada benar nya dan ia tak bisa menghentikan nya. Ia pun duduk di bangku nya dan sejenak melihat kearah bangku Hanamiya yang kosong. "Aku tahu kau selalu bisa menyelesaikan masalahmu."
.
.
Wajah Hanamiya memang terlihat tenang-tenang saja. Ia berlalu lalang sendiri di koridor sekolah, karena semua siswa tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Kau mau kemana Hanamiya-kun?" Seorang guru berambut pirang dan berkacamata menyapa nya.
"Ke toilet Alex-san. Anda mau ikut?" Gurau nya pada sang guru, dan pada detik setelahnya Hanamiya langsung ngibrit karena dilempari bola basket oleh guru olahraga putri tersebut.
.
.
Hanamiya berjalan sambil merenung menuju Toilet, kenapa tujuan nya kesana?
Karena Hanamiya sekarang memang lagi pengen pipis. Ia membuka kembali facebook-nya di perjalanan. Satu status yang tengah mandir di beranda menarik perhatian nya..
.
Haizaki Shougo Tercommeee 3
'Orang gila mana yang sudah membuat Riko sensei harus membuang tas orang tak tahu malu yang sudah mengacaukan meja kerja nya. Haha.. '
10 menit lalu. 12 suka. 23 Komentar. Bagikan.
.
Hanamiya berhenti sejenak.
"Brengsek!" Gumam nya.
.
.
Hanamiya kemudian berbalik arah ke kantor guru, status Haizaki itu membuat Hanamiya lupa dengan rasa 'pipis' nya.
Kantor guru terlihat lenggang karena mereka sedang sibuk mengajar, hanya beberapa staff yang hadir disana.
"Apa Riko-san ada?" Ujar nya pada resepsionis.
"Aida-sensei sedang pergi kepembuangan sampah. Kata nya mau bakar sesuatu." Jawab staff nya.
WHAT!
Hanamiya pun langsung lari menuju kesana, staff yang tadi di tanyai Cuma cengo di tempat.
"RIKO-SAN!" Pekik nya pada sosok disana yang sudah siap melemparkan tas ke pembakaran.
"Ah, Hanamiya. Ada perlu apa kau dengan ku?" Aida menjawab dengan senyum. Senyum iblis tentu nya.
'Sial! Kenapa harus orang ini Haizaki teme'
Hanamiya lirik kiri-kanan, tak ada satu pun saksi mata disana. Kemudian pandangan nya beralih lagi ke Aida.
"Ceh, aku takkan menghukum mu karena kau adik nya Nijimura-sensei. Tapi tetap saja, majalah porno mu ini akan segera kumusnahkan bersama dengan tasmu." Aida menyeringai kejam.
Hanamiya mengkerut kan dahi.
"Sensei..." Ucap nya pelan, ia melangkah mendekat ke Aida.
Guru tersebut sedikit bergidik melihat tatapan tajam yang di berikan Hanamiya, "A-apa?"
Hanamiya memungut pecahan kaca yang ada di dekatnya, "Sensei..." Ujar nya lagi, Aida jadi merinding disko melihat nya.
"A-apa yang ingin kau lakukan ?" Entah kenapa aura disekitar Hanamiya membuat nyali Aida menciut. Adik Nijimura itu semakin mendekati nya dengan sebilah pecahan kaca di tangan nya.
Hanamiya makin melangkah dekat, dan Aida malah terpejam seakan siap menerima konsekuensi nya. "Kembali kan tas ku Riko-sensei, dan tolong bakar saja beling ini sebagai ganti nya."
"EH?"
Muncul tanda tanya besar di kepala Aida sekarang. Sebelumnya ia mengira Hanamiya akan menyakiti nya , namun ternyata bocah itu sekarang tengah menunduk di depan nya dengan wajah merona.
"Kumohon, jangan ceritakan apapun pada kakak ku, bukan aku yang melakukan semua itu dan juga majalah itu bukan milikku." Ujar nya. Ia tengah menahan malu karena harga diri nya sebagai makhluk kejam baru saja terinjak oleh permohonan nya.
Melihat sikap yang tidak biasa di berikan Hanamiya, Aida jadi tak tahu harus merespon apa. Demi apa coba, preman macam Hanamiya memohon demi nama baik nya di depan sang kakak. Kalau lagi bawa HP juga pasti Aida sudah mengambil foto nya.
.
.
Tak jauh dari sana, seseorang sedang merekam moment itu dari semak belukar.
"Hee.. menarik juga. Ah sebaiknya kita ganti saja dubbing nya." Sosok itu menyeringai.
.
.
Hanamiya akhir nya kembali mendapatkan tas nya. Ia kembali ke kelas tepat setelah Nijimura keluar dari kelas. Kiyoshi pun menyambut nya dengan gembira. "Syukurlah kau sudah menemukannya. Aku sejenak ragu." Kata nya.
"Jika seperti ini saja aku bisa mendapatkan nya dengan mudah."
"Oh... hahaha... Ya... aku senang Aida-sensei tak menghukum mu."
Hanamiya langsung melirik sinis, "Apa maksudmu?"
Kiyoshi merespon kaget, "Loh, tas mu ada di meja Aida-sensei kan? Dan aku tahu kau pura-pura menyatakan cinta pada nya agar dia mengampuni mu. Yah.. walaupun aku sedikit cemburu sih, tapi demi kebaikanmu—"
"Tunggu apa maksud mu Kiyoshi!?" Potong Hanamiya.
"Eh? A-apa kau tidak tahu?"
Kiyoshi kemudian menyerahkan HP nya, lalu ia membuka salah satu kiriman video di instagram milik Kise Ryouta yang baru saja di upload lima menit lalu. Hanamiya membelalakan mata nya. Hati nya terbakar amarah. Semua kata-kata nya tentang permohonan memang tak ada dalam video, tapi kata-kata itu telah berganti dengan penyataan cinta.
Ia mencengkram erat HP Kiyoshi. "Berani sekali kalian berdua." Desis nya geram.
Melihat sang kekasih tengah tersenyum setan membuat Kiyoshi jadi sedikit khawatir, "Ano... Makoto, aku akan pinta Kise untuk menghapus nya jika kau tak suka."Sela nya. Kiyoshi hanya ingin menghindari agar tak ada darah yang tumpah oleh kekasih nya.
Hanamiya mengerti itu, ia mengendalikan emosi nya sejenak.
Kemudian ia duduk tenang di bangku nya, "Cih... terserah saja." Ia ikut membuka instagram di HP nya. Layar itu di pandangi nya dalam.
'Aku akan menyelesaikan ini secara elit.'
Hanamiya menyeringai.
.
.
.
HANAMIYA CASE: CLOSED!
