KORBAN KETUJUH: KISE RYOUTA
.
.
Masih di hari yang sama...
Kise yang perasaan nya begitu sensitif jadi merasa bersalah sudah mengerjai kekasih nya. Ia jadi takkan bisa bertemu dengan kekasih nya hari ini. Semua aksi nya itu berkat ide dari Haizaki, tapi ia terlalu enggak ikhlas buat ber terimakasih deh.
"Kenapa kau jadi murung begitu nodayo?" Sahut si megane yang kebetulan melintas.
Kise menatap Midorima nanar, "Aku sudah berbuat dosa besar Midorimachiiii~" Mewek nya kemudian langsung meluk-meluk Midorima. Si hijau yang di peluk langsung risih. "Lepaskan Kise, aku bukan Kuroko nodayo!" Ujar nya sambil nepuk-nepuk punggung Kise kasar.
Kise dengan berat hati melepas sebelum jantung nya lepas, "Moo... Midorimacchi enggak solidar banget sih, kamu kan juga temen ku selain Kurokocchi ssu."
Midorima acuh tak acuh mendengar nya, ia sibuk bersih-bersih baju nya yang di peluk Kise.
"Midorimacchi lebay deh." Sahut Kise.
"Bukan begitu Kise. Salahkan warna rambutmu itu, melihatmu memeluk ku tadi serasa seperti ada kotoran BAB yang tiba-tiba lengket di bajuku." Balas Midorima pedas. Padahal Midorima Cuma tidak mau sampai Takao melihat posisi mereka tadi.
"Mi-midorimacchi kasar sekali ssu!" Satu buku paket langsung terbang ke Midorima. Untung si megane punya timing bagus. Kise langsung aja nangis kejer gak jelas ninggalin Midorima yang speechless liat nya.
Takao pun jadi korban sasaran ke childish-an Kise, tubuh nya jungkir balik di lantai karena di tabrak tubuh yang lebih besar dari nya. Melihat sang kekasih yang terjatuh gak elit, Midorima pun ambil kesempatan buat kasih perhatian mumpung belum banyak siswa yang datang.
"Kau tak apa Bakao?" Ujar nya sambil menjulurkan tangan. Takao yang mendapat kan fenomena langkah itu mendadak cengo sesaat. "Eeh iya aku baik-baik saja Shin-chan." Jawabnya senang kemudian bangun dengan bantuan Midorima.
"Uhh.. punggungku sedikit sakit. Kise kenapa sih tiba-tiba lari gitu enggak liat apa ada orang." Keluh Takao.
"Entahlah. Mungkin dia sedang PMS. Lagian kau itu pendek, jadi mudah di tabrak." Jawab Midorima sekena nya. Perempatan siku-siku muncul di dahi Takao. 'Pendek?'
.
.
.
Kise terus lari sampai ia akhirnya ketemu Haizaki yang baru saja keluar dari kantor guru. "Huwaaa Haizaki-kuun..." Kise langsung main peluk orang nya, akibatnya ia dapat bogem mentah pagi-pagi. "Apa yang kau lakukan sialan!" Tatap Haizaki garang.
"E-etto... rencana kita berhasil ssu. Ta-tapi aku jadi gak ketemu Aominecchi hari ini ssu." Curhat nya.
"Enggak ketemu sehari aja udah galau lu, gimana gue yang suka di tinggalin si Shuuzo sialan itu seminggu." Upss—ada yang ikutan curhat nih.
"Moo... Haizaki-kun kan sekarang yang sedang curhat itu aku. Nee... tadi Midorimacchi juga menghina ku. Padahal aku pengen curhat ke dia. Jahat sekali kan dia ssu."
Haizaki Cuma natap keki si Kise yang lagi curhat. 'Ni anak kalau cewek aja udah gue peluk, sayang nya dia batang.' Batin nya.
"Jadi gimana menurutmu Haizaki-kun, apa aku harus minta maaf sama Aominecchi?" Tanya nya setelah selesai curhat.
Haizaki menguap, "Terserahmu saja." Ia memilih untuk meninggalkan anak ayam itu segera, "Sebaiknya kau kembali kekelas." Ujar nya kemudian.
Kise tahu Haizaki juga enggak peduli sama kisah nya. Ia pun memutuskan untuk kembali ke kelas.
'Benar-benar tidak elit cara nya bermain.' Diam-diam Haizaki melirik secarik kertas yang tertempel pada punggung Kise.
.
BUTUH PEMUAS HASRAT?
COLEK AJA SAYA
.
Kise menatap serius tulisan di secarik kertas yang sudah dari setengah hari lalu menempel di punggung nya. Tak heran jika banyak yang bertindak kurang ajar pada nya hari ini.
"Ini pasti kerjaan Devil ku ssu." Kise nangis airmata buaya. "Nee Kurokocchi kau kan duduk di belakang ku kenapa enggak ngasih tahu sih?" Mewek nya.
Kuroko menyesap milkshake nya anteng, "Karena itu bukan urusan ku Kise-kun. Lagian enggak ada untungnya buat ku."
Kise merasa tak ada seorang pun yang bisa di sebut teman sekarang.
.
.
Beberapa jam lalu...
Kise kembali ke kelas nya dengan pundung, tak ada satu pun yang mau mendengarkan curhat nya. "Eh?"
Kise terkejut karena tiba-tiba ada yang mencolek nya dari belakang, "Pff... Ahaha..." Gadis berambut pink yang mencolek nya langsung terkikik geli.
"Mo-moi-cchi kenapa ssu?" Kise keheranan melihat nya.
"Tidak.. aku tak apa. Hanya tak menyangka saja Kise-kun seperti ini." Balas Momoi.
"Moo... Momoi-cchi kan tahu aku memang gini." Kise balik manyun. Momoi terbelalak tak percaya kemudian ia beristigfar banyak-banyak. Kise yang enggak mau ambil pusing langsung balik ke kelas.'Aku kan emang cengeng' Batin nya.
"Yo! Ryouta." Nash muncul dari belakang Kise, dan tanpa aba-aba lelaki itu langsung mencolek dagu Kise.
"Tu-tunggu apa yang kau lakukan barusan ssu!" Kise langsung mundur dan pasang ancang-ancang buat kabur dari preman no 2 di sekolah nya itu.
"Kok nanya, bukan nya kamu memang yang menginginkan nya." Ujar Nash dengan nada yang menurut Kise menjijikan.
"Maaf Gold-san, aku ada urusan ssu." Ujar nya langsung kabur dengan zone.
.
.
.
Kise merasa cukup lelah berlari menggunakan Zone nya. Menginggat diri nya baru saja dari lantai dua naik langsung dengan kecepatan enggak biasa ke lantai empat. "Cih semua orang aneh padaku ssu." Gerutu nya.
.
.
"Eh?" Kise ngintipin kelas nya, ternyata dia udah telat masuk kelas. Dia pelan-pelan ketuk pintu, dan mengucapkan salam pada guru nya disana, Guru mata pelajaran seni—Mibuchi Reo.
"O-ohayou sensei, maaf telat tadi aku baru saja dari toilet." Ujar Kise mengarang. Reo bukan guru yang galak, jadi dia enggak takut.
"Ahh~ Kise-chaan enggak apa-apa kok. Kembali lah kebangku mu ya, kita akan mulai pelajaran nya."Balas Reo sok manis sambil nari-nari enggak jelas.
Kise mah nurut-nurut aja, akan tetapi baru saja dia berjalan melewati sang guru, tiba-tiba ada yang mencengkram erat bahu nya. "Re-reo sensei? Ada apa ssu?" Ujarnya setengah kaget karena diam-diam si guru genit itu mencolek pinggang nya kemudian berbisik, "Kise-chan, aku akan menemui mu secara ekslusif nanti. Tunggu aku ya sayang."
Deg!
Kise langsung merinding geli mendengar nya. Dengan sigap ia langsung menyergah ke tempat duduk nya. Murid-murid lain hanya menggangap itu sebagai kejadian biasa, mengingat Reo memang suka menggoda murid-murid nya, -Terutama yang ganteng dan manis.
Midorima pura-pura tak melihat, namun gerakan mata nya tak bisa berbohong. Ia mengintip Kise yang tengah merinding geli dari balik buku yang di baca nya. Sebuah senyum kecil tersungging di bibir Midorima.
.
.
Pelajaran berlangsung selama satu jam, dan sepanjang itu juga Reo tidak berhenti mondar-mandir disekitar Kise.
'Aominecchi, aku lagi di incar pedofil. Tolong aku ssu.' Batin nya nangis.
.
.
Flashback off...
.
.
"Kurokocchi, aku hampir aja di anu-anuin banci jejadian tahu gara-gara ini ssu." Rengek Kise. Dia jadi di goda orang-orang enggak jelas hanya karena label memalukan tersebut.
"Itu resiko mu sendiri Kise-kun. Orang yang menjadi Devil mu memang cerdas." Puji Kuroko.
"Moo... Kira-kira siapa ya?" Kise pasang mode mikir.
"Kise-kun sendiri habis ketemu siapa aja hari ini? Salah satu dari mereka pasti adalah pelaku nya." Komentar Kuroko lagi dan itu memberi keuntungan untuk otak bodoh Kise berpikir.
"Hmm.. ada beberapa orang sih. Tadi pagi aku ketemu Aominecchi, tapi enggak mungkin dia karena saat itu aku langsung nyiram dia sama pop-ice, lagian aku kan Devil nya ssu."
Kuroko tiba-tiba mengeluarkan HP nya, "Oh jadi Kise-kun Devil nya Aomine-kun ya. Baiklah akan kuberitahu—"
"Hiyeee jangan-jangan Kurokocchi, aku enggak mau kalah juga kali." Histeris nya sambil ngambit HP Kuroko.
"Jangan lebay gitu Kise-kun. Kembalikan HP ku." Kuroko merebut nya kembali dengan tampang polos. Kise mendesah nafas lega sesaat.
"Hm.. aku kan Cuma keceplosan ssu."
Kuroko balik menghisap milkshake nya yang udah habis, "Lanjutkan saja cerita mu." Katanya.
"Baiklah, habis itu aku galau karena gak bakal ketemu Aominecchi hari ini. Terus aku ketemu Midorimacchi, eh aku malah dihina-hina oleh dia pas mau curhat, mana tepukan nya di punggung ku sakit banget. Terus pas aku lari dari kelas dan aku sempat nabrak Takaocchi, tapi enggak mungkin sempat dia menempelkan nya padaku ssu. Lalu aku ketemu Haizaki-kun juga, tapi—" Kise diam sebentar, 'Haizaki-kun kan Devil nya Hanamiya-kun, jadi enggak mungkin' Inner nya melanjutkan.
"Itu saja?" Sanggah Kuroko.
"Hu'um. Ada beberapa orang lain sih tapi calon devil nya yang ketemui ya Cuma mereka." Jawab Kise.
"Oh, mungkin Kise-kun perlu hati-hati lagi menjalani hari ini." Kuroko memberi seringai kecil, Kise mendadak beku melihat nya.
"Ku-kurokocchi...?"
"Aku kehabisan minuman Kise-kun. Jaa..." Kuroko langsung cabut dari sana meninggalkan Kise yang pasang muka oon sendirian dari dalam kelas.
.
.
.
KISE CASE: CLOSED!
.
.
.
Hyaaa buat yang sudah nge review, favorit and follow makasih banget ya kalian masih tetap setia membaca fic aneh ini xD
Saya Levy Aomine Michaelis, mengucapkan maaf karena gak bisa bales review kalian.
Tinggal satu chapter lagi kok,bagiannya Akashi :D
So, Review?
