I'm Yours, Baby!
Cast : - Wu Yi Fan a.k.a Kris EXO
- Zhang Yi Xing a.k.a Lay EXO
- and other EXO Member
Warn : Typo(s), BL, cerita geje(?), alur maju-mundur
Happy Reading, Guys!
.
.
.
REVIEW CHAPTER I
Berbeda dengan Kris, dia masih berdiri didekat pintu dapur sambil menyanggakan tubuhnya di tembok, memandang Lay yang sedang sibuk memilih bahan-bahan untuk makan sore mereka. Kris terus memandang Lay. Kris baru menyadari jika Lay memiliki wajah yang sangat manis. Matanya indah, memiliki lesung pipit, wajahnya bersih, bibirnya tipis berwarna merah muda. Kris menelan ludah sendiri, bagaimana bisa ia tak menyadarinya? Ciptaan tuhan yang satu ini begitu sempurna.
KRIS POV
Pesawat kami baru saja lepas landas Incheon Airport. Seperti biasa, dari jauhpun kami dapat melihat sekumpulan fangirl EXO sedang membawa banner. Mereka berdiri didekat pintu kedatangan Internasioal.
Aku menghembuskan napas berat, akhirnya kami tiba di Seoul. Aku melepas kacamata hitamku, mengucek mata yang sudah puas tertidur. Disisi kananku, Luhan masih asik mendengarkan lagu. Ia memang jarang tidur selama perjalanan. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, Yixing! Dimana dia? Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya?
Aku tidak ingat dia duduk dimana dan bersama siapa, haruskah aku mengedarkan pandangan untuk mencarinya? Ya, lakukan itu! Aku sedikit mendongakkan kepalaku mencari keberadaannya disekitar pesawat ini dan… Bingo! Aku menemukannya sedang berbincang ringan dengan Chen. Wajahnya sangat manis ketika ia tersenyum. Bibir tipisnya melengkung, Pipinya terangkat dengan lesung pipit tercipta disekitarnya. Ya tuhan, berhentilah menggodaku Zhang Yixing!
"Yifan-ah!" Panggil Luhan Gege yang memecah lamunanku
"Eoh? Ne, Ge?"
"Apa yang kau lihat sedari tadi?" Tanya Luhan sembari mengikuti arah pandanganku. Aish, kepo sekali Gege satu ini.
"Arra.." Luhan ber-smirk-ria sambil menatapku
"M-mwoya?"
"Kau sedang melihat Yeoja yang duduk disana ya?"
Aku mengerutkan kening. Yeoja yang mana? Yang duduk dibelakang Yixing?
"Hahaha" Luhan tertawa pelan "Seperti biasa, uri leader tak pernah memiliki selera yang rendah terhadap wanita. Benar kan?" Luhan mengangkat sebelah alisnya dan menyenggolku.
"Aish, sudahlah Gege. Ayo kita turun!"
Aku tentu saja tidak ingin memperpanjang masalah dengan Luhan Gege. Dia lebih jago menggosip. Asal kalian tahu, ia lebih cerewet dari yeoja menggosipkan tentang bias mereka.
Aku memakai kembali kacamata hitamku dan turun dari pesawat. Udara seoul sangat sejuk. Aku melangkahkan kaki perlahan, menikmati hembusan angin Seoul. Hal pertama yang aku lakukan adalah, menghidupkan ponselku. Ya, barangkali ada pesan masuk. Benar saja, belum berapa lama ada sebuah pesan.
From: Kim Joonmyun
Annyeong, Gege^^ sedang dalam perjalanan ke Seoul, ya? Mau kami jemput?
Aku berbalik menatap member yang lain, sepertinya akan sangat merepotkan jika mereka harus menjemput kami.
To: Kim Joonmyun
Terimakasih, Joonmyun. Kami pulang sendiri saja bersama Manajer Hyung. Gomapta.
SUHO POV
From: Kris Gege
Terimakasih, Joonmyun. Kami pulang sendiri saja bersama Manajer Hyung. Gomapta.
Aku tersenyum membaca pesan dari gege. Berarti mereka telah sampai Bandara, kan? Ah sebentar lagi dorm pasti akan ramai. Aku keluar dari kamar, mendapati memberku yang lain sedang berkumpul di ruang tengah. Lihatlah, Chanyeol dan Baekhyun sedang asik bermain monopoli. Kai dan Sehun sedang tertawa menonton film kartun. Dan… Kyungsoo? Dimana dia?
Tanpa pikir panjang aku langsung melewati ruang tengah dan menuju dapur. Tidak susah mencari Kyungsoo jika sedang tidak ikut berkumpul bersama member yang lainnya. Benar saja, lengkap dengan celemeknya Kyungsoo sedang berdiri didepan kompor. Wangi masakannya menggoda indera penciumanku. Apa ini? Ddokbokki?
"Kyungie-ah.." Aku memeluknya dari belakang.
Kyungsoo terkejut dan membulatkan matanya "Kau sudah bangun, Hyung?"
"Bagaimana aku bisa terus tertidur jika aroma masakanmu selalu menggoda?"
Blush. Pipi Kyungsoo memerah "Ah kau ini hyung.."
Aku mencium pipinya sekilas dan melepas pelukanku. Aku duduk di meja makan sehingga dapat melihatnya memasak. Kyungsoo mengerti dan segera membuatkan aku secangkir kopi moka, minuman wajibku setiap pagi.
"Aku harap, rasanya dapat seenak buatan Yixing Gege."
Aku sontak membulatkan mataku. Apa yang dia bicarakan?
Sambil menata makanan dipiring, Kyungsoo tersenyum "Kopi buatanku tentu tidak akan seenak kopi buatan Gege. Dia sangat pandai dalam hal itu."
Aku masih terdiam dan menyesap kopi buatan Kyungsoo. Sesungguhnya ini tidak kalah dengan buatan Yixing. Tapi entahlah mengapa rasanya bisa berbeda. Aku memandang Kyungsoo yang tak kunjung mengalihkan padangannya dari piring masakannya.
Flashback
"Hyung! Suho Hyung!"
Kai berlari menuju kamar Suho dan mengetuknya keras. Pintu terbuka.
"Ya! Kim Jongin, ini sudah waktunya tidur. Apa kau–"
"Kyungsoo Hyung…."
Aku mendadak terdiam. Kyungsoo?
"Hyung, cepat pergi kekamar kami. Aku tak tahu harus berbuat apa. Kyung–"
Tanpa mendengar penjelasan lebih jauh aku berlari menuju kamar KaiSoo. Pintu kamar mereka sedikit terbuka. Aku mengintipnya dan…. Ini bukan kamar mereka! Ini Neraka! Pecahan kaca berserakan dimana-mana, buku-buku Kyungsoo berantakan, baju menyangkut dimana-mana. Kyungsoo, apa yang baru saja kau lakukan?
"Kyungsoo…"
Aku memberanikan diri untuk masuk. Kyungsoo tidak ada? Aku menyelidik sampai keujung kamarnya dan menemukannya sedang duduk terjongkok dibawah shower. Bahunya bergetar dan air matanya berlinang.
"Kyungsoo-ah.." Aku segera berlari dan memeluknya.
"H-hyung…."
Ia terisak. Aku masih menyembunyikan kepalanya didadaku. Biarkan dia menangis dan aku akan terus menenangkannya. Ia melepas pelukanku dan memberikan aku sebuah barang. Apa ini? Testpack?
Aku mengerukan kening saat menerimanya. Tapi, seketika mataku terbelalak. Dua garis? Bagaimana bisa?
Aku melepas pelukanku dan menatapnya "Kyungsoo-ah, ini–"
"Dia adalah hasil hubungan gelap kita, Hyung."
Dia menatapku dengan mata bulatnya. Seketika hatiku langsung tersayat.
"Aku menghianati Yixing Gege, dan kini aku mengandung anakmu." Kyungsoo menundukkan kepalanya "Eotteokhae?"
Aku memeluknya erat, "Aku akan menikahimu, Kyungie. Segera. Setelah aku bicara pada Yixing tentang semua ini."
Kyungsoo tersenyum dan dia memelukku semakin erat. Aku menghembuskan napas panjang. Maafkan aku Yixing-ah, aku lebih menyayangi Kyungsoo dan calon anak kami.
Flashback end
"Luhannie Gegeee!" Teriak Sehun, sang maknae dari ruang tengah
Aku segera menggelengkan kepala untuk memecah lamunanku tentang kejadian itu. Astaga Joonmyun, apa yang sedang kau pikirkan?
"Kyungie, mereka datang! Ayo kita sambut mereka!" Ucapku dan seraya berdiri menggandengnya. Tapi dengan cepat ia menahan tanganku.
"Hyung, aku takut." Suaranya lirih tapi terdengar jelas.
Aku menatapnya, memberinya senyuman termanis dan menciun bibir lembutnya. "Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu."
LAY POV
Pintu Dorm EXO-K sudah berada didepan mata. Ini aneh, sangat aneh. Biasanya aku yang paling bahagia jika bisa berkunjung ke Dorm ini, tapi kali ini tidak. Aku merasa paling tersiksa, tapi bagaimana lagi? Aku harus bekerja professional.
"Luhannie Gegeee!"
Suara teriakan Sehun terdengar jelas dari dalam. Tepat sedetik setelah Youngmin Hyung –uri manajer membuka pintu dan menyapa. Semua member EXO-K tampak sangat gembira menyambut kami, memeluk dan melepas rindu.
Mataku masih saja menyelidik mengabsen mereka. Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun. Dimana Kyungsoo dan Joonmyun? Pikirku dalam hati.
"Annyeong, Yeorobun!"
Tidak lama setelah suara itu, Joonmyun keluar dengan menggandeng tangan… Kyungsoo? Uh, buat apa mereka bergandengan tangan? Membuatku cemburu?
"Hyung!" Tao langsung memeluk Joonmyun.
Ah, entah kenapa aku muak melihat wajah tampan Joonmyun itu. Dia tersenyum manis pada kami semua. Senyuman itu… aku sangat merindukannya tapi entah kenapa aku juga membencinya.
"Masuklah, kalian pasti lapar. Kyungsoo sudah membuat Ddokbokku untuk sarapan kita semua."
"HORE!" ucap semua member serempak kecuali aku dan… Yifan Gege?
Yifan Gege memang hanya tersenyum mendengarnya. Dan ketika anak-anak langsung berhamburan ke meja makan, Yifan Gege malah mengangkat koper milik kami.
"Yifan Gege, biar aku bantu."
"Tidak apa, Yixing. Makanlah dulu, aku akan segera menyusul."
"Tidak, Gege. Aku ingin membantumu.."
Yifan Gege hanya tersenyum dan sama sekali tidak melarangku. Setelah kami selesai memindahkan koper, kami bergegas menuju meja makan.
"Kris Hyung! Lay Hyung! Kemana saja kalian? Hampir saja kalian kehabisan makanan." Teriak Kai yang disambut gelak tawa member yang lain.
Aku hanya meringis kecil "Baru saja selesai memindahkan koper."
Aku dan Yifan Gege duduk bersebelahan. Yifan Gege lebih banyak diam dan memilih untuk langsung menyantap sarapannya.
"Wah terimakasih, itu baru namanya didi yang baik!" Celutuk Xiumin Hyung dengan lucunya.
Suasana makanpun terasa sangat hangat. Sungguh momen yang sangat aku rindukan jika saja kejadian bodoh minggu lalu tidak terjadi. Tenangkan pikiranmu, Zhang Yixing. Semua akan baik-baik saja, percayalah.
"Ada yang ingin tambah? Aku memasak banyak tadi.." tawar Kyungsoo
"Aku mau, Hyung!" Jerit Kai
"Aku aku!" Sergah Luhan
"Kyungsoo berikan lagi untukku dan Baekkie!" perintah Chanyeol
Kyungsoo tampak membulatkan matanya dan tertawa pelan. Ia tampak kewalahan dengan suara pada member yang lain. Dengan perlahan ia kembali kedapur dan mengisi mangkuk-mangkuk kosong itu.
Aku hanya terdiam memandangi kericuhan ini dan sedikit termenung. Seenak itukah masakan buatan Kyungsoo? Lebih enak dibanding masakanku? Pft, Kyungsoo memang lebih handal dalam memasak. Aku bukan saingannya. Pantas saja Joonmyun jatuh cinta padanya. Seme mana yang tidak mau memiliki Uke seperti Kyungsoo?
"Tara, ini silahkan diambil.."
Kyungsoo kembali dengan satu nampan berisi beberapa mangkuk pesanan para member.
"Hyung, apa kau sendiri tidak makan?" Tanya Sehun
Kyungsoo menggeleng pelan "Aku sud–"
Kyungsoo yang tiba-tiba menutup mulutnya membuat semua pandangan teralih padanya. Ada apa dengannya? Eh? Kenapa dia tiba-tiba berlari ke kamar mandi?
"Kalian semua tunggu disini, jangan ada yang menyusul!" Perintah Joonmyun
Semua yang ada dimeja makan –termasuk manajer hyung hanya terdiam memandangi situasi ini. Tapi, tanpa diduga Yifan Gege yang sedari tadi diam langsung berdiri menyusul Joonmyun.
"Ya! Wu Yi Fan Gege, apa kau tak mendengar perkataan Joonmyun Hyung?" Teriak Baekhyun
"Izinkan aku menyelesaikan ini.." Yifan Gege hanya berlalu. Meninggal kami yang bingung dan termenung menatap punggungnya.
AUTHOR POV
"Hueek.. Huek.." Kyungsoo memuntahkan semua isi perutnya. Joonmyun masih setia berada disampingnya sambil memijit tengkuk Kyungsso.
"Muntahkan saja semua, Baby. Aku tahu rasanya sangat menyiksa."
Kyungso terenggah dan mendadak lemas setelah memuntahkan emua isi perutnya. Joonmyun segera memeluknya dan membenamkan kepala Kyungsoo didadanya.
"Bertahanlah sayang. Untukku, dan…. Anak kita."
"Anak?"
Suara itu tiba-tiba mengagetkan keduanya. Kris. Itu suara Kris yang sedari tadi berdiri di ambang pintu dan mendengarkan semua percakapan mereka. Joonmyun tersentak. Kyungsoo membulatkan matanya.
"Joonmyun-ah, jelaskan padaku apa yang kau maksud!"
"G..gege.. A-Aku.." Joonmyun tergagap. Kyungsoo menggenggam erat tangan Joonmyun, sekedar menguatkannya.
"K-kami.."
"Cukup! Kau bisa menjelaskannya diruang tengah. Aku tunggu."
Ruang tengah Dorm EXO-K kali ini berbeda dari biasanya. Hawanya menceka. Udara dingin. Dan, semua hanya bisa terdiam. Termasuk Noh Youngmin, manajer mereka. Kyungsoo dan Joonmyun yang menjadi tersangka, duduk dengan kepala tertunduk.
"Jadi, bisa jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi?" Luhan sekalu member tertua –mewakili Xiumin yang sedari tadi hanya terdiam tak mampu berkata mulai angkat bicara.
Semua terdiam. Hening.
Kris sudah mengepalkan tangannya dan menggebrak sofa "Jelaskan! Atau aku–"
"Yifan, tenanglah." Sergah Luhan yang langsung menahan Kris.
Kris kembali duduk, matanya sudah berapi-api. Lay yang menyadari itu semua langsung menggenggam tangan Kris. Kris menoleh dan mendapati Lay tersenyum manis dan berkata pelan "Tenanglah, Gege." Dan ucapan itu berhasil membuat Kris tersenyum.
"Jadi, Joonmyun.. silahkan bicara."
Joonmyun yang sedari tadi sudah susah bernapas kini memberanikan diri untuk membuka suara. Kyungsoo yang menyadari kegugupan kekasihnya itu hanya bisa menggenggam kuat tangan Joonmyun –yang ternyata sangat dingin.
"Sebelumnya, aku ingin meminta maaf.." Ia menelan ludah dan menghembuskan napas berat. "Mungkin aku akan membuat kalian kecewa. Kalian semua, para member dan juga Manajer Hyung. Tapi…. Aku tidak tahu kenapa ini semua bisa terjadi."
"Sebenarnya apa yang terjadi, hyung?" akhirnya sang maknae, Sehun angkat bicara.
"Aku…"
"Kenapa Hyung?" Sergah Baekhyun yang sudah tidak sabar.
"Aku hamil." Jawab Kyungsoo dengan suara lirih tapi dapat didengar oleh semua member.
Joonmyun yang kaget langsung menatap Kyungsoo
"Kyungsoo-ah…"
"Mereka harus tau yang sebenarnya, Hyung." Jawab Kyungsoo dengan Butiran air mata di pelupuknya.
LAY POV
"Aku hamil." Jawab Kyungsoo dengan suara lirih tapi dapat didengar oleh semua member.
Jujur saja, entah apa yang aku pikirkan. Aku merasa jantungku berhenti berdetak sementara waktu. Napasku berat, pandanganku seolah kabur mendengar pengakuan Kyungsoo.
"Kyungsoo-ah…"
"Mereka harus tau yang sebenarnya, Hyung."
Tuhan… Cabut nyawaku sekarang juga! Aku tak sanggup menyaksikan ini semua, batinku.
"HAMIL?" semua member berteriak bebarengan, kecuali aku mungkin.
Kyungsoo mengangguk ,"Aku mengandung anak Joonmyun Hyungie."
"Hyungie…" Tao menatap mereka dengan tatapan sedih.
"Bagaimana bisa terjadi?" Tanya Luhan tidak percaya.
"Astaga! Apa yang kalian pikirkan?" Baekhyun mulai frustasi.
"Kita sedang dalam proses comeback. Kenapa kalian…" Teriak Xiumin dengan suara purau.
"Hyung! Waeyo?" Pekik Chanyeol dengan spontan.
"Jelaskan pada kami!" Pinta Chen
"Aku tidak percaya!" Kai dan Sehun bebarengan.
"CUKUP!"
Aku berteriak sambil menutupi telingaku. Menahan semua suara yang membuat hatiku semakin perih karenanya. Bulir demi bulir cairan bening menetes di pipiku. Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kekasihku? Menghamili uke lain? Aku sungguh tak menyangka Joonmyun seperti itu.
"Yixing-ah.." Panggil Joonmyun
"Jangan panggil aku, Brengsek! Cukup! Selesaikan masalah ini! Aku muak!"
Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke kamar dan membanting pintu kamar sekeras mungkin. Aku tak peduli dengan suara bising yang ditimbulkan. Aku langsung berbaring dikasur dan menumpahkan semua air mataku.
KRIS POV
"CUKUP!" Yixing berteriak. Suaranya menggema diseluruh ruangan.
"Yixing-ah.."
Aku melirik Joonmyun. Masih bisa dia memanggil Yixing dengan nada manis begitu? Setelah apa yang ia lakukan pada Yixing?
"Jangan panggil aku, Brengsek! Cukup! Selesaikan masalah ini! Aku muak!" Yixing beranjak dari sofa dan langsung berjalan kearah kamar. Dibantingnya pintu kamar keras-keras. Aku bergidik melihat Yixing, dia benar-benar marah sepertinya.
"Yixing-ah.. Aku bisa menjelaskan–"
"BERHENTI KAU, KIM JOONMYUN!" aku berteriak tepat setelah ia mencoba berdiri dan menyusul Yixing.
"Gege, kumohon.. aku harus bicara padanya. Aku–"
"Tidak ada lagi yang perlu kau bicarakan!" Nadaku mulai meninggi, napasku memburu, dan mataku sudah mulai memerah terbakar emosi.
"Kau sebut dirimu, apa? Malaikat Pelindung? Guardian Angel? Suho?" aku tersenyum sinis "Malaikat apa yang tega menyakiti kekasihnya?" aku kembali terbakar emosi.
"Dengar aku Kim Joonmyun.." mata merahku menatapnya. Iapun menatapku dengan tatapan Surau, merasa bersalah. "Sekali lagi kau menyakiti Yixing, aku tak akan segan untuk membunuhmu!" Aku menunjuk Joonmyun dengan jari telunjukku.
"Bukan hanya Joonmyun, tapi kalian semua!" aku mengedarkan pandanganku ke semua member yang sedang tertunduk. "Jangan ada yang mengganggu Yixing! Camkan itu!"
Aku segera berlari memasuki kamar Yixing. Aku harus membantunya!
Yixing-ah, bertahanlah..
-to be continued-
