I'm Yours, Baby!
Cast : - Wu Yi Fan a.k.a Kris EXO
- Zhang Yi Xing a.k.a Lay EXO
- and other EXO Member
Warn : Typo(s), BL, cerita geje, dan alur maju-mudur.
Happy Reading, Guys!
.
.
.
REVIEW CHAPTER II
"Gege, kumohon.. aku harus bicara padanya. Aku–"
"Tidak ada lagi yang perlu kau bicarakan!" Nada Kris mulai meninggi, napasnya memburu, dan matanya sudah mulai memerah terbakar emosi.
"Kau sebut dirimu, apa? Malaikat Pelindung? Guardian Angel? Suho?" Kris tersenyum sinis "Malaikat apa yang tega menyakiti kekasihnya?" Kris kembali terbakar emosi.
"Dengar aku Kim Joonmyun.." mata merahnya menatap Suho yang berbalik menatap Kris dengan tatapan Surau, merasa bersalah. "Sekali lagi kau menyakiti Yixing, aku tak akan segan untuk membunuhmu!" Kris menunjuk Suho dengan jari telunjuknya.
AUTHOR POV
Kini ruang tengah mendadak hening. Kris hilang dari pandangan. Para member yang awalnya sangat tegang hingga kesulitan bernafas, kini mulai bisa sedikit rileks.
"Sifatnya tidak berubah sama sekali.." Tutur Noh Youngmin, Manajer Hyung mereka.
"Memangnya bagaimana, Hyung?" Tanya Chanyeol
"Ya, dia memang terkesan pendiam dan sangat maskulin. Tapi sesungguhnya, dia paling tidak bisa melihat orang yang dicintainya menangis. Bersedih sedikitpun saja tak bisa."
"Orang yang dicintainya?" Baekhyun bertanya dengan sebelah alis terangkat
Youngmin membulatkan matanya. "Kalian bahkan tidak menyadarinya?"
Semuanya menggeleng.
"Termasuk Taozi, teman sekamar Kris Ge?" Youngmin menatap Tao
"Eum…" Tao Nampak ragu mau bicara
"Katakan apa yang ingin kau katakan, Tao." Titah Suho
"Sebenarnya, aku sudah menyadari semuanya. Bahkan sebelum Joonmyun Hyung menjadi kekasih Yixing Gege."
Sontak semua menatap Tao. Tao yang merasa ditatap malah makin menunduk.
"Coba ceritakan pada kami." Ucap Xiumin dengan nada tenang
"Jadi…."
LAY POV
Flashback
"Hai semuanya, perkenalkan namaku Zhang Yixing. Kalian bisa memanggilku Yixing, atau Lay. Itu stage nameku." Aku tersenyum manis kepada 11 orang yang sedang duduk melingkar dihadapanku. Astaga, mereka semua sungguh tampan!
"Hai, Yixing. Perkenalkan namaku Kim Jongdae. Panggil saja aku Chen."
"Hai Namaku Oh Sehun, aku maknae disini. Salam kenal gege.."
Aku tersenyum. Mereka mulai memperkenalkan diri satu persatu.
"Namaku Wu Yi Fan, kalian bisa memanggil aku Kris. Aku orang Kanada blasteran China dan belum fasih berbahasa korea, mohon bantuannya." Ia menunduk.
Aku tertegun menatapnya. Ia sungguh tampan. Ia tinggi. Dan Ia sangat maskulin. Kris… iya namanya Kris! Oh dia orang China juga? Aku lebih senang memanggilnya dengan Yifan tentu saja. Aku terus menatapnya dengan seksama. Setiap detail dalam dirinya adalah kesempurnaan dimataku. Semuanya, ya semuanya! Lekuk tubuhnya sempurna, pahatan diwajahnya sempurna, suaranya, senyumnya. Aigo, dia sangat tampan! Aku rasa dia member tertampan disini.
"Yixing-ah?"
Suara itu membuyarkan lamunanku. Astaga.. "Yixing-ah.."
"I-iya?"
"Ada yang salah denganku? Kenapa kau terus menatapku dengan tatapan seperti itu?"
Aku hanya tersenyum kecil dan memarekan dimpleku "Tidak apa, gege. Silahkan dilanjutkan.."
Aku memutuskan untuk tidak menatap dia lagi. Aigo! Bisa mati kutu aku kalau ketahuan mengaguminya. Aku tersenyum dan menahan wajahku yang memanas.
"Annyeong, Lay-ssi.."
Suara itu menyapa telingaku dengan sangat lembut. "Hng.. Joon….."
"Joonmyun.." ia tersenyum
"Ah geurae! Kim Joonmyun-ssi, Suho?"
Ya, aku mengingat namanya dengan baik karena dia adalah leader dari grup kami.
"Bangawayo, mari berbicara secara nyaman mulai dari sekarang.."
Ia menjulurkan tangan dan akupun menyambutnya. Dia sangat berwibawa, sepertinya aku dan dia akan berteman baik.
AUTHOR POV
Tao mengambil napas sejenak.
"Iya, dan semenjak itu Gege jadi sering diam ketika memperhatikan Joomyunie Hyung dengan Yixing Gege sedang berduaan. Yifan Gege tidak pernah menampakkan perubahan emosinya, tapi aku tau ketika ia sedang sedih ia lebih memilih minum kopi sambil duduk disofa dekat jendela kamar."
Semuanya terdiam mendengar cerita Tao
"Dan…. Ketika Joonmyunie Hyung resmi menjadi kekasih Yixing Gege, kalian tidak tahu kan? Yifan Gege hanya membawa makan malamnya kekamar tanpa menyentuhnya. Dia hanya menghabiskan cangkir demi cangkir kopi mokanya."
"Mustahil! Aku selalu mencuci bersih piring milik Yifan Gege!" sergah Chen
"Memang habis. Tapi Gege membungkus makanan itu dan membawanya ke pinggir jalan, membaginya kepada pengemis dan anak jalanan sekitar. Kalian tidak menyadari ketika dia sering keluar Dorm sore hari, eoh?" Tao menatap orang disekelilingnya.
"Yifan…. Aku sungguh tak menyangka." Luhan menggelengkan kepalanya pelan.
"Ah, Gege.." Baekhyun memasang raut wajah sedih dan terharu
"Ini semua salahku.." Suho mulai mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk.
"Hyung.." Kai menepuk pundak Suho pelan, menguatkan.
"Seharusnya ini tidak terjadi. Seharusnya–"
"Kita gugurkan saja kandungan ini.." Kyungsoo yang sedari tadi tertunduk lebih lesu daripada Suho mulai berbicara dengan mata sembab dan pipi basah.
"APA?" serentak member EXO terkaget dan mentap Kyungsoo
"Iya, janin ini hanya merepotkan kita semua. Lebih baik kita gugurkan saja.." Kyungsoo memukuli perutnya sendiri. Suho segera memeluk Kyungsoo.
"Tenanglah, Kyungie. Kita tidak akan menggugurkan kandunganmu. Aku berjanji akan terus menjaga anak kita.." Ucap Suho sambil mengelus surai hitam milik Kyungsoo
"Joonmyun benar, lebih baik kalian membantu menyiapkan segalanya untuk pernikahan Joonmyun dan Kyungsoo. Sedangkan Yixing…. Tenang saja, kalian bisa mempercayakannya pada Yifan." Ucap Noh Youngmin yang diikuti anggukan dari seluruh member lainnya.
Kris membuka pintu kamar Lay dengan harti-hati, ia mendapati Lay sedang tertidur menghadap tembok dan menutup dirinya dengan selimut tebal. Kris menghela napas panjang, pasti sungguh menyakitkan.
Kris mendekati Lay. Tidak bisa dibohongi, Lay menangis hebat. Bahunya bergetar dan terdengar isak tangis dari balik selimutnya. Kris menelan salivanya, ia bingung apa yang harus ia lakukan kini. Dengan keki, dia duduk di ranjang Lay dan mencoba menyentuh bahu Lay.
"Yixing-ah, ini Gege.."
Awalnya Lay tidak menggubris suara Kris, ia masih tetap menangis.
"Yixing…"
Bahu Lay berhenti bergetar, tapi masih terdengar isakan tangis.
"Yixing, berhentilah menangis. Gege ada disini.."
Lay terdiam. Dengan perlahan ia membuka selimutnya dan menatap Kris dengan sendu. Seketika itu juga, hati Kris terasa tertusuk duri tajam. Lay, orang yang dicintainya kini menatapnya dengan mata merah dan pipi yang basah. Ia menagis hebat.
"Uljimayo.." Kris memeluk Lay erat
Lay terdiam. Mencoba mencerna apa yang ada didalam perasaan dan pikirannya saat ini. Pelukan Kris sangan nyaman. Hangat, Lembut, dan menenangkan jiwa. Tanpa disadari, Lay membalas pelukan Kris dan memejamkan matanya. Nyaman sekali, hatinya yang tadi bergejolak hebat sekarang berangsur membaik.
"Gege…" ucap Lay pelan
"Hmm?" Kris hanya bergumam kecil.
"Aku lelah, Ge. Sangat Lelah.."
Kris mempererat pelukannya, Lay tersentak sesaat.
"Tidurlah, Yixing. Itu akan menenangkan pikiranmu.."
"B-Boleh?"
Kris mengannguk pelan sembari mengusap punggung Lay. Hal itu membuat Lay sedikit demi sedikit merasa terkantuk dan sukses membuatnya terpejam dipelukan Kris.
Kris tersenyum melihat wajah Lay ketika tertidur, lebih manis dari biasanya. Setelah memastikan Lay tertidur pulas, Kris merebahkan Lay dikasur dan menyelimutinya. Lay pasti sangat lelah, Kris ingin ia beristirahat dengan baik.
Kris masih menatap wajah Lay sampai akhirnya ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya, Luhan. Gegenya yang satu ini sangat dihormatinya.
"Bagaimana?" Tanya Luhan singkat sembari duduk diranjang miliknya.
Kris tersenyum dari seberang "Membaik, dia tertidur pulas.."
"Baguslah, aku senang jika dia dapat beristirahat."
"Ini pasti sangat berat baginya.." Ucap Kris dengan kepala tertunduk
"Hiburlah dia.." Luhan tersenyum manis
"Eotte, Ge?"
"Ajaklah ia berjalan-jalan. Cuaca seoul sangat bagus akhir-akhir ini."
Kris mengangguk "Ide yang bagus, Ge. Tapi aku tidak begitu tau tempat wisata yang Yixing suka di Seoul. Aku takut jika itu hanya akan mengingatkannya pada Joonmyun."
"Arra, tapi tidak ada salahnya dicoba bukan?"
"Aku akan mengajaknya ke taman bermain! Bagaimana, Gege?"
Luhan mengangguk "Ide yang bagus! Taman bermain tidak pernah gagal membuat semua kalangan umur bahagia!"
"Terimakasih, Gege!" Kris memeluk Gege yang lebih kecil darinya itu. Kris sudah membayangkan apa saja yang akan mereka lakukan ditaman bermain besok.
Keesokan paginya.
Semua member masih tertidur, tapi tidak dengan Kris. Dia semalaman hanya merebahkan dirinya, tertidur beberapa menit dan terbangun untuk menengok bagaimana keadaan Lay sepanjang malam. Apakah dia terbangun atau tidak, Kris sangat menjaga Lay. Jam menunjukkan pukul 04.50 KST, masih terlalu pagi untuk para member bangun. Kris yang masih terjaga memutuskan untuk membasuh wajahnya.
Dengan gontai, ia berjalan menuju kamar mandi. Mata Kris terbelalak ketika mendapati Kyungsoo sudah berada didapur, lengkap dengan celemek juga berbagai perkakas dapur berserakan. Dia sudah mulai memasak sepagi ini?
"Kyungsoo-ya?" Kris mendekati Kyungsoo yang baru saja mematikan kompornya.
"Oh–" Kyungsoo menundukkan kepalanya "A-Annyeong, Ge.."
Kris tersenyum simpul "Kau sudah memasak sepagi ini?"
"Ne, Gege. Aku sudah biasa memasak sepagi ini, jika tidak member yang lain akan kelaparan ketika bangun tidur." Kyungsoo terekeh kecil
"Kau mirip sekali dengan Yixing. Pandai sekali dalam hal memasak.."
Kyungsoo menunduk sejenak dan tersenyum tulus "Tidak, Ge. Yixing Gege jauh lebih pandai dan berpengalaman daripada aku."
"Tidak perlu merendah, Kyungsoo. Semua penghuni SMEnt sudah tau jika kau adalah member yang pandai memasak." Kris tertawa pelan
Kyungsoo hanya tersenyum dan sejenak terjadi keheningan.
"Kau ingin aku membantunya?" Kris menawarkan diri
Kyungsoo tersentak "A-Aniyo Ge, aku bisa menyelesaikannya sendiri.."
Tanpa banyak bicara, Kris menggeser tubuh Kyungsoo dari kompor dan mengambil alih pekerjaan memasaknya "Kau ini sedang hamil muda, usia kandunganmu sangat rawan. Berhati-hatilah, jangan sampai kelelahan."
Kyungsoo masih terdiam dan menunduk.
"Walaupun aku tak pandai memasak, tapi umma sudah membiasakan aku untuk mandiri, sehingga aku bisa memasak juga." Kris masih sibuk mengaduk sup di panci.
"Gege mianhae….." Kyungsoo menunduk
"Untuk?"
"Untuk…..semuanya. Seharusnya a-aku tidak–"
"Aku mengerti.." Kris tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya
Kyungsoo menatap Kris dengan mata terbelalak, "Ne?"
"Aku mengerti. Sudahlah, tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri.." Kris mematikan kompornya dan berbalik arah menatap Kyungsoo, "Aku telah memikirkan ini semalam, Kyung. Memang kalian dalam posisi yang salah kali ini.."
Kyungsoo lagi-lagi menundukkan kepalanya dalam.
Kris tersenyum "Tapi tidak apa, hal ini semua sudah terjadi. Kau sudah mengandung anak Joonmyun dan kau harus merawatnya dengan baik.."
"T-tapi Yixing Ge–"
"Ya, dia mungkin terkejut. Aku saja tidak menyangka Joonmyun akan tega melakukan ini." Kris menepuk bahu Kyungsoo "Sudah, jangan bersedih. Aku yakin Yixing akan segera mengerti, dia hanya butuh waktu."
"Apakah Yixing Gege akan memaafkanku?" Suara Kyungsoo Purau
"Tentu. Yixing memiliki hati yang lembut, ia tidak akan tega untuk tidak memaafkanmu. Ia pasti mengerti, ia hanya butuh waktu. Percayalah.."
Kyungsoo tersenyum. "Terimakasih, Ge. Yixing Gege sangat beruntung."
"Kau juga. Aku tau Joonmyun adalah pribadi yang bertanggung jawab." Kris menggoda
Kyungsoo hanya tersenyum malu dan memamerkan sederet giginya.
"Kyungsoo-ya, bisakah kau siapkan sarapan ini untuk Yixing? Aku akan membawanya kekamar. Sepertinya dia masih tidak enak badan." Kris duduk dimeja makan dan mempersilahkan Kyungsoo untuk kembali.
Kyungsoo yang mengerti langsung mengangguk dan menyiapkan sarapan, "Kau sekamar dengannya malam tadi?" Tanya Kyungsoo
Kris mengangguk. "Aku meminta Luhan Gege untuk bertukar kamar sementara."
"Arra.." Kyungsoo menuangkan susu digelas "Apakah keadannya membaik?"
"Belum sepenuhnya, dia butuh istirahat."
Kyungsoo mengerti dan tersenyum. "Ini Ge, semoga dengan makan ini dia akan membaik."
"Gamsaeyo. Dia pasti akan menyukainya." Kris membawa nampan sarapan itu.
"Sampaikan salamku padanya, Ge."
Kris hanya tersenyum dan mengagguk kemudia menundukkan kepalanya lalu berjalan menuju kamar Yixing. Meninggalkan Kyungsoo dengan senyum manisnya.
LAY POV
Cahaya matahari serasa menusuk penglihatanku. Entah, pukul berapa sekarang? Aku mencoba duduk sembari mengusap mataku, ah silau sekali. Kubuka mataku perlahan dan menengok ke arah jam dinding di dekat lemari Luhan Gege. Pukul 06.14 KST. Masih pagi rupanya.
Aku mencoba berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, meraih sikat gigi dan pastanya. Sejenak kulihat wajahku di cermin. Senyum miris tersungging di bibirku, miris sekali dirimu Zhang Yixing. Dengan sekali hembusan napas berat, aku mencoba melupakan sakit yang aku rasakan tadi malam. Aku segera merapikan acara sikat gigi dan cuci mukaku. Mencoba untuk tidak mengingat itu semua.
Ketika aku melangkahkan kaki keluar kamar mandi, aroma masakan yang sangat sedap menggelitik indra penciumanku. Apa ini? Ah aku menjadi lapar karena aromanya.
"Yixing-ah, kau sudah selesai?"
Huh? Suara siapa?
"Eh, Gege.. sejak kapan disini?"
Si empunya suara hanya tersenyum dan meletakkan nampan berisi semangkuk sup dan segelas air putih di , siapa lagi kalau bukan Yifan Gege?
"Sejak aku memanggilmu." Senyum manisnya menyambut mataku dipagi ini.
"Tentu saja.." Aku duduk di kursi dekat meja itu "Apa yang kau bawa, Ge?"
"Sup Rumput Laut. Kau menyukainya bukan?" Yifan Gege memandang mangkuk berasap itu.
"B-bagaimana gege bisa tahu aku menyukai sup itu?"
"Itu tidak penting, Makanlah.." ia tersenyum tulus. Ya, ia banyak tersenyum pagi ini.
Aku hanya balas dengan senyuman termanisku dan segera mengambil mangkuk sup itu. Menyendoknya sedikit demi sedikit dan membiarkan makanan itu mengalir dengan lembut di sepanjang kerongkonganku. Rasanya….. seperti melayang. Sup ini sungguh luar biasa!
"Kau menikmatinya?"
Ucapan Gege membuatku tersadar dan mengangguk semangat "Tentu Ge, ini enak sekali! Apakah Gege yang memasakannya untukku?"
"Bukan.."
"Lalu?" aku mengerutkan kening. Siapa?
"Kyungsoo yang membuatkannya untukmu."
DEG!
Aku langsung mematung ditempat. Aku merasa tidak percaya. Ya, aku memang mengakui dia sangat handal dalam hal memasak. Tapi… dia memasakkan ini untukku?
"Dia tulus padamu Yixing-ah.."
"Gege…"
"Sudahlah, Gege ingin kau tidak berburuk sangka lagi padanya. Kasihan dia, dia sudah berada didalam posisi yang terdesak. Gege hanya takut terjadi apa-apa padanya."
Aku menunduk dalam "Jadi, Gege membelanya?"
"Yixing-ah.."
Aku merasakan sebuah tangan yang besar mengelus rambutku perlahan. Sangat lembut. "Gege tidak membela siapapun, Yixing. Mengertilah, bagaimana jika kau berada pada posisi Kyungsoo, hmm?"
Aku tertegun.
"Mengandung anak hasil hubungan gelap, Menjadi pusat permasalahan, dan terus saja disalahkan atas semua yang terjadi. Bagaimana jika itu menimpamu, Yixing?"
Kembali, aku tertegun. Dan, tertusuk.
"Yixing.." Yifan Gege mengangkat daguku. Omo! Aku menatap langsung ke matanya.
"Yixing, Gege tidak ingin kau menjadi seorang pendendam. Gege ingin kau menjadi dewasa sepenuhnya. Gege ingin kau menganggap semua ini hanyalah kerikil kecil yang menyandung harimu."
Napasku tercekat. Mulutku bungkam.
"Gege tau ini rasanya sakit, tapi ini akan terasa lebih sakit jika kau terus saja menganggapnya sebagai masalah. Berdamailah dengan masa lalumu, jangan buat itu menjadi hambatan untuk memandang masa depanmu.."
…..
"Kau tau, Yixing? Gege akan selalu ada untukmu."
Ia tersenyum, Gege tersenyum!
Oh tidak.
Jantungku.
Perutku.
Pikiranku.
Bertahanlah.
"Gege tidak akan pernah meninggalkanmu.."
Oh tidak, pipi berdimpleku. Diusap tangan lembutnya.
"Gege berjanji…"
Aku masih tertegun dengan ini semua. Aku sungguh tak menyangka bahwa Gege akan mengatakan hal seperti ini. Aku mengangguk lemah. Aku menatap setiap lekuk wajahnya, sebuah mahakarya superior sang ilahi. Matanya, hidungnya, bibirnya….
Tunggu, bibirnya….. mengapa ia mendekat? Oh tuhan… aku tak sanggup melihatnya makin lama! Aku memejamkan mataku dan…
CHU~
Ada sebuah benda kenyal menempel di bibirku. Kau katakana itu apa? Bibir? Ya, apa saja. Yang jelas ini memabukkan. Oh, benda ini manis sekali. Ia menyapu bibirku dengan lembut dan hangat. Rasanya, aku seperti tebang ke langit ketujuh.
Apa ini yang namanya soft kiss?
AUTHOR POV
Joonmyun baru saja selesai menghabiskan sarapannya. Ia memang baru makan setelah member lain selesai makan. Kyungsoo duduk disamping untuk menemaninya.
"Hyung, kau tampak tidak sehat. Kau sakit?"
Joonmyun tersadar, "Tidak apa-apa chagi. Mungkin aku hanya kurang tidur." Ia langsung mengelus pipi Kyungsoo lembut dan menariknya dalam pelukan.
Kyungsoo hanya membalas pelukan itu, "Aku khawatir padamu, Hyung."
"Nan Gwaenchana, Kyungie.."
"Arrayo." Kyungsoo melepas pelukan itu, "Hyung kau istirahat ya? Aku akan menyusul setelah membereskan meja makan ini."
"Kau ingin aku membantumu?"
"Tidak perlu, Hyung." Kyungsoo tersenyum simpul, "Aku biasa melakukan ini sendirian."
Joonmyun tersenyum dan mengelus kepala Kyungsoo. "Aku tunggu dikamar, ya?"
Kyungsoo mengangguk dan tersenyum tipis, ia membereskan meja itu dan Joonmyun segera melangkah menuju kamarnya.
Perhatian Joonmyun tersita ketika melihat pintu kamar Lay terbuka. Ia mengerutkan kening, bagaimana bisa? Apakah tidak ada orang didalamnya? Ia sangat mengerti Lay, dia tidak suka jika pintu kamar terbuka. Joonmyun berusaha memberanikan diri dan mendekati pintu itu.
Betapa tercengangnya ia ketika melihat pemandangan didepannya. Hatinya terasa sakit. Perih. Seperti dihantam oleh jutaan samurai yang tepat mengenai hatinya. Bagaimana tidak? Pemandangan didepannya sini sungguh sangat menyakitinya. Lay dan Kris sedang… berciuman? Ya, intinya bibir mereka terpagut. Saling melumat satu sama lain dengan lembut, penuh kehangatan dan perlahan penuh…. Kasih sayang?
Joonmyun langsung memegang dadanya kuat. Berharap dapat mengurangi rasa nyeri dihatinya. Beginikah rasanya ketika kau melihatku bersama yang lain, Yixing-ah? Racau Joonmyun dalam hatinya. Ia mencoba kuat dan menahan sakitnya. Joonmyun harusnya menyadari, bahwa ini salah satu resiko yang harus ia terima. Melihat Lay bersama yang lain. Ya, kau harus menerimanya Kim Joonmyun. Itu adalah balasan atas semua kesalahanmu. Batinnya seketika bergejolak.
-to be continued-
Huah! Akhirnya setelah dewa ide nangkring di otak, chapter 3 selesai! Sebenarnya chapter 1 sama 2 udah ditulis dari lama, cuma baru dipost aja. Sedangkan chapter 3 ini baru selesai haha. Gimana guys? Masih sangat terbuka menerima kritik dan saran bukan bashing ya(?)
Mind to review? Chapter 4 segera menyusul! ^^
