Menemukan dan Kembali
Part 2
Rate : K+ - T
Cast : Cinderella SJ, Leader SJ,Magne SJ(saengi hechule), Hangeng, Kim Kibum SJ
( orang tua hechule) and other cast
Genre : Romance, Drama, Hurt,Humor (diusahakan)
Disclaimer: Tuhan YME,Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik saya.
I=I
"Anneyong… eomma aku pulang…" begitu aku selesai berkata, semua penghuni rumahku muncul dengan wajah berseri - seri. Sepertinya ada yang salah dengan mereka semua.
"anakku bagaimana?" appa bertanya dengan sangat lembut
"oh,kalian pasti ingin tahu ya,baiklah. Aku diterima loh semuanya" jawabku kepada appa dan eomma, lalu mereka berpelukan dan menangis secara bersamaan.
"ada apa? Mengapa appa dan eomma menangis?"
"kami bahagia,seseorang yang kulahirkan dengan susah payah telah berhasil mendapatkan pekerjaan"
Appa menambahkan "ia, seorang anak yang sedari kecil ku timang - timang sekarang telah menjadi dewasa" lalu mereka menangis sejadi - jadinya.
"Aih aih,,appa eomma please deh jangan berlebihan!", suara adikku menginterupsi.
"Hey eon,kukira mereka akan menolakmu. Perusahaan bodoh mana yang mau memerima perempuan sepertimu ha?. Datang saja terlambat, dasar payah"
"hei, kau bilang apa? begini juga aku lahir dahulu dari dirimu,bersopan santunlah karena aku tetap lebih tua darimu."
"haha, baik mungkin ia lebih tua, tapi tidak lebih dewasa". Kata - katanya barusan itu sungguh tidak sopan, dia berlari meninggalkanku dengan appa serta eomma yang masih dalam posisis menagisnya.
I=I
Malam ini aku tidak mampu tertidur. Mengingat keberhasilanku dan tunggu, aku teringat dia yang lucu dan mengesankan untuk. Sudahlah, semoga suatu hari nanti aku dapat bertemu dengannya.
I=I
Enam bulan Kemudian…
Sungguh bisa di tebak setelah kerja 6 bulan, kebiasaan ku tiada pernah menghilang, Masih saja terlambat dan terlambat. Sepertinya kebiasaan ini sulit untuk berakhir. Aktifitas setiap paginya tidak akan pernah jauh - jauh dari lari pagi dan beretiak - teriak mencari taxi, dan pagi ini sepertinya akan jadi puncak dari segala kesialan yang paling sial selama aku bekerja disana, apa yang akan terjadi nanti. Memikirkannya saja sudah mampu membuatku ngeri. Tuhan,, harus seperti apa agar aku berubah menjadi lebih baik lagi.
.
.
Sore ini aku pulang dengan wajah seribu satu macam kekecewaan karena hari ini benar - benar kacau. Aku mendapat peringatan pertamaku, ya apa lagi kalau bukan kalau karena "hobbiku", sehingga aku kehilangan klien penting hari ini dan pastinya membuatku berhasil mendapat kemarahan dari si bosku.
Huh, sungguh terasa menyebalkan.
Aku berjalan sambil bergumam merutuki kebiasaan ku ini, jika di fikir - fikir memang banyak hal yang terjadi karena kebiasaan ini. Mulai dari surat panggilan orang tua ketika ku sekolah, hingga surat peringatan dari bos ku hari ini.
Tiba - tiba aku dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang datang dan menepuk punggungku, dia menyapa dengan sangat ramah dengan seulas senyuman yang ditunjukannya menambah kesan betapa ramahnya ia. Tapi tunggu dulu, aku seperti mengenalinya. Kutelisik wajahnya agar aku mampu membuka memoriku tentang orang ini dan saat aku masih memandanginya, ia mengeluarkan suaranya dan berkata "hei,apa kau baik -baik saja?"
"kau masih mengenalku?,apa terjadi sesuatu hal yang buruk padamu?"
setelah pertanyaan itu akupun tersadar dan menjawab pertanyaannya
"ha? Oh aku tidak apa -apa. Tidak terjadi apapun, aku hanya sedang kesal dengan kelakuanku sendiri. Dan sepertinya aku pernah bertemu denganmu, tapi maaf aku tidak dapat mengingatnya dengan baik sekarang. Jika anda tidak keberatan bolehkah aku tahu ada itu siapa ya?".
"Hei aku orang yang kira - kira 6 bulan yang lalu bertemu denganmu di tempat ini, di pagi hari yang ketika aku masih berbicara denganmu kau menaiki taxi dan meninggalkanku dengan begitu saja. Apa kau dapat mengingatku?"
Aku menyipitkan mataku dan berusaha mengingat kejadian yang ia katakan dan "oh, kau pria lucu yang memasang tampang aneh di pertemuan pertamanya dengan orang yang tidak dikenal, aku mengingatmu dan apa yang kau lakukan disini?".
"Aku? setiap hari aku selalu melewati jalan ini untuk pergi dan pulang dari kantorku, dan hei sepertinya hobbi mu menggerutu ya?, setiap kita bertemu aku selalu melihatmu dengan ekspresi yang sama, menggerutu kekeke…, kali ini apa masalahmu?"
"masalahku? Ya sama setiap harinya, telat itu adalah hal yang mengikutiku selama 22 tahun hidupku" aku menjawab dengan muka yang sangat masam.
"wanita yang menarik,dan kepribadian yang tidak biasa"
"apa yang kau katakan?"
"ha? Tidak aku tidak berkata apapun"
"hei,aku pergi dahulu ya da.."
"hei hei tunggu dulu, bahkan aku tidak tahu siapa namamu"
Aku berlari mengejar bus yang telah berhenti, biar saja padat yang penting aku hemat. Setiap hari aku terus membuang uang dengan naik taxi, tentu saja karena "hobbi" telatku itu.
Berdesak - desakan sungguh memuakkan, begitu banyak orang mencari kesempatan untuk berbuat kriminal. Inilah dasarnya mengapa aku selalu waspada pada setiap gerak mereka yang ada di dekatku. Sampai pada akhirnya ada seorang ibu yang turun dipersimpangan perhentian bus dan dengan teramat sangat cepat aku mendudukkan diriku disana. Tetapi, ada seorang wanita muda tengah hamil menatapku dengan matanya yang sayu seakan berkata biarkan aku yang duduk, aku tersenyum dan di balas dengan sebuah senyuman lagi olehnya. Aku berkata "silahkan diuduk saja disini, aku rasa anda lebih membutukan dari aku"
"tidak apa, kamu terlihat sungguh sangat lelah" jawabnya dengan sebuah senyuman mengukir di wajahnya.
"Anda saja, aku rasa anda lebih butuh untuk duduk, wanita hamil tidak boleh terlalu lelah loh, dan 2 jalan didepan aku akan turun"
"gomawo,sungguh baik anda"
I=I
"Malam ini sunggu aku tidak ingin berbuat apapun, hingga keluar dan makan malam saja aku sungguh tak punya nafsu sama sekali. Ini sebuah kejadian langka , aku yang selalu menanti jam makan sekarang sungguh tak berniat .Malam ini aku lebih ingin merasa ketenangan dan dalam ketenangan ini aku berusaha mengingat segala hal buruk yang terjadi padaku karna "hobbiku". Ternyata banyak sekali yang terjadi, segala kesialan yang terjadi semua karena si "hobbi". Aku heran, kenapa aku bisa sebegitu dekat dengannya? apa mungkin karna sifatku yang senang sekali menunda segalanya jika aku bisa?. Sepertinya dia harus dibuang jauh sejauh - jauhnya dari dekatku. Yang ku bingungkan itu adalah caranya , setiap usaha yang sudah ku lakukan selalu bertahan dalam jangka waktu yang sangat singkat. Sungguh memikirkannya kepalaku sungguh panas. Ku putuskan untuk keluar, ya siapa tahu itu bisa menenangkan fikiranku.
"Eon,bagaimana pekerjaanmu? apa bos mu masih lama memecatmu?"
"uhuk..uhuk..apa maksudmu? Kau mau aku dipecat?. Kyu, dongsaeng seperti apa kau yang bertanya kapan eonninya akan dipecat".
"Tidak aku hanya bingung, mereka sanggup melihat pegawai yang tidak punya tingkat disiplin sepertimu berada dikantor sebagus itu".
"Dan hei, aku tadi melihatmu bertemu seorang pria di halte, apa dia pacarmu?"
"nak, apa benar kau punya pacar?" kibum datang begitu mendengar kata pacar. Dan yang tidak dapat aku percaya adalah matanya sungguh berbinar – binar.
"Pria yang mana?, hari ini aku bertemu banyak pria di halte kyu babo"
"itu yang berpakaian rapi, apa kau berpacaran dengan pria kaya eon?"
"sebenarnya kau sedang berbicara pria yang mana?, aku bingung dan dari mana kau tahu seseorang kaya hanya dengan melihatnya?"
"terbukti kan kalau kau itu tidak pintar eon, masa mengingat pria yang berbicara denganmu saja susah, ah kau tidak melihat mobilnya? sungguh mengkilat eon. Menikahlah dengannya dan aku akan jadi sangat kaya"
"wah,kau kenal dimana dengan pria kaya itu?, kenalkan dia pada appa, appa ingin bertemu dengan pria kaya itu.
Ternyata putriku masih "laku", tadinya appa khawatir kau tidak akan menikah hingga tua nanti"
"yak, appa apa maksudnya, appa mendoakanku tidak menikah dan jadi perawan tua?, Sungguh keterlaluan. Aku curiga appa pasti tertarik dengan hartanya kan?"
"kekeke... hartanya itu bonus nak. Yang appa fikirkan sebenarnya kapan kau akan mengenalkan seseorang kepada kami, ingat umurmu nak. Kau itu wanita, jangan terlalu lama memilih dan segeralah menikah."
"Benar, eomma juga ingin punya cucu darimu, jika benar ia kaya kau tidak usah bekerja lagi, jadi lah ibu yang baik buat anak - anakmu" Kibum menyambahkan perkataan Hankyung suaminya.
"hah, itu lagi yang dibahas, membuatku semakin susah saja, bukannya menjadi baik malah semakin runyam"
"hey,eon jangan lupa jika kau merasa cocok dengannya bawa dia kerumah ini, aku akan mengujinya apa dia sanggup menghadapi tingkah bodohmu,kekeke…"
Ada apa dengan keluargaku sungguh aneh. Kombinasi appa, eomma dan dongsaeng yang selalu menuntutku menikah, aku masih muda 22 tahun dan jangan risaukan aku. Meski tidak menikah aku tidak masalah, tapi jangan paksa aku untuk menikah. Aku tidak punya pilihan untuk dengan siapa dan bagaimana ku akan menikah. Tunggu dulu, apa yang dimaksud dongsaengku itu pria itu?. Namanya saja aku sungguh tidak tahu. Bila ku ingat lagi, senyumnya dan keramahnya sungguh mempesona. Jika aku bertemu lagi kuharap aku bisa tau siapa namanya.
TBC
Seperti biasa jika ada kesalahan dan keanehan mohon riviewnya ya
gomawo
