Rate : K+ - T

Cast : Cinderella SJ

Leader SJ,

Magne SJ (saengi hechule)

Hangeng and Kim Kibum SJ
( orang tua hechule) and other cast

Genre : Romance, Drama, Hurt,Humor (diusahakan)

Disclaimer: Tuhan YME, Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik saya.

Part 3

Selama Membaca

Hari ini aku bangun pagi bahkan lebih pagi dari biasanya, aku bertekat meninggalkan "hobbiku" dan menjadi orang yang lebih baik. Begitulah janjiku pada diriku sendiri, dan hari ini ketika ku buka pintu kamar kulihat eomma menganga melihat ku telah siap dan berangkat.

"eomma, apa semua baik baik saja?"
"ti..dak eomma hanya takjub denganmu, sepagi ini kau dengan pakaian kantormu, seperti bermimpi rasanya"

"apa aku separah itu eomma?, hingga eomma begitu takjub melihatku"
"hanya merasa janggal kau yang selalu membuat eomma berteriak - teriak membangunkanmu sajakau belum tentu bangun, hari ini sudah bangun dan sudah siap sepagi ini. Aigo,, hari ini tidak akan hujan badai kan?"
"haduh, itu maksudnya apa eomma, membandingkan aku dengan datangnya hujan badai. Bersyukur dan berdoalah semoga aku tidak akan melanjutkan "hobbiku" lagi eomma"

"baiklah,semoga kau tetap jadi seseorang yang baik nak"
"oke eomma aku berangkat dulu ne, selama ini ini aku telah banyak menghabiskan uang hanya untuk naik taxi eomma, anneyong eomma"
"hei hei sarapan dulu,nanti kau sakit"
.

.

Pagi ini aku tidak perlu berlari, aku masih sangat punya banyak waktu untuk naik bus, kan hemat ya. Aku masih harus memikirkan yang lain selain ongkos taxi ku. Kekeke... aku bahagia sekali hanya karena ini.

Sesampai dikantor satpam pun ikutan melongo sama seperti eomma, mungkin dia terkejut juga melihat aku yang selalu terlambat dan hari ini tidak, dia akan terbiasa melihatku tidak terlambat lagi karna aku tidak akan terlambat lagi.

.

.

Sungguh hari yang sempurna, hari ini semua pekerjaanku sungguh luar bisa, bosku pun sepertinya sudah melupakan kesalahanku, terbukti dia akan mengajakku dalam perjalanan bisnisnya. Kya.. aku seorang karyawan baru bisa ikut dalam perjalanan bisnis yang bisa melejitkan karirku.

Sekarang aku disini dan telah banyak bus untuk kerumah dan aku tidak menaikinya sama sekali, ada yang ku tunggu dan itu adalah dia. Entah mengapa rasanya aku ingin bertemu dan tahu siapa dia, minimal namanya. Aku sudah bertemu dia 2 kali dan aku tidak tahu namanya.

"Aish, sudah jam berapa ini. Ini sudah sangat sore dan dia belum sama sekali terlihat. Apa dia tidak kekantornya hari ini ? atau jangan jangan ia tidak ingin bertemu lagi denganku. Siapa juga yang mau bertemu dengan perempuan yang kesopannya sangat diragukan.

Bodohnya aku menunggu seseorang yang belum tentu mau bertemu lagi dengan ku." akhirnya kuputuskan untuk menanti bus selanjutnya yang akan melewati halte dekat rumahku.

Cukup lama aku menunggu dan yang datang adalah bus yang sangat padat dan sesak. Tapi ku putuskan untuk tetap naik saja, ini sudah terlalu sore untukku dan aku hampir melewati waktu kesepakatan terlamaku dengan eomma, sejak aku sma eomma telah memetapkan aku harus tiba dirumah sebelum pukul 7 malam, dan anehnya aku masih terikat dengan perjanjian konyol itu meskipun aku telah bekerja. Eomma bilang aku hanya boleh pulang terlambat jika aku punya alasan yang rasional yang bisa diterimanya dan satu lagi jika aku telah menikah. Semuanya terserahku, tapi lagi - lagi dengan syarat izin suamiku kelak mengizinkan, setelah itu keujung dunia manapun tidak masalah buat eomma.

.

.

Ketika naik dalam bus aku bisa merasakan berbagai aroma bercampur menjadi satu, antara lain bau badan orang - orang yang mungkin saja ingin pulang sama seperti ku. Membuatku mual dan sangat ingin muntah, tiba tiba seseorang datang memberikan sapu tangannya.

"gomawo"

"tidak masalah dan kembali" dia tersenyum sungguh sangat manis memperlihatkan lesung pipinya yang sangat manis. Sejenak aku terdiam memandangi wajahnya, apa aku terpesona padanya.

Lalu aku tersadar dan berkata "kau?, kenapa kau ada disini?"

"aku? Kekeke.. aku hanya ingin kenal dan berteman denganmu, sudah dua kali kita bertemu dan hingga kini aku tidak tahu namamu. Bolehkah aku tahu namamu dan tentunya berteman denganmu? ,itu pun jika kau mengijinkan"

"apa kau selau seformal itu kepada siapapun? aku merasa sungguh canggung berbicara seformal ini. Seperti sedang berhadapan dengan soengsangnim dan bosku dikantorku saja. Namaku kim heechul, semua orang memanggilku heechul dan kau?"

"Namaku Park Jung Soo, kau dapat memanggilku leeteuk saja, pagi ini aku tidak melihatmu, sungguh aku sengaja menunggumu di tempat kita bertemu"

"kenapa kau menungguku leeteuk?, hari ini aku ini sungguh tidak mengulang "hobbiku", dan selamanya tidak mengulang kebiasaanku itu hari ini aku tidak lagi dan tidak akan jadi heechil dengan hobbi telat."

"Oh.. berarti aku tidak punya kesempatan untuk bertemu denganmu lagi heechul. Bagaimana aku bisa dekat dan berteman baik denganmu bila kita tidak bertemu lagi ya"

"Kau ingin bertemu lagi denganku? Itu mudah leeteuk, kau bisa menghubungiku dan kita pasti bisa bertemu"

"Benarkah? Jika begitu berikan aku nomer telphone mu, agar aku bisa menghubungimu heechul"

"baik ini nomerku" aku menuliskan rentetan nomer di kertas lalu memberikan padanya. Apa yang sebenarnya terjadi sepertinya aku merasa begitu bahagia bersamanya.

"Hei, saatnya kita berpisah leeteuk, halte didepan jalan itu. Disana aku harus turun, karena rumahku berada didekatnya"

"Hm.. Apa aku boleh tau rumahmu heechul? "

"Mwo? Untuk apa?"

"tapi ya sudahlah kau boleh tau rumahku, kita teman kan"

"Jinja? Gomawo"

Akhirnya kami turun disebuah halte dekat rumahku. Apa yang bisa membuatku untuk mengizinkannya mengetahui rumahku. Mungkin karean aku menganggapnya orang baik maka aku tidak mempermasalahkannnya.

"Heechul, rumahmu yang mana?"

"oh, yang itu yang minimalis tapi penuh kebahagian. Apaa, eomma serta dongsaeng yang protektif serta kadang sangat selektif dalam menjagaku"

"wah,, hidupmu menyenangkan ne. Aku sangat iri padamu. Dirumahku aku hanya tinggal dengan eomma saja, appa ku sudah tiada. Dan aku anak mereka satu - satunnya. Biar Cuma berdua tapi kami cukup bahagia dengan aku dan eomma yang saling memperhatikan"

"berati kau sungguh sayang pada eommamu ne? jarang sekali sekarang dapat aku temui anak yang begitu menyayangi eommanya"

"Kau terlalu memujiku heechul, aku hanya berusaha mencintai, menyayangi serta melindungi apa yang kumiliki. Menjaganya hingga ku mati"

"hebat,kau sungguh hebat. Apa kau punya yeoja khusus dihatimu?"

"ada, dia membuatku terus memikirkannya, bahkan ia sangat lucu menurutku. Kau tahu dia yang ku maksud itu kamu "

"mwo? Aku"
"kekeke.. Itu juga kalau kau mau. Atau lupakan saja mungkin ini terlalu cepat. Apa ini rumahmu?"

"hallo..heechul apa kau baik - baik saja"

"ah ne,aku tidak apa - apa. Ia gomawo telah mengantarku. Mengenai pernyataanmu itu apa kau serius leeteuk?"

"itu tadi, oh tenanglah aku tidak memaksamu. Tapi apa aku bisa menjadi pertimbanganmu?, aku tertari padamu sejak awal dan seperti apapun kau aku akan menerima dan menunggu jawabanmu"

"oh..sungguh aku tidak bisa berkata - kata, juga menjanjikan apapun untukmu. Kau orang yang baru kukenal dan telah memintaku menjadi bagian dari harimu. Tapi aku sangat menghargaimu dengan pernataanmu itu. Gomawo leeteuk"

"jadi apa aku diberi kesempatan untuk memilikimu, dari jawabanmu aku menyimpulkan ya. Baiklah aku akan pamit dulu ne, jika kau telah siap aku akan datang lagi kemari dan memintamu secara resmi mienjadi milikku dihadapan kedua orang tuamu juga dongsaengmu. Besok aku akan menjemputmu ne. Aku tidak suka kau naik bis lagi, berdesak - desakan tidak baik untukmu dan aku tak mau kau diganggu namja - namja. Kau tahu aku akan menjagamu selalu"

"go..mawo.. Leeteuk"

" ne, aku pulang heechul"

Sungguh aku benar benar blak saat ini, aku tidak bisa menyamapikan ekspresi apa yang seharusnya aku tunjukkan untuk permintaanya. Hei dia siapa pun aku tidak tahu, dan punya nyali dari mana dia melamarku. Apa namja sekarang begitu pada yeoja, mengklaim aku miliknya. Sungguh pusing aku dibuatnya.

TBC

Haha..aku datang lagi dengan fic ini lagi. Karena ada yang merespon fic ini, maka aku menulisnya lagi. Gomawo buat zuki teukcin ia ini semua heecul pov deh. Mianhae aku masih susah dengan pembagia pov. Ini memang pair teuchul, tapi akn sedikit berputar – putar dulu ne.S

Jika masih ada yang berkenan dengan fic ini mohon reviewnya ya..

Akhir kata

Gomawo