Rate : K+ - T
Cast : Cinderella SJ
Leader SJ,
Magne SJ (saengi hechule)
Hangeng and Kim Kibum SJ
( orang tua hechule) and other cast
Genre : Romance, Drama, Hurt,Humor (diusahakan)
Disclaimer: Tuhan YME, Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik saya.
Part 4
Aku melangkahkan kaki ku masuk kedalam rumah, jantungku masih berdebar - debar tidak karuan, bagaimana tidak kejadian tadi itu sessungguhnya membuatku tidak bisa bernafas. Tuhan ini musibah atau anugrah, aku memang menginginkan seseorang untuk ada disampingku. Tapi ini sepertinya berlebihan aku tidak tahu aku harus bagaimana. Apa aku bercerita pada eomma atau kyu saja ya, atau mungkin appa lebih baik. Oh tidak - tidak sepertinya aku bunuh diri jika begitu. Apalagi bila appa tahu. Pasti dai akan menyuruhku untuk membawa leeteuk kemari dan perasaanku berkata appa akan menyetujuinya. Mengingat leeteuk itu begitu sopan dan hei dia sepertinya kaya. Appa begitu menginginkan suami ku kelak adalah namja mapan.
"Sayang, kenapa kau berdiri didepan pintu?"
"eomma, aku terkejut eomma. Kenapa tiba - tiba datang dan mengejutkanku?"
"Siapa yang datang tiba - tiba, dari tadi eomma memperhatikanmu nak, apa yang sedang kau fikirkan hingga kau tidak menyadari eomma disini memperhatikanmu. Apa bosmu memarahimu lagi?, bukannya kau datang lebih cepat dari jam kantormu kan?, atau ada hal buruk yang menimpamu?"
"tidak terjadi apapun padaku eomma, aku memang sedang memikirkan sesuatu saat ini dan aku tidak bisa menceritakannya sekarang pada eomma. Mianhae eomma, aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun. Hanya saja aku merasa ini aku sendiri yang harus menyelesaikannya"
"ne, eomma mengerti. Hanya saja jika kau butuh teman bercerita serta dukungan, ingatlah disini ada eomma, appa serta dongsaengmu akan membelamu sampai kapanpun nak"
" gomawo eomma, mianhe omma aku kekamarku dulu, kurasa aku butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri. Jika eomma membutukhanku panggil saja aku. "
"ne, beristirahatlah eomma lihat kau memang sangat membutuhkannya nak."
.
.
Sekarang aku berada sendiri dikamar ku dan kyu, entah apa yang terjadi semejak aku bekerja, kyu dongsaengku itu menjadi benar - benar manja padaku hingga dia meminta untuk tidur denganku. Biar sajalah, dia masih remaja dan mungkin mengalami masa tidak ingin jauh dari eonninya.
Fikiranku kembali melayang ke pembicaraanu dengan teuki tadi, aku masih tidak bisa mencerna apa alasanya. Hanya dengan kata tertarik dia ingin aku menjadi miliknya? Apa dia begitu pada semua yeoja yang membuatnya tertarik?.
Tapi dilihat- lihat lagi dia itu namja sempurna, sikapnya dan pembawaanya sungguh dewasa. Sepertinya baik untukku yang punya tingkah laku seperti anak - anak, mugkin dia bisa membuatku lebih dewasa. Apa menjadi istrinya itu pilihanan yang baik untukku. Aku tidak mencintainya, sekedar tertarik apa bisa membuat orang menikah?, ayolah menikah itu tidak gampang, melihat eomma saja aku terkadang kasihan. Seorang yeoja berbakat akhirnya memilih untuk berhenti dari karirnya karena dia memikirkan suami serta anak - anaknya.
Menjadi orang yang pertama bangun memberikan pelayanan terbaik yang dia bisa untuk keluarganya dipagi hari, bekerja membereskan semua pekerjaan rumah dan menjadi orang yang terakhir tidur karena akan melihat anak - anaknya telah terlelap kedalam mimpinya atau masih terjaga.
Apa aku bisa seperti eomma, menjadi yeoja sabar yang selalu menjagaku dan kyu sedari dulu hingga sekarang dengan kenakalan ku serta kyu yang tidak bisa dikatakan biasa. Mungkin aku akan punya anak lebih nakal dariku atau kyu, bagaiman aku mendidiknya. Aku tidak bisa apa - apa. Aku tidak siap dengan itu semua, aku tidak mau berhenti di karirku, setidaknya sekarang ketika baru memulainya. Tapi jika aku tidak menerimanya apa kesempatan seperti ini akan datang lagi? Aku sungguh bingung.
"Eonni, ada apa denganmu. Kau begitu gusar"
"Tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu kyu. Hei bagaimana menurutmu jika aku menikah nanti?"
"Menikah? Aku tidak tahu. Sebenarnya aku sedih jika kau harus menikah. Aku tidak lagi bisa melihatmu setiap hari. Tapi aku juga berbahagia karena akan ada yang menjagamu lebih baik dari kami menjagamu"
"ada apa? Kenapa kau bertanya pertanyaan yang tidak biasa? Apa ada yang memintamu menjadi istrinya"
Tepat sasaran, kenapa anak ini bisa tahu ya. Mungkin karena pertanyaanku padanya, apa yang harus kukatakan padanya. Apa mengaku saja padanya. Tapi aku tidak siap, dia pasti akan mengadukan semuanya pada appa dan eomma. Itu bisa berarti selesai untukku.
"ti..dak.. tidak ada yang mengajakku menikah Kyu, aku hanya bertanya. Suatu saat aku pasti akan menikah. Sekarang aku hanya bertanya bagaimana pendapatmu jika aku menikah nanti. Apa itu salah atau terkesan berlebihan kyu ?"
"haha.. Tenang eonni, aku kan hanya menebak. Bukanya jika kau mengalami hal yang sulit kau selau bertanya pertanyaan bodohkan. Dan biasanya pertanyaan itu tidak jauh - jauh dari masalahmu."
"Sudahlah kyu, kau menambah permasalahanku, sebaiknya kau tidak mengangguku dulu saat ini. Aku benar - benar butuh waktu sendiri untuk memikirkan keputusan apa yang terbaik yang harus ku ambil tanpa penyesalan."
"baik lah, aku berharap masalahmu itu tidak separah yang sedang aku fikirkan eonni, dan semoga cepat selesai ne. Oh ia, tadi eomma menyuruhku memanggilmu untuk makan malam. Ayolah eonni, jangan sampai masalahmu membuat eomma kecewa, karena kau tidak mau makan lagi. Kau tahu hari eomma benar - benar berkorban untuk memasak. Eomma kan sedang sakit, tapi untuk kita dia tetap berusaha melakukan yang terbaik loh.
"Sakit, eomma sakit apa? Kenapa tidak ada yang memberi tahuku?" selanjutnya aku berlari menuju ruang makan kami dam memeluk eomma dengan sangat erat.
"eomma, ada apa denganmu. Mengapa tidak ada yng memberi tahuku kalau eomma sakit?. Hiks..hiks.. Kenapa kalian begitu padaku. Mianhae eomma, aku tidak perhatian lagi padamu."
"Anakku sayang, tidak terjadi apapun pada eomma. Eomma hanya demam dan appa telah membawa eomma kedokter sore tadi. Tidak akan terjadi hal yang buruk nak. Ada apa denganmu, kau benar - benar lain dari biasanya. Eomma benar - benar mengkhawatirkanmu nak."
Mendengar penuturan eomma appa lalu menambahkan " Apa ada orang yang berani menyakitimu nak, appa akan membuat perhitungan padanya. Tidak satu orang pun boleh menyakiti kedua puteriku."
"tidak ada yng berani membuatku sedih appa, aku hanya sedang bingung" aku semakin terisak dengan pernyataan appa. Sebenarnya apa yang kutakuti tentang pernikahan, dan sekarang sepertinya aku mulai mengerti mengapa aku begitu takut. Aku takut akan kehilangan perhatian appa, eomma dan kyu. Aku tidak siap menerima seseorang yang baru dihidupku. Seseorang yang nanti akan menjagaku. Membentuk keluarga yang baru tapi tidak mungkin selamanya berada dekat dengan keluarga ku sekarang ini. Aku sungguh benar - benar tidak sanggup menahan ini semua. Baiklah sebaiknya aku bercerita saja. Mereka keluargaku, selamanya akan melindungiku.
"Appa, eomma, kyu aku akan bercerita satu hal dan ini sangat penting untukku. Jika aku telah mengatakannya beriakan pendapat kalian untukku. Dan apa kata appa, eomma dan kau kyu akan sangat mempengaruhiku."
"Baik, ceritakanlah nak. Appa, eomma bahkan dongsaeng kecilmu ini akan mendengarkan dan memberikan yang terbaik yang kami bisa" jawab appa dengan sangat tenang
"Appa, eomma dan kyu tadi ada seorang namja melamarku di depan rumah kita, dia namja yang pernah kau lihat itu kyu"
Setelah mendengar pernyataanku tadi semua orang dirumah tercengang, kecuali kyu dongasengku. Dia tertawa mendengar kata - kataku
"haha.. Sudah kukatakan kau tidak berbakat berbohong eonni, biarpun kau garang dan menakutkan terkadang. Kau berbohong pada kami ya, kau bilang kau tidak mengenalnya. Sekarang dia mengajakmu menikah, kau sudah berapa lama dengannya" kyu berkata masih dengan posisi tetawa
" hm..aku baru tau namanya saja tadi kyu, bertemu dengannya saja tadi itu yang ketiga kalinya dan dia sudah berani memintaku untuk menikahinya"
"apa? Namja macam apa itu? Kenal dimana kau dengannya nak? Appa ingin bertemu dengannya. Apa dia berani bermain - main dengan puteriku." appa menjawab dengan mata berapi- api
"nak kemarilah" eomma memintaku untuk dekat dengannya. Dia memelikku erat, seakan berkata tidak rela akan kehilangan puteri pertamanya.
"baiklah setelah makan kau sebaiknya beristirahat, dan jika kau bertemu dengannya katakan padanya temui appa secepatnya. Appa ingin tahu apa maksudnya dia melamarmu, bahkan kau dan dia tidak saling mengenal jauh."
"ne appa"
Malam ini makan malam kami serasa berada dikuburan, semua orang terdiam dengan pemikirannya masing - masing, aku tidak berani menatap mata appa. Wajahnya sungguh tegang, bahkan kyu pun yang biasanya mencari onar kali ini ikut terdiam dan melamunkan sesuatu. Sementara eomma seperti menahan kesedihan yang terlihat jelas diwajah cantiknya.
.
.
.
"kau sudah mau berangkat nak"
"ne eomma, aku berangkat dulu ne. Appa mana eomma"
"appa mu sedang mengantar kyu sekolah, katanya hari in ada praktik dan dia pergi dengan hebohnya dengan berbagai macam seperti kau tidak tahu kyu saja. Diakan orangnya sangat heboh dan paling suka memamfaatkan orang nak"
"ne eomma, aku mengerti. Gomawo eomma, telah memilih appa, melahirkan dan membesarkanku dan kyu. Menjadikan kami sebagai puterimu"
"ne, eomma bangga punya kalian nak. Appamu, kau dan kyu. Tidak ada yang lebih berarti dan penting untukku selain kalian"
Saat aku berjalan nemuju halte ada seseorang yang mengikutiku dan mengenggam tanganku, aku sungguh takut kalau dia adalah orang yang ingin menculikku. Perlahan kubalikkan tubuhku dan "kau…"
TBC
Hehehe, bagaimana menurut kalian? Aneh kah? Baikalah sebenarnya ini aneh menurutku. Adan ini hnya heechul pov deh sepertinya. Mian ya, karena aku benar – benarbelum bisa membuat masalah pov itu. Buat
Zuki teukcin : ne, blak – blakan kan bagus ya, dari pada ngegombal ga jelas. Hehehe masalah alur mianhae kalau kecepetan.
FiiAngelself : WTFam itu apa ya? Saya ga tau loh itu apa . bianya teuki oppa ya. Kebeneran saya suka banget sama ieeteuk dan kyuhyun. Udah dilanjutkan gomawo ne.
Terunobozo : Terimakasi banyak ya, karena kamu itu pembaca yang meninggalkan jejak pertama dan member aku saran yang membantu luar biasa. Kehilangan pembaca pertama sedih deh, tapi harapanku semoga suatu waktu nanti kamu bisa membaca tulisanku dengan lebih baik ne. jeongmal gomawo.
Buat siapapun yang pernah lewat atau membacatulisan ku ini, gomawo ne. jika berkenan tinggalkan jejak dan berikan pendapat kalian.
Akhir kata
Gomawo..
