Rate : K+ - T
Cast : Cinderella SJ
Leader SJ,
Magne SJ (saengi hechule)
Hangeng and Kim Kibum SJ
( orang tua hechule) and other cast
Genre : Romance, Drama, Hurt,Humor (diusahakan)
Disclaimer: Tuhan YME, Orang Tua member Super Junior, SM Ent,ELF dan cerita ini milik saya.
Part 5
Selamat Membaca
"kau.."
"ya ini aku, aku telah berjanji akan menjemputmu hari ini kan? Kenapa kau haru terkejut seperti itu. Aku akan selalu menjemputmu, datang menunggumu dan akan mengantarmu kemana pun itu."
"kau memang benar lelaki aneh, haruskah aku menuruti perkataanmu? Setelah semalam kau memintaku bersamamu. Aku belum bisa memberikan jawaban apa pun. Jika sekarang kau ingin mengantarku baiklah. Ayo aku tidak akan menolaknya"
"baik kajja kita berangkat. Nanti sore aku akan menunggumu di halte itu. Tempat dimana kita pertama bertemu. Aku akan menunggumu hingga kau datang. Begitu juga dengan perasaanmu. Aku akan menunggumu datang untuk mencintai dan menikah denganku"
.
.
Yang benar saja, hari ini sosok itu mengangguku lagi. Saat ini aku sedang menimbang apakah dia akan ku pertemukan dengan appa. Sejujurnya aku merasa ragu dengan ini semua, tapi aku telah berjanji untuk membawanya pulang kerumah, bertemu appa.
Sore Hari
"hai,, ini sudah sangat sore, kenapa kau masih menungguku"
"apa pun itu, ketika aku telah menetapkan hatiku pada satu nama, maka aku akan berusaha semampu dan sekuat tenagaku untuk tetap berusaha mendapatkannya. Meski telah ditolak atau dicampakkan aku akan berusaha. Bukankah seorang namja dapat dikatakan ideal jika ia punya keberanian, berani untuk mencoba, meski gagal tetaplah berusaha juga akan bertangung jawab akan kata - katanya"
Dia sunggu berbeda, meski aku yakin belum mencintainya sepertinya dia tepat untukku. Tepat untuk menjalani hidup bersama dengan pria aneh ini. Baiklah, aku akan mencoba untuk menerimanya. Tentang hatiku, aku percaya waktu akan membuat segalanya berubah. Mencintainya bukankanlah sesulit yang aku bayangkan. Dia namja baik - baik. Memulai dengannya mungkin akan jadi sebuah keputusan tepat.
"hm,, apa kau akan mengantarkan ku pulang?"
"tentu saja, aku ada disini untuk menuruti apapun kemauanmu. Kemanapun engkau pergi aku akan mengantarkannmu. Menunggumu dan mengaembalikanmu kepada orang tuamu"
"kalua aku memintamu untuk bertemu appa, apa kau mau?"
"ha? Secepat itukah? Ku kira aku membutuhkan waktu yang lama untuk menerimaku. Aku sungguh bahagia. Aku selalu ingin bertemu langsung dengan orang tuamu. Mengenal mereka yang akan jadi orang tuaku. Berterima kasih karena telah membuatmu ada didunia. Membesarkamu hingga kau tumbuh menjadi indah dan bertemu denganku pada saat ini. Aku aku akan meminta mereka menyerahkan puteri berharanganya untukku"
"hahaha.. Kau jago gombal ya, apa lagi yang kau katakan nanti. Kau akan bilang akan membahagiakanku dan tidak akan menyakitiku?"
"ha? Tidak hanya akan berjaji aku benar akan menepati"
"baiklah, ayo masuk. Hari semakin malam. Aku tidak ingin kau pulang terlambat dan mengecewakan appa dan eommamu pada pertemuan pertama kami."
.
.
"Appa, eomma.. Aku pulang"
"nak, mengapa kau pelang terlambat? terjadi sesuatu padamu?"
"appa, aku tidak terjadi sesuatu yang buruk padaku. Hari ini aku datang membawa dia. Namja yang melamarku didepan rumah kita"
Appa menatapnya begitu lekat, hingga dapat kulihat ia bergidik ngeri atas tatapan appa. Mungkin saat ini appa sedang menilainya, memperhatikan bagaimana dia dan apa dia namja baik - baik
"Anneyong ajushi, Park jung soo imnida, saya adalah namja yang akan melamar puteri anda yang berhaga"
"hm.. Cukup punya nyali. Pertemuan pertamamu denganku kau sudah berani berterus terang apa niatmu. Asal kau tahu, tidak semudah itu aku akan menyerahkan puteriku padamu. Silahkan diuduk, aku akan melihat sejauh apa keseriusanmu dan niatmu untuk menikahi puteriku"
"gomawo ajushi, apapun itu. Aku akan membuktikannya padamu"
"baik, jung soo. Kenapa kau melamar puteriku. Anakku bilang, kalian baru bertemu. Mengapa kau seberani itu. Apa kau berniat menyakiti anakku ha?"
"ajushi, aku sungguh tertari pada puterimu. Dia pasti akan membuat hidupku berwarna. Keceriannya, tingah konyolnya. Itu cukup membuatku untuk mencintanya. Selama ini, aku hidup penuh keseriusan. Aku hanya bekerja untuk diriku juga eommaku. Aku butuh seseorang yang mampu membuatku bahagia dan tertawa. Dan aku menemukannya pada puterimu. Aku tertarik padanya, saat ia berlari mengejar taxi, mengupat bahkan berteriak. Saat aku bertemu dengannya aku sedang pusing dengan permintaan eomma. Ia memintaku menikah, sedangkan aku tidak punya yeoja yang akan aku perkenalkan padanya. Hingga aku melihat puterimu, tingkahnya sunnguh menggemaskan. Melihatnya saja mampu membuatku tertawa. Hingga ku putuskan untuk memilih dia sebagai calon dari ibu anak - anakku"
"haha, kau tertarik dengannya. Bahkan kau tidak mengetahui seperti apa sifat puteriku ini"
"ajushi, mengenal seseorang itu butuh waktu seumur hidup. Seseorang yang kita kita yakini benar sikapnya bisa berubah. Ada banyak faktor yang bisa membuatnya berubah. Dan aku akan menghabisakan seluruh sisa hidupku untuk mengenal puterimu"
"bagaiman aku bisa yakin kau mencintai puteriku? Kau tidak merasa ini terlalu cepat? Bagaimana dengan keluargamu? Apa mereka bisa menerima anakku?
"cinta itu, tidak bissa diukur kadarnya. Jika kita mencoba untuk menyataknnya dalam sebuah satuan sepertinya tidaklah tepat. Karena cinta masalah perasaan. Dan aku merasa dia tidak perlu diukur. Hanya perlu pembuktian dan penjagaan agar dia tetap berjodoh denganku. Tidak ada kata terlau cepat atau terlambat untuk cinta. Hanya perlu kesadaran untuk mampu merasa dan mengakui cinta telah tiba padaku. Cinta tiba - tiba datang menyapaku, menawarkanku untuk mencintai puterimu. Aku menerimanya dan tidak akan aku biarkan dia meninggalkanku atau sekedar terlepas dariku. Aku yakin akan dirinya maka ini adalah hal yang terbaik untuk dijalani. Aku sudah mengatakan ini pada eomma, dia berkata jika memang ini cinta bukan sekedar tertarik maka kejarlah, kenalkan ia pada eommaku. Meminangnya dan menjadikan dia menantu satu - satunya dari eommaku. Hanya dengan itu sudah cukuplah bagiku. Yang kubutuhkan hanya restu eommaku, ajushi, ajuma serta calon dongsaengku. Aku tidak akan merasa sendiri lagi. Karena jika ajushi berkata ya, maka keluarga ini akan jadi keluargaku"
"kau namja yang cukup percaya diri ne, baik dengan apa kau mampu menghidupi puteriku? Apa kau punya harta untuk membahagiaknannya?"
"aku punya, harta materi yang bisa untuk menghidupi jasmaninya. Aku juga punya harta yang lain. Harta yang aku akan terus kumpulakan untukknya. Aku akan memberikan dia harta berupa hatiku. Itu akan mewakili segalanya. Harta materi itu bertebaran diidunia ini tapi hatiku kupastikan hanya untuknya. Hanya padanya, cuma dia yang akan menerima segalanya. Cintaku, juga akan jadi miliknya sepenuhnya hingga aku tak mampu lagi menampung semuanya untuknya."
"lalu, kapan kau akan menikahinya?"
"ajushi, apa ini kenyataan?"
"jelas ini kenyataan, aku rasa kau benar orang yang cocok untuk anakku. Kau orang yang bijak. Menghargai apa kata eommamu dan tidak peduli pendapat orang tentangmu. Aku menyukaimu nak. Dan aku rasa kau layak untuk menjaga puteriku. Menggantikanku sebagia pelindungnya"
"gomawo ajushi, secspatnya aku akan membawa eomma kemari. Kuharap kalian dapat membantuku untuk ini semua"
.
.
Benakan semua hipotesaku, appa akan menerimanya. Dia memang ukuran namja yang sangat berani. Huh, sepertinya aku akan benar menikah dengannya. Apa lagi yang bisaku perbuat, aku tidak akan merusak kabahagian appa. Setelah Leeteuk pulang, eomma menujinya. Bahkan Kyu bilang aku sungguh beruntung bertemu dengannya. Beli dimana namja yang begitu. Dia kira Leeteuk itu jualan apa. Mana bisa dia berkata begitu. Aku harus menata hidupku, bersiap - siap dengan kemungkinan teraneh dihidupku sekarang. Menikah dengan pria yang baru kukenal. Selamat pada diriku sendiri. Akankah ini akan jadi kebahagian. Semoga saja.
Tbc
Haha.. saya datang lagi, membawa sebuah fic yang aneh ini. Setelah ini aku akan sedikit merusak hubungan mereka ya. Kira – kira kalau siwon ku jadikan perusak hubungan gina ya?
setuju ga?
Untuk zuki teukcin : udah di up date kan. Gomawo udah mau baca ya..
FiiAngelself : oh,, aku juga penggemarnya leeteuk oppa dan juga kyu. Gomawo ne udah mau baca fic ku yang aneh ini dongsaeng. Lina imnida. 20 loh..
Jika anda masih berminat dengan ini, jangan lupa tinggalkan jejak ne.
Akhir kata
Gomawo *bow 90 derajat
