Rate : K+ - T

Cast : Cinderella SJ

Leader SJ,

Magne SJ (saengi hechule)

Hangeng and Kim Kibum SJ
( orang tua hechule) and other cast

Genre : Romance, Drama, Hurt,Humor (diusahakan)

Disclaimer: Tuhan YME, Orang Tua member Super Junior, SM Ent, ELF dan cerita ini milik saya.

"Selamat Membaca"

Kini ini aku termenung, menunggu dan bahkan bertanya pada diriku sendiri apakah aku siap dan apakah aku mampu. Pemikiran ini sepertinya terlalu dini bahkan terlalu rumit dari yang kusangka. Bagaimana cara menerima ini semua masih dalam batasanku atau telah terlampaui dari sekedar apa yang kumampu. Menganalisis bahkan berfikir berulang - ulang tentang tawaran pernikahan ditawrkan pada ku saat ini, yang sebenarnya tidak terlalu dini juga utuk memutuskan berumah tangga. Hanya saja seperti kataku diawal ini semua benar - benar menguras kata setuju serta dukungan ya dari eomma semua bukannyamembuat masalah ini bertambah ringan tapi semakin membuatku tertekan secara tidak langsung, membuatku seperti terhimpit dengan keputusan apa yang seharusnya aku ambil. Mencintainya? Mugkin bisa saja dan teramat sangat mudah untuk dilakukan, tapi bukan ini yang kuinginkan. Hatiku menolak dan menerima dalam satu paket yang aku sendiri bingung akan bersikap yang mana yang akan aku pilih. Aku igin bahagia, siapa pun pasti ingin bahagia. Hanya waktu tiba nya yang terkesan dini atau aku yang terlalu takut meraihnya. Semuanya berutar - putar dikepalaku, dan hingga saat ini aku masih dan akan terus mempertimbangkannya mana yang terbaik yang akan aku lakukan tanpa penyesalan.

.

.

"eomma aku berangkat ya.."

"nak, kau tidak sarapan lagi? Sejak kapan kau berubah menjadi seperti ini. Ini tidak baik nak. Kau tidak harus pergi kan secepat ini, bukannya teukki akan menjemputmu hari ini"

"eomma, tidak baik bergantung pada orang lain, aku masih bisa sendiri eomma. Aku bukan anak - anak yang harus diantar jemput juga"

"baiklah, tapi kau harus makan nak. Atau kau mau eomma bilang pada teukki kalau kau sekarang tidak pernah makan pagi lagi. Jika perlu kau disuapi saja dengannya"

"what? AND..WE.. No.. Noo"

"kekeke, biasa saja nak. Dia kan juga anak eomma jadi eomma rasa tidak masalah mengadukanmu padanya"

"aish, eomma bahkan aku belum menikah dengannya. tapi eomma sudah sedekat itu dengannya. eomma disogok pake apa eomma?"

"anak ini, mana mungkin yang seperti itu. Eomma hanya berusaha untuk dekat dengannya. dia terlihat baik dan eomma senang melihat dia ada dekatmu menjagamu juga mencemaskanmu"

"ah,, baiklah mana sarapanku eomma? Bukannya aku dipaksa sarapan ya?"

"siapa yang memaksamu nuna?"

"Eh bocak tengik jangan mencampumpuri bahasaku dan eomma, ini pembicaraan rahasiaku dan eomma. Anak - anka dilarang mendekat dan tahu bahasan orang dewasa kyu"

"ha? Kau ini. Itu juga eommaku jadi aku mau tahu apa urusan nunaku juga eommaku. Siapa tahu bisa membantu"

"kyu sayang, sepertinya kau masih terlalu kecil untuk ini" kata eomma sembari mengelus bahu kyu dari belakang.

"baiklah, jika memang begitu kuharap kau baik - baik saja" kyu beranjak mendekatiku dan memelukku dengan erat. Benar kan apa yang kukatakan anak ini sedang aneh. Tidak biasanya dia begini.

"yak kyu,, apa - apaan kau" aku berusaha melepaskan pelukannya yang jujur saja bukan tidak nyaman hanya saja sulit untuk bernafas, anak ini memelukku keterlaluan.

"eonni, aku mulai takut kehilangan teman bertengkarku, hanya kau yeoja bermulut paling pedas yang pernah ku temui. Dan hanya kau yang paling kusayangi dan karena kau nunaku. Nanti setelah menikah jangna jauh - jauh ya dari kami" kali ini kyu seperti akan menangis ketika aku akan menjawab eomma berkata

"kyu, nunamu tidak akan kemana - mana changi, menikah bukan berati akan memisahkanmu dengannya. kau selamanya akan tetap jadi dongsaengnya. Jangan ragukan itu. Kau dan nunamu selamnya bersaudara dan tidak ada yang dapat membantah itu. Kalian berdua adalah buah hati eomma dan appa yang terbaik dan selamanya akan kami jaga sayang" eomma menitihkan air matanya karena hal ini. Aku merasa bahagia eomma begitu mencintai ku dan kyu dengan sepenuh hati

"eomma, gomawo sudah menjadikanku dan kyu anak mu dan appa. Kalian yang paling berharga sekarang dan selamanya eomma"

"ia sayang, sudah sarapanlah dulu. Sebentar lagi mungkin dia datang" eomma tersenyum padaku dan kyu. Senyum eomma memang yang terbaik. Apa mugkin appa menyukai eomma karena senyumnya atau kelembutannya? Tidak - tidak appa bilang eomma itu sangat pendiam dan cerewet. Apa bisa begitu ya? Sepertinya aku harus bertanya pada appa nanti.

"eomma,, aku sudah datang" teuki sudah tiba sepertinya dan yang aku tidak suka adalah sekarang dia begitu akrab dengan eomma, apa ini tidak salah? Dalam sehari dia menjadikan eommaku menjadi eomma nya. Dan apa ini eomma sepertinya senang - senang saja

"anakku, kau sudah tiba ya? Baiklah kau sudah sarapan? Bicaralah dapa calon istrimu itu tentang pentingnya sarapan, bertahun – tahun eomma selau berbicara hal yang sama dan lihatlah sampai sekarang dia masih saja susah diingatkan. Sarapan itu penting untuknya, ini sudah kesekian kalinya dia tidak ingin sarapan. Bantu eomma memberi tahunya ya"

"apa benar itu? Sarapan penting untukmu karena aku tidak mau kau sakit. Dan ini sekarang harga mutlak untukmu" leeteuk mengatkannya tidak seperti memberi tahuku tapi lebih seperti memerintahkanku dan kata - kanya itu mendapat angukan dari eomma dan kyu.

"baikalah, kalau itu yang baik menurut kalian. Aku menurut saja lah. Kajja kita berangkat, ada hal penting yang harus aku lakukan dikantor"

"ayo, berangkat. Eomma dan kyu aku berangkat ne. dan kyu saengku baik - baik disekolah ne. oppa berharap kau jadi anak baik selalu"

"siap oppa, hati hati ya"

"ia nak, eomma titip dia ya. Kau harus sabar dengannya"

Lagi dan lagi aku merasa ini terlalu cepat, apa sebenarnya mereka benar ingin aku menikah dengan teukki . Aku sendiri bingung dengan ini. Ya selau saja aku bingung dengan tingkah ajaib pria ini ditanbah kelurgaku yang sekarang ikut berttingkah jadi ajaib

.

.

"teukki, apa kau serius dengan semua ini?" aku memncoba bertanya tentang keseriusannya padaku

"tentu saja, aku percaya Tuhan tidak pernah bermain dadu, bahkan kepada siapapun kita bertemu. Aku selau percaya bahwa hidup ini adalah bagaimana dan akan seperti apa kita menjalani dan memperlakukannya dengan cara terbaik yang dibisa. Bertemu diamana dan dengan sipapun itu bukan kebetulan, semuanya dalah takdir dan dengan siapapun kau akan menghabiskan hidupmu itu kau yang menentukan. Tuhan memberikan jalan tapi semuanya akan kembali kau yang menentukan, baik dan buruk, cocok atau tidak, ya atau tidak semuanya adalah keputusan setiap pribadi. Tuhan membebaskan kita untuk hal itu, dan dia memberiku jalan bertemu denganmu dan aku akan menjadikanmu sebagai takdirku. Mulanya aku sendiri merasa apa ini hal yang benar, bahkan hingga saat kau duduk disampingku aku tidak tahu jelas apa kau mau menikahiku. Yang aku tahu aku sedang berusaha menjadikan hatimu milikku, pertemuanmu dan aku seajak pertama bertemu denganmu aku sudah melihatmu sebagai hal yang patut ku perjuangkan dan yah kau yang aku impikan. Dulu aku adalah namja yang begitu rapuh, dan saat ini masih begitu. Duaniaku berbalik tidak menyenangkan pada saat appaku meninggal hanya eomma yang kumiliki, mencintainya dan menjaganya itu prioritasku seumur hidup. Hingga eomma memintaku menikah. Kukatakan padanya bahwa aku tidak akan menikahi sembarang wanita. Yang kunikahi adalah wanita yang pasti memiliki hal - hal berbeda, hal yang membuatku merasa menjadi pribadi yang lain saat aku bersamanya, yang bisa memberikanku semangat dengan cara yang berbeda dan semuanya aku mengharapkannnya darimu. Ya darimu karena kau yang kupilih, karna kau yang membuatku merasakannya. Karena kau wanita pertamaku selain eomma yang mampu membuatku selalu ingin menjaga, melindungi, menyayangi bahkan memberi semua yang mampu kuberi untukmu. Memcintaimu itu sederhana untukku, aku mencintaimu seperti awan yang menjadiannya hujan agar manusia tidak lagi merasa hangat nya mentari berlebihan. Aku mencintaimu sederhana, sesederhana yang bisa kau defenisikan tapi tidak dalam perasaan atau dalam pembuktian kaua akan melihat itu nanti dan ini bukan janji biasa heechul ini janjiku padmu yang akan kau bawa mati dengan cintauj selamanya padamu. Apa itu sudah cukup heechul?"

Aku hanya mampu tersenyum menanggapinya, pria setulus ini apa perlu aku meragukannya. Apa aku benar? Apa aku akan benar jika bersamanya atau ini hanya peraasaan melankolisku padanya. Aku memahami kapadihannya, aku inin membantunya meberinya semangat saat dia merasa jatuh dan menjaganya saat dia merasa tak nyaman. Tapi bagaiman cara memulai dan keliar dari kondisi ini aku masih perlu waktu, apakah dia sesabar itu menantiku?. Dan hingga aku sampai tidak ada satu katapun lagi yang keluar dariku atau darinya. Terdiam dengan pemikiran masing - masing. Aku dengan segala keraguanku dan dia aku tidak tahu apa yang dia fikirkan. Yang aku harapkan adalah aku harus secepatnya menetukan sikapku sebelum ini semua semakin berlaut dan aku semakin terjebak dengan perasaan serta prasangkaku padananya.

TBC

Ya, ini fic pertamaku yang harus ku pertanggung jawabkan selesai ada ataupu tidak yang me riviewnya aku akan tetap lanjut fic ini. Sebenarnya aku ridu pada leteuk oppa juga pada heechul oppa dan jangan lupa juga pada yesung oppa. Ngangenin banget mereka. Kemarin ss5 ya? Ga ada leader heboh, oppa centil dan lucu juga oppa suara kece yang punya tigkah aneh disana. Merasa hambar sebenarnya. Tapi mereka wamil kok, itukan kewajiban dan hari baik itu segera akan datang. Heechul oppa akan kekbali secepatnya. 2 tahun itu cepat senarnya jiga kita mengisinya dengan hal yang baik dan membuat peningkatan tiada akhir. Terimaksih buat semuanya yang udah membaca atu meriview fic ini, jika kalian masih berkesan tinggalkan saran untukku. Gomawo untuk semuanya.. salam cabe pedas siwon ya..kekeke (lucu ya siwon oppa, cabe ya pedas lah. Ngadu di twitter pula)