Rate : K+ - T
Cast : Cinderella SJ
Leader SJ,
Magne SJ (saengi hechule)
Hangeng and Kim Kibum SJ
( orang tua hechule) and other cast
Genre : Romance, Drama, Hurt,Humor (diusahakan)
Disclaimer: Tuhan YME, Orang Tua member Super Junior, SM Ent, ELF dan cerita ini milik saya.
"Selamat Membaca"
Masih ingin berlama - lama dalam tidur,, ini yang dilakukan sosok itu didalam kamarnya. Masih sama seperti pada awalnya. Entah mulai sejak kapan dia jadi seorang pembenci pagi, ah mungkin sejak dia merasa seperti orang yang linglung. Hingga detik ini sesungguhnya ia hanya perlu berkata ia atau tidak. Maka sosok yang menantinya itu akan pergi mungkin. Tapi ia takut akan sebuah penyesalan, masih terlalu lama menimbang - nimbang diantara restu orang tuanya yang telah resmi digenggam pria tersebut. Terlalu lama bernarasi juga tidak ada gunanya, dia masih ragu itu adalah kesimpulan singkat yang menggambarkan apa yang ada dibenak dan terutama dalam hatinya. Hingga suara indah eommanya memanggilnya dari balik pintu ruang pribadinya.
"nak, ayo bangun. Tadi baru saja calon suamimu itu telfon. Kau tau dia akan mengajak eommanya kemari. Hey nak bersiaplah"
Wanita cantik ini langsung bangkit dan segera membuka pintu kamarnya, lalu menemukan sosok eommanya masih setia menantinya. Ia menatap eommanya dengan tatapan sendu, sedih sekali terlihat. Meraih kedua tangan ibunya dan berharap diberikan kata - kata penyemangatnya untuk hari ini.
"eomma tau kau ragu nak, eomma merasaakn apa yang kau rasakan. Ini hal yang baru untuk kehidupanmu. Tapi percayalah eomma dan appa mu selalu mendoakan yang terbaik. Dan sebagai ibumu eomma merasa dan sangat yakin akan nya. Dia pasti bisa membuatmu bahagia. Emmma yakin akan drinya, mengkin itu hanya kesan awalnya dan eomma bukan orang yang akan begitu tertarik dengan suguhan yang pertama. Tapi percayalah saat melihatnya eomma menggunakan perasaan seorang ibu untuk melihatnya lebih dan lebih"
"huh…, baiklah eomma aku pasti akan bersiap dan akan memberikan yang terbaik untuk hubungan ini"
Sepeninggal eommanya sekarang wanita cantik ini akan segera bersiap, semuanya terasa berat dan merisaukan hatinya. Ini bukan permainan yang jika ia bosan atau malas dia akan mudah melewatnya. Ini pernikahan, mungkin ia akan punya anak dari hubungan ini. Tapi apa ia ia bisa bertahan dari semua yang akan dialaminya. Semuanya bisa saja dan hidup punya alur yang kadang kala tidak bisa ditebak apa ini akan berakhir baik atau paranya akan jagi penyesalan.
"sayang,, apa yang kau lakukan diatas, ayo turun. Sebentar lagi mereka akan tiba. Kau harus yang pertama menyambutnya"
Disini ia sekarang, memandangi dirinya sendiri dalam keterpakuan. Melihat dan merasakan sensainya. Jantungnya berdegub lebih kencang saat ini. Berusaha menenagkan dan memberi penjelasan dengan dirinya sendiri. Menyangkal segala fikiran - fikiran bodohnya. Mengatur nafasnya dan mempersiapkan raut wajah yang akan diperlihatkannya. Semuanya harus baik –
baik saja, semuanya harus terkendali olehnya hingga satu hari ini berakir. Perlahan ia terus berucap dalam dirinya bahwa ini akan baik - baik saja. Dan mulai melangkahkan kakinya menuju ruang depan rumahnya, tempatnya dan keluarganya akan memutuskan hal yang akan diambilnya.
"ayolah nak, terseyum. Ini adalah hal yang appa fikirkan sejak kau lahir. Appa berharap jika kau telah dewasa kau akan dibawa oleh pria baik nak, pria yang membuat kau bahagia. Pria yang akan merubah hidupmu dan menjadikannya semakin baik. Berahagialah nak"
"ia appa aku akan berusaha"
Setetes air mata telah jatuh dan bersemayam diwajah cantiknya. Lantas ia memeuk appanya erat, seakan menyalurkan kegaluan hatinya dan keresahanya akan segala hal. Yang dibalas dengan belaian halus appanya pada punggunnya. Seperti memberikan ketenangan dan kekuatan pada puteri pertamanya ini. Tanpa mereka sadari sosok wanita yang paling berharga dan telah menjaga mereka turut ikut dalam pelukan mereka. Seraya terisak dan hanya terdiam dalam pelukan haru mereka. Mereka saling terdiam dan memeluk erat. Seakan itu sudah cukup untuk mewakilkan apa yang akan dibicarakan.
"eomma appa aku tidakakan pergi, hanya menikah dan kalian akan bertambah satu orang anak lagi yang akn membantu ku dan kyu menjaga keluarga kita. Ah ani bukan Cuma keluarga kita keluarganya juga. Ia kan eomma? Sama seperti appa yang menjaga sungmin ajuma. Bahkan appa lebih sayang padanya dari pada yang lain kan? Maka aku juga akan mengajarinya bagaimana menjaga keluarga kecil kita ini eomma appa"
Setelahnya pelukan ketiga orang yang berstatus orang tua dan anak itu terlepas, saling mamndang dan saling memberikan semangat. Hingga kedua orang tuanya emengecup ppi kiri dan kanannya bergantian. Memberikan cinta mereka yang hangat untuk putri pertama mereka.
"eomma, appa terimakasih untuk cinatanya. Selamanya aku akan mencinytai kalian juga. Kajja ayo kita bersiap. Ini bukan hari yang buruk seperti perpisahan eomma. Ini hari bahagiaku juga bahagia kalian"
"ayo nak,, jadilah wanita yang baik dan bertanggung jawablah setelah ini"
Seiring dengan berakirnya percakapan singkat keluarga ini terdengar ketuna pintu yang sudah pasti mereka ketahui siapa yang melakukannya.
"ah.. Maaf sepertinya aku terlau terburu- buru ne"
kini telah hadir sosok pria itu, ya pria yang akan menjadi anak mereka juga. Mereka tersenym manis dan memperlihatkan keramahan yang amat sangat kepada tamunya yang datang
"tidak nak, ah.. Apa itu eommamu? Selamat datang eonie. Maaf menyuguhkanmu dengan adegan yang tadi ya. Ayo masuk dan duduklah"
Kini mereka telah berada pada ruangsnyang sedikit tegang, berpandangan dan harusnya ada yang melihat betapa dalam tatapan eomma pria yang akan menjadi suaminya itu pada dirinya. Hiungga ia merasa begitu gusar dengan tatapan itu. Bukan, bukan tatapan yang mengerikan yang ia terima. Melainkan sebuah tatapan indah penuh pengharapan yang siapa saja melihatnya pasti bisa menyimpulkan bahwa wanita itu begitu menyukai seseorang yang tengah ia pandangi dengan begitu intens.
Tbc
Ga elit kan sungguh ga elit banget. Nulisnya feelnya setngat – setengah banget dan dari pada ini jadinya hancur lebih baik distop dulu disini ya. Pendek dan typonya juga ia disini aku akan bayak focus pada keluarga. Keluarga itu segalanya dan takkan terganti. Aku masih berharap review loh..
ah besok tanggal 28 kan, aku bday loh.. baerharap wish ku terpenuhi dan midku juga lancer. Makasih ya…
