Author note :

Bab II ini saya publish sebagai pembuktian janji saya yang lebih saya tujukan untuk diri saya sendiri untuk konsisten menulis. saya baru sadar kalau di Bab I kemarin tidak ada konflik yang terjadi.

Maaf saya menulis dengan telepon genggam, jadi sedikit sulit untuk editing, dan terima kasih banyak untuk review dan pembaca yang mendukung cerita ini.

saya akan balas review di chapter depan mungkin (saya kira kita bisa reply seperti di facebook atau twitter tapi tidak, hehe).

selamat membaca :)

The Exception

Bab II : The Deals

Baekhyun merasa baru kemarin dirinya masihlah seorang anak lima tahun cengeng yang menangis saat ibunya tak mau membelikannya sebuah jajanan di pinggir jalan yang membuat liurnya menetes. Dia adalah orang yang sama dengan orang yang marah karena ibunya menyuruhnya untuk menjaga berat badannya dengan mengurangi jatah susu yogurt strawberry miliknya. Bahkan baru kemarin dia adalah seorang anak laki-laki yang akan berapi-api saat membicarakan masa depannya, tentang melakukan apapun yang dia mau, bermimpi menemukan kehidupan yang lebih berarti, kehidupan normal seperti layaknya manusia, bukan boneka.

Baekhyun dibesarkan dengan baik. Keluarga byun pasti bukanlah keluarga impian semua orang, tapi baekhyun tetap mengasihi keluarganya. Dia menyayangi ibunya, kakak lelakinya baekbom yang sangat menyebalkan, bahkan ayahnya yang selalu pilih kasih dengan dia karena kakaknya yang seorang dominan. Keluarga byun masih lebih baik dari kebanyakan keluarga lain yang baekhyun tahu. Ayahnya tak punya simpanan atau anak haram dan ibu baekhyun akan selalu memastikan kebutuhan baekhyun meski baekhyun selalu risih karena dia diperlakukan seperti perempuan. Jika kakak laki-lakinya diajari bisnis, management, dan keuangan oleh ayahnya, baekhyun haruslah mengikuti kelas kepribadian, memasak, menjahit, dan hal-hal yang feminim. Hell, baekhyun pernah memberontak, menuntut kenapa ayahnya tidak adil padahal dia juga laki-laki tapi akhirnya dia lelah dan terlebih merasa kasihan pada ibunya karena ibunyalah yang akan menanggung dan mempertanggung jawabkan bagaimana attitude baekhyun. Dan baekhyun berakhir dengan hidup sebagaimana seorang putri bangsawan.

Baekhyun tidak tahu apa itu cinta. Dia anti dengan segala hal berbau romansa. Matanya akan gatal saat berpapasan dan melihat sepasang kekasih bermesraan, yang mana seringkali itu adalah sahabatnya, kyungsoo dan tunangannya, jongin. Ibunya selalu memberi tahunya kalau cinta itu hanyalah kata yang bagus untuk menutupi perasaan yang sebenarnya dan kita lebih baik tidak menyebutnya. Hubungan ada karena kebutuhan, rasa hormat, hutang, kedamaian, kasih dan hal-hal yang memiliki dampak baik. Ibu baekhyun berkata bahwa bahkan kedua orang tua baekhyun tetap bisa bersama dan membangun keluarga yang baik selama hampir tiga puluh tahun tanpa ada cinta di antara mereka. Ibunya bahkan berkata dia tidak mencintai baekhyun, tapi mengasihi dan menyayanginya. Cinta itu tidak ada. Meski masih tidak percaya dengan cinta, baekhyun masih percaya pada satu hal yang tidak dipercaya ibunya, yaitu hubungan yang dijalin karena ketulusan. Baekhyun tahu kalau sejak kecil cara berfikir anak dari kalangan atas akan selalu mengarah pada keuntungan sehingga terkadang mematikan hati mereka. Tapi baekhyun telah bertemu dan mengenal lebih banyak orang daripada yang ibunya tahu. Baekhyun tahu orang diluar sana saling membantu dan dan mengasihi bahkan orang yang tidak dikenalnya, memang hampir semua orang macam itu adalah orang kalangan biasa. Jadi baekhyun merasa bukanlah salahnya kalau ia memiliki lebih banyak teman yang bukan berasal dari lingkaran sosial kalangan atas, karena dia merasa dia tidak seharusnya berada di status ini.

Dan inilah yang paling dibenci baekhyun. Baekhyun tahu kalau sebenarnya dia akan berada di titik ini ketika dia tidak tegas pada hatinya tentang berada di kalangan jetset. Dirinya adalah benar-benar boneka saat ini. Ditawar, dijual, didandani, dan dia berharap bahwa dia tidak benar-benar dimainkan. Baekhyun selalu berharap bahwa dirinya akan menjadi pengecualian untuk bisa menjadi dirinya sendiri. Tapi sekarang inilah dia sekarang, dia bukanlah lagi seorang Byun.

-the exception-

Chanyeol mengulurkan tangannya pada baekhyun, mengekspos manset onyx dan jam yang tampak sangat mahal. Dengan nafas gemetar, baekhyun meletakkan tangannya dalam tangan chanyeol. Denyut nadi baekhyun melompat ketika cengkeramannya diperkuat. Sentuhannya terasa berlistrik, mengirim kejutan ke lengan baekhyun dan mendirikan rambut di tengkuknya. Chanyeol tidak bergerak sejenak, sebuah garis kerutan mengisi jarak antara alis yang terpotong dengan arogan..

Bibir baekhyun menjadi kering, jadi dia menjilatnya sebelum menjawab. "Baiklah."

Chanyeol berdiri dengan keanggunan yang efisien, menarik baekhyun berdiri ke pelukannya dan mencoba mengikuti irama lagu yang bahkan baekhyun tidak bisa mendengarnya.. Kedua laki-laki itu mempertahankan kontak mata karena keduanya tidak bisa berpaling. Chanyeol terlihat lebih muda dari asumsi baekhyun pada awalnya. Lebih muda dari tiga puluh dugaannya, tapi mata chanyeol jauh lebih berambisi. Tatapan yang keras, tajam dan cerdas. Baekhyun merasa tertarik kearah chanyeol seolah-olah ada tali yang mengikat pinggangnya dan chanyeol dengan perlahan-lahan dan tak terelakkan menariknya.

Hampir tak berjarak membuat baekhyun bisa benar-benar memperhatikan seorang park chanyeol. Itu butuh usaha yang sangat keras untuk fokus dan baekhyun benar-benar berharap chanyeol tidak menyadari reaksi tubuhnya yang tidak pantas. Baekhyun terlalu sibuk memandangi chanyeol. Rambut hitam seperti tinta membingkai wajah yang mempesona. Struktur tulangnya akan membuat pematung menangis dengan sukacita, sementara mulut tergores kuatnya, hidung seperti belati, dan bola mata indah besar coklat tua intens membuatnya tampak menarik. Matanya itu menyipit sedikit, sementara wajahnya diatur supaya terlihat tenang. Matanya cerdas dan menilai, seakan menembus kedalam mata baekhyun. Detak jantung baekhyun bertambah cepat, bibirnya terbuka untuk mengakomodasi napas yang jadi lebih cepat. Park Chanyeol berbau sangat harum. Bukan cologne. Body wash, mungkin. Atau sampo. Apa pun itu, baunya lezat, seperti dia.

Keheningan menghipnotis di antara mereka membuat pikiran baekhyun mengelana dan itu tidak jauh-jauh dari pemikiran tentang ranjang park chanyeol. Mereka seperti tidak membutuhkan kata apapun saat saling menatap karena baekhyun seperti tahu kalau chanyeol tahu segalanya. Baekhyun bahkan sama sekali lupa kalau dia sedang berdansa dan tidak perduli bagaimana dansanya akan diperhatikan.

Saat lagunya telah berakhir, berkedip keluar dari setengah bingungnya, baekhyun melepaskan chanyeol. Dia tak sanggup lagi dengan jarak seperti itu. Chanyeol tak hanya indah, dia ... memikat. Ia adalah tipe pria yang membuat wanita dan laki-laki bukan dominan seperti baekhyun ingin merobek kemejanya sampai terbuka dan menonton kancing-kancingnya bertebaran bersama dengan ketahanan dirinya. Baekhyun menatap diri chanyeol dengan baju beradab, sopan, mahal milik chanyeol dan berpikir tentang persetubuhan yang kasar, primal dan mencakar-seprai.

Chanyeol membungkuk dan berterima kasih atas dansanya, membebaskan baekhyun dari tatapan provokatifnya. Otak baekhyun tergagap kembali bekerja. Baekhyun jengkel dengan dirinya sendiri karena merasa canggung ketika chanyeol sepenuhnya tenang.

Dan kenapa? Karena baekhyun terpesona, sialan.

Chanyeol beranjak namun melirik ke arah baekhyun dan posenya — hampir berlutut di depannya — membuat miring keseimbangan baekhyub lagi. Chanyeol membalas tatapan baekhyun saat dia bangkit.

"Aku menikmati dansanya, "

Wajah baekhyun panas. Betapa indahnya untuk tampil canggung dan kikuk di depan orang yang paling percaya diri dan anggun yang pernah baekhyun temui.

"Aku juga, terima kasih", baekhyun menahan erangan yang sedaritadi ia tahan.

Dan sebelum benar-benar beranjak pergi, chanyeol berkata dengan nada yang benar-benar akan membuat gunung akan berlari jika chanyeol berkata untuk, "kita akan berjumpa lagi. " itu terdengar seperti sebuah janji.

Dan baekhyun benar-benar mendesah. Saat dia sudah benar-benar melihat chanyeol, baekhyun berlari ke kamar mandi karena dia benar-benar terasang.

-the exception-

Park Chanyeol benar-benar sebuah pengecualian. Selama dua puluh tahun hidupnya, baekhyun tidak pernah tertarik kepada siapapun sebagai seorang pria, dia bahkan berfikir kalau dia akan menemukan laki-laki atau perempuan yang bisa membuatnya tertarik dengan cara itu sampai dia bertemu park chanyeol di malam pesta debutannya. Bahkan setelah bermasturbasi di kamar mandi dan memutuskan untuk benar-benar pulang, tidur yang biasa menjernihkan pikiran baekhyun malah membuatnya lebih kalut karena dia bermimpi basah, demi tuhan, baekhyun seperti anak sebelas tahun yang baru puber, ada apa dengan mimpi basah itu. Dengan fantasi seorang park chanyeol, hal itu membuat baekhyun semakin tidak bisa melupakan seorang park chanyeol. Chanyeol bahkan sebuah pengecualian tentang hal yang akan dia simpan sendiri. Baekhyun sudah diberondongi pertanyaan oleh kyungsoo yang terlalu excited, tapi baekhyun tidak memberi tahu apa-apa, dia tak akan menceritakan tentang chanyeol, masturbasi, dan mimpi basah pada kyungsoo, tidak akan.

Dan saat bangun pagi ini, baekhyun benar-benar sadar pesta debutannya semalam berpengaruh besar padanya. Bukan cuma tentang pria ketiga toplist kyungsoo itu, tapi juga puluhan laki-laki dominan lain yang saat ini jelas-jelas menunjukkan ketertarikkannya pada baekhyun untuk membuatnya sebagai suami, baekhyun tersenyum mengejek dirinya karena baru tahu kalau ternyata banyak laki-laki kalangan atas yang gay namun seorang carrier sangatlah tidak sebanding dengan jumlah laki-laki dominan.

Saat ini rumah baekhyun sudah terlihat seperti toko bunga dan hadiah, dengan banyaknya boneka, cokelat, bingkisan untuk baekhyun. Telepon keluarga baekhyunpun berbunyi seharian, bahkan ayah baekhyun sampai mendapat beberapa pertemuan dengan beberapa keluarga yang ingin 'membeli' baekhyun. Baekhyun sangat jengah. Dia sedikit takut ayah atau ibunya akan menerima salah satu lamaran dari salah satu orang-orang itu. Semua ini membuatnya menjadi bahan lelucon kyungsoo, jadi baekhyun mengurung dirinya sendirian di kamar tidak ingin mendapat apapun atau menemui siapapun seharian ini. Baekhyun benar-benar perlu menjernihkan pikirannya. Namun baekhyun malah mendapati dirinya menghabiskan sisa hari itu memuaskan rasa penasarannya pada sosok park chanyeol lewat beberapa artikel online. Menarik tapi dia masih penasaran karena sepertinya dia tidak mendapat apa-apa kecuali kiat sukses dan strategi bisnis.

Park Chanyeol adalah sebuah misteri untuk semua orang. Tidak ada yang benar-benar mengenalnya atau bahkan keluarga park. Keluarga itu adalah keluarga prestis paling tertutup dan membiarkan seluruh spekulasi dan gosip tentang mereka. Membangun kerajaan besar dengan benteng yang belum bisa ditembus. Keluarga yang bahkan pengaruhnya lebih besar dari perdana menteri korea selatan.

Baekhyun pernah mendengar tentang betapa cepat perkembangan kerajaan bisnis keluarga park delapan tahun yang lalu setelah diakuisisi oleh seorang park chanyeol hanya beberapa minggu setelah pesta debutan park chanyeol. Park chanyeol adalah legenda bisnis di korea selatan bahkan dunia. Park corporation, kerjaan bisnis mereka mempunyai basis bisnis yang sangat luas, menguasai pasar saham, dan semua pengusaha berlomba-lomba untuk bisa berelasi, dan taring park chanyeol bisa dipastikan menancap dengan kuat. Park chanyeol adalah orang kedua paling kaya di korea selatan, nomor lima puluh sembilan di dunia. Baekhyun masih mempertanyakan soal ini sebenarnya, mengingat umur chanyeol yang bahkan belum mencapai kepala tiga. Sedang orang paling kaya di korea sudah akan merayakan ulang tahunnya yang ke delapan puluh dua, dan yang paling membuat baekhyun geleng-geleng kepala adalah ayah mertua kakak perempuan chanyeol lah orang itu, pernikahan itu sangatlah jelas sebuah pernikahan bisnis, dimana kedua keluarga paling kaya itu menegaskan kedudukan mereka. Yang pasti, mereka semua adalah tipe orang yang paling dibenci dan ingin baekhyun jauhi. Keluarga Park berbahaya. Park Chanyeol berbahaya. Dengan kesimpulan itu, baekhyun jatuh ke alam mimpi.

-the exception-

Baekhyun memulai pagi selanjutnya sama buruknya karena dia tadi malam malah mengingat kembali pertemuan sebelumnya dengan park chanyeol, mata yang menggelap, suara berat, tangan kokoh, dada bidang, hingga aroma sabun yang membuat baekhyun orgasme. Mantra "Park Chanyeol berbahaya" tidak membuatnya melupakan chanyeol malah membuat semuanya terasa semakin intens.

Menghela nafasnya kasar, baekhyun berharap hari ini akan lebih baik, dia berharap dia bisa kembali mengurus perusahaan fashion design dengan label byun yang ia kembangkan sendiri. Baekhyun memang bukan pebisnis paling baik atau desainer baju paling bagus, tapi dia suka pekerjaannya, membangun dan membesarkan bisnisnya sendiri walau dengan bantuan dan modal ayahnya, tapi dia sekarang bisa berdiri di atas kakinya sendiri, namun ayahnya tetap menganggap semua yang diraih baekhyun bukanlah hal yang bisa dibanggakan. Hubungan baekhyun dengan ayahnya memang kurang hangat. Menepis semua hal yang bisa lebih menjatuhkan mentalnya, baekhyun memutuskan untuk bersepeda di sekitar sungai han, itu adalah kegiatan yang paling ampuh untuk memperbaiki suasana hatinya.

Hari ini masih banyak hadiah yang datang, telepon rumah juga masih belum berhenti berbunyi. Baekhyun masih tidak mau membuka handphone nya karena tahu akan ada ledakan pesan. Sambil bersepeda, baekhyun mulai mengurai banyak hal dalam pikirannya, dia memutuskan hanya akan bersikap optimis, biarpun ayah atau ibunya memintanya menerima salah satu lamaran itu, baekhyun pasti hanya akan bertunangan dulu. Ia benci dengan kenyataan kalau sesungguhnya yang paling mengganggunya bukanlah lamaran-lamaran itu, tapi sosok seorang park chanyeol. Baekhyun benar-benar harus melupakan laki-laki itu, dia bahkan menepis pemikran konyol kalau-kalau salah satu pelamarnya adalah seorang park chayeol. Itu tidak mungkin dan baekhyun pasti akan tahu soal itu karena park chanyeol adalah jenis tipe orang yang tidak akan bisa diabaikan. Baekhyun berharap untuk hal-hal baik saja yang akan terjadi. Dia bahkan tidak merasakan kalau dia sudah bersepeda sampai tengah hari. Terik matahari menyadarkannya. Baekhyun sesungguhnya masih ingin bersepeda, ini benar-benar berpengaruh baik pada suasana hatinya, namun dia tidak ingin kulitnya terbakar jadi ia memutuskan untuk pulang.

Setelah meletakkan sepedanya di garasi, baekhyun memasuki ruang tamu rumahnya dan melihat ayah, ibu dan kakaknya berdiri di sana dengan wajah paling bahagia sebanyak baekhyun bisa ingat. Dan itu adalah hal yang aneh karena seakan-akan kehadiran baekhyunlah alasan kebahagiaan itu. Selain itu, keberadaan ayahnya di rumah saat tengah hari juga tidak pernah terjadi. Baekhyun semakin tidak mengerti saat tuan Byun menariknya ke dalam pelukan.

"Oh, baekhyun, kamu benar-benar anugerah untuk keluarga ini. Kamu benar-benar tumbuh dengan baik dan membuat ayah sangat bangga. ", kebanggaan sangatlah jelas menguar dari ekspresi dan nada bicara tuan byun.

Tuan Byun adalah pria dominan yang keras dan seorang pebisnis yang tidak mudah merasa terkesan. Berumur awal lima puluhan membuat beberapa kerut di wajahnya terlihat jelas, namun harus baekhyun akui ayahnya menjaga tubuhnya dengan baik, lihat seberapa prima dan menawan ayahnya bahkan di usia itu.

Tubuh baekhyun masih menegang bahkan setelah ayahnya melepaskan pelukannya, oke, ini benar-benar membuat bulu kuduk baekhyun merinding. Apa yang telah ia perbuat? Alis kiri baekhyun terangkat heran dan mencoba mencerna, tapi tidak menemukan apapun. Ibu baekhyun yang melihat reaksi baekhyun hanya tersenyum lalu meminta baekhyun untuk duduk di sofa.

"Aku akan meninggalkan kamu dan ibumu karena kamu lebih dekat dengannya, dan dia lebih baik dalam menjelaskan beberapa hal. ", tuan byun dan kakaknya beranjak pergi, baekhyun bahkan tidak perduli kalau baekbom tadi ada di sana.

Ekspresi ayah dan kakaknya benar-benar seperti orang yang memenangkan lotere.

Ibu baekhyun berusaha mempertahankan senyum lalu menggenggam lembut tangan baekhyun.

"kamu tahu kan kalau kami semua mengasihimu baekhyun, sejak awal kamu memang anak ibu yang paling berharga. ", nyonya byun tersenyum namun baekhyun melihat kesedihan meraih mata ibunya, memberi tahu baekhyun kalau ibunya tidak memiliki pilihan.

Baekhyun mulai membuka suara, mencoba tersenyum untuk ibunya, "ada apa sebenarnya bu? Aku tidak mengerti kenapa kalian... "

"biarkan ibu memberi tahu kamu semuanya dulu, lalu setelah itu kita bisa bersiap. " ibunya memotong kalimat baekhyun.

-the exception-

Dan ketika ibu baekhyun berkata bersiap-siap, itu benar-benar benar bersiap-siap secara harfiah. Semua yang dikatakan ibunya benar-benar membuat otaknya macet. Baekhyun seperti terseret ke lubang hitam dimana ia sudah tidak terikat lagi dengan ruang dan waktu. Ketakutannya tentang orang tuanya yang menerima salah satu lamaran memang terbukti. Dia tidak diminta atau dibujuk. itu adalah sebuah perintah, sudah diputuskan, ayahnya, dan perusahaan sialannya. Namun yang paling membuat baekhyun tersesat dan tercengang adalah kenyataan sosok yang akan dinikahinya. Park chanyeol, pria pengecuali dalam hidup baekhyun. Ketika baekhyun berpikir tentang waktu yang akan dia miliki sebelum pernikahan, seorang park chanyeol benar-benar membuat baekhyun menjadi sesuatu yang tidak ia sukai. Kata 'telah terjual' seakan tertulis jelas di dahinya. Lamaran park chanyeol adalah perdagangan manusia, baekhyun berharap dia benar-benar bisa memenjarakan park chanyeol dengan tuntutan itu park chanyeol telah menyakiti harga dirinya. Bahkan seakan tak cukup dengan itu, park chanyeol menetapkan hari esok sebagai hari pernikahannya. Ya, esok.

Park chanyeol dan status kekayaan keduanya se korea datang dan menawarkan sebuah pernikahan kilat dengan perjanjian pranikah bernilai milyaran won seakan dia datang membeli baekhyun untuk dibawa pulang, tapi itulah kenyataanya. Ayahnya memang memenangkan lotere. Bantuan keuangan dan kerja sama dengan perusahaan park akan membuat perusahaan ayahnya berkembang sampai tiga kali dari saat ini, ini bahkan tidak akan bisa diraih ayahnya bahkan jika ayanhnya hidup sampai seratus tahun. Park Chanyeol tidak mengajukan lamaran untuk diabaikan, ia mengajukan penawaran yang tidak akan menerima kata tidak.

Dan tidak ada hal masuk akal yang bisa dilakukan baekhyun setelah kejatuhan bom nuklir pernikahan baekhyun dengan seorang park chanyeol. Setelah beberapa jam termenung tak percaya dan telah mempertimbangkan kemungkinan bagaimana dia akan memberontak yang tidak akan mungkin, baekhyun mencoba menerima berita pernikahannya yang lebih layak disebut sebuah lelucon dengan pikiran jernih. Sulit rasa baginya untuk tidak kalut. Hal pertama yang dilakukannya adalah tentu saja menghubungi kyungsoo.

Kyungsoo adalah salah satu orang selain baekhyun yang kebakaran jenggot saat mendengar rencana pernikahan baekhyun dengan seorang park chanyeol. Kyungsoo pulalah yang memberinya banyak info tentang chanyeol mengingat bagaimana dia memiliki mata seorang mata-mata. Kyungsoo menyuruhnya hati-hati karena selama ini seorang park chanyeol tidak pernah terlihat punya seorang kekasih, menyuruhnya melihat kemungkinan mempertimbangkan kembali dan berhati-hati bahkan melarikan diri yang memang begitulah sikap setiap orang normal seharusnya. Maksud Baekhyun, lihatlah seluruh hal dari diri Chanyeol, dia adalah alat penyiksa erotis mistis komplit yang bahkan saat baekhyun seharusnya marah, dengan tidak sopannya malah memikirkan malam-malam yang akan dia habiskan dengan Park Chanyeol, ketertarikan seksual Baekhyun pada Park Chanyeol saat ini haruslah menjadi hal terakhir yang ada di pikirannya. Tidak ada yang informasi yang benar-benar baru mengenai Park Chanyeol, relasi Kyungsoo hanya beberapa orang yang pernah bertemu chanyeol dan hanya untuk urusan bisnis, dan jangan tanya relasi baekhyun, relasi dan teman-teman baekhyun hampir semuanya adalah orang-orang biasa, jadi memang satu-satunya yang bisa Baekhyun andalkan untuk mengenal seorang Park Chanyeol adalah ribuan artikel online dan beberapa hasil wawancara majalah bisnis dan kolom bisnis di surat kabar.

"Aku tahu kamu tidak akan punya pilihan lain, tapi aku tidak terlalu mencemaskanmu karena siapapun itu orangnya, kamu akan baik-baik saja baek, karena kamu Baekhyun. Semua orang akan menyayangimu. Dan kamu tak perlu takut karena aku akan selalu ada untuk kamu", Kyungsoo mengatakan hal itu dengan nada tulus dan sama sekali tak ada nada bercanda seperti biasanya, Baekhyun reflek memeluk Kyungsoo dan menumpahkan air matanya menangis seperti seorang perempuan. Baekhyun membulatkan tekadnya, ya, dia telah dua puluh tahun hidup di kalangan atas, dia akan bertahan, dia akan menjadi Baekhyun yang kuat, meraih kebahagiaannya, dan hidup dengan baik, menghibur dirinya, berusaha mencari sisi baik pada hal ini, tidak ada hal di dunia ini yang tidak memiliki pengecualian.

-the exception-

Dan sekarang, namanya telah berubah. Park baekhyun, dia telah menandatangani surat nikah dan hal-hal mengenai administrasi itu setelah mengucap janji pernikahan di depan altar dengan laki-laki jelmaan dewa yunani itu, park chanyeol. Tak ada kata-kata cinta, tak ada lamaran romantis yang penuh hati dan bunga, hanya tawaran menggiurkan untuk keluarganya dari chanyeol. Yang benar-benar bisa diingat baekhyun adalah ciuman ringan yang menggetarkan seluruh tubuhnya setelah janji pernikahan itu. Dan demi tuhan, ingatkan baekhyun kalau iabaru mengenal chanyeol selama tiga hari! Lebih tepatnya, baekhyun mencari informasi tentang park chanyeol dari pihak ketiga, jadi secara teknis dia tidak mengenal park chanyeol sama sekali namun dia telah menyandang nama park, baekhyun rasa dunia memang sudah gila, atau dirinyalah yang gila. Dia akan meluruskan semuanya nanti saat semua kejutan dan euforia ini.

Di usia dua puluh tahun lebih tiga hari, byun baekhyun kini menjadi park baekhyun dan dia sekarang tak perlu menerima hadiah-hadiah dan lamaran-lamaran dari laki-laki lain.

TBC

untuk bab iii dan iv akan dipublish minggu depan tapi untuk harinya penulis masih tidak tahu.