Disclaimer : Fujimaki-sensei's Kurobasu & Kouri's Ib
Warning : Humor fail. Quick-typing. Un-beta. Spoiler bagi yang belum main. No pairing. Tidak sesuai EyD. OOC? Abal-abal. Typo?
A/N : Makasi udah ada yang mau baca. Sumpah ini saya iseng XD mungkin saya bakal main ulang untuk referensi... Kali...
.
.
Chapter 2 : Key Fish, Hungry Lips & a Man.
.
"Oh, kita masuk ke ruangan selanjutnya-ssu." Mereka melihat ada pertigaan. Terowongan yang mereka lalui, jalan ke kanan & jalan ke kiri.
"Coba lihat lubang itu..." Gumam Kuroko sambil mendekati sebuah dinding bermata kucing itu.
.
Looks like you can put a key with fish shape here
.
"Kita harus mencari kunci berbentuk... Ikan?" Kuroko mengangguk.
"Huh? Ternyata tidak semengerikan itu ya." Aomine tertawa.
"Kau ingin main Aomine-kun? Kau bilang ini tidak menakutkan bukan?" Kuroko langsung mendorong laptopnya ke Aomine. Aomine menerimanya dengan santai. Masa kah dia harus menarik ucapannya sendiri?
"Kau sudah save-kan gamenya Kurokocchi?" Tanya Kise. Kuroko mengangguk. Menatap laptop yang sedang dimainkan Kise.
"Kita ke kanan dulu saja." Aomine dengan santainya menjalankan Ib ke jalan kanan. Sesampainya disana, mereka melihat ruangan yang penuh dengan patung berjejer.
"Lihat. Ada sesuatu di lantainya."
.
Be careful to not fall in this floor.
.
BLAM.
Mendadak lampu ruangan itu mati. Lalu menyala lagi. Mati. Nyala. Aomine & Kagami merinding disko dibuatnya. "WAAAAAAAH! Pa-pa-pa-patungnya bergeraaaaak!" Pekik Kagami sambil mengacungkan jari telunjuknya ke monitor. "Kau ingin membuatku mati ya, BaKagami?!" Amuk Aomine.
"Hei... Sepertinya dia mengejar kita-ssu... Bagaimana kalau kita tunggu disisi situ?" Saran Kise. Aomine menurut saja. Bersyukurlah mereka, berkat Kise yang pintar ("Tumben kau pintar Kise. Biasa kau bodoh sekali" "Aominecchi harus rajin-rajin berkaca sepertinya-ssu.") Patung tersebut 'tersandung' lalu pecah.
Aomine & Kagami agak terlompat kaget saat mendengar suara pecah tersebut. Mereka seperti kucing.
"Lihat... Ada sesuatu di pecahan patung tersebut..." Gumam Kuroko. Kise langsung menggerakan Ib untuk mengambil barang tersebut.
.
You got a fish tail.
.
"Wah~ kita sisa mencari kepalanya-ssu!" Ucap Kise riang.
"Cepat Kise-kun, aku ingin tahu kelanjutannya." Kuroko terlihat antusias. Meski tidak terlihat di wajah temboknya itu.
"Hai-ssu, Kurokocchi!" Kise menurut & langsung menuju ke jalan yang belum mereka lalui. Aomine mengikuti.
Mereka masuk ke sebuah ruang yang terdapat 8 dinding. Saat mereka melalui dinding pertama muncullah sebuah tinta kuning di dinding itu. Di atasnya ada gambar stickman hitam.
.
Find me and you will get a prize.
.
Dan stickman hitam itu hilang tanpa jejak.
Tapi, di ketujuh dinding lainnya terdapat semacam gorden & tombol kuning di bawah gorden tersebut.
"Kita sisa harus membuka tiap gorden tersebut kan?" Aomine langsung mencoba membuka gorden di sebelah kanan bawah.
SRET.
"KYAAAAA!" Terdengar suara pekikan wanita dan...
SLAP.
"Eh?"
Gugurlah salah satu kelopak mawar merah itu. Yang awalnya 3 menjadi 2.
"Sepertinya... Itu melukai mawar kita-ssu..." Komentar Kise.
"Oh... Kalau kelopak mawar Ib menjadi 0, kita akan mati." Kata Kuroko memberikan penjelasan. Yang lain hanya mengangguk tanda mengerti.
"Sekarang, yang tengah atas..."
SIIING.
Ruangan itu menggelap. Dinding tersebut menunjukkan gambar bulan.
"Sigh. Kemana orang bergaris itu?!" Geram Aomine sambil menjalankan Ib ke pojok kiri atas. Dia langsung menekan z.
TING TONG.
SPLAT.
Muncullah tinta yang sama seperti awal 'bermain' petak umpet tersebut.
.
You found me. You will find your prize above.
.
"Atas?" Ib berjalan ke atas & menemukan lukisan yang berjudul 'Chef's Talent' & disana terdapat kepala ikan - pasangan ekor ikan tadi.
.
You made a fish key
.
"Yes. Aku mendapatkannya. Ayo Kise. Jalankan milikmu." Perintah Aomine. Kise hanya mencibir kesal.
"Tempatnya sama kan?" Kise langsung mengarahkan Ib ke tempat dimana Aomine menemukan stickman itu.
SLASH.
Semua facepalm.
Terlihat sebuah siluet seperti pedang yang diayunkan. Hal itu tentu membuat Ib terluka - terbukti kelopak mawarnya gugur satu.
"KENAPA DIA PINDAH TEMPAT-SSU?!" Kise heboh. Kuroko menutup telinganya. Si model pirang ini memang ribut.
"Kalau begitu aku akan membuka yang kanan atas!"
SRET.
.
You saw a sinister painting.
.
Mereka melihat sebuah lukisan. Seperti Ib. Atau memang itu Ib? Ib terbalik. Si macan itu bergidik ngeri. Kenapa macan takut hanya pada hal seperti itu?
"..." Kise capek mengomel. Dia menjalankan Ib ke tengah bawah. Nomor dua dari kiri. Dan syukurlah. Stickman itu disana.
Setelah menyatukan kunci ikan itu, Aomine & Kise meletakkannya di lubang dinding bermata kucing itu.
MEOW
MEONG
MEOW
MEONG
Muncul jalan dari tengah dinding itu. Namun diselingi suara kucing mengeong yang membuat bulu kuduk Aomine & Kagami berdiri.
"Kise-kun, aku ingin main." Pinta Kuroko.
"Silahkan, Kurokocchi~" Kise mundur & memberikan laptopnya pada Kuroko.
Sekarang mereka berada di suatu tempat baru.
"Ada tempat save mari kita save dahulu." Saran Kuroko.
"Apa yang harus kita lakukan disini..." Aomine berjalan ke kiri & melihat ada lukisan yang lidah bergerak-gerak terus.
"Puih." Dengan santainya si lukisan itu meludahi Ib. Nyaris kena. Nyaris.
"Sialan kau! Menantangku?!" Aomine gulung lengan baju. Langsung ditahan oleh Kagami.
"Ada sesuatu disana..."
.
White canvas.
.
"Tidak ada apa-apa? Yang benar?" Tanya Kise. Kuroko menekan z lagi untuk mengobservasi kanvas itu.
.
White canvas.
You see something small at the center.
9 (Red)
.
"Hm? ?" Komen Aomine.
"Apa itu petunjuk? Lebih baik diingat-ssu."
Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke atas.
GROAR.
DEG!
Jantung mereka langsung berdetak cepat.
"Eh? Tangan-tangan itu bisa berada dimana-mana?! Sebaiknya kita harus selalu berjalan di tengah!" Saran Kagami yang daritadi menonton. Kuroko mengangguk.
"Hei. Kagami. Kau belum mencoba bermain. Aku lelah. Ayo gantian." Aomine menggeser laptop ke depan Kagami.
"APA?! Kau ingin membuatku mati Aho?!" Tolak Kagami.
"Hanya game tidak akan membunuhmu, Baka!" Amuk Aomine.
"Sssh. Jika kalian ingin berpacaran, silahkan keluar." Ucap Kuroko sambil menatap baka-couple itu.
"SIAPA YANG PACARAN?!" Pekik Kagami & Aomine bersamaan.
"Ah. Itu ada sebuah ruangan." Kise melanjutkan perjalanan.
.
Liar Room.
.
"Ruang pembohong. Mari kita masuk saja." Akhirnya malah Kuroko & Kise yang bermain lagi.
Disana terlihat ada 6 lukisan.
Kuning Merah Hijau Coklat Putih Coklat
"Ayo kita coba berbicara dengan mereka."
.
Hijau : Stand in front of the statue. Go west 3 steps and south one step.
Coklat : Stand in front of the statue. Go east 4 steps. Then, go north 2 steps.
Kuning : The white is right!
Biru : The green is right!
Putih : Stand in front of the statue. Go east 2 steps. Go south 2 steps.
Merah : The yellow is right!
.
"Sepertinya yang benar adalah yang coklat." Gumam Kuroko.
"Kenapa?" Tanya trio nilai jelek itu.
"Yang lain menunjuk yang lain. Tapi hanya yang coklat tidak begitu. Berarti jawabannya coklat." Jelas Kuroko.
"Kau pintar sekali, Kuroko!" Kagami dengan polosnya berkata seperti itu. Kuroko hanya senyum tipis. Mereka mengikuti yang dikatakan lukisan coklat tadi. Dari patung, ke timur kotak & utara kotak. Ib menarik tali yang ada di kotak itu.
.
There is a number behind the wood.
4 (purple)
.
SLASH
JLEB
PRANG
SLASH
PRANG
"Suara apa itu?!" Pekik Kagami sembil memeluk bantal yang entah darimana asalnya.
Ib langsung dijalankan keluar darisana. Mereka melihat semua lukisan itu berubah. Yang awalnya tidak memegang apa-apa, jadi memegang benda-benda tajam seperti pisau atau pedang. Semuanya. Kecuali... Lukisan yang mereka percayai tadi. Lukisan dengan orang berpakaian coklat.
"Di-dia mati?" Tanya Aomine gagap.
Tetesan merah - cat merah, keluar dari bingkainya.
"Mari kita cek lukisan yang lain." Kuroko langsung menjalankan Ib untuk mengobservasinya.
.
LIAR!
LIAR!
LIAR!
LIAR!
LIAR!
.
Semua lukisan yang tersisa mengucapkan hal yang sama. Mungkin mereka marah karena si coklat memberitahukan yang sebenarnya? Setelah itu mereka mencek boneka-boneka yang digantung.
BUK.
Jatuhlah salah satu boneka disana. Dan terdapat angka 18 berwarna hijau.
"Bagus. Sekarang kita ke pintu itu." Gumam Kise.
.
X (green) x X (red) + X (purple) = ?
18 * 9 + 4 = ?
.
"166." Kata Kuroko memberi jawabannya. Setelah menghitung di kertas.
Kise menurut dan memasukkannya.
.
There is a sound.
.
"Pintunya terbuka-ssu!" Ib langsung dimasukkan ke ruang itu, namun hanya menemukan pohon-pohon apel.
"Ambil apelnya..." Gumam Kuroko yang sudah mengambil apel tersebut lalu menjalan Ib keluar.
"Kita belum melihat jalan disebelah kanan itu, Kuroko." Kagami yang sudah terbiasa mulai berpartisipasi dalam permainan itu. Meski secara tak langsung.
.
Beware of the lips
.
I'm hungry. Do you have a food?
If you don't have any, I will eat you.
Ah, that apple look delicious.
Would you give it to me?
Yes *pip*
No
.
Munch munch. Delicious.
You can go through my mouth.
.
Mulut itu menganga besar dan Ib masuk ke ruangan selanjutnya.
Ruangan selanjutnya hanya ruangan kecil yang memiliki gambar pisau pembantaian.
"Eh lihat. Lukisannya seperti bergerak." Gumam Kise sambil menjalankan Ib. Ketika Ib sampai diujung, jatuhlah pisau itu dan membuat Ib terpental ke bawah tangga.
"EEEEEEEK!" Pekikan Kagami terdengar lagi.
"Kagami-kun ribut." Kuroko memang seperti Ib. Berwajah datar, pemberani, pendek ma-maksudku kurang tinggi.
Setelah melewati ruangan tersebut, mereka sampai di ruangan merah. Ib mengobservasi semua lukisan di ruangan itu. Meski ada beberapa yang tidak bisa dibaca. Akhirnya Ib sampai pada satu lukisan yang berjudul "Lady in Red"
"Wew." Komen Aomine singkat.
PRANG!
Lukisan tersebut melompat dari tempatnya dan mulai mengejar Ib.
"Apa-apaan?!" Kise sibuk berkomentar dan Kuroko sibuk mencari cara untuk mengalihkan perhatiaannya. Kuroko memberitahu kalau ada kunci merah disana. Tapi, dengan Lady in Red yang gesit mengejar Ib... Akan susah untuk mendapatkannya.
Akhirnya dengan peluh hingga tetes terakhir, mereka berhasil mendapatkannya dan langsung pergi menuju pintu merah yang lainnya.
DUAK
DUAK
Suara gedoran pintu masih sangat keras. Ib langsung dijalankan menuju pintu keluar namun, terkunci.
"Aduh. Apakah kuncinya ada disekitar sini-ssu?" Gumam Kise mulai mencari kunci tersebut.
"Kise-kun... Lihat. Ada buku yang bisa kita tonton." Gumam Kuroko saat memeriksa rak buku atas sebelah kiri. Nomor 2 dari kanan.
"Kurokocchi, ingin membacanya-ssu?" Balas Kise. Kuroko diam. Lalu menggeleng. Ditekannya 'no'
.
There is a book that doesn't want to in.
Push it *pip*
Pull it
.
Ib mendorongnya dan terdengar suara pintu terbuka.
"AH! Terbuka! Ayo cepat keluar!" Seru Kagami senang.
"Hoaaaaaaaaam." Aomine menguap besar.
Mereka berada di pertigaan.
Kanan.
Kiri.
"Disana ada tempat save dan vas untuk menambah kelopak mawar kita." Kuroko langsung tidak membuang waktu. Langsung men-save dan mencelupkan mawar Ib ke dalamnya.
Mereka memutuskan untuk ke sebelah kanan lagi. Dan menemukan seorang pemuda yang memegang sebuah kunci.
.
He is holding a small key
Take?
Yes *pip*
No
.
Setelah mengambilnya mereka menuju jalan sebelah kiri.
"Kosong?" Tanya Aomine sambil mengorek kupingnya dengan kelingking ("Aho! Itu jorok!")
"Tidak juga." Ib menggunakan kunci kecil itu untuk membuka pintu yang berada di tengah ruangan itu.
Sebelum membukanya, Ib mengobservasi kelopak biru yang berada disekitar situ. Tapi, karena tidak mengerti, jadi langsung masuk saja. Didalamnya ada semacam Lady in Red, tapi dia berwarna biru. Jadi sebut saja Lady in Blue. Dia terlihat mencabuti sebuah mawar biru.
"GROAR" Ah! Dia meninggalkan mawar itu dan mengejar Ib.
"Ke-ke-kenapa dia lebih cepat?!" Kagami mulai menjadi takut lagi. Kuroko dan Kise diam. Lebih memilih untuk kabur dari Lady in Blue terlebih dahulu.
"Fiuh... Untung sa-"
PRANG
Kaca jendela ruangan itu pecah dan keluarlah Lady in Blue.
"GYAAAAA!" Reflek Kise malah memasukkan Ib ke dalamnya.
"Kise-kun... Apa kau cari mati?" Tanya Kuroko yang sudah menjalankan Ibnya ke ruangan sebelumnya.
"EH! Itu reflek-ssu!" Jawab Kise sambil meneliti tiap ruangan itu.
.
You pick a stalk of blue rose.
There is still has some petal.
.
"Oh." Kuroko melihat Ib yang dimainkan Kise.
"Wah! Mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan dengan ini!" Kise langsung pergi berlari melewati Lady in Blue dan pergi ke vas Eternal Blessing.
.
Put your rose
Do nothing
Put blue rose *pip*
.
Kise memasukkan mawar biru tersebut lalu mensave game. Melanjutkan perjalanan lagi ke pemuda tadi.
.
Uh... WHO ARE YOU?!
I don't have anything left!
Oh? You're someone from gallery?
Thank goodness.
.
Mereka berempat melihat scene Ib dan pemuda cantik itu berbincang.
.
When I got hurt, my rose petal will gone one by one.
Maybe if I left it, I will go die.
Thank you.
Ah. I'm sorry for my rudeness.
I'm Garry. And you?
Ib. Okay, Ib. I can't let a girl like you wandering around here alone.
So, I'll be with you.
.
Garry berjalan dan nyaris diludahi lukisan yang lidahnya menjuntai.
.
EEEEEEEEEK
I-I just startled a bit, okay!
Let's go together.
.
Ib dan Garry melanjutkan ke ruangan selanjutnya. Pintu ditutupi oleh patung tanpa kepala.
.
Let's push it.
UUUUH.
It heave.
Done. Let's go!
.
Ib dan Garry akan memulai stage baru lagi.
"Ah, ngomong-ngomong pemuda tadi cantik ya. Sepertiku!" Kise kibas poni.
"Kise. Mati." Ucap Kagami dan Aomine bersamaan.
.
.
A/N : Maafkan saya telat update. Saya udah lupa beberapa hal disini-_- Saya stuck dibagian liar room. Jadi memang mau tak mau memainkan ulang. Terima kasih dukungannya. Mind to review?
Sekalian saya promosi fic-fic kurobasu saya (silahkan cek di stories saya) Saya butuh aspirasi(?) /slap
