Warning : OOC? Alur lebih banyak di game. Reaksi chara seperlunya. Typo? Abal-abal? Quick-typing. Tidak sesuai dengan EyD.
A/N : Saya kok lupa habis ini ngapain /slap. Maaf banyak titik. Tapi, butuh itu agar tidak ketukar antara mana game dan percakapan normal.
Disclaimer : Ib (game) not mine. Kurobasu (chara) not mine.
Balasan review (maap lupa) :
- merry : saya malas ketik /ditendang. Maafkan sayaaaaa! Tapi biar yang lain penasaran buku itu trs main Ib /eh XD makasi reviewnya~
- Ayam Goreng : eh, maaf saya lupa balas review anda -_-" saya juga takut awal mainnnn! XDD
- ahahahahahahahn : Saya main Ib aja udah merinding disko TwT" kalo witch house saya numpang nonton kouhai / teman saya yang main. Meski cuma nonton ya... Saya tetap aja ciut -_- makasi reviewnya~ XD
"normal" chara talks
italic for game.
.
.
Chapter 3 : Gray Room
.
Ib dan Garry yang melanjutkan perjalanan ke ruangan selanjutnya, menemukan lukisan pembuka.
.
Grieving Bride. Grieving Groom.
Grieving Bride's Hand. Grieving Groom's Hand.
.
Setelah meneliti hal disana dan tidak menemukan apa-apa, mereka jalan terus.
"Ngomong-ngomong... Ruangannya makin suram..." Gumam Kise sambil menatap layar monitor.
"Ayo kita berkeliling disekitar ruangan ini."
Mereka berjalan lurus. Belok kiri. Kebawah. Mendadak muncul kumpulan bola mata.
.
EEK! What are these?!
.
"Uh... Itu menggelikan." Gumam Kise.
"Ha. Itu lihat. Ada satu mata yang... Matanya merah?"
"I-itu bukan mataku!" Seru Kagami mendadak.
JIIIIIIIIT.
Kuroko menatap mata Kagami lalu menatap salah satu mata yang merah itu.
"Kagami-kun. Aku percaya itu matamu." Kata Kuroko dengan datar.
"DON'T TALK NONSENSE, KUROKO!" Pekik Kagami dalam bahasa Inggris.
"Katanya jangan bicara yang aneh-aneh." Ucap Kise menerjemahkan. Aomine dan Kuroko mengangguk tanda mengerti.
"Kau mengerti bahasaku Kise? Kupikir kau hanya model dengan otak melompong." Gumam Kagami.
"Entah itu pujian atau bukan..."
.
Look. There is something wrong with that eyes.
I think that eyes was irritated
What should you do?
Stare it. *pip*
Do nothing.
.
*stare*
Ib. What are you doing?
.
"Buhahaha! Kau lihat ekspresi pemuda tadi!?" Aomine menunjuk-nunjuk monitor.
"... Setidaknya, ekspresinya lebih baik daripada ekspresimu yang sekarang, Aomine-kun." Komentar Kuroko.
"Tetsu-temeee!"
"Mungkin kita harus mencari obat mata?" Gumam Kagami sambil menatap monitor.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memasuki pintu kanan atas. Mereka menemukan banyak kursi dan di tengah-tengah ruangan itu ada obat mata!
"Lihat! Ayo kita ambil!" Kise langsung menggerakan Ib untuk mendorong kursi-kursi itu.
"Kise-kun... Tolong gunakan otakmu. Ini semacam puzzle." Ucap Kuroko yang agak menusuk hati si model itu ("Kurokocchi, hidoi-ssu!")
Dari sebelah kiri. Dorong ke atas sekali.
Kursi di atasnya, dorong ke atas.
Kursi sebelah kanan, dorong.
Dapat.
"Kerja bagus, Kuroko!" Girang Kagami sambil mengacungkan jempolnya pada partner bermain basketnya itu.
"Terima kasih." Kuroko langsung keluar dari ruangan itu dan pergi ke mata yang iritasi tadi.
.
What do you want to do?
Give eyedrop *pip*
Stare
Do nothing
.
Kemudian mata itu jadi sehat lagi lalu dia pergi. Ib mengikutinya dan menemukan mata itu sedang menatap tembok. Lalu, Ib mencoba membobolnya dan berhasil.
"Siapa sangka, mata itu bisa berterima kasih pada kita?" Komen Aomine mengangkat bahunya.
Didalamnya ada sebuah batu ruby. Ib mengambilnya lalu pergi keluar lagi.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Gumam Kuroko.
"Kita belum memasuki satu tempat lagi-ssu!" Seru Kise sambil menunjuk tempat yang dimaksud. Pintu di kiri bawah.
Mereka memasuki labirin.
"Uwaaaah! Banyak sekali manekin tanpa kepala!" Kise heboh. Kuroko yang tetap tenang, berusaha menjalankan Ib untuk mengecek sesuatu di labirin itu. Terbukti, Ib membaca lukisan yang ada di pojok atas kanan, "Ceklah sebelah selatan cat merah."
"Kurokocchi! Lihat. Manekin itu sepertinya bisa kita kibuli." Kise menunjukkan Ib yang sedang memancing para manekin untuk menjauh dari tempat itu.
Mereka mencoba menekan z pada dinding yang berada di sebelah selatan cat merah. Dan tempat yang benar adalah sebelah selatan cat merah yang paling atas kiri.
.
CKLEK.
There is a sound.
.
Ib langsung berjalan keluar dan menemukan pintu baru - yang awalnya hanya dinding! Ib masuk dan melihat barang-barang seni yang... Unik. Namun, tidak ada apa-apa disana.
"Tidak ada apa-apa di ruangan baru itu..." Gumam Kuroko.
"Mm... Ah! Kurokocchi! Kau ingat batu merah yang kita dapatkan tadi?! Siapa tahu kita bisa melakukan sesuatu dengan itu!" Seru Kise bersemangat. Kuroko mengangguk.
"Hei... Kalian belum melihat apa isi jalan itu." Aomine menunjuk sebuah jalan lagi. Kise dan Kuroko berpandangan lalu sepakat untuk melihat apa yang ada di ujung jalan itu.
.
That flower looks delicious.
Will you give it to me?
Give red rose.
Do nothing.*pip*
.
Hehehe. I will waiting~
.
"Hmmm... Mungkin lukisan itu kunci agar kita bisa ke ruangan selanjutnya..." Pikir Kuroko. "Apa kita tidak bisa memberikan mawar biru itu?"
"KUROKOCCHI! / TETSU! / KUROKO!" Ketiga pemuda yang lebih tinggi dari Kuroko itu berteriak secara bersamaan.
"Mengerikan sekali! Tetsu tertular bocah merah itu ya?!" Batin Aomine.
"Aku tidak sama dengan Akashi-kun, Aomine-kun."
"Glek."
"Aku hanya bercanda. Kalian terlalu serius." Ucap pemuda bayangan itu sambil kembali fokus pada mainannya.
"Syu-syukurlaaaaah!" Girang Kise.
Mereka mengecek lukisan yang berjejer lagi dan akhirnya berhasil memasukkan bola merah itu di dalam lukisan ular putih yang mengakibatkan lukisan di sebelahnya jatuh.
.
Behind the big tree.
.
"Ng... Di ruangan baru tadi ada sesuatu-yang-mirip-pohon 'kan...?" Kagami mengingat benda-benda yang ada di dalam ruangan itu.
Dan benar kata Kagami ("Tak kusangka, kau lumayan juga, Kagami-kun.") Cincinnya berada di belakang sesuatu-yang-mirip-pohon.
"Cincin itu bisa kita gunakan pada tangan-tangan yang kita lihat di awal tadi." Aomine mengorek telinganya.
"Biasanya... Cincin digunakan disebelah...?" Gumam Kise.
"Kiri." Jawab Kuroko sambil mengarahkan Ib ke tangan sebelah kiri, yang berada di depan lukisan 'Grieved Bride'.
.
Put the ring at?
Middle finger.
Ring finger. *pip*
Pinky finger.
.
Lalu, sang pengantin wanita melemparkan buket bunganya. Ib langsung mengambilnya.
"Apakah nama mereka tetap 'pengantin yang berduka'?" Tanya Aomine sambil meminum tehnya.
.
Blessed Bride. Blessed Groom.
.
"Oh. Mereka bahagia sekarang-ssu~! Buket itu... Bunga 'kan?" Gumam Kise.
"Mungkin saja... Lukisan tadi mau memakannya?" Tanya Kagami.
"Kau benar lagi, Kagami-kun. Mungkin sudah saatnya kau bertukar denganku."
"TIDAK. MAKASIH." Tolak Kagami dengan yakin.
.
.
A/N : oke. Chapter ini.. Pendek /ditendang. Btw, buket itu memang untuk lukisan yang mau makan bunga. Nanti dia jadi pintu dan ke next dungeon.
Daaan... Saya butuh pilihan anda. Kenapa?
Pertama-tama, di ruangan selanjutnya, ada pilihan2 yang akan membawa kita ke happy end, neutral end, bad end. Laluuuuuuuu. Ending di ib itu ada 7 ending.
- Promise of Reunion (Happy end)
- Together Forever (Alternate end, bisa dikata happy end?)
- Memories of Crannies (Neutral end)
- Forgotten Potrait (Neutral end)
- Painting's of Demise (?) (Bad end)
- Welcome to Guartena World (Bad end)
- Ib all alone (Very bad ending /jelas. Dan ini byk variasinya)
Ingat 'sinister painting'? Itu syarat untuk Painting's of Demise & Welcome to Guartena World. Tapi, masih bisa buat dapat yang lain sih ._.
Lalu, dungeon selanjutnya itu kalo ga baik nanti bisa dapat neutral ending ato alternate ending. Eh tergantung sih. Itu complicated!
Jadi, tolong vote dari review(?) Karena, review anda akan berefek pada ending (dan jalan cerita) fic ini m_ _m
