Chapter 2
Orang itu.. Uzumaki?!
"Uzumaki Nagato desu. Yoroshiku onegaishimasu."
Pupil Kushina membesar. dia bilang.. uzumaki?! Rambut merah, memang ciri khas dari klan Uzumaki. Tapi Kushina tidak pernah berfikir bisa bertemu dengan oranglain yang satu klan dengannya, terutama di kota itu.
"Satu lagi berambut merah!" Tanaka-sensei menggeleng. "Ini upacara penerimaan siswa baru, dan kau terlambat?"
"Maafkan aku, Kepala Sekolah menyuruhku untuk membantunya memindahkan beberapa barang, tadi." Nagato, orang itu, nyengir untuk yang kedua kalinya. Tidak ada tanda-tanda dia sedang depresi atau gugup, atau apapun yang dirasakan Kushina. Rambut merahnya diurus rapi, berbeda dengan Kushina yang membenci rambutnya sampai sampai tidak pernah disisir.
"Hah, sudah, silahkan duduk," Kata Tanaka-sensei, sebal. Nagato segera mencari-cari bangku kosong, kebetulan satu bangku lagi ada dibelakang bangku Kushina. Dia lewat begitu saja, tanpa memperhatikan rambut Kushina yang sama persis dengannya.
"Hai," Nagato mencoel bahu Kushina, dan tersenyum ramah.
"Ha-hai." Kushina hanya mengangkat tangannya, sama sekali enggan menoleh ke belakang.
"Rambutmu bagus," Jantung Kushina berdetak kencang mendengarnya. Ia terkejut. Kushina menoleh cepat ke belakang, memperhatikan laki-laki itu dengan lekat. Mencoba mengingat raut wajah laki-laki yang tadi pagi ditemuinya. Apakah orang ini?
"Aaa! Ketemu!" Pekiknya. "Oi! Kau yang mengejekku tadi pagi, ttebane?! Ya kan?! Kau yang.."
"Rambut merah! Kalau kau mau mengganggu pelajaranku yang bahkan belum mulai ini, kupersilahkan kau keluar!"
"su-sumimasen.." Kushina menunduk. Malu sekali rasanya, entah ia terlalu bersemangat karena dipuji atau bagaimana, yang jelas, gadis ini memang agak emosional. Dia sampai-sampai dijuluki "Hot-blooded Habanero" ketika masih duduk di bangku SD.
Nagato terkekeh di belakang, walaupun di sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Kushina. Irisnya diam diam memperhatikan rambut Kushina yang tergerai panjang, bahunya yang kecil tapi tegap, gadis yang sama sekali tidak bisa dibilang feminim. Nagato sadar kalau Kushina berada di klan yang sama dengannya, Uzumaki.
###
Kelas 2-A
Seisi kelas 2-A, salah satu kelas yang paling unggul di Konoha Gakuen sunyi, sepi. Murid-murid di dalamnya sedang mengerjakan tes dadakan, walaupun ini adalah Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Tidak ada satupun murid yang terlihat kesusahan mengerjakan, mereka benar-benar siswa unggul.
"Pffftt.."
Suara tawa memecah keheningan. Semua siswa menoleh ke arah Minato, murid yang tertawa tadi.
"ah, gomen, gomen. Aku hanya teringat hal yang lucu." Minato meminta maaf, masih dengan raut wajah geli.
"Minato, ini sedang tes, jangan ribut. Kau ini kan, ketua OSIS." Jiraiya-sensei menegurnya.
Minato mengangguk pelan, dan melanjutkan tesnya.
(Minato's POV)
Memang sensei sudah menegurku, tapi aku masih belum bisa melupakan kejadian tadi pagi, ketika aku bertemu gadis berambut merah itu. Aku memang berniat memujinya, entah kenapa aku menyukai rambutnya. Itu terlihat sangat indah, tapi ketika aku menoleh ke belakang, dia seperti mematung. Apa dia tidak pernah dipuji sebelumnya?
Sekarang aku sedang menelusuri koridor kelas satu. Mungkin saja aku bisa menemukan gadis berambut merah tadi.
"Mi-Minato-senpai!" Sapa adik kelas satu, Yamato.
"Yo! Yamato! Kau masuk sini, rupanya!" Yamato, tetanggaku, aku tidak pernah tahu kalau dia masuk ke sini juga.
"Minato-senpai, kenapa tadi tidak memberikan pidato saat upacara? Senpai, kan, ketua OSIS?"
"Hahaha, aku tidak ingin repot-repot membuat naskah pidatonya. Kau kelas mana?" Tanyaku antusias.
"1-C, mau ke kelasku tidak?" Tawarnya. Matanya terlihat bangga dengan kelas 1-C. Tapi aku tidak tertarik, wajah gadis berambut merah itu wajah orang pintar, tidak mungkin masuk kelas 1-C yang oke.. masih bisa dibilang hanya rata-rata saja. Aku yakin dia kelas 1-A, atau kelas 1-B.
"Tidak, terima kasih. Aku sedang mencari seseorang, sudah dulu, ya." Kataku enteng. Aku kembali melangkahkan kaki, berharap melihat sesuatu berwarna merah.
Tapi hasilnya, Nihil.
###
(Normal POV)
"Kushina, kau tidak ke kantin? Kudengar, pudding di sekolah ini enak, loh." Kata Nagato semangat. Sementara Kushina masih enggan menatapnya. Kejadian tadi pagi tidak mau diungkit-ungkitnya lagi, kalau dipikir-pikir, jika dia terus berbicara tentang-entah pujian atau ejekan-itu, mungkin dia akan dilabeli "Orang Yang Senang Sekali Di Puji Sampai-Sampai Diingat Terus".
"Tidak." Jawab Kushina singkat. "Dan lagi, tolong, jangan berlagak seperti kita ini teman,"
Nagato diam sejenak, "Ah, kau ini. jangan malu-malu begitu. Kita 'kan sekelas," Nagato menggaruk pundaknya, entah apa yang ia pikirkan, IDIH, SIAPA JUGA YANG MALU SAMA YANG BEGINIAN?! pikir Kushina, jijik.
"Aku tidak ada urusan denganmu, jadi, aku mohon jangan sok tau tentang apa yang kupikirkan. Karena apa yang kau pikirkan, dengan apa yang kupikirkan, itu jauh berbeda."
Kushina beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kelas. Tapi langkahnya berhenti tepat di depan pintu. Ah, dengan rambut merah ini.. apa yang akan dikatakan orang-orang? Ia memutar balik tubuhnya dan berjalan kembali ke bangku. Nagato melihatnya heran.
"Kenapa?" Nagato memiringkan lehernya. "Oh! Kau tidak tau dimana, ya? Ayo, sini!"
Tangan Kushina ditarik oleh Nagato sehingga ia berdiri, menyadari itu, Kushina jadi kesal dan melepas tangannya, "Oi! Aku sudah cukup ditertawakan oleh orang-orang karena rambut tomat ini! Kau tidak ada rasa malu, ya?!"
"Oh, itu alasannya." Nagato tersenyum. "Rambutmu itu ciri khas klan kita, Uzumaki. Rambutmu bagus. Apakah pujian ini tidak bisa kau cerna? Kau malu terhadap apa?"
"A.. aku.. aku ingin punya rambut bagus seperti.."
"Pirang? Hitam kelam? biru tua? Itu sudah banyak," Ujar Nagato. "Tapi merah? Limited Edition. Edisinya terbatas, klan uzumaki sudah semakin sedikit. Kau harusnya bangga akan hal itu, karena dari beribu-ribu orang di kota ini, kau termasuk klan Uzumaki. Yang berambut merah."
Kushina terdiam, memikirkan kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Nagato. Mungkin benar apa yang ia bicarakan. Rambut merahnya, setidaknya tidak benar-benar jelek. Sekali lagi Nagato menarik tangan Kushina, menuju kantin.
Benar.. dia yang kutemui tadi pagi. orang yang pertama kali memuji rambutku. Tapi, entah kenapa, jantungku tidak merasakan hal yang sama seperti saat itu. suaranya yang lembut, sampai-sampai aku lupa bagaimana caranya bicara. yang jelas, aku sangat senang saat itu. Perasaan yang jelas berbeda dengan saat ini, tapi aku percaya, Nagato, yang tadi pagi kutemui, dan yang pertama kali membuatku merasakan semua ini.
Chapter 2 ends-TBC
Yattaa- Chapter 2 Selesai xD
kok jadi kaya' KushinaxNagato ya? Hahaha
yaudah, pantengin terus, ya? reviewnya ditunggu {}
