Disclaimer : masashi kishimoto
Rated : M
Pair : Masih dipikirin
WARNING:
OOC, OC, TYPO, MAINSTREAM AND ETC.
TIDAK SUKA JANGAN DIBACA
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
.
.
-NARUTO POV-
Tiga bulan sudah aku berada di kota kuoh. Dalam sebulan itu juga, aku kembali merasakan hidup seperti dulu. Dimana aku kembali menjadi seorang pecundang.
Hidup di kota Kuoh tidak semudah hidup di konoha. Di kota kuoh, sulit untuk mencari pekerjaan sangat jauh berbeda dengan di konoha dulu. Terkadang aku berfikir, kenapa tuhan memberikan takdir yang sangat sulit untuk ku jalani. Aku ingin protes tapi aku bingung ingin mengungkapkan semua rasa sakit ku ini kepada siapa? Yang aku bisa saat ini hanya meratapi betapa buruknya takdirku ini. Aku juga dulu sempat berfikir seandainya tuhan ada di depanku, mungkin saja aku akan mengajaknya ribut
Aku tidak memiliki rumah saat ini, pekerjaanku hanya menjadi seorang pemulung yang memungut barang-barang bekas. Hasilnya tidak seberapa, hanya cukup untuk diri ini mempertahankan hidup yang menyakitkan ini. Jika kalian bertanya, apakah aku mandi atau tidak? Jawabannya, aku mandi. Karena aku tinggal di bawah kolong jembatan.
-Naruto pov end-
Naruto sedang berjalan sembari membawa sebuah karung yang cukup besar untuk menampung setiap barang yang di temukan dijalanan. Tak jarang, banyak penduduk ataupu orang yang melewatinya, memandang dirinya dengan pandangan jijik ataupun tidak suka. Bagaimana tidak, pakaian naruto sudah sangat lusuh, banyak robekan disana sini, dan tubuhnya sangat bau.
Naruto terus memungut sampah menghiraukan tatapan-tatapan jijik yang memandang dirinya.
Hari sudah semakin gelap, burung-burungpun sudah kembali kesangkarnya sedangkan naruto masih setia memikul karungnya yang cukup besar yang berisi kumpulan barang bekas. Tak jarang dia selalu mengumpat akan hal-hal yang tak jelas
Naruto terus membawa barangnya ketempat dimana sampah tersebut ditimbang. Setelah ditimbang dan mendapatkan uang, Naruto segera pulang menuju tempat dimana ia tinggal saat ini
"Huhh... akhirnya aku mendapat uang lebih hari ini" guman naruto entah pada siapa sambil terus melangkah.
-Naruto pov-
Setelah mendapat uang dari hasil penjualan barang bekasku tadi, aku terus melangkah menuju tempat yang aku sebut sebagai rumah padahal nyatanya itu bukan rumah melainkan jembatan tempat lalu-lalannya orang banyak.
Aku juga cukup senang hari ini. Karena hasil penjualanku hari ini, lebih banyak dari hari-hari biasanya. Mungkin aku akan menambahkan tabunganku yang sudah aku isi dua bulan belakangan ini jika di hitung-hitung isi tabunganku udah lumayan banyak, mungkin bisa untuk aku membeli dua atau tiga pasang pakaian baru. Sebenarnya tujuan aku menabung adalah untuk membeli sebuah rumah kecil yang di jual tak jauh dari jembatan tempat aku tinggal. Tapi karena bajuku udah rusak, jadi aku putuskan untuk membeli pakaian baru.
Tak terasa, aku sudah dekat dengan tempat tinggalku saat ini. Aku terus melangkah dengan perasaan senang karena aku udah capek berjalan.
"Hiks..hiks...hikss "
Aku berhenti melangkah, ketika aku mendengar ada suara tangisan di sebuah gang kecil yang tengah sepi dekat dengan posisiku saat ini.
"Siapapun, tolong aku hiks..hiks..hiks.."
Mendengar itu, aku langsung menuju tempat dimana datang nya suara itu. Setelah disana, aku melihat seorang gadis bersurai kuning yang tengah di impit oleh beberapa orang pria yang berbadan besar.
Aku melihat gadis itu terus berusaha untuk melepaskan diri dari kekangan para pria disitu yang berjumlah lima orang.
"Tolong aku" gadis itu berucap sambil melihat ke arahku.
Para preman yang ada disanapun menengok kearahku dan memasang seringai yang membuatku takut. Seorang preman disana yang aku duga sebagai bos dari para preman-preman itu memberi kode kepada ke empat temannya untuk menyerangku.
Ke empat preman tadi langsung maju ke arahku. Melihat itu aku ingin melarikan diri tapi entah kenapa, aku tidak bisa memerintahkan kakiku untuk lari.
Aku melihat seorang preman ingin memukulku menggunakan balok yang berukuran agak besar. Tak ingin mati sia-sia, aku pun menghindar kesamping. Tapi aku tidak melihat ada preman lain di belakangku yang sudah melancarkan serangan menggunakan balok yang sama besar dengan preman yang memukulku tadi
"Bukkk" suara kepalaku yang terbentur balok
Akupun terjatuh ketanah, kepalaku sudah bercucuran darah yang sangat banyak. Tapi para preman tadi masih setia menghajarku hingga aku kelihangan kesadaranku..
-Naruto pov end-
Para preman tadi terus menerus menghajar naruto menghiraukan kondisinya saat ini. Sedangkan preman yang menahan gadis tadi hanya memandang Naruto dengan pandangan sinis.
Melihat si preman yang tidak fokus menahannya, gadis itu langsung menedang selangkangan si preman kemudian melarikan diri menghiraukan nasib si pemuda berambut pirang yang menyelamatkannya tadi. Preman yang di tendang tadi hanya meringis dan memandang Naruto dengan pandangan tidak suka karena sebab Naruto lah mangsanya jadi kabur.
Sementara itu di kota konoha tepatnya disebuah rumah tempat naruto tinggal dulu, terlihatlah Sasuke yang tengah sibuk menaik turunkan badannya menikmati betapa nikmatnya menyetubuhi Hinata yang berada dibawahnya.
"Ahh.. Sasuke-kun, ahh..lebih cepat ahh.. Ah.." ujar hinata sambil mendesah kenikmatan
Mendengar itu, sasuke menambahkan tempo goyangannya
"Aku keluar" tambah hinata
Sedangkan Sasuke terus menerus menggoyangkan pinggulnya menghiraukan hinata yang sudah tidak kuat lagi menerima gujatan-gujatan dari sasuke.
-skip 10 menit setelah selesai melakukan-
"Sasuke-kun, kapan kamu akan menikahiku?" tanya hinata
"Mungkin secepatnya" jawab sasuke datar
"Tapi sasuke-kun, aku sudah hamil. Perutku juga sudah membuncit, aku tidak ingin melahirkan tanpa suami" balas Hinata
Mendengar itu, Sasuke langsung mengambil pakaiannya yang tergeletak dilantai kemudian memakainya. Setelah memakai semua pakaiyannya, Sasuke langsung meninggalkan kamar itu menuju keluar rumah menghiraukan Hinata yang tengah menangis.
-Hinata pov-
"Hiks... hiks... hiks..." aku hanya menangis menanggapi sifat kekasihku yang makin hari semakin buruk.
Setelah kejadian itu, Sasuke selalu datang kerumah ini untuk bermain-main denganku. Aku tidak terlalu ambil pusing dengan datangnya sasuke kerumahku untuk menikmati tubuhku, karena aku juga menikmati kegiatan itu. Setelah kejadian itu juga, hidupku semakin sulit karena aku sudah tidak mendapatkan uang dari dia. Aku benci untuk menyebut namanya
Untuk Makanan sehari-hariku, aku mendapatkan uang dari cincin berlian yang di jatuhkan oleh si pecundang itu dan juga tabungannya yang lumayan banyak.
Hari ini, aku baru saja menyelesaikan kegiatan yang membuatku ketagihan untuk selalu mendapatkannya dari sasuke. Tapi yang membuatku heran dari sasuke setiap aku bertanya kapan dia akan menikahiku, dia hanya menjawab 'mungkin secepatnya'. Dan ketika aku memaksanya, dia akan pergi dari sini. Itulah yang membuatku selalu menangis ketika sasuke mengunjungiku.
-Hinata pov end-
-Skip time-
Di sebuah gang kecil dekat jembatan di kota kuoh terlihatlah seorang remaja bersurai kuning yang telah berubah warna menjadi merah. Pemuda itu tengah terbaring dengan kondisi yang sangat buruk bahkan melebihi kata buruk. Banyak orang lalu-lalang di tempat itu tapi mereka tidak mempedulukan keadan pria yang tengah terbaring tak berdaya, Sungguh dunia yang kejam.
"Ughh" ucap pria itu sambil memegang kepalanya yang terasa sakit sambil mencoba untuk bangun.
-Naruto pov-
Aku membuka mataku membiarkan cahaya untuk memasuki indra penglihatanku. Setelah membuka mataku, semua yang aku lihat menjadi agak rabun. Aku memegang kepalaku dan mencoba untuk berdiri tapi rasanya sangat sulit untuk kulakukan. Aku terus mencoba dan mencoba, akhirnya aku bisa berdiri.
Aku melangkahkan kaki ini sambil memegang kepalaku yang terasa sakit dan yang masih mengeluarkan darah segar walaupun tidak sederas semalam tapi itu membuatku sangat pusing. Aku terus melangkah menuju kolong jembatan tempatku tinggal menghiraukan banyak pasang mata yang melihatku tanpa ada niatan membantu. Setelah sampai, aku lansung mencari tanaman-tanaman Atau bisa disebut rumput yang tumbuh di samping-samping kali. Setelah memgumpulkan tanaman tersebut, aku langsung menumbuknya menjadi satu.
Setelah semua tanaman tadi menjadi satu, aku langsung menaruhnya di kepalaku tepatnya di tempat luka yang masih mengeluarkan darah. Aku hanya meringis merasakan perih di kepalaku. Setelah pendarahannya berhenti, aku langsung mencuci rambutku yang penuh akan darah dan kemudian mandi. Selesai mandi, aku langsung menuju tempat dimana aku tinggal kemudian mengambil sebuah kain dan mengikatkannya ke keapalaku untuk menutup luka yang membekas di kepalaku.
Saat ini aku berada di bawah pohon yang lumayan besar tidak jauh dari tempatku tinggal sambil duduk bersandar di pohon tersebut. Jika kalian melihat penampilanku saat ini, mungkin kalian akan jijik jika melihatku. Aku menggunakan pakaian yang penuh akan darah dan bau khas darah tercium dari pakaianku, kulitku bukan lagi berwarna tan melainkan berwarna pucat bagaikan mayat hidup. Perutku juga sudah sangat lapar ingin segera diisi dengan makanan.
-Naruto pov end-
Naruto terus duduk di bawah pohon itu sambil memejamkan matanya mengiraukan sakit dan lapar yang menghampiri dirinya. Sebenarnya dia ingin makan tapi dia tidak mampu lagi untuk berjalan ke kedai atau kerestoran karena jarak dari jembatan ke tempat tersebut sekitar dua kilo meter. Yang bisa di lakukan naruto saat ini hanya bisa duduk sambil menunggu ajal atau ada orang baik yang mau menolongnya.
-di tempat lain-
Di sebuah sekolah suasta di kota kuoh. Sekolah yang dulunya khusus perempuan kini telah di ganti menjadi campuran, terlihat seorang wanita bersurai kuning yang tengah melamunkan kejadian tadi malam menghiraukan guru yang tengah mengajar di depan.
"Gabriel-chan, jangan melamun" bentak guru itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
Halo semuanya, maaf updatenya kelamaan karena kesibukan saya mencari uang dan juga, saya mencari uang beda dengan author-author yang lain yaitu dengan memanjat pinang. Kalian tau pinang kan?... Ya benar sekali. Pinang adalah buah yang di gunakan membuat bedak, odol dan lain sebagainya. Maaf kalau aku sedikit curhat
Di chapter ke dua ini, saya sedikit menjelaskan tentang kehidupan naruto di kota kuoh yang sangat menderita.
Naruto: sialan lo author, kenapa nasib gue lo buat seperti ini
Author: hehehe maaf-maaf
Naruto: persetan dengan permintaan maafmu. Terima ini "RASENGAN"
Author: AMPUNI AKU NARUTO
See you next chapter
Ikhsan-kun123 log out
