Disclaimer : masashi kishimoto
Rated : M
Pair : Masih dipikirin
WARNING:
OOC, OC, TYPO, MAINSTREAM AND ETC.
TIDAK SUKA JANGAN DIBACA
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disebuah pohon yang cukup besar tak jauh dari jembatan terlihat lah seorang pria bersurai kuning dalam kondisi yang bisa di bilang sangat buruk. Pakaianya acak-acakan dengan noda darah yang sangat kental membasahi seluruh pakaiannya, memakai ikat kepala untuk menutupi lukanya dan warna kulitnya yang sudah sangat pucat. jika dilihat dengan sangat teliti, dia sangatlah kelaparan melihat ekspersi mukanya yang menahan sakit dan lapar.
Banyak penduduk yang melewati tenpat itu. Tapi, mereka tidak mempedulikan ke adaan dari pria bersurai kuning itu. Tak jarang juga, penduduk yang melihatnya dengan pandangan jijik dan ingin muntah. Sedangkan pria itu yang di ketahui bernama Naruto, hanya memandang itu dengan pandangan lemah.
Naruto terus duduk dibawah pohon yang rindang itu sambil sesekali melirik ke kiri ataupun ke kanan. Ketika Naruto melirik ke kanan tepatnya di jalan raya, dia melihat ada seorang anak kecil berusia delapan tahunan yg membuang sisa rotinya di tong sampah. Karena dalam ke adaan yang sangat lapar, Naruto bersusah payah untuk berdiri bertujuan untuk mengambil roti yang di buang oleh anak tadi. Setelah berdiri, Naruto kemudian berjalan dengan langkah kaki yang sangat pelan. Jika di bandingkan dengan seorang balita yang tengah merangkak, mungkin lebih cepat lagi balita tersebut di bandingkan Naruto.
Ketika naruto sudah hampir sampai ke tujuannya, Naruto melihat ada seekor anjing yang juga menuju tong sampah untuk mencari makanan. Tidak ingin makanannya di ambil oleh anjing itu, akhirna Naruto mempercepat langkah kakinya menghiraukan badannya yang sangat kesakitan.
"Sialan" guman Naruto ketika melihat anjing itu yang tengah memakan roti dengan nikmatnya.
-Skip time-
Malam yang indah di kota kuoh. Banyak bintang-bintang yang menemani bulan untuk menerangi gelap-nya dunia. Walaupun sudah malam, masyarakat kota kuoh masih setia melaksanakan kegiatannya seperti pacaran, kerja dan lain sebagainya.
Di sebuah rumah mewah di kota kuoh, tepatnya di dalam kamar yang se bagian besar didekorasi dengan warna ping. terlihatlah seorang wanita bersurai kuning yang masih setia dengan pikirannya yang melayang kemana-mana. Perempuan itu terus memikirkan kejadian malam dimana dia hampir di perkosa oleh beberapa preman yang menculiknya ketika hendak pulang kerumah. Perempuan itu juga berfikir tentang Bagaimana nasib dari seorang pemuda yang menolongnya malam itu.
"Memikirkan itu membuat kepalaku pusing" ucap wanita itu sambil meremar kepalanya dengan kedua tangannya. "Lebih baik aku tidur saja" sambungnya
-change scane-
Disebuah tempat tepatnya di bawah kolong jembatan terdapat seorang pemuda bersurai kuning yang tengah makan dengan nikmatnya menghiraukan makanan yang ia makan itu telah basi. Pemuda itu mendapatkan makanan dari seorang pemilik rumah yang tidak jauh dari dimana dia tinggal yang hendak membuang makannya. Pemuda yang di ketahui bernama Naruto itu sangat berterima kasih kepada orang yang memberikannya makanan itu.
Naruto terus saja makan makanan itu. Dia tidak peduli apa dampak dari memakan makan yang sudah basi itu. Yang dia pikirkan adalah bisa mengisi perutnya yang sangat kelaparan. Setelah makan, naruto langsung menuju pada sebuah kardus yang di buat melintang seperti karpet untuk di jadikan alas tidurnya. Setelah sampai, Naruto langsung berangkat kedunia mimpi yang disebut tidur.
-skip time-
Pagi yang cerah. Banyak burung-burung yang menampilkan suara merdunya banyak juga manusia yang sudah memulai aktifitas paginya seperti bersepada, ke- kantor, lari pagi dan masih banyak lainnya.
-Naruto pov-
Aku membuka kelopak mataku membiarkan cahaya pagi untuk masuk kedalam indra penglihatanku. "hooaahh" menguap sebentar kemudian aku langsung bangun mendudukan pantatku di atas kardus. Cukup lama aku duduk di kardus sampai aku ingt sesuatu, yaitu untuk membeli pakaian baru mengigat pakaianku sudah sangat lusuh dengan banyak darah di dalamnya.
Mengenai kondisi, aku sudah agak vit untuk hari ini Walaupun tidak seperti biasanya. Tapi aku sudah bisa untuk berdiri tanpa harus merasakan sakit dan pusing secara bersamaan seperti kemarin.
Aku segera menuju kali dan langsung mandi disana. tak lupa, akupun lansung membuka kain yang ada di kepalaku. Selesai mandi, aku mengambil uang tabunganku dan kemudian menuju toko terdekat.
Selama perjalanan ke toko, banyak orang yang melihatku dengan pandangn jijik. Tak jarang ketika aku melewati sepasang kekasih yang sedang berkencan, mereka lansung mempercepat langkahnya agar segera menjauhiku. Bahkan para anak-anak sekalipun sangat jijik ketika melihatku.
-Naruto pov end-
Naruto telah selesai membeli tiga pasang pakaian yang cukup bagus dan juga sepasang sepatu berwarna hitam . Dia juga sangat bersyukur bahwasannya si penjual yang memiliki rambut berbeda warna itu sangat ramah padanya. Si penjual yang bernama Azazel itu, menawarkan pekerjaan kepada Naruto dengan menjadi Karyawan di tokonya dan diterima dengan perasaan senang oleh Naruto.
Azazel menawarkan pekerjaan itu karena, Azazel merasa kasihan ketika mendengar sedikit kisah dari Naruto. Azazel juga menawarkan agar dia tinggal di rumahnya untuk sementara waktu. Tapi naruto menolaknya dengan alasan tidak ingin merepotkannya.
Setelah keluar dari tokoh Azazel dengan sudah mengganti pakaiannya, Naruto lansung segera menuju toko dekat toko milik azazel untuk membeli peralatan lainya seperi sabun, sikat gigi dan lain sebagainya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Naruto saat ini berda pada tempat dimana dia tinggal. Dia kemudian menaruh belanjaannya disitu. kemudian segera berangkat menuju kedai makanan untuk mengisi perutnya.
Penampilan Naruto saat ini sudah sangat berbeda. Dia terlihat sudah agak tampan dari biasanya. Naruto menggunakan kaos berlengan pendek berwarna hitam, celana hitam selutut dan sepatu hitam yang dibelinya tadi. Pakaian Naruto sangat cocok dengan kulitnya yang berwarna tan.
.
.
.
.
.
Naruto melangkahkan kakinya menuju kedai makanan terdekat. Naruto juga tidak lagi mendapatkan tatapan-tatapan jijik melaikan sapaan-sapaan ramah dari para penduduk. Melihat itu entah kenapa Naruto merasa ingin muntah tapi ditahannya dan membalas sapaan mereka dengan senyum palsu. Tak jarang juga, banyak para wanita yang selama ini menatapnya dengan pandangan jijik berubah menjadi tatapan mengagumi.
"Dasar Aneh" guman naruto
Naruto sudah berada pada kedai dango dan menduduki pantatnya di salah satu kursi pelanggan. banyak pengunjung hari ini. Mengigat hari ini hari minggu, jadi Naruto tidak heran kenapa banyak pengunjung.
"Mau pesan berapa tuan" ucap seorang pelayan yang cukup cantik kepada Naruto
"Lima tusuk saja"
"Ok"
-skip time-
Hari ini adalah hari pertama Naruto bekerja sebagai karyawan di toko azazel. Naruto juga sangat bersemangat. Dia tidak ingin mengecewakan Azazel yang sudah mau membantunya dengan mengerjakannya di tokonya
"Naruto-kun, tolong jaga toko sebentar. Ada yang ingin aku urus di luar" ucap azazel kepada Naruto
"Siap, Azazel-sama"
Azazel langsung meninggalkan tempat itu meninggalkan naruto seorang diri menjaga toko.
.
.
.
.
.
.
Di sebuah sekolah yang di dominasi oleh perempuan, terdapat beberapa gadis yang sedang berbincang.
"Rias-chan, kenapa melamun?" tanya sahabat dekatnya AKA Himajime akeno.
Rias dan akeno adalah orang yang sangat terkenal di sekolah ini. Selain mereka lahir dari keluarga yang berada, mereka juga memiliki wajah yang sangt cantik dan juga memiliki bodi yang selalu di idam-idamkan oleh para pria. Selain Rias dan Akeno, ada juga wanita yang tak kalah cantik dan juga, dia terlahir dari keluarga yang berada pula. Namanya adalah miyama gabriel.
"S
"Ass..
"Rias" mendenagar itu, rias langsung tersadar dari melamunnya.
"A-apa" kata rias pada akeno
"Dari tadi aku memanggilmu, kamu tidak mejawab. Kamu lagi mikirin apa?" tanya akeno
"Aku tidak mikirin apa-apa"
"Kalau kamu tidak mikirin apa-apa, kenapa kamu melamun. Atau jangan jangan sedang jatuh cinta?" balas dan tuduh akeno
Mendengar itu, rias hanya menghela napas lelah melihat sifat dari sahabatnya ini yang selalu menuding sembarangan.
-skip-
Banyak murid dari sekolah yang di dominasi oleh perempuan ini sudah pulang kerumahnya masing-masing. Sekarang tinggal rias yang masih di jalan menunggu jemputannya. Dia sangat merasa kesal karena supirnya tidak datang tepat waktu. Karena terlalu lama menunggu, akhirnya rias memutuskan untuk berjalan kaki.
Selama perjalanan menuju ke kediamannya, Rias hanya mengumpat dengal hal-hal yang tidak jelas. Rias juga tidak membawa hanphone karena itu dilarang oleh sekolah. Rias terus berjalan dan berjalan melewati jalanan yang sudah mulai sepi .ketika dia melirik ke kiri, dia melihat Seorang pemuda bersurai Kuning yang tengah melayani beberapa pembeli.
'Naruto' guman rias
Rias kemudia berjalan ke arah toko itu bertujuan untuk menemui Naruto. Seorang pemuda yang di temuinya tiga bulan yang lalu. Setelah sampai di toko tersebut, rias ingin segera menyapa naruto tapi karena meliahat Naruto yang sangat kerepotan melayani pelanggan, akhirnya rias memutuskan untuk menunggu.
Lama rias menunggu duduk dikursi yang membuatnya pegal. Tanpa terasa malam telah datang.
"Akhirnya, selesai juga" guman naruto pada dirinya sendiri.
"Naruto-kun" mendengar Namanya di panggil, Naruto langsung membalikan badannya kebelakang
"R-RIAS"
"Hii Naruto-kun lama tak ketemu" ucap kembali rias sambil tersenyum
Melihat senyuman rias, entah kenapa membuat Naruto sedikit terpesona. Bahkan jika kalian melihat wajah-nya dengan teliti, kalian akan meliahat ada sedikit tanda merah disana.
"Rias-san, sejak kapan kamu di situ" tanya Naruto
"Naruto-kun, setidaknya jawab dulu sapa-anku tadi" omel rias
"Iya..iya.. Hii juga Rias-san. Sejak kapan kamu di situ" balas dan tanya kembali Naruto
"Sejak tadi, emang kenapa. Kamu gak suka bertemu denganku lagi?" jawab dan balas bertanya
"Bukan begitu, hanya saja aku tidak sadar kalau kamu hal-hal itu"
Mendengar itu, Rias hanya tersenym simpul.
"Naruto-kun, kamu bekerja disini"
"Iya"
"Sejak kapan"
"Tadi"
...
...
...
Dan Terjadilah perbincangan-perbincangan lecil antara mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
Saat ini Naruto tengah mengantar rias menuju rumah-nya yang letaknya cukup jauh dari toko tempat dia bekerja. Setelah Naruto menyelesaikan pekerjaannya tadi, Rias langsung meminta Naruto untuk mengantarnya untuk pulang. Sebenarnya bukan meminta melainkan memaksa.
Naruto sebenarnya ingin menolak. Tapi karena Rias yang melotot agar ingin di antar, akhirnya Naruto menuruti permintaanya.
"Naruto-kun, kamu tinggal dimana" tanya Rias
Mendengar itu, Naruto langsung mengentikan langkahnya sejenak. Melihat Naruto yang berhenti melangkah, Rias juga ikut berhenti
"Ada apa" tanya kembali Rias
"Tidak ada apa-apa" jawab naruto kemudian melanjutkan langkah-nya meninggalkan rias yang lagi bengong di belakang
"Kamu mau pulang atau tidak? Aku tidak tau jalan menuju rumahmu. Jadi tolong cepat tuntun jalannya" ucap kembali Naruto
"H-hai' ucap rias sambil berlari kecil menuju Naruto
.
.
.
.
.
.
-Naruto pov-
Setelah megantar rias menuju rumah-nya, aku lansung segera memutar arah menuju tempat yang aku anggap sebagai rumah. Aku juga tidak menyangka ternyata Rias adalah orang kaya Meliahat dari kediaman-nya yang sangat mewah. Di kediaman rias juga tadi, aku hampir di hajar oleh orang yang aku anggap sebagai penjaga dari kediaman rias. Dia mengira kalau aku ingin menculik rias. Untung saja rias menghentikan-nya dan berkata kalau aku adalah orang yang telah mengantar-nya pulang.
Aku terus melangkah menuju tempat yang aku sebut sebagai rumah. Selama perjalan aku hanya diam sambil sesekali bersiul menghilangkan rasa bosan dan sunyi di kegelapan malam.
Tak terasa, aku sudah sampai di rumah. Setelah sampai di sana, aku langsung melaksanakan rutinitas malamku dan kemudian menuju alam mimpi.
-Naruto pov end-
Pagi telah datan menggantikan malam. Seperti biasa, masyarakat jepang sudah melakukan rutinitas hariannya Begitupun dengan Naruto
Naruto sudah siap untuk pergi kerja sebagai karyawan toko pakaian milik azazel. Dia sekarang mengenakan setelan baju kemeja berlengan panjang berwarna hitam polos, celana panjang berwarna hitam dan juga sepatu hitam satu-satunya miliknya. Pakaian itu adalah pakaian kerja Naruto yang di berikan azazel minus sepatunya.
Selama perjalan menuju tempat kerja-nya, Naruto hanya menundukan kepala-nya sambil kedua tangannya di masukan kedalam saku celan-nya. Dia bukan malu atau takut melaikan dia tidak ingin melihat wajah orang-orang yang membuatnya ingin muntah. Banyak juga siswa maupun siswi yang yang berjalan melewati naruto menuju sekolah-nya
"Naruto-kun"
Naruto menghentikan lankah-nya dan menengok kebelakan dimana terdengar suara yang memanggil dirinya
"Ehhh... Rias" guman naruto ketika melihat rias yang tengah berlari ke arahnya.
"Sedang apa kamu disini" tanya Naruto setelah rias sudah berada di hadapan-nya
"Kamu tidak lihat aku sedang berpakaian apa?" balas tanya rias
Naruto yang ditanya begitu hanya memasang wajah malas.
"Kenapa kamu tidak pakai kendaran? Kamu adalah orang kaya" ucap Naruto
"Aku hanya ingin jalan kaki saja" jawab bohong rias. Sebenarnya, Rias diantar oleh supirnya tadi. Tapj karena saat di jalan dia melihat Naruto yang sedang menuju tempat kerjanya, akhirnya dia menyuruh supirnya untuk menurunkan-nya di jalan yang masih jauh dari sekolah-nya. Butuh usaha yang besar untuk bisa membujuk supirnya agar di bolehkan berjalan kaki.
"Naruto-kun, kita jalan bareng yuk? Sekolah dan toko tempat kamu bekerja-kan tidak berjauhan" tanya rias
"Hmm" jawab naruto saat mendengar perkataan rias kemudian melanjutkan perjalannya menuju tempat kerjanya.
Rias yang ditinggalkan Naruto hanya melongo dan menyusul Naruto.
.
.
.
.
.
.
.
Naruto saat ini sedang melakukan rutinitas yang baru didapatkan-nya dua hari yang lalu. Dia juga sangat senang karena sudah memiliki pekerjaan tidak seperti dulu.
"Naruto-kun" panggil azazel
Naruto yang di panggilpun mengalihkan pandangn-nya kearah azazel
"Iya. Ada apa" tanya naruto
"Besok aku akan pergi ke luar kota selama 1 bulan. Jadi selagi aku disana, bisakah kamu yang menjaga toko ini?" tanya azazel
"Hai" ucap naruto mantap
.
.
.
.
.
-Naruto pov-
Banyak pengunjung yang datang pada hari ini terutama kaum wanita. Aku tidak tau apa penyebab-nya. Kata azazel sebelum aku kerja disini, jarang sekali para wanita yang berkunjung disini berbanding terbalik dengan keadaan sekarang.
Tak jarang, banyak para wanita yang sedang memilah milih pakaian menyruhku untuk memilihkan pakaian yang bagus. Ada juga yang sekedar iseng pura-pura jatuh didepanku dengan alasan yang tidak masuk akal.'aneh' itulah pikiranku.
Tak terasa, hari sudah mulai malam. Para pelanggan-pun sudah tidak ada lagi. Kini tinggal aku sendiri di dalam toko. Kalau soal Azazel, dia sudah pulang dari tadi dengan menitipkan kunci toko kepadaku.
Aku berencana ingin segera menutup toko. Karena aku berfikir, mungkin tidak ada lagi pelanggan pada malam-malam begini. Ketika aku ingin menguncinya, ada seorang perempuan yang menyapaku
"Hii"
Aku langsung membalikan tubuhku ingin melihat siapa orang yang telah menyapaku.
"Iya ada apa?" tanyaku ketika melihat orang yang menyapaku yang ternyata adalah seorang wanita bersurai kuning yang masih mengenakan seragam sekolah.
"Perkenalkan aku gabrie, Miyama gabriel"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hii semuanya, ketemulagi dengan saya si author geje.
Semoga saja kalian menyukai chapter ke tigaku ini.
Ada beberapa reader yang mereview fanficku mereka bilang kalau fanfinficku seperti sinetron. Emang benar ya kalau fanficku ini seperti sinetron? Pedahal, saya tidak suka nonton film sinetron. Kalau memang seperti itu, saya minta maaf tidak bisa memuaskan anda para reader.
Ada juga yang mereview menggunakan bahasa jawa. Saya gak mengerti bahasanya jadi saya tidak tau apa arti yang dia tulis. Kalau bisa reviewnya pakai bahasa indonesia aja soalnya saya orang sulawesi.
Ada juga yang meminta untuk membuat naruto makin menderita. Mungkin bukan di chapter ini. Lagi pula, penderitaan naruto masih belum klimaks
Dan ada juga reader yang meminta agar naruto mendapatkan jackpot. Kalau soal itu mungkin saya tidak akan buat seperti itu.
Dan soal word, saya akan usahakan untuk memperbanyaknya.
Maaf kalau saya tidak menyebutkan nama kalian yang sudah mereview.
Ok
See you next chapter
Ikhsan-kun123 LOG OUT
