Title : Mon Petite Garçon – My Little Boy

PING!

Sesosok namja segera menyentuh handphone-nya saat mendengar nada dering yang menandakan adanya pesan masuk. Di bacanya dengan perlahan, namun tak beberapa lama ia segera berlari meninggalkan tempatnya. Sebuah kekhawatiran terlihat dengan jelas di wajahnya yang tampan, namun juga manis di saat yang sama.

"Ya! Kau mau ke mana?" seru sebuah suara.

"Hospital of Seoul!" seru namja itu tanpa menatap sang lawan bicara.

Namja itu terus berlari hingga matanya menangkap sebuah taksi yang berada tak jauh darinya. Kaki panjangnya semakin berlari dengan cepat agar ia dapat sampai di tujuan dengan segera.

"Taksi!" serunya dengan keras.

Kendaraan beroda empat itu segera berhenti di depannya dan tanpa ragu ia segera masuk ke dalam.

"Tolong ke Hospital of Seoul segera"

Taksi itu segera berlalu dengan cepat, namun kekhawatiran itu belum juga menghilang. Kekhawatiran itu sungguh terlihat jelas dan tentu membuat sang pengendara menyadari hal tersebut. Tanpa sadar, taksi tersebut melaju semakin cepat. Namja itu tentu tak menyadari karena ia terlalu sibuk dengan pemikirannya. Kembali teringat pesan yang di terima olehnya beberapa saat yang lalu.

Saudara Kyuhyun mengalami kecelakaan dan saat ini berada di Hospital of Seoul

- Cho Kyuhyun

"Cho Kyuhyun, semoga kau baik-baik saja" doanya dalam hati.

(Haehyuk Kyumin)

Namja itu berlari di sepanjang koridor rumah sakit. Matanya terus melihat sekeliling, berusaha menemukan sebuah pintu bertulisan ICU. Hal tersebut tentu membuat ia terkadang menabrak orang lain yang berlalu lalang di koridor rumah sakit dan membuat orang lain merasa kesal.

"Changmin hyung!" seru sebuah suara di tengah koridor rumah sakit.

Namja itu segera melihat ke arah asal suara dan mendapati seorang namja mungil yang sangat dikenalnya tengah duduk seorang diri di dekat pintu ICU. Kaki panjangnya segera bergerak mendekati namja itu. Sebuah pelukan hangat ia berikan juga ia terima dari namja mungil itu. Kekhawatiran yang terlukis di wajahnya sedikit berkurang meski tak menghilang seluruhnya.

"Gwenchanayo, Minnie-ah?"

"Gwenchana, hyung"

Kedua saudara Shim itu berpelukan, memberikan kekuatan dan rasa tenang untuk satu sama lain. Namun pelukan tersebut tak bertahan lama karena lampu ICU telah mati dan menandakan bahwa operasi yang dilakukan telah selesai. Changmin segera menghampiri seorang namja yang baru saja keluar dari pintu ICU.

"Bagaimana keadaan teman saya?" tanya Changmin dengan segera.

Namja itu melepaskan masker yang menutupi sebagian dari wajahnya. Sebuah senyuman terukir di wajahnya yang putih dan terlihat tampan.

"Keadaan pasien saat ini sudah membaik. Pasien telah berhasil melewati masa kritisnya"

"Ah! Gomawo, uisanim" ujar Changmin sembari membungkukkan tubuhnya.

"Saat ini pasien masih belum dapat dijenguk karena keadaan pasien masih lemah setelah melewati masa kritisnya" jelas sang namja berjas putih.

"Minnie ingin melihat Kyunnie hyung!" seru Sungmin dengan keras.

Sang uisanim tersenyum dan mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan Sungmin. Tangannya yang besar dan lebar seperti pada umumnya tangan seorang namja, mengusap helai rambut Sungmin dengan lembut.]

"Adik kecil, Kyunnie hyung saat ini belum boleh bertemu siapa-siapa"

Sungmin menggembungkan kedua pipinya, menunjukkan kekesalannya.

"Pokoknya Minnie ingin melihat Kyunnie hyung!"

"Tidak boleh, Minnie-ah. Nanti Kyunnie hyung akan merasa terganggu"

"Ani! Kyunnie hyung sayang Minnie, jadi Kyunnie hyung tidak akan merasa terganggu. Minnie ingin melihat Kyunnie Hyung!" rajuk Sungmin.

"Minnie-ah…" panggil Changmin lirih.

Kedua bola mata Sungmin kini telah berkaca-kaca, membuat kedua namja dewasa yang berada di sekelilingnya merasa simpati.

"Hiks… Minnie ingin… Hiks… Hiks… Melihat Kyunnie hyung!"

Air mata mulai mengalir membasahi kedua pipi putih milik Sungmin. Sang uisanim yang melihat hal tersebut sedikit menghela napasnya. Mungkin ia harus sedikit mengabaikan peraturan rumah sakit.

"Arra. Tapi kau hanya boleh melihatnya sejenak, arasseo?"

"Uisanim—"

"Gwenchana" ujar sang uisanim sembari tersenyum pada Changmin.

Sang uisanim membawa tubuh Sungmin ke dalam gendongannya dan membawa tubuh namja mungil itu ke dalam ICU. Di dalam, terlihat cukup gelap sehingga keduanya harus sedikit menyesuaikan dengan cahaya yang ada.

"Kyunnie hyung" bisik Sungmin saat melihat sosok Kyuhyun yang terbaring dengan bantuan alat pernapasan.

Sungmin sedikit menggerakkan tubuhnya dan mengarahkan kedua lengannya pada Kyuhyun. Sang uisanim pun hanya dapat menjaga keseimbangannya dan berusaha menjaga Sungmin agar tak terlepas dari pelukannya.

"Hiks…"

Sebuah isak tangis terdengar di antara keheningan dimana hanya terdengar suara mesin yang menjadi bukti bahwa jantung Kyuhyun masihlah berdetak. Isak tangis itu semakin terdengar dari bibir mungil Sungmin. Tubuh kecil terus memberontak di pelukan sang uisanim, berusaha untuk melepaskan diri dari lengan yang memeluk tubuhnya dengan erat. Usaha yang dilakukan Sungmin akhirnya berhasil, sang uisanim yang sedikit kewalahan dengan sikap Sungmin tanpa sadar merenggangkan pelukannya dan hal tersebut membuat Sungmin terlepas dari pelukannya.

"Kyunnie hyung"

Dengan tergesa Sungmin berusaha menaiki ranjang yang ditempati oleh Kyuhyun, namun hal tersebut gagal karena sang uisanim telah membawa tubuhnya kembali ke dalam gendongan sesaat sebelum Sungmin berhasil menaiki ranjang yang ditempati oleh Kyuhyun.

"Hiks… Minnie ingin menyentuh… Hiks… Minnie ingin menyentuh Kyunnie hyung…" ujar Sungmin di antara isak tangis.

"Tapi Sungmin harus tetap tenang, arra? Tidak boleh memberontak seperti tadi"

"Hiks… Ne…"

Tangan mungil Sungmin mengusap pipi Kyuhyun dengan lembut, berusaha untuk tak menyakiti namja yang tengah berbaring tak sadarkan diri di atas ranjang. Dengan perlahan, sang uisanim membiarkan Sungmin duduk di atas ranjang. Ia berjalan sedikit menjauh dan mengamati keduanya dengan tenang. Sebuah senyuman terlukis di wajahnya yang tampan saat mendapati interaksi yang terjadi di antara keduanya, sungguh manis.

"Kyunnie hyung… Hiks… Mianhae, hyungie… Hiks…"

Sungmin berusaha membaringkan tubuhnya di samping tubuh Kyuhyun. Memeluk lengan Kyuhyun yang tak terluka dan menyembunyikan wajahnya di sana, mencari kehangatan yang biasa ia dapat dari seorang Cho Kyuhyun yang begitu menyayangi dan memanjakannya.

"Jika Kyunnie hyung… Hiks… Bangun, Minnie janji… Hiks… Minnie akan baik… Hiks… Pada Kyunnie hyung… Hiks…"

Tanpa ada yang menyadari, sebuah gerakan kecil terjadi saat Sungmin mencium pipi Kyuhyun dengan lembut. Namun namja paruh baya yang sedari tadi menatap interaksi yang terjadi di antara keduanya melihat pergerakan tersebut. Sebuah senyuman terukir di wajahnya. Dengan perlahan ia mendekati keduanya dan membelai surai Sungmin dengan lembut. Tangannya yang besar dengan perlahan mengangkat tubuh Sungmin.

"Minnie-ah, Kyunnie hyung akan dipindahkan ke ruang rawat. Nanti Minnie bisa menemani Kyunnie hyung setelah Kyunnie hyung pindah ke ruang rawat, arra?"

"Yagsog?"

"Ne, yagsog"

(Haehyuk Kyumin)

Changmin duduk dengan gelisah di bangku dekat pintu ICU. Sudah lebih dari 30 menit ia menunggu, namun sang uisanim dan namsaeng-nya tak kunjung keluar dari ruangan tersebut.

PING!

Sebuah suara memecah keheningan yang terjadi. Namun saat Changmin hendak mengeluarkan handphone-nya dari saku celana, pintu ICU tiba-tiba saja terbuka dan keluarlah kedua namja yang sedari tadi ditunggunya. Changmin segera beranjak dan menghampiri keduanya, mengambil Sungmin serta membawa tubuh namsaeng-nya ke dalam pelukannya.

"Bagaimana keadaannya?"

"Pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat karena keadaannya semakin membaik. Pasien bahkan memberikan sedikit respon beberapa saat yang lalu" jelas namja paruh baya itu.

Namja itu menegur seorang yeojya yang berjalan melewatinya dan memintanya untuk segera memindahkan pasien ke ruang rawat. Sebuah senyuman masih terukir di wajah namja itu. Tangannya yang besar mengusap surai Sungmin dengan lembut.

"Gomawo" ucapnya.

Sang uisanim berlalu, meninggalkan Changmin dan Sungmin bergitu saja. Tak beberapa lama, beberapa perawat datang dan masuk ke ruang ICU. Cho Kyuhyun dipindahkan ke ruang rawat cukup mewah, kelas VIP. Changmin mendekati Kyuhyun yang masih berbaring tak sadarkan diri. Sungmin yang berada dalam gendongannya telah tertidur beberapa saat yang lalu karena lelah menangis.

"Kyuhyunnie…" bisik Changmin.

Changmin mengusap wajah Kyuhyun dengan lembut. Tabung oksigen telah dilepaskan karena Kyuhyun telah dapat bernapas dengan normal. Dengan perlahan Changmin mendekati wajah Kyuhyun dan mencium pipi namja itu dengan lembut. Raut kekhawatiran terlihat jelas di wajah Changmin.

"Cepatlah sembuh Kyuhyunnie, aku membutuhkanmu…" bisik Changmin tepat di telinga Kyuhyun.

PING!

(Haehyuk Kyumin)

TBC