Chap 1
Seoul di pertengahan musim gugur.
Oh Sehun, yeoja dengan wajah datar namun akan terlihat sangat menggemaskan layaknya seekor puppy jika menginginkan sesuatu terutama jika bersama dengan keluarga dan sahabatnya. Sehun merupakan seorang yatim piatu dengan harta warisan yang bergelimpang. Kedua orang tuanya kecelakaan setahun lalu ketika dalam perjalanan bisnin mereka. Kini yeoja itu tinggal bersama dengan sepupunya dari China, Xi Luhan dan Wu Yi Fan atau biasa disapa Kris karena Kris menetap lama di Kanada. Kris Wu merupakan anak angkat keluarga Oh yang kini menyandang gelar pemilik perusahaan android terkenal di dunia, yang memang tuan Oh wasiatkan pada Kris. Bagi Sehun, Luhan dan Kris ada pengganti orang tuanya dan Sehun berjanji untuk menjadi anak yang bisa membanggakan mereka, kedua orang tuanya dan juga kedua kakak kesayangannya
"Sehunnie irreona..." sebuah suara lembut Luhan mengalun indah ditelinga Sehun membuat yeoja itu mengerjapkan matanya.
DEG
Nafas Luhan tercekat ketika Sehun membuka kelopak matanya, manik perak milik Sehun memancarkan sebuah symbol dimata kirinya dan sebuah symbol yang masih sangat samar dimata kanannya.
"wind whirl" gumam Luhan tanpa sadar
"Xiaolu..." panggilan Sehun membuat Luhan tersentak dari keterkejutannya
"S-Sehunnie apa Sehunnie merasa sesuatu yang tidak enak pada tubuh Sehunnie?" tanya Luhan lembut
Luhan dan Kris berumur diatas Sehun, namun karena sejak kecil Xiaolu adalah panggilan kesayangan Sehun kepada Luhan sejak kecil jadi terbawa hingga sekarang. Sedang Kris, karena budaya barat yang melekat jadi terbiasa dipanggil nama tanpa embel-embel apapun.
"Sehunnie hanya merasa lelah dan haus" jawab Sehun dengan sebuah senyum manis, "tetapi Sehunnie harus ke sekolah" lanjutnya dengan mimik wajah berubah menjadi cemberut
"baiklah kalau begitu Sehunnie lebih baik istirahat saja nanti biar Xiaolu menelpon ke SOPA" ucap Luhan sambil mengelus surai perak Sehun
"jinjja? Aah tapi apa Kris tidak marah?" tanya Sehun yang takut Kris marah karena mengira dirinya beralasan tidak masuk sekolah, ya walau selama ini Kris tidak pernah sekalipun marah, bahkan Sehun dimanja oleh keduanya.
"siapa yang akan marah hem?" tiba-tiba Kris muncul dengan pakaian rapi dan langsung duduk memeriksa keadaan Sehun, "istirahat saja dirumah, nanti Luhan akan mengijinkan mu dan Yixing akan memeriksa mu nanti" ucap Kris yang akhirnya diangguki Sehun
"Sehunnie mandi dulu saja, setelah itu istirahat, aku akan membuatkan sup iga dan susu coklat" ucap Luhan yang lagi-lagi diangguki Sehun dengan senyum cerahnya
Diruang makan sendiri Luhan dan Kris berbicara serius yang tentu tidak didengar oleh Sehun. Nampak sekali raut wajah frustasi Kris dan raut cemas dan khawatir Luhan.
"ayah tidak menjelaskan ini kepada ku" ucap Kris frustasi mengingat ayah angkatnya itu belum sempat berbicara mengenai simbol dimata Sehun sebelum kecelakaan itu terjadi
"ini aneh Kris, dan aku takut. Kau dan aku hanya memiliki sebuah simbol dimata kiri, sedang Sehunnie dia memiliki dua simbol, walau salah satu simbol itu masih sangat samar bahkan aku sendiri mengira itu hanya halusinasi jika kedua simbol tidak berbinar sekilas" ucap Luhan yang menyiapkan sarapan khusus untuk Sehun
"bagaimana dengan baba? Apa kita harus menghubungi baba?" tanya Kris memberi usul
"baba sedang bermeditasi Kris dan kau tahu sendiri, bahkan keberadaannya saja tidak bisa kita deteksi" jawab Luhan
"mungkin bisa kita diskusikan dengan Suho dan Yixing nanti. Aku akan pulang tepat saat makan siang" ucap Kris yang diangguki Luhan.
... an eye symbol ...
Dirumah Kim bersaudara pagi ini.
Kim Minseok, Kim Joonmyeon, Kim Jongdae, Kim Jongin
Atau kerap disapa
Xiumin, Suho, Chen, Kai
Tentu rumah dengan empat namja itu terasa sangat berantakan, seharusnya. Namun berbeda dengan rumah ini, karena adan Xiumin dan Suho yang mencintai kebersihan dan kerapian, ada Chen yang tergila-gila dengan apapun yang berbau steril melebihi kedua kakaknya, dan Kai si namja paling dingin disana yang tidak akan menyentuh apapun kecuali ketika makan, minum, belajar, mandi, dan tidur. Sungguh keluarga yang unik sekali. Mereka semua namja dan tidak ada yang membuat keributan karena berada dalam aliran damai, mungkin hanya teriakan Chen yang akan menganggu ketenangan mereka ketika pagi menjelang. Well, untuk membangunkan Kai butuh usaha extra, dan sang pemilik suara high tone yang bisa.
"KKAAAAIIIII IIIRREEOOONNNAAAAA..." lengkingan dengan nada tinggi yang jernih menggema di seluruh ruangan dan tentu itu berasal dari pemilik high tone di keluarga untuk membangunkan maknae Kim yang tertidur dengan wajah sedikit pucat dan keringat
"h-hyung" lirih Kai ketika mencoba menggali kesadarannya
"Kai gwaenchana?" tanya Chen yang langsung didera rasa khawatir
DEG!
Tubuh Chen membeku ketika Kai menatapnya dengan tatapan sayu. Ada dua buah lambang dengan satu lambang yang nampak jelas, sedang satunya hanya menyala sekilas setelah itu menghilang.
"K-Kai kau baik-baik saja? Apa yang kau rasakan?" tanya Chen yang langsung duduk di samping ranjang Kai dan mengecek suhu tubuh Kai yang demam itu
"entah hyung, semuanya berputar dan lemas" jawab Kai sambil memejamkan matanya
"Kai tetap jaga kesadaran mu, hyung akan siapkan air hangat dan memanggil hyungdeul" ucap Chen kilat
25 menit kemudian
"Suho hyung apa yang dikatakan Kris hyung?" tanya Chen dengan raut wajah khawatir
"aku akan bertemu dengan Kris siang nanti. Xiu hyung dan Chen, bisakah kalian menjaga Kai? Aku takut terjadi sesuatu padanya seperti apa yang aku dengar dari appa dan paman Oh ketika mereka berbicara diruang kerja appa beberapa tahun lalu" ucap Suho yang diangguki oleh Chen dan Xiumin, nampak sekali kekhawatiran dan kegelisahan melanda mereka.
Jangan tanya kemana kedua orang tua mereka, karena kedua telah meninggal bersama dengan kedua orang tua Kris dan Sehun dalam kecelakaan. Kedua keluarga telah saling mengenal dan bahkan sudah bersahabat turun temurun sejak kakek nenek mereka dulu. Ada kerjasama diantara kedua keluarga yang tengah dibangun setahun lalu dan kini dilanjutkan oleh Suho dan Kris yang memimpin perusahaan.
... an eye symbol ...
Kediaman Keluarga Oh
"jadi Kai juga mengalami hal yang sama seperti Sehun? Bahkan lebih parah?" tanya Kris dengan nada khawatir juga terkejut
"sesuai apa yang aku dengar ketika appa ku dan paman Oh berbicara mengenai takdir Kai dan Sehun. Aku memang tidak mendengar secara jelas karena aku mendengarnya dari luar, tetapi sudah bisa dipastikan jika ada seorang yeoja dan namja dengan lambang di kedua matanya kita sebagai pelindung wajib menjaga mereka, karena mereka adalah pemimpin kita dan satu-satunya keturunan murni dari tetua kita" jelas Suho, "dan lagi mereka adalah takdir yang terikat satu sama lain. Dalam artian mereka harus kita nikahkan secepatnya sekalipun mereka tidak saling mencintai untuk saat ini" tambah Suho membuat Kris memelototkan matanya
"yak! Bukankah Kai sudah mempunyai kekasih? Siapa Krystal? Aah Jung Krystal adik dari sekretaris ku Jessica Jung" cerocos Kris, "kau tahu sendiri aku memiliki elemen api jadi bisa ku bakar habis adik mu karena menyakiti bunny kesayangan ku!" sembur Kris
"dan kau juga tahu Kris jika aku menggunakan elemen air jadi aku bisa memadamkan api mu" balas Suho
"Chanyeol tidak akan diam saja jika sahabatnya disakiti Suho perlu kau tahu masih ada si namja caplang itu yang mempunyai elemen api sama seperti ku" tambah Kris
"yak! Kau mau mengkroyok ku? Ish dasar pengecut!" kesal Suho
"demi adik kesayangan ku, dikatakan pengecut pun tidak masalah" jawab Kris santai
"hey hey sudahlah kalian ini tidak seharusnya berdebat hal tidak penting. Yang terpenting saat ini adalah kita harus semakin protektif terhadap Sehun dan Kai" ucap Yixing menengahi, "kalian tenang saja, Kai dan Krystal tidak mempunyai hubungan apa-apa. Hanya Krystal yang menyukai Kai, sedang Kai dia sangat dingin terhadap siapapun. Untuk masalah pernikahan kita bicarakan setelah mereka sadar. Kita harus memberi penjelasan kepada mereka terlebih dahulu" tambah Yixing
"untuk Kai, aku tidak mempermasalahkannya. Appa mengajari Kai sejak kecil dengan sangat ketat dan Kai pun tahu tentang ini walau hanya seperempat saja yang eomma ceritakan pada Kai. Aku yakin Kai bisa menjaga dirinya sendiri, walau tidak menutup kemungkinan jika aku akan mengawasi gerak gerik Kai, walau bagaimana pun musuh kita nanti lebih kuat selama Kai dan Sehun belum menikah" ucap Suho
"appa dan eomma sangat memlindungi Sehun, disini Sehun sama sekali tidak mengeri apa yang telah terjadi pada dirinya dan juga takdirnya. Bahkan Sehun hanya tahu jika kedua orang tua kami meninggal karena kecelakaan" ucap Kris dengan nada putus asa
"kita pasti bisa melindungi Sehun Kris. Kita akan memberikan penjelasan pada Sehun nanti jika keadaan sudah tenang. Saat ini tubuh Sehun tengah beradaptasi dengan kekuatannya. Jadi yang perlu kita lakukan saat ini adalah meminta Chanyeol dan Baekhyun untuk menjaga Sehun, dan tentu Chanyeol harus membujuk Kai untuk bisa selalu bersama mereka. Karena kekuatan Kai dan Sehun jika digabungkan akan menjadi sebuah kekuatan yang sangat besar, bahkan untuk Kai dan Sehun sendiri. Oleh sebab itu kita sebagai pelindung mereka harus siap sedia jika terjadi ledakan besar dari mereka" jelas Yixing
Nampak Kris tengah memijik panggal hidungnya untuk menetralisir rasa cemasnya terhadap Sehun, ditambah dengan tidak ada kedua orang tua mereka dan pengetahuan tentang takdir yang mereka hadapi ini sangatlah minim. Kris hanya berharap semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk pada adik kesayangannya itu, sekaligus Kris harus memenuhi permintaan terakhir kedua orang tua angkatnya sekalipun kedua orang tua angkatnya itu tidak ingin merepotkan Kris.
"yang tersisa dari mereka hanya paman bibi Park, paman Byun, bibi Zhang, baba dan mama hanya mereka yang bisa kita andalkan untuk menjelaskan pada kita semua" ucap Suho
"Suho-ya" panggil Kris dengan nada putus asa, "dimana perpustakaan itu?" tanya Kris mengingat appanya pernah membicarakan keberadaan sebuah perpustakaan lagenda yang menyipkan semua rahasia dibalik kekuatan mereka, semua rahasia leluhur mereka, dan sebuah rahasia menyangkutkan lambang yang hadir dari keturunan murni pemilik dua buah simbol di kedua matanya, termasuk pernikahan dan kelahiran bayi mereka kelak. Itu artinya disana terdapat buku tentang Kai dan Sehun, keselamatan Sehun diutamakan Kris, dan Kris harus bisa mendapatkannya sebelum musuh mereka yang entah siapa dan seperti apa itu menemukan buku tersebut.
"molla" desah Suho mengingat-ingat perpustakaan yang pernah ayahnya kunjungi bersamanya ketika kecil dulu, "appa bahkan tidak membahas tentang itu. Appa hanya membawa ku ke berbagai perpustakaan unik, namun jelas tidak ada buku yang kita cari dan segala sesuatu tentang itu" jawab Suho
"aku akan meminta mama ku ke Seoul" ucap Yixing
"baba dan mama juga dalam perjalanan ke Seoul" ucap Luhan yang tiba-tiba saja hadir disana
"Lu, bagaimana dengan Sehun?" tanya Kris yang beranjak dari posisi duduknya
"gwaenchana. Demamnya sudah turun, namun-"
"apa yang terjadi?" tanya Kris yang kini memegang kedua bahu Luhan agar berhadapan langsung dengannya
"aku tidak tahu apa yang aku lihat nyata atau tidak, tetapi ketika aku menjaga Sehun tadi, ada cahaya terang yang menyelimuti Sehun membuat ku harus memejamkan mata. Dan ketika ku buka mata, aku menemukan diri ku berada disebuah taman ilalang yang mungkin berada di dekat pantai, karena aku bisa mencium air pantai berikut burung camar dan mencengar debur ombak. Disana aku melihat Sehun nampak sangat cantik dan anggun tengah berlari riang bersama dengan sosok kecil yang mungkin berumur 3 sampai 4 tahun. Disana tak hanya Sehun adan sosok kecil yang entah namja atau yeoja karena terlihat samar, ada Kai disana memandangi mereka dengan tatapan penuh kasih sayang. Yang aku rasakan disana adalah aura kekeluargaan yang sangat kental dan damai, bahkan aku merasakan seperti kehidupan dimana bumi belum tersentuh apapun, semua terasa alami dan murni" cerita Luhan sedikitnya membuat Kris lega karena Luhan memang mempunyai kekuatan telekinetik yang mengendalikan benda melalui pikiran, juga disamping itu Luhan memiliki telepati, bisa melihat masa depan seseorang yang kebanyakan tidak disadari Luhan.
"Lu kau telah membaca masa depan Sehun" ucap Yixing membuat Luhan sadar
"bukan, aku bukan membaca masa depan Sehun" geleng Luhan
"maksud mu?" tanya Suho pada Luhan yang melihat wajah kebingungan Luhan yang nampak memikirkan sesuatu
"Sehun membukanya untuk ku" simpul Luhan membuat mereka mengkerutkan keningnya, "selama ini aku sama sekali tidak bisa melakukan kekuatan ku pada Sehun, bahkan membaca pikiran Sehun pun aku tidak bisa. Diantara semua orang yang pernah aku temui terkecuali Kai, aku bisa membaca masa depan mereka, atau melihat apa yang terjadi pada mereka, tetapi tidak dengan Sehun. Aku mencoba berbagai cara tetapi tetap tidak bisa, begitu pula dengan baba dan mama yang kala Sehun berumur 3 tahun, paman dan bibi Oh meminta baba dan mama untuk melihat masa depan Sehun. Hasilnya benar-benar nihil. Mungkin itu sebabnya paman Oh mencari tahu tentang simbol itu walau terbatas" jelas Luhan
"apa yang harus kita lakukan?" tanya Kris putus asa
"kau seorang kakak Kris, dan kau harus kuat. Kita akan menemukan caranya semabari menunggu paman dan bibi tiba" ucap Suho sambil menepuk bahu Kris, "dan lagi Luhan belum bertemu dengan Kai, siapa tahu Luhan bisa melihat masa depan Kai. Dan jika Kai terhubung dengan Sehun maka itu bisa menjadi jalan untuk kita tahu takdir diantara mereka" lanjut Suho
Hanya keheningan yang selanjutnya ada diantara mereka karena jalan pikiran mereka yang bercabang satu sama lain walau berujung pada inti yang sama.
... an eyes symbol ...
TBC
