Chap 2

"Sehunnie..." teriakan seorang yeoja dengan suara cempreng membuat beberapa siswa menutup telinga, begitu pula dengan seorang namja yang berjalan disampingnya

"aku harus periksa ke tempat Yixing hyung jika terus berdekatan dengan Baekbek satu ini" gerutu namja dengan tinggi diatas rata-rata itu

BRUK

"Sehunnie aku merindukan mu" seru yeoja itu lagi setelah menubruk dan memeluk Sehun dengan erat

"Baekki, Sehunnie tidak bisa bernafas" ucap Sehun dengan sedikit sulit karena yeoja bernama lengkap Byun Baekhyun atau kerap disapa Baekki itu memeluknya erat

"sudah beberapa hari Sehunnie tidak masuk dan Baekki merindukan Sehunnie" ucap Baekhyun setelah melepas pelukan eratnya tadi

"Sehunnie juga merindukan Baekki" balas Sehun dengan eyesmilenya

"kalian berhentilah berlovey dovey dan segera kekelas sebentar lagi bel" intrupsi Chanyeol yang hanya bagai angin lalu karena Baekhyun dengan santainya menarik lembut tangan Sehun untuk diajak kekelas mengabaikan namja tinggi yang kini hanya memutar bola matanya malas.

PLUK

"Kai" ucap namja itu setengah memekik karena terkejut

"nugu?" tanya Kai dengan manik hitam kelamnya yang masih menatap Sehun dan Baekhyun ani lebih kepada menatap Sehun

"nugu?" tanya Chanyeol balik dengan wajah tak mengerti

"yeoja itu siapa?" tanya Kai yang tidak mengalihkan pandangannya pada sosok Sehun walau sosok itu telah menghilang dibalokan lorong menuju kelas mereka

"aah itu bukankah Krystal? Yeoja yang mengejar-ngejar mu?" jawab Chanyeol ketika yang dilihat oleh manik bulatnya adalah Krystal dan beberapa temennya, "apa sakit membuat mu melupakan teman sekolah mu?" tanya Chanyeol dengan nada khawatir

"pabo!" ucap Kai yang berjalan meninggalkan Chanyeol dengan aura dinginnya

"ish! Kenapa semua sahabat ku mengacuhkan ku seperti ini?" kesal Chanyeol yang kemudian melangkahkan kaki mengikuti Kai yang telah beberapa langkah didepannya.

SKIP SKIP

At Kantin SOPA

Suasana kantin seperti pada umumnya ramai tetapi di SOPA walau ramai semua nampak teratur karena kantin sekolah ini sangatlah luas dan ada dua buah kantin yang bisa digunakan, dilantai dasar dan dilantai dua. Kantin kali ini adalah kantin yang berada di lantai dasar yang dekat dengan taman dengan air kolam yang jernih. Dibalik kaca transparan besar sebagai pembatas dengan taman ada sebuah kursi yang diisi dengan sepasang namja dan yeoja yang menarik perhatian penghuni kantin yang mayoritas kelas satu itu.

"Sehunnie kau ingin pesan apa?" tanya Chanyeol

"hmm..." Sehun nampak berpikir imut, "choco bubble tea" jawab Sehun

"tidak ada bubble Sehunnie, kau baru saja sembuh dari demam" tolak Chanyeol yang tanpa sadar membuat namja yang duduk disebelahnya itu terkejut

"tapi Sehunnie mau bubble tea Channie" rejuk Sehun

"astaga Sehunnie kenapa kau menggemaskan sekali" seru Baekhyun sambil mencubit pipi Sehun pelan

"susu coklat hangat dan sup iga saja ne" bujuk Chanyeol mengabaikan Baekhyun yang tengah berfangirling ria

"thilo!" jawab Sehun sambil berusaha melepaskan cubitan Baekhyun

"susu coklat hangat satu, air putih hangat satu, dua buah sup iga" ucap Kai sambil menatap Sehun tajam yang malah membuat Sehun mengkrucutkan bibirnya kesal

"a-ah ne kau bilang apa Kai?" tanya Chanyeol yang baru kali ini berucap panjang

"susu coklat hangat, air putih hangat, dan dua buah sup iga. Kau tahu jelas jika aku dan Sehun baru saja sembuh dari demam" ucap Kai lagi yang kini membuat Baekhyun berekspresi takjub

"kau berbicara Kai" pekik Baekhyun yang tentu membuat seisi kantin semakin menaruh perhatian pada bangku yang berada di dekat jendela itu, sedang Kai menatap Baekhyun tajam

"memang sebelumnya Kai tidak bisa berbicara Baekki?" tanya Sehun polos yang membuat Chanyeol tidak bisa menahan tawanya

"kau mengenal ku?" tanya Kai dengan nada datar yang terkesan bodoh dimata Chanyeol dan Baekhyun

"tentu kita sekelas sejak masuk SOPA" jawab Sehun dengan menganggukkan kepalanya hingga poninya berayun, sedang Baekhyun kini mengikuti Chanyeol yang tertawa karena sikap bodoh Kai.

"kenapa kalian tertawa? Aku lapar" ucap Kai datar dan dingin

"hahaha a-ah ne hahaha akan aku pesankan" ucap Chanyeol yang masih belum menghentikan tawanya

"hiihii aku ikut hiihii biarkan mereka berdua" kikik Baekhyun membuat Chanyeol semakin tertawa

"ck pabbo" ucap Kai dengan nada dinginnya

"Kai apa kau juga demam kemarin?" tanya Sehun dengan wajah khawatir alaminya

"ne" jawab Kai singkat

Ada sembarut merah diwajah Sehun ketika Kai menatapnya begitu tajam dan dalam. Hal itu terekam jelas oleh Kai, yang sadar jika Sehun memiliki sebuah tanda di mata kirinya.

"wind whirl" gumam Kai ketika melihat kilatan dari lambang itu

"ne?" tanya Sehun yang hanya mendengar samar gumaman Kai

"kau juga demam?" tanya Kai

"ne, aku juga demam. Kata Yixing aku terlalu banyak meminum bubble tea jadi aku demam huffph padahal itu minuman kesukaan ku" ucap Sehun dengan mimik wajah yang berubah-ubah dan itu menggemaskan dimata Kai.

"pulang dengan siapa?" tanya Kai yang entah bagaimana posisi duduknya pindah kehadapan Sehun. Sebelumnya Sehun duduk berhadapan dengan Chanyeol

"aku dijemput Kris" jawab Sehun

"apa kau tidak diajari sopan santun?" tanya Kai yang aneh mendengar Sehun menyebut orang yang lebih tua tanpa embel-embel –ssi atau oppa, jangan tanya mengapa Kai tahu, karena Yixing dan Kris adalah teman kakaknya.

"eoh?"

"kenapa kau menyebut orang yang lebih tua dari mu tanpa embel-embel –ssi atau oppa?" tanya Kai

"aah itu karena mereka mengatakan jika aku tidak perlu memanggil mereka dengan embel-embel seperti itu, jika aku memanggil mereka dengan embel-embel, aku akan dihukum dengan tidak boleh minum bubble tea selama seminggu. Ketika aku tanya appa dan eomma dulu, mereka menjawab aku harus menuruti apa kata Kris dan Xiaolu" jawab Sehun

Kai dapat melihat kejujuran dimata Sehun dan itu membuatnya tersenyum dan tanpa sadar mengelus pucuk kepala Sehun, membuat yeoja itu merona.

"woah daebak baru kita tinggalkan mereka sepuluh menit dan Kai sudah mengalami kemajuan yang pesat" ucap Chanyeol sembari meletakkan nampan makanan untuk Kai dan Sehun, sedang nampan makanannya dibawa Baekhyun

"aah bahagianya melihat perkembangan Kai yang sekarang sudah menjadi makhluk bumi" ucap Baekhyun yang lagi lagi mendapat death glare dari Kai

"Baekki Channie sudah sebaiknya kita makan sebelum bell" ucap Sehun yang jengah melihat kedua pasangan mood maker itu berkelakuan absurd

... an eye symbol ...

"Xiaolu" panggil Sehun ketika dirinya bersiap untuk tidur dan Luhan memastikan jika Sehun tertidur pulas, "hari ini aku berbicara untuk pertama kalinya dengan Kai dan Kai mengatakan pada ku untuk besok dan seterusnya pulang bersamanya. Hmm Xiaolu, bagaimana menurut Xiaolu tentang Kai? Ini pertama kalinya Kai berbicara pada ku. Channi dan Baekki bahkan mengatakan 'akhirnya Kai menjadi manusia sungguhan' ketika berbicara pada ku lagi sepulang sekolah. Aah iya Kai juga demam seperti ku beberapa hari dan baru masuk tadi" cerocos Sehun

Luhan tersenyum sembari duduk dipinggir ranjang Sehun dan mengelus surai silver Sehun dengan lembut.

"Kai namja yang baik karena dia anak dari sahabat appa dan eomma mu. Anak dari paman dan bibi Kim" jelas Luhan

"adik dari Xiumin, Suho, dan Chen?" tanya Sehun yang diangguki Luhan, "Xiaolu apa aku ini tidak sopan karena memanggil kalian hanya nama tanpa embel embel?" tanya Sehun lagi yang memikirkan ucapan Kai siang tadi

"ani. Itu memang permintaan paman dan bibi Oh, kau juga tahu itu kan sayang?" jawab Luhan. "sudah lebih baik Sehunnie tidur ne karena besok Sehunnie harus bersekolah" ucap Luhan yang diikuti dengan Sehun yang memejamkan matanya.

TIK TOK TIK TOK

"Sehunnie..." sebuah suara memasuki kamar Sehun yang hanya bercahaya bulan purnama, "Sehunnie..." hawa mistis dan dingin mendera kamar Sehun terlebih pintu geser balkon kamar Sehun terbuka sehingga angin malam musim gugur masuk dengan leluasa.

"Sehunnie..." suara itu terus memanggil Sehun hingga yeoja itu akhirnya membuka matanya dan terbangun dari tidur. Nampak kejanggalan dari Sehun ketika dirinya beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamarnya seperti mengikuti asal suara yang memanggilnya.

BYYUUURRR

DEG

Sehun membuka mata dan mendapati dirinya telah berada di air sedingin es, dadanya terasa sakit dan itu membuatnya semakin kesulitan bernafas. Gerakan Sehun yang berusaka mendorong tubuhnya untuk keluar dari air pun percuma dan sia sia, kini ditengah kesadaran yang mulai menipis, Sehun berharap Kris dan Luhan tidak bersedih dan juga dirinya bisa bertemu kembali dengan kedua orang tuanya.

BRAAKKK

"SEHUN!" teriak Kris dan Luhan bersamaan ketika mendapati Kai tengah memeluk tubuh Sehun

"Kai apa yang terjadi den-" ucapan Kris terhenti ketika kedua manik hitam kelam Kai bercahaya dengan manik kanan yang mengeluarkan liquid merah yang bisa dikatakan darah itu membasahi pipi Kai.

"Ka-"

"AAAARRRGGHHHH"

BLLLAARRRR

Sebuah ledakan cahaya yang bersamaan dengan teriakan amarah Kai membuat Kris dan Luhan memakai kekuatan mereka untuk melindungi diri.

"Kris Luhan apa yang terjadi?" tanya Xiumin yang datang bersama dengan Suho, Chen, Baekhyun, dan Chanyeol.

"aku tidak tahu, Sehun dia berada dalam pelukan Kai. Aku tidak bisa melihat mereka Sehun dan Kai. Aku tidak bisa melihat mereka" jawab Luhan panik

"tenang Lu tenang" ucap Suho

"Kai kedua matanya bercahaya dengan mata kanan yang seakan menangis darah, aku bisa merasakan kemarahan Kai dan kebenciannya. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana bisa Kai berada di mansion ini dengan memeluk Sehun, tubuh mereka basah kuyup" ucap Kris

"apa yang harus kita lakukan?" tanya Baekhyun panik

"Baek, kau seram cahaya yang menyelimuti mereka dan Suho hyung bisakan kau mendekati mereka setelah Baekhyun meminimalisir cahaya yang sangat menyilaikan ini? " pinta Chen

"akan aku laksanakan" ucap Suho dan Baekhyun bersamaan

"Luhan jie jie bisakah kau membentengi apa yang terjadi disini dari semua orang di sekitar sini?" tanya Chen yang diangguki Luhan yang langsung berkonsentrasi untuk kekuatannya

Setengah jam lebih mereka menggunakan semua energi yang mereka punya namun itu masih belum cukup mengalihkan kekuatan Kai yang entah apa itu, Baekhyun hampir mencapai limitnya jika Chen tidak menyalurkan kekuatan thundernya sehingga malam itu dipenuhi dengan kilat.

"Kai" suara lembut Suho yang mulai mendekati Kai setelah dirasa Baekhyun dan Chen berhasil, dapat Suho rasakan kekuatan Kai yang melemah namun tidak menurunkannya untuk waspada. "Kai ini aku Suho hyung boleh aku mendekat?" tanya Suho yang sesaat tersentak melihat Kai yang menatapnya dengan kedua mata bercahaya dan aliran air mata darah dipipi kanannya. "apa yang terjadi dengan Sehun, Kai?" tanya Suho yang semakin mendekat hingga kini berada dihadapan Kai yang tengah memeluk erat Sehun

"Kim Joonmyeon pengendali air" desis Kai menatap tajam Suho yang berusaha tidak gentar juga takut dan berusaha mempertahakan sikap tenangnya. "lakukan tugas mu sebagai pengendali air" perintah Kai yang kini membaringkan Sehun yang nampak sangat pucat dihadapan Suho, bahkan Suho takut jika Sehun benar-benar telah meninggal, "selamatkan dia atau aku buat dunia ini hancur" desis Kai tajam

Suho tidak tahu apa yang terjadi, tidak tahu harus berbuat apa pada Sehun yang bahkan Suho takut mengatakan jika Sehun yang dihadapannya ini telah tiada kepada Kai.

"ijinkan saya membantu pengendali air ini untuk mengobati Yang Mulia Ratu" ucap Yixing yang baru saja bergabung dengan mereka

"Yi-"

"Healing Power Zhang Yixing lakukan seperti apa yang ayah mu lakukan dulu" ucap Kai dingin

"baik Yang Mulia Raja" ucap Yixing patuh

"denyut nadinya sangat lemah bahkan hampir tak terasa" ucap Yixing dengan wajah tenang mencoba menyembunyikan kekalutan dihatinya, "Suho kau harus mengelurkan air yang mengisi paru-paru Yang Mulia Ratu palli!" perintah Yixing yang membuat Suho tergagap karena masih merasa tidak percaya dengan yang terjadi

"uhuk.. uhuk.."

Air berhasil dikeluarkan Suho dan Yixing memberikan healing powernya untuk menstabilkan keadaan Sehun yang hampir saja lewat.

"Yang Mulia Raja, kini keadaan Yang Mulia Ratu sudah baik – baik saja. Hanya membutuhkan istirahat. Sama seperti Yang Mulia Raja yang membutuhkan istirahat" ucap Yixing sambil meletakkan tangan kirinya di bahu kanan Kai.

"H-Hyung.." lirih Kai sebelum pingsan disamping Sehun

BRUK

"Lu/noona kau tidak apa-apa?" tanya mereka pada Luhan yang ambruk setelah batas kekuatannya dilewati

"kalian bawa Baekhyun, Chen, dan Luhan kedalam. Akan aku pulihkan mereka" perintah Yixing

Sudah hampir satu jam itu berlalu dan Sehun juga Kai tengah tertidur di ruangan berbeda, Sehun tertidur dikamarnya, sedang Kai berada di kamar tamu lantai satu mansion Oh. Yang lain berada di ruang tengah untuk membicarakan apa yang terjadi hari ini.

"mereka sudah bergerak dan kita tidak bisa diam saja" ucap Yixing, "maafkan aku karena terlambat, mama baru saja memberitahukan jika mama telah menemukan pengendali waktu, dan mereka akan sampai ke korea besok" jelas Yixing

"pengendali waktu?" tanya Chanyeol

"ya. Namanya Huang Zitao. Dia seumuran dengan kalian. Pengendali waktu akan membatu kita jika harus melawan secara langsung musuh, kekuatannya adalan time stop. Kemampuannya tidak hanya itu, karena Tao merupaka ahli pedang di salah satu distrik di China" jelas Yixing

"lalu apa yang terjadi hari ini? Bagaimana bisa Sehun berada dalam keadaan seperti itu? Dan Kai, dia meledakkan kekuatan yang besar?" tanya Kris

"Busan tengah diterpa badai dan bahkan menelan korban jiwa, aku rasa itu merupakan salah satu maksud Kai untuk menghancurkan dunia jika Sehun tidak diselamatkan" ucap Suho

"kita akan tahu jawabannya ketika Tao datang. Time Controller mungkin bisa digunakan untuk melihat kejadian ini, karena jika Luhan bisa melihat masa depan, maka Tao bisa melihat kejadian lampau" ucap Yixing

... an eye symbol ...

"jadi Yang Mulia Raja belum sepenuhnya bangkit dan belum sepebuhnya tersadar akan status dan posisi para pelindung. Ini akan sangat menarik jika aku bisa menghancurkan formasi mereka yang bahkan belum sempurna" ucap sosok bertudung serba hitam

"benar tuan ku. Sebelum Yang Mulia Raja dan Ratu melakukan upacara penyatuan maka formasi mereka tidaklah sempurna begitu pula dengan kekuatan mereka"ucap sosok yang tengah berlutut dengan satu kaki di belakang sosok bertudung hitam itu

"akan aku lenyapkan mereka satu persatu" desis sosok bertudung hitam dengan seringainya

TBC